cover
Contact Name
-
Contact Email
jurnalijar@gmail.com
Phone
+6285229198163
Journal Mail Official
jurnalijar@gmail.com
Editorial Address
Jl. Marsda Adisucipto, Yogyakarta, Indonesia 55281
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
IJAR : Indonesian Journal of Action Research
ISSN : 29857333     EISSN : 29856078     DOI : -
Core Subject : Education,
The journal focuses its scope on the issues of Islamic Education in Southeast Asia. We invite scientists, scholars, researchers, as well as professionals in the field of Islamic Education in Southeast Asia to publish their researches in our Journal. The journal publishes high quality empirical and theoretical research covering all aspects of Islamic Education in Southeast Asia. Deradicalization of Islamic Education Philosophy of Islamic Education Islamic Education Policy Gender and Islamic Education Comparison of Islamic Education Islamic Education and Science Nusantara Islamic Education Pesantren Education Islamic Education and Social Transformation Leadership of Islamic Education Figure of Islamic Education Islamic Education Management Curriculum of Islamic Education Innovation of Islamic Education Madrasah Education
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 95 Documents
Implementasi Kurikulum berbasis Cinta dalam Adat Budaya Baritan di Banjarsari Samigaluh Kulon Progo Ismunandar, Ismunandar; Aska, Muhammad Aska Al Varo; Hasna, Hasna Fidelya
Indonesian Journal of Action Research Vol. 4 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/ijar.2025.41-03

Abstract

ABSTRAK Tujuan - Tujuan penelitian adalah untuk mendeskripsikan dan menganalisis konsep, mekanisme implementasi, serta relevansi nilai-nilai dalam tradisi Baritan sebagai bentuk kurikulum pendidikan karakter berbasis kearifan lokal. Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya penguatan karakter generasi muda di tengah arus modernisasi dengan menggali potensi kearifan lokal yang hidup di masyarakat. Metode - Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus etnografis. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan para sesepuh, pinisepuh, tokoh masyarakat, dan pemuda, observasi partisipan dalam seluruh prosesi adat Baritan, serta studi dokumentasi. Data yang terkumpul dianalisis secara interaktif melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil - Hasil penelitian mengungkap bahwa: (1) Tradisi Baritan merupakan sebuah "kurikulum hidup" (living curriculum) yang mengonstruksi konsep "Cinta" dalam tiga dimensi, yaitu cinta kepada Tuhan (rasa syukur), cinta kepada alam (pelestarian lingkungan), dan cinta kepada sesama (gotong royong dan solidaritas). (2) Implementasi kurikulum ini berlangsung secara informal melalui tiga saluran pembelajaran: pengalaman langsung (experiential learning) dalam persiapan dan pelaksanaan ritual, keteladanan (modeling) dari para sesepuh, dan penuturan narasi (storytelling). (3) Nilai-nilai yang terkandung dalam Kurikulum Berbasis Cinta Baritan memiliki relevansi yang sangat kuat dengan enam dimensi Profil Pelajar Pancasila, menjadikannya fondasi pendidikan karakter yang kontekstual dan holistik. (4) Tantangan utama yang dihadapi adalah perubahan orientasi nilai generasi muda dan desakralisasi makna ritual, yang diantisipasi dengan strategi seperti integrasi ke pendidikan formal dan pemanfaatan media digital.
Peningkatan Karakter Siswa melalui Pembiasaan Harian Berbasis PAI: Penelitian Tindakan Kelas pada Siswa Kelas V SD N Sungapan Tantri, Riana Agus
Indonesian Journal of Action Research Vol. 4 No. 1 (2025)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/ijar.2025.41-05

Abstract

Tujuan - Studi empiris mengenai pendidikan karakter dalam Pendidikan Agama Islam pada jenjang sekolah dasar selama ini cenderung menitikberatkan pada aspek kognitif atau pengembangan karakter secara parsial. Penelitian tindakan kelas yang secara sistematis mengkaji praktik pembiasaan harian untuk mengembangkan disiplin, empati, dan tanggung jawab secara simultan masih relatif terbatas. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas pembiasaan harian yang diterapkan dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam dalam meningkatkan disiplin, empati, dan tanggung jawab peserta didik. Metode - Penelitian ini menggunakan desain Penelitian Tindakan Kelas dengan model Kemmis dan McTaggart yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian berjumlah 30 siswa kelas V di salah satu sekolah dasar negeri di Yogyakarta, Indonesia. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi terstruktur, angket, dan wawancara semi terstruktur. Data kuantitatif dianalisis menggunakan analisis deskriptif persentase, sedangkan data kualitatif dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil - Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan pembiasaan harian, seperti salat dhuha, salat dzuhur berjamaah, tadarus Al-Qur’an, budaya salam, budaya antre, serta praktik reflektif, berkontribusi signifikan terhadap peningkatan perkembangan karakter siswa. Dari Siklus I ke Siklus II, tingkat disiplin meningkat sebesar 22 persen, empati sebesar 18 persen, dan tanggung jawab sebesar 25 persen. Temuan ini menunjukkan bahwa pembiasaan harian yang terstruktur dan konsisten dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam efektif dalam mendukung pengembangan berbagai dimensi karakter peserta didik di sekolah dasar.
Pengembangan Etika Islami melalui Kisah Hijrah Nabi Muhammad dan Media Talking Stick sebagai Strategi Pembelajaran Partisipatif Siswa Kelas IV SD N Sungapan Riana Agus Tantri; Ngatiyatul Wafiyah; Aswal Askah
Indonesian Journal of Action Research Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/ijar.2025.42-03

Abstract

Tujuan – Penelitian tindakan kelas ini bertujuan untuk meningkatkan perilaku etika Islami siswa berupa kedisiplinan, tanggung jawab, komunikasi yang saling menghormati, dan kerja sama melalui integrasi kisah Hijrah Nabi Muhammad dengan menggunakan media Talking Stick di kalangan siswa kelas empat SD Negeri Sungapan. Metode – Studi ini menggunakan dua siklus Penelitian Tindakan Kelas (Classroom Action Research/CAR) berdasarkan model Kemmis & McTaggart, yang meliputi perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Partisipan terdiri dari 28 siswa kelas empat. Data dikumpulkan melalui lembar observasi perilaku etis, wawancara, catatan lapangan, dan tes etika pra-pasca. Instrumen divalidasi secara kualitatif dan kuantitatif, sedangkan data dianalisis secara deskriptif. Hasil – Hasil penelitian menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam perilaku etis siswa. Rata-rata skor etika meningkat dari 56% pada pra-siklus (rendah) menjadi 72% pada Siklus I (memadai) dan mencapai 91% pada Siklus II (sangat baik). Metode Tongkat Bicara berhasil meningkatkan disiplin, kerja sama, dan komunikasi yang penuh hormat, sementara kisah Hijrah memperkuat internalisasi nilai-nilai Islam seperti kesabaran dan kepercayaan.
Pendidikan Agama Islam di Sekolah dan Perguruan Tinggi Umum: Kajian Kurikulum, Metode, dan Problematika Pembelajaran di Era Digital Qoyimah, Durotul; Dwi Ratnasari
Indonesian Journal of Action Research Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/ijar.2025.42-01

Abstract

Tujuan - Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi Pendidikan Agama Islam (PAI) di sekolah umum dan perguruan tinggi dengan mengkaji aspek penerapan, metode, dan pendekatan pembelajaran, serta mengidentifikasi permasalahan utama yang mempengaruhi efektivitas dan relevansi pembelajaran PAI di era digital. Fokus penelitian diarahkan pada keselarasan antara desain kurikulum adaptif dan praktik pembelajaran di lapangan, baik dalam konteks pendidikan dasar-menengah maupun perguruan tinggi negeri. Metode - Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain penelitian perpustakaan. Data diperoleh melalui penelusuran dan analisis buku akademik, artikel jurnal ilmiah nasional dan internasional, dan dokumen kebijakan pendidikan terkait Pendidikan Agama Islam. Analisis data dilakukan secara deskriptif-analitis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan kesimpulan yang ditarik. Validitas data dipertahankan melalui triangulasi sumber untuk mendapatkan gambaran yang komprehensif dan argumentatif. Hasil - Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara konseptual, implementasi PAI di sekolah umum dan perguruan tinggi telah dirancang secara komprehensif, adaptif, dan berorientasi pada pembentukan karakter keagamaan dan literasi agama yang moderat. Namun implementasinya masih menghadapi berbagai kendala, antara lain dominasi metode perkuliahan, keterbatasan kompetensi pedagogik dan literasi digital pendidik, serta lemahnya kontekstualisasi dan integrasi interdisipliner materi pembelajaran. Di perguruan tinggi negeri, PAI cenderung direduksi menjadi mata kuliah administrasi wajib yang kurang terhubung dengan disiplin ilmu mahasiswa dan menghadapi persaingan dari otoritas ilmiah dari sumber keagamaan digital. Penelitian ini menekankan bahwa penguatan PAI di era digital memerlukan reformasi pembelajaran yang tekanan pada peningkatan kompetensi pedagogik dan literasi pendidik digital, serta pengembangan pembelajaran kontekstual dan interdisipliner. Dengan demikian, PAI diharapkan mampu berfungsi secara transformatif dan relevan dengan kebutuhan siswa di sekolah dan universitas negeri.
Eksplorasi Self-Assessment Regulasi Diri Mahasiswa dalam Pembelajaran Saputra, Aziz; Suwadi
Indonesian Journal of Action Research Vol. 4 No. 2 (2025)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/ijar.2025.42-02

Abstract

Tujuan – Penelitian ini bertujuan untuk menjelajahi praktik self-assessment mahasiswa Pascasarjana PAI serta kontribusinya dalam memperkuat regulasi diri dalam proses pembelajaran. Metode- Dengan menggunakan pendekatan kualitatif melalui mini riset lapangan, data diperoleh dari wawancara semi-terstruktur terhadap delapan mahasiswa dan dianalisis secara tematik berdasarkan model regulasi diri Zimmerman. Hasil – Hasil penelitian menunjukkan bahwa self-assessment membantu mahasiswa menilai kualitas pemahaman, memonitor proses belajar, mengidentifikasi kelemahan, serta menentukan strategi perbaikan secara lebih terarah. Faktor pendukung meliputi kebiasaan refleksi, diskusi dengan teman, motivasi intrinsik, serta pemanfaatan teknologi digital sebagai alat bantu klarifikasi dan dokumentasi belajar. Sebaliknya, hambatan muncul dari tekanan emosional, stres akademik, kesulitan memahami materi, dan keterbatasan referensi. Bagi mahasiswa PAI, self-assessment tidak hanya dipahami sebagai evaluasi akademik, tetapi juga sebagai praktik muhasabah yang memperkuat karakter, kesadaran spiritual, dan ketenangan emosional. Penelitian ini menegaskan bahwa self-assessment merupakan mekanisme penting dalam membangun regulasi diri, kemandirian belajar, serta pengembangan karakter mahasiswa di lingkungan pendidikan Islam.

Page 10 of 10 | Total Record : 95