cover
Contact Name
Febri Fahmi Hakim
Contact Email
febri.fahmihakim@politeknikpu.ac.id
Phone
+6287867456519
Journal Mail Official
redaksi.jurnal@politeknikpu.ac.id
Editorial Address
Politeknik Pekerjaan Umum, Jl. Prof. Soedharto, SH., Tembalang, Semarang, Jawa Tengah Email: redaksi.jurnal@politeknikpu.ac.id
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Inovasi Konstruksi
ISSN : -     EISSN : 29617804     DOI : https://doi.org/10.56911
Core Subject : Engineering,
Jurnal Inovasi Konstruksi (JIK) merupakan open access journal (e-journal) yang mengangkat isu-isu terkini pada bidang konstruksi & infrastruktur khususnya infrastruktur pekerjaan umum dan perumahan rakyat guna mendukung pengembangan SDM konstruksi dalam ranah vokasi. Fokus jurnal meliputi: metode/inovasi metode konstruksi, material/inovasi material bangunan sipil/bangunan gedung, struktur/inovasi sistem struktur, rantai pasok konstruksi, manajemen konstruksi dan berbagai inovasi di bidang manajemen konstruksi, terowongan (tunnel), Building Information Modeling (BIM), inovasi penerapan Internet of Things (IoT) dalam bidang konstruksi, serta otomasi/digitalisasi konstruksi.
Articles 50 Documents
Dominant Frequency and Power Spectral Density Analysis for Determining the Location of Earthquake Shelters in the Rukoh Dam, Pidie Jihad, Abdi; Ardiyansyah, Tommy; Al Atas, Zaenal Abidin; Fajaruddin, Fajaruddin; Rusdin, Andi Azhar; P. N., T. Agus Putra
Jurnal Inovasi Konstruksi Vol 4, No 2 (2025): October
Publisher : Politeknik Pekerjaan Umum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56911/jik.v4i2.180

Abstract

Seismic activity around the Rukoh Dam, Pidie Regency, Aceh Province, is affected by two active fault systems, the Aceh Fault and the Seulimeum Fault. This condition requires a detailed study of soil response characteristics to support earthquake-resistant infrastructure planning, especially in determining the location of earthquake shelters. This study aims to evaluate the suitability of three potential earthquake shelter locations around the Rukoh Dam using microtremor data. Meanwhile, data analysis was carried out using the Horizontal to Vertical (H/V) spectral ratio method to determine the dominant frequency of the soil (Fo) and Power Spectral Density (PSD) to assess the characterization of the location. The results of the analysis showed that Point 1 had the highest Fo (5.0 Hz) and the shallowest sediment thickness (~15 m) which indicated stiff soil conditions and low seismic amplification potential. In contrast, points 2 and 3 showed lower Fo (2.0 Hz and 1.6 Hz, respectively) with a sediment thickness of 35 m, indicating a higher risk of amplification. Point 1 is recommended as a permanent shelter location, while points 2 and 3 require structural strengthening or alternative utilization.
Ground Penetrating Radar (GPR) Type KSD-24 Application For Utility Identification Under Road Pavement Surface Hamdani, Dani; Yamin, Raden Anwar; Andani, Rikal; Dhanardono, Bhima
Jurnal Inovasi Konstruksi Vol 4, No 2 (2025): October
Publisher : Politeknik Pekerjaan Umum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56911/jik.v4i2.202

Abstract

The research background is to identification the position of utilities such as drinking water pipes, waste water pipes, fiber optic cables, and electrical cables below the road surface that have not been properly mapped when excavation work or road preservation. This study aims to utilize the KSD-24 type GPR that was just owned by PUtech in early 2024. The research method used is primary data collection from GPR brand Koden Electronics Co., Ltd with type KSD-24. Data collection was conducted on two paths that pass-through utilities. The data processed and interpreted in the form of radargram images. The results of the study indicate that the KSD-24 GPR tool can obtain information about the existence of utility networks below the road surface. The results of the radargram image from the KSD-24 GPR tool provide the same distance and depth display on utility installations/installations, both utilities without water volume/dry such as water pipes, steel reinforcement series and cable installations. Likewise for utilities with additional water volume as a simulation of under ground drainage. The KSD-24 type GPR tool is proposed to be included in the curriculum, specifically the Road and Bridge Inspection course in the Road and Bridge Construction Technology Study Program.
Strategi Kementerian Pekerjaan Umum Mendukung Pencapaian Net Zero Emission Melalui Penciptaan Tenaga Kerja Hijau Anastasia Diliani, Dita Siti Nurhayati; Aini, Sinta Nur; Murti, Raditya Hari
Jurnal Inovasi Konstruksi Vol 4, No 2 (2025): October
Publisher : Politeknik Pekerjaan Umum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56911/jik.v4i2.203

Abstract

One of the main targets of the Indonesian government in achieving Indonesia Emas (Golden Indonesia) is to reduce the intensity of the Greenhouse Gas (GHG) emissions towards net zero emission. One can be done by encouraging green economic growth and green industry, by fulfilling the need for green workers whose numbers are limited in Indonesia. The construction sector contributes significantly to the success of green economic growth and green industry; therefore, it is necessary for the Ministry of Public Works to take a role in creating human resources for the Green Jobs, especially in the field of sustainable construction. The development of a green curriculum, including competency standards; increasing the allocation of training funds; and industry-education partnerships can become strategic options for the Ministry of Public Works to build a significant impact to meet the need for a green job workforce, and indirectly increase its support for the achievement of net zero emissions. Penurunan intensitas emisi Gas Rumah Kaca (GRK) menuju net zero emission menjadi salah satu sasaran utama pemerintah Indonesia mencapai Indonesia Emas. Salah satu upaya yang dapat dilakukan adalah mendorong pertumbuhan ekonomi dan industri hijau melalui pemenuhan kebutuhan pekerja hijau yang saat ini di Indonesia jumlahnya masih sangat terbatas. Pada kenyataannya, sektor konstruksi turut berkontribusi dalam mendukung keberhasilan pertumbuhan ekonomi hijau dan industri hijau, dan Kementerian Pekerjaan Umum perlu mengambil peran dalam menciptakan SDM Green Jobs khususnya dalam bidang konstruksi berkelanjutan. Pengembangan kurikulum hijau, termasuk standar kompetensi; peningkatan alokasi dana pelatihan; dan kemitraan industri-pendidikan dapat menjadi pilihan strategi Kementerian Pekerjaan Umum untuk memberikan pengaruh yang signifikan terhadap pemenuhan kebutuhan tenaga kerja Green Jobs, dan secara tidak langsung mampu meningkatkan dukungan terhadap pencapaian Net Zero Emission.
IMPLEMENTASI BIM BANGUNAN PELIMPAH TIPE OGEE DAN TUTS PIANO UNTUK PEMODELAN ALIRAN BANJIR PADA PROYEK PEMBANGUNAN PENGENDALIAN BANJIR DAS SANGGAI Ardianza, Eko; Yahya, Luqman Anas; Arisanto, Pranu; Riyanto, Didit Puji
Jurnal Inovasi Konstruksi Vol 4, No 2 (2025): October
Publisher : Politeknik Pekerjaan Umum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56911/jik.v4i2.157

Abstract

Seiring dengan perkembangan zaman dan kemajuan teknologi, perhitungan dan analisa teknis dalam pekerjaan bangunan air jauh lebih mudah dengan adanya Building Information Modelling (BIM). Salah satu penerapan BIM dilakukan pada Bangunan Pelimpah Kolam Retensi Trunen-01, yang bertujuan selain sebagai contoh penerapan BIM pada pekerjaan bangunan air, juga untuk menganalisa dan memodelkan aliran banjir. Penelitian ini dilakukan dengan Pemodelan Dimensi BIM 3D berupa model 3D Bangunan Pelimpah menggunakan perangkat lunak Civil 3D, dan Pemodelan Dimensi BIM 6D Aliran Banjir menggunakan HEC-RAS 2D. Dengan debit banjir Q100 sebesar 93,1 m3/detik, pada pemodelan Bangunan Pelimpah tipe Ogee didapatkan tampungan total waduk sebesar 420,000 m3, serta mampu mereduksi banjir Sungai Trunen sebesar 46,6%, pada Bangunan Pelimpah tipe Tuts Piano didapatkan tampungan total waduk sebesar 527.300 m3, serta mampu mereduksi banjir Sungai Trunen sebesar 20,5%. Pada simulasi aliran banjir pada masing-masing tipe Bangunan Pelimpah juga diketahui Perubahan kecepatan aliran yang paling besar terjadi saat aliran melewati Bangunan Pelimpah dengan kecepatan maksimum sebesar ± 5 m/detik.
EFEKTIVITAS BRT TAYO DALAM MENGURANGI KEMACETAN LALU LINTAS DI KORIDOR 4 KOTA TANGERANG Rachmasari, Danvie; Sidiq, Wahid Akhsin Budi Nur; Hariyanto, Hariyanto; Putro, Saptono
Jurnal Inovasi Konstruksi Vol 4, No 2 (2025): October
Publisher : Politeknik Pekerjaan Umum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56911/jik.v4i2.176

Abstract

Pertumbuhan penduduk dan tingginya mobilitas di Kota Tangerang menyebabkan meningkatnya volume kendaraan dan berdampak pada kemacetan lalu lintas, terutama di ruas jalan utama yang dilalui oleh layanan Bus Rapid Transit (BRT) Tayo Koridor 4. Metode pengumpulan data dengan survei lapangan, dokumentasi, studi dokumen, wawancara, dan kuesioner. Parameter yang diukur meliputi volume lalu lintas, kapasitas jalan, tingkat pelayanan jalan, faktor muat, waktu antara, kecepatan perjalanan, waktu sirkulasi, serta evaluasi kepuasan pelanggan terhadap aspek aksesibilitas, ketepatan waktu, tarif, maupun keamanan dan kenyamanan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pelayanan jalan paling rendah selama 3 tahun berada di kategori LOS E dan D artinya kondisi lalu lintas berada di zona tidak stabil, hampir mendekati kapasitas jalan.  Sedangkan efektivitas operasional BRT masih belum optimal. Faktor muat tergolong rendah di sebagian besar waktu operasional, waktu antara tidak stabil terutama pada siang dan sore hari, kecepatan rata – rata perjalanan rendah, serta waktu sirkulasi tertinggi terjadi pada jam sibuk pagi dan sore. Dari sisi kepuasan pelanggan, aksesibilitas (77,8%) dan ketepatan waktu (72%) dinilai puas sedangkan tarif (81%), keamanan dan kenyamanan (85%) yang dinilai sangat puas. Namun, masih diperlukan optimalisasi manajemen lalu lintas dan perbaikan infrastruktur pendukung BRT sebagai solusi transportasi yang lebih efektif.
INTEGRASI BUILDING INFORMATION MODELING UNTUK EVALUASI AKURASI VOLUME, BIAYA, DAN WAKTU PADA PEKERJAAN STRUKTUR GEDUNG: STUDI KASUS RSUD KAJEN PEKALONGAN Muhamad Hilman Nafi Syaroif; Ashal Abdussalam; Nasyiin Faqih; Mochammad Qomaruddin; Mushthofa Mushthofa
Jurnal Inovasi Konstruksi Vol 5, No 1 (2026): April
Publisher : Politeknik Pekerjaan Umum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56911/jik.v5i1.232

Abstract

Industri konstruksi memiliki tingkat kompleksitas yang tinggi sehingga membutuhkan estimasi biaya dan perencanaan waktu yang akurat untuk mencegah pemborosan material, pembengkakan biaya, serta keterlambatan proyek. Building Information Modeling (BIM) merupakan teknologi pemodelan digital 3D terintegrasi yang mampu menghasilkan data volume, estimasi biaya, dan penjadwalan secara lebih presisi. Penelitian ini membahas penggunaan konsep Building Information Modeling dalam menganalisis dan membandingkan volume pekerjaan struktur, estimasi biaya, serta durasi pelaksanaan pekerjaan. Pemodelan elemen struktur dibuat menggunakan Autodesk Revit untuk memperoleh volume pekerjaan secara otomatis melalui Quantity Take Off (QTO), sedangkan estimasi biaya diolah menggunakan Microsoft Excel. Penjadwalan disusun melalui Microsoft Project dan disimulasikan dalam bentuk 4D menggunakan Autodesk Navisworks. Hasil penelitian menunjukkan bahwa BIM mampu memberikan volume pekerjaan yang lebih akurat dengan selisih volume beton sebesar 0,16% dan volume pembesian 0,12% jika dibandingkan metode konvensional. Perbedaan tersebut berdampak pada selisih biaya pekerjaan beton sebesar Rp 3.785.493,55 dan pekerjaan pembesian sebesar Rp 7.401.634,03. Selain itu, metode BIM menghasilkan total durasi pekerjaan struktur selama 157 hari, yang terintegrasi secara langsung dengan model digital sehingga memudahkan proses koordinasi dan evaluasi jadwal proyek. Secara keseluruhan, penerapan BIM terbukti dapat memberikan data volume yang lebih akurat, memudahkan koordinasi jadwal, serta meningkatkan ketepatan dan efisiensi proses perencanaan maupun pelaksanaan dibandingkan metode konvensional
INOVASI ARSITEKTUR CERDAS UNTUK PENGEMBANGAN PARIWISATA BERKELANJUTAN Aryani Widyakusuma; Yopy Gunawan
Jurnal Inovasi Konstruksi Vol 5, No 1 (2026): April
Publisher : Politeknik Pekerjaan Umum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56911/jik.v5i1.214

Abstract

Integrasi inovasi, teknologi, dan solusi cerdas dalam bidang arsitektur telah mengubah desain dan pengoperasian fasilitas pariwisata, meningkatkan pengalaman pengunjung dan kinerja lingkungan. Arsitektur cerdas untuk pariwisata menekankan penggunaan teknologi digital seperti Building Information Modeling (BIM), Internet of Things (IoT), kecerdasan buatan, dan sistem desain responsif untuk menciptakan lingkungan yang adaptif, efisien, dan berpusat pada pengguna. Teknologi ini memungkinkan arsitek untuk merancang ruang yang merespons data waktu nyata, mengoptimalkan konsumsi energi, dan memberikan pengalaman yang dipersonalisasi bagi pengunjung. Strategi desain inovatif juga mencakup material berkelanjutan, infrastruktur hijau, dan teknologi imersif seperti realitas virtual dan augmented reality yang memperkaya interpretasi budaya dan sejarah di destinasi wisata. Sinergi antara arsitektur dan teknologi tidak hanya mendukung pengembangan pariwisata berkelanjutan tetapi juga mendorong pelestarian budaya, aksesibilitas, dan ketahanan dalam lingkungan binaan. Penelitian ini menyoroti bagaimana inovasi dan solusi arsitektur cerdas dapat mendefinisikan kembali fasilitas pariwisata sebagai ruang interaktif, cerdas, dan berkelanjutan yang memenuhi kebutuhan wisatawan global yang terus berkembang. Studi ini mengadopsi pendekatan penelitian deskriptif kualitatif dan berbasis studi kasus untuk mengeksplorasi bagaimana inovasi, teknologi, dan solusi cerdas diintegrasikan ke dalam desain arsitektur untuk pariwisata. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi praktik terbaik, prinsip desain, dan strategi teknologi yang meningkatkan keberlanjutan, efisiensi, dan pengalaman pengguna dalam arsitektur pariwisata. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan kerangka kerja konseptual atau pedoman untuk mengintegrasikan inovasi dan teknologi cerdas ke dalam arsitektur pariwisata. Hasilnya diharapkan dapat mendukung arsitek dan pembuat kebijakan dalam merancang fasilitas pariwisata yang cerdas, berkelanjutan, dan berpusat pada pengguna. Temuan penelitian diharapkan dapat menghasilkan kerangka kerja konseptual untuk mengintegrasikan teknologi dan desain cerdas dalam arsitektur pariwisata, mendorong efisiensi energi, ketahanan, dan peningkatan pengalaman pengguna. Studi ini berkontribusi pada wacana yang berkembang tentang bagaimana arsitektur dapat mendukung evolusi destinasi pariwisata yang cerdas dan berkelanjutan di era digital.
KAJIAN PERENCANAAN PENATAAN KAWASAN PESISIR BERBASIS MITIGASI BENCANA DAN PENGUATAN KARAKTERISTIK LOKAL DI DESA SRIWULAN, DEMAK Fahmi Syarif Hidayat
Jurnal Inovasi Konstruksi Vol 5, No 1 (2026): April
Publisher : Politeknik Pekerjaan Umum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56911/jik.v5i1.209

Abstract

Kawasan pesisir Desa Sriwulan, Kabupaten Demak, menghadapi permasalahan lingkungan yang kompleks berupa banjir rob, abrasi pantai, penurunan muka tanah, serta degradasi kualitas permukiman dan ekosistem pesisir. Kondisi tersebut berdampak langsung terhadap aktivitas sosial-ekonomi masyarakat dan menurunkan kemampuan kawasan dalam menghadapi bencana. Penelitian ini bertujuan merumuskan arah perencanaan penataan kawasan pesisir yang adaptif melalui pendekatan mitigasi bencana dan penguatan karakteristik lokal. Metode penelitian menggunakan pendekatan campuran (mixed-method), yang mengombinasikan survei lapangan, kuesioner, analisis spasial, Forum Group Discussion (FGD), serta analisis kuantitatif menggunakan Indeks Kondisi Lingkungan dan Importance–Performance Analysis (IPA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa infrastruktur dan pelayanan lingkungan di Desa Sriwulan berada pada kategori sedang hingga rendah, terutama pada sistem drainase, pengendalian air, pengelolaan sampah, dan aksesibilitas yang rentan terganggu saat banjir rob. Temuan ini menegaskan bahwa permasalahan kawasan tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga dipengaruhi oleh lemahnya integrasi antara aspek ekologis, fisik, dan sosial. Penelitian ini merumuskan tiga pilar pengembangan utama, yaitu penguatan infrastruktur pengendalian air, restorasi ekologi pesisir berbasis alam, serta peningkatan ketahanan sosial-ekonomi masyarakat melalui pendekatan Eco-Infrastructural Resilience dan Community-Based Coastal Management. Hasil penelitian berkontribusi pada pengembangan ilmu perencanaan kawasan pesisir dengan menawarkan rancangan yang menggabungkan mitigasi bencana, partisipasi masyarakat, dan keberlanjutan sosial-ekologis.
Penggunaan Analytic Hierarchy Process Dalam Menentukan Faktor Keterlambatan Pada Proyek Rehabilitasi Dan Renovasi Stadion Teladan Kota Medan Abiansyah Harya Bimasakti; Tiara Molisa Fitri Samosir; Julmadian Abda; Indira Laksmi Widuri
Jurnal Inovasi Konstruksi Vol 5, No 1 (2026): April
Publisher : Politeknik Pekerjaan Umum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56911/jik.v5i1.192

Abstract

Pada proses untuk mencapai tujuan proyek terdapat batasan yang perlu terwujud, yaitu biaya, jadwal, dan mutu. Ketiga kinerja tersebut kerap dipakai sebagai sasaran utama dalam pelaksanaan proyek yang disebut triple constraint. Berdasarkan analisis kurva s, progres proyek mengalami keterlambatan sejak bulan Januari dengan deviasi -3,36% dengan progres rencana 57,91%, pada bulan februari meningkat -7,69% dengan progres rencana 68,54%, hingga bulan Mei proyek memiliki deviasi -3,28% dengan progres rencana 76,77%, sedangkan proyek ditargetkan selesai pada bulan Juni, sehingga  dapat disimpulkan proyek mengalami keterlambatan. Dalam penelitian ini, penulis menggunakan metode Analytic Hierarchy Process (AHP) yang bertujuan untuk menentukan bobot prioritas dari kriteria dan sub-kriteria yang menyebabkan keterlambatan pada proyek. Kriteria yang digunakan yaitu faktor Manusia, faktor Manajemen Pelaksanaan Kontraktor, dan faktor Material. Hasil penelitian menunjukan bahwa yang menyebabkan keterlambatan pada Proyek Rehabilitasi dan Renovasi Stadion Kota Medan yang paling dominan menurut Konsultan Manajemen Konstruksi adalah faktor Manusia  karena Jumlah Tenaga Kerja Kurang. Sedangkan menurut Kontraktor adalah faktor Manajemen Pelaksanaan Kontraktor karena Perubahan Design dan Volume.
ANALISIS PERILAKU LENDUTAN STRUKTUR BALOK GIRDER JEMBATAN RANGKA BAJA TIPE PRATT, WARREN, BALTIMORE, DAN K-TRUSS AKIBAT PEMBEBANAN SNI 1725:2016 DAN SNI 2833:2016 Robbi Fi Ardhi
Jurnal Inovasi Konstruksi Vol 5, No 1 (2026): April
Publisher : Politeknik Pekerjaan Umum

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56911/jik.v5i1.186

Abstract

Perilaku lendutan pada struktur balok girder jembatan rangka baja merupakan parameter penting yang menentukan kenyamanan, keamanan, dan umur layan jembatan, terutama pada bentang menengah. Variasi konfigurasi truss seperti Pratt, Warren, Baltimore, dan K-Truss memiliki karakteristik distribusi gaya dan deformasi yang berbeda, sehingga diperlukan analisis komparatif yang menyeluruh untuk mendukung efisiensi desain struktur. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dan membandingkan perilaku lendutan maksimum dari empat tipe rangka baja tersebut pada bentang 60 meter dengan kombinasi pembebanan sesuai SNI 1725:2016 dan SNI 2833:2016, serta divalidasi dengan acuan AASHTO LRFD 2020. Pemodelan numerik dilakukan menggunakan perangkat lunak SAP2000 v24, dengan parameter geometri, properti material, dan kondisi pembebanan yang seragam. Hasil simulasi menunjukkan bahwa semua tipe struktur memenuhi batas lendutan izin sebesar L/800 (75 mm), dengan lendutan maksimum tertinggi tercatat pada tipe Baltimore (38,58 mm), dan terendah pada tipe Warren (23,25 mm). Selain itu, camber akibat beban mati pada semua model berada dalam rentang toleransi standar (15–135 mm). Berdasarkan efisiensi deformasi dan kinerja terhadap beban kombinasi, tipe Warren direkomendasikan sebagai konfigurasi rangka yang paling optimal untuk jembatan baja bentang 60 meter. Penelitian ini memberikan kontribusi teknis sebagai referensi dalam pemilihan tipe rangka baja yang efektif dan memenuhi standar nasional dan internasional.