cover
Contact Name
Bulan Kakanita Hermasari
Contact Email
dr.bulan.kakanita@staff.uns.ac.id
Phone
+6281225381332
Journal Mail Official
pmjfkuns@gmail.com
Editorial Address
Gedung Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret Jl. Ir. Sutami No. 36A Kentingan Jebres
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Plexus Medical Journal
ISSN : 2828187x     EISSN : 28284801     DOI : https://doi.org/10.20961/plexus.v1i1.4
Core Subject : Health,
Plexus Medical journal (PMJ) publishes original research articles or article review in the basic medical sciences, clinical medical sciences, medical education and public health science. Plexus Medical journal is a peer-reviewed and open access journal that focuses on promoting medical sciences generated from basic sciences, clinical, community or public health research, and medical education to integrate researches in all aspects of human health. This journal publishes original articles, reviews, and also interesting case reports. Brief communications containing short features of medicine, latest developments in diagnostic procedures, treatment, or other health issues that is important for the development of health care system are also acceptable. Letters and commentaries of our published articles are welcome.
Articles 113 Documents
Hubungan Tingkat Depresi dengan Indeks Massa Tubuh (IMT) pada Remaja Sekolah Menengah Pertama (SMP) Selama Masa Pandemi COVID-19 di Surakarta Aisyah Jauza Adiba Indi; Andhika Trisna Putra; Septin Widiretnani
Plexus Medical Journal Vol. 2 No. 5 (2023): Oktober
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/plexus.v2i5.577

Abstract

Pendahuluan: Penyebaran COVID-19 di Indonesia telah berlangsung sejak bulan Maret 2020. Di Indonesia, gangguan mental emosional pada anak usia lebih dari 15 tahun memiliki prevalensi yang meningkat dari 6% di tahun 2013 menjadi 9,8% di tahun 2018. Sedangkan anak usia 15 tahun ke atas dengan kejadian depresi memiliki prevalensi sebesar 6,1%. Pada penelitian sebelumnya, menunjukan bahwa masalah psikologis yang paling banyak dialami oleh siswa selama masa pandemi COVID-19 ini salah satunya adalah depresi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara tingkat depresi dengan Indeks Massa Tubuh (IMT) pada remaja Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Surakarta selama masa pandemi COVID-19. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional yang dilakukan pada Bulan Mei-Juni 2022 di SMP Muhammadiyah 5 Surakarta, SMPN 4 Surakarta, dan SMP Batik Program Khusus Surakarta. Metode pengambilan data menggunakan purposive sampling dengan kuesioner BDI II dan didapatkan 103 sampel siswa kelas VII dan VIII. Analisis data dilakukan dengan uji normalitas Kolmogorov-Smirnov dan uji hipotesis menggunakan uji korelasi Spearman atau uji Mann-Whitney menggunakan SPSS. Hasil: Data hasil penelitian tingkat depresi dengan indeks massa tubuh (IMT) diperoleh nilai p = 0.045 (p < 0.05) dan nilai Correlation Coefficient (r) didapatkan hasil -0.198 artinya tedapat hubungan antara tingkat depresi dengan indeks massa tubuh (IMT) dengan korelasi antar variabel sangat lemah dan hubungan tidak searah karena nilai r negatif. Kesimpulan: Terdapat hubungan antara tingkat depresi dengan Indeks Massa Tubuh  (IMT) pada remaja Sekolah Menengah Pertama (SMP) selama masa pandemi COVID-19 di Surakarta.
Hubungan Indeks Massa Tubuh dengan Tingkat Kontrol Asma pada Pasien Asma Anak di RSUD Dr. Moewardi Surakarta Fadhila Rahma Leilani; Ismiranti Andarini; Irfan Dzakir Nugroho
Plexus Medical Journal Vol. 2 No. 3 (2023): Juni
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/plexus.v2i3.593

Abstract

Pendahuluan: Indeks Massa Tubuh (IMT) merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi tingkat kontrol asma yang dapat dimodifikasi karena bersifat reversible. Kontrol asma yang buruk umumnya ditemukan lebih sering terjadi pada penderita dengan obesitas. Namun demikian, sangat sedikit laporan yang diterbitkan tentang hubungan antara kekurangan berat badan dengan tingkat kontrol asma. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara IMT dengan tingkat kontrol asma pada pasien asma anak di RSUD Dr. Moewardi Surakarta. Metode: Penelitian bersifat observasional analitik retrospektif dengan pendekatan cross sectional menggunakan data sekunder dari rekam medis. Penelitian ini menggunakan teknik total sampling, dimana sampel penelitian adalah seluruh pasien asma anak di RSUD Dr. Moewardi selama 5 tahun terakhir yang memenuhi kriteria. Dari data yang terkumpul dilakukan analisis bivariat dengan uji chi square dengan derajat kepercayaan 95% (α=0,05) menggunakan aplikasi IBM SPSS Statistics 25 for Windows. Hasil: Dari 45 subjek penelitian, mayoritas memiliki asma terkontrol penuh (60%), diikuti terkontrol sebagian (24,4%), dan tidak terkontrol (15,6%). Terdapat 68,9% subjek penelitian dengan IMT normal, 13,3% underweight, dan 17,8% overweight/obese. Secara statistik didapatkan hubungan yang signifikan antara IMT dengan tingkat kontrol asma (p=0,043). Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara usia (p=0,392), jenis kelamin (p=0,799), riwayat alergi (p=0,088), serta derajat berat asma (p=0,086) dengan tingkat kontrol asma. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara IMT dengan tingkat kontrol asma pada pasien asma anak di RSUD Dr. Moewardi.
Hubungan Aktivitas Fisik Dengan Konstipasi Pada Santri Pondok Pesantren di Kabupaten Sidoarjo Belvathilda Jennidan Moedjiono; Evi Rokhayati; David Anggara Putra
Plexus Medical Journal Vol. 2 No. 2 (2023): April
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/plexus.v2i2.607

Abstract

Pendahuluan: Konstipasi merupakan permasalahan digestif yang kerap terjadi di masyarakat, khususnya pada anak-anak. Masa kanak-kanak merupakan periode terbaik dalam berbagai aspek kehidupan, maka problematika kesehatan ini memerlukan atensi lebih agar meningkatkan kualitas hidup dan membangun generasi yang lebih sehat. Melatarbelakangi inkonsistensi penelitian terdahulu, peneliti tertarik untuk meneliti kembali hubungan antara aktivitas fisik dengan konstipasi pada anak pra-remaja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara aktivitas fisik dengan konstipasi pada santri pondok pesantren di Kabupaten Sidoarjo Metode:  Jenis penelitian yang dilakukan adalah observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Pengambilan data dilakukan pada dua pondok pesantren di Kabupaten Sidoarjo. Sebanyak 191 sampel memenuhi kriteria inklusi, kemudian dari data yang diperoleh akan dilakukan analisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Pada analisis bivariat menggunakan uji Chi-Square didapatkan p-value sebesar 0.307 (>0.05). Hal tersebut menandakan bahwa aktivitas fisik tidak memiliki hubungan yang signifikan terhadap kejadian konstipasi pada penelitian ini. Kesimpulan: Tidak terdapat hubungan yang signifikan antara aktivitas fisik dengan konstipasi pada santri pondok pesantren di Kabupaten Sidoarjo.
Hubungan Pembusukan dengan Penentuan Sebab Kematian pada Jenazah Tanpa Identitas yang Dilakukan Otopsi di RSUD Dr. Moewardi Tahun 2011-2021 Muhammad Adam Baskoro; Adji Suwandono; Hari Wujoso
Plexus Medical Journal Vol. 2 No. 3 (2023): Juni
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/plexus.v2i3.613

Abstract

Pendahuluan: Ilmu kedokteran forensik memiliki peran dalam membantu permasalahan di bidang hukum, salah satunya dalam proses identifikasi jenazah. Otopsi merupakan teknik pemeriksaan forensik dengan pembedahan untuk mengetahui kondisi organ dalam jenazah. Pemeriksaan forensik juga dapat memeriksa sebab kematian serta pembusukan pada jenazah. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara pembusukan dengan penentuan sebab kematian pada jenazah tanpa identitas berdasarkan visum et repertum di RSUD Dr. Moewardi tahun 2011-2021 . Metode: Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitik dengan teknik pengambilan sampel total sampling pada berkas visium et repertum jenazah tanpa identitas di RSUD Dr. Moewardi tahun 2011-2021. Data dianalisis menggunakan uji statistik chi-square untuk uji menguji hipotesis. Hasil: Uji hipotesis menggunakan uji statistik chi-square menunjukan bahwa terdapat hubungan antara pembusukan dengan penetuan sebab kematian, dengan hasil p = 0,003 dan nilai (value) chi-square sebesar 9,022 dengan nilai derajat kebebasan (df) sebesar 1. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang antara pembusukan dengan penetuan sebab kematian pada kasus jenazah tanpa identitas yang diperiksa.  
Hubungan Pengetahuan dan Kesadaran terhadap COVID-19 dengan Asupan Vitamin D dan Seng pada Mahasiswa Kedokteran UNS Muhammad Daffa Ardiawan; Amelya Augusthina Ayusari; Sulistyani Kusumaningrum
Plexus Medical Journal Vol. 2 No. 2 (2023): April
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/plexus.v2i2.615

Abstract

Pendahuluan: COVID-19 telah ditetapkan sebagai pandemi global oleh World Health Organization (WHO). Pengetahuan dan kesadaran yang berhubungan dengan COVID-19 pada mahasiswa khususnya mahasiswa kedokteran sudah baik. Penelitian telah membuktikan vitamin D berperan sebagai imunomodulator sistem kekebalan tubuh dan seng yang memiliki peran dalam kekebalan antivirus termasuk coronavirus. Oleh sebab itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan dan kesadaran terhadap COVID-19 dengan asupan vitamin D dan seng pada mahasiswa kedokteran Universitas Sebelas Maret. Metode: Penelitian yang digunakan adalah observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional. Subjek penelitian ini adalah mahasiswa kedokteran UNS dengan kriteria inklusi. Subjek dipilih dengan metode simple random sampling dengan jumlah 91 responden yang memenuhi kriteria inklusi. Data dianalisis dengan metode Spearman. Hasil: Hasil penelitian didapatkan hubungan lemah dan tidak signifikan antara pengetahuan dan kesadaran terhadap COVID-19 dengan asupan vitamin D dan seng. Hubungan Pengetahuan dan kesadaran terhadap asupan vitamin D memiliki koefisien masing-masing r = 0.257 dan r = 0.129. Hubungan pengetahuan dan kesadaran terhadap asupan seng memiliki koefisien masing-masing r = 0.057 dan r = 0.112. Kesimpulan: Didapatkan hasil berupa hubungan lemah dan tidak signifikan antara pengetahuan dan kesadaran terhadap COVID-19 dengan asupan vitamin D dan seng pada mahasiswa kedokteran Universitas Sebelas Maret  
Pengaruh Ekstrak Etanolik Daun Kelor (Moringa oleifera, Lam.) Terhadap Ekspresi NF-κβ Pankreas Tikus Wistar (Rattus norvegicus) Model Sindroma Metabolik Terinduksi Naila Rahima Naufal; Dyah Ratna Budiani; Novan Adi Setyawan
Plexus Medical Journal Vol. 2 No. 5 (2023): Oktober
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/plexus.v2i5.629

Abstract

Pendahuluan: Sindrom metabolik (SM) menyebabkan kerusakan pulau langerhans pankreas akibat aktivasi NF-κβ. Kandungan fitokimia dari ekstrak etanolik daun kelor mencegah kerusakan pulau langerhans pankreas. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh peningkatan dosis ekstrak etanolik daun kelor terhadap ekspresi NF-κβ pankreas tikus wistar model SM terinduksi. Metode: Penelitian ini bersifat eksperimental laboratorik. Subjek penelitian berjumlah 30 ekor tikus wistar dibagi menjadi 5 kelompok yaitu KI kelompok kontrol normal, KII kelompok kontrol positif, dan kelompok perlakuan SM dengan dosis ekstrak etanolik daun kelor 150mg/kgBB/hari pada KIII, 250mg/kgBB/hari pada KIV, dan 250mg/kgBB/hari pada KV. Model tikus SM diberikan diet tinggi lemak dan STZ-NA. Preparat IHC diamati dengan mikroskop cahaya dan image raster kemudian dihitung skor IDS. Analisis data menggunakan uji Kruskal Wallis dilanjutkan dengan uji post-hoc tes Mann-Whitney U (p<0,05). Hasil: Rerata IDS tertinggi pada KII dan terendah pada KI. Hasil uji Kruskal Wallis menunjukan adanya pengaruh ekstrak etanolik daun kelor terhadap ekspresi NF-κβ (p=0,035). Uji post-hoc menunjukan hasil yang signifikan pada KII dengan KI (p=0,01) dan KIII (p=0,037). Tidak terdapat perbedaan yang signifkan antar kelompok perlakuan. Kesimpulan: Ekstrak etanolik daun kelor dosis150 mg/kgBB/hari menurunkan ekspresi NF-κβ pankreas tikus wistar (Rattus norvegicus) model sindrom metabolik terinduksi, namun peningkatan dosis ekstrak etanolik daun kelor (Moringa oleifera, Lam.) tidak menurunkan ekspresi NF-κβ pankreas tikus wistar (Rattus norvegicus) model sindrom metabolik terinduksi.
Rontgen Toraks, Nilai Cycle Threshold dan Hubungannya dengan Tingkat Keparahan Klinis pada Ibu Hamil dengan COVID-19 di RSUD Dr. Moewardi Regita, Immanuela Maria; Melinawati, Eriana; Prabowo, Wisnu; Budihastuti, Uki Retno
Plexus Medical Journal Vol. 2 No. 6 (2023): Desember
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/plexus.v2i6.634

Abstract

Pendahuluan: Penggunaan pemeriksaan penunjang dalam mendiagnosis COVID-19 pada ibu hamil merupakan sebuah tantangan karena perubahan fisiologis yang unik pada ibu hamil menyebabkan variasi hasil. Kerentanan ibu terhadap patogen mungkin dapat berisiko menjadi perkembangan ke arah penyakit yang lebih parah. Namun terdapat kesimpangsiuran data pada hubungan pemeriksaan laboratorium seperti radiologi dan RT-PCR terhadap keparahan klinis ibu hamil. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mempelajari nilai CT, gambaran rontgen toraks dan hubungannya dengan tingkat keparahan klinis pasien ibu hamil dengan COVID-19. Metode: Data diperoleh dari rekam medis di rumah sakit tingkat tersier di Surakarta, Indonesia. Ibu hamil yang menjalani tes RT-PCR dan foto rontgen dada selama rawat inap pada periode Januari sampai Desember 2021 diperiksa. Nilai CT dari hasil RT-PCR positif dimasukkan dalam data penelitian. Keparahan ibu hamil berdasarkan presentasi klinis dibagi menjadi tiga kelompok: ringan, sedang dan berat. Data yang diperoleh kemudian dianalisis. Hasil: Terdapat enam puluh tujuh data ibu hamil pada penelitian ini. Rerata usia kehamilan saat admisi adalah 38 minggu. Karakteristik seperti usia, usia kehamilan, komorbid tidak mempengaruhi keparahan klinis. Nilai CT gen ORF1ab dan gen E tidak berhubungan dengan tingkat keparahan klinis. Namun korelasi signifikan ditemukan antara gambaran rontgen dada dan keparahan klinis penyakit (p=0.000, r=0.486). Kesimpulan: Tidak ada hubungan yang signifikan secara statistik antara nilai CT dan tingkat keparahan klinis ibu hamil. Namun, terdapat hubungan signifikan secara statistik antara rontgen toraks dan tingkat keparahan klinis ibu hamil.
Pengaruh Ekstrak Etanolik Daun Kelor (Moringa oleifera, Lam.) Terhadap Ekspresi Reseptor ACE2 Pankreas Tikus Wistar (Rattus Norvegicus) Model Sindrom Metabolik Lydia Julian; Dyah Ratna Budiani; Jarot Subandono
Plexus Medical Journal Vol. 2 No. 3 (2023): Juni
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/plexus.v2i3.695

Abstract

Pendahuluan: Angiotensin Converting Enzyme 2 merupakan enzim yang berada pada membran sel beberapa organ, salah satunya pankreas. ACE2 memiliki fungsi untuk mengkatalis perubahan angiotensin II menjadi angiotensin 1-7. Pada penderita sindrom metabolik terjadi hiperglikemia, hiperinsulinemia, obesitas, serta resistensi insulin yang meningkatkan produksi angiotensin II dan aktivitas sistem RAS. Ekspresi ACE2 meningkat sebagai kompensasi dari peningkatan sistem RAS. Daun kelor memiliki mampu mengatasi sindrom metabolik. Penelitian bertujuan untuk melihat pengaruh ekstrak etanolik daun kelor terhadap ekspresi reseptor ACE2 pankreas tikus wistar terinduksi sindrom metabolik. Metode: Penelitian bersifat eksperimental laboratorik dengan post-test only control group design. Sampel berupa 30 tikus dibagi kedalam 5 kelompok, KI sebagai kelompok kontrol; KII sebagai kelompok model SM diinduksi STZ-NA serta pakan tinggi lemak; KIII, KIV, dan KV sebagai kelompok model SM diinduksi STZ-NA, pakan tinggi lemak, dengan perlakuan asupan  ekstrak etanolik daun kelor selama 28 hari dengan dosis 150 mg/kgBB, 250 mg/kgBB, dan 350 mg/kgBB. Ekspresi reseptor ACE2 dihitung menggunakan rumus Intensity Distribution Score. Analisis menggunakan uji one-way ANOVA dan uji post-hoc Tukey HSD. Hasil: Ekspresi reseptor ACE2 tertinggi pada KII (222.56) dan terendah pada KV (188.38). Uji statistik didapatkan ekspresi reseptor ACE2 signifikan (p<0.05) pada KI terhadap KIV dan KV; KII terhadap KIV dan KV. Selain kelompok tersebut didapatkan perbedaan ekspresi reseptor ACE2 yang tidak signifikan (p>0.05). Kesimpulan: Ekstrak etanolik daun kelor dengan dosis 250 mg/kgBB dan 350 mg/kgBB mampu menurunkan ekspresi reseptor ACE2 pankreas tikus wistar model sindrom metabolik secara signifikan.  
Hubungan Pemberian ASI Eksklusif dan Susu Formula Terhadap pH Feses Bayi 0-6 Bulan Aqillah Azzah; Evi Rokhayati; Husnia Auliyatul Umma
Plexus Medical Journal Vol. 2 No. 5 (2023): Oktober
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/plexus.v2i5.813

Abstract

Pendahuluan: ASI merupakan asupan bayi yang paling praktis, murah, sempurna, dan higienis karena diminum langsung dari payudara ibu. Bayi yang mengonsumsi ASI, memiliki pH feses yang lebih asam daripada normal yaitu 4,5–5,5. Hilangnya Bifidobacteria dalam jumlah besar pada usus bayi dapat mengakibatkan peningkatan pH feses menjadi lebih basa dan memicu terjadinya dysbiosis mikrobiota usus. Selain faktor pemberian ASI eksklusif atau susu formula, penelitian ini juga meneliti faktor-faktor lain yang dinilai memengaruhi pH feses bayi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pemberian ASI eksklusif dan susu formula terhadap pH feses bayi 0–6 bulan. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel dilakukan di Posyandu-posyandu dibawah kerja Puskesmas Ngoresan yang memenuhi kriteria peneltian sebanyak 50 sampel. Teknik sampling yang digunakan adalah simple random sampling. Data yang diperoleh akan dianalisis menggunakan uji Chi-square. Hasil: Dari hasil analisis bivariat dengan uji Chi-square didapatkan hasil bahwa usia ibu (p=0.018) dan konsumsi ASI eksklusif atau susu formula (p=0.000) memiliki hubungan yang signifikan terhadap pH feses bayi. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara konsumsi ASI eksklusif atau susu formula terhadap pH feses bayi 0-6 bulan.  
The Cost of Illness Pasien dengan Heart Failure with Reduced Ejection Fraction (HFrEF) di RS UNS Periode Maret 2019 - Maret 2020 Maulana Ramadhan Kurniawansyah; Ratih Puspita Febrinasari; Nur Hafidha Hikmayani
Plexus Medical Journal Vol. 2 No. 4 (2023): Agustus
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/plexus.v2i4.846

Abstract

Pendahuluan: Menurut WHO, penyakit kardiovaskular menjadi penyebab utama kematian dan pasien rawat inap mendadak. Heart Failure with Reduced Ejection Fraction (HFrEF) terjadi ketika fraksi ejeksi ventrikel kiri (LVEF) sejumlah 40% atau kurang. Obat untuk HFrEF memiliki manfaat klinis yang baik bagi pasien tetapi memiliki harga yang mahal, Perlu evaluasi ekonomi untuk mengulas hal ini dengan analisis Cost of Illness (COI). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui biaya pasien untuk terapi penyakit gagal jantung tipe HFrEF. Metode: Penelitian observasional analitik dengan pendekatan studi cross sectional yang dilaksanakan di Rumah Sakit Universitas Sebelas Maret pada November 2022. Sampel penelitian ini adalah 26 orang yang sesuai kriteria inklusi. Sampel diambil dengan purposive sampling. Variabel utama penelitian ini adalah komponen biaya terapi pasien gagal jantung tipe HFrEF dan variabel tambahan adalah: Riwayat hospitalisasi, Jenis kelamin, usia, Komorbid DM, Komorbid Hipertensi, Komorbid DM dan Hipertensi. Data diperoleh dari Sistem Informasi manajemen Rumah Sakit (SIMRS). Data kemudian dihitung menggunakan software SPSS lalu dianalisis menggunakan metode Mann Whitney untuk beda 2 kelompok dan Kruskal Wallis untuk uji beda lebih dari 2 kelompok. Hasil: Biaya pengobatan HFrEF per bulan sebesar Rp. 1.380.026,00. Komponen biaya pengobatan HFrEF merupakan yang komponen biaya yang tertinggi. Hasil analisis riwayat hospitalisasi p 0,003, jenis kelamin diperoleh p 0,848, usia dan komorbid masing-masing memperoleh nilai p 0,01. Kesimpulan: Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi biaya langsung yang dikeluarkan pasien antara lain usia dan komorbid pasien. Sedangkan riwayat hospitalisasi dan jenis kelamin tidak mempengaruhi biaya langsung yang dikeluarkan dalam pengobatan pasien HFrEF.

Page 5 of 12 | Total Record : 113