cover
Contact Name
Muhardi
Contact Email
ejurnalagrotekbis@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
ejurnalagrotekbis@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Pertanian UNTAD, Jalan Soekarno Hatta No. KM. 9, Tondo Kecamatan Mantikulore, Kota Palu Sulawesi Tengah
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
AGROTEKBIS: Jurnal Ilmu Pertanian
Published by Universitas Tadulako
Jurnal ini bertujuan untuk menyebarluaskan informasi hasil-hasil penelitian dibidang pertanian, khususnya teknik pertanian (agroteknologi) dan agribisnis. Jurnal diterbitkan secara online (E-Jurnal) dengan terbit 6 edisi selama setahun. Jurnal ini juga sebagai media publikasi hasil-hasil penelitian dari ringkasan skripsi mahasiswa strata satu dan dari berbagai hasil penelitian lainnya yang belum pernah dipublikasi pada berkala yang lain sebelumnya.
Articles 1,367 Documents
TINGKAT SERAPAN DAN ARAS KRITIS HARA KALIUM PADA TANAMAN KACANG HIJAU (Vigna radiata L.) Sagita, Ela; Darman, Saiful; Toana, Moh. Rizqi Chaldun
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 13 No 3 (2025): JUNI
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/agrotekbis.v13i3.2622

Abstract

Tanah merupakan media untuk pertumbuhan tanaman dan memasok unsur hara untuk tanaman. Salah satu unsur hara esensial yang diserap oleh tanaman dalam jumlah yang besar adalah unsur hara Kalium (K). Kadar dan dinamika unsur hara K tanah perlu diketahui guna untuk menentukan jumlah pupuk yang diberikan agar pemupukan efisien. Selanjutnya, untuk menentukan apakah suatu tanah perlu dipupuk (dengan dosis tertentu) atau tidak maka batas kritis (critical level) suatu hara untuk tanaman pada tanah tertentu perlu ditetapkan terlebih dahulu. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat serapan dan aras kritis hara K dengan pemberian pupuk KCl pada tanaman kacang hijau (Vigna radiata L.). Manfaat penelitian ini adalah dapat menentukan dosis pemupukan kalium yang tepat berdasarkan tingkat serapan dan aras kritis pada tanaman dan dapat digunakan sebagai dasar pengembangan rekomendasi pemupukan yang sesuai dengan kebutuhan tanaman. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan tujuh taraf perlakuan pupuk KCl, yaitu : K0 (kontrol), K1 (100 kg KCl/ha), K2 (200 kg KCl/ha), K3 (300 kg KCl/ha), K4 (400 kg KCl/ha), K5 (500 kg KCl/ha), dan K6 (600 kg KCl/ha) setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali sehingga diperoleh 21 pot percobaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian pupuk KCl tidak berpengaruh nyata terhadap pH tanah, tetapi berpengaruh sangat nyata terhadap K-tersedia, K-jaringan tanaman, berat basah tanaman, berat kering tanaman dan serapan K. Pemberian pupuk KCl dengan dosis yang semakin tinggi dapat meningkatkan K-tersedia tanah. Sedangkan untuk K-jaringan tanaman, berat basah tanaman, berat kering tanaman dan serapan K mencapai hasil tertinggi atau maksimum pada pemberian pupuk KCl dengan dosis 400 kg KCl/ha. Aras kritis pada tanaman kacang hijau diperoleh pada pemberian pupuk KCl dengan dosis 320 kg/ha.
IDENTIFIKASI JAMUR ASAL RHIZOSFER PADI GOGO (Oryza sativa L.) DI DESA AMPERA KECAMATAN PALOLO KABUPATEN SIGI Febrianingsih, Febrianingsih; Ramlan, Ramlan; Amelia, Rezi
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 13 No 3 (2025): JUNI
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/agrotekbis.v13i3.2623

Abstract

Tanaman Padi (Oryza sativa L.) merupakan bahan pangan strategis di Indonesia diolah menjadi beras sebagai makanan pokok. Di dalam tanah, khusunya pada daerah rhizosfer suatu tanaman umumnya terdapat berbagai macam mikroorganisme yang hidup dan menguntungkan bagi pertumbuhan suatu tanaman. Rhizosfer merupakan daerah perakaran yang menyediakan berbagai bahan organik yang dapat merangsang pertumbuhan mikroba sehingga rhizosfer adalah habitat yang sangat baik bagi pertumbuhan mikroba. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui Beberapa karakteristik jamur rhizosfer tanah yang terdapat pada tanaman padi gogo di Desa Ampera Kecamatan Palolo Kabupaten Sigi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif eksploratif dengan cara purposive sampling untuk pengambilan sampel tanah yaitu pengambilan sampel tanah yang lokasinya ditentukan berdasarkan pertimbangan peneliti. Pelaksanaannya dilakukan dengan survei lapangan dengan mengambil 5 Sampel tanah. Penelitian ini dilakukan di dua tempat yang pertama pengambilan sampel tanah di Desa Ampera Kecamatan Palolo, Kabupaten Sigi, lalu yang kedua adalah analisis tanah yang dilaksanakan di Laboratorium Ilmu Tanah, dan Laboratorium Hama Penyakit Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako, Palu. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Desember 2024 sampai Februari 2025. Hasil analisis pH tanah pada H2O pada jenis sampel PTL, Delima, PB, dan BU berada pada kisaran agak masam dan pada sampel PPB pada kisaran masam, dan pada analisis pH tanah KCL yaitu pada jenis sampel PTL, Delima, BU berada pada kisaran masam, sedangkan PPB sangat masam dan PB agak masam. Hasil C-Organik tanah pada lima sampel tersebut memiliki kriteria sangat rendah hal ini disebabkan beberapa faktor yaitu pengolahan tanah yang tidak tepat. Hasil isolasi jamur rhizosfer tanah pada Padi Gogo terdapat 469 jumlah koloni dari sampel keseluruhan dan mempunyai karakteristik yang berbeda-beda. Berdasarkan pengamatan secara makroskopis dugaan sementara ada 2 genus yang terdapat pada 5 sampel tersebut yaitu Genus Penicillium, Aspergillus dan Trichoderma.
SIFAT FISIKOKIMIA TEPUNG CHIPS UBI JALAR UNGU (Ipomoea batatas L.) PADA BERBAGAI SUHU PENGERINGAN Silalong, Rama Yuni; Rahmatu, Rostiati Dg.; Noviyanty, Amalia
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 13 No 3 (2025): JUNI
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/agrotekbis.v13i3.2624

Abstract

Ubi jalar ungu (Ipomoea batatas L.) merupakan tanaman pangan daerah tropis substropis yang sangat penting dan telah diproduksi di lebih dari 100 negara karena memiliki manfaat gizi bagi masyarakat pedesaan maupun perkotaan dan memiliki potensi sebagai bahan pangan, bahan baku produksi, dan pakan ternak. Tepung ubi jalar ungu merupakan hancuran ubi jalar ungu yang dihilangkan kadar airnya yang memiliki warna ungu keputihan setelah terkena air akan berwarna ungu tua. Proses pengeringan tepung ubi jalar ungu dapat dilakukan dengan penjemuran maupun pemanasan buatan. Pengeringan dapat dilakukan sebelum atau sesudah bahan dihancurkan. Susksenya proses pengeringan tergantung pada seluruh uap air yang ada pada bahan berhasil dihilangkan selama proses tersebut berlangsung. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk menentukan suhu pengeringan tepung ubi jalar ungu (Ipomoea batatas L.) yang tepat berdasarkan sifat fisik, kimia, dan kesukaan panelis. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari 7 perlakuan yaitu suhu 40ºC, 50ºC, 60ºC, 70ºC, 80ºC, 90ºC, 100ºC. Data hasil pengamatan dianalisis ragam (uji F 1% dan 5%) apabila analisis keragaman menunjukkan adanya pengaruh yang sangat signifikan, maka akan dilakukan uji lanjut dengan Uji Beda Nyata Jujur (BNJ) dengan taraf 1% dan apabila analisis keragaman menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan, maka akan dilakukan uji lanjut dengan Uji Beda Nyata Jujur (BNJ) dengan 5% untuk mengetahui perbedaan antar perlakuan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa penggunaan suhu pengeringan pada 40ºC memberikan pengaruh nyata terhadap sifat kimia tepung dari chips ubi jalar ungu seperti pada kadar air, daya mengembang dan daya menahan air. Penggunaan suhu pengeringan pada 50ºC memberikan Tingkat kesukaan panelis terhadap organoleptik (warna, aroma, tekstur, kesukaan) tepung dengan skor sebesar 4 (agak suka).
PENGARUH KONSENTRASI PUPUK HAYATI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN BAWANG MERAH VARIETAS LEMBAH PALU (Allium wakegi Araki) Tudjuka, Abdi Budiarto; Laude, Syamsuddin
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 13 No 4 (2025): Agustus
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/agrotekbis.v13i4.2675

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh konsentrasi pupuk hayati Bioboost terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman bawang merah Varietas Lembah Palu. Penelitian ini dilaksanakan dikebun Akademik Fakultas Pertanian Universitas Tadulako selama dua bulan, yaitu mulai bulan Juni sampai September 2022. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) terdiri dari, 5 perlakuan. Dengan rincian sebagai berikut:H0 = konsentrasi 0 ml/l air(kontrol) H1 = konsentrasi 30 ml/l air pupuk hayati bioboost , H2 = konsentrasi 60 ml/l air pupuk hayati bioboost, H3 = konsentrasi 90 ml/l air pupuk hayati bioboost, H4 = konsentrasi 120 ml/l air pupuk hayati bioboost. Setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali sehingga terdapat 15 unit percobaan dan setiap unit percobaan terdiri atas 4 tanaman, jumlah keseluruhan tanaman yaitu sebanyak 60 tanaman. Parameter yang di amati Tinggi tanaman (cm), Jumlah daun (helai), Berat segar tanaman (g), Berat kering per rumpun (g), Jumlah umbi perumpun, Berat umbi segar perumpun (g). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Pemberian pupuk Hayati yaitu konsentrasi 30-120 ml/l air pupuk hayati Bioboost merupakan konsentrasi yang baik untuk meningkatkan hasil pada tanaman bawang merah Varietas Lembah Palu.
PENGARUH BERBAGAI KONSENTRASI EM4 PADA MEDIA BAGLOG TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN JAMUR TIRAM PUTIH (Pleurotus ostreatus L.) Difa, Difa; Anshar, Muhammad; Salingkat, Chitra Anggriani
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 13 No 4 (2025): Agustus
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/agrotekbis.v13i4.2676

Abstract

Jamur tiram putih (Pleurotus ostreatus L.) merupakan tanaman yang tidak memiliki klorofil, sehingga tidak dapat melakukan proses fotosintesis untuk menghasilkan makanan sendiri. Jamur hidup dengan cara zat-zat makanan, seperti selulosa, glukosa, liginin, protein dan senyawa organisme lainnya. Serbuk gergaji yang baik digunakan sebagai media tanam dari jenis kayu yang keras, sebab banyak mengandung selulosa yang merupakan bahan yang diperlukan oleh jamur dalam jumlah banyak. Penambahan dedak untuk meningkatkan nutrisi media tanam dan sebagai sumber karbohidrat, karbon (C), dan nitrogen (N). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian konsentrasi EM4 pada media baglog serbuk kayu gergaji terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman jamur tiram. Untuk mendapatkan hasil yang baik pada budidaya jamur tiram putih maka kita dapat penambahan bakteri atau sering disebut dengan efektif mikroorganisme (EM4), EM4 mengandung bakteri pengurai selulosa yang mampu memfermantasikan bahan organik menjadi senyawa anorganik yang mudah diserap oleh tanaman. Penelitian ini dilaksanakan Kelurahan Tondo, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, Provinsi Sulawesi Tengah, Kota Palu. Waktu penelitian dimulai pada Februari 2024 sampai dengan Mei 2024. Penelitian ini disusun menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan perlakuan kosentrasi EM4 sebagai berikut : A0 = tanpa EM4 ,A1 = 5 ml/liter air, A2 = 10 ml/liter air, A3 = 15 ml/liter air dan A4 = 20 ml/liter air. Dengan demikian terdapat 5 perlakuan,setiap perlakuan diulang 4 kali sehingga diperoleh 20 unit percobaan. Setiap unit percobaan terdiri 5 baglog, sehingga diperlukan 100 baglog. Hasil penelitian menunjukkan berbagai konsentrasi EM4 A1 terhadap tanaman jamur tiram putih memberikan pengaruh yang nyata terhadap panjang miselium dan persentase baglog dipenuhi miselium, dan konsentrasi A1 (+ 12kg serbuk gergaji + 4kg dedak padi + 600 gram kapur dolomit) terhadap tanaman jamur tiram putih memberikan pengaruh yang nyata terhadap lebar tudung, jumlah tudung dan berat segar.
KARAKTERISTIK KIMIA DAN SENSORIS BERBAGAI JENIS BERAS PADI LADANG Alamsyah, Alamsyah; Rahmatu, Rostiati Dg.; Septian, Septian
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 13 No 4 (2025): Agustus
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/agrotekbis.v13i4.2677

Abstract

Padi ladang (gogo) merupakan varietas padi baru yang unggul memiliki karakteristik berdaya hasil tinggi, tahan terhadap penyakit bercak coklat, berumur singkat, serta memiliki rasa nasi enak dengan kadar protein yang relatif tinggi. Padi gogo juga memberikan kemudahan pada petani dengan dapat dibudidayakan pada lahan yang kering. Manfaat padi gogo mendukung ketahanan pangan nasional, membantu Indonesia menghadapi tantangan perubahan iklim, membantu menjaga stabilitas harga dipasaran. Beras padi gogo sendiri memiliki tekstur nasi yang pulen dan tahan terhadap penyakit blas dan hawar daun bakteri. Tujuan penelitian ini untuk ntuk mengetahui karakteristik kimia dan sensoris yaitu kandungan Amilopektin, Amilosa, Antioksidan, Kadar air, Kadar pati, warna, aroma, tekstur 7 jenis padi ladang. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Agroindustri Fakultas Pertanian, dan Laboratorium Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Tadulako. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap untuk analisis sifat kimia dan Rancangan Acak Kelompok untuk analisis sifat sensoris. Jenis perlakuan beras padi ladang adalah (Jahara Putih), (Jahara), (Pulu Konta), (Delima), (Buncaili), (Kalendeng Hitam Putih), dan (Situbageundit). Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis beras terbaik adalah Kalendeng Hitam Putih terhadap sifat kimia dan sensoris beras padi ladang. Kandungan amilopektin dan amilosa membuat tekstur lengket pada nasi karena terdapat jenis pati yang lebih mudah dicerna dan lebih cepat mengikat air, Sedangkan tingginya aktivitas antioksidan akan dapat menangkal radikal bebas. Kadar air dan kadar pati yang terlalu tinggi dapat menyebabkan beras mudah patah dan retak pada saat digiling dan ketika dimasak cenderung menjadi bubur dan skor sensoris akan meningkat seiring meningkatnya tingkat kepulenan nasi tersebut.
STUDI BEBERAPA SIFAT TANAH PADA LAHAN TANAMAN BAWANG MERAH (Allium Ceppa L.) DI DESA PALASA KECAMATAN PALASA KABUPATEN PARIGI MOUTONG Salma, Salma; Ramlan, Ramlan; Sartika, Dwi
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 13 No 4 (2025): Agustus
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/agrotekbis.v13i4.2678

Abstract

Beberapa sifat tanah pada lahan tanaman bawang merah memiliki faktor penting untuk memberikan peluang bagi pertumbuhan tanaman dan pada akhirnya mempengaruhi kesuburan lahan yang mendukung pada pertumbuhan. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan beberapa sifat tanah pada lahan bawang merah. Penelitian ini telah diaksanakan di Laboratarium Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako. Dengan mengambil sampel di Desa Palasa, Kabupaten Parigi Moutong. Penelitian ini telah dilaksanakan dari bulan Desember 2024 sampai bulan Februari 2025. Sampel tanah diambil pada lahan bawang merah dengan kedalaman 0-20 cm dengan 5 titik pengambilan sampel setiap titik diambil 2 sampel kemudian di kompositkan, total keseluruhan sampel ada 5 sampel tidak utuh. Hasil penelitian ini menunjukkan tekstur tanah pada lahan kebun bawang merah memiliki kategori Pasir Berlempung dengan nilai rata rata 80,1%-75,2%. pH tanah memiliki kategori Netral dengan nilai rata-rata 6-71%-7,16%. C-Organik tanah memiliki kategori r endah dengan nilai rata-rata 0,53%-1,36%. Kapasitas Tukar Kation memiliki kategori sedang dengan nilai rata-rata 16,75%-23,69%. Meskipun pH netral menjelaskan tanah secara kimia tidak mengalami masalah keasaman, tetapi rendahnya kandungan C-organik, tekstur pasir berlempung menjadi kendala dalam kemampuan tanah dalam menyerap unsur hara. tanah belum dapat dikatakan subur, melainkan termasuk tanah dengan potensial kesuburan Rendah yang masih dapat ditingkatkan melalui penambahan bahan organik atau pengolahan pemupukan yang tepat.
PERTUMBUHAN STEK LADA DENGAN PEMBERIAN ZPT SINTETIK Hidayat, Muh Khairuddin; Sangadji, Muhd Nur; Rahmi, Rahmi
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 13 No 4 (2025): Agustus
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/agrotekbis.v13i4.2679

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respon pertumbuhan stek tanaman lada terhadap berbagai konsentrasi perendaman zat pengatur tumbuh atonik dan rootone F di desa Tinggede, kecamatan Marawola, kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah yang berlangsung pada bulan Maret hingga Mei 2021. Penelitian ini menggunakan rancangan acak kelompok (RAK). Faktor pertama adalah jenis ZPT yaitu ZPT atonik dan rootone F sedangkan faktor kedua yaitu konsentrasi dengan taraf 1000 ppm, 2000 ppm dan 3000 ppm. tiap kosentrasi ZPT diulang sebanyak 4 kali sehingga didapatkan 28 unit tanaman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perendaman rootone F dengan konsentrasi 2000 ppm memperlihatkan hasil terbaik pada pertumbuhan stek tanaman lada pada periode muncul tunas, jumlah tunas, panjang tunas dan jumlah daun. sedangkan hasil terbaik volume akar terdapat pada perendaman rootone F 1000 ppm.
PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN TOMAT (Solanum lycopersicum Syn) Var. SERVO PADA BERBAGAI KONSENTRASI NUTRISI AB-mix Herman, Nursyafika; Mas’ud, Hidayati
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 13 No 4 (2025): Agustus
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/agrotekbis.v13i4.2680

Abstract

Tomat var. servo merupakan jenis sayuran yang mempunyai kandungan gizi yang bermanfaat bagi tubuh, tanaman tomat membutuhkan nutrisi agar bisa menghasilkan buah yang baik. Nutrisi AB-mix memegang peranan penting dalam keberhasilan tanaman hidroponik karena tanpa nutrisi tidak dapat bercocok tanam secara hidroponik. AB-mix merupakan pupuk yang dapat digunakan sebagai larutan nutrisi dalam sistem hidroponik. Penggunaan nutrisi bertujuan untuk menyediakan unsur hara esensial yang dibutuhkan tanaman seperti menyediakan nutrisi lengkap yang mengandung unsur hara makro dan mikro yang dibutuhkn tanaman. Media tumbuh tanaman hidoponik menggunakan arang sekam, dimana media ini juga sangat ekonomis dan mudah untuk didapatkan. Penelitian dilaksanakan pada bulan Maret sampai juni 2024, bertempat di Green House Fakultas Pertanian Universitas Tadulako. Desain penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri dari konsentrasi nutrisi AB-mix yang berbeda yaitu P1 = AB-mix 2,5 ml/L, P2 = AB-mix 5 ml/L, P3 = AB-mix 7,5 ml/L, P4 = 10 ml/L, P5 = AB-mix 12,5 ml/L dan P6 = AB-mix 15 ml/L. Setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali, sehingga diperoleh 18 unit percobaan, setiap satuan unit percobaan menggunakan 5 tanaman sehingga keseluruhan terdapat 90 tanaman. Data pengamatan dianalisis dengan sidik ragam (Anova). Apabila berpengaruh nyata, maka dilanjutkan dengan Uji BNJ 5%. Hasil penelitian menujukkan bahwa terdapat pengaruh nyata larutan nutrisi AB-mix terhadap parameter tinggi tanaman, jumlah cabang produktif, umur berbunga, total jumlah buah dan total berat buah pertanaman. Perlakuan dengan larutan nutrisi AB-mix 7,5 ml/L menghasilkan nilai tertinggi pada parameter tinggi tanaman, total jumlah buah pertanaman dan total berat buah pertanaman.
EKSPLORASI MAKROFAUNA TANAH PADA LAHAN PERTANAMAN KAKAO MONOKULTUR DAN POLIKULTUR Mayang, Oriza Meiftah; Hasriyanty, Hasriyanty; Khasanah, Nur
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 13 No 4 (2025): Agustus
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/agrotekbis.v13i4.2681

Abstract

Peran makrofauna tanah sebagai pengurai sangat berguna dalam proses jaring-jaring makanan yang ada yang hasilnya dimanfaatkan oleh tumbuhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis dan keanekaragaman dari makrofauna tanah yang terdapat pada lahan pertanaman kakao tipe monokultur dan tipe polikultur. Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Januari sampai dengan April 2023. Pengambilan sampel dilakukan di lahan pertanaman kakao di Desa Saloya, Kec. Sindue, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah. Sampel diidentifikasi di Laboratorium Ilmu Hama dan Penyakit Tumbuhan, Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako, Palu. Penelitian ini dilakukan dengan metode eksplorasi langsung pada lahan pertanaman kakao untuk mengindentifikasi makrofauna tanah yang terdapat pada lahan monokultur dan polikultur dan di klasifikasikan sesuai dengan Ordo, Famili dan Genus pada setiap spesies. Data hasil identifikasi di analisis pada indeks kepadatan, indeks dominansi, indeks keanekaragaman dan uji t tidak berpasangan.hasil penelitian memperoleh 7 ordo, 9 Famili, 11 genus dan spesies. Spesies yang paling banyak ditemukan baik di lahan pertanaman kakao monokultur ataupun polikultur yaitu Selonopsis. invicta (Hymenoptera : Formicidae) dengan jumlah 133 ekor pada lahan monokultur dan lahan polikultur berjumlah 166 ekor dan paling sedikit yaitu Gryllotalpa grillotalpa (Orthoptera : Gryllotalpa). berjumlah 2 ekor pada lahan monokultur dan lahan polikultur berjumlah 3 ekor. Indeks kepadatan di perkebunan kakao monokultur dan polikultur masuk dalam kategori tinggi dengan nilai rata-rata pada lahan mokulutur sebedsar 231,12 ekor/ 1,6m2 dan pada lahan monokulur sebesar 270,62 ekor/ 1,6m2, Indeks dominansi termasuk dalam kategori rendah dengan nilai rata-rata pada lahan monokultur sebesar 0,28 dan pada lahan polikultur sebesar 0,26 indeks keaenkaragaman pada lahan perkebunan kakao termasuk dalam kategori sedang dengan nilai rata-rata pada lahan monokultur 1,41 dan 1,46 pada lahan polikultur. Semua spesies makrofauna yang didapatkan berpengaruh signifikan kecuali S. invicta dan P. spiralis tidak berpengaruh signifikan terhadap kondisi tipe lahan berbeda.

Filter by Year

2015 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 13 No 5 (2025): Oktober Vol 13 No 4 (2025): Agustus Vol 13 No 3 (2025): JUNI Vol 13 No 2 (2025): April Vol 13 No 1 (2025): Februari Vol 12 No 6 (2024): Desember Vol 12 No 5 (2024): Oktober Vol 12 No 4 (2024): Agustus Vol 12 No 3 (2024): Juni Vol 12 No 2 (2024): April Vol 12 No 1 (2024): Februari Vol 11 No 6 (2023): December Vol 11 No 5 (2023): Oktober Vol 11 No 4 (2023): Agustus Vol 11 No 3 (2023): Juni Vol 11 No 2 (2023): April Vol 11 No 1 (2023): Februari Vol 10 No 6 (2022): Desember Vol 10 No 5 (2022): Oktober Vol 10 No 4 (2022): Agustus Vol 10 No 3 (2022): Juni Vol 10 No 2 (2022): April Vol 10 No 1 (2022): Februari Vol 9 No 6 (2021): Desember Vol 9 No 5 (2021): Oktober Vol 9 No 4 (2021): Agustus Vol 9 No 3 (2021): Juni Vol 9 No 2 (2021): April Vol 9 No 1 (2021): Februari Vol 8 No 6 (2020): Desember Vol 8 No 5 (2020): Oktober Vol 8 No 4 (2020): Agustus Vol 8 No 3 (2020): Juni Vol 8 No 2 (2020): April Vol 8 No 1 (2020): Februari Vol 7 No 6 (2019): Desember Vol 7 No 5 (2019): Oktober Vol 7 No 4 (2019): Agustus Vol 7 No 3 (2019): Juni Vol 7 No 2 (2019): April Vol 7 No 1 (2019): Februari Vol 6 No 6 (2018): Desember Vol 6 No 5 (2018): Oktober Vol 6 No 3 (2018): Juni Vol 6 No 2 (2018): April Vol 6 No 1 (2018): Februari Vol 5 No 6 (2017): Desember Vol 5 No 5 (2017): Oktober Vol 5 No 4 (2017): Agustus Vol 5 No 3 (2017): Juni Vol 5 No 2 (2017): April Vol 5 No 1 (2017): Februari Vol 4 No 6 (2016): Desember Vol 4 No 5 (2016): Oktober Vol 4 No 4 (2016): Agustus Vol 4 No 3 (2016): Juni Vol 3 No 6 (2015): Desember Vol 3 No 5 (2015): Oktober Vol 3 No 4 (2015): Agustus More Issue