cover
Contact Name
Istiqomah Dwi Andari
Contact Email
istyandari44@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
journal.siklus@poltektegal.ac.id
Editorial Address
Gedung B, Politeknik Harapan Bersama, Jl Mataram No 9 Pesurungan Lor Kota Tegal
Location
Kota tegal,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal Research Midwifery Politeknik Tegal
ISSN : 20896778     EISSN : 25495054     DOI : https://doi.org/10.30591/
Core Subject : Health,
Siklus : Journal Research Midwifery Politeknik Tegal (JRMP) is a periodical scientific journal with registrated number ISSN 2089-6778 (print), 2549- 5054 (online). Published by Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (P3M) Politeknik Harapan Bersama and managed by Program Studi Kebidanan Politeknik Harapan Bersama which is published two times a year (January and June). The SIKLUS: Journal Research Midwifery Politeknik Tegal accept research articles which includes Health sciences, midwifery, nursing, public health, Social Sciences who related to midwifery.
Articles 361 Documents
HUBUNGAN STATUS JUMLAH GRAVIDA DENGAN KEPATUHAN PEMASANGAN STIKER P4K PADA IBU HAMIL agustin, Kurnia; Mahmudah, Mutik; Remedina, Gipfel
Siklus : Journal Research Midwifery Politeknik Tegal Vol 12, No 2 (2023)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/siklus.v12i02.5048

Abstract

Abstrak Pemasangan stiker P4K merupakan salah satu inovasi pemantauan kesehatan ibu hamil yang dapat membantu meminalisir faktor penyebab kematian ibu. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan status jumlah gravida dengan kepatuhan pemasangan stiker P4K pada ibu hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Tasikmadu. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional. Pengambilan sampel dengan teknik pengambilan accidental sampling sebanyak 35 orang. Hasil penelitian mayoritas responden yang patuh untuk memasang stiker P4K adalah multigravida yaitu sebanyak 16 responden (45,7%). Terdapat hubungan antara status jumlah gravida dengan kepatuhan pemasangan stiker P4K dengan asymp.sig sebesar 0,008 0,05 menggunakan uji chi square. Bagi tenaga kesehatan terkait untuk dapat memaksimalkan pemantauan pemasangan serta memberikan sosialisasi mengenai pemasangan stiker P4K baik untuk ibu hamil, keluarga serta kader. Kata kunci: gravida, stiker P4K, kehamilan Abstract Putting P4K stickers is one of the innovations in monitoring the health of pregnant women that can help to analyze the causes of maternal death. The purpose of this study was to analyze the relationship between the status of the number of gravida and the adherence to putting P4K stickers on pregnant women in the Tasikmadu Health Center Work Area. The research method used is quantitative research with a cross-sectional approach. Sampling by accidental sampling technique involved as many as 35 people. The results of the study showed that the majority of respondents who adhered to putting P4K stickers were multigravidas, namely 16 respondents (45.7%). There is a relationship between the status of the number of gravida and compliance with the putting of the P4K sticker with an asymp.sig of 0.008 0.05 using the chi square test. For related health workers to be able to maximize monitoring and provide socialization regarding the putting of P4K stickers for pregnant women, families, and cadres Keyword: gravida, P4K stickers, pregnancy
HUBUNGAN STATUS JUMLAH GRAVIDA DENGAN KEPATUHAN PEMASANGAN STIKER P4K PADA IBU HAMIL Kurnia agustin; Mutik Mahmudah; Gipfel Remedina
Siklus : Journal Research Midwifery Politeknik Tegal Vol 12, No 02 (2023)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/siklus.v12i02.5048

Abstract

Abstrak Pemasangan stiker P4K merupakan salah satu inovasi pemantauan kesehatan ibu hamil yang dapat membantu meminalisir faktor penyebab kematian ibu. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis hubungan status jumlah gravida dengan kepatuhan pemasangan stiker P4K pada ibu hamil di Wilayah Kerja Puskesmas Tasikmadu. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian kuantitatif dengan pendekatan Cross Sectional. Pengambilan sampel dengan teknik pengambilan accidental sampling sebanyak 35 orang. Hasil penelitian mayoritas responden yang patuh untuk memasang stiker P4K adalah multigravida yaitu sebanyak 16 responden (45,7%). Terdapat hubungan antara status jumlah gravida dengan kepatuhan pemasangan stiker P4K dengan asymp.sig sebesar 0,008 0,05 menggunakan uji chi square. Bagi tenaga kesehatan terkait untuk dapat memaksimalkan pemantauan pemasangan serta memberikan sosialisasi mengenai pemasangan stiker P4K baik untuk ibu hamil, keluarga serta kader. Kata kunci: gravida, stiker P4K, kehamilan Abstract Putting P4K stickers is one of the innovations in monitoring the health of pregnant women that can help to analyze the causes of maternal death. The purpose of this study was to analyze the relationship between the status of the number of gravida and the adherence to putting P4K stickers on pregnant women in the Tasikmadu Health Center Work Area. The research method used is quantitative research with a cross-sectional approach. Sampling by accidental sampling technique involved as many as 35 people. The results of the study showed that the majority of respondents who adhered to putting P4K stickers were multigravidas, namely 16 respondents (45.7%). There is a relationship between the status of the number of gravida and compliance with the putting of the P4K sticker with an asymp.sig of 0.008 0.05 using the chi square test. For related health workers to be able to maximize monitoring and provide socialization regarding the putting of P4K stickers for pregnant women, families, and cadres Keyword: gravida, P4K stickers, pregnancy
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN STATUS PEKERJAAN IBU MENYUSUI DENGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF PADA BAYI DI PESANTUNAN Novia Ludha Iroma Maulida
Siklus : Journal Research Midwifery Politeknik Tegal Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/siklus.v2i1.44

Abstract

ASI eksklusif  adalah Pemberian ASI pada bayi tanpa tambahan makanan lainnya ataupun cairan lainnya seperti susu formula, jeruk, madu, teh, air putih dan tanpa tambahan makanan padat apapun seperti pisang, pepaya, bubur susu, biskuit, bubur nasi dan tim sampai usia enam bulan.Berdasarkan data SDKI tahun 2002-2003, bayi di bawah usia empat bulan yang diberikan ASI eksklusif hanya 55%, sedangkan pemberian ASI eksklusif  pada bayi usia 2 bulan hanya 64%. Bayi usia 3-4 bulan yang memperoleh ASI eksklusif  hanya 46% dan 14% pada bayi usia 4-5 bulan. Cakupan ASI eksklusif enam bulan malah lebih parah lagi yakni hanya 39,5 %. Dari total jumlah bayi di Indonesia (Depkes RI, 2009).Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan tingkat pengetahuan dan status pekerjaan ibu menyusui dengan pemberian ASI Eksklusif pada Bayi di Desa Pesantunan kecamatan Wanasari Kabupaten Brebes Bulan Juli Tahun 2012.Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar tingkat pengetahuan ibu menyusui dengan kategori cukup (55,1%), sebagian besar status pekerjaan ibu tidak bekerja (79,6%) dan sebagian besar pemberian ASI eksklusif ibu menyusui yang tidak memberikan ASI sebanyak (81,6%) sedangkan hasil uji statistik menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara tingkat pengetahuan ibu menyusui dengan pemberian ASI eksklusif dan hasil uji statistik menunjukkan bahwa ada hubungan antara status pekerjaan ibu menyusui dengan pemberian ASI eksklusif. Kata Kunci: Tingkat Pengetahuan, Status Pekerjaan, Asi Eksklusif
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN STATUS PEKERJAAN IBU MENYUSUI DENGAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF PADA BAYI DI PESANTUNAN Novia Ludha Iroma Maulida
Siklus : Journal Research Midwifery Politeknik Tegal Vol 2, No 1 (2013)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/siklus.v2i1.44

Abstract

ASI eksklusif  adalah Pemberian ASI pada bayi tanpa tambahan makanan lainnya ataupun cairan lainnya seperti susu formula, jeruk, madu, teh, air putih dan tanpa tambahan makanan padat apapun seperti pisang, pepaya, bubur susu, biskuit, bubur nasi dan tim sampai usia enam bulan.Berdasarkan data SDKI tahun 2002-2003, bayi di bawah usia empat bulan yang diberikan ASI eksklusif hanya 55%, sedangkan pemberian ASI eksklusif  pada bayi usia 2 bulan hanya 64%. Bayi usia 3-4 bulan yang memperoleh ASI eksklusif  hanya 46% dan 14% pada bayi usia 4-5 bulan. Cakupan ASI eksklusif enam bulan malah lebih parah lagi yakni hanya 39,5 %. Dari total jumlah bayi di Indonesia (Depkes RI, 2009).Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Hubungan tingkat pengetahuan dan status pekerjaan ibu menyusui dengan pemberian ASI Eksklusif pada Bayi di Desa Pesantunan kecamatan Wanasari Kabupaten Brebes Bulan Juli Tahun 2012.Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar tingkat pengetahuan ibu menyusui dengan kategori cukup (55,1%), sebagian besar status pekerjaan ibu tidak bekerja (79,6%) dan sebagian besar pemberian ASI eksklusif ibu menyusui yang tidak memberikan ASI sebanyak (81,6%) sedangkan hasil uji statistik menunjukkan bahwa tidak ada hubungan antara tingkat pengetahuan ibu menyusui dengan pemberian ASI eksklusif dan hasil uji statistik menunjukkan bahwa ada hubungan antara status pekerjaan ibu menyusui dengan pemberian ASI eksklusif. Kata Kunci: Tingkat Pengetahuan, Status Pekerjaan, Asi Eksklusif
KEPATUHAN PEDAGANG PASAR DALAM PENERAPAN PROTOKOL KESEHATAN PENCEGAHAN COVID-19 DI KOTA PEKALONGAN Meikawati, Pedvin Ratna; Andanawarih, Putri
Siklus : Journal Research Midwifery Politeknik Tegal Vol 11, No 1 (2022)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/siklus.v11i01.2873

Abstract

Awal tahun 2020 terjadi pandemi yang disebabkan oleh beta-coronavirus novel yang merupakan virus corona tipe baru, penyakitnya dikenal dengan Coronavirus Disease 2019 (Covid-19). Penyakit ini memunculkan gejala umum seperti demam, batuk kering, kelelahan, dan pada beberapa kasus yang lebih serius dapat menyebabkan sesak napas serta gangguan gastrointestinal. Pasar merupakan salah satu tempat umum berkumpulnya orang dalam hal ini bertemunya penjual dan pembeli lebih dari satu yang ditandai dengan adanya transaksi secara langsung, dan memungkinkan terjadinya kerumunan. Berdasarkan pengamatan yang dilakukan dibeberapa pasar tradisional, masih banyak terdapat pedagang dan pembeli yang masih belum mematuhi himbauan pemerintah untuk menjaga jarak antar pembeli dan pejual, banyak yang tidak memakai masker, dan jarang melakukan cuci tangan.Penelitian ini adalah studi kuantitatif dengan pendekatan cross sectional. Pengumpulan data dilakukan dengan obervasi meliputi pengamatan pemakaian masker, cuci tangan dan menjaga jarak antar pembeli dan penjual, terdapatnya fasilitas untuk cuci tangan dan mengecekan suhu serta pemberian kuesioner. Pengambilan sampel penelitian menggunakan teknik accidental sampling yaitu setiap responden yang ditemui dan memiliki kios di pasar tradisional serta bersedia dijadikan responden. Jumlah sampel yang diambil untuk penelitian ini sebanyak 90 orang yang telah dihitung menggunakan rumus Slovin. Analisa data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji Chi Square.Hasil penelitian ini menemukan bahwa pengetahuan pedagang pasar di Kota Pekalongan tentang covid 19 sebagian besar berada pada kategori rendah sebanyak (65,6%). Kepatuhan pedagang pasar terhadap protokol kesehatan pemcegahan Covid-19 dengan menggunakan masker, mencuci tangan dan menjaga jarak 1 meter belum dilaksanakan dengan baik. Beberapa alasan pedagang tidak menerapkan protokol adalah ketidaknymanan pedagang berinteraksi dengan pelanggan jika menggunkan masker, fasilitas cuci tangan dan kesibukan berjulan merapukan alasan pedagang tidak mencuci tangan denganb benar. Kondisi lingkungan, jarak dan luar kios juga disebutkan sebagai lasan pegagang tidak menjaga jarak 1 meter.Kata kunci : Pedagang Pasar; Protokol Kesehatan; Covid-19
FAKTOR PREDISPOSISI SEBAGAI PENENTU PEMANFAATAN POS PEMBINAAN TERPADU PENYAKIT TIDAK MENULAR Sri Sugiarsi; Ana Wigunantiningsih; Erna Adita Kusumawati; Erna Adita Kusumawati
Siklus : Journal Research Midwifery Politeknik Tegal Vol 8, No 1 (2019): SIKLUS: Journal Research Midwifery Politeknik Tegal
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/siklus.v8i1.1210

Abstract

Penyakit Tidak Menular (PTM) sebagai salah satu penyebab utama kematian di dunia. Upaya Penanggulangan PTM di Indonesia dilakukan melalui posbindu (Pos Pelayanan Terpadu) PTM. Pelaksanaan Posbindu PTM di Mojolaban masih menghadapi berbagai masalah, salah satu diantaranya adalah rendahnya pemanfaatan posbindu PTM. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor predisposisi sebagai penentu pemanfaatan posbindu PTM. Penelitian ini dilakukan di desa dengan  posbindu yang berada di wilayah kerja Puskesmas Mojolaban tahun 2018. Rancangan  penelitian ini adalah observasional analitik. Sampel adalah seluruh masyarakat yang bertempat tinggal di desa dengan posbindu PTM sebesar 152 orang. Teknik pengambilan sampel yaitu multi stage random sampling. Analisis data dengan menggunakan regresi logistik biner. Hasil penelitian menunjukkan pengetahuan, sikap, budaya mempengaruhi  pemanfaatan posbindu PTM, serta  umur, jenis kelamin, pendidikan, pekerjaan tidak mempengaruhi pemanfaatan posbindu PTM. Kata kunci: predisposisi, posbindu, penyakit tidak menular
ANALISIS UPAYA PENEMUAN KASUS HIV AIDS DI RSUD KRATON KABUPATEN PEKALONGAN Ida Baroroh; Millatin Puspaningtyas; Dian Kusumawardani; Putri Andanawarih
Siklus : Journal Research Midwifery Politeknik Tegal Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/siklus.v6i1.467

Abstract

HIV/AIDS merupakan penyakit menular seksual yang dapat menular seluruh lapisan masyarakat. Jumlah penderita HIV/AIDS di Kabupaten Pekalongan meningkat signifikan sepanjang tahun 2013 yaitu mencapai 26 orang. Salah satu upaya penanggulangan HIV/AIDS adalah dengan deteksi dini yang dilakukan secara sukarela, bukan dipaksa atau diwajibkan untuk mengetahui status HIV lebih dini dengan pemanfaatan layanan-layanan terkait dalam pencegahan, perawatan, dukungan dan pengobatan sehingga konseling dan testing HIV/AIDS dapat berjalan. Tujuan penelitian ini adalah melakukan analisis upaya penemuan kasus HIV/AIDS di RSUD Kraton Kabupaten Pekalongan.Metode penelitian ini adalah kualitatif, dengan Informan utama terdiri dari 2 orang konselor PICT dan Informan triangulasi yaitu Kepala PICT, kepala bidang pelayanan kesehatan dan kepala bidang keperawatan RSUD Kraton Kabupaten Pekalongan. Pengumpulan data melalui wawancara mendalam serta analisis dengan content-analysis.Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya penemuan kasus HIV/AIDS dilihat dari aspek individu yaitu ketrampilan yang dimiliki provider sudah cukup mendukung. Dari aspek organisasi yaitu kepemimpinan sudah baik, namun untuk sumber daya dan imbalan masih terbatas jumlahnya dan struktur organisasi belum dapat berjalan sesuai dengan tupoksi. Aspek Psikologi meliputi sikap provider sudah cukup baik dalam penemuan kasus HIV/AIDS berdasarkan pengalaman selama menjalankan program, sedangkan motivasi muncul dari dalam diri konselor sendiri sebagai wujud professionalisme dalam menjalankan tugas.Disarankan untuk dilakukan supervisi secara berkala oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan dalam memantau kegiatan PICT, dan bagi RSUD Kraton Kabupaten Pekalonganuntuk dapat menyediakan klinik VCT sesuai dengan standar yang telah ditentukan.Kata Kunci: HIV, AIDS, Upaya Penemuan Kasus
ANALISIS UPAYA PENEMUAN KASUS HIV AIDS DI RSUD KRATON KABUPATEN PEKALONGAN Ida Baroroh; Millatin Puspaningtyas; Dian Kusumawardani; Putri Andanawarih
Siklus : Journal Research Midwifery Politeknik Tegal Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/siklus.v6i1.467

Abstract

HIV/AIDS merupakan penyakit menular seksual yang dapat menular seluruh lapisan masyarakat. Jumlah penderita HIV/AIDS di Kabupaten Pekalongan meningkat signifikan sepanjang tahun 2013 yaitu mencapai 26 orang. Salah satu upaya penanggulangan HIV/AIDS adalah dengan deteksi dini yang dilakukan secara sukarela, bukan dipaksa atau diwajibkan untuk mengetahui status HIV lebih dini dengan pemanfaatan layanan-layanan terkait dalam pencegahan, perawatan, dukungan dan pengobatan sehingga konseling dan testing HIV/AIDS dapat berjalan. Tujuan penelitian ini adalah melakukan analisis upaya penemuan kasus HIV/AIDS di RSUD Kraton Kabupaten Pekalongan.Metode penelitian ini adalah kualitatif, dengan Informan utama terdiri dari 2 orang konselor PICT dan Informan triangulasi yaitu Kepala PICT, kepala bidang pelayanan kesehatan dan kepala bidang keperawatan RSUD Kraton Kabupaten Pekalongan. Pengumpulan data melalui wawancara mendalam serta analisis dengan content-analysis.Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya penemuan kasus HIV/AIDS dilihat dari aspek individu yaitu ketrampilan yang dimiliki provider sudah cukup mendukung. Dari aspek organisasi yaitu kepemimpinan sudah baik, namun untuk sumber daya dan imbalan masih terbatas jumlahnya dan struktur organisasi belum dapat berjalan sesuai dengan tupoksi. Aspek Psikologi meliputi sikap provider sudah cukup baik dalam penemuan kasus HIV/AIDS berdasarkan pengalaman selama menjalankan program, sedangkan motivasi muncul dari dalam diri konselor sendiri sebagai wujud professionalisme dalam menjalankan tugas.Disarankan untuk dilakukan supervisi secara berkala oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan dalam memantau kegiatan PICT, dan bagi RSUD Kraton Kabupaten Pekalonganuntuk dapat menyediakan klinik VCT sesuai dengan standar yang telah ditentukan.Kata Kunci: HIV, AIDS, Upaya Penemuan Kasus
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG HIV/AIDS PADA ANAK JALANAN TERHADAP SIKAP TENTANG HIV/AIDS PADA ANAK JALANAN DI KABUPATEN TEGAL TAHUN 2013 Nilatul Izah
Siklus : Journal Research Midwifery Politeknik Tegal Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/siklus.v3i2.208

Abstract

Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) telah menjadi epidemi yang sangat serius mengancam kesehatan masyarakat dunia. Data dari WHO (World Health Organization) pada tahun 2008 AIDS diperkiraan telah menginfeksi 38,6 juta orang di seluruh dunia. Di Asia Tenggara kira-kira lebih dari 3,6 juta orang hidup dengan HIV/AIDS, dan kurang lebih 260.000 kasus HIV baru serta 300.000 kematian terkait AIDS terjadi di Asia Tenggara pada tahun 2007.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan tentang HIV/ AIDS pada anak jalanan terhadap sikap anak jalanan tentang HIV/ AIDS di Kabupaten Tegal tahun 2013.Jenis penelitian ini adalah penelitian pre experimental dengan rancangan penelitian menggunakan one group pre-test dan post-test design. Populasi dalam penelitian ini adalah anak jalanan yang berada di kawasan Kabupaten Tegal sebanyak 107 anak.Teknik sampling dalam penelitian ini adalah purposive sampling, jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 50 orang. Teknik analisa dalam penelitian ini menggunakan analisa univariat dan bivariat dengan menggunakan uji beda mean dependen (paired t-test) yang sebelumnya sudah dilakukan uji normalitas data dengan Shapiro wilk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum mendapatkan perlakuan dari 50 responden, dapat dinyatakan bahwa sebanyak 24 responden (48%) memiliki sikap positif sedangkan 26 responden (52%) memiliki sikap negative.Hasil analisis uji t test dependent di dapatkan nilai t hitung sebesar -12,300, nilai t tabel yang digunakan adalah 2, 021. Sehingga t hitung t tabel (12,300 2,021 karena nilai negatif tidak diperhitungkan) dan nilai Asym. Sig sebesar 0, 0001 (p value 0,05).Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada perbedaan antara sikap anak jalanan tentang HIV/ AIDS sebelum dan sesudah pendidikan kesehatan sehingga terdapat pengaruh pendidikan kesehatan tentang HIV/ AIDS terhadap sikap anak jalanan tentang HIV/ AIDS di Kabupaten Tegal tahun 2013.Kata kunci : anak jalanan, sikap, HIV/AIDS.
PENGARUH PENDIDIKAN KESEHATAN TENTANG HIV/AIDS PADA ANAK JALANAN TERHADAP SIKAP TENTANG HIV/AIDS PADA ANAK JALANAN DI KABUPATEN TEGAL TAHUN 2013 Nilatul Izah
Siklus : Journal Research Midwifery Politeknik Tegal Vol 3, No 2 (2014)
Publisher : Pusat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Politeknik Harapan Bersama

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30591/siklus.v3i2.208

Abstract

Acquired Immune Deficiency Syndrome (AIDS) telah menjadi epidemi yang sangat serius mengancam kesehatan masyarakat dunia. Data dari WHO (World Health Organization) pada tahun 2008 AIDS diperkiraan telah menginfeksi 38,6 juta orang di seluruh dunia. Di Asia Tenggara kira-kira lebih dari 3,6 juta orang hidup dengan HIV/AIDS, dan kurang lebih 260.000 kasus HIV baru serta 300.000 kematian terkait AIDS terjadi di Asia Tenggara pada tahun 2007.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendidikan kesehatan tentang HIV/ AIDS pada anak jalanan terhadap sikap anak jalanan tentang HIV/ AIDS di Kabupaten Tegal tahun 2013.Jenis penelitian ini adalah penelitian pre experimental dengan rancangan penelitian menggunakan one group pre-test dan post-test design. Populasi dalam penelitian ini adalah anak jalanan yang berada di kawasan Kabupaten Tegal sebanyak 107 anak.Teknik sampling dalam penelitian ini adalah purposive sampling, jumlah sampel dalam penelitian ini adalah 50 orang. Teknik analisa dalam penelitian ini menggunakan analisa univariat dan bivariat dengan menggunakan uji beda mean dependen (paired t-test) yang sebelumnya sudah dilakukan uji normalitas data dengan Shapiro wilk. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebelum mendapatkan perlakuan dari 50 responden, dapat dinyatakan bahwa sebanyak 24 responden (48%) memiliki sikap positif sedangkan 26 responden (52%) memiliki sikap negative.Hasil analisis uji t test dependent di dapatkan nilai t hitung sebesar -12,300, nilai t tabel yang digunakan adalah 2, 021. Sehingga t hitung t tabel (12,300 2,021 karena nilai negatif tidak diperhitungkan) dan nilai Asym. Sig sebesar 0, 0001 (p value 0,05).Kesimpulan dari penelitian ini adalah ada perbedaan antara sikap anak jalanan tentang HIV/ AIDS sebelum dan sesudah pendidikan kesehatan sehingga terdapat pengaruh pendidikan kesehatan tentang HIV/ AIDS terhadap sikap anak jalanan tentang HIV/ AIDS di Kabupaten Tegal tahun 2013.Kata kunci : anak jalanan, sikap, HIV/AIDS.