cover
Contact Name
Putri Asilestari
Contact Email
putriasilestari89@gmail.com
Phone
+6282316807980
Journal Mail Official
joecyup@gmail.com
Editorial Address
Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Journal of Innovative and Creativity
ISSN : 2962570X     EISSN : 2776771X     DOI : https://doi.org/10.31004/joecy
Core Subject : Education, Social,
Journal of Innovative and Creatifity (JOECY) publishes research articles in the field of education which report empirical research on topics that are significant across educational contexts, in terms of design and findings. The topic could be in curriculum, teaching learning, evaluation, quality education, management, and education technology. Papers which contain in-depth critical literature reviews of research on specific educational topics are also welcomed.
Articles 2,145 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 3 (2025)" : 2,145 Documents clear
Transformasi Paradigma Hukum: Perbandingan antara Positivisme, Common law, Hukum Responsif, dan Pluralisme Hukum dalam Konteks Global Andri Darmawan; Zainal Arifin Hoesein
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4731

Abstract

Penelitian ini menganalisis dinamika transformasi paradigma hukum yang berkembang dari positivisme dan Common law menuju model hukum yang lebih responsif dan pluralistik. Fokus utama diarahkan pada interaksi antarparadigma hukum dalam membentuk sistem hukum modern yang adaptif terhadap perubahan sosial dan globalisasi. Dengan menggunakan metode penelitian kualitatif berbasis studi kepustakaan, penelitian ini mengkaji teori-teori klasik dan kontemporer dari pemikir seperti Austin, Holmes, Ehrlich, Friedman, dan Cotterrell, serta relevansinya terhadap praktik hukum di Indonesia. Hasil penelitian menunjukkan bahwa positivisme memberikan kepastian normatif, sementara Common law menekankan fleksibilitas dan preseden. Sebaliknya, hukum responsif dan pluralisme hukum menekankan nilai keadilan substantif dan keberagaman sosial. Dalam konteks Indonesia, interaksi keempat paradigma tersebut mencerminkan upaya menuju sistem hukum responsif-pluralistik, di mana hukum negara berinteraksi dengan hukum adat dan agama. Penelitian ini menegaskan pentingnya reformasi hukum yang menyeimbangkan antara kepastian hukum dan keadilan sosial melalui pendekatan yang adaptif, partisipatif, dan berbasis nilai-nilai lokal. Temuan ini memberikan kontribusi teoretis terhadap pengembangan model hukum hibrid yang lebih inklusif dan kontekstual dalam menghadapi kompleksitas masyarakat modern.
Nalar Moderasi Islam dalam Membentuk Imunitas Terhadap Radikalisme Agama Abdul Halik; Nurfitri Nurfitri
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4732

Abstract

Fenomena radikalisme agama di lingkungan lembaga pendidikan menjadi tantangan serius bagi stabilitas sosial dan kebangsaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran nalar moderasi Islam sebagai basis epistemologis dalam membangun imunitas ideologis terhadap paham radikal di kalangan peserta didik. Melalui pendekatan kualitatif-deskriptif dengan kajian literatur dan analisis wacana, penelitian ini menemukan bahwa nalar moderasi Islam berakar pada prinsip keseimbangan (tawassuth), toleransi (tasamuh), dan keadilan (i‘tidal) yang menolak segala bentuk ekstremisme. Dalam konteks pendidikan, internalisasi nilai-nilai moderasi dilakukan melalui kurikulum, keteladanan guru, dan pembiasaan sikap dialogis dalam kegiatan keagamaan. Lembaga pendidikan berperan strategis sebagai benteng ideologis yang dapat menanamkan kesadaran beragama yang rasional, inklusif, dan kontekstual. Dengan demikian, penguatan nalar moderasi Islam terbukti efektif sebagai instrumen preventif untuk membentuk daya tahan individu dan kolektif terhadap infiltrasi ideologi radikal di lingkungan pendidikan.
Studi Kualitas Hadis Pada Kitab Irsyadul ‘Ibad Karya Syekh Zainuddin Al –Malibari Rivai Harahap; Rahima Sikumbang
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4733

Abstract

Irsyadul ‘Ibad is a hadith book authored by Shaykh Zainuddin al-Malibari, a prominent scholar from Malabar, India. This book has been widely adopted by Muslims. The hadiths contained in it are sometimes presented incompletely, often quoting only the matn without including the isnad. One such example is the hadith on wasiya (bequest) found in Irsyadul ‘Ibad by Shaykh al-Malibari. The author of this study chose the theme of wasiya because it is highly important to examine, as it concerns inheritance, the rights of heirs, and the responsibilities of a Muslim after death.Through scholarly investigation, the quality of these hadiths can be identified, while also evaluating the accuracy of the quotations. This process makes it possible to uncover potential errors or weaknesses in their chains of transmission. The research applies a library research method with a descriptive-analytical approach. The steps undertaken in data collection and processing include: conducting takhrij al-hadith by utilizing companion indexes, the initial segment of the matn, and keyword indexes; arranging a complete scheme of the chain of transmission for each hadith; and performing a comprehensive sanad criticism.The conclusion is drawn based on these three stages. The findings reveal that the hadiths on wasiya contained in Irsyadul ‘Ibad by al-Malibari can be classified as follows: the first, second, third, and fourth hadiths are categorized as da‘if (weak), while the overall matn is classified as maqbul (acceptable).
Pernikahan Wanita Hamil di KUA Lareh Sago Halaban Kabupaten Limapuluh Kota dalam Perspektif Maqasid Syari’ah Imam As-Syatibi Dhohar Mizan Amali
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4734

Abstract

Penelitian ini berfokus pada pernikahan wanita hamil di luar nikah yang terjadi di KUA Kecamatan Lareh Sago Halaban Kabupaten Limapuluh Kota dalam perspektif maqashid syari’ah. Tujuan penelitian ini adalah untuk menjelaskan pertimbangan KUA dalam menikahkan wanita hamil di luar nikah, menganalisis faktor penyebab terjadinya pernikahan tersebut, serta meninjau praktiknya berdasarkan teori maqashid syari’ah. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan (field research) dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara dan dokumentasi. Data primer diperoleh dari wawancara dengan Kepala KUA dan tokoh adat setempat, sedangkan data sekunder bersumber dari buku dan jurnal relevan. Analisis data dilakukan melalui tiga tahap, yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, dengan keabsahan data dijamin melalui triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa KUA memiliki empat pertimbangan dalam menikahkan wanita hamil, yaitu aspek hukum Islam, yuridis, moral-sosial, dan kemaslahatan. Faktor penyebab pernikahan wanita hamil di luar nikah meliputi rendahnya pendidikan agama, dorongan menutup rasa malu, pergaulan bebas, kurangnya perhatian orang tua, dan pengaruh negatif teknologi. Berdasarkan maqashid syari’ah, kebolehan menikahkan wanita hamil bertujuan menjaga keturunan (hifz an-nasl) dan menjaga jiwa (hifz an-nafs), sehingga termasuk dalam kategori kemaslahatan dharuriyyat.
Ad-Dakhīl dalam Tafsir Al-Khāzin (Studi Penafsiran Kisah Nabi Musa AS) Ariny Syahidah
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4735

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi serta menganalisis elemen-elemen ad-dakhīl dalam penafsiran kisah Nabi Musa AS pada Tafsir Al-Khāzin. Istilah ad-dakhīl berarti infiltrasi atau kontaminasi dalam penafsiran al-Qur’an, yang dapat mengganggu keaslian pemahaman terhadap teks suci. Oleh karena itu, kajian ini penting dilakukan agar metodologi penafsiran dapat lebih terjaga dari unsur-unsur yang tidak sahih. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis isi terhadap Tafsir Al-Khāzin. Fokus penelitian dibatasi pada episode kisah Nabi Musa, mulai dari pertemuannya dengan Nabi Syu‘aib setelah melarikan diri dari Fir‘aun hingga pertemuannya dengan Allah di Gunung Sinai. Hasil penelitian menunjukkan adanya indikasi ad-dakhīl dalam beberapa penafsiran. Pertama, pada kisah Nabi Syu‘aib yang dikatakan menangis hingga buta, ditemukan ad-dakhīl fi al-ma’ṡur yang bersumber dari hadis maudū‘. Kedua, kisah ‘Auj bin ‘Anuq mengandung ad-dakhīl fi al-ma’ṡur serta unsur Isrā’īliyyāt yang bertentangan dengan sunnah Nabi mengenai penciptaan manusia. Ketiga, pada QS. Al-A‘raf: 150 tentang permintaan Nabi Musa untuk melihat Allah, ditemukan unsur ad-dakhīl yang bersumber dari riwayat Isrā’īliyyāt dan tidak sejalan dengan naṣ al-Qur’an maupun sunnah. Temuan ini menegaskan pentingnya sikap kritis dalam menilai sumber-sumber tafsir, serta perlunya pemisahan antara penafsiran yang valid dan tidak. Penelitian ini tidak dimaksudkan untuk merendahkan karya tafsir, melainkan sebagai upaya ilmiah menjaga keotentikan penafsiran al-Qur’an. Hasilnya diharapkan memberi kontribusi dalam pengembangan metodologi tafsir yang lebih teliti serta meningkatkan kesadaran umat Islam untuk memilih rujukan yang autentik dan dapat dipertanggungjawabkan.
Representasi Pesan Moral dalam Film Bila Esok Ibu Tiada Iva Nurtiana Rahayu; Intan Leliana; Laurensia Retno Hariatiningsih
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4736

Abstract

Film merupakan media komunikasi massa yang kuat dan mampu merepresentasikan nilai serta pesan moral kepada masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana representasi pesan moral seorang ibu ditampilkan dalam film drama keluarga "Bila Esok Ibu Tiada" (2024). Studi ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan metode analisis semiotika Roland Barthes melalui pendekatan penelitian kualitatif. Data-data penelitian ini bersumber dari data primer berupa observasi dan data sekunder berupa dokumentasi, Analisis difokuskan pada tiga tingkatan makna—denotasi, konotasi, dan mitos—yang diterapkan pada adegan-adegan yang menampilkan tokoh utama, Rahmi, untuk membedah tanda-tanda visual dan dialog yang ada.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tingkat denotasi, film secara harfiah menggambarkan potret seorang ibu bernama Rahmi yang menghadapi kesepian dan kondisi kesehatan yang menurun di tengah kesibukan anak-anaknya. Pada tingkat konotasi, adegan-adegan tersebut menyiratkan makna yang lebih dalam tentang kasih sayang ibu yang tulus tanpa batas, ketegaran, keikhlasan dalam menghadapi takdir, serta penyesalan anak-anak yang menyadari nilai kehadiran seorang ibu setelah kehilangannya. Pada tingkat mitos, film ini memperkuat dan melanggengkan gagasan budaya dominan mengenai sosok ibu, terutama mitos "Ibu sebagai sosok yang rela berkorban tanpa pamrih dan menyembunyikan penderitaannya demi kebahagiaan anak-anaknya.
Komparasi Dashboard Facebook Dan Instagram Kasus Pada Iklan Perusahaan Tas Shofie Nurul Lailie; Desti Aryani; Fakhirah Rizqy Anwar; Yudistira Pratama Aristiawan; Muhammad Ridwan; Intan Anjar sari; Siti Alianti Oktapiandi; Sulistia Fitrianni; Ryan Muttaqien; Ali Alamsyah Kusumadinata
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4738

Abstract

Platform Meta Ads menjadi salah satu sarana strategis dalam pemasaran digital modern yang banyak dimanfaatkan oleh pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan membandingkan efektivitas iklan Meta Ads antara platform Facebook dan Instagram pada perusahaan tas Wesback. Metode penelitian yang digunakan ialah pendekatan kuantitatif komparatif dengan analisis data sekunder yang diperoleh dari dashboard Meta Business Suite selama periode Juni hingga Agustus 2025 pada Perusahaan wesback. Empat indikator utama digunakan untuk menilai efektivitas iklan, yaitu jumlah pengikut (followers), interaksi konten (engagement), klik tautan (link clicks), dan tayangan (impressions). Analisis dilakukan secara deskriptif dan inferensial menggunakan Welch’s t-test untuk menguji signifikansi perbedaan antara dua platform dengan varians yang tidak homogen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan signifikan secara statistik (p > 0,05) pada keempat indikator, namun terdapat kecenderungan perbedaan secara praktis. Facebook menunjukkan keunggulan pada indikator tayangan dan klik tautan, sedangkan Instagram lebih unggul pada indikator pengikut dan interaksi. Temuan ini menegaskan bahwa Facebook relative lebih efektif dalam meningkatkan jangkauan audiens dan konversi, sementara Instagram unggul dalam membangun hubungan emosional serta kesadaran merek. Penelitian ini menekankan pentingnya penerapan strategi komunikasi pemasaran terpadu (Integrated Marketing Communication/IMC) untuk mengoptimalkan sinergi pada kedua platform sesuai dengan tujuan pemasaran perusahaan.
Analisis Pengaturan Hak Ekonomi bagi Pencipta dalam Pemutaran Musik untuk Tujuan Komersial Berdasarkan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dari Perspektif Tujuan Hukum Ni Ketut Ayu Karioni; Ni Putu Sawitri Nandari; I Gede Agus Kurniawan; Bagus Gede Ari Rama
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4739

Abstract

Penelitian ini menganalisis pengaturan hak ekonomi bagi pencipta dalam pemutaran musik untuk tujuan komersial berdasarkan Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta dari perspektif tujuan hukum. Latar belakang penelitian adalah kekaburan norma dalam Pasal 87 ayat (1) UUHC mengenai frasa "imbalan yang wajar" yang belum terjelaskan secara tegas, sehingga menghambat perlindungan hak ekonomi pencipta. Tujuan penelitian adalah menganalisis pengaturan hak ekonomi pencipta melalui teori kepastian hukum Gustav Radbruch yang mencakup keadilan, kemanfaatan, dan kepastian hukum. Penelitian ini menggunakan metode hukum normatif dengan pendekatan studi kepustakaan. Instrumen penelitian adalah peneliti itu sendiri, sementara teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif yuridis kualitatif. Populasi mencakup seluruh peraturan perundang-undangan, jurnal hukum, dan literatur terkait hak cipta musik. Sampel dipilih melalui purposive sampling berdasarkan relevansi, kredibilitas, dan kebaruan publikasi tahun 2021 ke depan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa UUHC dan Peraturan Pemerintah Nomor 56 Tahun 2021 telah menetapkan kepastian hukum melalui mekanisme pembayaran royalti yang jelas dan lembaga pengelola yang terstruktur dengan sistem sanksi yang tegas. Kesimpulan penelitian adalah pengaturan hak ekonomi pencipta telah mencerminkan ketiga tujuan hukum menurut Radbruch secara terintegrasi, meskipun masih memerlukan optimalisasi implementasi dalam hal kesadaran hukum, penegakan hukum yang konsisten, dan transparansi pengelolaan royalti.
Analisis Hukum Lingkungan Penambangan Emas Liar Dan Implikasinya Terhadap Masyarakat Sekitar Sungai Di Silungkang, Kota Sawahlunto Midratul Fardila; Aldri Frinaldi; Dasman Lanin; Rembrandt Rembrandt; Mhd. Ridha
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4740

Abstract

Penambangan emas liar di Silungkang, Kota Sawahlunto, menimbulkan kerusakan lingkungan, pencemaran merkuri, kebisingan, serta konflik sosial-ekonomi masyarakat sekitar sungai. Penelitian ini bertujuan menganalisis pelanggaran hukum lingkungan akibat aktivitas tersebut dan implikasinya terhadap masyarakat. Metode penelitian adalah deskriptif kualitatif melalui wawancara, pengamatan, pengumpulan data lapangan, serta menggabungkan pendekatan yuridis-sosiologis. Temuan dari penelitian ini mengungkap bahwa aktivitas penambangan emas ilegal dilakukan tanpa adanya izin resmi, menggunakan bahan kimia berbahaya, mencemari sungai, mengganggu kesehatan, menimbulkan konflik sosial, dan memberikan keuntungan ekonomi jangka pendek namun kerugian jangka panjang. Penegakan hukum belum efektif, bahkan terdapat dugaan kolaborasi antara aparat dan penambang. Solusi yang disarankan meliputi penegakan hukum tegas, pengawasan lintas instansi, edukasi lingkungan, serta pemberian alternatif mata pencaharian untuk masyarakat terdampak. Temuan ini memberikan gambaran penting bagi kebijakan pengelolaan pertambangan ilegal yang berkelanjutan.
Mangrove dan Abrasi Pantai Kota Padang Boby Rahman; Artika Zalni; Adisti Vadila; Eni Kamal; Abdul Razak; Widya Prarikelan; Mhd. Ridha
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4742

Abstract

Coastal erosion poses a serious threat to the coastal areas of Padang City, West Sumatra. The role of mangroves as natural protectors of the coast from erosion and tidal flooding is increasingly being eroded due to land conversion and human activities. This study aims to examine the relationship between mangrove damage and the level of erosion in several coastal areas of Padang and to evaluate the mitigation efforts that have been carried out. The research methods used were field surveys, remote sensing with satellite imagery, and analysis of coastal geomorphological data using the Digital Shoreline Analysis System (DSAS). The results of the study showed an increase in erosion in areas experiencing mangrove degradation, while areas with dense mangroves tended to experience accretion. The decline in mangrove area and quality is exacerbated by the conversion of areas into fish ponds and coastal development activities. Erosion mitigation needs to be carried out through mangrove rehabilitation and a participatory approach involving the community to maintain the sustainability of the ecosystem and environmental resilience of the Padang City coast.