cover
Contact Name
Putri Asilestari
Contact Email
putriasilestari89@gmail.com
Phone
+6282316807980
Journal Mail Official
joecyup@gmail.com
Editorial Address
Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Journal of Innovative and Creativity
ISSN : 2962570X     EISSN : 2776771X     DOI : https://doi.org/10.31004/joecy
Core Subject : Education, Social,
Journal of Innovative and Creatifity (JOECY) publishes research articles in the field of education which report empirical research on topics that are significant across educational contexts, in terms of design and findings. The topic could be in curriculum, teaching learning, evaluation, quality education, management, and education technology. Papers which contain in-depth critical literature reviews of research on specific educational topics are also welcomed.
Articles 2,141 Documents
Search results for , issue "Vol. 5 No. 3 (2025)" : 2,141 Documents clear
STRATEGI PENGAWASAN PANWASCAM TERHADAP KAMPANYE PILPRES TAHUN 2024 DIKECAMATAN BUBUTAN SURABAYA Muhammad Farkhan Nur Rosyidin; Dwi Astutiek; Abdul Quddus Salam
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.3983

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dan menganalisis strategi pengawasan yang dilakukan oleh Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) terhadap kampanye Pemilihan Presiden (Pilpres) Tahun 2024 di Kecamatan Bubutan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif, dengan Teknik pengumpulan data berupa wawancara, observasi langsung, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukan bahwa strategi pengawasan yang diterapkan Panwascam cukup efektif dalam mencegah serta menanggulangi pelanggaran kampanye. Peningkatan jumlah tenaga pengawas, optimalisasi peran pengawas di tingkat Kelurahan, serta koordinasi instensif dengan berbagai pihak terkait, seperti Kepolisian, Satpol PP, dan Komisi Pemilihan Umum (KPU), menjadi faktor utama dalam mendukung keberhasilan pengawasan tersebut. Selain itu, adanya pelatihan dan pembekalan rutin bagi para pengawas turut memperkuat pemahaman mengenai regulasi kampanye, sehingga proses pengawasan dapat berjalan lebih optimal. Meski demikian, masih ditemukan beberapa kendala, seperti keterbatasan sumber daya dan dinamika politik local yang kadang mempengaruhi netralitas pengawasan. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar untuk pengembangan strategi pengawasan yang lebih komprehensif pada masa mendatang, serta sebagai referansi bagi penelitian lanjutan yang mencakuo seluruh tahapan Pemilu.
Pengaruh Kualitas Produk dan Harga terhadap Keputusan Pembelian pada Smartphone Vivo di Jakarta Syarifah Hidayatul Zahra; Ety Nurhayaty
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.3991

Abstract

Persaingan yang ketat di pasar smartphone membuat konsumen semakin selektif dalam menentukan keputusan pembelian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh kualitas produk dan harga terhadap keputusan pembelian smartphone Vivo di Jakarta. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif deskriptif, dengan teknik purposive sampling kepada 100 responden pengguna smartphone Vivo. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan diolah menggunakan IBM SPSS versi 26 dengan uji validitas, reliabilitas, uji asumsi klasik, regresi linear berganda, uji t, uji f, dan uji koefisien determinasi parsial maupun simultan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kualitas produk berpengaruh positif signifikan terhadap keputusan pembelian (nilai signifikansi 0,000 < 0,05), sedangkan harga tidak berpengaruh signifikan (nilai signifikansi 0,468 > 0,05). Namun, secara simultan kualitas produk dan harga berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian. Nilai Adjusted R-Square sebesar 43,9% menunjukkan bahwa variabel kualitas produk dan harga dapat menjelaskan keputusan pembelian, sementara sisanya dipengaruhi faktor lain di luar penelitian ini.
Analysis of the Influence of Employer Branding, Organizational Commitment, and Digital Work Environment on Employee Retention in Digital-Based Companies Alfa Santoso Budiwidjojo Putra; Muhamad Akbar; Catik Yustina Mart; Ana Fitriyatul Bilgies; Fatimah Malini Lubis; Hertya Andriani
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.3998

Abstract

According to the research, the employee retention in digital-based companies has been influenced significantly by employer branding, organizational commitment, and the quality of the digital work environment. An image of a great company can not only become a source of pride but also love for the employees' hearts, which in turn will decrease their need to exit the organization. More so, loyalty to the company is strengthened when employees feel that their personal values are in line with the company's vision, mission, and work culture. Besides that, the support of a digital work environment that provides flexibility, efficiency, and easy access to technology can be a factor in spreading a more comfortable and nice work atmosphere. These results reveal that retention policies in tech companies are not only dependent on monetary aspects. Attention is also needed to pay attention to the company's reputation, the psychological relationship between individuals and the organization, and the provision of work facilities relevant to current needs. Therefore, company management needs to consistently strengthen the company's brand as an ideal workplace, foster commitment through a supportive work environment, and make continuous investments in digital infrastructure that supports productivity. With these steps, digital companies can build employee loyalty and maintain the sustainability of superior talent, the main foundation for winning the competition in the digital economy era.
Strategi Visual Tiktok Untuk Edukasi Generasi Z Herlina Syahrani
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.3999

Abstract

TikTok telah berkembang menjadi salah satu platform digital yang paling populer di kalangan Generasi Z, tidak hanya sebagai media hiburan tetapi juga sebagai sarana edukasi. Strategi visual berperan penting dalam menentukan sejauh mana pesan edukatif dapat diterima dan dipahami oleh audiens muda yang cenderung memiliki rentang perhatian singkat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi visual TikTok yang mendukung efektivitas edukasi bagi Generasi Z melalui pendekatan kualitatif studi literatur. Data diperoleh dari berbagai publikasi ilmiah terbaru yang membahas visual communication, digital storytelling, interaktivitas konten, serta tantangan pembelajaran berbasis media sosial. Hasil kajian menunjukkan bahwa strategi visual TikTok efektif dalam menarik atensi Gen Z melalui integrasi multimodalitas, konsistensi estetika, dan adaptasi terhadap tren populer. Storytelling digital mampu menyederhanakan materi kompleks menjadi narasi singkat yang menarik, sementara fitur interaktif seperti *duet* dan *stitch* memperkuat partisipasi serta membangun komunitas belajar digital. Namun, penelitian juga menemukan tantangan seperti dominasi konten hiburan, risiko misinformasi, keterbatasan durasi, kesenjangan digital, dan distraksi visual yang dapat mengurangi kualitas pembelajaran. Dengan demikian, penelitian ini menekankan bahwa strategi visual TikTok harus dirancang seimbang antara daya tarik estetika dan substansi edukatif, serta perlu dukungan dari pendidik dan institusi untuk menjadikannya media pembelajaran yang kredibel, inklusif, dan relevan bagi Generasi Z.
Grid Instagram Sebagai Kanvas Desain - Studi Visual Identity Interaktif Pada Brand Lokal Shellen Novira
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4000

Abstract

Perkembangan media sosial telah menghadirkan ruang baru bagi brand lokal untuk membangun identitas visual dan menciptakan interaksi yang lebih dekat dengan audiens. Instagram, dengan karakteristik grid feed-nya, memberikan peluang bagi brand untuk tidak hanya menampilkan konten individual, tetapi juga merangkai narasi visual yang konsisten dan kohesif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana brand lokal di Indonesia memanfaatkan grid Instagram sebagai kanvas desain dalam membangun visual identity yang interaktif. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus pada tiga brand lokal, yaitu Erigo, Janji Jiwa, dan Eiger. Data diperoleh melalui observasi konten visual pada akun resmi Instagram masing-masing brand serta analisis literatur yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsistensi elemen visual, seperti warna, tipografi, dan pola grid, berperan penting dalam memperkuat kredibilitas serta menciptakan persepsi positif di mata audiens. Selain itu, storytelling interaktif melalui grid feed terbukti mampu meningkatkan engagement dan membentuk kedekatan emosional antara brand dan konsumen. Studi ini juga menemukan bahwa grid Instagram tidak hanya menjadi sarana estetika, melainkan juga strategi branding digital yang efektif dalam menghadapi persaingan pasar. Penelitian ini memberikan kontribusi teoretis pada literatur komunikasi visual dan branding digital, sekaligus implikasi praktis bagi brand lokal untuk mengoptimalkan Instagram sebagai media interaktif yang mampu memperkuat identitas dan loyalitas konsumen.
Pengaruh Digital Marketing Dan Brand Image Terhadap Minat Beli Produk Kosmetik Make Over Di Kota Medan Renatha Renchiski Br Sitepu; Ainun Mardhiyah; Onan Marakali Siregar
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4004

Abstract

Pada Era digital yang semakin maju, perkembangan teknologi informasi telah membawa perubahan signifikan dalam dunia bisnis. Salah satu dampak terbesar dari perubahan ini adalah pergeseran metode pemasaran yang sebelumnya lebih banyak dilakukan secara konvensional, kini beralih ke digital marketing. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sejauh mana pengaruh strategi digital marketing dan citra merek (brand image) terhadap minat beli konsumen terhadap produk kosmetik Make Over di Kota Medan. Studi ini diharapkan dapat memberikan wawasan mengenai efektivitas pemasaran digital dan peran citra merek dalam mendorong keputusan pembelian produk kosmetik di pasar lokal tersebut. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dengan pendekatan asosiatif. Data prime dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner kepada 100 responden yang merupakan konsumen Make Over di Kota Medan. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini, yaiitu uji validitas, uji reliabilitas, uji asumsi klasik, analisis regresi linier berganda, dan uji hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa digital marketing berpengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli konsumen dengan indikator utama berupa aksesibilitas informasi, interaktivitas, kredibilitas, dan informasi yang disampaikan melalui platform digital. Selain itu, brand image juga terbukti memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap minat beli konsumen. Uji koefisien determinansi menyatakan bahwa terdapat hubungan yang sangat erat antara digital marketing, brand image dan minat beli dengan nilai R sebesar 81,3%.
Pemberdayaan Ekonomi Menuju Independent Woman Dalam Lingkup Lembaga Keuangan Syariah Wahyuni Wahyuni; Andi Bisyriani; Rasyidah Bulqis; Amalia S Tapparang
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4009

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran lembaga keuangan syariah dalam mendorong kemandirian perempuan sebagai bentuk pemberdayaan ekonomi masyarakat, khususnya di Kecamatan Duampanua, Kabupaten Pinrang. Latar belakang penelitian ini berangkat dari urgensi peran perempuan dalam menopang ekonomi keluarga di tengah keterbatasan akses modal dan dominasi struktur sosial patriarkis. Fokus kajian diarahkan pada bagaimana instrumen keuangan syariah dapat menjadi sarana inklusi finansial yang membuka ruang bagi perempuan untuk membangun kemandirian ekonomi dan memperkuat ketahanan keluarga. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data primer diperoleh dari partisipasi langsung responden perempuan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah, sedangkan data sekunder bersumber dari literatur akademik, laporan resmi, dan publikasi ilmiah terkait. Analisis data dilakukan melalui tahapan reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan dengan memperhatikan validitas dan reliabilitas temuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lembaga keuangan syariah memberikan kontribusi signifikan terhadap penguatan kapasitas usaha perempuan melalui penyediaan pembiayaan yang lebih inklusif dan sesuai prinsip syariah. Dukungan ini memungkinkan perempuan mengembangkan usaha kecil di sektor kuliner dan kebutuhan pokok, meningkatkan literasi keuangan, serta memperkuat peran mereka dalam menopang perekonomian keluarga. Namun, penelitian juga menemukan tantangan berupa beban ganda (Triple Burden), risiko dominasi pasangan dalam pengelolaan kredit, dan keterbatasan pendapatan usaha. Meskipun demikian, program literasi keuangan, pendampingan usaha, serta integrasi nilai-nilai sosial syariah terbukti mampu memperluas ruang partisipasi ekonomi perempuan sekaligus mengurangi ketimpangan gender. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa akses pembiayaan syariah, jika ditopang oleh literasi dan pendampingan yang berkelanjutan, dapat mendorong kemandirian ekonomi perempuan, memperkuat ketahanan keluarga, serta meningkatkan kontribusi terhadap pembangunan ekonomi lokal. Implikasi praktisnya, diperlukan desain kebijakan yang mensinergikan peran lembaga keuangan syariah, pemerintah daerah, dan komunitas dalam menciptakan model pemberdayaan perempuan yang berkelanjutan dan berkeadilan gender.
Evaluasi Kinerja Portofolio Saham Dalam Indeks Bisnis-27 Berdasarkan Sektor Usaha: Perspektif Keuangan Syariah Ali Yusuf Altikari; Yayat Sujatna
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4013

Abstract

This study evaluates the performance of equity portfolios within the Bisnis-27 Index by economic sector through a Shariah-compliant framework using the Sharpe Ratio. Monthly historical price data for four constituent stocks CPIN (Primary Consumer Goods), KLBF (Healthcare), TLKM (Infrastructure/Telecommunications), and UNTR (Non-Primary Consumer Goods) from January 2021 to December 2025 were sourced from the Indonesia Stock Exchange, and Retail Sukuk yields served as the risk-free proxy. Descriptive analysis revealed differing average returns and volatilities across the stocks. Sharpe Ratio calculations ranked UNTR (0.828) and TLKM (0.794) highest, while CPIN (0.784) and KLBF (0.778) ranked lower. Sensitivity tests using Sukuk SR017 (5.90%) and SR018 (6.40%) benchmarks confirmed ranking stability. Bootstrap analysis produced 95% confidence intervals showing overlap between UNTR and TLKM Sharpe estimates, underscoring statistical uncertainty and indicating that their risk-adjusted performances are not significantly distinguishable. Advanced risk analyses including Value at Risk, Conditional Value at Risk, Sortino Ratio, Maximum Drawdown, Calmar Ratio, and EVT POT constructed a multidimensional risk profile, identifying TLKM as the most defensive sector and UNTR as the asset with the highest return potential and greatest tail risk. The discussion addresses post-pandemic macroeconomic implications and the pragmatic application of DSN-MUI Shariah screening criteria (debt ratio ≤ 45%, non-Halal income ≤ 10%) under Fiqh al-Waqīʿ. Strategic recommendations include overweight allocations to the non-primary consumer goods and telecommunications sectors as portfolio cores, cross-sector diversification to mitigate idiosyncratic risk, and dynamic portfolio management with periodic rebalancing. These findings offer practical guidance for Shariah-compliant investors, regulators, and scholars seeking to optimize sectoral investment decisions in Indonesia’s capital market.
Pengaruh Adopsi Digital Marketing Pada Pertumbuhan Berkelanjutan UMKM di Indonesia Mayang Sekar Wangi
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4017

Abstract

Penggunaan digital marketing membantu pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam meningkatkan daya saing bisnis. Namun, adopsi ini masih menghadapi berbagai hambatan, seperti rendahnya pemahaman efektivitas penggunaan digital marketing dalam praktik nyata. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh attitude, dan subjective norm terhadap behavioral intention serta actual behavioral dalam penggunaan digital marketing. Penelitian menggunakan metode kuantitatif. Sampel penelitian sebanyak 112 responden dari pelaku UMKM di Kabupaten Tangerang dengan pengumpulan data diperoleh melalui kuisioner secara online maupun offline. Metode analisis data pada penelitian ini menggunakan Structural Equation Model Partial Least Squares. Berdasarkan hasil analisis diperoleh bahwa, attitude dan subjective norms mampu meningkatkan behavioral intention dan actual behavioral. Implikasi penelitian ini diharapkan dapat membantu pelaku UMKM dalam memahami pengaruh attitude dan subjective norm yang dapat mendorong intensi serta penggunaan sebenarnya pemasaran digital, sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan berkelanjutan bisnisnya.
Analysis of Expectations, Responses and Expectations of the Audience towards Celebrity Fights in the Boxing Arena at the HG Sport Show Event Using the Grounded Theory Method Imam Yumarsa; Aditya Sutama; Faisal Heswara; Jerry Heikal
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4018

Abstract

Tinju adalah salah satu jenis olahraga dan seni beladiri yang dimainkan oleh dua orang peserta yang memiliki berat badan yang serupa dan bertanding satu sama lain dengan menggunakan tinju mereka dalam rangkaian pertandingan yang berdurasi waktu satu atau tiga menit, yang disebut ronde. Perkembangan atlet tinju di Indonesia dimulai sejak era petinju pro Wongso Suseno pada tahun 1975 berlanjut dengan hadirnya Ellyas Pical pada tahun 80-an, Chris John pada akhir 90-an sampai 2010. Tingginya animo penonton tinju di Indonesia di era tersebut ditandai dengan terjual habisnya tiket Chris John melawan petinju asal Argentina Fernando Saucedi di Stadion Tenis Terbuka, Senayan pada 5 Desember 2010. Semenjak saat itu animo masyarakat terhadap olahraga tinju seperti menurun, meski Indonesia saat ini memiliki Daud Jordan. Kehadiran pertandingan beladiri Mixed Martial Art (MMA) semakin membuat olah raga tinju kehilangan penonton. Pada tahun 2022 HG bekerja sama dengan promotor tinju untuk mengadakan gelaran tinju professional dan amatir Indonesia dengan menampilkan konsep sportstainment yang menampilkan partai tinju professional dan menampilkan tinju amatir antar selebritas dengan nama HW Sport Show (HSS). Pada periode 2022 sampai dengan saat ini telah dilaksanakan 5 seri gelaran HSS, dengan menghadirkan 62 partai tinju dimana 18 partai merupakan tinju antar selebritas. Penelitian ini menggunakan teknik kualitatif dengan pendekatan Grounded theory, dengan melakukan wawancara langsung kepada penonton yang mengikuti perkembangan tinju di Indonesia saat ini untuk mengetahui ekspektasi, tanggapan dan harapan penonton terhadap pertarungan selebritas pada Event HSS. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan 59 kode yang membentuk 21 kategori dan menimbulkan total 9 tema pada masing-masing pertanyaan. Analisa terhadap ekspektasi saat akan menonton adalah adanya hiburan disela-sela melihat gelaran tinju pro, dengan tanggapan setelah menonton bahwa mereka terhibur secara positif terhadap kehadiran pertarungan selebritas dan berharap kedepannya HSS dapat menampilkan sajian pertarungan selebritas yang berbeda dari seri-seri sebelumnya agar animo terhadap Tinju kembali naik.

Page 27 of 215 | Total Record : 2141