cover
Contact Name
Putri Asilestari
Contact Email
putriasilestari89@gmail.com
Phone
+6282316807980
Journal Mail Official
joecyup@gmail.com
Editorial Address
Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Journal of Innovative and Creativity
ISSN : 2962570X     EISSN : 2776771X     DOI : https://doi.org/10.31004/joecy
Core Subject : Education, Social,
Journal of Innovative and Creatifity (JOECY) publishes research articles in the field of education which report empirical research on topics that are significant across educational contexts, in terms of design and findings. The topic could be in curriculum, teaching learning, evaluation, quality education, management, and education technology. Papers which contain in-depth critical literature reviews of research on specific educational topics are also welcomed.
Articles 6,421 Documents
Sosialisasi Manajemen Keuangan dalam Meningkatkan Sumber Daya Manusia yang Amanah dan Kompeten di SMA N 6 Cipocok Serang Nurlelah Nurlelah; Teguh Kurniyanto; Imam Sofi’i
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2706

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan sosialisasi manajemen keuangan dalam upaya meningkatkan sumber daya manusia (SDM) yang amanah dan kompeten di SMA Negeri 6 Cipocok Serang. Penelitian ini melihat kebutuhan akan peningkatan literasi dan kompetensi pengelolaan keuangan di lingkungan sekolah yang tidak hanya meningkatkan kemampuan teknis, tetapi juga menanamkan nilai amanah berupa integritas, kejujuran, dan tanggung jawab. Pendekatan penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi selama proses sosialisasi yang berlangsung secara interaktif dan aplikatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sosialisasi berhasil meningkatkan pemahaman siswa mengenai konsep dasar manajemen keuangan, seperti perencanaan anggaran dan pengelolaan dana, sekaligus memperkuat sikap amanah melalui praktik pengelolaan dana kelompok dan pelaporan keuangan secara berkala. Meski mengalami kendala seperti variasi pemahaman peserta dan keterbatasan sumber daya, kegiatan ini mampu membentuk SDM yang lebih kompeten dan berintegritas di SMA Negeri 6 Cipocok Serang. Implikasi penelitian menegaskan pentingnya penguatan sosialisasi manajemen keuangan secara berkelanjutan dan penerapan sistem pengelolaan keuangan yang lebih transparan dan digital di lingkungan sekolah untuk mendukung pengembangan karakter dan kompetensi SDM masa depan.
Impak Servant Leadership Terhadap Kinerja Guru di SMK Attaufiqiyah Serang Banten Nurlelah Nurlelah; Teguh Kurniyanto
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2707

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh Servant Leadership terhadap kinerja guru di SMK Attaufiqiyah Serang Banten. Fokus utama penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi sejauh mana penerapan gaya kepemimpinan berbasis pelayanan dapat meningkatkan kinerja guru di lingkungan sekolah vokasi. Desain penelitian yang digunakan adalah kuantitatif dengan pendekatan regresi linier sederhana. Sampel penelitian terdiri dari 50 guru SMK Attaufiqiyah yang dipilih secara purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan angket yang diukur dengan skala Likert untuk mengevaluasi persepsi terhadap Servant Leadership dan penilaian terhadap kinerja guru. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara Servant Leadership dan kinerja guru dengan koefisien regresi sebesar 0,72 (p < 0,05), yang berarti bahwa setiap peningkatan satu unit dalam persepsi terhadap Servant Leadership diikuti dengan peningkatan kinerja guru sebesar 0,72 unit. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penerapan Servant Leadership yang efektif oleh kepala sekolah dapat meningkatkan kinerja guru di SMK, baik dalam hal motivasi, komitmen, maupun efektivitas pengajaran. Implikasi dari penelitian ini adalah pentingnya pelatihan kepala sekolah dalam menerapkan gaya kepemimpinan berbasis pelayanan untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan kinerja guru di SMK. Penelitian ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan teori Servant Leadership dalam konteks pendidikan vokasional dan memberikan rekomendasi praktis bagi kebijakan pendidikan di tingkat sekolah.
Pengaruh Faktor Sosial Budaya Terhadap Penggunaan Obat Herbal Pada Masyarakat Dukuh Jeruk Gulung Ngabul Sakila Jauza Adiba; Zaenal Fanani; Ulviani Yulia Husna
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2710

Abstract

Penggunaan obat herbal sudah digunakan secara turun temurun oleh masyarakat Dukuh Jeruk Gulung Ngabul. Penggunaan obat herbal selama ini hanya secara empiris dan turun temurun, sehingga masih banyak masyarakat yang kurang mengetahui cara penggunaan obat hebal yang baik dan benar sesuai dengan dosis. Hal ini dapat berisiko menimbulkan efek samping atau keracunan mesipun bahan yang digunakan berasal dari alam. Karena itu, penting untuk memberikan edukası yang berbasis pengetahuan ilmiah, agar masyarakat dapat menggunakan obat herbal secara aman dan efektif. Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui bagaimana faktor sosial budaya mempengaruhi penggunaan obat herbal di masyarakat Dukuh Jeruk Gulung Ngabul. Secara lebih spesifik, penelitian ini ingin menggali pemahaman masyarakat mengenai obat herbal serta pengaruh nilai sosial, norma budaya, adat istiadat, dan kepercayaan terhadap penggunaan obat herbal. Rancangan penelitian ini yaitu penelitian observasional analitik dengan metode kuantitatif, menggunakan pendekatan cross-sectional, dengan pengumpulan data melalui penyebaran kuesioner kepada sampel. Responden pada penelitian ini yaitu masyarakat Dukuh Jeruk Gulung Ngabul yang termasuk dalam kriteria inklusi, yaitu masyarakat yang berusia 18-65 tahun, masyarakat yang sudah bekerja, dan masyarakat yang menggunakan obat herbal.
Pengaruh Pembelajaran Pencak Silat Terhadap Kepercayaan Diri Siswa Ayu Atiningsih Hapidlah; Ai Faridah; Rega Esa Putra; Arief Adhitia; Bela Santika; Dian Permana, S
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.2716

Abstract

Kepercayaan diri merupakan kunci utama atau faktor penting dalam perkembangan individu, terutama bagi pelajar diusia remaja. selama masa ini, para remaja sering kali mengalami perubahan fisik dan emosional yang dapat mempengaruhi rasa percaya diri mereka. Oleh karena itu, diperlukan suatu kegiatan yang dapat membantu siswa untuk mengatasi perasaan cemas, ragu, atau takut yang dapat menghalangi potensi mereka. Salah satu cara untuk mengatasi masalah ini adalah dengan melibatkan siswa dalam aktivitas yang mengasah keterampilan fisik dan mental, seperti pencak silat. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pengambilan sampel secara purposive sampling,. Metode Ekperimen ini menguji kemampuan anak terhadap perlakuan terhadap variabel dependen. Meskipun analisis statistik menunjukkan nilai signifikansi (sig.) 0,128 pada uji-t yang lebih besar dari taraf signifikansi α = 0,05 (H0 diterima, H1 ditolak), temuan ini perlu diinterpretasikan secara hati-hati. Meskipun uji T menunjukkan tidak adanya perbedaan signifikan antara rata-rata pretest dan posttest, data observasi menunjukkan peningkatan kepercayaan diri siswa secara kualitatif. Peningkatan ini terlihat dalam persentase keberhasilan (dari 63,6% menjadi 100%) berdasarkan observasi. Instrumen penelitian telah diuji validitas dan reliabilitasnya. Kesimpulannya, meskipun analisis kuantitatif tidak menunjukkan perbedaan signifikan secara statistik, temuan kualitatif dan tren peningkatan yang diamati dalam observasi lapangan memberikan bukti adanya pengaruh positif pembelajaran pencak silat terhadap kepercayaan diri siswa.
Implementasi Pendidikan Karakter Melalui Mata Pelajaran Pendidikan Jasmani Olahraga Dan Kesehatan Arya Bayu Pamungkas; Ai Faridah; Arief Adhitia Hamzah; Dian Permana; Rega Esa Putra; Bela Santika
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.2717

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan implementasi pendidikan karakter melalui mata pelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) di SD Negeri Sukaresmi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Sampel penelitian terdiri dari 45 siswa kelas V yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, kuesioner, dan analisis dokumen, dengan analisis data dilakukan secara deskriptif kualitatif menggunakan triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pendidikan karakter melalui PJOK mencapai tingkat keberhasilan rata-rata 83% (kategori sangat baik), dengan nilai karakter utama meliputi disiplin (87%), kerja keras (86%), toleransi (85%), peduli sosial (84%), kejujuran (82%), tanggung jawab (81%), religius (80%), dan peduli lingkungan (79%). Strategi guru meliputi pembelajaran kooperatif, keteladanan, dan refleksi pasca-aktivitas, didukung oleh fasilitas memadai dan komitmen pemangku kepentingan. Namun, keterbatasan waktu dan konsistensi siswa menjadi faktor penghambat. Penelitian ini menegaskan bahwa PJOK efektif sebagai media pembentukan karakter siswa di sekolah dasar.
Formulasi Dan Evaluasi Fisik Sediaan Lip Cream Kombinasi Sari Umbi Bit (Beta Vulgaris L) Dan Sari Buah Naga Merah (Hylocereus Polyrhizus) Safira Dinnul Qayyimah; Zaenal Fanani; Muhammad Khudzaifi
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2718

Abstract

Lip cream merupakan jenis kosmetik yang digunakan untuk memberikan warna pada bibir. Salah satu jenis tanaman yang dapat memberikan pewarna alami yaitu ada pada umbi bit dan buah naga merah. Senyawa betasianin yang terdapat pada umbi bit dan senyawa antosianin yang ada pada buah naga merah merupakan zat-zat yang memberikan warna alami yang bisa dimanfaatkan untuk pembuatan sediaan lip cream. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui apakah formulasi sediaan lip cream berpengaruh terhadap evaluasi fisik sediaan lip cream kombinasi sari umbi bit dan sari buah naga merah. Pada penelitian ini menggunakan penelitian eksperimen laboratorium. Formulasi sediaan lip cream yang dibuat menggunakan variasi konsentrasi zat aktif sekaligus pewarna yaitu pada formulasi 1 menggunakan konsentrasi pewarna sari umbi bit sebanyak 5%, sari buah naga merah sebanyak 15%. Pada formulasi 2, sari umbi bit sebanyak 10% dan sari buah naga merah sebanyak 10%. Pada formulasi 3, sari umbi bit sebanyak 15% dan sari buah naga merah sebanyak 5%. Evaluasi fisik yang dilakukan meliputi, uji organoleptis, pH, homogenitas, daya oles, daya lekat, daya sebar dan iritasi. Seluruh sediaan memiliki aroma vanilla, berbentuk semi padat, homogen dan memiliki daya oles baik, F1 berwarna pink, F2 berwarna pink muda, F3 berwarna coklat muda. Sediaan memiliki pH rata-rata 4,56 – 4,8, nilai daya sebar baik tidak lebih dari 7 cm, dan nilai daya lekat yang lebih dari >60 detik. Uji iritasi telah dilakukan pada responden dan tidak didapatkan tanda iritasi pada kulit responden. Berdasarkan hasil analisis statistik ANOVA One Way terdapat perbedaan signifikan antar formula terhadap nilai uji daya lekat dengan nilai signifikansi <0,001, tetapi tidak dengan nilai pH dan daya sebar dengan nilai signifikansi >0,05. Pada ketiga formula sediaan lip cream yang telah berhasil dibuat dan melalui tahapan evaluasi fisik menunjukkan hasil bahwa sediaan sesuai persyaratan baik.
Implementasi Pendidikan Karakter Kejujuran, Tanggung Jawab, Dan Peduli Lingkungan Melalui Mata Pelajaran Pjok di SD Negeri Patengan Robby Indra Maulana S.; Dian Permana; Agung Praseptiana Putra; Ai Faridah
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.2719

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi pendidikan karakter kejujuran, tanggung jawab, dan peduli lingkungan melalui mata pelajaran PJOK di SD Negeri Patengan. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan angket. Subjek penelitian terdiri dari guru PJOK, guru kelas, kepala sekolah, dan siswa kelas II. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pendidikan karakter telah berjalan dengan baik. Hal ini ditunjukkan melalui pembiasaan positif seperti bersalaman dengan guru, menjaga kebersihan, disiplin, dan sikap sportif. Hasil angket menunjukkan bahwa 84,4% siswa menunjukkan sikap karakter dalam kategori sangat baik dan 15,6% dalam kategori baik. Uji validitas dan reliabilitas angket menunjukkan hasil yang valid dan reliabel. Dengan demikian, mata pelajaran PJOK memiliki peran signifikan dalam pembentukan karakter siswa.
Studi Variasi Lama Fermentasi terhadap Mutu Fisikokimia dan Organoleptik Kombucha Sari Kulit Jeruk Lemon (Citrus limon L.) Nurul Maulidah; Muh.Aniar Hari Swasono
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2725

Abstract

Kombucha merupakan minuman fermentasi yang tengah populer karena memiliki manfaat fungsional bagi kesehatan, seperti membantu mengontrol diabetes, meningkatkan fungsi hati dan pankreas, serta memperbaiki kualitas tidur. Kombucha diproduksi melalui fermentasi larutan gula oleh mikroorganisme dalam SCOBY (Symbiotic Culture of Bacteria and Yeast) yang terdiri dari bakteri asam asetat, bakteri asam laktat, dan berbagai jenis ragi. Seiring berkembangnya inovasi, bahan baku kombucha tidak lagi terbatas pada teh, melainkan dikombinasikan dengan berbagai sumber alami, termasuk buah, sayuran, dan kulit buah. Kulit jeruk lemon (Citrus limon L.) merupakan salah satu limbah pertanian yang memiliki potensi sebagai bahan fermentasi karena mengandung senyawa bioaktif seperti flavonoid, alkaloid, tanin, dan saponin yang bersifat antibakteri dan antioksidan.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh lama fermentasi terhadap sifat fisikokimia dan organoleptik kombucha berbahan dasar sari kulit jeruk lemon (Citrus limon L.). Kombucha difermentasi dengan variasi waktu selama 5, 7, 9, 11, 13, dan 15 hari. Parameter yang diamati meliputi pH, aktivitas antioksidan (IC₅₀), kadar vitamin C, viskositas, dan uji organoleptik (aroma, warna, dan rasa). Hasil penelitian menunjukkan bahwa lama fermentasi berpengaruh signifikan terhadap penurunan nilai pH dan viskositas, serta fluktuasi kadar vitamin C dan aktivitas antioksidan. Uji organoleptik menunjukkan preferensi panelis tertinggi terhadap aroma, warna, dan rasa pada fermentasi hari ke-9. Perlakuan terbaik diperoleh pada fermentasi hari ke-9 (F4) dengan nilai pH 3,52, aktivitas antioksidan 73,93 ppm, vitamin C 7,14 mg/mL, dan viskositas 4,90 mPas. Penelitian ini menunjukkan bahwa fermentasi selama 9 hari merupakan waktu optimal untuk menghasilkan kombucha sari kulit jeruk lemon dengan kualitas fisikokimia dan sensorik yang baik. Kata Kunci: Kombucha, kulit jeruk lemon, lama fermentasi, sifat fisikokimia, organoleptik
Pengembangan Bubur Mp-Asi Instan Berbasis Tepung Tempe (Glycine max L.) Dan Tepung Jagung (Zea mays L.) Ditinjau Dari Karakteristik Fisikokimia khilda amaliyah; Muh Aniar Hari Swasono
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2726

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh substitusi tepung tempe (Glycine max L.) dan tepung jagung (Zea mays L.) terhadap karakteristik kimia dan organoleptik bubur MP-ASI instan. MP-ASI instan merupakan alternatif makanan pendamping ASI yang praktis dan bergizi, khususnya untuk mengatasi masalah stunting pada balita. Pemanfaatan bahan lokal seperti tempe yang kaya protein nabati dan jagung yang tinggi karbohidrat diharapkan dapat meningkatkan kualitas gizi dan daya terima produk. Penelitian ini menggunakan lima formulasi dengan perbandingan berbeda antara tepung tempe dan tepung jagung, yaitu F0 (25:29), F1 (30:24), F2 (20:34), F3 (35:19), dan F4 (15:39). Analisis dilakukan terhadap karakteristik kimia (kadar air, abu, lemak, dan protein) serta uji organoleptik (rasa, aroma, warna, dan tekstur) pada dua bentuk produk, yaitu bubuk instan dan bubur hasil seduhan. Hasil analisis kimia menunjukkan bahwa kandungan gizi dipengaruhi oleh proporsi bahan. Formulasi F4 memiliki kadar protein tertinggi (19,05%) dan kadar lemak tertinggi (11,30%), sedangkan kadar air terendah juga dimiliki oleh F4 (3,63%). Kandungan abu tertinggi juga ditemukan pada F4 (2,39%), menunjukkan kestabilan unsur mineral. F1 dan F3 memiliki kandungan gizi yang seimbang dan stabil, menjadikannya unggul dalam uji organoleptik. Pada aspek tekstur, F1 dan F4 memperoleh skor tertinggi dalam bentuk bubur karena teksturnya lembut, mudah larut, dan sesuai dengan kebutuhan bayi. F0 unggul dalam bentuk bubuk karena menghasilkan serbuk halus yang tidak menggumpal. Dari segi aroma, F3 paling disukai baik dalam bentuk bubuk maupun bubur karena memiliki aroma netral dan tidak menyengat, sementara F4 cenderung memiliki aroma fermentatif yang kurang disukai. Aspek rasa menunjukkan bahwa F1 memperoleh skor tertinggi setelah diseduh (4,32), diikuti F3 (4,28), karena kombinasi rasa manis alami dari jagung dan rasa gurih dari protein terhidrolisis tempe. Sebaliknya, F4 memiliki skor terendah karena dominasi rasa asam dan pahit akibat senyawa fermentatif. Warna bubur terbaik terdapat pada F1 (3,96) karena warna kuning cerah dari pigmen karotenoid jagung, yang menarik secara visual dan diasosiasikan dengan makanan sehat. Meskipun tidak semua perbedaan antar perlakuan signifikan secara statistik, kecenderungan data menunjukkan preferensi panelis terhadap formulasi tertentu. Penentuan perlakuan terbaik dilakukan menggunakan metode De Garmo dengan pembobotan aspek kimia dan sensorik. Hasilnya menunjukkan bahwa F4 merupakan perlakuan terbaik dengan nilai bobot tertinggi (0,666), diikuti F2 dan F1. Keunggulan F4 berasal dari tingginya kadar protein dan tekstur yang baik dalam bentuk bubur, meskipun memiliki kekurangan pada aspek aroma. Penelitian ini menunjukkan bahwa formulasi yang tepat dari bahan lokal seperti tepung tempe dan tepung jagung dapat menghasilkan produk MP-ASI instan yang bergizi, aman dikonsumsi, serta disukai oleh konsumen, sehingga berpotensi menjadi alternatif solusi pangan dalam pencegahan stunting pada anak balita.
Optimalisasi Peran Kader KB Dalam Edukasi KB Pascasalin Asdewi Asdewi; Zamli Zamli
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.2731

Abstract

Latar Belakang: Keluarga Berencana (KB) pascasalin berperan penting dalam menurunkan angka kehamilan yang tidak direncanakan serta meningkatkan kesehatan ibu dan anak. Di Kabupaten Banggai Laut, cakupan kontrasepsi pascasalin masih rendah akibat keterbatasan pengetahuan ibu dan rendahnya kompetensi kader dalam memberikan edukasi. Tujuan: Meningkatkan kapasitas kader KB dalam memberikan penyuluhan kontrasepsi pascasalin serta memperluas jangkauan edukasi kepada masyarakat. Metode: Kegiatan dilaksanakan pada 20–22 Juli 2025 di Kecamatan Banggai, melibatkan 25 kader KB, 5 penyuluh lapangan (PKB/PLKB), 20 ibu anak usia dini, dan 4 ibu pascasalin. Metode pelaksanaan mencakup pelatihan kader, penyuluhan komunitas, dan edukasi interpersonal di ruang nifas dengan pendekatan edukatif-partisipatif serta pendampingan lapangan. Hasil: Pengetahuan kader tentang KB pascasalin meningkat dari 28% menjadi 92%, sedangkan kemampuan menjelaskan jenis kontrasepsi meningkat dari 24% menjadi 88%. Edukasi kepada ibu sasaran meningkatkan pemahaman mereka dari 30% menjadi 85%. Pembahasan: Peningkatan signifikan pada pengetahuan dan keterampilan kader menunjukkan efektivitas pelatihan berbasis komunitas yang disertai pendampingan intensif. Kegiatan ini juga mendorong kolaborasi antara kader, institusi kesehatan, dan perguruan tinggi dalam mendukung program nasional KB pascasalin. Kesimpulan: Pelatihan komunitas dan pendampingan intensif terbukti efektif dalam meningkatkan kompetensi kader dan kesadaran masyarakat mengenai kontrasepsi pascasalin, serta dapat menjadi model intervensi yang direplikasi di wilayah lain.