cover
Contact Name
Putri Asilestari
Contact Email
putriasilestari89@gmail.com
Phone
+6282316807980
Journal Mail Official
joecyup@gmail.com
Editorial Address
Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Journal of Innovative and Creativity
ISSN : 2962570X     EISSN : 2776771X     DOI : https://doi.org/10.31004/joecy
Core Subject : Education, Social,
Journal of Innovative and Creatifity (JOECY) publishes research articles in the field of education which report empirical research on topics that are significant across educational contexts, in terms of design and findings. The topic could be in curriculum, teaching learning, evaluation, quality education, management, and education technology. Papers which contain in-depth critical literature reviews of research on specific educational topics are also welcomed.
Articles 6,421 Documents
Strategi Pendidikan Karakter Islami Untuk Generasi Z di Lingkungan Sekolah Dasar Islam Se-Bandar lampung Dini Pepilina
Journal of Innovative and Creativity Vol. 4 No. 1 (2024)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v4i1.776

Abstract

Fenomena melemahnya karakter generasi muda akibat arus globalisasi dan pengaruh digital menuntut sekolah dasar Islam untuk menghadirkan strategi pendidikan karakter Islami yang relevan, khususnya bagi Generasi Z yang tumbuh dalam era teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisis implementasi strategi pendidikan karakter Islami di beberapa sekolah dasar Islam se-Bandar Lampung, serta mengidentifikasi tantangan dan bentuk sinergi yang dibangun antara sekolah, guru, dan orang tua. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi yang dilakukan di lima sekolah: SDIT Insan Kamil, SD Islam Al-Azhar 50, SD Islam Az Zahra, SDIT Permata Bunda III, dan SDIT Pelita Khairunnas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi strategi dilakukan melalui pembiasaan ibadah harian, integrasi nilai Islami dalam pembelajaran, serta pembentukan budaya sekolah yang religius. Guru berperan sebagai teladan, orang tua berperan sebagai mitra, sementara teknologi mulai dimanfaatkan sebagai media edukatif meskipun belum merata. Tantangan utama adalah kurangnya komunikasi intensif dan keterbatasan digitalisasi di beberapa sekolah. Oleh karena itu, sinergi berkelanjutan antara sekolah dan keluarga serta penguatan kapasitas teknologi menjadi kunci keberhasilan strategi karakter Islami bagi generasi digital ini.
Strategi Kepala Madrasah dalam pengembangan Kurikulum Integratif antara Sains dan Nilai Islam di MA Yasmida Ambarawa Pringsewu Dini Pepilina
Journal of Innovative and Creativity Vol. 4 No. 3 (2024)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v4i3.777

Abstract

Latar belakang pengembangan kurikulum integratif antara sains dan nilai Islam di MA Yasmida Ambarawa Pringsewu muncul dari kebutuhan mendesak untuk menghadapi tantangan pendidikan modern yang mengedepankan kecerdasan intelektual tanpa landasan moral kuat. Kurikulum ini dirancang untuk menyatukan ilmu pengetahuan dan nilai keislaman dalam satu kesatuan yang harmonis, guna membentuk generasi unggul secara akademik sekaligus berkarakter Islami. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi strategi kepala madrasah dalam mengembangkan kurikulum integratif yang mampu meningkatkan kualitas pembelajaran dan membentuk karakter siswa berakhlak mulia. Metode penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan pengumpulan data melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi pada kepala madrasah, guru sains dan agama, serta siswa. Analisis tematik dilakukan untuk memahami pola strategi dan tantangan dalam implementasi kurikulum. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepala madrasah memegang peran sentral sebagai leader dan change agent dalam pelatihan guru, penyusunan modul integratif, dan mendorong kolaborasi antar guru. Pembelajaran mengintegrasikan materi sains dengan nilai Islam secara efektif, meningkatkan partisipasi dan pemahaman siswa meski terdapat kendala keterbatasan waktu dan fasilitas. Sinergi antara kepemimpinan visioner, kompetensi guru, dan keterlibatan siswa menjadi kunci keberhasilan pengembangan kurikulum ini. Penelitian ini merekomendasikan penguatan pelatihan guru, peningkatan sarana prasarana, dan evaluasi berkelanjutan untuk optimalisasi kurikulum integratif.
Strategi Komunikasih Kesehatan dan Keselamatan Kerja dalam Meningkatkan Kesadaran Pekerja Amelia Aisyah Syahrani; April Silvana; Suvina Ramadini; Nurul Hasanah; Daud Arifin
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.780

Abstract

Keselamatan dan kesehatan kerja (K3) merupakan aspek fundamental dalam menciptakan lingkungan kerja yang aman dan produktif. Namun, kesadaran pekerja terhadap pentingnya K3 masih rendah, yang sering kali menyebabkan terjadinya kecelakaan kerja yang sebenarnya dapat dicegah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji peran strategi komunikasi dalam meningkatkan kesadaran pekerja terhadap K3. Menggunakan metode studi pustaka, penelitian ini menganalisis berbagai literatur dan referensi yang membahas tentang komunikasi organisasi dan keselamatan kerja. Hasil kajian menunjukkan bahwa komunikasi yang efektif, partisipatif, dan disesuaikan dengan karakteristik pekerja dapat meningkatkan pemahaman, kepatuhan, dan perilaku aman di tempat kerja. Strategi komunikasi seperti penyusunan SOP yang jelas, pelatihan rutin, media visual dan digital, serta komunikasi dua arah terbukti efektif dalam membangun budaya keselamatan yang kuat. Dengan demikian, strategi komunikasi yang tepat sangat penting dalam mendorong terciptanya lingkungan kerja yang lebih aman, sehat, dan berkelanjutan.
Implications In EFL Teaching Kalayo Hasibuan Hasibuan; Hanna Rahmah Pratiwi Pratiwi; Ilma Hidayah Hidayah; Khusnul Sofia Sofia
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.781

Abstract

The objectives of this research are to explore the implications of integrating Islamic values in English as a Foreign Language (EFL) teaching, focusing on how these values influence teaching practices and student communication skills. This qualitative study examines three main aspects: the integration of Islamic values into EFL instruction, the use of culturally appropriate examples aligned with Islamic principles, and the development of effective and polite language skills among learners. The sample includes EFL educators and students from Islamic educational settings. Data were collected through interviews, classroom observations, and document analysis, and were analyzed using thematic analysis to uncover key patterns and insights. The findings indicate that incorporating Islamic values in EFL teaching enhances students’ cultural understanding and moral development, ensures the appropriateness of teaching materials, and promotes effective, respectful communication. The study concludes that EFL teaching in Islamic contexts should consistently embed religious values to foster both language proficiency and ethical awareness.
Analisis Faktor – Faktor Yang Mempengaruhi Keterampilan Dasar Kader Posyandu Di Distrik Sentani Barat Kabupaten Jayapura Provinsi Papua Yahya Boikaway; Dolfinus Y. Bouway; Arius Togodly; Novita Medyati; Septevanus Rantetoding
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.782

Abstract

Kader Posyandu merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan dasar berbasis masyarakat yang berperan penting dalam upaya peningkatan derajat kesehatan ibu dan anak. Namun, keterampilan dasar kader masih menjadi tantangan di berbagai wilayah, termasuk di Distrik Sentani Barat Kabupaten Jayapura. Kementerian Kesehatan menargetkan penguasaan 25 keterampilan dasar oleh 70% kader, namun capaian di lapangan masih rendah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi keterampilan dasar kader Posyandu, meliputi usia, pendidikan, lama menjadi kader, pengetahuan, sikap, dukungan tenaga kesehatan, dan keaktifan dalam pelatihan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross sectional, yang dilaksanakan pada bulan Maret hingga April 2025 di Distrik Sentani Barat, Kabupaten Jayapura. Seluruh kader dari enam Posyandu sebanyak 30 orang dijadikan sampel melalui teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner terstruktur dan dianalisis dengan uji Chi-square serta regresi logistik berganda untuk mengetahui hubungan dan pengaruh antarvariabel, dengan tingkat signifikansi p < 0,05 dan confidence interval 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel pengetahuan (p = 0,001), sikap (p = 0,015), dan keaktifan dalam pelatihan (p = 0,008) memiliki hubungan yang signifikan terhadap keterampilan dasar kader. Analisis multivariat mengungkap bahwa pengetahuan merupakan faktor paling dominan yang memengaruhi keterampilan dengan odds ratio sebesar 19,0. Sementara variabel usia, pendidikan, lama menjadi kader, dan dukungan tenaga kesehatan tidak menunjukkan hubungan yang signifikan. Temuan ini menegaskan pentingnya peningkatan kapasitas kader melalui penguatan pengetahuan dan pelatihan berkelanjutan guna memastikan kualitas layanan kesehatan masyarakat di tingkat akar rumput.
Principles Of EFL Instruction With An Islamic Perspectives Kalayo Hasibuan Hasibuan; Muhammad Syahrul Syahrul; Nailul Husna Husna; Nur Aliyah Aliyah
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.783

Abstract

This paper explores integrating English as a Foreign Language (EFL) instruction with Islamic perspectives, drawing upon various sources to illustrate effective strategies. The discussion centers on embedding Islamic values within learning materials and activities, utilizing English to promote Islamic understanding, and cultivating students' ability to communicate effectively across diverse cultural and religious contexts. The paper examines challenges and proposes solutions for implementing this approach within Islamic educational institutions, aiming to foster linguistically proficient, spiritually aware, and ethically grounded learners. Specific strategies discussed include utilizing authentic materials reflecting Islamic values (e.g., Quranic verses, Hadith, Islamic literature), incorporating culturally sensitive pedagogical approaches that respect diverse learning styles and communication preferences, and designing activities that promote critical thinking and ethical decision-making within an Islamic framework. The study also addresses challenges such as the potential conflict between Western cultural norms embedded in some EFL materials and Islamic values, and the need for teacher training in culturally responsive pedagogy. By analyzing successful models of EFL instruction within Islamic contexts and drawing upon relevant theoretical frameworks, such as the Spiral Andromeda Philosophy, the paper offers practical recommendations for developing effective and holistic EFL curricula that align with the goals of Islamic education. The research highlights the potential of this integrated approach to not only enhance students' linguistic proficiency but also to nurture their spiritual growth, moral development, and intercultural understanding.
Dampak Ekonomi Kompetisi Basket Profesional di Indonesia Vigi Indah Permatha Sari; Dedi Ahmadi
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.784

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dampak ekonomi kompetisi basket profesional di Indonesia, khususnya Liga Bola Basket Indonesia (IBL), terhadap penciptaan lapangan kerja, kontribusi pendapatan daerah, peran sponsorship, serta tantangan dan peluang pengembangan industri olahraga. Menggunakan pendekatan mixed methods dengan data kuantitatif dan kualitatif, hasil penelitian menunjukkan bahwa kompetisi basket profesional memberikan kontribusi signifikan dalam menyerap tenaga kerja langsung maupun tidak langsung, meningkatkan pendapatan sektor perdagangan, perhotelan, dan transportasi di kota penyelenggara, serta memperkuat ekosistem olahraga melalui sponsorship dan investasi fasilitas. Namun, terdapat tantangan berupa ketimpangan distribusi manfaat ekonomi antar wilayah dan kendala manajemen keuangan klub. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kompetisi basket profesional merupakan instrumen strategis pembangunan ekonomi dan sosial yang berpotensi besar untuk pengembangan olahraga berkelanjutan di Indonesia. Temuan ini menjadi dasar penting bagi pembuat kebijakan dan pelaku industri dalam merumuskan strategi pengembangan olahraga profesional yang inklusif dan berdaya saing.
Islamic Perspectives in EFL Teaching Kalayo Hasibuan Hasibuan; Dicky Isna Permana; Elvia Mutiara Ikhsani; Fadhillah Pebriani Tanjung
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.785

Abstract

This study delves into the integration of Islamic values within English as a Foreign Language (EFL) instruction, offering a comprehensive examination of how religious and cultural principles from the Qur’an, Hadith, and Islamic pedagogical philosophy can enrich language education. Rather than viewing language acquisition as a standalone objective, this paper advocates for a more holistic approach—one that incorporates Islamic ethics, communication norms, and cultural identity into the curriculum. Central areas explored include the infusion of Islamic cultural narratives into teaching practices, the adaptation of instructional materials to ensure alignment with religious principles, and the nurturing of language skills framed within ethical and spiritual dimensions. The paper also examines the essential role of educators as moral guides and curriculum developers across various levels of educational structure. Ultimately, this paper argues that by embedding Islamic values into EFL instruction, educators can produce learners who are linguistically proficient and spiritually grounded, preparing them to navigate both global communication and Islamic ethical life.
Penanaman Karakter Hidup Bersih Dalam Membentuk Perilaku Siswa Di Sekolah Dasar Negeri Jati Sidoarjo Ramadhani Dhevan Ardiansyah; Muhammad Yusron Maulana El-Yunusi
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i1.787

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perilaku siswa dan mengetahi penanaman karakter hidup bersih dalam membentuk perilaku siswa di SDN Jati Sidoarjo. Penelitian ini menggunakan metode deskrptif dengan teknik prngumpulan data melalui observasi dan wawancara yang dilakukan terhadap guru serta siswa. Temuan dai penelitian ini menunjukkan bahwa mayoritas siswa telah mengadopsi kebiasaan hidup bersih, seperti mencuci tangan sebelum makan, menjaga kebersihan kelas, dan membuang sampah pada tempatnya. Hakikat dari peran guru sangat krusial dalam membangun kebiasaan ini, baik melalui contoh yang baik maupun pembiasaan yang dilakukan secara teratur. Namun, ada sejumlah siswa yang belum menunjukkan konsistensi dalam menjalankan perilaku hidup bersih. Oleh karena itu, perlu adanya penguatan dalam membiasakan dan memberi teladan dari guru secara terus-menerus agar nilai0nilai hidup bersih dapat tertanam dengan kuat dalam diri siswa sebagai bagian dari pendidikan karakter.
Implementasi Kedisiplinan Kelas Sebagai Upaya Pembentukan Sikap Tanggung Jawab Belajar Siswa di MI Hidayatul Ulum Sidoarjo Niken Ardila Damayanti; Muhammad Yusron Maulana El-Yunusi
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i1.788

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan proses pembentukan sikap tanggung jawab belajar siswa melalui disiplin kelas di MI Hidayatul Ulum Sidoarjo. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya menciptakan lingkungan belajar yang disiplin agar siswa mampu membentuk sikap tanggung jawab terhadap proses pembelajaran. Dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif untuk menggambarkan dan memahami secara jelas penerapan kedisiplinan kelas dan upaya pengembangan tanggung jawab belajar siswa. Prosedur pengumpulan data dilakukan dengan cara mengamati dan melakukan wawancara. Temuan dari penelitian menunjukkan bahwa sikap bertanggung jawab terhadap pembelajaran yang ditunjukkan oleh siswa di MI Hidayatul Ulum Sidoarjo tercermin melalui penerapan disiplin kelas yang diterapkan secara konsiten. Sikap tanggung jawab belajar ini tercermin dalam beberapa indikator, termasuk hadir di sekolah sesuai waktu, menyelesaikan pekerjaan rumah, membawa perlengkapan belajar secara lengkap, mematuhi peraturan kelas, dan mengikuti pembelajaran dengan aktif dan fokus. Tanggung jawab sebagai sikap dasar, perlu ditanamkan secara sistematis melalui penerapan kedisiplinan kelas yang konsisten di lingkungan pembelajaran. Pembentukan tanggung jawab siswa merupakan proses yang tidak dapat terjadi secara instan, melainkan melalui pembiasaan, kolaborasi antara guru, siswa, dan orangtua, serta keterlibatan siswa secara aktif dalam lingkungan sekolah yang mendukung.