cover
Contact Name
Edi Ilham
Contact Email
asianpublisher.id@gmail.com
Phone
+6285781169228
Journal Mail Official
asianpublisher.id@gmail.com
Editorial Address
PUBLISH BY ASIAN PUBLISHER – MEDIA ILMU INDONESIA Tower Vanesia Jl. Ahmad Yani (Exit Toll Bekasi Barat), Kota Bekasi, Indonesia Hp: 087863521071 Email: asianpublisher.id@gmail.com, sekretariat.mdi@gmail.com
Location
Kab. bekasi,
Jawa barat
INDONESIA
JACTA: Journal of Accounting and Tax
Published by Asian Publisher
ISSN : -     EISSN : 29873746     DOI : https://doi.org/10.58738/jacta
Core Subject : Economy,
JACTA: Journal of Accounting and Taxes (E-ISSN 2987-3746) is a high-quality, open-access peer-reviewed scientific journal published twice a year by Asian Publishers. JACTA: Journal of Accounting and Taxes focuses on all areas related to their hypothetical and theoretical nature and which provides exploratory insights in accounting, taxation and relevant subjects. It is devoted to increasing research outlets for financial and accounting disciplines in the world. Topics related to this journal include but are not limited to gaps in audit expectations, auditing standards, financial accounting, taxation, social and environmental accounting, management accounting, corporate governance, financial reporting, markets for audit services, public sector accounting and auditing. The publication periods are in January and July. The article can be written in English or indonesian.
Articles 34 Documents
Investasi Halal Dan Prinsip Etika Dalam Keuangan Islam Najwa Putri
JACTA: Journal of Accounting and Tax Vol. 1 No. 2 (2023): JACTA: Journal of Accounting and Tax, January 2023
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/jacta.v1i2.1032

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsep investasi halal dan penerapan prinsip etika dalam keuangan Islam sebagai dasar dalam pengambilan keputusan investasi yang sesuai dengan syariah. Dalam era globalisasi ekonomi modern, investasi tidak hanya dipandang sebagai kegiatan mencari keuntungan semata, tetapi juga sebagai sarana untuk mewujudkan keadilan, keberlanjutan, dan kesejahteraan sosial. Prinsip etika dalam keuangan Islam menekankan larangan terhadap riba, gharar, dan maysir, serta menuntut keadilan, transparansi, dan tanggung jawab sosial. Oleh karena itu, pemahaman terhadap investasi halal menjadi penting bagi individu maupun lembaga keuangan dalam mengembangkan portofolio yang berlandaskan nilai-nilai Islam. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi pustaka (library research). Data diperoleh dari berbagai sumber literatur berupa jurnal ilmiah, buku, dan fatwa lembaga keuangan syariah yang relevan dengan topik investasi halal. Analisis data dilakukan melalui pendekatan tematik dengan mengidentifikasi, mengelompokkan, dan menafsirkan tema-tema utama terkait prinsip etika Islam dan praktik investasi syariah. Selain itu, penelitian juga menggunakan analisis kuantitatif sederhana melalui model scoring index untuk mengukur tingkat kepatuhan investasi terhadap prinsip syariah dan etika Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa investasi halal tidak hanya diukur dari bebasnya suatu kegiatan ekonomi dari unsur haram, tetapi juga dari sejauh mana investasi tersebut memberikan manfaat sosial dan ekonomi bagi masyarakat. Prinsip etika Islam menuntut agar kegiatan investasi mendukung pembangunan berkelanjutan, memperhatikan keseimbangan antara keuntungan dan tanggung jawab moral, serta menegakkan keadilan ekonomi. Dengan demikian, penerapan investasi halal berdasarkan prinsip etika keuangan Islam dapat menjadi solusi alternatif dalam menciptakan sistem ekonomi yang stabil, adil, dan berorientasi pada kemaslahatan umat.
Revolusi Fintech: Masa Depan Sistem Pembayaran di Indonesia Ahmad Muzakky Tsabit
JACTA: Journal of Accounting and Tax Vol. 1 No. 2 (2023): JACTA: Journal of Accounting and Tax, January 2023
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang memengaruhi produksi jagung serta membangun model prediksi produksi menggunakan analisis korelasi dan regresi. Jagung merupakan salah satu komoditas pertanian strategis di Indonesia yang memiliki peranan penting sebagai bahan pangan, pakan ternak, dan industri. Fluktuasi produksi jagung dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti luas lahan, curah hujan, penggunaan pupuk, serta tenaga kerja, sehingga diperlukan pendekatan statistik untuk memahami hubungan antarvariabel tersebut. Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data sekunder dari Badan Pusat Statistik dan instansi terkait selama periode tertentu. Analisis korelasi Pearson digunakan untuk mengidentifikasi kekuatan dan arah hubungan antara variabel bebas dan produksi jagung. Selanjutnya, analisis regresi linier berganda diterapkan untuk memodelkan pengaruh simultan dari variabel-variabel independen terhadap variabel dependen, yaitu produksi jagung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa luas lahan dan penggunaan pupuk memiliki korelasi positif dan signifikan terhadap produksi jagung, sementara curah hujan menunjukkan pengaruh yang tidak signifikan pada tingkat tertentu. Model regresi yang diperoleh memiliki nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,82, yang menunjukkan bahwa 82% variasi produksi jagung dapat dijelaskan oleh variabel-variabel yang diteliti. Temuan ini diharapkan dapat menjadi dasar dalam perumusan kebijakan peningkatan produktivitas jagung melalui pengelolaan faktor-faktor yang berpengaruh secara signifikan.
Transformasi Digital Dalam Sistem Keuangan Modern: Peluang Dan Tantangan Nur Hanifah
JACTA: Journal of Accounting and Tax Vol. 2 No. 1 (2023): JACTA: Journal of Accounting and Tax, July 2023
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/jacta.v2i1.1039

Abstract

Transformasi digital telah menjadi kekuatan pendorong utama dalam evolusi sistem keuangan modern. Perkembangan teknologi seperti kecerdasan buatan, blockchain, dan big data telah merevolusi cara institusi keuangan beroperasi, menyediakan layanan, serta berinteraksi dengan nasabah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara mendalam dampak transformasi digital terhadap sistem keuangan, dengan fokus pada peluang yang tercipta serta tantangan yang harus dihadapi oleh pelaku industri. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan studi literatur sebagai teknik pengumpulan data utama. Sumber data berasal dari jurnal ilmiah, laporan industri, dan regulasi yang relevan dalam lima tahun terakhir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa digitalisasi memberikan berbagai peluang strategis, seperti efisiensi operasional, peningkatan akses layanan keuangan melalui fintech, serta penguatan sistem manajemen risiko berbasis data. Di sisi lain, tantangan utama meliputi keamanan siber, regulasi yang belum sepenuhnya adaptif terhadap inovasi digital, serta kesenjangan digital di kalangan masyarakat. Institusi keuangan dituntut untuk mampu menyeimbangkan adopsi teknologi dengan perlindungan konsumen dan kepatuhan hukum. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan transformasi digital dalam sistem keuangan sangat bergantung pada sinergi antara inovasi teknologi, regulasi yang progresif, dan kesiapan sumber daya manusia. Temuan ini memberikan implikasi penting bagi pembuat kebijakan dan pelaku industri dalam merumuskan strategi transformasi digital yang berkelanjutan dan inklusif.
Diversifikasi Portofolio Sebagai Strategi Menghadapi Ketidakpastian Pasar Muhammad rasya
JACTA: Journal of Accounting and Tax Vol. 2 No. 1 (2023): JACTA: Journal of Accounting and Tax, July 2023
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/jacta.v2i1.1041

Abstract

Ketidakpastian pasar yang semakin meningkat akibat volatilitas ekonomi global, perubahan kebijakan moneter, dan dinamika geopolitik menuntut investor untuk mengadopsi strategi manajemen risiko yang lebih adaptif. Diversifikasi portofolio merupakan salah satu pendekatan utama yang dapat meminimalkan risiko dengan cara menyebarkan investasi pada berbagai instrumen keuangan, sektor industri, dan wilayah geografis. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas diversifikasi portofolio dalam menghadapi ketidakpastian pasar serta mengidentifikasi kombinasi aset yang optimal untuk meminimalkan risiko tanpa mengurangi potensi imbal hasil. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan model Modern Portfolio Theory (MPT) dan analisis risiko-return. Data sekunder diperoleh dari laporan pasar modal, indeks saham, dan aset alternatif selama periode lima tahun terakhir yang mencakup berbagai fase ekonomi. Analisis dilakukan dengan menghitung korelasi antar aset, Sharpe Ratio, serta pembentukan efficient frontier sebagai dasar evaluasi kinerja portofolio. Hasil penelitian menunjukkan bahwa diversifikasi portofolio terbukti mampu menurunkan tingkat risiko sistematis dan meningkatkan stabilitas keuntungan dalam kondisi pasar yang tidak pasti. Portofolio yang mencakup kombinasi saham berkapitalisasi besar, obligasi pemerintah, serta aset alternatif seperti emas dan real estate menunjukkan performa yang lebih unggul dibandingkan portofolio yang terfokus pada satu jenis aset. Temuan ini menegaskan pentingnya strategi diversifikasi bagi investor dalam mengelola ketidakpastian dan menjaga nilai investasi jangka panjang. Penelitian ini juga memberikan rekomendasi bagi investor dan pengelola aset untuk menerapkan evaluasi dinamis terhadap komposisi portofolio sesuai dengan perubahan kondisi pasar.  
Keamanan Data Dan Privasi Dalam Layanan Keuangan Digital atiiqah khairunnisa
JACTA: Journal of Accounting and Tax Vol. 2 No. 1 (2023): JACTA: Journal of Accounting and Tax, July 2023
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/jacta.v2i1.1042

Abstract

Pesatnya pertumbuhan layanan keuangan digital, seperti mobile banking, dompet digital, dan platform fintech, telah membawa kemudahan signifikan bagi masyarakat dalam melakukan transaksi keuangan. Namun, di balik inovasi tersebut, muncul tantangan serius terkait keamanan data dan privasi pengguna. Ancaman seperti peretasan, pencurian identitas, dan penyalahgunaan data pribadi menjadi isu krusial yang perlu mendapat perhatian. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sejauh mana layanan keuangan digital di Indonesia telah menerapkan prinsip keamanan dan perlindungan privasi data pengguna secara efektif. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik studi literatur, observasi terhadap kebijakan privasi pada lima platform keuangan digital populer, serta wawancara dengan ahli keamanan siber dan perwakilan regulator. Data dianalisis menggunakan metode analisis tematik untuk mengidentifikasi pola, risiko, dan praktik terbaik dalam pengelolaan data pengguna. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun sebagian besar platform telah menerapkan teknologi keamanan seperti enkripsi dan autentikasi multi-faktor, masih ditemukan kelemahan dalam transparansi pengelolaan data dan kepatuhan terhadap prinsip perlindungan data pribadi. Selain itu, masih rendahnya literasi digital pengguna turut meningkatkan potensi kebocoran data. Regulasi seperti Undang-Undang Perlindungan Data Pribadi (UU PDP) dinilai sebagai langkah awal penting, namun pelaksanaannya memerlukan penguatan mekanisme pengawasan dan penegakan hukum. Penelitian ini menyimpulkan bahwa keberhasilan perlindungan data dalam layanan keuangan digital tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga pada kebijakan yang tegas dan peran aktif seluruh pemangku kepentingan.
Kolaborasi Antara Bank Konvensioanal dan Fintech Tantangan dan Peluang Kezia Aira Natasya
JACTA: Journal of Accounting and Tax Vol. 2 No. 2 (2024): JACTA: Journal of Accounting and Tax, January 2024
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/jacta.v2i2.1046

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mendorong perubahan signifikan dalam sektor keuangan, khususnya melalui munculnya perusahaan Financial Technology (Fintech) yang       menantang   model   bisnis   bank    konvensional.    Penelitian   ini               berjudul “Kolaborasi antara Bank Konvensional dan Fintech: Tantangan dan Peluang” bertujuan untuk menganalisis bentuk kolaborasi yang terjadi antara kedua lembaga keuangan tersebut, serta mengidentifikasi hambatan dan potensi sinergi yang dapat dimanfaatkan untuk memperkuat inklusi keuangan dan efisiensi layanan. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kualitatif, dengan pengumpulan data melalui studi literatur, analisis dokumen, dan wawancara semi-terstruktur terhadap beberapa praktisi di sektor perbankan dan fintech di Indonesia. Data dianalisis menggunakan teknik analisis tematik untuk menemukan pola kolaborasi, faktor pendorong, serta kendala yang dihadapi dalam integrasi sistem dan regulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kolaborasi antara bank konvensional dan fintech cenderung meningkat dalam lima tahun terakhir, terutama dalam bidang digital payment, kredit mikro, dan layanan perbankan digital. Kolaborasi ini memberikan peluang besar bagi bank untuk memperluas jangkauan nasabah melalui teknologi fintech, sementara fintech memperoleh legitimasi dan akses terhadap infrastruktur keuangan formal. Namun, tantangan yang masih dihadapi meliputi perbedaan budaya organisasi, ketimpangan regulasi, dan keamanan data. Penelitian ini menyimpulkan bahwa sinergi antara bank dan fintech dapat menciptakan ekosistem keuangan yang lebih inklusif, adaptif, dan inovatif, asalkan didukung oleh regulasi yang harmonis dan penguatan tata kelola digital yang berkelanjutan.
Pengaruh Dompet Digital Terhadap Perilaku Konsumen Di Era Cashless Society Nayla Nayla zahra
JACTA: Journal of Accounting and Tax Vol. 2 No. 2 (2024): JACTA: Journal of Accounting and Tax, January 2024
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/jacta.v2i2.1048

Abstract

Perkembangan teknologi finansial telah mendorong transformasi menuju cashless society, di mana transaksi non-tunai menjadi semakin dominan dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu inovasi yang menonjol adalah penggunaan dompet digital (e-wallet) yang memberikan kemudahan, kecepatan, dan kenyamanan dalam bertransaksi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penggunaan dompet digital terhadap perilaku konsumen di era cashless society, dengan fokus pada perubahan pola konsumsi, preferensi pembayaran, dan tingkat konsumsi impulsif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei, melibatkan 200 responden pengguna aktif dompet digital di kalangan usia produktif (18–40 tahun) di wilayah perkotaan. Instrumen penelitian berupa kuesioner tertutup yang dianalisis menggunakan teknik regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh positif dan signifikan antara intensitas penggunaan dompet digital terhadap peningkatan perilaku konsumtif, khususnya dalam hal frekuensi belanja dan keputusan pembelian impulsif. Selain itu, kemudahan akses dan berbagai fitur promosi (seperti cashback dan diskon) dalam aplikasi dompet digital turut memperkuat preferensi konsumen untuk bertransaksi secara non-tunai. Penelitian ini menyimpulkan bahwa dompet digital tidak hanya memengaruhi cara konsumen melakukan transaksi, tetapi juga membentuk pola perilaku konsumsi baru yang lebih cepat dan responsif terhadap stimulus digital. Implikasi dari temuan ini penting bagi pelaku bisnis dan regulator untuk mengelola dampak sosial dan ekonomi dari adopsi teknologi finansial yang terus berkembang.
Perencanaan Keuangan Yang Bijak Untuk Generasi Milenial Dan Gen Z Miliana Miliana Nurfa
JACTA: Journal of Accounting and Tax Vol. 2 No. 2 (2024): JACTA: Journal of Accounting and Tax, January 2024
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/jacta.v2i2.1051

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tingkat literasi keuangan serta strategi perencanaan keuangan yang bijak pada generasi Milenial dan Gen Z di era digital. Fenomena meningkatnya konsumsi gaya hidup, kemudahan akses pinjaman daring, dan rendahnya kesadaran investasi menjadi latar belakang penting dalam studi ini. Perencanaan keuangan yang baik diyakini mampu membantu generasi muda mencapai kestabilan ekonomi jangka panjang dan menghindari perilaku konsumtif yang berlebihan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kuantitatif dengan pendekatan survei. Data dikumpulkan melalui kuesioner online yang disebarkan kepada 150 responden berusia 18–35 tahun yang mewakili kalangan Milenial dan Gen Z di wilayah perkotaan. Variabel yang dianalisis meliputi literasi keuangan, perilaku konsumsi, kebiasaan menabung, investasi, dan penggunaan teknologi finansial (financial technology). Analisis data dilakukan menggunakan teknik statistik deskriptif dan uji korelasi untuk mengetahui hubungan antara literasi keuangan dan perilaku perencanaan keuangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat literasi keuangan generasi muda tergolong sedang, namun masih terdapat kesenjangan antara pengetahuan dan praktik keuangan yang dilakukan. Sebagian besar responden memiliki kesadaran pentingnya menabung dan berinvestasi, tetapi belum menerapkannya secara konsisten. Faktor yang paling memengaruhi perilaku keuangan adalah gaya hidup dan pengaruh media sosial. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan edukasi keuangan berbasis digital serta pembentukan kebiasaan finansial yang terarah sejak dini agar Milenial dan Gen Z dapat mengelola keuangannya secara bijak dan berkelanjutan.
Peran Literasi Keuangan Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat ayudya purwanti
JACTA: Journal of Accounting and Tax Vol. 2 No. 2 (2024): JACTA: Journal of Accounting and Tax, January 2024
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/jacta.v2i2.1053

Abstract

Literasi keuangan memiliki peran strategis dalam membentuk perilaku ekonomi yang cerdas, bertanggung jawab, dan berorientasi pada kesejahteraan jangka panjang. Dalam konteks pembangunan nasional, literasi keuangan tidak hanya mencakup kemampuan memahami produk dan layanan keuangan, tetapi juga mencakup keterampilan dalam mengelola pendapatan, menabung, berinvestasi, serta mengambil keputusan finansial yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran literasi keuangan terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat Indonesia, khususnya di tengah tantangan ketimpangan ekonomi dan perubahan pola konsumsi di era digital. Metode yang digunakan dalam penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi literatur, menggunakan data sekunder dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia (BI), dan survei nasional terkait indeks literasi keuangan. Hasil kajian menunjukkan bahwa tingkat literasi keuangan masyarakat Indonesia masih tergolong sedang, dengan disparitas signifikan antara kelompok perkotaan dan pedesaan, serta antara laki-laki dan perempuan. Rendahnya literasi keuangan berdampak pada perilaku konsumtif, tingginya utang konsumtif, dan rendahnya partisipasi masyarakat dalam instrumen investasi produktif. Sebaliknya, masyarakat dengan tingkat literasi keuangan tinggi cenderung memiliki pengelolaan keuangan yang lebih baik, kemampuan menabung yang konsisten, serta kecenderungan untuk berinvestasi dalam sektor formal yang berdampak positif terhadap kesejahteraan ekonomi rumah tangga.
Peran Literasi Investasi Dalam Meningkatkan Minat Masyarakat Terhadap Pasar Saham rizky rizky
JACTA: Journal of Accounting and Tax Vol. 4 No. 1 (2025): JACTA: Journal of Accounting and Tax, July 2025
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/jacta.v4i1.1054

Abstract

Pasar saham merupakan salah satu instrumen investasi yang menjanjikan, namun partisipasi masyarakat di Indonesia masih relatif rendah dibandingkan negara-negara lain. Salah satu faktor utama yang berkontribusi terhadap rendahnya minat ini adalah kurangnya literasi investasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara komprehensif peran literasi investasi dalam meningkatkan minat masyarakat terhadap pasar saham. Literasi investasi tidak hanya mencakup pengetahuan dasar tentang produk investasi dan mekanisme pasar, tetapi juga pemahaman risiko, strategi investasi, diversifikasi portofolio, serta kemampuan untuk membuat keputusan keuangan yang rasional. Metodologi yang digunakan adalah studi literatur deskriptif kualitatif, dengan mengumpulkan, menganalisis, dan mensintesis informasi dari berbagai sumber akademik seperti jurnal ilmiah, buku, laporan penelitian, dan publikasi relevan lainnya. Data yang dikumpulkan dianalisis untuk mengidentifikasi konsep-konsep kunci, tren, dan bukti empiris mengenai hubungan antara literasi investasi dan minat investor di pasar saham. Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan literasi investasi secara signifikan tetap positif dengan peningkatan minat masyarakat terhadap pasar saham. Pemahaman yang mendalam tentang fundamental pasar, analisis teknikal, dan faktor-faktor ekonomi makro memungkinkan individu untuk mengurangi persepsi risiko, meningkatkan kepercayaan diri, dan membuat keputusan investasi yang lebih terinformasi. Selain itu, literasi investasi juga membekali masyarakat dengan kemampuan untuk mengidentifikasi peluang investasi, memahami prospek pertumbuhan perusahaan, dan mengelola portofolio secara efektif. Pendidikan yang berkelanjutan dan mudah diakses menjadi krusial untuk meningkatkan literasi investasi di berbagai segmen masyarakat. Implikasi dari penelitian ini adalah perlunya program edukasi literasi investasi yang terstruktur dan masif oleh pemerintah, regulator pasar modal, dan lembaga keuangan untuk mendorong partisipasi masyarakat yang lebih luas dan sehat di pasar saham, yang pada gilirannya dapat mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Page 3 of 4 | Total Record : 34