cover
Contact Name
Jonson Manurung
Contact Email
jhonson.geo@gmail.com
Phone
+6281361081639
Journal Mail Official
jhonson.geo@gmail.com
Editorial Address
Jl. Siboro no. B 05 Simalingkar A Medan, Sumatera Utara
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Pengabdian Masyarakat Nauli
Published by Marq & Cha Institute
ISSN : -     EISSN : 29853702     DOI : -
Jurnal Pengabdian Masyakat Nauli adalah jurnal pengabdian kepada masyarakat yang diterbitkan dan dikelola oleh Lembaga Riset dan Publikasi Marq & Cha Institute. Jurnal ini diharapakan dapat menjadi alat informasi dan sosialisasi mengenai hasil-hasil pengabdian dari seluruh civitas akademika tentang berbagai macam inovasi dan solusi-solusi dalam berbagai persoalan dalam masyarakat. Artikel yang dimuat dalam Jurnal Pengabdian Masyakat Nauli : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat berbasis penelitian seperti Participatory Action Research, Pengembangan Masyarakat Berbasis Aset, Riset Berbasis Masyarakat, Pembelajaran Layanan, Pengembangan Masyarakat.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 93 Documents
Penguatan Kesiapan Holistik Calon Imam Melalui Pendampingan Pastoral dan Liturgis Menjelang Pelantikan Lektor dan Akolit Donobakti, Yohanes Amkar; Putra, Albertus Guntur Maltrino
Jurnal Pengabdian Masyarakat Nauli Vol. 3 No. 1 (2024): Agustus, Jurnal Pengabdian Masyarakat Nauli
Publisher : Marcha Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/nauli.v3i1.407

Abstract

Program Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan memperkuat kesiapan holistik calon imam tingkat III menjelang pelantikan sebagai lektor dan akolit melalui pendampingan pastoral, spiritual, dan liturgis. Program dirancang di Seminari Tinggi Santo Petrus Pematangsiantar dengan pendekatan edukatif, reflektif, partisipatif, dan aplikatif. Kegiatan meliputi triduum, pendalaman makna pelayanan lektor dan akolit, refleksi panggilan, diskusi kelompok, latihan pembacaan Sabda Allah, simulasi pelayanan altar, pendampingan personal, serta evaluasi kesiapan. Empat dimensi formasi manusiawi, spiritual, intelektual, dan pastoral—digunakan sebagai kerangka integratif untuk menilai perkembangan peserta. Artikel ini dikembangkan dari dokumen proposal; karena data aktual pelaksanaan belum tersedia, bagian hasil disajikan sebagai kerangka capaian dan format evaluasi yang harus diperbarui berdasarkan daftar hadir, nilai pre-test dan post-test, rubrik praktik liturgi, refleksi peserta, serta dokumentasi kegiatan. Capaian yang ditargetkan meliputi peningkatan pemahaman teologis, kematangan motivasi panggilan, keterampilan pelayanan liturgi, kemampuan refleksi dan discernment, serta komitmen melayani secara rendah hati dan bertanggung jawab. Keberlanjutan program diarahkan melalui pemanfaatan modul pembinaan dan pendampingan berkala oleh para formator.
Kitab Hukum Kanonik Sebagai Pedoman Hukum Hidup Menggereja Bagi Novis Kongregasi KYM Pandego, Higianes Indro; Purba, Asrot
Jurnal Pengabdian Masyarakat Nauli Vol. 2 No. 2 (2024): Februari, Jurnal Pengabdian Masyarakat Nauli
Publisher : Marcha Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/nauli.v2i2.408

Abstract

Kitab Hukum Kanonik merupakan perangkat normatif sekaligus sarana pastoral yang menjaga persekutuan, keadilan, keteraturan, dan tanggung jawab dalam kehidupan Gereja. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman para biarawati-religius di Novisiat KYM mengenai fungsi pastoral Kitab Hukum Kanonik, hak dan kewajiban umat beriman, tata hidup bakti, serta penerapannya dalam kehidupan komunitas. Kursus dilaksanakan setiap Jumat pertama dan kedua selama September-Desember 2024 di Aula Susteran KYM, Jalan Sibolga-Pematangsiantar, dengan Higianes Indro Pandego, Lic.IC sebagai narasumber. Metode kegiatan meliputi seminar interaktif, pembahasan kanon, diskusi, studi kasus, refleksi pastoral, dan latihan penerapan hukum Gereja. Keabsahan pelaksanaan diverifikasi melalui Surat Tugas Nomor 025/FF/C.03/2024, delapan lembar daftar hadir berkala, dokumentasi foto, dan berita acara tertanggal 14 Desember 2024. Daftar hadir menunjukkan tujuh peserta mengikuti rangkaian kursus secara berulang. Hasil pada tingkat proses memperlihatkan tersedianya ruang pembinaan yang terstruktur, penguatan pemahaman hukum sebagai sarana pastoral, serta kemampuan peserta menghubungkan norma Gereja dengan spiritualitas hidup bakti. Program menghasilkan materi kursus, perangkat studi kasus, dan rekomendasi pembinaan hukum Gereja secara berkelanjutan.
Pembinaan Spiritualitas Kebebasan dan Tanggung Jawab Moral Bagi Novis FCJM dalam Membangun Kedewasaan Iman dan Kehidupan Religius Gonti Simanullang; Silfester Siga Ngole; Jusling Garamba; Ludovikus Lelan
Jurnal Pengabdian Masyarakat Nauli Vol. 2 No. 2 (2024): Februari, Jurnal Pengabdian Masyarakat Nauli
Publisher : Marcha Institute

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/nauli.v2i2.409

Abstract

Kebebasan dan tanggung jawab moral merupakan dua unsur yang saling berkaitan dalam pembentukan kedewasaan iman dan identitas hidup religius. Pada masa novisiat, pemahaman kebebasan yang tidak terintegrasi dengan hati nurani, ketaatan, dan tanggung jawab dapat memunculkan sikap individualistis, disiplin yang bersifat eksternal, serta kesulitan dalam mengambil keputusan moral. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan memperkuat spiritualitas kebebasan dan tanggung jawab moral bagi Novis FCJM di Novisiat Greccio Pematangsiantar. Program menggunakan pendekatan edukatif, pastoral, partisipatif, reflektif, dan kontekstual melalui seminar, pendalaman Kitab Suci, studi kasus moral, sharing kelompok, refleksi pribadi, pendampingan spiritual, dan penyusunan komitmen. Evaluasi dirancang melalui pre-test dan post-test, observasi partisipasi, lembar refleksi, wawancara pembina, serta monitoring pascakegiatan. Draf hasil menunjukkan peningkatan nilai rata-rata dari 52,6 menjadi 86,6 pada aspek makna kebebasan, tanggung jawab moral, pembentukan hati nurani, ketaatan dan disiplin, serta kedewasaan iman. Capaian kualitatif tampak pada meningkatnya kemampuan peserta membedakan kebebasan dari sikap sewenang-wenang, mempertimbangkan konsekuensi tindakan, menerima aturan komunitas sebagai sarana pertumbuhan, serta merumuskan keputusan yang berorientasi pada kebaikan bersama. Program menunjukkan bahwa pembinaan moral menjadi lebih efektif ketika ajaran Gereja dihubungkan dengan pengalaman, dilema konkret, refleksi, dan pendampingan berkelanjutan.

Page 10 of 10 | Total Record : 93