cover
Contact Name
Katon Abdul Fatah
Contact Email
admin@jurnalistiqomah.org
Phone
+628975841020
Journal Mail Official
admin@jurnalistiqomah.org
Editorial Address
Desa, Metuk No.008 RT.002 RW. 001, Kec, Mojosongo Kab, Boyolali, 57322
Location
Kab. boyolali,
Jawa tengah
INDONESIA
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI)
ISSN : 30264707     EISSN : 30264170     DOI : https://doi.org/10.62017/jppi.v1i3
Core Subject : Education,
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) adalah jurnal peer-review akses terbuka, yang diterbitkan oleh Publikasi Inspirasi Indonesia. Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia adalah platform bagi para peneliti, akademisi, profesional, praktisi, dan mahasiswa untuk menyebarkan dan berbagi pengetahuan melalui makalah penelitian dan studi kasus di bidang pendidikan. Terbit setiap bulan Januari, April, Juli dan Oktober. Jurnal ini bertujuan untuk menyebarluaskan penelitian kepada para pendidik di seluruh dunia. Penulis didorong untuk mengirimkan artikel yang lengkap, belum pernah dipublikasikan, orisinil, dan belum pernah ditinjau di jurnal lain. Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) menerima makalah dalam bahasa Indonesia dan Inggris.
Articles 669 Documents
TEORI-TEORI KURIKULUM YANG DIADOPSI DALAM PENGEMBANGAN KURIKULUM PAI Aldi Wijaya Dalimunthe; Farhan Hidayat; Siti Halimah
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 1 No. 4 (2024): Juli
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v1i4.1723

Abstract

Desain pengembangan kurikulum PAI harus betul-betul diperhatikan, lebih-lebih dalam aplikasinya ketika proses belajar mengajar berlangsung. Selama ini paham dari kebanyakan masyarakat menganggap bahwa dengan kehadiran PAI disekolah diharapkan mampu membina keilmuan baik dari segi IPTEK maupun IMTAK peserta. Tujuan Penelitian ini untuk memberikan pemahaman tentang bagaimana reformasi teori-teori kurikulum pendidikan agama islam di Indonesia. Metodelogi Penelitian ini menggunakan metode Library Reseach yaitu penelitian berbagai data yang terdapat di dalam tulisan buku, jurnal, artikel lainnya. Hasil Penelitan ini ialah Proses pengembangan kurikulum, pada dasarnya terbagi menjadi tiga: pertama, akan menghasilkan kurikulum sebagai ide. Dari kurikulum sebagai ide inilah kemudian berlanjut pada bagian kedua yang diwujudkan dalam sebuah dokumen perencanaan, dan dari dokumen perencaan tersebut kemudian diimplikasikan dalam pelaksanaan kegiatan akademik. Desain dan rekaya Pengembangan Kurikulum ini mendeskripsikan secara terperinci tentang komponen yang harus ada pada setiap kurikulum yang dapat digunakan untuk proses pembelajaran
PENGEMBANGAN KURIKULUM ANALISIS KESESUAIAN SKL, CP, TP, DAN ATP DALAM KURIKULUM MERDEKA DI SMA/MA Tansri Riziq Hilman Afif; Muhammad Fajar Rasyid Siregar
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 1 No. 4 (2024): Juli
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v1i4.1746

Abstract

Penelitian ini mengkaji kesesuaian Standar Kompetensi Lulusan (SKL), Capaian Pembelajaran (CP), Kompetensi Dasar (KD), dan indikator dalam Kurikulum Pendidikan Agama Islam (PAI) di tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Madrasah Aliyah (MA). Penelitian menggunakan metode kepustakaan (library study) dengan mengumpulkan data dari berbagai sumber seperti buku, jurnal, majalah, dan dokumen lainnya. Hasil analisis menunjukkan bahwa SKL dalam kurikulum PAI bertujuan untuk membentuk peserta didik yang mantap spiritual, berakhlak mulia, serta memiliki pengetahuan agama yang mendalam. CP dirancang untuk mencapai kompetensi akhir pada setiap fase pembelajaran, mencakup aspek Al-Qur'an dan Hadis, akidah, akhlak, fikih, serta sejarah peradaban Islam. Penelitian ini juga menyoroti pentingnya pendekatan pembelajaran yang holistik dan interaktif, seperti pembelajaran berbasis proyek dan kolaboratif, untuk mengembangkan keterampilan berpikir kritis, komunikasi, dan kolaborasi pada peserta didik. Secara keseluruhan, penelitian ini menegaskan bahwa penerapan kurikulum PAI yang sesuai dengan SKL, CP, KD, dan indikator yang telah disesuaikan dapat menghasilkan lulusan yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki karakter dan moralitas yang baik, serta mampu hidup mandiri dan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.).
PRINSIP-PRINSIP PENGEMBANGAN KURIKULUM PAI Rudy Erdianto; Siti Halimah; Pandi Kurniawan
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 1 No. 4 (2024): Juli
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v1i4.1747

Abstract

Pengembangan kurikulum penting untuk dikaji dari berbagai sudut pandang. Kajian ini akan membahas dua aspek fundamental pengembangan kurikulum; dasar dan tujuan kurikulum. Pembahasan literatur mengungkapkan bahwa kurikulum yang disediakan oleh suatu sekolah tidak hanya sebatas satuan mata pelajaran dan proses belajar mengajar saja, tetapi mencakup seluruh proses yang mempengaruhi perkembangan dan pembentukan karakter siswa sebagaimana yang disyaratkan oleh tujuan pendidikan nasional. Ada beberapa unsur seperti Filsafat, Psikologi, sosio-kultural dan teknologi yang di dalamnya mendukung landasan kurikulum. Tujuan kurikulum dapat diklasifikasikan menjadi dua kelompok; mikro dan makro. Yang lebih awal adalah lebih banyak persetujuan pada tujuan institusional dan instruksional. Sedangkan yang terakhir dimaksudkan untuk merekonstruksi dan menginovasi kekurangan kurikulum sebelumnya. Pengembangan kurikulum bertujuan untuk beradaptasi antara pendidikan dan perubahan sosial serta mengeksplorasi pengetahuan yang belum tersentuh.
UPAYA PENINGKATAN HASIL BELAJAR PESERTA DIDIK PADA MATERI KPK DAN FPB MELALUI MEDIA MULTIPLE BOARD DI KELAS IV SDN SAMPANGAN 02 Triyani Handayani; Nursiwi Nugraheni
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 2 No. 1 (2024): Oktober
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v2i1.2130

Abstract

Proses pembelajaran tanpa media akan mengakibatkan peserta didik kesulitan untuk memahami suatu konsep sehingga media pembelajaran sangat dibutuhkan dalam proses pembelajaran agar peserta didik lebih mudah memahami konsep. Selain itu, pemilihan media juga perlu dipertimbangkan. Pemilihan media yang tepat akan meningkat hasil belajar peserta didik dan membuat peserta didik lebih fokus selama proses pembelajaran. Penelitian ini membahas penggunaan media Multiple board sebagai salah satu media pembelajaran yang dapat digunakan sebagai upaya peningkatan hasil belajar peserta didik tentang KPK dan FPB. Penelitian ini menunjukkan penerapan media Multiple board dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik kelas IVA SDN Sampangan 02 yang pada tahap pra siklus 28%, meningkat menjadi 59% pada siklus I dan meningkat menjadi 93% pada siklus II.
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF TERHADAP KEMAMPUAN BELAJAR PESERTA DIDIK KELAS 5 SD NEGERI SAMPANGAN 02 Triyara Aprilliana Dewi; Nursiwi Nugraheni
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 2 No. 1 (2024): Oktober
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v2i1.2131

Abstract

Faktor yang mempengaruhi pembelajaran peserta didik adalah kualitas sumber daya manusia dalam menguasai pengetahuan dan teknologi. Dunia pendidikan dituntut untuk dapat mengikuti perkembangan zaman yang berkembang sangat cepat. Media pembelajaran juga merupakan dasar yang sangat diperlukan demi berhasilnya proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan media pembelajaran interaktif terhadap kemampuan belajar peserta didik. Dengan menggunakan media interaktif yang tepat akan meningkatkan kemampuan belajar peserta didik dan akan membuat peserta didik lebih mudah dalam memahami proses pembelajaran. Media pembelajaran interaktif, seperti vidio pembelajaran, game digital dan juga power point  menawarkan pendekatan yang lebih menarik dan partisipatif dibandingkan metode pembelajaran tradisional. Media interaktif ini dapat meningkatkan kemampuan belajar peserta didik dalam mata pelajaran IPAS. Penelitian ini menujukkan peningkatan kemampuan belajar peserta didika didik kelas V A SD Negeri Sampangan 02 dengan tahap pra siklus hanya 34% dari 28 peserta didik yang mendapatkan  nilai ≥ 65 , meningkat menjadi 78% parda siklus 1 dan meningkat 98% pada siklus II.  
PENERAPAN MODEL PROBLEM BASED LEARNING DALAM MEMPELAJARI KEBERAGAMAN BUDAYA INDONESIA UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS IV SD Tri Ajeng Pratiwi; Nursiwi Nugraheni
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 2 No. 1 (2024): Oktober
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v2i1.2132

Abstract

Masalah dalam penelitian ini rendahnya hasil belajar siswa pada mempelajari keberagaman budaya Indonesia. Jenis penelitian yang ditetapkan dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Lokasi penelitian di SDN Sampangan 02 Semarang. Subjek penelitian berjumlah 29 orang yang berasal dari siswa kelas IV. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan observasi, dokumentasi dan soal essay. Berdasarkan data hasil tes awal IPAS materi Keragaman budaya Norma dan Adat Istiadat Daerahku di atas dapat dilihat bahwa hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPAS materi Keragaman budaya Norma dan Adat Istiadat Daerahku masih rendah. Dari 29 orang siswa yang menjadi subjek dalam penelitian ini, ternyata hanya 20 orang siswa (31,03%) yang sudah memiliki ketuntasan belajar, sedangkan selebihnya yaitu 9 orang siswa (68,96%) belum memiliki ketuntasan belajar. Nilai rata-rata yang diperoleh hanya mencapai 64,72. Berdasarkan tabel hasil Siklus I di atas dapat dilihat bahwa hasil belajar siswa dalam pembelajaran IPAS materi Keragaman budaya Norma dan Adat Istiadat Daerahku ternyata telah mulai meningkat. Dari 29 orang siswa yang menjadi subjek dalam penelitian ini, ternyata telah ada 18 orang siswa (62,06%) yang memiliki ketuntasan belajar, sedangkan 11 orang siswa (37,94%) masih belum memiliki  ketuntasan belajar. Nilai rata-rata kelas yang diperoleh pada siklus I ini mencapai 70,83. Dari hasil data siklus II yang dapat dilihat bahwa kemampuan siswa dalam melakukan tes hasil belajar secara klasikal sudah meningkat dengan baik. Dari 29 siswa terdapat 26 siswa (89,65%) yang telah mencapai ketuntasan belajar. Sedangkan 3 orang siswa (10,34%) belum mencapai ketuntasan klasikal hasil belajar siswa telah meningkat dari hasil pada siklus I. Nilai rata-rata yang diperoleh adalah 83,03.
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATEMATIKA MATERI PECAHAN MELALUI PUZZLE PECAHAN SISWA KELAS II SDN SAMPANGAN 02 Titik Kurnia Sari; Nursiwi Nugraheni; Tin Siana Dayu Murti
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 2 No. 1 (2024): Oktober
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v2i1.2133

Abstract

Model pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik peserta didik akan menimbulkan hasil belajar peserta didik yang lebih baik. Pembelajaran menjadi lebih bermakna ketika pembelajaran lebih berpusat kepada peserta didik. Sebagai fasilitator, guru harus kreatif dan mempunyai strategi yang dapat digunakan selama proses pembelajaran di kelas. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran matematika khususnya materi pecahan pada siswa kelas II SD Negeri Sampangan 02 tahun pelajaran 2024, dengan menggunakan media pembelajaran puzzle pecahan. Penelitian ini menggunakan jenis Penelitian Tindakan Kelas (PTK), dengan pelaksanaan sebanyak dua siklus. Subjek penelitian yaitu siswa Kelas IIB SD Negeri Sampangan 02 sebanyak 28 siswa. Hasil dari penelitian ini dengan menggunakan media pembelajaran puzzle pecahan , menunjukkan bahwa terdapat peningkatan hasil belajar siswa pada mata pelajaran matematika materi pecahan.
PENINGKATAN MINAT BELAJAR MATEMATIKA MELALUI PENDEKATAN CULTURALLY RESPONSIVE TEACHING (CRT) PADA PESERTA DIDIK KELAS II SEKOLAH DASAR Tutut Hardiana; Nursiwi Nugraheni
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 2 No. 1 (2024): Oktober
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v2i1.2134

Abstract

Penelitian ini bermaksud agar meningkatnya minat belajar peserta didik Kelas II SDN Sampangan 02 pada mata pelajaran matematika melalui pendekatan Culturally Responsive Teaching (CRT). Pelaku dalam riset ini merupakan peserta didik kelas II SDN Sampangan 02 yang berjumlah 28 peserta didik. Riset dilaksanakan dalam 2 siklus. Pada tiap siklus ada 4 tahap meliputi perencanaan, aksi, pengamatan, serta refleksi. Informasi dalam riset ini digabungkan lewat uji tercatat melalui metode pengumpulan informasi. Metode analisa informasi yang dipakai dalam riset ini menggunakan deskriptif kuantitatif. Hasil riset membuktikan bahwa pendekatan Culturally Responsive Teaching (CRT) bisa meningkatkan hasil belajar peserta didik kelas II SDN Sampangan 02. Perihal ini bisa ditunjukkan dari rata-rata hasil belajar pada siklus I (71) meningkat pada siklus II yaitu sebesar 83,12 dengan persentase ketuntasan mengalami peningkatan yang signifikan dari siklus I sebesar 32% di siklus II naik hingga mencapai 93%.
MAKNA HIKMAH DALAM AL-QUR'AN: FONDASI SPIRITUAL DAN ETIKA MUSLIM MODERN Syahraeni , Syahraeni
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 2 No. 1 (2024): Oktober
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v2i1.2301

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi makna hikmah dalam Al-Qur'an sebagai fondasi spiritual dan etika bagi Muslim modern. Hikmah dalam Al-Qur'an tidak hanya merujuk pada kebijaksanaan, tetapi juga mencakup pedoman moral yang membentuk karakter dan perilaku seorang Muslim. Penelitian ini menganalisis ayat-ayat yang berkaitan dengan hikmah, mengidentifikasi nilai-nilai seperti keadilan, kesabaran, dan kebenaran sebagai pilar utama dalam membangun etika yang kuat. Di tengah tantangan modern seperti globalisasi dan degradasi moral, hikmah dalam Al-Qur'an memberikan landasan yang kokoh untuk mempertahankan integritas spiritual dan sosial. Kesimpulannya, hikmah dalam Al-Qur'an relevan untuk diaplikasikan sebagai solusi bagi penguatan etika Muslim di era kontemporer.
Pengembangan Model Pembelajaran Blended Learning pada Pendidikan Kesetaraan Program Paketr C dalam Meningkatkan Kemandirian Belajar di PKBM Cahaya Kahuripan Bangsa Elisabeth Lusitania Desiawati
Jurnal Penelitian Pendidikan Indonesia (JPPI) Vol. 2 No. 1 (2024): Oktober
Publisher : Publikasi Inspirasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/jppi.v2i1.2374

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menemukan suatu model pembelajaran yang dapat meningkatkan kemandirian belajar peserta didik program paket C. Alternatif yang ditempuh untuk mencapai tujuan tersebut dengan mengembangkan model pembelajaran Blanded Learning yang menitikberatkan pada kemandirian belajar. Pengembangan model pembelajaran ini dilandasi oleh fakta dan pemikiran bahwa proses pembelajaran yang selama ini dilaksanakan cenderung bersifat konvensional. Model pembelajaran Blended Learning pada program paket C ini dilakukan dengan metode penelitian dan pengembangan melalui tiga tahapan, yaitu studi pendahuluan, penyusunan konseptual model dan uji coba untuk menentukan efektivitas model. Hasil penelitain menunjukkan bahwa model pembelajaran Blended Learning efektif untuk meningkatkan kemandirian belajar peseerta didik program paket C di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat Cahaya Kahuripan Bangsa.