cover
Contact Name
Munawwir Hadwijaya
Contact Email
mr.awinwijaya@gmail.com
Phone
+6281333027167
Journal Mail Official
mr.awinwijaya@gmail.com
Editorial Address
Jl. Arjuno I/1172
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia
Published by ANFA MEDIATAMA
ISSN : -     EISSN : 29617693     DOI : https://doi.org/10.572349/relinesia
Core Subject : Religion,
Relinesia: Jurnal Studi Agama dan Multikulturalisme Indonesia diterbitkan dua kali setahun pada bulan Januari dan Juli, terdaftar dengan ISSN 2961-7693. Jurnal ini memfokuskan ruang lingkupnya pada isu-isu Agama di Indonesia dan Kajian Multikulturalisme. Jurnal ini menerbitkan penelitian empiris dan teoritis berkualitas tinggi yang mencakup semua aspek Agama dan Multikulturalisme Indonesia. Deradikalisasi Pendidikan Agama, Filsafat Pendidikan Agama, Kebijakan Pendidikan Agama, Gender dan Pendidikan Agama, Perbandingan Agama, dan Multikulturalisme.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 395 Documents
IMPLEMENTASI VIDIO PEMBELAJARAN DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SEJARAH KEBUDAYAAN ISLAM DI MADRASAH ALIYAH BAITURRAHMAN BANYUWANGI Agustin, Nian Sanjaya; Faridi, Faridi
Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia Vol. 3 No. 4 (2024): Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia
Publisher : Anfa Mediatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.572349/relinesia.v3i4.2068

Abstract

Media pembelajaran adalah sarana yang memungkinkan terwujudnya hubungan langsung antara karya seorang pengembang mata pelajaran dengan Peserta didik. Dengan media video dapat memotivasi siswa dan mendorong pencapaian hasil belajar yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi video pembelajaran dalam meningkatkan hasil belajar Sejarah Kebudayaan Islam di Madrasah Aliyah Baiturrahman, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat pelaksanaannya. Pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif digunakan untuk mendapatkan pemahaman menyeluruh. Teknik pengumpulan data melibatkan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang terkumpul dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan verifikasi data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi video pembelajaran memberikan dampak positif terhadap semangat belajar siswa. Adapun faktor pendukungnya Ketersediaan sarana prasarana di Madrasah yang memadai, kualitas Pendidikan guru yang memadai dan pemahaman dalam menggunakan media video. Peserta didik juga telah siap secara psikologis.Faktor Penghambat pembuatan video yang memerlukan waktu yang lama, lamanya memasang LCD dan proyektor karena tidak terpasang permanen, Listrik yang padam, dan penggunaan video dapat mengurangi interaksi langsung antara guru dengan peserta didik . karena keterbatasan waktu pembelajaran. Penelitian ini menyoroti keberhasilan penggunaan video pembelajaran dalam meningkatkan hasil belajar siswa Sejarah Kebudayaan Islam.
PEMAHAMAN ISLAM TERHADAP SEKSUALITAS DAN IDENTITAS GENDER : IMPLIKASI TERHADAP MASYARAKAT MUSLIM DALAM MENGHADAPI LGBT Bilal, Mohamad; Jazuli, Umar; Isnaeni, Aisyah; Wibowo, Farand Syafi; Nurjanah, Nurjanah
Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia Vol. 3 No. 4 (2024): Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia
Publisher : Anfa Mediatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pemahaman Islam terhadap seksualitas dan identitas gender telah menjadi subjek kontroversial dalam diskusi masyarakat Muslim. Penelitian ini, kami menggunakan metode studi literatur untuk menganalisis bagaimana pemahaman Islam tentang seksualitas dan identitas gender mempengaruhi perilaku dan pandangan masyarakat Muslim terhadap LGBT (Lesbian, Gay, Bisexual, dan Transgender). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemahaman Islam yang konservatif dan literal mempengaruhi pandangan negatif masyarakat Muslim terhadap LGBT, sementara pemahaman Islam yang lebih inklusif dan kontekstual mempengaruhi pandangan yang lebih terbuka dan toleran. Hasil ini menunjukkan bahwa pemahaman Islam tentang seksualitas dan identitas gender mempengaruhi perilaku dan pandangan masyarakat Muslim dalam menghadapi LGBT, dan bahwa pendekatan yang lebih inklusif dan kontekstual diperlukan untuk meningkatkan toleransi dan akseptasi terhadap LGBT dalam masyarakat Muslim.
INTERGRASI TEKNOLOGI DIGITAL DALAM LEMBAGA PENDIDIKAN ISLAM: (TANTANGAN DAN PELUANG) Yusuf, Zeki; Faridi, Faridi
Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia Vol. 3 No. 4 (2024): Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia
Publisher : Anfa Mediatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.572349/relinesia.v3i4.2079

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji tantangan dan peluang dalam integrasi teknologi digital di lembaga pendidikan Islam menggunakan metode literatur review. Integrasi teknologi digital menghadapi tantangan utama seperti keterbatasan infrastruktur teknologi di daerah pedesaan yang menghambat pembelajaran digital, kesenjangan pendidikan antara daerah perkotaan dan pedesaan, serta kompetensi guru yang belum memadai dalam menggunakan teknologi secara efektif. Tantangan lainnya termasuk resistensi terhadap perubahan karena kekhawatiran akan pengurangan nilai-nilai tradisional, serta kebutuhan akan pengembangan konten pembelajaran digital yang sesuai dengan nilai-nilai Islam. Namun, peluang yang ditawarkan teknologi digital sangat besar, seperti akses pendidikan yang lebih luas bagi siswa di daerah terpencil, pembelajaran yang lebih interaktif dan menarik, serta kemampuan untuk belajar secara mandiri dan personalisasi. Teknologi juga membuka peluang untuk kolaborasi dan pertukaran ilmu global antara lembaga pendidikan Islam. Strategi untuk mengatasi tantangan ini dan memanfaatkan peluang mencakup peningkatan infrastruktur teknologi, pelatihan berkelanjutan untuk meningkatkan kompetensi guru, edukasi dan sosialisasi tentang manfaat teknologi, serta pengembangan konten kolaboratif yang berkualitas dan relevan dengan nilai-nilai Islam. Dengan pendekatan ini, lembaga pendidikan Islam dapat mengintegrasikan teknologi digital secara efektif dan meningkatkan kualitas pendidikan.
MONEY POLITICS DALAM HADIS RASULALLAH SAW Siregar, Muhammad Nuh; Akbar , Insan; Siregar , Bona Bargot Riezky Nagabe
Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia Vol. 3 No. 4 (2024): Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia
Publisher : Anfa Mediatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tulisan ini mendisukusikan praktek money politics dalam tinjauan hadis Nabi Saw. Istilah Money Politics ini tidak dikenal dalam islam, namun praktek yang menyerupai money politics sudah ada dan diindikasikan di dalam hadis Nabi dengan istilah risywah. Pada Masa sebelum Rasulullah pun juga ditemukan telah terjadinya praktek ini, seperti yang telah dilakukan oleh Ratu Saba kepada Nabi Sulaiman dengan memberikan berbagai macam hadiah dengan tujuan tertentu. Maka tulisan ini akan meninjau kembali sabda Rasulullah tentang risywah, dan bagaimana pandangan beliau terhadap perilaku seperti itu. Tulisan ini menemukan fakta bahwa pelaku risywah dan penerima risywah akan mendapatkan laknat dari Allah dan rasul-Nya. Selain itu tulisan ini juga mencoba meneliti perbedaan redaksi matan hadis yang berbicara mengenai risywah. Dapat disimpulkan bahwa perbdaan yang terjadi dikarenakan sebagian hadis ini diriwayatkan bi al-ma’na.
KAIDAH KAIDAH KHULU’ Simatupang, Rahmadhani; MA , Dr. M. Amar Adly; MA , Dr, Heri Firmansyah
Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia Vol. 3 No. 4 (2024): Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia
Publisher : Anfa Mediatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.572349/relinesia.v3i4.2083

Abstract

Khulu’ menurut bahasa berarti berpisahnya isteri atas dasar harta yang yang diambil dari pakaian, karena wanita itu pakaian pria.Sedangkan khulu’ menurut ilmu fiqih adalah berpisahnya suami dengan isterinya dengan ganti yang diperolehnya. Khulu’ juga disebut fidya atau tebusan, Karena isteri meminta cerai kepada suaminya dengan membayar sejumlah tebusan dari isteri kepada suaminya dengan membayar sejumlah tebusan dari isteri kepada suami agar suami mau menceraikannya.Menurut terminologi ahli fiqih berarti isteri memisahkan diri dari suaminya dengan memberi ganti rugi kepadanya Sedangkan dikalangan para fuqaha’, khulu’ kadang dimaksudkan makna yang umum yaitu perceraian yang disertai jumlah harta sebagai iwadh yang diberikan isteri kepada suami untuk menebus diri agar terlepas dari ikatan perkawinan, baik dengan kata khulu’, mubara’ah (pelepasan) maupun thalak. . khulu’ dalam penerapan nya tidaklah sembarang itu dalam penglafazan nya, karena terdapat beberapa rukun dan syarat khulu’ terhadap istri untuk suami,maka dari itu, penulis akan menguraikan pembahasan khulu’ berdasarkan kaidah fiqhiyah.Penelitian ini menggunakan metode library research tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggali dan memahami beberapa qaidah tentang khulu’, serta cara untuk mengaplikasikanya qaidah tersebut dangan persoalan berkaitan tantang khulu’
1 TIMOTIUS 4:12 SEBAGAI DASAR MEMPERTAHANKAN IMAN DI ERA MEDIA SOSIAL TANTANGAN DAN PELUANG PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN Masusu, Astitin; Lola, Arruan; Santiana, Santiana; Mangi , Zheyla Padang
Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia Vol. 3 No. 4 (2024): Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia
Publisher : Anfa Mediatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.572349/relinesia.v3i4.2088

Abstract

Perkembangan media sosial telah membawa perubahan signifikan dalam kehidupan masyarakat, termasuk tantangan dan peluang bagi Pendidikan Agama Kristen (PAK). Penelitian ini bertujuan menganalisis relevansi 1 Timotius 4:12 sebagai dasar mempertahankan iman di era media sosial, serta mengidentifikasi tantangan dan peluang PAK dalam konteks ini. Menggunakan metode kualitatif dengan studi literatur, penelitian ini mengkaji berbagai sumber relevan tentang PAK, penggunaan media sosial, dan interpretasi 1 Timotius 4:12. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1 Timotius 4:12 menyediakan fondasi kuat bagi PAK di era digital, mendorong kaum muda menjadi teladan iman di tengah tantangan media sosial. PAK memiliki peran krusial dalam membimbing siswa menggunakan media sosial secara positif dan bertanggung jawab. Meskipun menghadapi tantangan seperti kecanduan teknologi dan paparan konten negatif, era ini juga membuka peluang untuk memanfaatkan teknologi dalam memperkaya pembelajaran dan menyebarkan nilai-nilai Kristiani. Dengan pendekatan yang tepat, PAK dapat membantu kaum muda berkembang dalam iman mereka di era media sosial.
MENINGKATKAN KUALITAS PELAYANAN DAN MANAJEMEN DI MASJID AN NUR PERMATA INDAH Aprillia, Nadiah; Apripa, Musleh; Zulfikar. R, Hamid; Manan, Abdul Halim; Ubaidillah, Ahmad
Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia Vol. 3 No. 4 (2024): Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia
Publisher : Anfa Mediatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.572349/relinesia.v3i4.2094

Abstract

Obsevasi langsung adalah pengamatan dan pencatatan yang dilakukan terhadap obyek di tempat kejadian atau berlangsungnya peristiwa dengan observer berada bersama obyek yang diselidiki. Sedangkan observasi tak langsung adalah merupakan pengamatan yang dilakukan peneliti untuk mendapatkan Gambaran mengenai kualitas pelayanan di masjid terhadap pengelola dalam kegitan pelayanan di masjid Annur Permata Indah. Pendekatan kualitatif digunakan untuk mendapatkan data yang mendalam, suatu data yang mengandung makna. Makna adalah data yang sebenarnya, data yang pasti yang merupakan suatu nilai dibalik data yang tampak. Oleh karena itu dalam penelitian kualitatif tidak menekankan pada generalisasi, tetapi lebih menekankan pada makna. Generalisasi dalam penelitian kualitatif dinamakan transferability. Perspektif manajemen dalam upaya pengoptimalisasi yang perlu diperhatikan ketatalaksanaan masjid yang biasa disebut manajemen masjid mencakup idarah, imarah, dan riayah masjid. Idarah masjid yang meliputi perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan terhadap komponen secara keseluruhan di dalam manajemen masjid dan menggerakkan partisipasi dari masyarakat muslim dan para jamaah dalam aktivitas masjid. Manajemen dalam bahasa arab artinya ialah idarah. Keberadaan masjid dapat dipandang sebagai salah satu perwujudan dari eksistensi dan aspirasi umat Islam, khususnya sebagai sarana peribadatan yang menduduki fungsi sentral dalam kehidupan bermasyarakat. Mengingat fungsinya yang sangat strategis, maka penampilan dan pengelolaan masjid perlu dibina sebaik-baiknya agar dapat memberi manfaat bagi sumber daya di sekelilingnya, baik dari segi fisik bangunan maupun segi kegiatan kemakmurannya (Bachrun, Fakhrurroji 2005: 14) Kualitas secara etimologi dapat diartikan sebagai peningkatan menuju suatu perbaikan. Karena kualitas memiliki makna yang tinggi rendahnya suatu barang ataupun jasa. Kualitas meliputi sebuah usaha untuk memenuhi harapan pelanggan, kualitas yang mencakup produk, jasa, manusia, dan sebuah proses juga lingkungan, dan kualitas yang mumpuni pada masa yang akan datang.
PESAN DAKWAH DALAM ANIMASI CULAPCULIP DI MEDIA YOUTUBE Irsal, Irsal; M.Ag. , Dr. H. Muhammad Ishaq, S.Ag.; M.Ag., Andi Hasriani, S.Ag.,
Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia Vol. 3 No. 4 (2024): Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia
Publisher : Anfa Mediatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.572349/relinesia.v3i4.2095

Abstract

Penelitian ini berfokus pada media yang efektif untuk menyampaikan pesan dakwah kepada khalyak luas adalah melalui Animasi, salah satunya Animasi CulapCulip. Animasi ini berisi banyak nilai-nilai kesilaman didalamnya, penyampaian pesan dakwah dalam animasi ini menggunakan dua cara yaitu verbal (lisan/dialog) dan non verbal (adegan/ilustrasi).Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui gambaran animasi CulapCulip danUntuk mengetahui pesan dakwah apa saja yang terdapat dalam Animasi CulapCulip.Untuk mengetahui semua jawaban dari masalah tersebut, maka penelitian ini menggunakan metode kualitatif. Objek penelitian ini adalah Animasi CulapCulip. Sedangkan unit analisisnya adalah teks dialog antar tokoh yang terdapat dalam animasi. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini penulis mengumpulkan data-data melalui observasi dan dokumentasi yang dianalisis menggunakan analisis isi (Content Analysis). Dimana bahan yang dipelajari dapat berupa bahan yang diucapkan dan bahan yang ditulis.Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa Hasil keseluruhan penelitian ditemukan bahwa animasi CulapCulap memliki karakter utama yang bernama Culap dan Culip yang diibaratkan seperti malaikat. Culap memilki pakaian berwarna hijau dengan makna untuk menyampaikan hal-hal yang lembut sedangkan Culip memiliki pakaian berwarna merah menjadi lambang keberanian dengan makna untuk menyampaikan hal-hal yang tegas. Kemudiam terdapat pesan dakwah dengan unsur akidah, syariah, dan akhlak. Pertama, pesan dakwah dengan unsur akidah keimanan kepada Allahdan iman kepada rasul. Kedua, Pesan dakwah dengan unsur syariah membahas tentang kewajiban Ibadah. Ketiga, pesan dakwah dengan unsur akhlak membahas tentang akhlak terhadap sesama makhluk dalam hal ini terhadap sesama manusia seperti kewajiban menghormati orang lebih tua, menghormati kedua orang tua, dan tolong menolong antar sesama.
ETIKA DALAM PENGGUNAAN MEDIA SOSIAL (SOCIAL MEDIA NETWORKING) MELALUI TINJAUAN HADIS Siregar, Muhammad Nuh; Rahmi , Tutia; Hasibuan , Maulana Hasan
Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia Vol. 3 No. 4 (2024): Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia
Publisher : Anfa Mediatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.572349/relinesia.v3i4.2099

Abstract

Kajian ini membahas tentang keaadan dimana teknologi yang semakin berkembang menjadikan banyak ruang untuk berinteraksi bagi manusia tanpa terhalang jarak, dengan demikian memiliki moral atau etika yang kuat tidak hanya diperlukan di dunia nyata, namun juga diharapkan di dunia maya. Penelitian ini bertujuan untuk mengemukakan cara bersikap dan, berinteraksi dengan sesama tanpa melukai orang lain baik di media social maupun di dunia nyata. Kajian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan menggunakan studi literatur dari penelitian-penelitian sebelumnya. umat Islam harus selalu bersikap sopan saat berinteraksi dengan orang lain, baik secara langsung maupun di media sosia. Maka dalam penelitian ini membahas bagaimana Dahulu, etika interaksi sosial seorang muslim Prasyaratannya adalah kemampuan melindungi tangan dan lidah agar tidak melukai orang lain secara langsung. Namun Pengguna media sosial yang beragama Islam harus bisa mengendalikan bahasanya dan menahan diri untuk tidak memposting update status yang dapat merugikan orang lain, baik berupa teks maupun video.
HADIS-HADIS-KESETARAAN GENDER Siregar, Muhammad Nuh; Siregar, Hakkul Yakin; Akbar, Fauzan
Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia Vol. 3 No. 4 (2024): Relinesia: Jurnal Kajian Agama dan Multikulturalisme Indonesia
Publisher : Anfa Mediatama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.572349/relinesia.v3i4.2104

Abstract

Penelitian ini bertujuan membahas perempuan dan kedudukannya perspektif hadis. Metode penelitian ini menggunakan jenis kualitatif melaui studi pustaka dan analisis isi. Hasil dan pembahasan penelitian ini mencakup pandangan umum tentang kedudukan perempuan, hadis tentang perempuan, dan kedudukan perempuan perspektif hadis. Penelitian ini menyimpulkan bahwa perempuan dan kedudukannya perspektif hadis menunjukkan adanya kesetaraan antara perempuan dan laki-laki, bebas bertasarruf, saling melengkapi dan membutuhkan antara perempuan dengan laki-laki, dimana tidak ada perbedaan apapun yang akan dibuat antar mereka.