cover
Contact Name
Bulan Kakanita Hermasari
Contact Email
dr.bulan.kakanita@staff.uns.ac.id
Phone
+6281225381332
Journal Mail Official
pmjfkuns@gmail.com
Editorial Address
Gedung Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret Jl. Ir. Sutami No. 36A Kentingan Jebres
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Plexus Medical Journal
ISSN : 2828187x     EISSN : 28284801     DOI : https://doi.org/10.20961/plexus.v1i1.4
Core Subject : Health,
Plexus Medical journal (PMJ) publishes original research articles or article review in the basic medical sciences, clinical medical sciences, medical education and public health science. Plexus Medical journal is a peer-reviewed and open access journal that focuses on promoting medical sciences generated from basic sciences, clinical, community or public health research, and medical education to integrate researches in all aspects of human health. This journal publishes original articles, reviews, and also interesting case reports. Brief communications containing short features of medicine, latest developments in diagnostic procedures, treatment, or other health issues that is important for the development of health care system are also acceptable. Letters and commentaries of our published articles are welcome.
Articles 7 Documents
Search results for , issue "Vol. 2 No. 6 (2023): Desember" : 7 Documents clear
Rontgen Toraks, Nilai Cycle Threshold dan Hubungannya dengan Tingkat Keparahan Klinis pada Ibu Hamil dengan COVID-19 di RSUD Dr. Moewardi Regita, Immanuela Maria; Melinawati, Eriana; Prabowo, Wisnu; Budihastuti, Uki Retno
Plexus Medical Journal Vol. 2 No. 6 (2023): Desember
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/plexus.v2i6.634

Abstract

Pendahuluan: Penggunaan pemeriksaan penunjang dalam mendiagnosis COVID-19 pada ibu hamil merupakan sebuah tantangan karena perubahan fisiologis yang unik pada ibu hamil menyebabkan variasi hasil. Kerentanan ibu terhadap patogen mungkin dapat berisiko menjadi perkembangan ke arah penyakit yang lebih parah. Namun terdapat kesimpangsiuran data pada hubungan pemeriksaan laboratorium seperti radiologi dan RT-PCR terhadap keparahan klinis ibu hamil. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mempelajari nilai CT, gambaran rontgen toraks dan hubungannya dengan tingkat keparahan klinis pasien ibu hamil dengan COVID-19. Metode: Data diperoleh dari rekam medis di rumah sakit tingkat tersier di Surakarta, Indonesia. Ibu hamil yang menjalani tes RT-PCR dan foto rontgen dada selama rawat inap pada periode Januari sampai Desember 2021 diperiksa. Nilai CT dari hasil RT-PCR positif dimasukkan dalam data penelitian. Keparahan ibu hamil berdasarkan presentasi klinis dibagi menjadi tiga kelompok: ringan, sedang dan berat. Data yang diperoleh kemudian dianalisis. Hasil: Terdapat enam puluh tujuh data ibu hamil pada penelitian ini. Rerata usia kehamilan saat admisi adalah 38 minggu. Karakteristik seperti usia, usia kehamilan, komorbid tidak mempengaruhi keparahan klinis. Nilai CT gen ORF1ab dan gen E tidak berhubungan dengan tingkat keparahan klinis. Namun korelasi signifikan ditemukan antara gambaran rontgen dada dan keparahan klinis penyakit (p=0.000, r=0.486). Kesimpulan: Tidak ada hubungan yang signifikan secara statistik antara nilai CT dan tingkat keparahan klinis ibu hamil. Namun, terdapat hubungan signifikan secara statistik antara rontgen toraks dan tingkat keparahan klinis ibu hamil.
Writing Spectrum dan Nilai Course Basic Medical Profesionalism Mahasiswa Kedokteran: A Cross Sectional Study Saputra, Agung Ryan Bayu; Siti Munawaroh; Bulan Kakanita Hermasari
Plexus Medical Journal Vol. 2 No. 6 (2023): Desember
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/plexus.v2i6.850

Abstract

Pendahuluan: Refleksi merupakan salah satu metode yang digunakan untuk mengajarkan profesionalisme kepada mahasiswa kedokteran. Kemampuan refleksi sangat penting untuk proses pembelajaran sepanjang hayat sebagaimana tercantum dalam Standar Kompetensi Dokter Indonesia 2012. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara tulisan refleksi (writing spectrum) dan nilai course basic medical profesionalism mahasiswa kedokteran UNS dan mengetahui tingkat pemahaman mahasiswa FK UNS mengenai profesionalitas tenaga medis. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan studi cross sectional yang dilaksanakan di Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret Surakarta. Sampel dari penelitian ini adalah 66 mahasiswa yang termasuk kedalam kriteria inklusi. Sampel diambil dengan teknik probability sampling jenis simple random sampling. Variable terikat adalah nilai course basic medical professionalism dan variable bebas adalah kedalaman refleksi (writing spectrum). Data tulisan refleksi didapatkan dari pengisian kuisioner skala kedalaman refleksi (REFLECT) dan data nilai course basic medical professionalism diperoleh dari KBK FK UNS. Data kemudian akan dihitung menggunakan software SPSS dan dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil: Mayoritas level writing spectrum mahasiswa kedokteran berada pada tingkat 3( reflection). Hasil uji korelasi spearman didapatkan nilai p 0,039 yang bermakna terdapat hubungan antara kemampuan tulisan refleksi (writing spectrum) dengan nilai basic medical profesionalism course dengan kekuatan korelasi yang rendah dan arah positif. Kesimpulan: Terdapat hubungan tulisan refleksi (writing spectrum) dan nilai course basic medical profesionalism mahasiswa kedokteran UNS.
Hubungan Antara Efektivitas Pelatihan Klinik dan Motivasi Mahasiswa Terhadap Nilai OSCE Skill Lab Komunikasi Firmansyah; Budiastuti , Veronika Ika; Maftuhah, Atik; Hastami, Yunia
Plexus Medical Journal Vol. 2 No. 6 (2023): Desember
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/plexus.v2i6.950

Abstract

Pendahuluan: Keterampilan komunikasi adalah aspek penting dalam praktik klinis dokter dan merupakan kompetensi utama yang harus dimiliki oleh lulusan kedokteran. Penilaian efektivitas Skills Lab merupakan faktor penting dalam penilaian hasil belajar mahasiswa, yang sering kali diukur melalui Objective Structured Clinical Examinations (OSCE). Motivasi belajar juga menjadi fokus penelitian, karena dapat memengaruhi partisipasi dalam pembelajaran keterampilan komunikasi. Meskipun banyak penelitian terpisah mengenai efektivitas keterampilan klinik, motivasi belajar, dan OSCE, penelitian ini membahas hubungan antara keduanya dalam konteks nilai OSCE Skills Lab Komunikasi di Fakultas Kedokteran UNS. Penelitian ini bertujuan memberikan pemahaman yang lebih mendalam terkait topik efektivitas keterampilan klinik, motivasi belajar dan nilai OSCE keterampilan komunikasi mahasiswa kedokteran. Metode: Penelitian ini merupakan analisis deskriptif yang mengukur hubungan antara efektivitas pelatihan keterampilan dan motivasi belajar dengan nilai OSCE topik Komunikasi pada mahasiswa Prodi Kedokteran FK UNS. Sampel diambil dari angkatan 2022, 2021, dan 2019 dengan metode Probability Sampling menggunakan kuesioner Clinical Teaching Effectiveness Instrument (CTEI) dan Academic Motivation Scale (AMS). Data nilai OSCE Komunikasi diperoleh dari data sekunder Skills lab FK UNS. Hasil: Dari hasil penelitian yang dianalisis menggunakan SPSS 25 for Windows pada 300 sampel terdapat hasil tidak hubungan secara signifikan pada efektivitas pelatihan keterampilan klinik dan nilai OSCE Komunikasi menggunakan uji korelasi spearman rho dengan nilai signifikan 0.228 dan tidak terdapat hubungan secara signifikan pada motivasi belajar dan nilai OSCE Komunikasi dengan spearman rho nilai signifikan pada motivasi intrinsik, motivasi ekstrinsik dan amotivasi masing - masing sebesar 0.974, 0.533 dan 0.465. Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan antara efektivitas pelatihan keterampilan klinik dan motivasi belajar terhadap nilai OSCE topik Komunikasi.
Hubungan Antara Efektivitas Pelatihan Klinik dan Motivasi Mahasiswa Terhadap Nilai OSCE Skill Lab Komunikasi Firmansyah; Veronika Ika Budiastuti; Atik Maftuhah; Yunia Hastami
Plexus Medical Journal Vol. 2 No. 6 (2023): Desember
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/plexus.v2i6.950

Abstract

Pendahuluan: Keterampilan komunikasi adalah aspek penting dalam praktik klinis dokter dan merupakan kompetensi utama yang harus dimiliki oleh lulusan kedokteran. Penilaian efektivitas Skills Lab merupakan faktor penting dalam penilaian hasil belajar mahasiswa, yang sering kali diukur melalui Objective Structured Clinical Examinations (OSCE). Motivasi belajar juga menjadi fokus penelitian, karena dapat memengaruhi partisipasi dalam pembelajaran keterampilan komunikasi. Meskipun banyak penelitian terpisah mengenai efektivitas keterampilan klinik, motivasi belajar, dan OSCE, penelitian ini membahas hubungan antara keduanya dalam konteks nilai OSCE Skills Lab Komunikasi di Fakultas Kedokteran UNS. Penelitian ini bertujuan memberikan pemahaman yang lebih mendalam terkait topik efektivitas keterampilan klinik, motivasi belajar dan nilai OSCE keterampilan komunikasi mahasiswa kedokteran. Metode: Penelitian ini merupakan analisis deskriptif yang mengukur hubungan antara efektivitas pelatihan keterampilan dan motivasi belajar dengan nilai OSCE topik Komunikasi pada mahasiswa Prodi Kedokteran FK UNS. Sampel diambil dari angkatan 2022, 2021, dan 2019 dengan metode Probability Sampling menggunakan kuesioner Clinical Teaching Effectiveness Instrument (CTEI) dan Academic Motivation Scale (AMS). Data nilai OSCE Komunikasi diperoleh dari data sekunder Skills lab FK UNS. Hasil: Dari hasil penelitian yang dianalisis menggunakan SPSS 25 for Windows pada 300 sampel terdapat hasil tidak hubungan secara signifikan pada efektivitas pelatihan keterampilan klinik dan nilai OSCE Komunikasi menggunakan uji korelasi spearman rho dengan nilai signifikan 0.228 dan tidak terdapat hubungan secara signifikan pada motivasi belajar dan nilai OSCE Komunikasi dengan spearman rho nilai signifikan pada motivasi intrinsik, motivasi ekstrinsik dan amotivasi masing - masing sebesar 0.974, 0.533 dan 0.465. Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan antara efektivitas pelatihan keterampilan klinik dan motivasi belajar terhadap nilai OSCE topik Komunikasi.
Hubungan Pemberian ASI Eksklusif dengan Penurunan Kejadian Penyakit Alergi pada Siswa SMPN 3 Surakarta Rizqi Karima; Kawuryan, Diah Lintang; Setyawan, Sigit
Plexus Medical Journal Vol. 2 No. 6 (2023): Desember
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/plexus.v2i6.959

Abstract

Latar Belakang: Air Susu Ibu (ASI) eksklusif diperlukan untuk memenuhi nutrisi optimal bagi bayi selama 6 bulan pertama kehidupannya hanya ASI. Penyakit alergi terdapat berbagai macam seperti asma, eksim, dan rhinitis alergi yang dapat timbul apabila terdapat pemicu. Hingga saat ini masih belum banyak penelitian mengenai hubungan pemberian ASI eksklusif dengan kejadian penyakit alergi yang diteliti menggunakan kuesioner ISAAC. Untuk memperkuat penelitian sebelumnya akan dilakukan penelitian yang diharapkan dapat memberi gambaran prevalensi penurunan kejadian alergi dengan faktor risiko mengonsumsi ASI eksklusif saat usia 0 – 6 bulan pada siswa – siswi yang berusia 13 – 14 tahun di SMPN 3 Surakarta dengan pengisian kuesioner ISAAC. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pemberian ASI eksklusif dapat menurunkan kejadian penyakit dan mengetahui prevalensi kejadian penyakit alergi di SMPN 3 Surakarta. Metode: Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif. Penelitian survei dengan rancangan pendekatan cross sectional. Lokasi penelitian yang akan dilaksanakan yaitu pada siswa-siswi usia 13-14 tahun SMPN 3 Surakarta pada bulan Maret 2023. Teknik sampling pada penelitian ini adalah total sampling. Didapatkan jumlah sampel optimum minimal 71 responden. Semua data diperoleh dengan kuesioner ISAAC dan diolah menggunakan analisis data chi-square dengan perangkat SPSS ver 23. Hasil: Berdasarkan hasil uji chi-square penelitian ini menunjukkan adanya hasil yang signifikan antara konsumsi ASI eksklusif dengan penurunan kejadian penyakit alergi. Kesimpulan: adanya hubungan antara pemberian ASI eksklusif dengan penurunan kejadian penyakit alergi pada siswa SMPN 3 Surakarta.
Hubungan Pemberian ASI Eksklusif dengan Penurunan Kejadian Penyakit Alergi pada Siswa SMPN 3 Surakarta Rizqi Karima; Diah Lintang Kawuryan; Sigit Setyawan
Plexus Medical Journal Vol. 2 No. 6 (2023): Desember
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/plexus.v2i6.959

Abstract

Latar Belakang: Air Susu Ibu (ASI) eksklusif diperlukan untuk memenuhi nutrisi optimal bagi bayi selama 6 bulan pertama kehidupannya hanya ASI. Penyakit alergi terdapat berbagai macam seperti asma, eksim, dan rhinitis alergi yang dapat timbul apabila terdapat pemicu. Hingga saat ini masih belum banyak penelitian mengenai hubungan pemberian ASI eksklusif dengan kejadian penyakit alergi yang diteliti menggunakan kuesioner ISAAC. Untuk memperkuat penelitian sebelumnya akan dilakukan penelitian yang diharapkan dapat memberi gambaran prevalensi penurunan kejadian alergi dengan faktor risiko mengonsumsi ASI eksklusif saat usia 0 – 6 bulan pada siswa – siswi yang berusia 13 – 14 tahun di SMPN 3 Surakarta dengan pengisian kuesioner ISAAC. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pemberian ASI eksklusif dapat menurunkan kejadian penyakit dan mengetahui prevalensi kejadian penyakit alergi di SMPN 3 Surakarta. Metode: Jenis penelitian ini menggunakan penelitian kuantitatif. Penelitian survei dengan rancangan pendekatan cross sectional. Lokasi penelitian yang akan dilaksanakan yaitu pada siswa-siswi usia 13-14 tahun SMPN 3 Surakarta pada bulan Maret 2023. Teknik sampling pada penelitian ini adalah total sampling. Didapatkan jumlah sampel optimum minimal 71 responden. Semua data diperoleh dengan kuesioner ISAAC dan diolah menggunakan analisis data chi-square dengan perangkat SPSS ver 23. Hasil: Berdasarkan hasil uji chi-square penelitian ini menunjukkan adanya hasil yang signifikan antara konsumsi ASI eksklusif dengan penurunan kejadian penyakit alergi. Kesimpulan: adanya hubungan antara pemberian ASI eksklusif dengan penurunan kejadian penyakit alergi pada siswa SMPN 3 Surakarta.
Hubungan Anemia pada Trimester Ketiga dengan Prematuritas Bayi Baru Lahir di RSUD Dr. Moewardi Surakarta Permata Sari, Dewi; Martuti, Sri; Tia Nur, Fadhilah
Plexus Medical Journal Vol. 2 No. 6 (2023): Desember
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/plexus.v2i6.1028

Abstract

Pendahuluan: Prematuritas merupakan sumber utama dari segala komorbid, komplikasi, hingga kematian bayi. Kondisi anemia pada ibu hamil diduga memiliki pengaruh terhadap perkembangan janin, salah satunya bisa mengakibatkan kelahiran bayi prematur <37 minggu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan anemia pada trimester ketiga dengan prematuritas bayi baru lahir. Metode: Penelitian observasional analitik dengan pendekatan case control, dilakukan secara retrospektif melalui data rekam medis ibu dan bayi baru lahir di RSUD Dr. Moewardi Surakarta pada bulan Januari-Desember 2022. Sampel penelitian terdiri dari 76 sampel yang terbagi menjadi dua kelompok, yaitu 38 bayi kurang bulan/prematur (preterm) dan 38 bayi cukup bulan (term). Data dianalisis menggunakan uji Chi-square dan uji regresi logistik. Hasil: Terdapat hubungan yang signifikan antara anemia di trimester ketiga (p=0,006; OR 3,850) dan komplikasi kehamilan (p=0,039; OR 3,331) dengan prematuritas bayi baru lahir. Sementara itu, usia ibu (p=0,289; OR 0,489), paritas (p=0,816; OR 1,241), dan status gizi sebelum hamil (p=1,000; OR 1,000) tidak memiliki hubungan yang bermakna terhadap kelahiran bayi prematur. Kesimpulan: Anemia pada trimester ketiga berhubungan signifikan dengan prematuritas bayi baru lahir. Kadar hemoglobin ibu yang rendah dapat meningkatkan kelahiran prematur sebesar 3,85 kali lebih tinggi. Komplikasi kehamilan merupakan prediktor prematuritas bayi selain anemia di trimester tiga.

Page 1 of 1 | Total Record : 7