cover
Contact Name
Munawwir Hadwijaya
Contact Email
mr.awinwijaya@gmail.com
Phone
+6281333027167
Journal Mail Official
mr.awinwijaya@gmail.com
Editorial Address
Jl. Arjuno I/1172
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia
Published by ANFA MEDIATAMA
ISSN : -     EISSN : 29617693     DOI : https://doi.org/10.572349/relinesia
Core Subject : Religion,
Relinesia: Jurnal Studi Agama dan Multikulturalisme Indonesia diterbitkan dua kali setahun pada bulan Januari dan Juli, terdaftar dengan ISSN 2961-7693. Jurnal ini memfokuskan ruang lingkupnya pada isu-isu Agama di Indonesia dan Kajian Multikulturalisme. Jurnal ini menerbitkan penelitian empiris dan teoritis berkualitas tinggi yang mencakup semua aspek Agama dan Multikulturalisme Indonesia. Deradikalisasi Pendidikan Agama, Filsafat Pendidikan Agama, Kebijakan Pendidikan Agama, Gender dan Pendidikan Agama, Perbandingan Agama, dan Multikulturalisme.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 395 Documents
PELAYANAN HOLISTIK DI TENGAH GEMPURAN AI DALAM UPAYA GEREJA MELINDUNGI INTEGRITAS IMAN JEMAAT MELALUI PENDEKATAN MISI HOLISTIK DAVID BOSCH Kanan, Priska Wilda; Rinda, Rinda; Patulak, Hanastasya; Tangko, Yuliana Erna; Lince, Lince
Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia Vol. 3 No. 4 (2024): Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia
Publisher : Anfa Mediatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.572349/relinesia.v3i4.2214

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan merancang strategi pelayanan gereja yang holistik dan kontekstual dalam merespons perlawanan Artificial Intelligence (AI), dengan menggunakan pendekatan misi holistik David Bosch. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan studi kepustakaan, mengumpulkan dan menganalisis data dari berbagai sumber literatur dalam konteks Indonesia selama 10 tahun terakhir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sintesis teologis antara pemikiran Bosch dan realitas perkembangan AI menghasilkan beberapa prinsip kunci, yaitu integrasi proklamasi Injil dengan pelayanan sosial, memahami AI sebagai bagian dari realitas dunia yang terus berubah, mengembangkan pendekatan yang relevan bagi masyarakat digital, menerapkan etika Kristiani dalam penggunaan AI, menikmati praktik spiritual dengan teknologi, dan mewujudkan kolaborasi interdisipliner. Kesimpulannya, gereja perlu mengadopsi model pelayanan holistik yang responsif terhadap tantangan AI untuk menjadi komunitas yang relevan dan transformatif di era digital.
IMPLEMENTASI HAK DAN KEWAJIBAN SUAMI ISTRI HUBUNGAN JARAK JAUH DALAM PERSPEKTIF MAQASHID ASY-SYRIAH: STUDI KASUS KECAMATAN LABATA KABUPATEN SOPPENG Risaldy, Ardi
Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia Vol. 3 No. 4 (2024): Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia
Publisher : Anfa Mediatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi hak dan kewajiban suami istri dalam hubungan jarak jauh (LDR) di Kecamatan Lalabata, Kabupaten Soppeng, serta menganalisis perspektif Maqashid Asy-Syariah terhadap pelaksanaannya. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan fenomenologi dan yuridis empiris, penelitian ini mengumpulkan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasangan suami istri yang menjalani LDR menghadapi tantangan signifikan dalam memenuhi hak dan kewajiban, baik materiil maupun immateriil. Kendala utama meliputi kesulitan komunikasi, kurangnya pertemuan fisik, dan pemenuhan kebutuhan batiniah yang tidak optimal. Dari perspektif Maqashid Asy-Syariah, implementasi hak dan kewajiban dalam LDR harus memperhatikan prinsip melindungi agama, jiwa, pikiran, harta, dan keturunan untuk mencapai maslahat. Penelitian ini menyimpulkan bahwa meskipun pernikahan jarak jauh menimbulkan tantangan, dengan pendekatan yang sesuai dengan prinsip Maqashid Asy-Syariah, pasangan dapat mengatasi kesulitan dan mencapai tujuan pernikahan yang sakinah, mawaddah, dan rahmah.
KUALITAS HADIS ‘AQIQAH RIWAYAT ABŪ DĀWUD Amallindah, Amallindah; Siregar , Muhammad Nuh; Munandar , Munandar
Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia Vol. 3 No. 4 (2024): Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia
Publisher : Anfa Mediatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Berdasarkan hasil data yang telah dipaparkan di atas, dapat disimpulkan bahwa pada dasarnya kualitas hadis tentang jumlah hewan ‘aqiqah riwayat Abu Dawud memiliki kualitas ḍa‘īf. Karena dalam sanadnya terdapat rawi yang tidak diketahui riwayat hidupnya yaitu Habibah binti Maisarah, namun perawi tersebut dinilai maqbul oleh Ibnu Hajar. Secara keterkaitan, sanad di atas seluruhnya bersambung antara murid dan guru (ittiṣāl). Begitu juga dengan matan hadisnya, penulis tidak menemukan syāż dan ‘illat pada matan hadis di atas berdasarkan kritik matan yang dirumuskan al-Idlibi. Dengan demikian, hadis riwayat Abu Dawud yang menjadi hadis primer dalam penelitian ini memiliki kualitas ḥasan karena banyaknya jalur yang meriwayatkannya. Selanjutnya, pemahaman hadis tentang jumlah hewan yang disembelih pada salat aqiqah dalam perspektif hadis melibatkan analisis teks-teks hadis yang relevan serta penjelasan dari para ulama tentang makna dan penafsiran hadis-hadis tersebut. Dalam perspektif hadis, jumlah hewan yang disembelih pada salat ‘aqiqah, yaitu dua ekor kambing untuk anak laki-laki dan satu ekor kambing untuk anak perempuan, didasarkan pada sunnah Nabi Muhammad Saw yang diriwayatkan oleh para sahabat. Para ulama hadis menganggap ketentuan ini sebagai sunnah yang sangat dianjurkan, dengan fleksibilitas berdasarkan kemampuan individu. Inti dari ‘aqiqah adalah mengekspresikan rasa syukur kepada Allah Swt dan berbagi kebahagiaan dengan sesama, serta menghidupkan sunnah Nabi Muhammad Saw.
REINTERPRETASI BUDAYA LONGKO’ TORAJA MELALUI PERSPEKTIF GALATIA 5:22-23 SEBAGAI STRATEGI KONTEKSTUALISASI DALAM PENGAJARAN PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN Ruben, Serti; Pagiling, Veronika; Lobo, Sarti Marthen; Rande, Ani Ruben; Tasik, Bongga
Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia Vol. 3 No. 4 (2024): Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia
Publisher : Anfa Mediatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.572349/relinesia.v3i4.2223

Abstract

Penelitian ini mengkaji reinterpretasi budaya Longko’ Toraja melalui perspektif Galatia 5:22-23 sebagai kontekstualisasi strategi dalam pengajaran Pendidikan Agama Kristen. Masalah yang dihadapi adalah kesenjangan antara nilai-nilai budaya Longko’ dan ajaran Kristen, yang dapat menimbulkan konflik identitas bagi orang Kristen Toraja. Tujuan penelitian adalah mengembangkan strategi kontekstualisasi yang memadukan kearifan lokal Toraja dengan ajaran Kristen tentang buah-buah Roh. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi pustaka, menganalisis sumber-sumber literatur terkait budaya Longko’, ajaran Kristen, dan teori kontekstualisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa reinterpretasi budaya Longko’ melalui perspektif Galatia 5:22-23 memberikan landasan yang kuat untuk strategi kontekstualisasi yang relevan secara kultural dan transformatif secara spiritual. Proses ini menghasilkan model pengajaran integratif yang memadukan nilai-nilai Longko’ dengan buah-buah Roh, memungkinkan peserta didik Toraja mengembangkan identitas Kristen yang diwajibkan dalam budaya lokal. Kesimpulannya, pendekatan kontekstualisasi ini menawarkan jalan tengah yang menghargai warisan budaya sambil tetap setia pada esensi ajaran Kristen, menciptakan ruang dialog yang konstruktif antara iman dan budaya dalam konteks Pendidikan Agama Kristen di Toraja.
TEOLOGI DIETRICH BONHOEFFER TENTANG 'GEREJA UNTUK ORANG LAIN' DAN RELEVANSINYA DALAM ERA DIGITAL BERDASARKAN MATIUS 5:13-16 Mappadang, Adelaide Auwike; Desiana, Desiana; Layana, Ratti
Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia Vol. 3 No. 4 (2024): Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia
Publisher : Anfa Mediatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini mengkaji relevansi konsep "Gereja untuk Orang Lain" dari Dietrich Bonhoeffer dalam era digital, dengan fokus pada interpretasi Matius 5:13-16. Melalui analisis literatur dan pendekatan hermeneutik, studi ini mengeksplorasi tantangan dan peluang yang dihadapi gereja di era digital, serta bagaimana konsep Bonhoeffer dapat direinterpretasi untuk konteks kontemporer. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemikiran Bonhoeffer tetap relevan dan bahkan semakin mendesak di era digital, namun memerlukan adaptasi. Gereja perlu mengembangkan "Digital Ecclesiology" yang memadukan pelayanan online dan offline, sambil tetap mempertahankan esensi komunitas dan hubungan personal. Analisis Matius 5:13-16 menegaskan panggilan gereja untuk menjadi "garam dan terang" di dunia digital. Penelitian ini menyimpulkan bahwa gereja perlu mengadopsi pendekatan yang seimbang dan terintegrasi dalam menghadapi era digital, dengan fokus pada pengembangan literasi digital, etika digital berbasis nilai Kristiani, dan model-model konkret "Gereja untuk Orang Lain" dalam konteks digital.
PEMBERIAN HARTA KEPADA AHLI WARIS BEDA AGAMA MELALUI WASIAT WAJIBAH PERSPEKTIF TM HASBI ASH SHIDDIEQY” (Studi Kasus Putusan Hakim Pengadilan Agama Surabaya Nomor 3531/pdt.P/2022/PA.Sby) Rasyid, Nida’ul Hopiah Ramdani Subagja; Habibi, Nuril
Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia Vol. 3 No. 4 (2024): Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia
Publisher : Anfa Mediatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.572349/relinesia.v3i4.2232

Abstract

Wasiat wajibah merupakan sebuah wacana baru dalam bidang kewarisan Islam. Pembaharuan ini terjadi karena perkembangan zaman semakin maju yang membuat manusia bersifat pluralistis. Dalam ketentuan Kompilasi Hukum Islam wasiat wajibah diberikan kepada anak dan orangtua angkat, namun seiring dengan permasalahan yang terjadi wasiat wajibah diberikan kepada ahli waris yang berbeda agama. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pertimbangan hakim Pengadilan Agama Surabaya dalam putusan Nomor 3531/pdt.P/2022/PA.Sby. dalam memberikan wasiat wajibah kepada ahli waris beda agama. Pertimbangan ini kemudian ditinjau dan dianalisis menggunakan filsafat hukum Islam pemikiran Hasbi Ash Shiddieqy. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian yuridis normatif yang bersifat penelitian kepustakaan (library research). pendekatan yang diguanakan oleh penulis adalah pendekatan kasus (case approach). Sumber data yang digunakan yaitu bahan hukum primer, sekunder dan tersier. Untuk menganalisis data penulis menggunakan teknik induktif dan deduktif. Kesimpulan dari penelitian ini menjelaskan bahwa pertama, dasar hukum pemberian wasiat wajibah kepada ahli waris non Muslim disandarkan pada putusan Yurisprudensi hakim Mahkamah Agung Nomor 1/Yur/Ag/2018 yang secara konsisten telah diterapkan ditingkat pertama sampai kasasi. Dalam putusan ini hakim menekankan bahwa mengaplikasikan hukum tidak sama dengan mempraktikan pasal demi pasal saja, tetapi bagaimana hukum tersebut dapat memberi keadilan dan menemukan maksud dari suatu peraturan. Kedua, filsafat hukum Islam sebagai landasan berfikir untuk menguraikan pemberian wasiat wajibah kepada ahli waris non Muslim dalam putusan Nomor 3531/pdt.P/2022/PA.Sby telah memenuhi unsur-unsur fiqih yang berkepribadian Indonesia dan aspek kemanusiaan yang berlandaskan kemanfaatan, kemaslahatan dan kebebasan dalam beragama yang digagas oleh Hasbi Ash Shiddieqy.
INSULT CASE OF LEONARDO DA VINCI'S "THE LAST SUPPER" PAINTING AT THE PARIS 2024 OLYMPICS FROM A CHRISTIAN PERSPECTIVE Hadi, Nathanael Yitshak; Setiawan , Iwan; Mariana , Cornelia; Emannuel , Joshua
Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia Vol. 3 No. 4 (2024): Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia
Publisher : Anfa Mediatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study explores the incident of religious desecration that occurred during the opening ceremony of the Paris 2024 Olympics, where a parody of Leonardo da Vinci’s painting “The Last Supper” depicted Jesus Christ as an obese woman and his disciples as members of the LGBTQ community. The research aims to analyze the impact of this event from a Christian perspective, particularly concerning freedom of expression, religious tolerance, and cultural representation theory. This research was conducted in response to the global controversy sparked by religious desecration at an international event like the Olympics. The author seeks to understand how this event was perceived by the Christian community and how it influenced interfaith dialogue and tolerance at a global level. The primary objective of this study is to analyze the offense against the “The Last Supper” painting from a Christian viewpoint, utilizing theoretical frameworks of freedom of expression, religious tolerance, and cultural representation theory. The study also aims to explore how religious representation in global events can influence public perception and ignite discussions on the importance of respecting religious symbols. The research finds that although freedom of expression is a fundamental right in democratic societies, it must be balanced with social responsibility. The incident at Paris 2024 demonstrates that culturally insensitive representations of religious beliefs can trigger strong reactions and lead to conflict. From a Christian perspective, the importance of forgiveness and love in responding to religious insults is emphasized, as well as the need for interfaith dialogue and education to promote tolerance and peace. These findings are crucial as they highlight the need for caution in religious representation at global events to avoid tensions and promote peace. This study also contributes to the broader discussion on the limits of freedom of expression in relation to social responsibility and the importance of education in building interfaith tolerance.
ANALISIS TANTANGAN DAN PELUANG PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN BAGI GENERASI ALPHA Aldayani, Friska; Juneva, Asriani; Herlina, Herlina; Matasik, Marlina; Jeni, Reta
Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia Vol. 3 No. 4 (2024): Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia
Publisher : Anfa Mediatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.572349/relinesia.v3i4.2239

Abstract

Penelitian ini mengkaji tantangan dan peluang Pendidikan Agama Kristen (PAK) bagi generasi Alpha di era digital. Generasi Alpha, yang lahir setelah tahun 2010, tumbuh dalam lingkungan yang sangat terintegrasi dengan teknologi digital, menciptakan kebutuhan akan pendekatan pembelajaran yang adaptif. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis karakteristik unik generasi Alpha, mengidentifikasi tantangan dan peluang yang dihadapi gereja serta lembaga pendidikan Kristen, dan merumuskan strategi pengembangan PAK yang efektif dan relevan. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan pendekatan kualitatif, menganalisis sumber-sumber akademik terkini tentang pendidikan agama, teknologi pembelajaran, dan karakteristik generasi Alpha. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi teknologi digital dalam PAK membuka peluang untuk pembelajaran yang lebih interaktif dan relevan, namun juga memerlukan kehati-hatian untuk mempertahankan esensi ajaran Kristiani. Strategi yang direkomendasikan meliputi pemanfaatan teknologi secara kreatif, pengembangan pendekatan pembelajaran berbasis pengalaman dan refleksi kritis, serta peningkatan literasi digital. Kesimpulannya, PAK bagi generasi Alpha memerlukan pendekatan yang inovatif dan adaptif, dengan tetap menjaga keseimbangan antara pemanfaatan teknologi dan interaksi manusiawi. Disarankan agar gereja dan lembaga pendidikan Kristen terus meningkatkan kompetensi pendidik dalam penguasaan teknologi dan pemahaman karakteristik generasi Alpha.
PERAN KONSELING PASTORAL DALAM PENGUATAN KETAHANAN KELUARGA KRISTEN DI ERA DIGITAL MENURUT EFESUS 5:21-33 DAN TEORI SISTEM KELUARGA BOWEN Oktapianus, Yonel; Samsor , Risma Meyani; Pagau , Desri Eka; Tandungan, Ruspita Warsi; Rerungan , Friska
Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia Vol. 3 No. 4 (2024): Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia
Publisher : Anfa Mediatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pesatnya perkembangan teknologi digital telah membawa tantangan signifikan bagi keluarga Kristen. Konseling pastoral, yang berlandaskan prinsip alkitabiah dan teori sistem keluarga, memainkan peran krusial dalam memperkuat ketahanan keluarga. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran konseling pastoral dalam meningkatkan ketahanan keluarga Kristen di era digital ditinjau dari dua perspektif: prinsip-prinsip relasi suami-istri menurut Efesus 5:21-33 dan teori sistem keluarga Bowen. Dengan pendekatan kualitatif dan studi kepustakaan, penelitian ini mengkaji bagaimana prinsip-prinsip alkitabiah ini dan konsep-konsep seperti diferensiasi diri dapat diintegrasikan ke dalam konseling pastoral untuk memperlengkapi keluarga menghadapi tantangan era digital. Temuan menyoroti relevansi Efesus 5:21-33 dalam membantu pasangan menjaga komitmen dan keintiman, serta nilai teori Bowen dalam meningkatkan keterampilan mengelola stres dan komunikasi. Implikasi bagi konseling pastoral meliputi peningkatan kapasitas konselor, perancangan pelayanan yang holistik dan kontekstual, pengembangan program pendukung, dan integrasi dengan pelayanan gereja secara keseluruhan. Dengan mengintegrasikan hikmat alkitabiah dan wawasan sistem keluarga, konseling pastoral dapat memberdayakan keluarga Kristen untuk berkembang dan menjadi saksi yang melawan arus di tengah kompleksitas era digital.
PRINSIP-PRINSIP PENYEMBUHAN HOLISTIK DALAM PELAYANAN YESUS DAN RELEVANSINYA BAGI PENDEKATAN BIMBINGAN KONSELING KRISTEN INTEGRATIF BERDASARKAN LUKAS 4:18-19 Pare, Gita Rante; Anugrah, Julia; Mane, Eltira Desliana; Pratiwi, Anastasya; Kembong, Claudia
Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia Vol. 3 No. 4 (2024): Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia
Publisher : Anfa Mediatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.572349/relinesia.v3i4.2253

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis prinsip-prinsip penyembuhan holistik dalam pelayanan Yesus berdasarkan Lukas 4:18-19, serta mengeksplorasi relevansinya bagi pengembangan pendekatan konseling Kristen yang integratif. Dengan menggunakan metode kualitatif melalui studi literatur, penelitian ini mengkaji teks Lukas 4:18-19 secara eksegesis untuk mengungkap dimensi-dimensi penyembuhan yang mencakup aspek spiritual, psikologis, fisik, sosial, dan ekonomi dalam pelayanan Yesus. Temuan ini kemudian didialogkan dengan konsep-konsep psikologis kontemporer untuk merumuskan sebuah kerangka konseptual bagi model konseling Kristen yang holistik. Implikasi dan aplikasi praktis dari pendekatan integratif ini bagi para konselor Kristen juga dievaluasi. Penelitian menyimpulkan bahwa prinsip-prinsip penyembuhan holistik dalam pelayanan Yesus memiliki relevansi yang kuat bagi pengembangan pendekatan konseling Kristen yang integratif. Beberapa rekomendasi diajukan, antara lain perlunya pengembangan kurikulum, pelatihan konselor, kerjasama antar lembaga, advokasi, serta penelitian lanjutan untuk menguji efektivitas model konseling Kristen integratif dalam konteks Indonesia.