cover
Contact Name
Munawwir Hadwijaya
Contact Email
mr.awinwijaya@gmail.com
Phone
+6281333027167
Journal Mail Official
mr.awinwijaya@gmail.com
Editorial Address
Jl. Arjuno I/1172
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia
Published by ANFA MEDIATAMA
ISSN : -     EISSN : 29617693     DOI : https://doi.org/10.572349/relinesia
Core Subject : Religion,
Relinesia: Jurnal Studi Agama dan Multikulturalisme Indonesia diterbitkan dua kali setahun pada bulan Januari dan Juli, terdaftar dengan ISSN 2961-7693. Jurnal ini memfokuskan ruang lingkupnya pada isu-isu Agama di Indonesia dan Kajian Multikulturalisme. Jurnal ini menerbitkan penelitian empiris dan teoritis berkualitas tinggi yang mencakup semua aspek Agama dan Multikulturalisme Indonesia. Deradikalisasi Pendidikan Agama, Filsafat Pendidikan Agama, Kebijakan Pendidikan Agama, Gender dan Pendidikan Agama, Perbandingan Agama, dan Multikulturalisme.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 395 Documents
PENGERTIAN GANJARAN, TUJUAN GANJARAN DAN FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI BESARNYA GANJARAN Rafif, Fahmi Hauzan; Suhada , Suhada
Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia Vol. 3 No. 4 (2024): Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia
Publisher : Anfa Mediatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendalami konsep ganjaran dengan fokus pada pengertian ganjaran, tujuan ganjaran, dan faktor-faktor yang mempengaruhi besarnya ganjaran. Ganjaran merupakan suatu bentuk stimulus atau imbalan yang diberikan sebagai akibat dari perilaku tertentu. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki makna dari konsep ganjaran, mengidentifikasi tujuan-tujuan yang ingin dicapai melalui pemberian ganjaran, serta menganalisis faktor-faktor yang memiliki peran signifikan dalam menentukan besarnya ganjaran. Metode penelitian yang digunakan adalah studi literatur dan analisis konseptual untuk menggali pemahaman yang mendalam tentang ganjaran. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan kontribusi pada pemahaman umum mengenai konsep ganjaran, sekaligus menyoroti keberagaman tujuan ganjaran yang dapat dikejar melalui pemberian stimulus positif. Selain itu, penelitian ini juga akan mengidentifikasi faktor-faktor psikologis, sosial, dan ekonomi yang mempengaruhi besarnya ganjaran, memberikan pandangan yang komprehensif terkait dinamika kompleks yang melibatkan konsep ini. Temuan dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan baru bagi para praktisi, peneliti, dan pengambil kebijakan dalam merancang strategi ganjaran yang efektif, serta memperkaya literatur mengenai psikologi motivasi dan perilaku manusia.
INTEGRASI SPIRITUALITAS DAN PSIKOTERAPI DALAM KONSELING PASTORAL KRISTIANI BERDASARKAN ROMA 12:2 DAN PENDEKATAN HOLISTIK CLINEBELL Tanggana, Yurlianti; Serlina , Serlina; Tudang , Serlita; Sarampang , Lilis Sarong
Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia Vol. 3 No. 4 (2024): Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia
Publisher : Anfa Mediatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Konseling pastoral memiliki peran penting dalam menghadapi kompleksitas kehidupan modern. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi metode yang efektif dalam mengintegrasikan spiritualitas dan psikoterapi dalam konseling pastoral Kristiani, dengan berlandaskan pada Roma 12:2 dan pendekatan holistik Clinebell. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah studi literatur dengan mengkaji sumber-sumber pustaka yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi spiritualitas dan psikoterapi dalam konseling pastoral dapat memberikan pendekatan yang lebih komprehensif dalam membantu individu mencapai kesejahteraan mental dan spiritual. Metode praktis yang dapat diterapkan meliputi penggunaan intervensi berbasis Alkitab, integrasi disiplin spiritual klasik, dan penerapan wawasan psikologis dalam kerangka kerja spiritual. Meskipun terdapat tantangan dalam implementasi pendekatan integratif, seperti kebutuhan akan sensitivitas budaya dan pengembangan alat penilaian yang sesuai, pendekatan ini juga membuka peluang untuk inovasi dan pengembangan praktik konseling pastoral yang lebih holistik. Implikasi untuk penelitian selanjutnya meliputi pengembangan model konseling pastoral yang peka terhadap konteks Indonesia yang pluralistik serta studi empiris untuk mengevaluasi efektivitas intervensi spiritual-psikologis.
PERAN LAYANAN BIMBINGAN KONSELING DALAM PENGEMBANGAN KECERDASAN ANAK BERBAKAT DI SEKOLAH Pairunan, Eko Ganna; Febriyanti , Febriyanti; Pasalu, Resti; Silambi, Veronika; Sanggarya, Yunyaty
Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia Vol. 3 No. 4 (2024): Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia
Publisher : Anfa Mediatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji peran layanan bimbingan konseling dalam pengembangan kecerdasan anak berbakat di sekolah Kristen. Menggunakan metode studi pustaka, penelitian ini menganalisis literatur terkait untuk mengembangkan model layanan bimbingan konseling berbasis nilai Kristen yang terintegrasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa layanan bimbingan konseling memiliki peran vital dalam mendukung perkembangan holistik anak berbakat, mencakup aspek akademik, sosial-emosional, dan spiritual. Model yang diusulkan mengintegrasikan prinsip-prinsip iman Kristen dengan teori psikologi dan pendidikan kontemporer, serta strategi konseling yang disesuaikan dengan kebutuhan unik anak berbakat. Kolaborasi antara konselor, guru, dan orang tua menjadi kunci keberhasilan dalam menciptakan lingkungan belajar yang optimal. Dampak positif terlihat dari peningkatan prestasi akademik, kemampuan sosial, resiliensi emosional, dan pertumbuhan spiritual anak berbakat. Meskipun terdapat tantangan dalam implementasi, layanan bimbingan konseling yang efektif berperan penting dalam mempersiapkan anak berbakat menjadi individu yang unggul secara intelektual, emosional, dan spiritual, sejalan dengan visi pendidikan Kristen yang holistik dan transformatif.
Konsep Nafkah dan Kepemimpinan Dalam Rumah Tangga (Kajian Kitab Tafsir Tarjuman Al-Mustafid Karya Syekh Abdurrauf Al-Singkili) Bahauddin, Achmad
Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia Vol. 3 No. 4 (2024): Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia
Publisher : Anfa Mediatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tarjuman Al-Mustafid merupakan kitab Tafsir 30 juz pertama di Nusantara dan juga sebagai kitab tafsir Melayu petama, yang menjadi pedoman bagi rakyat Aceh pada masa itu. Kerajaan Aceh Darussalam berdiri pada tahun 1496-1903, berkuasa selama 407 tahun. Saikh Abdur Rauf As-Singkili sebagai Qadhi malik al’amin yang diangkat oleh sultanah pertama Sultanah Sri Ratu Tajul Alam Safiatuddin berdaulat pada tahun 1661. Syekh Abdur Rauf diangkat dan beri tanggung jawab sebagai Qadhi, penasehat, dan serta juru keagamaan kerajaan. Bagaimana pemikiran beliau dalam kitab tafsirnya Tarjuman Al-Mustafid. Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui konsep Nafkah dan Kepemimpinan dalam Rumah Tangga menurut Abdur Rauf As-Singkili. Setelah terjadinya janji suci pernikahan (Ijab Qobul) tentu seorang suami mendapatkan hak dan kewajiban yang harus dan akan dipenuhi didalam rumah tangganya, diantaranya adalah kewajiban untuk menjadi kepala rumah tangga dengan menjaga istri dan anaknya kelak, juga tidak lepas dengan kewajibannya dalam memberikan nafkah kepada anak dan istrinya. Kewajiban dalam pemberian nafkah tersebut telah terpaparkan al-Quran, diantaranya terdapat dalam Surat An-Nisa ayat (34), Ath-Thalaq ayat (6), Al-Baqarah ayat: 233, dan lainnya. Nafkah adalah sebuah kewajiban yang harus dilakasanakan berupa pemberian materi terkait dengan kebutuhan pokok baik suami terhadap istri dan bapak kepada anak ataupun keluarganya Disamping itu, meskipun nafkah adalah suatu kewajiban yang harus dipenuhi oleh suami kepada keluarganya, namun menyangkut jumlah kadar nafkahnya, harus terlebih dahulu melihat batas kemampuan si pemberi nafkah agar terkesan tidak memberatkan.
Pemahaman Konsep Pluralisme dan Toleransi terhadap Implementasi Kajian Kerukunan Antar Umat Beragama Septyadini, Kezya Revalina; Nohara , Nova Amalia; Dewi , Syahrany Putri; Zafara , Yudika Mutiara; Ghozali , Imam
Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia Vol. 3 No. 4 (2024): Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia
Publisher : Anfa Mediatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini berfokus pada pengamatan terhadap tingkah laku masyarakat Indonesia saat ini, bahwa Indonesia sebagai negara kepulauan dengan keanekaragaman yang cukup tinggi, masih sering dihadapkan dengan gesekan kepentingan antar umat beragama yang berbeda. Gesekan ini dapat dipicu oleh berbagai faktor, entah didukung adanya sikap superioritas, mayoritas dominan, ataupun kepentingan-kepentingan fanatis. Jika tidak segera diberi penegasan mengenai tindak preventif yang harus dilakukan, rawan menghasilkan percikan konflik yang bisa memicu terjadinya disintegrasi. Maka, dengan adanya penelitian ini bertujuan untuk memberikan pemahaman mengenai urgentivitas perilaku saling menghargai yang kemudian diwujudkan dalam bentuk bagaimana tindak implementasi yang dapat dilakukan dalam kehidupan nyata dengan kondisi negara majemuk yang terdiri atas berbagai ruang lingkup diferensiasi. Pluralisme dalam ranah peran konstruktif sebagai sebuah pemahaman yang harus digaungkan, memberi makna mengenai pentingnya pengakuan bahwa kemajemukan memiliki atmosfer yang terdiri atas perbedaan latar belakang yang kaya. Pemahaman yang baik mengenai sikap pluralisme akan membawa pada inisiatif sikap toleransi dalam berbagai perbedaan, sikap saling menghargai dan menghormati individu atau kelompok lain yang berbeda dengan kita dalam upaya menciptakan kerukunan antar umat beragama. Metode penelitian yang digunakan adalah deksriptif berbasis pada studi kepustakaan dari sumber-sumber penelitian terdahulu. Pada penelitian yang dilakukan diperoleh hasil dan pembahasan bahwa diferensiasi yang ada sebagai efek yang ditimbulkan akibat negara majemuk bukan menjadi penghalang sebuah bangsa untuk bisa bersatu. Perbedaan yang ada merupakan sebuah seni yang menarik, maka bukan menjadi faktor pemicu sebuah lingkungan dari atmosfer yang berbeda-beda untuk terpecah belah, justru menjadi sebuah faktor pembangun menciptakan masyarakat yang bersatu-kesatuan dalam harmoni pancasila.
PNEUMATOLOGI PAULUS DALAM ROMA 8 1-17 DAN SIGNIFIKANSINYA TERHADAP PEMBENTUKAN KARAKTER KRISTIANI Allo, Melianti Kiding; Graise, Graise; Marampa, Erniati
Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia Vol. 3 No. 4 (2024): Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia
Publisher : Anfa Mediatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pneumatologi Paulus dalam Roma 8:1-17 dan signifikansinya terhadap pembentukan karakter Kristiani. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan analisis deskriptif terhadap teks Roma 8:1-17. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pneumatologi Paulus sangat erat kaitannya dengan pembentukan karakter orang percaya. Roh Kudus memerdekakan orang percaya dari hukum dosa dan maut, memimpin untuk hidup menurut Roh, menjadikan mereka sebagai anak-anak Allah dan ahli waris bersama Kristus. Melalui karya-Nya, Roh Kudus menguduskan orang percaya dan memampukan mereka untuk menghasilkan buah Roh sebagai karakter ilahi. Pemahaman pneumatologi Paulus memiliki implikasi signifikan dalam kehidupan gereja, seperti pengembangan program pemuridan yang berfokus pada pembentukan karakter, membangun komunitas yang saling melayani, kepemimpinan yang dipimpin Roh, dan memperlengkapi orang percaya sebagai saksi Kristus bagi dunia. Dengan menerapkan prinsip pneumatologi Paulus, gereja dapat menjadi komunitas yang membawa transformasi dalam masyarakat melalui karakter dan tindakan yang mencerminkan Kristus.
MODEL PENDIDIKAN TRANSFORMATIF BERDASARKAN TEOLOGI PEMBEBASAN GUSTAVO GUTIÉRREZ DAN AJARAN YESUS DALAM INJIL LUKAS Palute, Rili; Tangaguling, Serafin; Belopadang, Anna Regeris; Hesti, Friskilia; Rattealo, Iriani Susanti
Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia Vol. 3 No. 4 (2024): Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia
Publisher : Anfa Mediatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.572349/relinesia.v3i4.2307

Abstract

Penelitian ini mengkaji pengembangan model pendidikan transformatif berdasarkan Teologi Pembebasan Gustavo Gutiérrez dan ajaran Yesus dalam Injil Lukas. Melalui studi literatur, penelitian ini menganalisis integrasi prinsip-prinsip Teologi Pembebasan ke dalam model pendidikan, mengidentifikasi elemen-elemen ajaran Yesus yang mendukung pendidikan transformatif, dan mensintesiskan kedua konsep tersebut untuk membentuk model pendidikan yang holistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pendidikan transformatif yang diusulkan didasarkan pada prinsip-prinsip kontekstualitas, kritikalitas, praxis, inklusivitas, dan transformasi holistik. Model ini mencakup komponen-komponen seperti kurikulum integratif, metode pembelajaran partisipatif, pengalaman lapangan, refleksi kritis, pendidikan karakter, dan integrasi teknologi. Penelitian ini menyimpulkan bahwa sintesis antara Teologi Pembebasan dan ajaran Yesus berpotensi menghasilkan model pendidikan yang tidak hanya mentransmisikan pengetahuan, tetapi juga memberdayakan peserta didik untuk menjadi agen perubahan sosial.
REINTEGRASI HOSPITALITAS DALAM MISI GEREJA: TANTANGAN DAN PELUANG Novianti, Tinezia Brigita
Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia Vol. 3 No. 4 (2024): Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia
Publisher : Anfa Mediatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi urgensi reintegrasi hospitalitas dalam misi gereja kontemporer melalui tinjauan literatur yang komprehensif. Hospitalitas, sebagai kebajikan yang berakar dalam tradisi Kristen, menawarkan jalan untuk melampaui sekat-sekat perbedaan dan menciptakan ruang penerimaan serta penghormatan terhadap sesama. Namun, praktik hospitalitas dalam gereja modern telah mengalami pergeseran akibat faktor-faktor seperti individualisme, kemajuan teknologi, dan perubahan struktur sosial. Gereja dihadapkan pada tantangan internal, seperti kesenjangan antara idealisme dan realitas, bias gender dalam kepemimpinan, serta kesulitan mengakomodasi perbedaan generasi. Secara eksternal, gereja juga menghadapi dilema dalam menavigasi pluralitas agama dan pandangan dalam masyarakat yang semakin sekuler. Meskipun demikian, reintegrasi hospitalitas membuka peluang bagi gereja untuk memperkuat komunitas, menjadi saksi kasih Kristus, serta berkontribusi pada transformasi sosial. Melalui dialog antar iman, kerja sama lintas agama, pelayanan yang inklusif, serta advokasi bagi yang rentan, gereja dapat menjadi agen rekonsiliasi dan harmoni sosial. Penelitian ini menyimpulkan bahwa dengan menjadikan hospitalitas sebagai spiritualitas yang mewarnai seluruh aspek hidupnya, gereja dapat menjadi komunitas alternatif yang menawarkan visi dan harapan baru bagi dunia yang terluka.
LARANGAN BERBICARA TANPA ILMU (Analisis Penafsiran Sayyid Qutub Dalam Tafsir Fizilāli Al-Qurˋan Surat Al-Isra’:36) Hasibuan, Anwar Arif; Munandar, Munandar; Sahputra , Hery
Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia Vol. 3 No. 4 (2024): Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia
Publisher : Anfa Mediatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Skripsi ini membahas tentang larangan berbicara tanpa ilmu yang terkandung dalam surat Al-isra’: 36 melalui analisis sayyid Qutub dalam bukunya Tafsir Fi Ziilaili Al-qur’an, Permasalahan yang harus dijawab adalah bagaimana larangan yang terkandung dalam surat Al-isra’:36 dan apa pengertian larangan berbicara tanpa ilmu secara bahasa dan umum dan bagaimana pandangan Sayyid Qutub dalam menafsirkan ayat 36 surat Al-isra’ dan bagaimana pendapat ulama tafsir lain dalam menafsirkan ayat Al-isra’:36. Dalam penelitian ini penulis menggunakan metode tahlili, suatu metode tafsir yang bermaksud menjelaskan kandungan ayat-ayat al-Qur’an dan seluruh aspeknya. Artinya Mufassir mengikuti susunan ayat sesuai mushaf, mengemukakan arti kosakata, penjelasan arti global ayat, mengemukakan munasabah dan membahas sabab an-Nuzul, disertai Sunnah Rasul, pendapat sahabat, tabi’i dan pendapat penafsir itu sendiri. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, yaitu penelitian yang bersifat menggambarkan, dan menguraikan sesuatu hal menurut apa adanya atau karangan yang melukiskan sesuatu. Dan jenis penelitian ini library research (penelitian kepustakaan), yaitu mengambil pada semua jenis data yang berhubungan dengan penelitian baik berupa buku, jurnal, dan bahan-bahan tertulis lainnya. Hasil penilitian ini menunjukkan bahwa penafsiran sayyid Qutub dalam tafsir fizilali Alquran terhadap surat Al-isra’:36 dapatlah ditarik kesimpulan Larangan mengikuti yang tidak ada pengetahuan tentangnya, sayyid Qutb mengharuskan kita bersikaf klarifikatif dalam menerima berita, dan tuntunan tanggung jawab dan menjadikan ayat ini sebai metodologi ilmiah.
KONSEP KEPEMIMPINAN PENDETA DALAM MENGAJAR GAYA HIDUP SEDERHANA UNTUK MEMBANGUN SPIRITUALITAS IMAN JEMAAT DI GEREJA TORAJA JEMAAT KALEMBANG PADA MASA TRENDMODERN Paranta, Bezaleel B.; Ari, Ari; Five, Aris Two; Daga, Brigita Citra; Sosang, Daniel Salamba; Palle, Desi
Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia Vol. 3 No. 4 (2024): Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia
Publisher : Anfa Mediatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep kepemimpinan pendeta dalam mengajar gaya hidup sederhana untuk membangun spiritualitas iman jemaat di gereja toraja jemaat kalembang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yakni metode kualitatif yaitu melakukan observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan seorang pendeta memiliki peran penting dalam membangun spiritualitas iman jemaat, pendeta mampu menerapkan gaya hidup sederhana dalam kehidupannya baik dalam pelayanan dan dalam kehidupannya sehari-hari, mampu menjadi teladan yang dapat menjadi contoh oleh jemaatnya. Dengan demikian kepemimpinan seorang pendeta mampu memberikan dampak yang baik dalam membantu jemaat menerapkan gaya hidup yang sederhana dan juga membantu jemaat dalam membangun spiritualitas iman.