cover
Contact Name
Putri Asilestari
Contact Email
putriasilestari89@gmail.com
Phone
+6282316807980
Journal Mail Official
joecyup@gmail.com
Editorial Address
Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Journal of Innovative and Creativity
ISSN : 2962570X     EISSN : 2776771X     DOI : https://doi.org/10.31004/joecy
Core Subject : Education, Social,
Journal of Innovative and Creatifity (JOECY) publishes research articles in the field of education which report empirical research on topics that are significant across educational contexts, in terms of design and findings. The topic could be in curriculum, teaching learning, evaluation, quality education, management, and education technology. Papers which contain in-depth critical literature reviews of research on specific educational topics are also welcomed.
Articles 6,612 Documents
Penyalahgunaan Oleh Pejabat Tun Melalui Susunan, Kedudukan, Dan Wewenang PTUN Kasus PTUN Jakarta No. 604/G/2023/PTUN.JKT Hardiana Puspitasari; Dewi Mutiara; Arina Syahla; Felita Fitriana
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5445

Abstract

Penelitian ini membahas dugaan penyalahgunaan kewenangan oleh pejabat Mahkamah Konstitusi dalam penerbitan Keputusan MK Nomor 17 Tahun 2023, yang kemudian menjadi objek sengketa dalam perkara PTUN Jakarta No. 604/G/2023/PTUN.JKT. Melalui metode penelitian hukum normatif, kajian ini menelaah norma, asas, serta ketentuan hukum administrasi negara yang mengatur kewenangan pejabat tata usaha negara dan mekanisme pengawasan melalui Peradilan Tata Usaha Negara (PTUN). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dugaan penyalahgunaan kewenangan terlihat dari penerbitan keputusan oleh pejabat yang tidak tepat, tidak adanya pencabutan keputusan sebelumnya, serta penggunaan dasar hukum etik yang tidak sesuai untuk tindakan administratif. Kajian ini juga menegaskan bahwa susunan, kedudukan, dan kewenangan PTUN memberi ruang bagi pengujian setiap keputusan administratif, termasuk tindakan lembaga tinggi negara, selama tindakan tersebut tidak berkaitan dengan fungsi judisialnya. Temuan penelitian mempertegas pentingnya PTUN sebagai mekanisme kontrol terhadap tindakan administrasi negara untuk menjaga kepastian hukum dan mencegah tindakan sewenang-wenang.
Sinkronisasi Kedudukan Hukum Non-Eksekutif sebagai Tergugat Sengketa TUN: Konflik Norma UU No. 51 Tahun 2009 dan UU Administrasi Pemerintahan Auliya Okta Rahmadhani; Nabil Ihtisham; Pangestu Yoga Asrof; Rabbani Halomoan Rambe
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5446

Abstract

Penelitian ini menganalisis ketidaksesuaian normatif antara UU No. 51 Tahun 2009 tentang PTUN dan UU No. 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan (UUAP). Konflik utamanya adalah perluasan definisi subjek yang dapat digugat. UUAP memperluas definisi Keputusan Tata Usaha Negara (KTUN) dan Pejabat Pemerintahan yang dapat digugat, termasuk lembaga non-eksekutif seperti komisi negara. Namun, UU PTUN masih menggunakan pendekatan struktural yang sempit, membatasi tergugat hanya pada pejabat eksekutif. Ketidaksesuaian ini menciptakan kekosongan hukum (judicial gap) dalam proses peradilan. Untuk memastikan perlindungan hukum melalui PTUN berjalan efektif, penelitian ini mengusulkan sinkronisasi penafsiran melalui model tafsir progresif-ekspansif. Metode yuridis normatif digunakan untuk merekomendasikan model ini. Tafsir ini menuntut hakim PTUN melihat UUAP sebagai dasar penafsiran baru, sehingga istilah "Pejabat Tata Usaha Negara" (Pasal 1 angka 10 UU PTUN) ditafsirkan secara fungsional. Penafsiran fungsional berarti siapa pun yang menjalankan fungsi administrasi pemerintahan harus dapat digugat, terlepas dari struktur lembaga (eksekutif, legislatif, atau yudikatif). Penafsiran progresif ini penting untuk menjamin akuntabilitas publik dan perluasan akses keadilan warga negara. Untuk konsistensi, Mahkamah Agung (MA) perlu mengeluarkan Peraturan Mahkamah Agung (PERMA) sebagai pedoman tunggal yang mengikat hakim PTUN untuk menganut tafsir fungsional UUAP.
Pengaruh Motivasi Dan Kompensasi Terhadap Kinerja Karyawan Toko Roti Gembong Pinggiran Farhan Andira
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5448

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh motivasi dan kompensasi terhadap kinerja karyawan di Toko Roti Gembong Pinggiran, sebuah usaha mikro kecil yang bergerak di bidang produksi roti. Penelitian dilatarbelakangi oleh permasalahan motivasi kerja yang fluktuatif, kompensasi yang dianggap belum memadai, serta kinerja yang tidak konsisten terutama pada jam-jam sibuk. Metode penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik sensus terhadap seluruh populasi sebanyak 30 karyawan. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner dengan skala Likert, kemudian dianalisis menggunakan uji validitas, reliabilitas, asumsi klasik, regresi linier berganda, serta uji t dan uji F. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan, kompensasi berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan, dan motivasi serta kompensasi secara simultan berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan. Temuan ini menegaskan pentingnya peningkatan motivasi dan penyempurnaan sistem kompensasi untuk meningkatkan kinerja karyawan di industri roti lokal.
Analisis Kepuasan Konsumen terhadap Penggunaan DANA untuk Transaksi Digital di Kalangan Mahasiswa Zulfa Al Dina; Cantika Meta Sari Kinanti; Desy Listiyaningrum; Dinda Shabrina Aini; Shalina Niswa Ayyanus Saqi; Joko Tri Nugraha
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Perkembangan teknologi di era digital telah membawa perubahan dalam sistem pembayaran masyarakat dari tunai menjadi non tunai, termasuk melalui penggunaan dompet digital (e-wallet) seperti DANA. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat kepuasan mahasiswa terhadap penggunaan aplikasi DANA sebagai alat transaksi digital di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Tidar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan penyebaran kuesioner berskala likert 5 poin sebagai instrumen utama kepada 86 responden yang dipilih melalui teknik simple random sampling. Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dengan bantuan program IBM SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas mahasiswa merasa puas menggunakan aplikasi DANA karena kemudahan, kenyamanan hingga kecepatan transaksi yang ditawarkan. Sebagian besar responden menganggap DANA sebagai pilihan e-wallet terbaik dan sesuai dengan kebutuhan mereka sebagai mahasiswa. Faktor-faktor yang paling mempengaruhi kepuasan pengguna meliputi kemudahan akses, keandalan sistem, serta pengalaman pengguna yang menyenangkan. Meskipun demikian, sebagian kecil responden mengeluhkan fitur tertentu yang tidak berfungsi secara optimal serta masih terdapat keraguan terhadap keamanan aplikasi. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi masukan bagi pengembang aplikasi DANA untuk meningkatkan kualitas layanan, terutama dalam aspek keandalan sistem dan responsivitas fitur. Penelitian selanjutnya disarankan untuk melibatkan responden dengan latar belakang lebih beragam dan menggunakan metode yang berbeda untuk memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi kepuasan dan loyalitas pengguna e-wallet.
Analisis Peran Pendidikan Seks dalam Mengurangi Beban Ekonomi Akibat Masalah Kesehatan Reproduksi Remaja di Indonesia Aiska Nelavaiza; Silmi Khairunnisa; Rahma Aulia Putri; Nigaluh Salsabila; Fitri Amalia
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5455

Abstract

Masalah kesehatan reproduksi remaja di Indonesia, seperti kehamilan dini dan infeksi menular seksual (IMS), terus meningkat dan menimbulkan beban ekonomi melalui biaya perawatan serta hilangnya produktivitas akibat putus sekolah. Rendahnya pengetahuan reproduksi menjadi faktor utama. Pendidikan seks dipandang sebagai intervensi preventif yang dapat meningkatkan pemahaman, sikap, dan kemampuan remaja dalam mengambil keputusan sehat. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur untuk menganalisis efektivitas pendidikan seks dalam menurunkan risiko kesehatan reproduksi serta dampak ekonominya. Hasil menunjukkan bahwa pendidikan seks komprehensif mampu menekan angka perilaku seksual berisiko, kehamilan dini, dan IMS, sehingga menurunkan biaya kesehatan langsung maupun tidak langsung. Kendala implementasi masih terkait norma sosial, keterbatasan tenaga pendidik, dan kebijakan yang belum optimal. Penelitian ini menegaskan pentingnya penguatan kebijakan pendidikan seks sebagai investasi kesehatan dan ekonomi jangka panjang.
Strategi Guru dalam Menyesuaikan Pembelajaran dengan Transformasi Teknologi Salsya Fadila; Abdurrahmansyah Abdurrahmansyah
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5458

Abstract

Transformasi teknologi yang pesat dalam pendidikan menuntut guru mengadopsi strategi inovatif untuk menyesuaikan proses pembelajaran dengan perkembangan digital. Penelitian ini bertujuan menganalisis strategi guru dalam menyesuaikan pembelajaran dengan transformasi teknologi. Studi literatur sistematis dilakukan dengan menggunakan artikel yang dipublikasikan antara tahun 2015 hingga 2025, diambil dari Google Scholar, ResearchGate, SpringerLink, DOAJ, dan MDPI. Populasi terdiri atas artikel ilmiah nasional dan internasional yang membahas strategi guru, kompetensi digital, dan integrasi teknologi. Teknik purposive sampling dipilih sebanyak 20 artikel relevan. Data dianalisis menggunakan sintesis tematik untuk mengidentifikasi strategi pedagogis, tantangan, kompetensi digital, dan dampak terhadap efektivitas pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan guru menerapkan model TPACK, blended learning, dan media digital interaktif untuk meningkatkan keterampilan abad 21. Hambatan utama meliputi keterbatasan infrastruktur, rendahnya literasi digital, resistensi terhadap perubahan, dan dukungan kelembagaan yang tidak merata. Kesimpulannya, keberhasilan transformasi teknologi bergantung pada sinergi antara kompetensi individu guru dan ekosistem pendidikan yang mendukung. Rekomendasi termasuk pengembangan profesional berkelanjutan dan dukungan kebijakan kelembagaan untuk memperkuat integrasi digital dalam pendidikan
Pengembangan Instrumen Penilaian Sikap Spiritual dan Moral pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam Zamri Zamri; Rosmiati Rosmiati; Hasriyanti Mandalika Hasan; Sudarmin Sudarmin; Sutriana Sutriana; Sri Bulan
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5460

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengembangkan instrumen penilaian sikap spiritual dan moral dalam mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) dengan menggunakan pendekatan campuran (mixed methods). Pendekatan ini dipilih untuk mengintegrasikan kedalaman analisis kualitatif dan kekuatan pembuktian kuantitatif, sehingga menghasilkan instrumen yang komprehensif dan relevan dengan konteks pendidikan Indonesia. Model pengembangan ADDIE digunakan untuk memastikan setiap tahapan berjalan sistematis, dimulai dari analisis kebutuhan, perancangan indikator, pengembangan item instrumen, hingga implementasi dan evaluasi melalui uji coba lapangan. Data kualitatif diperoleh dari kajian literatur dan wawancara, sementara data kuantitatif dikumpulkan melalui survei menggunakan skala Likert terhadap 200 siswa SMA guna menguji validitas dan reliabilitas instrumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa instrumen yang dikembangkan memiliki validitas konstruk yang kuat dan reliabilitas internal yang tinggi, sehingga layak digunakan dalam praktik evaluasi pembelajaran. Analisis tematik dari data kualitatif menegaskan kesesuaian indikator dengan nilai-nilai spiritual dan moral dalam ajaran Islam, sementara analisis kuantitatif melalui uji CFA dan Cronbach’s alpha memperkuat keandalan setiap item. Integrasi temuan kualitatif dan kuantitatif memastikan instrumen ini mampu memberikan gambaran autentik mengenai perkembangan sikap peserta didik. Oleh karena itu, instrumen ini berpotensi menjadi alat evaluasi yang efektif bagi guru PAI dalam mengukur dan mengembangkan karakter spiritual serta moral siswa secara lebih terararh dan sistematis.
Analisis Peran Etika Profesi dalam Membangun Integritas dan Dampaknya terhadap Kinerja Profesional Dito Aditia Darma Nst; Beby Citra Andini; Fanny Dwi Cahya; Hayuri Maulana; Adinda Ramadhani; Siti Rahmah; Arief Nurhidayat
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5472

Abstract

Penelitian ini menganalisis peran etika profesi dalam membangun integritas dan dampaknya terhadap kinerja profesional. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan wawancara terhadap pegawai di berbagai divisi organisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman dan penerapan kode etik, seperti kejujuran, tanggung jawab, dan akuntabilitas, membentuk integritas yang berkontribusi pada peningkatan kinerja profesional. Lingkungan kerja yang mendukung, termasuk budaya organisasi dan pengawasan internal, memperkuat penerapan etika dan integritas. Penelitian ini menegaskan pentingnya etika profesi dan integritas sebagai landasan profesionalisme dan strategi peningkatan kinerja.
Pengaruh kualitas produk dan harga terhadap keputusan pembelian tepung segitiga biru di toko bahan kue diva tamin Malang Siti Soimah; Albert Gamot M
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5473

Abstract

Pengamatan dilakukan Untuk menyelidiki pengaruh kualitas dan harga tepung segitiga biru di toko bahan kue Diva Tamine di Malang serta faktor-faktor yang paling signifikan memengaruhi keputusan pembelian tepung segitiga biru. Metode yang digunakan yaitu kuantitatif dan kualitatif, yang kita ambil dari data primer dan sekunder, dimana jumlah responden sebanyak 36 orang. Metode menggunakan data kuesioner, serta menguraikannya menggunakan Uji Validitas, Reliabilitas, dan Analisis Regresi Linier Sederhana. Temuan pengamatan menghasilkan pertama Hasil analisis regresi linier berganda parsial membuktikan bahwa harga memiliki berpengaruh terhadap keputusan pembelian tepung segitiga biru di toko diva. Penemuan analisis regresi linier berganda parsial membuktikan bahwa kualitas produk tidak ada pengaruh signifikan terhadap pilihan pembelian tepung segitiga biru di toko bahan kue Diva Tamin.
Dimensi-Dimensi Kehidupan Masyarakat Yang Mempengaruhi Penyelenggaraan Pendidikan Erly Zahara; Siti Sumartini; Firda Fadila Ghassani; Ziaulhak Ziaulhak; Muslim Muslim
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5475

Abstract

Tujuan dari makalah ini adalah untuk mengetahui dan memahami arti dari dimensi-dimensi kehidupan masyarakat yang mempengaruhi penyelenggaraan pendidikan dalam sebuah negara. Untuk mengetahui peran serta masyarakat dalam meningkatkan mutu pendidikan yang menjadi tanggung jawab hubungan sekolah antara pemerintah dan masyarakat agar tercipta mutu sekolah, karena pada dasarnya sekolah merupakan lembaga sosial yang tidak dapat dipisahkan dari dimensi-dimesi lingkungan masyarakat, begitu juga sebaliknya. Dengan mengetahui dimensi tersebut mambantu kita untuk dapat menyelenggarakan pendidikan, yang mana pendidikan merupakan proses sosial yang tidak dapat dipisahkan dari kehidupan masyarakat. Penyenggaraan pendidikan dipengaruhi oleh berbagai dimensi kehidupan sosial, budaya, ekonomi, politik dan agama yang berkembang dalam suatu komunitas. Dimensi sosial berhubungan dengan struktur dan pola interaksi masyarakat yang menentukan akses serta kesempatan belajar, saling berinteraksi, bekerjasama dalam membangun tatanan kehidupan lebih luas dalam bernegara. Membentuk sikap sosial dalam bekerjasama,solidaritas, displin dan kepedulian anatar sesama. Dimensi budaya mempengaruhi nilai, norma dan tradisi yang menjadi dasar pembentukan kurikulum maupun praktik pendidikan. Yang diharapkan menjadi identitas suatu masyarakat dan memengaruhi pola pikir, perilaku serta cara pandang terhadap kehidupan selama pendidikan itu berlangsung untuk kemudian diterapkan dalam kehidupan bernegara.melestarikan budaya lokalsekaligus membentuk sikap toleran terhadap keberagaman budaya di suatu negara. Dimensi ekonomi berkaitan dengan kemampuan masyarakat dalam mendukung sarana, prasarana, serta pembiayaan pendidikan. Aspek kehidupan yang berhubungan dengan pemenuhan kebutuhan masyarakat yang berkaitan dengan kesejahteraan warga sekolah dalam penyelenggaraan membelajaran dilingkungan pendidikan itu berlangsung karena ketersedian fasilitas, kualitas guru dan akses pendidikan sangat dipengaruhi kondisi ekonomi masyarakat. Dimensi politik berperan melalui kebijakan pemerintah dalam mengambil keputusan serta kebijakan publik sehingga tercapai keteraturan, keadilan dan kesejahteraan dalam mengatur sistem pendidikan. Pemerintah menerapkan kebijakan Pendidikan Nasional, Kurikulum, Anggaran Pendidikan dan regulasi penyelengaraan Pendidikan. Dimensi Agama akan memberikan landasan moral dan etika dalam proses pembelajaran. Menanamkan nilai- nilai positif dan akhlak agar peserta didikan berkarakter serta memiliki integritas spiritual yang baik.Dimensi ini menjadi pedoman moral dalam kehidupan bermasyarakat sekaligus memengaruhi pola pikir, sikap dan perilaku individu maupun kelompok. Kajian ini menegaskan bahwa pendidikan tidak berdiri sendiri, melainkan dipengaruhi oleh dinamika masyarakat. Oleh karena itu, pemahaman terhadap dimensi-dimensi tersebut sangat penting untuk mewujudkan pendidikan yang relevan, berkualitas, dan mampu menjawab kebutuhan zaman.