Mu'adalah: Jurnal Studi Gender dan Anak
Muadalah: Journal of Gender and Children Studies brings attention to topics concerning gender, women, and children issues. The journal aims to disseminate cutting edge research and contemporary developments regarding these issues from multidimensional perspectives, including religion, economics, culture, history, education, law, arts, communication, politics, and theology. Focus: Interdisciplinary and comprehensive examinations on the dynamics of gender issues, women rights, and child protection from a global outlook. Scope: Critical analysis of gender construction and its ramifications on power relations between men and women across the world. Explorations of women struggles in achieving gender equality and social justice in private and public domains. Comparative assessments on policies and efforts in safeguarding children rights and wellbeing. Critical appraisals of infringements on women and children rights resulting from the dominance of patriarchal culture and structural barriers. Contributions of religious, arts, politics, economics, and other multifaceted social science lenses toward gender issues advocacy and child protection.
Articles
12 Documents
Search results for
, issue
"Vol. 10 No. 2 (2022)"
:
12 Documents
clear
The Similarities and Differences of Gender Bias in Indonesia and India.
Jamal Syarif
Muadalah Vol. 10 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.18592/muadalah.v10i2.7448
Indonesia and India have had a good relationship for a long time. Apart from the similarities mentioned in the previous paragraph, Indonesia and India also have other similarities. This project seeks to document gender bias in Indonesia and India. A questionnaire comprising 43 questions was prepared to achieve the data. There are two types of questions in the questionnaire, namely: 21 items with yes or no questions and 22 open questions. The result claimed that the stereotype is not a statement that justifies the opinion of everyone in Indonesia or in India. The statement is still valid in some parts of society. But the world is becoming more broadminded. The community's thinking about the rights and roles of each gender is being recognized. The people gradually are becoming aware of their respective roles and rights. The opportunity to gain higher education for all genders provides a great opportunity to minimize gender inequalities that are still felt by some particular people.
Konflik Peran Ganda Wanita Karir Saat Work From Home di Masa Pandemi Covid-19
Dhiza Aliffia;
Mawadah Mawadah;
Rabiatul Adawiyah;
Khairun Na’imah;
Shanty Komalasari;
Ceria Hermina
Muadalah Vol. 10 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.18592/muadalah.v10i2.7450
The Covid-19 pandemic has made significant changes to people’s lives. Including career women who work from home, feel the impact of these changes. Challenges and burdens borne by career women in the middle of public stigma about women who should be at home, doing domestic work, taking care of their husbands and children and then increasing when they have to do it together with office work at home. The purpose of this study is to reveal the dual role conflict experienced by career women when working from home during covid-19 pandemic. The method used in writing this article uses the library method. A mother who has a dual role during a pandemic finds her work responsibilities getting more difficult. The burden is in the form of the responsibility of accompanying school children from home and work responsibilities which apparently during the pandemic are increasing. Especially when children learn online. Here the role of a mother increases because she has to act as a teacher to accompany her child. This makes career women find it difficult because they are also carrying out their duties from home (WFH) at the same time. Career women often find it difficult because they have to divide their focus between work and accompanying children during online school. So that the dual role conflict experienced by career women when working from home during the Covid-19 pandemic increases because roles in work and family are carried out in the same place at the same time. Pandemi Covid-19 membuat perubahan yang sangat signifikan bagi kehidupan masyarakat, diantaranya adalah melaksanakan pekerjaan dari rumah. Termasuk juga wanita karir yang melakukan work from home, merasakan dampak dari perubahan tersebut Tantangan dan beban yang dipikul wanita karir di tengah stigma masyarakat tentang wanita yang seharusnya berada di rumah, melakukan pekerjaan domestik, mengurus suami dan anak kemudian bertambah saat harus mengerjakannya bersamaan dengan pekerjaan kantor yang dilakukan dari rumah (work from home). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengungkapkan konflik peran ganda yang dialami oleh wanita karir saat Work From Home saat pandemi Covid-19. Metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini menggunakan metode kepustakaan. Seorang ibu yang mempunyai peran ganda selama pandemi merasa tanggungan pekerjaannya bertambah lebih sulit. Beban itu adalah tanggung jawab mendampingi anak sekolah dari rumah serta tanggungan pekerjaan yang semasa pandemi ini semakin bertambah. Terlebih saat anak-anak belajar secara daring. Disini peran seorang ibu bertambah karena harus berperan sebagai guru untuk mendampingi anaknya. Hal ini yang membuat wanita karir merasa kesulitan karena dalam waktu yang bersamaan mereka juga melaksanakan tugasnya dari rumah (WFH). Wanita karir sering merasa sulit karena harus membagi fokusnya antara pekerjaan dan mendampingi anak saat sekolah daring. Sehingga konflik peran ganda yang dialami wanita karir saat work from home di masa pandemi covid-19 meningkat karena peran dalam pekerjaan dan keluarga dilakukan di tempat dan waktu yang bersamaan.
Terapi Perilaku Anak Autisme Usia Sekolah Dasar Berbasis Applied Behavioral Analysis (ABA) di Pusat Layanan Disabilitas dan Pendidikan Inklusi Provinsi Kalimantan Selatan
Barkatullah Amin;
Siti Rahmatul Azkiya;
Willy Ramadan
Muadalah Vol. 10 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.18592/muadalah.v10i2.7451
Autisme adalah gangguan neurobiologis yang kemudian mempengaruhi fungsi otak sedemikian rupa sehingga anak seringkali memiliki hambatan interaksi dan komunikasi dengan orang lain. Anak dengan autisme seringkali juga memiliki perbedaan pada proses pertumbuhan maupun perkembangan dari anak tanpa autisme, baik dari interaksi sosial maupun emosionalnya, sehingga memerlukan layanan pendidikan dan perlakuan yang khusus, sehingga fungsi terapi sangat penting untuk kemajuan perkembangan dan pertumbuhan anak dengan autisme. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran tentang bagaimana pelaksanaan layanan terapi terhadap anak dengan autisme pada Pusat Layanan Disabilitas dan Pendidikan Inklusi (PLDPI) provinsi Kalimantan Selatan. Dalam penelitian studi kasus ini penulis menggunakan metode deskriptif kualitatif yang akan menguraikan hasil penelitian dengan bentuk teks naratif tentang subyek penelitian secara satu persatu . Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa proses terapi perilaku yang diterapkan kepada dua subyek penelitian melalui metode ABA (Applied Behavioral Analysis) yang dilaksakanan pada Pusat Layanan Disabilitas dan Pendidikan Inklusi (PLDPI) secara signifikan telah memberikan kemajuan terhadap peningkatan perilaku dan kemampuan individu-individu anak dengan Autisme.
Kesetaraan Gender dalam Agama-Agama: Analisis Filsafat Taoisme-Islam Sachiko Murata
Fatrawati Kumari
Muadalah Vol. 10 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.18592/muadalah.v10i2.7471
Kesetaraan gender yang menempatkan perempuan dan laki-laki secara sejajar belum sepenuhnya dapat dilaksanakan. Penyebabnya selain karena alasan sosial-budaya, juga terdapat alasan teologis, dimana agama dianggap turut berkontribusi melanggengkan ketidakadilan gender dengan melegitimasi perlakuan yang merugikan perempuan melalui bahasa agama. Namun ketika agama ditelusuri lebih dalam lagi, ternyata anggapan tersebut terbantahkan, karena semua agama mengajarkan prinsip kesetaraan gender. Agama menunjukkan jati dirinya sebagai penyambung suara Tuhan dalam mengangkat harkat dan derajat manusia di muka bumi, tak terkecuali perempuan. Untuk mengetahui bagaimana agama-agama memaknai kesetaraan gender, perlu kajian khusus dengan menggunakan pendekatan filsafat Taoisme-Islam Sachiko Murata. Tujuannya adalah agar memperoleh gambaran filosofis-spiritual mengenai kesetaraan gender sebagaimana inti ajaran agama-agama yang dalam hal meliputi agama: Kristen, Yahudi, Hindu, Budha dan Islam.Kata Kunci: Kesetaraan, Gender, Agama, Filsafat Taoisme-Islam
Hak Anak Hasil Inseminasi Buatan dari Istri Kedua
Nuryadin Nuryadin;
Muhammad Maulana Malik Ibrahim;
Ahmad Syaifullah
Muadalah Vol. 10 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.18592/muadalah.v10i2.8122
Artikel ini bertujuan untuk menganalisis konsep anak hasil inseminasi dari istri kedua yang berkaitan dengan kedudukan serta haknya dalam keluarga. Anak hasil inseminasi dari istri kedua adalah anak yang lahir dari pencampuran antara sperma suami dengan sel telur istri pertama yang ditanamkan kepada istri kedua. Melihat hal ini maka perlu kita kaji bagaimana kedudukan serta hak anak tersebut dalam keluarga. Sekarang ini program inseminasi sangatlah ramai karena sebagai jalan keluar untuk pasangan yang tidak dapat menghasilkan keturunan secara alamiah, karena berbagai permasalahan yang mereka alami. Oleh karena itu maka perlu kita kaji pernasalahan ini secara komprehensif melalui metodologi penelitian kualitatif dengan analsis konten dan sumber data berupa bahan bacaan artikel jurnal, wawancara ahli hukum dan dokter kandungan, buku dan bahan bacaan lainnya yang relevan sebagai sumbernya. Hasil penelitian ini adalah anak hasil inseminasi buatan dari istri kedua memiliki kedudukan sebagai anak yang sah dan bisa mendapatkan hak sebagaimana anak pada umumnya. Simpulan dari penelitian ini adalah anak hasil inseminasi buatan dari istri kedua memiliki kedudukan dan hak yang sama dalam keluarga.
Depicting Gender Construction in Visual Images of ELT Textbook of Junior High School in Indonesia
Monika Saraswati;
Yokke Andini
Muadalah Vol. 10 No. 2 (2022)
Publisher : Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.18592/muadalah.v10i2.8606
Di Indonesia, kesadaran terhadap kesetaraan gender dalam buku pelajaran sekolah masih perlu mendapat perhatian. Sebagai upaya untuk mengisi kesenjangan tersebut, dilakukan penelitian terhadap buku pelajaran Bahasa Inggris kelas IX SMP. Penelitian ini memiliki dua tujuan: (1) untuk mengetahui konstruksi gender dalam gambar visual yang terdapat pada buku pelajaran Bahasa Inggris kelas IX SMP yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia; (2) menjelaskan representasi bias dan stereotip gender dalam gambar visual buku pelajaran Bahasa Inggris kelas IX SMP yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif yang menggunakan analisis tekstual yang dipadukan dengan analisis wacana. Dalam pengumpulan data, analisis tekstual untuk menganalisis representasi gender yang dikemukakan oleh Kress dan Van Leeuwen (2006) yang diadopsi oleh Painter dan Martin (2010) dan Van Leeuwen (2008) digunakan dan diadaptasi di beberapa bagian untuk menjawab pertanyaan penelitian. Hasil analisis menunjukkan bahwa (1) perempuan secara relatif dikonstruksi sedikit lebih dominan daripada laki-laki dalam buku pelajaran; (2) bias gender dan stereotip gender masih ditemukan dalam buku pelajaran. Di sini, dapat disimpulkan bahwa ada porsi yang berbeda dalam merepresentasikan gender dalam buku teks ini yang mengarah pada bias gender. Kemudian, hal ini juga mempengaruhi stereotip gender karena dibangun berdasarkan pandangan umum tentang berbagai karakteristik yang terkait dengan budaya dan perbedaan sosial antara laki-laki dan perempuan. Oleh karena itu, latar belakang sosiokultural penulis mempengaruhi mereka untuk menentukan isi buku pelajaran. In Indonesia, the awareness of gender equality in school textbooks still needs paying attention. As an attempt to fill this gap, the ninth grade ELT textbook of Junior High School was researched. This study has two objectives: (1) to find out the gender construction in visual images found in the ninth grade ELT textbook of Junior High School published by Indonesian Ministry of Education and Culture; (2) to explain the representation of gender biasness and stereotyping in the visual images of the ninth grade ELT textbook of Junior High School published by Indonesian Ministry of Education and Culture. This study is a qualitative research study that employed textual analysis combined with discourse analysis. In collecting the data, textual analysis for analyzing gender representation proposed by Kress and Van Leeuwen (2006) adopted by Painter and Martin (2010) and Van Leeuwen (2008) was used and adapted in some parts to answer the research questions. The results revealed that (1) females relatively were constructed to be slightly more dominant than males in the textbook; (2) gender biasness and gender stereotypes were still found in the textbook. Here, it could be concluded that there were different portions in representing gender in this textbook which drove to the gender biasness. Then, it also affected gender stereotypes since they are constructed based on general views about the range of characteristics related to the culture and social divisions between males and females. Therefore, sociocultural background of the authors influenced them to determine the contents of the textbooks.
The Similarities and Differences of Gender Bias in Indonesia and India.
Syarif, Jamal
Muadalah Vol. 10 No. 2 (2022)
Publisher : Pusat Studi Gender dan Anak Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.18592/muadalah.v10i2.7448
Indonesia and India have had a good relationship for a long time. Apart from the similarities mentioned in the previous paragraph, Indonesia and India also have other similarities. This project seeks to document gender bias in Indonesia and India. A questionnaire comprising 43 questions was prepared to achieve the data. There are two types of questions in the questionnaire, namely: 21 items with yes or no questions and 22 open questions. The result claimed that the stereotype is not a statement that justifies the opinion of everyone in Indonesia or in India. The statement is still valid in some parts of society. But the world is becoming more broadminded. The community's thinking about the rights and roles of each gender is being recognized. The people gradually are becoming aware of their respective roles and rights. The opportunity to gain higher education for all genders provides a great opportunity to minimize gender inequalities that are still felt by some particular people.
Konflik Peran Ganda Wanita Karir Saat Work From Home di Masa Pandemi Covid-19
Aliffia, Dhiza;
Mawadah, Mawadah;
Adawiyah, Rabiatul;
Na’imah, Khairun;
Komalasari, Shanty;
Hermina, Ceria
Muadalah Vol. 10 No. 2 (2022)
Publisher : Pusat Studi Gender dan Anak Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.18592/muadalah.v10i2.7450
The Covid-19 pandemic has made significant changes to people’s lives. Including career women who work from home, feel the impact of these changes. Challenges and burdens borne by career women in the middle of public stigma about women who should be at home, doing domestic work, taking care of their husbands and children and then increasing when they have to do it together with office work at home. The purpose of this study is to reveal the dual role conflict experienced by career women when working from home during covid-19 pandemic. The method used in writing this article uses the library method. A mother who has a dual role during a pandemic finds her work responsibilities getting more difficult. The burden is in the form of the responsibility of accompanying school children from home and work responsibilities which apparently during the pandemic are increasing. Especially when children learn online. Here the role of a mother increases because she has to act as a teacher to accompany her child. This makes career women find it difficult because they are also carrying out their duties from home (WFH) at the same time. Career women often find it difficult because they have to divide their focus between work and accompanying children during online school. So that the dual role conflict experienced by career women when working from home during the Covid-19 pandemic increases because roles in work and family are carried out in the same place at the same time. Pandemi Covid-19 membuat perubahan yang sangat signifikan bagi kehidupan masyarakat, diantaranya adalah melaksanakan pekerjaan dari rumah. Termasuk juga wanita karir yang melakukan work from home, merasakan dampak dari perubahan tersebut Tantangan dan beban yang dipikul wanita karir di tengah stigma masyarakat tentang wanita yang seharusnya berada di rumah, melakukan pekerjaan domestik, mengurus suami dan anak kemudian bertambah saat harus mengerjakannya bersamaan dengan pekerjaan kantor yang dilakukan dari rumah (work from home). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengungkapkan konflik peran ganda yang dialami oleh wanita karir saat Work From Home saat pandemi Covid-19. Metode yang digunakan dalam penulisan artikel ini menggunakan metode kepustakaan. Seorang ibu yang mempunyai peran ganda selama pandemi merasa tanggungan pekerjaannya bertambah lebih sulit. Beban itu adalah tanggung jawab mendampingi anak sekolah dari rumah serta tanggungan pekerjaan yang semasa pandemi ini semakin bertambah. Terlebih saat anak-anak belajar secara daring. Disini peran seorang ibu bertambah karena harus berperan sebagai guru untuk mendampingi anaknya. Hal ini yang membuat wanita karir merasa kesulitan karena dalam waktu yang bersamaan mereka juga melaksanakan tugasnya dari rumah (WFH). Wanita karir sering merasa sulit karena harus membagi fokusnya antara pekerjaan dan mendampingi anak saat sekolah daring. Sehingga konflik peran ganda yang dialami wanita karir saat work from home di masa pandemi covid-19 meningkat karena peran dalam pekerjaan dan keluarga dilakukan di tempat dan waktu yang bersamaan.
Terapi Perilaku Anak Autisme Usia Sekolah Dasar Berbasis Applied Behavioral Analysis (ABA) di Pusat Layanan Disabilitas dan Pendidikan Inklusi Provinsi Kalimantan Selatan
Amin, Barkatullah;
Azkiya, Siti Rahmatul;
Ramadan, Willy
Muadalah Vol. 10 No. 2 (2022)
Publisher : Pusat Studi Gender dan Anak Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.18592/muadalah.v10i2.7451
Autisme adalah gangguan neurobiologis yang kemudian mempengaruhi fungsi otak sedemikian rupa sehingga anak seringkali memiliki hambatan interaksi dan komunikasi dengan orang lain. Anak dengan autisme seringkali juga memiliki perbedaan pada proses pertumbuhan maupun perkembangan dari anak tanpa autisme, baik dari interaksi sosial maupun emosionalnya, sehingga memerlukan layanan pendidikan dan perlakuan yang khusus, sehingga fungsi terapi sangat penting untuk kemajuan perkembangan dan pertumbuhan anak dengan autisme. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran tentang bagaimana pelaksanaan layanan terapi terhadap anak dengan autisme pada Pusat Layanan Disabilitas dan Pendidikan Inklusi (PLDPI) provinsi Kalimantan Selatan. Dalam penelitian studi kasus ini penulis menggunakan metode deskriptif kualitatif yang akan menguraikan hasil penelitian dengan bentuk teks naratif tentang subyek penelitian secara satu persatu . Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa proses terapi perilaku yang diterapkan kepada dua subyek penelitian melalui metode ABA (Applied Behavioral Analysis) yang dilaksakanan pada Pusat Layanan Disabilitas dan Pendidikan Inklusi (PLDPI) secara signifikan telah memberikan kemajuan terhadap peningkatan perilaku dan kemampuan individu-individu anak dengan Autisme.
Kesetaraan Gender dalam Agama-Agama: Analisis Filsafat Taoisme-Islam Sachiko Murata
Kumari, Fatrawati
Muadalah Vol. 10 No. 2 (2022)
Publisher : Pusat Studi Gender dan Anak Universitas Islam Negeri Antasari Banjarmasin
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.18592/muadalah.v10i2.7471
Kesetaraan gender yang menempatkan perempuan dan laki-laki secara sejajar belum sepenuhnya dapat dilaksanakan. Penyebabnya selain karena alasan sosial-budaya, juga terdapat alasan teologis, dimana agama dianggap turut berkontribusi melanggengkan ketidakadilan gender dengan melegitimasi perlakuan yang merugikan perempuan melalui bahasa agama. Namun ketika agama ditelusuri lebih dalam lagi, ternyata anggapan tersebut terbantahkan, karena semua agama mengajarkan prinsip kesetaraan gender. Agama menunjukkan jati dirinya sebagai penyambung suara Tuhan dalam mengangkat harkat dan derajat manusia di muka bumi, tak terkecuali perempuan. Untuk mengetahui bagaimana agama-agama memaknai kesetaraan gender, perlu kajian khusus dengan menggunakan pendekatan filsafat Taoisme-Islam Sachiko Murata. Tujuannya adalah agar memperoleh gambaran filosofis-spiritual mengenai kesetaraan gender sebagaimana inti ajaran agama-agama yang dalam hal meliputi agama: Kristen, Yahudi, Hindu, Budha dan Islam.Kata Kunci: Kesetaraan, Gender, Agama, Filsafat Taoisme-Islam