cover
Contact Name
-
Contact Email
jurnalijar@gmail.com
Phone
+6285229198163
Journal Mail Official
jurnalijar@gmail.com
Editorial Address
Jl. Marsda Adisucipto, Yogyakarta, Indonesia 55281
Location
Kab. sleman,
Daerah istimewa yogyakarta
INDONESIA
IJAR : Indonesian Journal of Action Research
ISSN : 29857333     EISSN : 29856078     DOI : -
Core Subject : Education,
The journal focuses its scope on the issues of Islamic Education in Southeast Asia. We invite scientists, scholars, researchers, as well as professionals in the field of Islamic Education in Southeast Asia to publish their researches in our Journal. The journal publishes high quality empirical and theoretical research covering all aspects of Islamic Education in Southeast Asia. Deradicalization of Islamic Education Philosophy of Islamic Education Islamic Education Policy Gender and Islamic Education Comparison of Islamic Education Islamic Education and Science Nusantara Islamic Education Pesantren Education Islamic Education and Social Transformation Leadership of Islamic Education Figure of Islamic Education Islamic Education Management Curriculum of Islamic Education Innovation of Islamic Education Madrasah Education
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 87 Documents
Pengembangan Program Moderasi Beragama di Madrasah Tsanawiyah Negeri 5 Kulon Progo Ismunandar
Indonesian Journal of Action Research Vol. 2 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/ijar.2023.22-08

Abstract

Tujuan – Penelitian ini menginvestigasi pengembangan dan implementasi program moderasi beragama di Madrasah Tsanawiyah Negeri 5 Kulon Progo, Indonesia, berdasarkan Keputusan Menteri Agama No. 184 tahun 2019. Tujuan utama studi ini ada tiga: 1) Menganalisis pengembangan program moderasi beragama di sekolah tersebut, 2) Meneliti peran administrator sekolah, pendidik, dan siswa dalam pelaksanaan program ini, dan 3) Mendeskripsikan metodologi yang digunakan dalam pengembangan program moderasi beragama. Metode – Penelitian ini mengikuti kerangka Riset dan Pengembangan (R&D), menggunakan model sepuluh tahap Borg dan Gall. Teknik pengumpulan data dalam penelitian tindakan kelas ini adalah dengan teknik tes, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan statistik deskriptif. Hasil – Program ini mencakup modul "Kita semua Saudara (KISA)," "Aku Cinta Indonesia (ACI)," "Hormati Budaya Lokal (HBL)," dan "Sabtu Muqodaman Al Aquran (SAMAN)." Keterlibatan aktif semua pemangku kepentingan sekolah secara signifikan berkontribusi pada keberhasilan pelaksanaan program. Selain itu, pengembangan program untuk pengajaran Akidah Akhlak di kelas delapan menunjukkan tingkat validitas yang wajar berdasarkan validasi ahli, uji pengguna terbatas, dan uji coba utama. Lebih lanjut, efektivitas program dalam meningkatkan kinerja siswa kelas delapan sebelum dan setelah pelaksanaannya secara statistik signifikan. Implikasi studi ini melampaui konteks khusus, membahas peran penting lembaga pendidikan dalam memupuk moderasi beragama. Keberhasilan pelaksanaan, yang dipandu oleh Keputusan Menteri Agama No. 184 tahun 2019, menjadi model bagi lembaga pendidikan lainnya, mempromosikan toleransi, penghormatan terhadap keragaman, dan kehidupan bersama yang damai dalam lanskap budaya dan agama yang beragam di Indonesia. Namun, penting untuk mengakui keterbatasan studi ini dan merekomendasikan penelitian lebih lanjut di bidang ini untuk menjelajahi dimensi dan konteks tambahan, meningkatkan pemahaman kita tentang moderasi beragama dan dampaknya pada masyarakat
Peningkatan Keterampilan Menulis Cerita Pendek Melalui Penggunaan Media Film pada Siswa MTsN 1 Yogyakarta Sarifaini
Indonesian Journal of Action Research Vol. 2 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/ijar.2023.22-11

Abstract

Tujuan – Penelitian ini bertujuan untuk meningkatakan keterampilan menulis cerpen siswa pada mata pelajaran Bahasa Indonesia melalui media film pada siswa kelas IX E MTsN 1 Yogyakarta. Metode – Jenis metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas (PTK). Penelitian ini dilaksanakan dengan dua siklus. Pada setiap siklus terdapat empat tahapan, yaitu perencanaan, pelaksanaan (tindakan), observasi (pengamatan), dan refleksi. Subyek penelitian ini adalah siswa kelas IXE MTs Negeri 1 Yogyakarta yang terdiri dari 32 siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui tes dan observasi. Analisis data menggunakan statistik deskriptif. nalisis data dalam penelitian ini menggunakan statistik deskriptif dengan prosentase ketuntasan belajar sebesar 80% atau inividu siswa mendapatkan hasil belajar sebesar minimal 77. Hasil – Hasil dari diskusi penlitian menunjukkan partisipasi aktif siswa dan efektivitas metode pengajaran ini. Dalam hal pencapaian akademik, pemahaman siswa terhadap materi meningkat secara signifikan, dengan 95,95% siswa mencapai target KKM pada siklus kedua. Skor rata-rata adalah 74,77, menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam penguasaan kosakata bahasa Indonesia oleh siswa. Implikasi dari penelitian ini mencakup potensi Media Photo Story sebagai alat pedagogis berharga dalam pendidikan bahasa Indonesia, yang dapat meningkatkan pengalaman kelas, retensi kosakata, dan kinerja akademik. Penelitian ini juga mendukung penggunaan teknologi dalam pembelajaran dan kebutuhan akan metode pengajaran inovatif. Secara keseluruhan, implementasi Media Photo Story dalam pendidikan bahasa Indonesia memiliki potensi untuk meningkatkan akuisisi kosakata dan kinerja akademik, berkontribusi pada literatur tentang strategi pengajaran efektif, dan menyoroti relevansi pendekatan berbasis visual dalam pendidikan kontemporer.
Peningkatan Keaktifan dan Keterampilan Siswa dalam Menulis Teks Deskriptif Melalui Penggunaan Media Photo Story Yuliana, Atik
Indonesian Journal of Action Research Vol. 2 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/ijar.2023.22-12

Abstract

Tujuan – Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan keaktifan dan keterampilan menulis teks deskriptif pada siswa kelas VII di MTs N 4 Sleman dengan menggunakan Media Photo Story. Metode – Metode yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) mengikuti model Kemis dan Mc Taggart, yang terdiri dari siklus perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian ini adalah 32 siswa kelas VII C. Data dikumpulkan melalui lembar observasi dan tes, dengan indikator keberhasilan ditetapkan pada peningkatan keaktifan dan keterampilan siswa dalam menulis teks deskriptif dengan batas minimal 75%. Hasil – Hasil penelitian menunjukkan peningkatan keaktifan siswa dari kondisi awal ke siklus I dan II. Persentase siswa dalam kategori kurang aktif turun dari 65,6% menjadi 0%, sementara kategori sangat aktif meningkat dari 0% menjadi 50%. Keterampilan dan hasil belajar siswa juga meningkat signifikan, dengan persentase siswa yang tuntas naik dari 34,4% menjadi 100%. Implikasi penelitian ini signifikan, menunjukkan bahwa integrasi Media Photo Story dalam pengajaran bahasa dapat meningkatkan keterlibatan dan keterampilan menulis siswa. Penelitian lebih lanjut direkomendasikan untuk mengeksplorasi aplikasi Media Photo Story dalam berbagai setting pendidikan.
Pengaruh Media Konkret dalam Meningkatkan Hasil Belajar Matematika pada Siswa Kelas IV MIN 1 Gunungkidul Setyowati, Lilik
Indonesian Journal of Action Research Vol. 2 No. 2 (2023)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/ijar.2023.22-13

Abstract

Tujuan – Penelitian ini bertujuan untuk mengetahuai peningkatan hasil belajar bangun ruang menggunakan media kongkret pada siswa kelas IV Madrasah Ibtidaiyah Negeri 1 Gunungkidul. Metode – Metode penelitian tindakan kelas, mengikuti model Kemmis dan Taggart, diterapkan melalui siklus perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Subyek penelitian adalah 18 siswa kelas IV. Data dikumpulkan melalui observasi, tes hasil belajar, dan dokumentasi, dengan analisis data deskriptif kuantitatif. Hasil – Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada peningkatan hasil belajar   matematika materi bangun ruang sederhana siswa kelas IV menggunakan media konkret berupa alat peraga bangun ruang. Hal ini dapat dilihat dari adanya peningkatan nilai siswa materi bangun ruang sebelum dan sesudah diberi tindakan. Peningkatan nilai rata-ratanya yaitu dari prasiklus sebesar 78,6 siklus I sebesar 79,6 dan pada siklus II menjadi 83,2 pada rentang skor nilai 0-100. Persentase ketuntasan pada prasiklus mencapai 66,7%, siklus I mencapai 63% dan pada siklus II mencapai 87,06%. Hasil akhir diketahui bahwa semua nilai rata-rata siswa dan persentase ketuntasan siswa sudah mencapai KKM, sehingga dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa melalui media konkret dapat meningkatkan hasil belajar matematika materi bangun ruang sederhana siswa kelas IV MIN 1 Gunungkidul Tahun Ajaran 2023/2024. Temuan ini mengindikasikan bahwa penggunaan media konkret dapat secara efektif meningkatkan pemahaman matematika siswa. Implikasinya meluas ke luar konteks Madrasah Ibtidaiyah Negeri 1 Gunungkidul, menawarkan wawasan bagi pendidik global dalam mengintegrasikan metode serupa untuk meningkatkan kualitas pendidikan matematika.
Analisis Distribusi Soal Higher Order Thinking Skills (HOTS) dan Lower Order Thinking Skills (LOTS) dalam Buku Ajar Bahasa Indonesia Aisyah Fitri Nur Pangestuti; Shofi'ul Ana; Ellen Fahira As Syahra; Serli Novita Sari
Indonesian Journal of Action Research Vol. 3 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/ijar.2024.31-03

Abstract

Tujuan – Penelitian ini bertujuan untuk mengklasifikasikan kategori soal Higher Order Thinking Skills (HOTS) dan Lower Order Thinking Skills (LOTS) serta menganalisis distribusi tingkat kognitif dalam buku Bahan Ajar Pengayaan Bahasa Indonesia Soal Kemahiran Berbahasa Indonesia karya Kaniah et al. tahun 2016. Metode – Metode yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan teknik baca catat untuk menganalisis 40 soal objektif pilihan ganda berdasarkan Taksonomi Bloom revisi Anderson dan Krathwohl. Hasil – Hasil penelitian menunjukkan 37,5% soal termasuk kategori HOTS, dengan dominasi pada tingkat menganalisis (C4), dan 62,5% soal termasuk LOTS, yang tersebar pada tingkat mengingat (C1), memahami (C2), dan mengaplikasikan (C3). Tidak ditemukan soal dalam kategori mencipta (C6). Temuan ini memberikan gambaran distribusi soal HOTS dan LOTS dalam buku ajar Bahasa Indonesia, yang dapat menjadi acuan untuk pengembangan bahan ajar dan peningkatan kapasitas guru dalam merancang soal berbasis HOTS. Keterbatasan penelitian terletak pada ruang lingkup analisis yang hanya mencakup satu buku ajar. Untuk penelitian selanjutnya, disarankan memperluas analisis pada berbagai sumber dan mengkaji pengaruh soal HOTS terhadap capaian belajar siswa.
Peningkatan Hasil Belajar Materi Pecahan Menggunakan Media Interaktif PhET Colorado Pada Siswa Kelas IV SDN 3 Mantingan Rahmawati, Mirza; Alya Nurhaliza Husna; Syailin Nichla Choirin Attalina
Indonesian Journal of Action Research Vol. 3 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/ijar.2024.31-01

Abstract

Tujuan – Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa materi pecahan dengan menggunakan media pembelajaran interaktif PhET Colorado pada peserta didik kelas IV SDN 3 Mantingan. Metode – Metode penelitian mengacu pada model PTK Kurt Lewin yang menyatakan bahwa dalam satu siklus terdapat empat tahap/komponen yaitu: 1) Tahap perencanaan, 2) Tahap pelaksanaan, 3) Tahap observasi, 4) Tahap refleksi. Subjek dalam penelitian ini yaitu siswa kelas IV SDN 3 Mantingan yang berjumlah 25 siswa. Dalam penelitian ini peneliti menggunakan teknik pengumpulan data yaitu observasi, tes dan dokumentasi. Analisis data menggunakan statistik deskriptif. Hasil – Hasil analisis menunjukkan bahwa perbandingan rata-rata hasil observasi yang dilakukan oleh wali kelas IV, sebagai pengamat aktivitas guru pada siklus I memperoleh skor persentase sebesar 91,30% “sangat baik”. Sedangkan aktivitas siswa pada siklus I memperoleh skor persentase sebesar 85,86% dengan kategori “sangat baik”. Hasil belajar meningkat pada siklus I, ditemukan 14 siswa memiliki persentase ketuntasan sebesar 56, sedangkan 11 siswa tidak tuntas dengan rata-rata hasil belajar siswa mencapai 79. Jadi perbandingan rata-rata hasil belajar siswa pada pra siklus sebesar 67, dan pada siklus I sebesar 79. Jumlah siswa yang tuntas KKM pada pra siklus sebanyak 7, dan pada siklus I sebanyak 14 siswa. Jadi hal ini membuktikan bahwa terdapat peningkatan hasil belajar dengan menggunakan media interaktif PhET Colorado.
Internalisasi Kesadaran Gender dalam Pendidikan Agama Islam: Pendekatan Holistik untuk Pengembangan Karakter Afifah, Annisa Nur; Ade Syifani Nurmaidah; Fajriani, Fajriani; Muhammad Azhar; Hajam, Hajam
Indonesian Journal of Action Research Vol. 3 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/ijar.2024.31-02

Abstract

Tujuan – Penelitian ini menganalisis internalisasi kesadaran gender dalam Pendidikan Agama Islam (PAI) melalui pendekatan berbasis literatur. Kesadaran gender, sebagai kompetensi multidimensional yang meliputi aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik, dikembangkan melalui tiga jalur pendidikan: kegiatan intrakurikuler, kokurikuler, dan ekstrakurikuler. Kegiatan intrakurikuler menekankan pengintegrasian pengetahuan konseptual tentang kesetaraan gender dalam kurikulum, kegiatan kokurikuler mendukung pembelajaran berbasis pengalaman, dan kegiatan ekstrakurikuler memberikan ruang untuk penerapan nyata prinsip kesadaran gender. Metode – Penelitian ini menggunakan studi literatur yang dilakukan dengan mengeskplorasi sumber-sumber tertulis seperti buku dan artikel-artikel ilmiah tentang topik gender. Selanjutnya secara eksploratif dianalisis untuk mendapatkan analisis kualitatif yang mendalam. Hasil – Hasil penelitian menegaskan pentingnya peran guru sebagai fasilitator yang memiliki kompetensi gender untuk menciptakan pengalaman belajar yang seimbang dan inklusif. Upaya kolaboratif dengan komunitas lokal, lembaga pemberdayaan perempuan, dan instansi pemerintah turut memperkuat dampak dari inisiatif ini. Penelitian juga menyoroti pentingnya menyelaraskan program-program kesadaran gender dengan nilai-nilai budaya lokal, sambil tetap mengutamakan prinsip keadilan gender. Implikasi dari penelitian ini sangat signifikan, menunjukkan bahwa integrasi kesadaran gender dalam PAI mendukung pengembangan karakter siswa dan berkontribusi pada transformasi sosial yang lebih luas. Namun demikian, penelitian ini memiliki keterbatasan, termasuk ketergantungan pada data sekunder dan perlunya validasi empiris terhadap model yang diusulkan. Penelitian selanjutnya disarankan untuk melakukan studi lapangan guna mengevaluasi implementasi program kesadaran gender dan mengembangkan model pelatihan guru yang lebih komprehensif untuk meningkatkan efektivitas program.
Interkoneksi Agama, Budaya, dan Peradaban dalam Pendidikan Islam: Perspektif Filosofis untuk Menghadapi Tantangan Global Falah, Muhammad Noor; Jamali, Jamali; Iwan, Iwan
Indonesian Journal of Action Research Vol. 3 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/ijar.2024.31-04

Abstract

Tujuan – Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis interkoneksi agama, budaya, dan peradaban dalam pendidikan Islam sebagai respons terhadap tantangan globalisasi dan sekularisasi. Pendekatan integrasi-interkoneksi dipandang strategis dalam membangun harmoni antara nilai agama, budaya, dan peradaban untuk membentuk generasi insan kamil. Metode – Penelitian ini menggunakan studi literatur yang dilakukan dengan mengeskplorasi sumber-sumber tertulis seperti buku dan artikel-artikel ilmiah tentang topik gender. Selanjutnya secara eksploratif dianalisis untuk mendapatkan analisis kualitatif yang mendalam. Hasil – Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan Islam yang mengintegrasikan ketiga elemen tersebut tidak hanya relevan dalam pengembangan individu yang kompeten secara spiritual, intelektual, dan sosial, tetapi juga dalam membangun masyarakat multikultural yang inklusif dan toleran. Pendekatan ini berkontribusi pada penguatan nilai-nilai Islam dalam konteks lokal dan global, sekaligus menjawab ancaman sekularisasi ilmu yang memisahkan agama dari ilmu pengetahuan modern. Secara teoritis, temuan ini memperkaya konsep integrasi dalam pendidikan Islam, sementara secara praktis, penelitian ini menjadi dasar untuk mengembangkan kurikulum yang holistik dan adaptif terhadap kebutuhan era modern. Namun, keterbatasan penelitian meliputi kurangnya fokus pada implementasi praktis di lapangan. Oleh karena itu, penelitian lanjutan diharapkan dapat mengeksplorasi penerapan integrasi ini secara lebih mendalam di berbagai jenjang pendidikan Islam. Dengan pendekatan yang holistik, pendidikan Islam memiliki potensi besar sebagai solusi untuk menghadapi tantangan peradaban modern.
Pengembangan dan Efektivitas Media Pembelajaran SKI Berbasis Buku Lagu SEIRAMA di MTs Negeri 4 Bantul Khuzaifah, Khuzaifah
Indonesian Journal of Action Research Vol. 3 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/ijar.2024.31-05

Abstract

Tujuan – Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan menguji efektivitas media pembelajaran Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) berbasis buku lagu "SEIRAMA" di kelas IX MTs Negeri 4 Bantul. Metode – Penelitian ini adalah penelitian Research and Development (R&D) dengan mengadaptasi model Richey and Klein yang menjadi tiga bagian yaitu Perancangan (planning) merupakan kegiatan membuat rencana produk yang akan dikembangkan. Perencanaan ini diawali dengan analisis kebutuhan dan studi literatur. Produksi adalah kegiatan pembuatan produk berdasarkan rancangan yang telah dibuat. Evaluasi merupakan kegiatan menguji dan menilai kesesuaian produk dengan spesifikasi yang telah ditentukan. Uji prasyarat analisis dalam penelitian ini adalah uji normalitas dan uji homogenitas data, Uji One Way Anova, dan Uji Effect Size. Hasil – Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Pembelajaran SKI ini dilakukan pada materi tentang menariknya Islam Nusantara di kelas IX. Terdapat perbedaan yang signifikan pada uji one Way Anova diperoleh 0,002 atau kurang dari 0,05. Oleh karena itu, dapat diartikan terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar siswa kelas eksperimen dan kelas kontrol. Berdasarkan hasil penghitungan, dapat diketahui bahwa harga Effect Size (ES) yang diperoleh adalah 0,784. Harga Effect Size yang diperoleh berarti kurang dari 0,8 dan lebih dari 0,2 (0,2 < ES < 0,8) dan tergolong sedang. Hal tersebut dapat diartikan bahwa tingkat efektivitas media pembelajaran SKI berbasis buku lagu “SEIRAMA” yang dikembangkan adalah sedang. Hasil menunjukkan media yang dikembangkan termasuk kategori sangat baik sehingga layak untuk digunakan dalam pembelajaran yang tak terbatas ruang dan waktu.
Pengembangan Media Pembelajaran Berfokus pada Aspek Audio Visual dalam Perspektif Neurosains: Sebagai Pendekatan Kurikulum Merdeka di Tingkat SMK Mohammad Jailani
Indonesian Journal of Action Research Vol. 3 No. 2 (2024)
Publisher : Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14421/ijar.2024.32-01

Abstract

Tujuan –  Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran berbasis otak guna meningkatkan hasil belajar siswa di SMK Muhammadiyah 3 Yogyakarta, khususnya pada mata pelajaran bahasa Arab. Metode – Penelitian ini menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) dengan melibatkan guru dan siswa sebagai partisipan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, serta validitas data dijaga dengan triangulasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman, yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan/verifikasi kesimpulan. Hasil – Media pembelajaran yang dikembangkan terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan berbahasa Arab siswa, khususnya dalam aspek mufrodat (kosa kata) dan muhadasah (percakapan). Penilaian ahli materi memberikan skor rata-rata 5,0 dari dua orang ahli, dan penilaian desain media memperoleh skor 4,83 dan 3,66. Media ini diuji coba pada 20 siswa dan 2 guru, dengan hasil yang menunjukkan peningkatan keterlibatan dan pemahaman siswa dalam proses pembelajaran. Implikasi – Integrasi prinsip neurosains dalam media pembelajaran bahasa Arab menunjukkan potensi yang menjanjikan untuk memodernisasi praktik pengajaran dan meningkatkan hasil belajar siswa pada jenjang pendidikan menengah kejuruan.