cover
Contact Name
Bulan Kakanita Hermasari
Contact Email
dr.bulan.kakanita@staff.uns.ac.id
Phone
+6281225381332
Journal Mail Official
pmjfkuns@gmail.com
Editorial Address
Gedung Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret Jl. Ir. Sutami No. 36A Kentingan Jebres
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Plexus Medical Journal
ISSN : 2828187x     EISSN : 28284801     DOI : https://doi.org/10.20961/plexus.v1i1.4
Core Subject : Health,
Plexus Medical journal (PMJ) publishes original research articles or article review in the basic medical sciences, clinical medical sciences, medical education and public health science. Plexus Medical journal is a peer-reviewed and open access journal that focuses on promoting medical sciences generated from basic sciences, clinical, community or public health research, and medical education to integrate researches in all aspects of human health. This journal publishes original articles, reviews, and also interesting case reports. Brief communications containing short features of medicine, latest developments in diagnostic procedures, treatment, or other health issues that is important for the development of health care system are also acceptable. Letters and commentaries of our published articles are welcome.
Articles 105 Documents
Hubungan antara Usia dengan Kualitas Hidup Penderita Tonsilitis Kronik Asabella Prihandini, Tissa; Kandhi, Putu Wijaya
Plexus Medical Journal Vol. 1 No. 6 (2022): Desember
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/plexus.v1i6.507

Abstract

Pendahuluan: Salah satu kejadian ISPA yang sering ditemui di masyarakat adalah tonsilitis. Prevalensi kasus tonsilitis kronik menurut data epidemiologi penyakit THT di tujuh provinsi tahun 2012 menempati posisi tertinggi kedua (3.8%). Tonsilitis kronik dapat menurunkan kualitas hidup penderita. Tonsilitis dapat ditemukan di segala usia, namun paling sering dialami oleh usia anak-anak sehingga sering menjadi subjek penelitian, sedangkan untuk usia dewasa masih cukup terbatas dan belum ada perbandingannya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara usia dengan kualitas hidup penderita tonsilitis kronik. Metode: Penelitian ini merupakan studi observasional analitik dengan desain cross-sectional. Besar sampel penelitian sebanyak 30 sampel penderita tonsilitis kronik berusia 5-35 tahun dengan consecutive sampling. Pengambilan data menggunakan kuesioner SF-36 dilakukan di Poliklinik THT RSUD Dr. Moewardi Surakarta, Rumah Sakit UNS, dan RSUD Pandan Arang Boyolali pada bulan Juli sampai September 2022. Metode analisis data yang digunakan adalah uji korelasi Pearson. Hasil: Variabel usia dan kualitas hidup penderita tonsilitis kronik memiliki hubungan yang negatif dengan kekuatan hubungan yang lemah (r=-0.278). Semakin bertambahnya usia maka kualitas hidup semakin menurun. Namun secara statistik, kedua variabel tidak memiliki hubungan yang bermakna (p value=0.137). Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan antara usia dengan kualitas hidup penderita tonsilitis kronik.
Hubungan Pengetahuan Ibu tentang Diare dengan Kejadian Diare pada Balita di Wilayah Kecamatan Jebres Surakarta Yulistya Hani; Evi Rokhayati; David Anggara Putra
Plexus Medical Journal Vol. 1 No. 6 (2022): Desember
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/plexus.v1i6.512

Abstract

Pendahuluan : Informasi faktor risiko, etiologi, dan efek diare, khususnya di negara berkembang, dibutuhkan sebagai usaha menurunkan dampak kejadian diare. Studi terkait hubungan pengetahuan orang tua tentang diare dengan kejadian diare masih sedikit dan tidak spesifik kepada ibu. Selain itu, teori terkait hubungan yang signifikan antara kedua hal tersebut masih kontroverisal karena tidak semua penelitian mendapatkan hasil penelitian yang sama. Oleh karena itu, perlu penelitian lebih lanjut untuk mengetahui bagaimana hubungan pengetahuan orang tua khususnya ibu tentang diare terhadap angka kejadian diare pada balita. Metode : Penelitian ini menggunakan desain cross sectional yang dilakukan di Puskesmas Wilayah Kecamatan Jebres Surakarta. Subjek penelitian merupakan balita dan ibu balita yang masuk dalam kriteria inklusi dan eksklusi. Setelah itu dilakukan analisis bivariat dengan uji rank spearman. Hasil: Responden pada penelitian ini berjumlah 51 orang. Didapatkan nilai p-value 0,516 pada analisis data yang menunjukkan hubungan kedua variabel tidak signifikan. Kesimpulan: tidak terdapat hubungan yang signifikan secara statistik antara pengetahuan ibu tentang diare dengan kejadian diare pada balita di Wilayah Kecamatan Jebres Surakarta.
Hubungan Jarak dan Durasi Penggunaan Smartphone dengan Digital Eye Strain pada Anak Sekolah Menengah Pertama di Masa Pandemi COVID-19 Putri Yumna Nur Aqila; Hari Wahyu Nugroho; Fadhilah Tia Nur
Plexus Medical Journal Vol. 1 No. 6 (2022): Desember
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/plexus.v1i6.549

Abstract

Pendahuluan: Selama pandemi COVID-19, pemerintah mengeluarkan kebijakan physical distancing, sehingga membuat anak-anak menggunakan smartphone sebagai media belajar maupun hiburan dan anak-anak memilih menghabiskan waktu pada smartphone, sehingga berdampak pada kesehatan mata, salah satunya dapat menimbulkan digital eye strain atau mata lelah. Beberapa penelitian yang telah dilakukan cenderung mengambil sampel orang dewasa dan ini menjadikan penelitian digital eye strain pada anak perlu dilakukan. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan jarak dan durasi penggunaan terhadap digital eye strain, serta faktor resikonya Metode: Penelitian cross sectional dilakukan dengan mengambil sampel siswa/I kelas VII, VII, dan IX SMP Al Azhar Syifa Budi, Surakarta dan didaptakan jumlah sampel 99 orang yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. Penelitian ini memilih jarak dan durasi penggunaan smartphone sebagai variabel bebas dan digital eye strain sebagai variabel terikat. Pengukuran digital eye strain menggunakan Computer Vision Syndrome Questionnaire (CVS-Q). Analisis data menggunakan uji hipotesis bivariat dengan SPSS. Hasil: Pada hasil penelitian didapatkan hubungan yang signifikan yaitu p=0,002 pada jarak penggunaan smartphone dengan Digital Eye Strain. Pada durasi penggunaan smartphone dengan Digital Eye Strain menunjukkan korelasi yang signifikan dengan p=0,022 Kesimpulan: Menggunakan smartphone dengan jarak yang dekat dan durasi yang lama dapat beresiko mengalami Digital Eye Strain
Hubungan Glukosa Darah Admisi dan HbA1c dengan Kadar D-Dimer pada Pasien COVID-19 dengan Diabetes Melitus Tipe 2 Ragil Rahma Nafila; Tonang Dwi Ardyanto; Berty Denny Hermawati
Plexus Medical Journal Vol. 2 No. 3 (2023): Juni
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/plexus.v2i3.558

Abstract

Pendahuluan: Pasien dengan komorbid diabetes melitus (DM) berisiko tinggi mengalami COVID-19 derajat berat bahkan kematian. Hiperglikemia pada pasien DM menyebabkan perubahan aktivitas dan konsentrasi faktor fibrinolitik dan prokoagulan sehingga terjadi peningkatan risiko trombosis. Pemeriksaan yang dapat digunakan sebagai marker hiperkoagulasi yaitu D-Dimer. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan glukosa darah admisi dan HbA1c dengan kadar D-Dimer pada pasien COVID-19 dengan DM tipe 2 karena belum banyak penelitian mengenai hal ini. Metode: Desain penelitian yang digunakan yaitu observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian menggunakan teknik purposive sampling dari data rekam medis pasien COVID-19 dengan DM tipe 2 di RS UNS pada rentang bulan Agustus 2020 hingga Agustus 2021 yang dirawat inap, dilakukan pemeriksaan kadar D-Dimer admisi, post prandial glucose, dan HbA1c dengan rentang usia ≥ 18 tahun dan < 60 tahun. Data dianalisis dengan Uji Korelasi Sprearman.   Hasil: pasien memenuhi kriteria penelitian. Hasil uji korelasi menunjukkan nilai probabilitas (p) glukosa darah admisi dan HbA1c dengan kadar D-Dimer masing-masing 0,253 dan 0,236 (p > 0,05) dengan koefisien korelasi (r) glukosa darah admisi dan HbA1c secara berurutan 0,098 dan 0,106. Kesimpulan: Penelitian menunjukkan tidak terdapat hubungan antara glukosa darah admisi dan HbA1c dengan kadar D-Dimer pada pasien Covid-19 dengan DM tipe 2.  
Hubungan Tipe Serangan Epilepsi Pada Anak Dengan Penurunan Fungsi Kognitif di RSUD Dr. Moewardi Perwitasari, Lintang; Nugroho , Hari Wahyu; Nur , Fadhilah Tia
Plexus Medical Journal Vol. 2 No. 3 (2023): Juni
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/plexus.v2i3.566

Abstract

Pendahuluan: Perkembangan kognitif adalah salah satu bagian yang berarti pada tumbuh kembang anak karena dapat menunjukkan perkembangan cara berpikir. Penyakit kronis dapat berpengaruh dalam perkembangan kemampuan kognitif karena pada anak yang memiliki penyakit kronik cenderung lebih mengurung diri dan kesulitan bersosialisasi. Epilepsi termasuk salah satu penyakit kronik pada anak dapat berdampak pada tumbuh kembang anak seperti pada aspek neurologis, kognitif, psikologis, dan sosial individu. Klasifikasi epilepsi dibagi berdasarkan tipe bangkitan dibagi menjadi tiga yaitu kejang umum, kejang parsial, dan kejang yang belum bisa diklasifikasikan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tipe serangan epilepsi pada anak dengan penurunan fungsi kognitif di RSUD Dr. Moewardi. Metode: Penelitian bersifat observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional yang dilakukan Bulan April-Mei 2022 di poli dan bangsal anak RSUD Dr. Moewardi. Metode pengambilan data menggunakan purposive sampling dengan kuesioner MOCA-Ina dan didapatkan 45 sampel. Analisis data dilakukan dengan uji normalitas Shapiro-Wilk dan uji hipotesis menggunakan uji Chi-Square menggunakan SPSS. Hasil: Data hasil penelitian tipe serangan epilepsi dan fungsi kognitif dianalisis melalui uji Chi-square didapatkan nilai p = 0,006 (p < 0,05). Namun, expected count uji Chi-Square <5 sehingga dilakukan uji Kolmogorov-Smirnov dengan hasil p = 0,000 (p < 0,05). Hal tersebut menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara tipe serangan epilepsi dengan penurunan fungsi kognitif pada anak. Berdasarkan hasil analisis, usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, aktivitas fisik, usia awitan epilepsi, jenis OAE, dan durasi konsumsi OAE tidak menjadi perancu yang berarti dalam penelitian ini. Kesimpulan: Tipe serangan epilepsi mempengaruhi penurunan fungsi kognitif pada anak di RSUD Dr. Moewardi Surakarta.
Hubungan Tingkat Depresi dengan Indeks Massa Tubuh (IMT) pada Remaja Sekolah Menengah Pertama (SMP) Selama Masa Pandemi COVID-19 di Surakarta Indi, Aisyah Jauza Adiba; Andhika Trisna Putra; Septin Widiretnani
Plexus Medical Journal Vol. 2 No. 5 (2023): Oktober
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/plexus.v2i5.577

Abstract

Pendahuluan: Penyebaran COVID-19 di Indonesia telah berlangsung sejak bulan Maret 2020. Di Indonesia, gangguan mental emosional pada anak usia lebih dari 15 tahun memiliki prevalensi yang meningkat dari 6% di tahun 2013 menjadi 9,8% di tahun 2018. Sedangkan anak usia 15 tahun ke atas dengan kejadian depresi memiliki prevalensi sebesar 6,1%. Pada penelitian sebelumnya, menunjukan bahwa masalah psikologis yang paling banyak dialami oleh siswa selama masa pandemi COVID-19 ini salah satunya adalah depresi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat depresi dengan Indeks Massa Tubuh (IMT) pada remaja Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Surakarta selama masa pandemi COVID-19. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional yang dilakukan pada Bulan Mei-Juni 2022 di SMP Muhammadiyah 5 Surakarta, SMPN 4 Surakarta, dan SMP Batik Program Khusus Surakarta. Metode pengambilan data menggunakan purposive sampling dengan kuesioner BDI II dan didapatkan 103 sampel siswa kelas VII dan VIII. Analisis data dilakukan dengan uji normalitas Kolmogorov-Smirnov dan uji hipotesis menggunakan uji korelasi Spearman atau uji Mann-Whitney menggunakan SPSS. Hasil: Data hasil penelitian tingkat depresi dengan indeks massa tubuh (IMT) diperoleh nilai p = 0.045 (p < 0.05) dan nilai Correlation Coefficient (r) didapatkan hasil -0.198 artinya tedapat hubungan antara tingkat depresi dengan indeks massa tubuh (IMT) dengan korelasi antar variabel sangat lemah dan hubungan tidak searah karena nilai r negatif. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara tingkat depresi dengan Indeks Massa Tubuh  (IMT) pada remaja Sekolah Menengah Pertama (SMP) selama masa pandemi COVID-19 di Surakarta.
Hubungan Indeks Massa Tubuh dengan Tingkat Kontrol Asma pada Pasien Asma Anak di RSUD Dr. Moewardi Surakarta Fadhila Rahma Leilani; Andarini , Ismiranti; Nugroho , Irfan Dzakir
Plexus Medical Journal Vol. 2 No. 3 (2023): Juni
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/plexus.v2i3.593

Abstract

Pendahuluan: Indeks Massa Tubuh (IMT) merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi tingkat kontrol asma yang dapat dimodifikasi karena bersifat reversible. Kontrol asma yang buruk umumnya ditemukan lebih sering terjadi pada penderita dengan obesitas. Namun demikian, sangat sedikit laporan yang diterbitkan tentang hubungan antara kekurangan berat badan dengan tingkat kontrol asma. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara IMT dengan tingkat kontrol asma pada pasien asma anak di RSUD Dr. Moewardi Surakarta. Metode: Penelitian bersifat observasional analitik retrospektif dengan pendekatan cross sectional menggunakan data sekunder dari rekam medis. Penelitian ini menggunakan teknik total sampling, dimana sampel penelitian adalah seluruh pasien asma anak di RSUD Dr. Moewardi selama 5 tahun terakhir yang memenuhi kriteria. Dari data yang terkumpul dilakukan analisis bivariat dengan uji chi square dengan derajat kepercayaan 95% (α=0,05) menggunakan aplikasi IBM SPSS Statistics 25 for Windows. Hasil: Dari 45 subjek penelitian, mayoritas memiliki asma terkontrol penuh (60%), diikuti terkontrol sebagian (24,4%), dan tidak terkontrol (15,6%). Terdapat 68,9% subjek penelitian dengan IMT normal, 13,3% underweight, dan 17,8% overweight/obese. Secara statistik didapatkan hubungan yang signifikan antara IMT dengan tingkat kontrol asma (p=0,043). Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara usia (p=0,392), jenis kelamin (p=0,799), riwayat alergi (p=0,088), serta derajat berat asma (p=0,086) dengan tingkat kontrol asma. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara IMT dengan tingkat kontrol asma pada pasien asma anak di RSUD Dr. Moewardi.
Hubungan Aktivitas Fisik Dengan Konstipasi Pada Santri Pondok Pesantren di Kabupaten Sidoarjo Moedjiono, Belvathilda Jennidan; Rokhayati, Evi; Putra, David Anggara
Plexus Medical Journal Vol. 2 No. 2 (2023): April
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/plexus.v2i2.607

Abstract

Pendahuluan: Konstipasi merupakan permasalahan digestif yang kerap terjadi di masyarakat, khususnya pada anak-anak. Masa kanak-kanak merupakan periode terbaik dalam berbagai aspek kehidupan, maka problematika kesehatan ini memerlukan atensi lebih agar meningkatkan kualitas hidup dan membangun generasi yang lebih sehat. Melatarbelakangi inkonsistensi penelitian terdahulu, peneliti tertarik untuk meneliti kembali hubungan antara aktivitas fisik dengan konstipasi pada anak pra-remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara aktivitas fisik dengan konstipasi pada santri pondok pesantren di Kabupaten Sidoarjo Metode:  Jenis penelitian yang dilakukan adalah observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Pengambilan data dilakukan pada dua pondok pesantren di Kabupaten Sidoarjo. Sebanyak 191 sampel memenuhi kriteria inklusi, kemudian dari data yang diperoleh akan dilakukan analisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Pada analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square didapatkan p-value sebesar 0.307 (>0.05). Hal tersebut menandakan bahwa aktivitas fisik tidak memiliki hubungan yang signifikan terhadap kejadian konstipasi pada penelitian ini. Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik dengan konstipasi pada santri pondok pesantren di Kabupaten Sidoarjo.
Hubungan Pembusukan dengan Penentuan Sebab Kematian pada Jenazah Tanpa Identitas yang Dilakukan Otopsi di RSUD Dr. Moewardi Tahun 2011-2021 Baskoro, Muhammad Adam; Suwandono , Adji; Wujoso, Hari
Plexus Medical Journal Vol. 2 No. 3 (2023): Juni
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/plexus.v2i3.613

Abstract

Pendahuluan: Ilmu kedokteran forensik memiliki peran dalam membantu permasalahan di bidang hukum, salah satunya dalam proses identifikasi jenazah. Otopsi merupakan teknik pemeriksaan forensik dengan pembedahan untuk mengetahui kondisi organ dalam jenazah. Pemeriksaan forensik juga dapat memeriksa sebab kematian serta pembusukan pada jenazah. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara pembusukan dengan penentuan sebab kematian pada jenazah tanpa identitas berdasarkan visum et repertum di RSUD Dr. Moewardi tahun 2011-2021 . Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik dengan teknik pengambilan sampel total sampling pada berkas visium et repertum jenazah tanpa identitas di RSUD Dr. Moewardi tahun 2011-2021. Data dianalisis menggunakan uji statistik chi-square untuk uji menguji hipotesis. Hasil: Uji hipotesis menggunakan uji statistik chi-square menunjukan bahwa terdapat hubungan antara pembusukan dengan penetuan sebab kematian, dengan hasil p = 0,003 dan nilai (value) chi-square sebesar 9,022 dengan nilai derajat kebebasan (df) sebesar 1. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang antara pembusukan dengan penetuan sebab kematian pada kasus jenazah tanpa identitas yang diperiksa.  
Hubungan Pengetahuan dan Kesadaran terhadap COVID-19 dengan Asupan Vitamin D dan Seng pada Mahasiswa Kedokteran UNS Muhammad Daffa Ardiawan; Ayusari, Amelya Augusthina; Kusumaningrum, Sulistyani
Plexus Medical Journal Vol. 2 No. 2 (2023): April
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/plexus.v2i2.615

Abstract

Pendahuluan: COVID-19 telah ditetapkan sebagai pandemi global oleh World Health Organization (WHO). Pengetahuan dan kesadaran yang berhubungan dengan COVID-19 pada mahasiswa khususnya mahasiswa kedokteran sudah baik. Penelitian telah membuktikan vitamin D berperan sebagai imunomodulator sistem kekebalan tubuh dan seng yang memiliki peran dalam kekebalan antivirus termasuk coronavirus. Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan kesadaran terhadap COVID-19 dengan asupan vitamin D dan seng pada mahasiswa kedokteran Universitas Sebelas Maret. Metode: Penelitian yang digunakan adalah observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa kedokteran UNS dengan kriteria inklusi. Subjek dipilih dengan metode simple random sampling dengan jumlah 91 responden yang memenuhi kriteria inklusi. Data dianalisis dengan metode Spearman. Hasil: Hasil penelitian didapatkan hubungan lemah dan tidak signifikan antara pengetahuan dan kesadaran terhadap COVID-19 dengan asupan vitamin D dan seng. Hubungan Pengetahuan dan kesadaran terhadap asupan vitamin D memiliki koefisien masing-masing r = 0.257 dan r = 0.129. Hubungan pengetahuan dan kesadaran terhadap asupan seng memiliki koefisien masing-masing r = 0.057 dan r = 0.112. Kesimpulan: Didapatkan hasil berupa hubungan lemah dan tidak signifikan antara pengetahuan dan kesadaran terhadap COVID-19 dengan asupan vitamin D dan seng pada mahasiswa kedokteran Universitas Sebelas Maret  

Page 2 of 11 | Total Record : 105