cover
Contact Name
Putri Asilestari
Contact Email
putriasilestari89@gmail.com
Phone
+6282316807980
Journal Mail Official
joecyup@gmail.com
Editorial Address
Jalan Tuanku Tambusai 23 Bangkinang, Kampar, Riau, Indonesia Pos Code 28411 Telp. 0762 21677
Location
Kab. kampar,
Riau
INDONESIA
Journal of Innovative and Creativity
ISSN : 2962570X     EISSN : 2776771X     DOI : https://doi.org/10.31004/joecy
Core Subject : Education, Social,
Journal of Innovative and Creatifity (JOECY) publishes research articles in the field of education which report empirical research on topics that are significant across educational contexts, in terms of design and findings. The topic could be in curriculum, teaching learning, evaluation, quality education, management, and education technology. Papers which contain in-depth critical literature reviews of research on specific educational topics are also welcomed.
Articles 6,421 Documents
Development of Gen Z Participatory Communication Models in the Digital Information Crisis Didi Permadi; Diryo Suparto; Nabila Sofia A; Wulan Dwi H
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5418

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model komunikasi partisipatif Generasi Z dalam menghadapi krisis informasi digital yang semakin kompleks akibat derasnya arus misinformasi dan hoaks di media sosial. Urgensi penelitian ini berangkat dari lemahnya mekanisme literasi digital, terbatasnya partisipasi kritis generasi muda dalam proses verifikasi informasi, serta minimnya model komunikasi yang responsif terhadap dinamika partisipasi digital. Pendekatan penelitian menggunakan metode deskriptif kualitatif melalui wawancara mendalam terhadap sepuluh informan yang mewakili komunitas Gen Z aktif di berbagai platform digital. Data dianalisis menggunakan perangkat lunak NVivo untuk menelusuri tema-tema utama, mengidentifikasi pola hubungan antarkategori, serta membangun konstruksi teoretik secara induktif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa partisipasi digital Generasi Z tidak hanya bersifat aktif dan kolaboratif, tetapi juga reflektif, yang tercermin dalam tiga dimensi utama: refleksi pribadi dan emosional, kesadaran digital, dan etika komunikasi di ruang publik virtual. Dimensi-dimensi ini menandai pergeseran pola partisipasi dari perilaku reaktif menuju keterlibatan sadar dan bertanggung jawab. Kebaruan penelitian ini terletak pada formulasi model komunikasi partisipatif reflektif, yang memperluas paradigma partisipatif klasik dengan menambahkan elemen kesadaran diri, refleksi kritis, dan tanggung jawab etis dalam praktik komunikasi digital.
Development and Nutritional Evaluation of Kepok Banana Corm Flour Cookies as a Local Functional Food Product Friedrich Andrew Saputra; Telly F.S. Tangkere; Henny N. Tambingon
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5419

Abstract

This study aimed to develop cookies made from kepok banana corm flour as a functional food product that supports local food diversification and the utilization of underused agricultural resources. The research sought to process banana corm into flour, formulate Good Time FAS cookies, analyze their nutritional content, and evaluate their sensory acceptability. Materials and methods included the production of banana corm flour through peeling, slicing, lime-water soaking, oven drying at controlled temperature, milling, and sieving. The cookie formulation underwent iterative refinement before being tested through laboratory-based nutritional analysis and a hedonic organoleptic evaluation involving thirteen panelists. The results showed that banana corm flour produced a fine, stable powder suitable for baking, and the formulated cookies exhibited nutritional values of 36.65% carbohydrates, 3.92% protein, 29.82% fat, and 14.50% crude fiber. These values demonstrate the flour’s capacity to enhance fiber content compared to wheat-based cookies. Sensory evaluation revealed strong consumer acceptance, with high preference ratings for texture, taste, color, and aroma, indicating that the partial substitution of wheat flour with banana corm flour did not diminish hedonic quality. The findings confirm that banana corm flour can be effectively incorporated into cookie products, contributing to the development of nutrient-rich, locally sourced snacks while providing a sustainable alternative to imported wheat flour. The study highlights the potential of banana corm as a value-added ingredient and encourages further product development and optimization.
Pengaruh Persepsi Risiko, Persepsi Nilai, dan Kesediaan Membayar Terhadap Keputusan Pembelian BEV Nyoman Dewi Pitaloka Cahyadi; Putu Ayu Trisna Febrianty; Ni Putu Dera Yanthi
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5423

Abstract

Adanya perkembangan teknologi menyebabkan peralihan dari mobil konvensional ke mobil elektrik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh persepsi risiko, persepsi nilai, dan kesediaan membayar terhadap keputusan pembelian mobil EV. Penelitian ini menggunakan metode analisis regresi linier bergada dan memperoleh hasil penelitian bahwa persepsi risiko, persepsi nilai, dan kesediaan membayar secara parsial memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap keputusan pembelian. Persepsi risiko, persepsi nilai, dan kesediaan membayar secara simultan mempengaruhi keputusan pembelian.
Analisis Kualitas Layanan Administrasi Kependudukan melalui Aplikasi Moci Legit Menggunakan Model E-Government Quality (E-GovQual) dan Importance Performance Analysis (IPA) Sebagai Inovasi Layanan Publik Berkelanjutan Dede Yusuf Saepudin; Izzatusholekha Izzatusholekha
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5424

Abstract

Penelitian ini menganalisis kualitas layanan administrasi kependudukan melalui Aplikasi Moci Legit sebagai inovasi layanan publik digital menggunakan model E-Government Quality (E-GovQual) dan metode Importance Performance Analysis (IPA). Model E-GovQual mencakup enam dimensi, yaitu kemudahan penggunaan, kepercayaan, fungsi dan interaksi formulir, keandalan, isi dan tampilan informasi, serta dukungan warga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara umum layanan Moci Legit telah memenuhi harapan pengguna dengan nilai rata-rata kepentingan 4,43 dan kinerja 4,30, di mana sebagian besar atribut berada pada Kuadran II (Pertahankan Prestasi). Namun, aspek dukungan warga seperti ketersediaan bantuan (helpdesk), panduan FAQ, dan dukungan teknis perlu ditingkatkan karena berada pada Kuadran I (Prioritas Utama). Secara keseluruhan, Moci Legit mencerminkan implementasi e-government yang efektif dalam meningkatkan efisiensi, transparansi, dan kualitas layanan publik berbasis digital secara berkelanjutan.
ANALISIS PERAN GURU DALAM MENINGKATKAN KEDISIPLINAN SISWA DI SDN 18 LIMBOTO Nabila Baguna; Lia Nurhayati; Yusraningsih H. Pongoliu
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5427

Abstract

This study aims to analyze the role of teachers in improving student discipline at SDN 18 Limboto. The research method used is qualitative research with a descriptive approach. Data collection techniques include observation, interviews, and documentation, while data analysis techniques used are data reduction, data presentation, and data verification. The results of the study indicate that: (1) Teachers have a strategic role in shaping student discipline through various learning strategies and school rules. (2) SDN 18 Limboto has implemented a discipline program based on school rules with a violation point system and rewards. (3) Teachers use habituation and role model methods in improving student discipline. (4) Obstacles faced in improving student discipline include low student awareness, environmental influences, and lack of consistent supervision. (5) To overcome these obstacles, teachers apply motivational strategies, provide examples, and routine evaluations of student behavior. (6) The implementation of good discipline contributes to improving the quality of classroom learning and a more conducive school environment. This study is expected to be a reference for schools in developing strategies to improve student discipline and provide insight for educators in building an orderly and effective learning environment.
A Review: Production of Analog Rice from Mocaf and Soybean-Based Flours for Food Diversification Aam Sahal Mushoffi; Heny Kusumayanti
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5428

Abstract

Rice is the main staple food for most populations, leading to high consumption rates and dependency on a single food source. Developing analog rice from local and sustainable ingredients is an effective approach to promote food diversification and reduce reliance on conventional rice. This review examines the production of analog rice using Modified Cassava Flour (Mocaf) and soybean flour as complementary materials. Mocaf provides carbohydrates and a suitable starch matrix, while soybean flour enhances protein, fiber, and nutrient content. The extrusion process is commonly applied due to its efficiency in blending, gelatinization, and shaping. Previous studies indicate that analog rice made from mocaf–soybean blends has higher protein content (8–12%), balanced moisture levels, and a lower glycemic index compared to white rice. These characteristics highlight the potential of mocaf–soybean analog rice as a functional and nutritious food that supports food diversification and contributes to nutritional improvement.
Tindak Pidana Pencurian Dengan Kekerasan Yang Dilakukan Oleh Anak Fathiya Septiana
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5431

Abstract

Salah satu tindak pidana yang bisa melibatkan anak adalah tindak pidana pencurian. Berdasarkan KUHP Pasal 362 Ayat (1) pencurian adalah barang siapa mengambil barang sesuatu, yang seluruhnya atau sebagian kepunyaan oranglain, dengan maksud untuk dimiliki secara melawan hukum, diancam karena pencurian, dengan pidana penjara paling lama lima tahun atau pidana denda paling banyak sembilan ratusrupiah. Permasalahnnya penerapan sanksi hukum bagi anak sebagai pelaku tindak pidana pencurian dengan kekerasan? Dan Bagaimana sistem peradilan pidana anaka sebagai pelaku tindak pidana pencurian dengan kekerasan berbasis prinsip keadilan restoratif?. Dalam penelitian ini, jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian hukum normatif/penelitian hukum yuridis normatif. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa hakim dalam menjatuhkan sanksi pidana terhadap Anak yang melakukan tindak pidana pencurian dengan pemberatan telah berpedoman pada Kitab Undang-Undang Hukum Pidana dan Undang-Undang Nomor 11 tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak. Hakim dalam menjatuhkan putusan Nomor x/Pid.Sus.Anak/x/PN Pya dan pada Putusan Nomor 8/Pid.Sus-Anak/2019/PN Pkb dirasa sudah sesuai, dalam hal ini hakim mengutamakan unsur keadilan dimana terdakwa merupakan seorang anak dan Sistem peradilan pidana anak di Indonesia telah mengalami pergeseran paradigma dari pendekatan retributif menuju pendekatan restoratif, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak. Pendekatan ini menekankan penyelesaian perkara melalui proses pemulihan, dialog, dan kesepakatan antara anak pelaku, korban, dan masyarakat.
Analisis Regulasi Penggunaan QRIS sebagai Kanal Pembayaran UMKM dalam Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Digital Maria Ulfa; Juwita maisyarah; Norparadina Norparadina; Nurmaini Nurmaini; Joni hendra
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5433

Abstract

Transformasi digital dalam sistem pembayaran menjadi prioritas nasional untuk meningkatkan efisiensi transaksi dan memperluas inklusi keuangan, terutama pada sektor UMKM yang merupakan pilar utama perekonomian Indonesia. Meskipun memiliki manfaat besar, implementasi QRIS sebagai kanal pembayaran digital masih menghadapi kendala regulasi, teknis, serta rendahnya literasi keuangan digital. Penelitian ini bertujuan menganalisis regulasi penggunaan QRIS dan menilai efektivitas penerapannya terhadap aktivitas UMKM dalam mendukung pertumbuhan ekonomi digital. Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis normatif melalui studi literatur, analisis regulasi, serta wawancara dengan informan dari perbankan dan pelaku UMKM. Data dianalisis secara kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis untuk mengidentifikasi kesenjangan antara norma hukum dan praktik di lapangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa QRIS memberikan manfaat signifikan berupa percepatan transaksi, peningkatan keamanan pembayaran, serta kemudahan pencatatan keuangan. Namun, implementasi belum optimal akibat keterbatasan perangkat, ketidakterjangkauan jaringan internet, rendahnya literasi digital, serta inkonsistensi penerapan MDR oleh beberapa PJSP. Kebijakan MDR 2024 yang menetapkan tarif 0% bagi transaksi usaha mikro menjadi insentif penting, tetapi memerlukan pengawasan yang lebih kuat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan regulasi, peningkatan literasi digital, dan konsistensi implementasi adalah kunci untuk mengoptimalkan QRIS sebagai instrumen percepatan ekonomi digital yang inklusif dan berkelanjutan
Deskripsi Peran Guru Dalam Membina Sikap Religius Siswa Sdn 1 Telaga Biru Winda Farma Gana; Ansar Ansar; Thamrin Kum
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5434

Abstract

The purpose of this study is to examine the role of teachers in fostering religious attitudes among students at SDN 1 Telaga Biru. This study employed a descriptive qualitative method. Data were collected through observation, interviews, and documentation involving the Islamic Religious Education (PAI) teacher and the homeroom teachers of Grades IV and V. The findings indicate that teachers play three primary roles in cultivating students’ religious attitudes. First, as Mu’allim, teachers guide students by teaching religious values and integrating them into daily life. Second, as Mu’addib, teachers instill religious values by modeling exemplary behavior and serving as role models for their students. Third, as Mursyid, teachers provide continuous advice and reminders to encourage students to behave well and adhere to school rules. Overall, the study concludes that the development of students’ religious attitudes is carried out through three key approaches: habituation, exemplary behavior, and advisory guidance. It is recommended that efforts to foster students’ religious attitudes be carried out in collaboration with parents to ensure consistency between the school and home environment.
Perilaku Membaca dan Preferensi Buku Cetak sebagai Media SelfHealing di STIE Ciputra Makassar Muhammad Alfin Ramadhan; Nuriah Hasibuan; Dedy Hermawan; Andi Nur Khofifah Maghfirah M.
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 3 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i3.5438

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi fenomena perilaku membaca civitas academica STIE Ciputra Makassar yang mempertahankan preferensi buku cetak di era digital. Studi ini secara khusus menganalisis pergeseran motivasi membaca dan peran buku fisik sebagai media pemenuhan kebutuhan psikologis (self-healing) di tengah ekosistem kampus yang terdigitalisasi. Penelitian kualitatif ini menerapkan desain studi kasus untuk memahami konteks kehidupan nyata secara mendalam. Tujuh partisipan yang terdiri dari mahasiswa, dosen, dan staf dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur dan dianalisis menggunakan Thematic Analysis berbantuan perangkat lunak NVivo untuk proses koding dan kategorisasi tema. Hasil penelitian mengidentifikasi tiga tema utama. Pertama, motivasi membaca didominasi oleh kebutuhan psikologis untuk meredakan stres dan kecemasan (overthinking), yang sering kali dilakukan sebagai ritual malam hari (nocturnal bibliotherapy). Kedua, ditemukan resistensi mutlak (100%) terhadap format e-book yang didorong oleh tuntutan pengalaman sensori (embodied reading) dan keinginan untuk jeda dari layar (sensory break). Ketiga, pola penemuan informasi bersifat hibrida, di mana algoritma media sosial (TikTok/Instagram) berfungsi memicu minat baca (digital discovery), namun konsumsi akhir tetap dilakukan secara fisik di perpustakaan (analogue consumption). Kesimpulan dalam penelitian ini adalah bahwa buku cetak berfungsi vital sebagai jangkar emosional (emotional anchor) bagi kesejahteraan mental mahasiswa (student well-being), bukan sekadar media informasi. Perpustakaan disarankan untuk mengadopsi kebijakan pengembangan koleksi yang humanis serta strategi promosi omnichannel yang mengintegrasikan tren konten digital dengan pengalaman fisik di ruang perpustakaan.