cover
Contact Name
Hijrah Fahrian
Contact Email
balimau24@gmail.com
Phone
+62895414056909
Journal Mail Official
ppmpolkessin@gmail.com
Editorial Address
Poltekkes Kemenkes Banjarmasin Jurusan Kebidanan Jalan Haji Mistar Cokrokusumo No I A Banjarbaru Kalsel
Location
Kota banjarmasin,
Kalimantan selatan
INDONESIA
Jurnal Kebidanan Bestari
ISSN : -     EISSN : 26562251     DOI : 10.31964
Core Subject : Health,
Jurnal Kebidanan Bestari, with registered number ISSN 2656-2251 (online), is a scientific journal published by the Ministry of Health Polytechnic of Banjarmasin. he journal is registered in the CrossRef system with Digital Object Identifier (DOI) prefix 10.31964 The purpose of this journal publications is to disseminate the conceptual thoughts or ideas and research results that have been achieved in the field of health sciences. The journal is mainly focused on the main issues Midwifery Care consisting of : Women center care,Midwifery Continuity of Care, Midwifery Complementary of Care,Neonatal and children health care, Contraception,Education in Midwifery,Sexual and reproductive health and rights,Roles and responsibility,Gender sensitivity, Parenting, Cultural, values, beliefs and social factors, Partnership and collaboration. Midwifery Practice in the Community, Life sciences in reproduction system, Health Technology for women and children.
Articles 74 Documents
Faktor Yang Mempengaruhi Kematian Neonatal Di Kabupaten Seluma kurniawati, purnama sari; Serilaila, Serilaila; Maryani, Maryani
JURNAL KEBIDANAN BESTARI Vol 4 No 1 (2020): Jurnal Kebidanan Bestari
Publisher : Midwifery Departement Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/jkb.v2i1.35

Abstract

Neonatal mortality rate in Bengkulu Province Year 2015 amounted to 8/1000 KH as well as in 2016 of 8/1000 KH. This nenonatal AKN is higher than Seluma Regency which has increased by 25% and this is lower than Kepahiang Regency (14/1000 KH), Bengkulu Tengah District (12/1000 KH). The purpose of this study was to determine the factors affecting neonatal mortality in Seluma District in 2016. The research is a descriptive analytic study with case control design. The study population of live-born infants in 2016 was 3338. The sample of the study of dead neonatal cases was 35 samples taken in total sampling. A sample of live neonatal control group of 126 was taken systematic random sampling.The results showed that there were correlation between education, age, parity, history of ANC mother and LBW with neonatal mortality in Seluma District in 2016. Furthermore, there was no correlation between birth spacing, labor and asphyxia with neonatal mortality in Seluma District in 2016. the effect on neonatal mortality is education, antenatal care dan LBW. Seluma District Health Office is expected to work with the Village Midwife in an effort to reduce the number of neonatal deaths by periodically providing KIE, APN training for midwives, improvement of ANC services and family planning services and infant care of LBW. Keywords: Education, Antenatal Care, Low Birth Weigt, Neonatal Death
Faktor Yang Berhubungan Dengan Ketuban Pecah Dini Di RSD Idaman Banjarbaru Tahun 2018 Ramadhita, Indira; Darmayanti, Darmayanti; Rusmilawaty, Rusmilawaty
JURNAL KEBIDANAN BESTARI Vol 4 No 1 (2020): Jurnal Kebidanan Bestari
Publisher : Midwifery Departement Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/jkb.v2i1.38

Abstract

Ketuban Pecah Dini (KPD) merupakan salah satu penyebab kematian ibu. Faktor predisposisi dari KPD yaitu umur, paritas, kelainan letak janin, dan Cephalopelvic Disproportion (CPD). Berdasarkan studi pendahuluan di RSD Idaman Banjarbaru, pada tahun 2016 kejadian KPD sebanyak 11,18%, tahun 2017 sebanyak 12,61%, dan tahun 2018 sebanyak 11,59%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan ketuban pecah dini di RSD Idaman Banjarbaru tahun 2018. Rancangan penelitian yang digunakan adalah metode survey analitik dengan pendekatan case control. Populasi penelitian ini adalah seluruh ibu bersalin di RSD Idaman Banjarbaru pada tahun 2018 dengan jumlah 2164 orang. Teknik pengambilan sampel menggunakan Systematic Random Sampling. Sampel penelitian ini terdiri dari kelompok kasus dan kelompok kontrol dengan perbandingan 1:2. Jumlah kelompok kasus adalah 251 orang dan jumlah kelompok kontrol adalah 502 orang. Instrumen penelitian ini menggunakan data register ibu bersalin di ruang bersalin RSD Idaman Banjarbaru. Analisis data yang digunakan adalah uji Chi-Square. Hasil penelitian didapatkan bahwa dari 753 subjek penelitian, 251 orang (33,3%) mengalami KPD. Subjek penelitian dengan umur berisiko sebanyak 138 orang (18,3%), paritas tidak aman sebanyak 468 orang (62,2%), kelainan letak janin sebanyak 52 orang (6,9%), dan CPD sebanyak 85 orang (11,3%). Hasil uji statistik menunjukkan ada hubungan umur (ρ = 0,000), paritas (ρ = 0,013), kelainan letak janin (ρ = 0,029), dan CPD (ρ = 0,000) dengan KPD. Kesimpulan penelitian yaitu ada hubungan umur ibu bersalin, paritas ibu bersalin, kelainan letak janin, dan CPD dengan KPD.
Hubungan Paritas Dan Dukungan Keluarga Dengan Kunjungan Kehamilan Keempat (K4) Di Wilayah Kerja Puskesmas Mataraman Kabupaten Banjar Tahun 2019 Islamiati, Wahyuni; Rafidah, Rafidah; Darmayanti, Darmayanti
JURNAL KEBIDANAN BESTARI Vol 4 No 1 (2020): Jurnal Kebidanan Bestari
Publisher : Midwifery Departement Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/jkb.v2i1.39

Abstract

Antenatal Care (ANC) dilaksanakan untuk mendeteksi risiko tinggi ataupun komplikasi masa kehamilan minimal 4 kali (K4) yaitu 1 kali pada trimester I, 1 kali pada trimester II dan 2 kali pada trimester III. Cakupan K4 di Puskesmas Mataraman mengalami penurunan pada tahun 2017 sebesar 64,3% dan tahun 2018 sebesar 60,2% dengan target Puskesmas 100%. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan paritas dan dukungan keluarga dengan kunjungan kehamilan keempat (K4) di wilayah kerja Puskesmas Mataraman Kabupaten Banjar Tahun 2019. Metode penelitian menggunakan rancangan survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Populasi dalam penelitian adalah seluruh ibu hamil aterm (≥ 37 minggu) diwilayah kerja Puskesmas Mataraman Tahun 2019 dan pengambilan sampel menggunakan teknik sampling jenuh berjumlah 66 orang. Instrumen yang digunakan adalah buku KIA dan kuesioner. Analisa data menggunakan uji Chi-Square dengan α = 0,05% dan tingkat kepercayaan 95% . Hasil penelitian didapatkan responden yang melakukan kunjungan kehamilan keempat (K4) sesuai standar minimal sebanyak 49 orang (74,2%), responden dengan paritas primipara sebanyak 33 orang ( 50%) dan responden yang mendapat dukungan keluarga sebanyak 43 orang (65,2%). Hasil uji Chi-Square menunjukkan ada hubungan paritas dengan kunjungan kehamilan keempat (K4) ρ=0,002 (ρ<α=0,05) dan ada hubungan dukungan keluarga dengan kunjungan kehamilan keempat (K4) ρ =0,001 (ρ<α=0,05) OR=8,29 yang artinya responden yang mendapat dukungan keluarga selama kehamilan mempunyai kemungkinan untuk melakukan kunjungan kehamilan keempat (K4) sesuai standar minimal sebesar 8,29 kali lebih besar dibandingkan responden yang tidak mendapat dukungan keluarga. Dianjurkan bagi ibu untuk meningkatkan kunjungan pemeriksaan kehamilan serta melibatkan keluarga dalam memotivasi ibu untuk periksa hamil.
Hubungan Riwayat Hipertensi Dan Obesitas Pada Ibu Bersalin Dengan Preeklampsia Di RSD Idaman Banjarbaru Tahun 2019 Rahmawati, Annisa; Darmayanti, Darmayanti; Rafidah, Rafidah
JURNAL KEBIDANAN BESTARI Vol 4 No 1 (2020): Jurnal Kebidanan Bestari
Publisher : Midwifery Departement Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/jkb.v2i1.40

Abstract

Kejadian preeklampsia di RSD Idaman Banjarbaru meningkat tahun 2017 dari 113 (5,7%) menjadi 165 (7,6%) pada tahun 2018. Kejadian preeklampsia karena riwayat hipertensi pada tiga bulan terakhir (Oktober-Desember) meningkat dari (30%); (36%) menjadi (40%) sedangkan obesitas meningkat dari (38%); (40%) menjadi (46%). Tujuan penelitian mengetahui Hubungan Riwayat Hipertensi dan Obesitas Pada Ibu Bersalin dengan Preeklampsia di RSD Idaman Banjarbaru Tahun 2019. Metode penelitian menggunakan survey analitik pendekatan case control with matching menggunakan uji chi-square α=0,05 dan CI: 95%. Populasi adalah ibu bersalin di RSD Idaman Banjarbaru bulan Februari-Maret 2019 sebanyak 220 orang. Sampel kasus adalah seluruh ibu bersalin yang mengalami preeklampsia sebanyak 22 orang dan sampel kontrol adalah ibu bersalin yang tidak mengalami pre eklampsia yang usianya di match dengan usia pada kasus dengan perbandingan 1:2 sebanyak 44 orang. Pemilihan sampel dengan teknik Purposive Sampling. Hasil penelitian dari 66 responden ibu bersalin terdapat 22 (33,3%) orang mengalami preeklampsia 16 (24,2%) ibu bersalin dengan riwayat hipertensi dan 18 (27,3%) ibu bersalin dengan obesitas. Ada hubungan antara riwayat hipertensi dengan ibu bersalin preeklampsia ρ=0,000 < α (0,5) dan ada hubungan antara obesitas dengan ibu bersalin preeklampsia ρ=0,000 < α (0,5). Dianjurkan petugas kesehatan untuk dapat menjadi masukkan dalam meningkatkan pelayanan pemeriksaan kehamilan secara terpadu dan terintegrasi.
Hubungan Karakteristik Ibu Hamil Dengan Kelengkapan Imunisasi Tetanus Toksoid Di Wilayah Kerja Puskesmas Pengaron Mawaddah, Siti; rusmilawaty, rusmilawaty; Zakiah, Zakiah
JURNAL KEBIDANAN BESTARI Vol 4 No 1 (2020): Jurnal Kebidanan Bestari
Publisher : Midwifery Departement Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/jkb.v2i1.41

Abstract

Penyakit infeksi dan Tetanus neonatorum dapat dicegah dengan imunisasi Tetanus Toksoid (TT) yang lengkap pada Wanita Usia Subur (WUS) dan ibu hamil. Data Dinas Kabupaten Banjar menunjukkan Puskesmas Pengaron dengan cakupan imunisasi TT2 pada ibu hamil sebanyak 33,5%. Masih rendahnya cakupan imunisasi TT dapat disebabkan berbagai faktor terutama faktor yang mempengaruhi perilaku penggunaan pelayanan kesehatan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan karakteristik ibu hamil dengan kelengkapan imunisasi TT di Wilayah Kerja Puskesmas Pengaron tahun 2016. Rancangan penelitian ini menggunakan metode survei analitik dengan pendekatan Cross sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh ibu Hamil Trimester III di Wilayah Kerja Puskesmas Pengaron tahun 2016. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik sampling jenuh yaitu sebanyak 316 ibu hamil. Instrumen yang digunakan adalah Kohort Ibu Hamil. Data dianalisis secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji Chi Square dengan nilai kemaknaan α = 0,05 dan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian 96 orang (30,4%) mendapatkan imunisasi lengkap, 225 orang (71,2%) berumur ≥ 20 tahun, 171 orang (54,1%) berpendidikan dasar, 246 orang (77,9%) primipara dan 200 orang (63,3%) bekerja. Hasil uji statistik Chi-Square menunjukkan variabel yang berhubungan dengan kelengkapan imunisasi TT pada ibu hamil yaitu variabel umur (p = 0,000), pendidikan (p = 0,000), paritas (p = 0,000) dan pekerjaan (p = 0,000). Diharapkan petugas kesehatan dapat memberikan penyuluhan dengan metode yang lebih menarik dan interaktif untuk meningkatkan partisipasi ibu hamil dalam kelengkapan imunisasi TT.
EFIKASI DIRI, ONSET LAKTASI DAN PEMBERIAN COLOSTRUM DALAM PEMBERIAN ASI PADA NEONATUS yuniarti, yuniarti; Zakiah, Zakiah
JURNAL KEBIDANAN BESTARI Vol 4 No 1 (2020): Jurnal Kebidanan Bestari
Publisher : Midwifery Departement Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/jkb.v2i1.42

Abstract

United Nation International Children Education Found(UNICEF) and World Health Organization (WHO) recommend exclusive breastfeeding until 6 months old. Early provision of breast milk is highly recommended because it provides many health benefits for both mother and baby. The objective in this study was to determine the effect of maternal self-efficacy, lactation onset and Colostrum administration on breastfeeding in neonates in Banjarbaru City in 2016. The study design was an analytical survey with a Prospective Cohort approach to determine the effect of maternal self-efficacy, lactation onset and Colostrum on breastfeeding. This research was conducted in 13 Private Practice Midwives (BPM) in Banjarbaru City in 2016. The study population was all post partum mothers in BPM in Banjarbaru City, samples was post partum mothers who gave birth in BPM which was used as research sites totaling 100 respondents taken with the technique Purposive Sampling. Univariate analysis, used to determine the description of breastfeeding, self-efficacy, maternal, onset of lactation and colostrum giving. Bivariate analysis to analyze the relationship between variables used spearman Rank test with a value of α 0.05 and 95% CI. The results showed there was a relationship between giving Colostrum (p = 0.024), onset of lactation (p = 0.010) and maternal self-efficacy (p = 0,000) with breastfeeding in Banjarbaru City 2016. Suggestions for mothers who have babies to give full breast milk to the baby because breast milk is easy to provide, cheap and healthy for the baby. Keywords: breast milk, colostrum, onset of lactation and self-efficacy
Pengetahuan Pantang Makan pada Ibu Pospartum di Kabupaten Tanah Laut Provinsi Kalimantan Selatan Ayu, Putri; Hipni, Rubiati
JURNAL KEBIDANAN BESTARI Vol 4 No 1 (2020): Jurnal Kebidanan Bestari
Publisher : Midwifery Departement Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/jkb.v2i1.43

Abstract

Background : Indonesian Demographic and Health Survey (IDHS) in 2013, the maternal mortality rate (MMR) reached 359 per 100,000 live births. During the puerperium diet problems need to get serious attention, because with good nutrition can accelerate the healing of the mother and greatly affect the composition of milk The impact that occurs in postpartum mothers who abstain from food, nutritional needs will be reduced. Based on a preliminary study on 8-11 May 2019, the average monthly visit was 30 postpartum mothers, after interviews with postpartum mothers in the Panyipatan Community Health Center work area, there were 10 postpartum mothers, with initial data 8 of which did not know about abstinence and 2 some of them understand. Objective: To determine the level of knowledge of Nifas about abstinence during the puerperium at Panyipatan health center, Panyipatan sub-district, Tanah Laut regency in 2019 at a level of good, adequate and insufficient. Research Methods: The design of this study used a quantitative descriptive design. This research was conducted at Panyipatan Health Center, Panyipatan Subdistrict, Tanah Laut Regency. The sample in this study were 30 postpartum mothers. The instrument of this research is a questionnaire. The method of collecting data comes from primary data and secondary data. The single variable is the level of knowledge of Nifas about abstinence during puerperium. The analysis uses univariate and bivariate analysis with a percentage formula. Research Results: The level of knowledge of postpartum mothers about abstinence during the puerperium at Panyipatan Health Center, Panyipatan Subdistrict, Tanah Laut Regency in 2019, respondents with a good level of knowledge were 4 respondents (14%), sufficient knowledge level was 11 respondents (36%) and knowledge level less than 15 respondents (50.0%). Conclusion: Mother Nifas's level of knowledge about abstinence during puerperium at Panyipatan health center, Panyipatan sub-district, Tanah Laut regency in 2019 at a level of insufficient knowledge.
Hubungan Tindakan Ekstraksi Vakum pada Persalinan dengan Kejadian Asfiksia Neonatorum di RSUD Dr. H. Moch. Ansari Saleh Banjarmasin Tahun 2017 Aprilea, Noor Adha; Suhrawardi, Suhrawardi; Zakiah, Zakiah
JURNAL KEBIDANAN BESTARI Vol 4 No 2 (2020): Jurnal Kebidanan Bestari
Publisher : Midwifery Departement Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/jkb.v4i2.44

Abstract

Relationship to The Vacuum Extraction Action on Childbirth with The Events of asphyxia Neonatorum at Dr. H. Moch. Ansari Saleh Hospital in 2017: The cause of respiratory failure on neonatal asphyxia obstructed the blood flow into the uterus. The disruption of blood flow caused the lack of oxygen flow from the mother to the fetus caused by vacuum extraction. Data in 2015 and 2016 there is an increased case of vacuum extraction from 57 cases (1,5%) in 2015 to 78 cases (2,2%) in 2016, the incidence of neonatal asphyxia has risen in 2015 as 541 cases (18,8%) are being 924 cases(20,5%). The aim of research to analyze vacuum extraction in labor with neonatal asphyxia in Dr. H. Moch. Ansari Saleh Banjarmasin Hospital in 2017. The method of research using an analytic survey has been done which cross-sectional analytic. The sample was neonatal asphyxia in Dr. H. Moch. Ansari Saleh Banjarmasin Hospital in 2017 was 319 neonatal and control sample was neonatal without neonatal asphyxia incidence were 638 neonatal by ratio 1:2. The samples were to be taken by proportional random sampling. The instrument of research was used by the neonatal cohort and mother's cohort in 2017. Data Analysis using Chi-square with the confidence interval, α = 0,005. The results of the research were of 957 respondents consisting of 319 infants (33,3%) neonatal asphyxia, and 61 neonatal (6,4%) used vacuum extraction. Bivariate analysis results found correlation between vacuum extraction in labor and neonatal asphyxia, ρ value ( 0,000)< α (0,05) and OR value = 6,385. The result of the research shows a vacuum extraction that can lead to neonatal asphyxia in Dr. H. Moch. Ansari Saleh Banjarmasin Hospital in 2017. Keyword: Neonatal Asphyxia, Vacuum Extraction
Factors that Influence the Weight Preeclampsia even Spinning Mother in Idaman Banjarbaru Hospital 2018 Agria, Siti; Maslani, Noorhayati; Yuniarti, Yuniarti
JURNAL KEBIDANAN BESTARI Vol 5 No 1 (2021): Jurnal Kebidanan Bestari
Publisher : Midwifery Departement Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/jkb.v5i1.45

Abstract

Preeclampsia is a complication in pregnancy and childbirth obtained in increasing maternal-perinatal morbidity and mortality. Data in the maternity room in the Preeclampsia case ranked third in 2018 out of the top five cases. The study related to correlations of age, parity, Gemelli, assessment of hypertension, and the distance of maternal pregnancy with the incidence of Preeclampsia in Idaman Banjarbaru Hospital in 2018. Analytical survey research method by studying case-control using retrospective. Systematic Random Sampling. Secondary data. Analysis of data using the chi-square test of significance level α = 0.05 and 95% confidence level. The results showed that the number of deliveries with Preeclampsia was 163 respondents (33.3%), aged at risk 127 respondents (26%), unsafe parity 194 respondents (39.7%), Gemelli as many as 10 respondents (2%), hypertension research 44 (9%), and distance between unsafe pregnancies 57 (11.7%). Multivariate analysis showed factors related to the incidence of Preeclampsia were aged (OR: 3.721, CI: 2,438-5,678), parity (OR: 2,088, CI: 1,423-3,064), Gemelli (OR: 4,831, CI: 1,233- 18,935), looking for hypertension (OR: 13,382, CI: 5,813-30,805), pregnancy distance (OR: 1,739, CI: 1,184-2554). The conclusion is correlations between age, parity, Gemelli, assessment of hypertension, and the relationship of assessment to the incidence of Preeclampsia in Idaman Banjarbaru Hospital in 2018. Keywords: Age, Distance Of Pregnancy, Gamelli, History Of Hypertension, Parity, Preeclampsia.
Correlation Of Home Distance To Health Facilities And Family Support With Contact Of Women Area in Primary Health Care Tatah Makmur Banjar District 2019 Nor'ainah, Nor'ainah; Isnaniah, Isnaniah
JURNAL KEBIDANAN BESTARI Vol 5 No 1 (2021): Jurnal Kebidanan Bestari
Publisher : Midwifery Departement Poltekkes Kemenkes Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31964/jkb.v5i1.46

Abstract

Kunjungan nifas merupakan suatu upaya untuk menilai kesehatan ibu dan bayi baru lahir juga untuk mencegah, mendeteksi, serta menangani masalah yang terjadi. Berdasarkan data Dinkes Kabupaten Banjar cakupan pelayanan kesehatan nifas di Puskesmas Tatah Makmur pada tahun 2017 sebesar 72,2% lebih rendah dari target 90%, bahkan dari tahun ke tahun mengalami penurunan. Faktor yang mempengaruhi cakupan pelayanan kesehatan ibu nifas yaitu jarak rumah ke fasilitas kesehatan dan dukungan keluarga. Tujuan penelitian untuk mengetahui Hubungan Jarak Rumah ke Fasilitas Kesehatan dan Dukungan Keluarga dengan Kontak Ibu Nifas di Wilayah Kerja Puskesmas Tatah Makmur Kabupaten Banjar Tahun 2019. Metode penelitian ini menggunakan rancangan survei analitik dengan pendekatan cross sectional. Variabel dalam penelitian ini adalah kontak ibu nifas, Jarak Rumah Ibu Nifas ke Fasilitas Kesehatan dan Dukungan Keluarga. Populasi dalam penelitian seluruh ibu nifas sebanyak 226 ibu nifas di wilayah kerja Puskesmas Tatah Makmur Tahun 2019. Teknik pengambilan sampel purposive sampling sebanyak 70 orang. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Analisa data menggunakan uji statistik Chi-Square dengan α 0,05. Hasil penelitian didapatkan bahwa dari 70 responden menunjukkan Kontak Ibu Nifas sebanyak 45 (64,3%) responden. Ibu yang Jarak Rumah ke Fasilitas Kesehatan jauh sebanyak 37 (52,9%) responden, ibu yang mendapat Dukungan Keluarga sebanyak 40 (57,1%) responden. Uji statistik Chi-Square menunjukkan ada hubungan Jarak Rumah Ke Fasilitas Kesehatan (ρ 0,002) dan Dukungan Keluarga (ρ 0,004) dengan Kontak Ibu Nifas. Kesimpulan penelitian yaitu ada hubungan Jarak Rumah Ke Fasilitas Kesehatan dan Dukungan Keluarga dengan Kontak Ibu Nifas