cover
Contact Name
Bulan Kakanita Hermasari
Contact Email
dr.bulan.kakanita@staff.uns.ac.id
Phone
+6281225381332
Journal Mail Official
pmjfkuns@gmail.com
Editorial Address
Gedung Pendidikan Dokter Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret Jl. Ir. Sutami No. 36A Kentingan Jebres
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Plexus Medical Journal
ISSN : 2828187x     EISSN : 28284801     DOI : https://doi.org/10.20961/plexus.v1i1.4
Core Subject : Health,
Plexus Medical journal (PMJ) publishes original research articles or article review in the basic medical sciences, clinical medical sciences, medical education and public health science. Plexus Medical journal is a peer-reviewed and open access journal that focuses on promoting medical sciences generated from basic sciences, clinical, community or public health research, and medical education to integrate researches in all aspects of human health. This journal publishes original articles, reviews, and also interesting case reports. Brief communications containing short features of medicine, latest developments in diagnostic procedures, treatment, or other health issues that is important for the development of health care system are also acceptable. Letters and commentaries of our published articles are welcome.
Articles 105 Documents
Pengaruh Ekstrak Etanolik Daun Kelor (Moringa oleifera, Lam.) Terhadap Ekspresi NF-κβ Pankreas Tikus Wistar (Rattus norvegicus) Model Sindroma Metabolik Terinduksi Naufal, Naila Rahima; Budiani, Dyah Ratna; Setyawan, Novan Adi
Plexus Medical Journal Vol. 2 No. 5 (2023): Oktober
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/plexus.v2i5.629

Abstract

Pendahuluan: Sindrom metabolik (SM) menyebabkan kerusakan pulau langerhans pankreas akibat aktivasi NF-κβ. Kandungan fitokimia dari ekstrak etanolik daun kelor mencegah kerusakan pulau langerhans pankreas. Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh peningkatan dosis ekstrak etanolik daun kelor terhadap ekspresi NF-κβ pankreas tikus wistar model SM terinduksi. Metode: Penelitian ini bersifat eksperimental laboratorik. Subjek penelitian berjumlah 30 ekor tikus wistar dibagi menjadi 5 kelompok yaitu KI kelompok kontrol normal, KII kelompok kontrol positif, dan kelompok perlakuan SM dengan dosis ekstrak etanolik daun kelor 150mg/kgBB/hari pada KIII, 250mg/kgBB/hari pada KIV, dan 250mg/kgBB/hari pada KV. Model tikus SM diberikan diet tinggi lemak dan STZ-NA. Preparat IHC diamati dengan mikroskop cahaya dan image raster kemudian dihitung skor IDS. Analisis data menggunakan uji Kruskal Wallis dilanjutkan dengan uji post-hoc tes Mann-Whitney U (p<0,05). Hasil: Rerata IDS tertinggi pada KII dan terendah pada KI. Hasil uji Kruskal Wallis menunjukan adanya pengaruh ekstrak etanolik daun kelor terhadap ekspresi NF-κβ (p=0,035). Uji post-hoc menunjukan hasil yang signifikan pada KII dengan KI (p=0,01) dan KIII (p=0,037). Tidak terdapat perbedaan yang signifkan antar kelompok perlakuan. Kesimpulan: Ekstrak etanolik daun kelor dosis150 mg/kgBB/hari menurunkan ekspresi NF-κβ pankreas tikus wistar (Rattus norvegicus) model sindrom metabolik terinduksi, namun peningkatan dosis ekstrak etanolik daun kelor (Moringa oleifera, Lam.) tidak menurunkan ekspresi NF-κβ pankreas tikus wistar (Rattus norvegicus) model sindrom metabolik terinduksi.
Rontgen Toraks, Nilai Cycle Threshold dan Hubungannya dengan Tingkat Keparahan Klinis pada Ibu Hamil dengan COVID-19 di RSUD Dr. Moewardi Regita, Immanuela Maria; Melinawati, Eriana; Prabowo, Wisnu; Budihastuti, Uki Retno
Plexus Medical Journal Vol. 2 No. 6 (2023): Desember
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/plexus.v2i6.634

Abstract

Pendahuluan: Penggunaan pemeriksaan penunjang dalam mendiagnosis COVID-19 pada ibu hamil merupakan sebuah tantangan karena perubahan fisiologis yang unik pada ibu hamil menyebabkan variasi hasil. Kerentanan ibu terhadap patogen mungkin dapat berisiko menjadi perkembangan ke arah penyakit yang lebih parah. Namun terdapat kesimpangsiuran data pada hubungan pemeriksaan laboratorium seperti radiologi dan RT-PCR terhadap keparahan klinis ibu hamil. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mempelajari nilai CT, gambaran rontgen toraks dan hubungannya dengan tingkat keparahan klinis pasien ibu hamil dengan COVID-19. Metode: Data diperoleh dari rekam medis di rumah sakit tingkat tersier di Surakarta, Indonesia. Ibu hamil yang menjalani tes RT-PCR dan foto rontgen dada selama rawat inap pada periode Januari sampai Desember 2021 diperiksa. Nilai CT dari hasil RT-PCR positif dimasukkan dalam data penelitian. Keparahan ibu hamil berdasarkan presentasi klinis dibagi menjadi tiga kelompok: ringan, sedang dan berat. Data yang diperoleh kemudian dianalisis. Hasil: Terdapat enam puluh tujuh data ibu hamil pada penelitian ini. Rerata usia kehamilan saat admisi adalah 38 minggu. Karakteristik seperti usia, usia kehamilan, komorbid tidak mempengaruhi keparahan klinis. Nilai CT gen ORF1ab dan gen E tidak berhubungan dengan tingkat keparahan klinis. Namun korelasi signifikan ditemukan antara gambaran rontgen dada dan keparahan klinis penyakit (p=0.000, r=0.486). Kesimpulan: Tidak ada hubungan yang signifikan secara statistik antara nilai CT dan tingkat keparahan klinis ibu hamil. Namun, terdapat hubungan signifikan secara statistik antara rontgen toraks dan tingkat keparahan klinis ibu hamil.
Pengaruh Ekstrak Etanolik Daun Kelor (Moringa oleifera, Lam.) Terhadap Ekspresi Reseptor ACE2 Pankreas Tikus Wistar (Rattus Norvegicus) Model Sindrom Metabolik Julian, Lydia; Budiani , Dyah Ratna; Jarot Subandono
Plexus Medical Journal Vol. 2 No. 3 (2023): Juni
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/plexus.v2i3.695

Abstract

Pendahuluan: Angiotensin Converting Enzyme 2 merupakan enzim yang berada pada membran sel beberapa organ, salah satunya pankreas. ACE2 memiliki fungsi untuk mengkatalis perubahan angiotensin II menjadi angiotensin 1-7. Pada penderita sindrom metabolik terjadi hiperglikemia, hiperinsulinemia, obesitas, serta resistensi insulin yang meningkatkan produksi angiotensin II dan aktivitas sistem RAS. Ekspresi ACE2 meningkat sebagai kompensasi dari peningkatan sistem RAS. Daun kelor memiliki mampu mengatasi sindrom metabolik. Penelitian bertujuan untuk melihat pengaruh ekstrak etanolik daun kelor terhadap ekspresi reseptor ACE2 pankreas tikus wistar terinduksi sindrom metabolik. Metode: Penelitian bersifat eksperimental laboratorik dengan post-test only control group design. Sampel berupa 30 tikus dibagi kedalam 5 kelompok, KI sebagai kelompok kontrol; KII sebagai kelompok model SM diinduksi STZ-NA serta pakan tinggi lemak; KIII, KIV, dan KV sebagai kelompok model SM diinduksi STZ-NA, pakan tinggi lemak, dengan perlakuan asupan  ekstrak etanolik daun kelor selama 28 hari dengan dosis 150 mg/kgBB, 250 mg/kgBB, dan 350 mg/kgBB. Ekspresi reseptor ACE2 dihitung menggunakan rumus Intensity Distribution Score. Analisis menggunakan uji one-way ANOVA dan uji post-hoc Tukey HSD. Hasil: Ekspresi reseptor ACE2 tertinggi pada KII (222.56) dan terendah pada KV (188.38). Uji statistik didapatkan ekspresi reseptor ACE2 signifikan (p<0.05) pada KI terhadap KIV dan KV; KII terhadap KIV dan KV. Selain kelompok tersebut didapatkan perbedaan ekspresi reseptor ACE2 yang tidak signifikan (p>0.05). Kesimpulan: Ekstrak etanolik daun kelor dengan dosis 250 mg/kgBB dan 350 mg/kgBB mampu menurunkan ekspresi reseptor ACE2 pankreas tikus wistar model sindrom metabolik secara signifikan.  
Hubungan Pemberian ASI Eksklusif dan Susu Formula Terhadap pH Feses Bayi 0-6 Bulan Aqillah Azzah; Rokhayati, Evi; Umma, Husnia Auliyatul
Plexus Medical Journal Vol. 2 No. 5 (2023): Oktober
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/plexus.v2i5.813

Abstract

Pendahuluan: ASI merupakan asupan bayi yang paling praktis, murah, sempurna, dan higienis karena diminum langsung dari payudara ibu. Bayi yang mengonsumsi ASI, memiliki pH feses yang lebih asam daripada normal yaitu 4,5–5,5. Hilangnya Bifidobacteria dalam jumlah besar pada usus bayi dapat mengakibatkan peningkatan pH feses menjadi lebih basa dan memicu terjadinya dysbiosis mikrobiota usus. Selain faktor pemberian ASI eksklusif atau susu formula, penelitian ini juga meneliti faktor-faktor lain yang dinilai memengaruhi pH feses bayi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pemberian ASI eksklusif dan susu formula terhadap pH feses bayi 0–6 bulan. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Pengambilan sampel dilakukan di Posyandu-posyandu dibawah kerja Puskesmas Ngoresan yang memenuhi kriteria peneltian sebanyak 50 sampel. Teknik sampling yang digunakan adalah simple random sampling. Data yang diperoleh akan dianalisis menggunakan uji Chi-square. Hasil: Dari hasil analisis bivariat dengan uji Chi-square didapatkan hasil bahwa usia ibu (p=0.018) dan konsumsi ASI eksklusif atau susu formula (p=0.000) memiliki hubungan yang signifikan terhadap pH feses bayi. Kesimpulan: Terdapat hubungan yang signifikan antara konsumsi ASI eksklusif atau susu formula terhadap pH feses bayi 0-6 bulan.  
The Cost of Illness Pasien dengan Heart Failure with Reduced Ejection Fraction (HFrEF) di RS UNS Periode Maret 2019 - Maret 2020 Kurniawansyah, Maulana Ramadhan; Febrinasari , Ratih Puspita; Hikmayani, Nur Hafidha
Plexus Medical Journal Vol. 2 No. 4 (2023): Agustus
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/plexus.v2i4.846

Abstract

Pendahuluan: Menurut WHO, penyakit kardiovaskular menjadi penyebab utama kematian dan pasien rawat inap mendadak. Heart Failure with Reduced Ejection Fraction (HFrEF) terjadi ketika fraksi ejeksi ventrikel kiri (LVEF) sejumlah 40% atau kurang. Obat untuk HFrEF memiliki manfaat klinis yang baik bagi pasien tetapi memiliki harga yang mahal, Perlu evaluasi ekonomi untuk mengulas hal ini dengan analisis Cost of Illness (COI). Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui biaya pasien untuk terapi penyakit gagal jantung tipe HFrEF. Metode: Penelitian observasional analitik dengan pendekatan studi cross sectional yang dilaksanakan di Rumah Sakit Universitas Sebelas Maret pada November 2022. Sampel penelitian ini adalah 26 orang yang sesuai kriteria inklusi. Sampel diambil dengan purposive sampling. Variabel utama penelitian ini adalah komponen biaya terapi pasien gagal jantung tipe HFrEF dan variabel tambahan adalah: Riwayat hospitalisasi, Jenis kelamin, usia, Komorbid DM, Komorbid Hipertensi, Komorbid DM dan Hipertensi. Data diperoleh dari Sistem Informasi manajemen Rumah Sakit (SIMRS). Data kemudian dihitung menggunakan software SPSS lalu dianalisis menggunakan metode Mann Whitney untuk beda 2 kelompok dan Kruskal Wallis untuk uji beda lebih dari 2 kelompok. Hasil: Biaya pengobatan HFrEF per bulan sebesar Rp. 1.380.026,00. Komponen biaya pengobatan HFrEF merupakan yang komponen biaya yang tertinggi. Hasil analisis riwayat hospitalisasi p 0,003, jenis kelamin diperoleh p 0,848, usia dan komorbid masing-masing memperoleh nilai p 0,01. Kesimpulan: Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi biaya langsung yang dikeluarkan pasien antara lain usia dan komorbid pasien. Sedangkan riwayat hospitalisasi dan jenis kelamin tidak mempengaruhi biaya langsung yang dikeluarkan dalam pengobatan pasien HFrEF.
Hubungan Antara Rasio Lingkar Pinggang dan Panggul dengan Derajat Nyeri Pada Pasien Low Back Pain di RS UNS Adhi, Auliya Yasmin; Tandiyo, Desy Kurniawati; Wiyono, Nanang
Plexus Medical Journal Vol. 2 No. 4 (2023): Agustus
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/plexus.v2i4.848

Abstract

Pendahuluan: Low back pain merupakan masalah kesehatan yang sangat umum, yaitu berupa nyeri pada batas bawah kosta dan di atas lipatan gluteal. Obesitas terbukti menjadi faktor risiko low back pain dan menyebabkan peningkatan rasa nyeri pada pasien. Pengukuran obesitas menggunakan rasio lingkar pinggang dan panggul (RLPP) dianggap lebih sensitif untuk menilai distribusi lemak abdomen. Penelitian ini dilakukan untuk menilai hubungan antara RLPP dengan derajat nyeri pada pasien low back pain di RS UNS. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan cross sectional. Subjek penelitian berjumlah 51 orang. Variabel bebas yaitu RLPP dan variabel terikat yaitu derajat nyeri. RLPP diukur menggunakan pita ukur dan derajat nyeri diukur menggunakan kuisioner numerical rating scale (NRS). Hubungan antar variabel diuji menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil: Terdapat hubungan yang bermakna antara RLPP dengan derajat nyeri pasien low back pain (p=0,028) dengan koefisien korelasi 0,308. Kesimpulan: RLPP berhubungan dengan peningkatan derajat nyeri pada pasien low back pain di RS UNS.  
Writing Spectrum dan Nilai Course Basic Medical Profesionalism Mahasiswa Kedokteran: A Cross Sectional Study Saputra, Agung Ryan Bayu; Siti Munawaroh; Bulan Kakanita Hermasari
Plexus Medical Journal Vol. 2 No. 6 (2023): Desember
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/plexus.v2i6.850

Abstract

Pendahuluan: Refleksi merupakan salah satu metode yang digunakan untuk mengajarkan profesionalisme kepada mahasiswa kedokteran. Kemampuan refleksi sangat penting untuk proses pembelajaran sepanjang hayat sebagaimana tercantum dalam Standar Kompetensi Dokter Indonesia 2012. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara tulisan refleksi (writing spectrum) dan nilai course basic medical profesionalism mahasiswa kedokteran UNS dan mengetahui tingkat pemahaman mahasiswa FK UNS mengenai profesionalitas tenaga medis. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik dengan pendekatan studi cross sectional yang dilaksanakan di Program Studi Kedokteran Fakultas Kedokteran Universitas Sebelas Maret Surakarta. Sampel dari penelitian ini adalah 66 mahasiswa yang termasuk kedalam kriteria inklusi. Sampel diambil dengan teknik probability sampling jenis simple random sampling. Variable terikat adalah nilai course basic medical professionalism dan variable bebas adalah kedalaman refleksi (writing spectrum). Data tulisan refleksi didapatkan dari pengisian kuisioner skala kedalaman refleksi (REFLECT) dan data nilai course basic medical professionalism diperoleh dari KBK FK UNS. Data kemudian akan dihitung menggunakan software SPSS dan dianalisis menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil: Mayoritas level writing spectrum mahasiswa kedokteran berada pada tingkat 3( reflection). Hasil uji korelasi spearman didapatkan nilai p 0,039 yang bermakna terdapat hubungan antara kemampuan tulisan refleksi (writing spectrum) dengan nilai basic medical profesionalism course dengan kekuatan korelasi yang rendah dan arah positif. Kesimpulan: Terdapat hubungan tulisan refleksi (writing spectrum) dan nilai course basic medical profesionalism mahasiswa kedokteran UNS.
Perbandingan Efektivitas Antara Metode Swab dan Contact Plate Dalam Menilai Kualitas Kebersihan Ruang ICU di RS Dr. Moewardi Surakarta Raihan Alif Zahran; Marwoto; Umma, Husnia Auliyatul
Plexus Medical Journal Vol. 2 No. 4 (2023): Agustus
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/plexus.v2i4.857

Abstract

Pendahuluan: Intensive Care Unit (ICU) merupakan salah satu tempat di rumah sakit dengan potensi penyebaran infeksi yang tinggi. Salah satu tindakan untuk mencegah penyebaran infeksi adalah evaluasi kualitas kebersihan ruang ICU dengan pemeriksaan mikrobiologi sehingga membutuhkan metode yang efektif, efisien, dan akurat. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas metode swab dan contact plate dalam mengevaluasi kualitas kebersihan ruang ICU di RSUD dr. Moewardi Surakarta. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorik. Sampel dari empat permukaan dengan potensi kontaminasi tinggi (meja, dinding, lantai, stetoskop) akan diambil menggunakan swab dan contact plate setelah dibersihkan oleh petugas kebersihan ICU dan dilakukan identifikasi koloni dominan bakteri. Analsis data menggunakan uji Mann-whitney Hasil: Uji komparatif Mann whitney menunjukkan nilai p > 0,05 (0,105-0,645) untuk permukaan meja, dinding, dan stetoskop sedangkan pada permukaan lantai, nilai p < 0,05 (0,017). Uji Mann whitney untuk durasi sampling menunjukkan nilai p < 0,05 (0,000). Temuan bakteri pada sampel adalah coccus sp. gram positif (staphylococcus aureus) dan bacillus sp. gram positif Kesimpulan: Metode swab dan contact plate sama-sama efektif untuk mengetahui jumlah koloni bakteri. Contact plate unggul di durasi dan biaya sampling dibandingkan dengan swab.
Analisis Infeksi Soil Transmitted Helminths dengan Anemia dan Malnutrisi: Telaah Sistematis Hafidz, Muhammad Ilham; Sari, Yulia; Wijaya, Lygia Angelica; Mashuri, Yusuf Ari
Plexus Medical Journal Vol. 2 No. 4 (2023): Agustus
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/plexus.v2i4.864

Abstract

Pendahuluan: Soil Transmitted Helminths (STH) merupakan Neglected Tropical Disease (NTDs) yang sering terjadi di negara berkembang dan menyebabkan beban sosial dan ekonomi. Prevalensi infeksi STH di dunia dan Indonesia masih tinggi. Infeksi STH dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti iklim, usia, status sosial ekonomi, konsumsi sayur dan buah, dan kebersihan. Infeksi STH dapat menyebabkan anemia dan malnutrisi pada berbagai populasi. Penelitian telaah sistematis sebelumnya membahas faktor risiko dari infeksi STH. Sedangkan telaah sistematis yang membahas efek infeksi STH terhadap anemia hanya pada populasi ibu hamil. Telaah sistematis ini bertujuan untuk melaporkan hubungan antara infeksi STH dengan anemia dan malnutrisi pada berbagai populasi. Metode: Telaah sistematis dilakukan dengan mencari artikel di database Pubmed Scopus, Science Direct, dan Google Scholar dari 2013 –2023 dengan protokol PRISMA 2020. Studi yang sesuai dengan desain studi, kriteria inklusi dan eksklusi mengenai dampak dan hubungan STH dengan anemia dan malnutrisi dimasukkan dalam telaah sistematis. Hasil: Berdasarkan penelitian sebelumnya yang dilakukan di berbagai negara, ditemukan ada hubungan signifikan antara infeksi STH dengan anemia dan malnutrisi. Perempuan hamil adalah kelompok yang paling berisiko mengalami anemia dan anak-anak adalah kelompok yang berisiko malnutrisi akibat infeksi STH. Kesimpulan: Infeksi STH berhubungan signifikan dengan anemia dan malnutrisi. Dampak infeksi STH dapat memperparah anemia pada ibu hamil dan menyebabkan kekurangan nutrisi pada anak-anak. Pemberian obat cacing dan edukasi faktor risiko diperlukan untuk manajemen infeksi STH.
Ethanolic Extract of Moringa oleifera Leaves Reduces The Expression of ICAM-1 in Aortic Tissues of Metabolic Syndrome Induced Rattus norvegicus Ikhsan, Muhammad Nouval; Riza novierta pesik; Dyah Ratna Budiani; Novan Adi Setyawan
Plexus Medical Journal Vol. 2 No. 4 (2023): Agustus
Publisher : Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20961/plexus.v2i4.866

Abstract

Introduction: Metabolic syndrome poses a risk for the development of atherosclerotic lesions, which are associated with various cardiovascular diseases. Moringa leaves are known for their antioxidant and anti-inflammatory properties. ICAM-1 serves as an early marker of atherosclerosis. This study aims to investigate how the dosage of ethanolic extract from Moringa leaves affects the expression of ICAM-1 in the aortic tissue of Wistar rats with metabolic syndrome. Methods: This study employed a laboratory experimental design with a posttest only control group. The research involved 30 Wistar rats, divided into five groups: the normal control group (G1), the positive control group (G2), and three experimental groups (G3, G4, and G5). The experimental groups (G3, G4, and G5) were induced with metabolic syndrome and administered ethanolic extract of Moringa leaves at doses of 150 mg/kg, 250 mg/kg, and 350 mg/kg, respectively. The expression of aortic ICAM-1 was evaluated using the Intensity Distribution Score (IDS) and analyzed using one-way ANOVA and Post-hoc Tukey HSD test. Results: Increasing the dosage of ethanolic leaf extract of Moringa oleifera reduces the IDS value of ICAM-1 in the aortic tissue of Wistar rats with a significance of p<0.05.. Conclusion: The higher dosage of ethanolic leaf extract from Moringa oleifera Lamk has the potential to decrease ICAM-1 expression in the aortic tissue of Wistar rats with metabolic syndrome. The author hopes that Moringa leaf extract can be utilized as a supplement to prevent the formation of atherosclerotic plaques and cardiovascular diseases resulting from atherosclerotic plaques, such as thromboembolism and stroke.  

Page 3 of 11 | Total Record : 105