cover
Contact Name
Putri Asilestari
Contact Email
putriasilestari89@gmail.com
Phone
+6282316807980
Journal Mail Official
joecyup@gmail.com
Editorial Address
Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Journal of Innovative and Creativity
ISSN : 2962570X     EISSN : 2776771X     DOI : https://doi.org/10.31004/joecy
Core Subject : Education, Social,
Journal of Innovative and Creatifity (JOECY) publishes research articles in the field of education which report empirical research on topics that are significant across educational contexts, in terms of design and findings. The topic could be in curriculum, teaching learning, evaluation, quality education, management, and education technology. Papers which contain in-depth critical literature reviews of research on specific educational topics are also welcomed.
Articles 6,421 Documents
Evolusi Profesi Akuntan di Era Artificial Intelligence dan Otomasi Akuntansi Tri Dessy Ratna Sari
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4936

Abstract

Perkembangan teknologi Artificial Intelligence (AI) dan otomasi akuntansi telah mengubah secara signifikan peran, kompetensi, dan fungsi profesi akuntan di seluruh dunia. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji evolusi profesi akuntan dalam konteks penerapan AI dan otomasi berdasarkan literatur akademik selama lima tahun terakhir (2020–2025). Pendekatan yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan metode PRISMA. Artikel yang direview diperoleh dari database Scopus, ScienceDirect, Emerald Insight, dan Google Scholar, dengan kriteria inklusi berupa artikel berbahasa Inggris atau Indonesia yang membahas keterkaitan antara profesi akuntan, AI, dan otomasi. Hasil kajian mengidentifikasi lima tema utama: (1) pergeseran peran akuntan dari pencatat transaksi menjadi analis data strategis, (2) kebutuhan kompetensi digital dan analitis, (3) tantangan etika dan tanggung jawab profesional, (4) integrasi teknologi dalam praktik audit dan pelaporan, serta (5) implikasi terhadap kurikulum pendidikan akuntansi. Studi ini memberikan rekomendasi bagi akademisi, praktisi, dan pembuat kebijakan untuk menyiapkan transformasi kompetensi dan etika profesi akuntan di era digital.
Analisis Penerapan Siklus Persediaan Dan Pergudangan Dalam Meningkatkan Efektifitas Pencatatan Operasional UMKM: Studi Kasus UMKM Chochofun13 Borong Di Makassar Meutia Zahra Ramadhani; Nur Anisa; Ariel Syam; Fatur Rahmi; Brigitta Clecia Paredanun
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4939

Abstract

Penelitian ini membahas tantangan yang dihadapi UMKM Chochofun13 Borong di Makassar terkait sistem persediaan dan pergudangan manual yang memengaruhi efektivitas pencatatan operasional. Tujuan penelitian adalah menganalisis penerapan siklus persediaan dan sistem pergudangan guna meningkatkan akurasi pencatatan operasional. Penelitian deskriptif kualitatif dengan studi kasus dilakukan dengan purposive sampling staf yang mengelola persediaan dan pencatatan. Data dikumpulkan melalui wawancara terstruktur, observasi, dokumentasi, dan studi pustaka, kemudian dianalisis menggunakan model Miles, Huberman, dan Saldaa yang meliputi reduksi data, penyajian, dan penarikan kesimpulan. Hasil menunjukkan sistem manual menyebabkan selisih stok, keterlambatan pelaporan, dan lemahnya pengendalian internal. Keterbatasan terdapat pada pemisahan tugas dan ketiadaan teknologi digital yang memengaruhi keakuratan dan ketepatan waktu. Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa transformasi digital dan penguatan kontrol internal dapat meningkatkan keandalan data dan efisiensi operasional. Rekomendasi meliputi adopsi pencatatan digital sederhana, penyusunan SOP, dan pemisahan tugas untuk memperbaiki akurasi dan daya saing.
Transformation Of High School Geography Learning: 3d Hydrological Cycle Media Training For MGMP Teachers Helfia Ideal; Deded Chandra; Sari Nova; Sri Kandi Putri; Yulia Hanoselina; Sri Mariya; Ratna Wilis; Rana Rana; Arrahmah Dea Syamsaputri; Annisa Annisa
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4984

Abstract

The training on developing 3D media of the hydrological cycle was conducted for geography teachers in the MGMP of SMA/MA in Pariaman City and Padang Pariaman Regency to enhance pedagogical skills and diversify instructional media. The program consisted of administrative preparation, delivery of hydrology materials, and practical sessions using a semi-prepared model strategy for efficiency. Evaluation employed Likert-scale questionnaires, observation, and group discussions. Results indicated an average satisfaction score of 4.4 out of 5, with the highest for student benefit (4.7) and the lowest for model complexity (3.8). Furthermore, 90% of teachers expressed readiness to implement the media in their classrooms. Discussions also highlighted local issues, such as the reliance on rainwater consumption, which enriched teachers’ perspectives on water quality and safety. The program was concluded to be effective in strengthening teachers’ capacities and recommended enhancing model complexity and expanding innovative media development.
Raised-Relief Map Training: a Creative Geography Learning Media for Junior High School Social Studies (IPS) Teachers Affandri Jasrio; Deded Chandra; Helfia Ideal; Eva Purnama Sari; Ratna Wilis; Bambang Afriadi Putra; Dila Andriani; Ibnu Fadhil Azzikri; Regi Cania; Cindy Dian Hadisty
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4985

Abstract

Teaching Indonesia’s geographical conditions in schools often faces challenges because flat maps are insufficient to represent topographic variations realistically. As a result, junior high school social studies teachers (SMP/MTs) struggle to explain differences between highlands, lowlands, and water bodies, making it difficult for students to fully understand. To address this issue, a training program on making embossed maps was carried out for members of the Social Studies Teachers’ Association (MGMP) in Padang City. The focus was not on students directly, but on enhancing teachers’ competencies so they can design and apply innovative learning media in the classroom. Embossed maps were created through several steps: (1) drawing a map sketch on plywood, (2) layering newspaper pulp to follow the topographic contours, (3) drying the map under sunlight, (4) coloring according to elevation, and (5) preparing a legend that reflects relevant geographic elements. The training demonstrated high enthusiasm among participants, who successfully produced embossed maps as effective visual media. Thus, embossed maps should be strongly advocated as practical, innovative, and applicable tools to support effective geography teaching and learning in social studies.
PPK ORMAWA 2025 Peran PPK Ormawa dalam Peningkatan Perekonomian Masyarakat Melalui Pengolahan Limbah Sapi Dan Pemasaran Digital Muhammad Efendi; Rahasto Sandi Yoga Pamungkas; Fathin Rais Alfatiy; Mahendra Girimukti Priswananda; Fadel Refasa Kusuma; Afrizal Aji Prasmana; Arnata Yoga Ari Fradika; Annisa’ Nur Afandi; Gempa Putra Sadewa; Calina Bunga Arthaimelda; Siwi Aprilia; Hanna Adzania Poernomo; Rismala Destanti Amalia; Nur Rohmansyah Ramadhan
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.4999

Abstract

Desa Pundungrejo menghadapi persoalan yang cukup mendesak terkait penumpukan limbah kotoran sapi yang mencapai sekitar 375 kg setiap hari. Limbah tersebut belum dikelola secara optimal sehingga menimbulkan gangguan lingkungan, risiko kesehatan, serta hilangnya peluang ekonomi yang sebenarnya dapat dimanfaatkan oleh warga. Di sisi lain, masyarakat juga belum memiliki fasilitas pengolahan limbah, keterampilan teknis dalam mengolah kotoran sapi menjadi produk bernilai tambah, maupun kemampuan pemasaran digital yang dapat mendukung peningkatan pendapatan. Berdasarkan kondisi tersebut, Program Penguatan Kapasitas Organisasi Mahasiswa (PPK Ormawa) Himpunan Mahasiswa Teknik Industri Universitas Islam Batik Surakarta hadir untuk memberikan solusi yang menyeluruh dan berkelanjutan. Program ini diawali dengan observasi lapangan, dialog bersama perangkat desa, serta pemetaan kebutuhan masyarakat. Hasil kegiatan ini menjadi dasar bagi penyusunan rangkaian kegiatan, meliputi pembuatan mesin pencacah dan alat pengayak pupuk, pelatihan pembuatan pupuk padat dan cair, pelatihan pengemasan, hingga pembekalan pemasaran digital. Kegiatan tersebut tidak hanya meningkatkan kapasitas teknis warga, tetapi juga mendorong terbentuknya satu UMKM kelompok dan tiga UMKM individu yang memanfaatkan potensi peternakan desa. Selain itu, pengolahan limbah mulai memberikan dampak positif melalui pengurangan limbah tak terkelola serta terciptanya produk pupuk organik yang memiliki nilai jual. Program ini pada akhirnya memperkuat ekosistem kewirausahaan desa dan membuka ruang bagi peningkatan ekonomi masyarakat secara mandiri. Ke depan, diharapkan hasil program PPK Ormawa ini mampu mendorong kemandirian ekonomi masyarakat Pundungrejo dan menjadi fondasi bagi pengembangan ekonomi sirkular berbasis potensi lokal secara berkelanjutan.
Kajian Hukum Tindak Pidana Kecelakaan Lalu Lintas Yang Mengakibatkan Korban Meninggal Dunia : Studi Kasus 1785/Pid.Sus/2025/PN Mdn. Ella Doris Sitepu; Hisar Siregar
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5002

Abstract

Kasus ini menganalisis pertanggungjawaban pidana pengemudi yang menyebabkan kecelakaan lalu lintas fatal akibat kelalaian. Terdakwa FA mengemudikan kendaraan dalam kondisi mengantuk dengan kecepatan 70 km/jam dan menabrak sepeda motor yang dikendarai dua orang korban, mengakibatkan keduanya meninggal dunia. Setelah kejadian, terdakwa meninggalkan lokasi tanpa memberikan pertolongan dan baru tertangkap setelah dikejar warga. Terdakwa dikenakan dua dakwaan: pertama, kelalaian yang mengakibatkan kematian berdasarkan Pasal 310 Ayat (4) UU No. 22 Tahun 2009 Tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan; kedua, pelanggaran kewajiban pasca kecelakaan karena meninggalkan korban tanpa pertolongan. Visum menunjukkan kedua korban mengalami luka parah dan meninggal di lokasi atau dalam perjalanan ke rumah sakit. Kasus ini menyoroti pentingnya kesadaran pengemudi akan kondisi fisiknya dan tanggung jawab hukum setelah terjadi kecelakaan, dengan ancaman pidana maksimal enam tahun penjara dan denda dua belas juta rupiah.
Analisa Depenalisasi Tindak Pidana Pengemisan dalam Pembaruan Hukum Pidana Indonesia Aista Wisnu Putra
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i1.5005

Abstract

Artikel ini mengkaji kelayakan depenalisasi tindak pidana pengemisan dalam pembaruan hukum pidana Indonesia dengan memadukan pendekatan doktrinal-normatif, telaah kebijakan daerah, dan perbandingan lintas negara. Berangkat dari kritik atas efektivitas kriminalisasi pengemisan yang historisnya berakar pada rezim vagrancy kolonial, lemah dari sisi mens rea, dan sering bertabrakan dengan mandat konstitusional perlindungan fakir miskin tulisan ini menilai reposisi hukum pidana sebagai ultimum remedium serta kebutuhan pemisahan tegas antara domain pidana dan administratif-sosial. Kebaruan artikel terletak pada perumusan model depenalisasi bertingkat: (i) jalur administratif-sosial untuk pengemisan karena kemiskinan yang terintegrasi dengan layanan dan indikator kinerja (jangkauan layanan, reintegrasi, dan penurunan interaksi koersif); (ii) rute perlindungan anak dan pemberantasan eksploitasi/koersi (termasuk perdagangan orang) dengan fokus sanksi pada pelaku; dan (iii) pidana sebagai jalan terakhir bagi perilaku berulang disertai agresi atau bagi pihak yang mengeksploitasi. Studi perbandingan (AS, Belanda, Arab Saudi, Malaysia, Singapura) menunjukkan pola konsisten: kriminalisasi status memicu penegakan selektif dan eksklusifitas sosial, sedangkan pergeseran ke instrumen sosial menghasilkan tata kelola yang lebih manusiawi asalkan due process dan standar pembatasan diskresi ditegakkan. Artikel kemudian menawarkan pedoman harmonisasi perda agar tidak mereplikasi larangan KUHP lama, melainkan memprioritaskan instrumen non-penal yang selaras dengan Pancasila dan keadilan substantif di era termasuk munculnya pengemisan daring. Temuan mengonfirmasi bahwa depenalisasi bukan pembiaran, melainkan realokasi instrumen demi efektivitas, proporsionalitas, dan penghormatan martabat manusia.
Efektivitas Mekanisme Pengaduan Konsumen Pasien pasca Meningkatnya Kasus Viral Dugaan Malapraktik: Analisis Kelembagaan dan Implikasi Hukumnya Sitti Masyithah; Rianti Rianti; Epi Kusmayawati; Aka Al Fahrezi
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5027

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis aspek hukum dan etika dalam penyelenggaraan layanan kesehatan, dengan menelaah bagaimana regulasi perundang-undangan, kode etik profesi, serta mekanisme penyelesaian sengketa membentuk ruang lingkup tanggung jawab dan akuntabilitas tenaga kesehatan. Kajian ini menekankan pentingnya informed consent, kepatuhan terhadap standar profesi, serta keselamatan pasien sebagai pilar utama dalam mencegah terjadinya konflik antara pasien dan tenaga medis. Selain itu, penelitian ini juga mengkaji peran komunikasi dan dokumentasi sebagai elemen kunci dalam menjamin mutu layanan dan perlindungan hukum dalam praktik klinis. Metode Penelitian. Penelitian ini menggunakan pendekatan yuridis normatif dengan analisis deskriptif terhadap pedoman etika profesi. Dokumen hukum primer, termasuk Undang-Undang Praktik Kedokteran, Undang-Undang Kesehatan, dan Kode Etik Kedokteran Indonesia (KODEKI), dianalisis menggunakan metode kualitatif berbasis studi literatur dengan pendekatan yuridis-normatif yang diperkaya perspektif socio-legal. Data sekunder meliputi peraturan perundang-undangan, putusan pengadilan, pedoman organisasi profesi, jurnal ilmiah, laporan resmi pemerintah, serta dokumentasi kasus-kasus viral dugaan malapraktik. Analisis dilakukan secara deskriptif-kualitatif melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Penelitian ini juga memetakan jalur penyelesaian sengketa guna memahami proses penanganan dugaan pelanggaran etika maupun malapraktik melalui mekanisme internal fasilitas kesehatan, Majelis Kehormatan Disiplin Kedokteran Indonesia (MKDKI), hingga litigasi perdata atau pidana. Hasil Penelitian Temuan penelitian menunjukkan bahwa kepatuhan terhadap hukum, pemahaman etika profesi, dan komunikasi yang efektif memiliki peran signifikan dalam menurunkan risiko sengketa medis. Penerapan standar profesi, dokumentasi yang lengkap, serta pelaksanaan informed consent secara komprehensif menjadi instrumen perlindungan utama bagi pasien maupun tenaga medis. Hasil analisis juga mengungkap bahwa penyelesaian sengketa dalam praktik kedokteran lazim mengikuti mekanisme bertingkat mulai dari mediasi internal rumah sakit, pemeriksaan oleh MKDKI, hingga proses hukum apabila diperlukan. Kesimpulan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa integrasi antara norma hukum dan prinsip etika merupakan fondasi penting untuk mewujudkan layanan kesehatan yang aman, transparan, dan berorientasi pada keselamatan pasien. Penguatan komunikasi, peningkatan pelatihan etika profesi, serta optimalisasi prosedur kelembagaan diperlukan untuk meningkatkan akuntabilitas dan meminimalkan potensi konflik. Pemahaman sistematis terhadap kewajiban hukum dan etika menjadi dasar penting dalam menjaga kualitas praktik kedokteran dan perlindungan pasien.
Proses Rekutmen SDM Dan Seleksi Karyawan Di PT Indomaret Mahendra Satria Zulkarnain; Farrel Ariefandy Radhiya Haqqi; Umi Fatimatus zahro; Sentot Imam Wahjono
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5028

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan suatu model abstraksi untuk rekrutmen karyawan. Model rekrutmen berbasis kompetensi ini diharapkan dapat diaplikasikan secara praktis pada rekrutmen tenaga kerja, sebagai upaya untuk mengurangi tingkat pengangguran di Medan. Penelitian ini dilakukan pada sektor bisnis ritel. Bisnis ritel merupakan kategori bisnis yang menyerap tenaga kerja, meskipun skala bisnisnya kecil, omzetnya juga kecil tetapi dapat berkontribusi untuk meningkatkan perkembangan ekonomi negara melalui sektor pajak, bisnis ritel ini merupakan sektor bisnis yang banyak terdapat di Indonesia. Teknis analisis data dalam penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif dan melakukan pengumpulan data melalui wawancara untuk dapat memperoleh informasi tentang model rekrutmen karyawan berbasis kompetensi. Kemudian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan metode Korelasi Product Moment Karl Pearson untuk mencapai luaran rekrutmen terhadap kinerja karyawan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rekrutmen yang diterapkan perusahaan adalah secara terbuka dan daring berdasarkan situs web perusahaan dan penentuan jenjang dan kualifikasi sesuai dengan kompetensi yang ditetapkan oleh perusahaan.
Simulasi Subtitusi System Komunikasi Wireless Antara Conveyor Excavating (Ce) 11 – Belt Wagon (Bw) 301 di Tambang Air Laya PT. Bukit Asam, Tbk. Berbasis Smart Relay Logo! 0ba8 Dan Wifi Rocket M2 Apriansyah Zulatama; Muhamad Alfian Hafidz Satria
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5029

Abstract

Perkembangan zaman yang begitu pesat selalu beriringan dengan perkembangan dan kemajuan teknologi. Khususnya kemajuan teknologi dibidang industri yang begitu cepat hingga sudah sampai pada titik revolusi industri 4.0. Salah satu contohnya kemajuan teknologi pada sistem komunikasi anatara conveyor excavating (CE) 11 dan Belt Wagon (BW) 301 di Tambang Air Laya PT Bukit Asam, Tbk. Conveyor adalah alat yang diaplikasikan pada industri pertambangan sebagai alat yang menunjang dalam proses pemindahan material bahan galian contohnya batubara. Belt wagon merupakan alat yang berfungsi dalam mentransferkan material hasil penggalian dari BWE menuju ke hopper car. Alat ini juga dapat membantu BWE dalam memperpanjang jangkauan pengalian dari BWE. wireless merupakan suatu hubungan telekomunikasi yang menggunakan gelombang elektromagnetik untuk dapat mengganti media kabel sebagai alat transfer data yang menawarkan beragam kemudahan, kebebasan, mobilitas, dan fleksibilitas yang tinggi. Pada saat ini sistem komunikasi masih menggunakan kabel sebagai media trasnfernya. Penggunaan kabel sebagai media transfer ini menunjukkan efisiensi yang rendah akibat frekuensi kerusakan pada saluran kabel tersebut. Kerusakan dapat disebabkan oleh berbagai faktor, termasuk penimbunan batubara pada kabel, kerusakan atau putusnya kabel akibat tekanan alat berat yang melintas, serta pemutusan kabel yang disebabkan oleh tarikan berlebihan akibat jarak yang terlalu jauh antar unit yang ada di sistem BWE. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem komunikasi nirkabel memiliki efisiensi yang lebih tinggi dibandingkan dengan sistem berbasis kabel, dengan mengurangi waktu perbaikan dan biaya perawatan. Dapat kita simpulkan bahwa penggantian sistem komunikasi kabel dengan sistem nirkabel mampu meningkatkan kinerja dan fleksibilitas operasional di tambang, serta meminimalisir risiko kerusakan fisik pada kabel yang sebelumnya sering terjadi.