cover
Contact Name
Bulan Kakanita Hermasari
Contact Email
dr.bulan.kakanita@staff.uns.ac.id
Phone
+6281225381332
Journal Mail Official
pmjfkuns@gmail.com
Editorial Address
Gedung Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret Jl. Ir. Sutami No. 36A Kentingan Jebres
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Plexus Medical Journal
ISSN : 2828187x     EISSN : 28284801     DOI : https://doi.org/10.20961/plexus.v1i1.4
Core Subject : Health,
Plexus Medical journal (PMJ) publishes original research articles or article review in the basic medical sciences, clinical medical sciences, medical education and public health science. Plexus Medical journal is a peer-reviewed and open access journal that focuses on promoting medical sciences generated from basic sciences, clinical, community or public health research, and medical education to integrate researches in all aspects of human health. This journal publishes original articles, reviews, and also interesting case reports. Brief communications containing short features of medicine, latest developments in diagnostic procedures, treatment, or other health issues that is important for the development of health care system are also acceptable. Letters and commentaries of our published articles are welcome.
Articles 113 Documents
Gambaran Tingkat Psikopatologi dengan Sistem Pembelajaran Daring pada Situasi Pandemi Covid 19 Siswa SMA Sedah Herdiana; Debree Septiawan; Rohmaningtyas Hidayah Setyaningrum
Plexus Medical Journal Vol. 1 No. 3 (2022): Juni
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/plexus.v1i3.37

Abstract

Pendahuluan: Pandemi merupakan bukan hal baru, pandemi sudah terjadi lebih dari 100 tahun yang lalu pada Flu Spanyol. Namun dalam pandemi kali ini dunia dan utamanya Indonesia diberikan keadaan dengan munculnya virus corona atau Covid-19 pada 2019 yang telah melanda lebih dari 200 negara di dunia, memberikan tantangan tersendiri bagi lembaga pendidikan, khususnya Sekolah Menengah Atas (SMA). Penelitian ini diharapkan untuk permasalahan yang sedang dialami oleh para siswa pada pembelajaran daring sehingga menimbulkan tekanan atau kecemasan, stress maupun depresi Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional deskriptif dengan pendekatan cross-sectional, yang dilakukan kepada siswa SMAN 1 Kota Surakarta pada Oktober-November 2021. Metode pengambilan sampel berupa total sampling dengan kriteria inklusi maupun eksklusi. Variabel terikat adalah sistem pembelajaran daring pada siswa SMA. Dan menggunakan alat ukur surat yang menyatakan sekolah melakukan pembelajarn secara daring beserta operasionalnya. Variabel bebas adalah perilaku makan dan variabel terikat adalah stres, kecemasan, dan depresi. Data diambil menggunakan kuesioner Depression, Anxiety, and Stress Scale 42 (DASS 42). Kemudian seluruh data diolah untuk melihat nilai mean atau rata-rata dengan menggunakan aplikasi statistik SPSS. Hasil: Berdasarkan hasil analisis variabel penelitian, ditemukan hasil nilai rata-rata variabel dengan 93 responden yaitu variabel stress dengan nilai 53,25, kecemasan 60,79 dan depresi 37,80 berdasarkan kuesioner Depression, Anxiety, and Stress Scale 42 (DASS). Kesimpulan: Berdasarkan hasil penelitian mengunakan metode observasional deskriptif terhadap 93 siswa di SMAN 1 Kota Surakarta diperoleh hasil, Stress selama dilakukannya system pembelajaran daring pada situasi pandemic covid 19 merupakan kejadian psikopatologi yang paling banyak terjadi dibandingkan kecemasan dan depresi. Kata Kunci: Kecemasan, Stres, Depresi, Siswa, Daring
The Profil Klinis dan Epidemiologi Pasien Covid-19 di Sukoharjo Muhammad Rasyid Ridho; Coana Sukmagautama; Frieska Dyanneza
Plexus Medical Journal Vol. 1 No. 3 (2022): Juni
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/plexus.v1i3.44

Abstract

Introduction: The COVID-19 pandemic is still a very important concern in various parts of the world. The disease that infects the respiratory tract does have similar characteristics to SARS and MERS, but increases sporadically in various regions. Therefore, this study aims to conduct research on clinical profiles of COVID-19 patients at UNS Sukoharjo Hospital. Methods: This research is a descriptive observational study with a cross sectional approach. The population in this study were patients with confirmed COVID-19 at UNS Sukoharjo Hospital for the period December 2020 to May 2021, aged more than 18 years and had no incidents. The data obtained are then sorted based on the criteria and analyzed using descriptive analysis. Results: Based on the results of the study, the number of samples was 469 with the following characteristics: (1) the most age group was 46 – 59 (40.3%); (2) male 53.9% and female 46.1%; (3) the most confirmed jobs are private employees; (4) the most common symptoms were cough (69.9%), shortness of breath (66.5%0, and fever (62.4%);(5) the most common comorbidities were hypertension (29.6%) followed by diabetes mellitus (28.6%); (6 ) Complete blood counts generally have a normal average, while blood sugar, laboratory related to kidney, liver, D-Dimer, and CRP have an average above normal, and ALC below normal, (7) the mortality rate is 22.4%; (8) 98.1% of cases had pathological thorax readings, 81.6% pneumonia, (9) mean length of negative conversion of patients 11.28 days. Conclusion: The clinical and epidemiological profiles of COVID-19 patients at UNS Hospital as a whole have similarities with data in Indonesia as a whole and several other countries. Keywords: Clinical Profile; COVID-19; Epidemiology; UNS Hospital
Pengaruh Keaktifan Organisasi Terhadap Prestasi Akademik Mahasiswa Fakultas Kedokteran Afridatul Luailiyah; Akbar Zadal Hilmi; Menik Sahariani
Plexus Medical Journal Vol. 1 No. 3 (2022): Juni
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/plexus.v1i3.45

Abstract

Background: The activeness of students in organizations is considered as one of the things that influences the learning achievement of students. Participating in organizations can also make students have experience and practice management. Medical students are required to master seven areas of competence including noble professionalism, insight and personal development, effective communication, information management, scientific foundation of medical science, clinical skills and management of health problems. These competencies can be achieved through academic learning or intra and extracurricular activities. The purpose of this study was to determine the effect of the level of organizational activeness with a cumulative achievement index (CAI) for students of the medical faculty of Unissula Semarang. Methods: Analytic observational research with pre-posttest design. A total of 111 students of the medical faculty of Unissula Semarang class of 2016 were the subject of this study. Organizational activity was assessed by a questionnaire containing 12 questions about the quantity of organization. The CAI value of semester 2 and 6 and its difference were used. The effect of organizational activity on CAI was analyzed by the Wilcoxon and Kruskal Wallis tests. Results: The GPA value for semester 6 was significantly higher than in semester 2 for all of the organizational activities level includes low, medium and high categories (p <0.05). However, the increase in the value of the CAI was not related to the organizational activity level (p> 0.05). Conclusion: The level of activeness in organizing has no effect on the CAI of students of the medical faculty of Unissula Semarang.
Pengaruh Ekstrak Etanolik Daun Kelor (Moringa oleifera, Lam) Terhadap Nilai Ekspresi TNF-α Testis Tikus Wistar (Rattus norvegicus) Model Sindrom Metabolik Tyas Nur Winarno Putri; Dyah Ratna Budiani; Muthmainah -
Plexus Medical Journal Vol. 1 No. 4 (2022): Agustus
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/plexus.v1i4.46

Abstract

Latar Belakang: Peningkatan angka penderita sindrom metabolik secara global dianggap mengkhawatirkan karena mengakibatkan komplikasi masalah kesehatan pada berbagai organ termasuk organ reproduksi pria. Infertilitas pada pria yang disebabkan oleh inflamasi kronik dan kematian sel yang terjadi pada sindrom metabolik erat kaitannya dengan peran TNF-α sebagai mediator inflamasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak etanolik daun kelor terhadap ekspresi TNF-α pada jaringan testis tikus Wistar model sindrom metabolik. Metode: Penelitian bersifat ekperimental laboratorik dengan rancangan penelitian posttest only control group design. Subjek tikus Wistar dibagi menjadi 5 kelompok dengan masing-masing kelompok berisi 6 tikus, KI sebagai kontrol normal, KII sebagai kelompok induksi sindrom metabolik, dan KIII, KIV, KV sebagai kelompok sindrom metabolik yang diberi ekstrak etanolik daun kelor dengan dosis secara berurutan 150 mg/kgBB, 250 mg/kgBB, dan 350 mg/kgBB. Induksi sindrom metabolik menggunakan pakan tinggi lemak dan STZ-NA. Perhitungan ekspresi TNF-α menggunakan metode semikuantitatif IDS. Analisis ekspresi TNF-α menggunakan uji One-Way ANOVA yang dilanjutkan post hoc LSD dan uji regresi linear. Hasil: Uji One-Way ANOVA ekspresi TNF-α pada jaringan testis menunjukkan p=0,001 (p<0,05), maka terdapat perbedaan ekspresi TNF-α yang signifikan pada kelima kelompok. Perbedaan bermakna terdapat pada KI terhadap KII dan KII terhadap KIV dan KV. Uji regresi linear menunjukkan pengaruh dosis ekstrak etanolik daun kelor memberikan arah negatif terhadap ekspresi TNF-α. Simpulan: Pemberian ekstrak etanolik daun kelor (Moringa oleifera, Lam) dengan dosis 150 mg/kgBB, 250 mg/kgBB, dan 350 mg/kgBB dapat menurunkan ekspresi TNF-α. Kata Kunci: TNF-α, Ekstrak Etanolik Daun Kelor, Sindrom Metabolik, Testis, Spermatogenesis
Pengaruh Ekstrak Rasberi (Rubus occidentalis) terhadap Kadar Asam Urat Tikus Wistar Model Sindrom Metabolik Milana Phangadi; Jarot Subandono; Sarsono -
Plexus Medical Journal Vol. 1 No. 3 (2022): Juni
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/plexus.v1i3.48

Abstract

Pendahuluan: Sindrom metabolik yang mencakup hiperinsulinemia, hiperkolestrolemia, dislipidemia, hipertensi, dan juga obesitas dapat memengaruhi kadar asam urat dalam tubuh seseorang. Hiperinsulinemia akan menyebabkan gangguan metabolisme asam urat yang menyebabkan kondisi hiperurisemia. Rasberi merupakan buah yang kaya antosianin yang merupakan flavonoid natural yang menunjukan efektivitas dalam pengobatan sindrom metabolik namun efektivitasnya terhadap kadar asam urat masih kurang banyak diteliti. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan efektivitas rasberi dalam menurunkan kadar asam urat serta melihat pengaruh perbedaan dosis ekstrak rasberi terhadap kadar asam urat pada tikus wistar sindrom metabolik. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorik dengan sampel 30 tikus Wistar dalam 5 kelompok (kontrol dan perlakuan). Tikus diinduksi diet HFFD selama 28 hari lalu diinjeksi STZ-NA dan diukur kadar asam uratnya (pretest) bersama dengan parameter lain (berat badan, glukosa, HDL, dan kolesterol total) untuk memastikan sampel memenuhi kriteria sindrom metabolik. Selanjutnya kelompok perlakuan diberi ekstrak rasberi (Rubus occidentalis) dengan dosis 125 mg/kgBB, 250 mg/kgBB, dan 375 mg/kgBB selama 21 hari lalu diukur kadar asam uratnya (posttest). Kadar asam urat didapat melalui serum darah vena retroorbital yang dianalisis dengan kit DiaSys. Kadar asam urat pretest dan posttest kelompok kontrol dan perlakuan dianalisis menggunakan uji T berpasangan dan One Way ANOVA. Hasil: Kadar asam urat posttest menurun sebesar 6,39 mg/dL,  7,58 mg/dL, dan 8,74 mg/dL pada kelompok perlakuan. Terdapat perbedaan signifikan (p<0,05) antara rerata kadar asam urat pretest dan posttest serta rerata antar kelompok. Kesimpulan: Rasberi (Rubus occidentalis) dapat menurunkan kadar asam urat dalam darah dan efeknya semakin besar sebanding dengan jumlah dosis yang diberikan. Kata Kunci: Sindrom Metabolik, Rasberi (Rubus occidentalis), Asam Urat, Tikus Wiztar
Pengaruh Penghasilan, Paritas, dan Kekhawatiran Tertular COVID-19 terhadap Kepatuhan Antenatal Care Hanifah Karim; Eriana Melinawati; Lukman Aryoseto; Darto -
Plexus Medical Journal Vol. 1 No. 3 (2022): Juni
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/plexus.v1i3.52

Abstract

Pendahuluan: Antenatal Care (ANC) adalah pemeriksaan kehamilan yang dapat dilakukan oleh tenaga kesehatan di fasilitas kesehatan. Ibu hamil yang tidak melakukan ANC selama kehamilan, risiko terjadinya komplikasi menjadi lebih besar. Pada masa pandemi COVID-19 ini, kepatuhan ANC dapat dipengaruhi oleh beberapa hal, diantaranya adalah penghasilan, paritas, dan kekhawatiran tertular COVID-19 saat melakukan ANC. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penghasilan, paritas, dan kekhawatiran tertular COVID-19 terhadap kepatuhan ANC di Puskesmas Cawas 1, Kabupaten Klaten. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Penelitian dilaksanakan di Puskesmas Cawas 1, Kabupaten Klaten pada bulan November sampai dengan Desember 2021. Subjek penelitian berjumlah 63 orang yang memenuhi kriteria penelitian. Selanjutnya data dianalisis dengan uji Chi-Square. Hasil: Setelah dilakukan analisis data, diperoleh hasil bahwa tidak ada pengaruh penghasilan (p-value= 0.101), paritas (p-value= 0.634), dan kekhawatiran tertular COVID-19 (p-value= 0.155) terhadap kepatuhan ANC pada masa pandemi COVID-19 di Puskesmas Cawas 1, Kabupaten Klaten Kesimpulan: Tidak ada pengaruh penghasilan, paritas, dan kekhawatiran tertular COVID-19 terhadap kepatuhan ANC pada masa pandemi COVID-19 di Puskesmas Cawas 1, Kabupaten Klaten Kata Kunci: Antenatal Care; Penghasilan; Paritas; COVID-19.    
Gambaran dan Prevalensi Kasus Kematian dengan Asfiksia Siskha Sabilla; Adji Suwandono; Novianto Adi Nugroho
Plexus Medical Journal Vol. 1 No. 5 (2022): Oktober
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/plexus.v1i5.56

Abstract

Pendahuluan: Gantung diri adalah cara bunuh diri yang paling banyak ditemukan. Dalam ilmu kedokteran forensik, gantung diri merupakan salah satu penyebab asfiksia mekanik. Asfiksia sendiri merupakan penyebab kematian tersering dalam konteks forensik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran dan prevalensi kasus kematian dengan asfiksia mekanik di RSUD Dr Moewardi selama periode 2010-2020. Metode: Berisi rancangan/desain penelitian, sampel, uraian singkat metode penelitian dan metode analisis data. Penelitian ini bersifat deskriptif obsevasional. Sampel berupa data kasus kematian dengan asfiksia mekanik berdasarkan Visum et Repertum. Sampel diambil menggunakan teknik purposive sampling. Data yang diteliti meliputi : tahun, usia, jenis kelamin, lokasi pengirim, kategori, dan gambaran yang ditemukan. Data dianalisis menggunakan analisis deskriptif dan disajikan dalam bentuk tabel dan diagram kemudian dijelaskan kembali sehingga tersusun narasi. Hasil: Dari keseluruhan data didapatkan 44 kasus (7%) kematian dengan asfiksia mekanik dari 575 kasus yang diperiksa di RSUD Dr Moewardi periode 2010-2020. Jenis kelamin laki-laki berjumlah 25 kasus (57%) dan perempuan sebanyak 16 kasus (43%). Prevalensi tertinggi adalah pada kelompok usia 18-30 tahun yaitu sebanyak 13 kasus (29%). Lokasi pengirim terbanyak  yaitu Surakarta dengan jumlah 15 kasus (34%). Kasus tertinggi yaitu pada kategori obstruksi jalan nafas sebanyak 19 kasus (43%). Tanda yang paling banyak ditemukan adalah sianosis sebanyak 19 kasus (43%). Kesimpulan: Prevalensi terbanyak kasus kematian dengan asfiksia mekanik pada tahun 2016, prevalensi laki-laki lebih tinggi disbanding perempuan, usia 18-30 menjadi kelompok usia dengan kasus paling tinggi, kategori “Obstruksi Jalan Nafas oleh Benda Asing” memiliki prevalensi lebih besar, sianosis adalah tanda terbanyak yang ditemukan.
Deskripsi Korban Mati Kecelakaan Lalu Lintas yang Dikirim ke RSUD Dr. Moewardi Tahun 2016 - 2020 (Berdasarkan Ciri-Ciri Luka) Annisa Salsabila; Hari Wujoso; Adji Suwandono
Plexus Medical Journal Vol. 1 No. 4 (2022): Agustus
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/plexus.v1i4.57

Abstract

Pendahuluan: Setiap tahun, angka terjadinya kecelakaan lalu lintas selalu mengalami peningkatan seiring dengan peningkatan tingkat mobilisasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ciri-ciri luka pada korban mati akibat kecelakaan lalu lintas yang ditangani Instalasi Forensik RSUD Dr. Moewardi Surakarta. Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif observasional dari data Visum et Repertum di RSUD Dr. Moewardi Surakarta. Teknik sampling pada penelitian ini adalah total sampling yaitu seluruh Visum et Repertum sejak Januari 2016 - Desember 2020. Hasil: Dari data Visum et Repertum pada tahun 2016 – 2020 didapatkan sebanyak 99 kasus forensik patologi kecelakaan lalu lintas dengan ciri-ciri luka sebagai berikut: (1) Lokasi luka yang paling banyak ditemukan yaitu di kepala dan ekstremitas bawah dengan jumlah yang sama masing-masing sebanyak 89,89%; (2) Jenis luka yang paling sering ditemukan adalah jenis luka terbuka sebanyak 94,94%; (3) Dasar luka paling banyak yaitu dasar luka tulang sebanyak 43,43%; (4) Tepi luka rata didapatkan sebanyak 6,06% dan tepi luka tidak rata sebanyak 14,14%; (5) Adanya patah tulang didapatkan sebanyak 41,41%. Kesimpulan: Lokasi luka paling banyak terdapat di kepala dan ekstremitas bawah, jenis luka yang paling sering ditemukan adalah luka terbuka, dasar luka paling banyak adalah dasar luka tulang, tepi luka paling banyak adalah tepi luka tidak rata, dan lebih banyak kasus yang tidak terdapat adanya penjelasan mengenai patah tulang.
Efek Ekstrak Etanolik Daun Kelor Terhadap Kadar HDL, Kadar LDL, serta Ketebalan Aorta Tikus Wistar Model Sindrom Metabolik Aulia Ninggar Nadhira; Ida Nurwati; Dyah Ratna Budiani
Plexus Medical Journal Vol. 2 No. 1 (2023): Februari
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/plexus.v2i1.219

Abstract

Pendahuluan: Daun kelor diketahui memiliki potensi menurunkan gejala sindrom metabolik. Kriteria sindrom metabolik antara lain yait terdapat penurunan HDL, peningkatan LDL, dan penebalan dinding aorta. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh pemberian ekstrak etanolik daun kelor terhadap kadar HDL, kadar LDL, dan ketebalan aorta tikus wistar jantan model sindrom metabolik. Metode: Penelitian bersifat eksperimental laboratorik menggunakan lima kelompok, yaitu KKN diberi pakan standar; KKP, KP1, KP2, dan KP3 diberi pakan tinggi lemak selama 28 hari dan injeksi STZ-NA pada hari ke-25. Kelompok perlakuan (KP) diberikan dosis ekstrak etanolik daun kelor masing-masing 150; 250; dan 350 mg/kgBB/hari. Kadar HDL dan LDL diukur pada hari ke-0, 25, 28, dan 57. Terminasi pada hari ke-57, aorta pars thoracica diberi pengecatan HE. Kadar HDL dan LDL dianalisis menggunakan paired t-test. Kadar HDL, LDL, dan ketebalan aorta dianalisis menggunakan one-way ANOVA dilanjutkan post hoc Tukey HSD.  Hasil: Hasil paired t-test terdapat perbedaan bermakna antara kadar HDL dan LDL sebelum dan setelah pemberian ekstrak. Hasil one-way ANOVA dan post hoc Tukey HSD, kadar HDL dan LDL terdapat perbedaan bermakna antar kelompok sedangkan ketebalan aorta tidak terdapat perbedaan bermakna antar kelompok. Kesimpulan: Ekstrak etanolik daun kelor dosis 150; 250; dan 350 mg/kgBB/hari dapat meningkatkan kadar HDL dan menurunkan kadar LDL, tetapi tidak berpengaruh terhadap ketebalan aorta tikus wistar jantan model sindrom metabolik.
Hubungan Perceived Stigma dengan Tingkat Depresi pada Orang dengan HIV/AIDS di Kelompok Dukungan Sebaya Solo Plus Kota Surakarta Johanna Elisha; Istar Yuliadi; Ipop Sjarifah
Plexus Medical Journal Vol. 1 No. 5 (2022): Oktober
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/plexus.v1i5.232

Abstract

Pendahuluan: Orang dengan HIV/AIDS (ODHA) sering merasakan perceived stigma yang memiliki dampak terhadap kesehatan mental mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis apakah terdapat hubungan perceived stigma dengan tingkat depresi pada ODHA di Kelompok Dukungan Sebaya (KDS) Solo Plus Kota Surakarta. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan desain penelitian cross-sectional yang dilakukan pada 61 orang dengan HIV/AIDS di KDS Solo Plus Kota Surakarta yang dipilih secara simple random sampling. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah perceived stigma dengan variabel terikat tingkat  depresi. Teknik analisis yang digunakan adalah uji korelasi Pearson. Hasil: Analisis bivariat hubungan perceived stigma dengan tingkat depresi memiliki nilai p=0,000 dan nilai r=0,715. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang positif antara perceived stigma dengan tingkat depresi pada orang dengan HIV/AIDS di KDS Solo Plus Kota Surakarta.

Page 2 of 12 | Total Record : 113