cover
Contact Name
Muhardi
Contact Email
ejurnalagrotekbis@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
ejurnalagrotekbis@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Pertanian UNTAD, Jalan Soekarno Hatta No. KM. 9, Tondo Kecamatan Mantikulore, Kota Palu Sulawesi Tengah
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
AGROTEKBIS: Jurnal Ilmu Pertanian
Published by Universitas Tadulako
Jurnal ini bertujuan untuk menyebarluaskan informasi hasil-hasil penelitian dibidang pertanian, khususnya teknik pertanian (agroteknologi) dan agribisnis. Jurnal diterbitkan secara online (E-Jurnal) dengan terbit 6 edisi selama setahun. Jurnal ini juga sebagai media publikasi hasil-hasil penelitian dari ringkasan skripsi mahasiswa strata satu dan dari berbagai hasil penelitian lainnya yang belum pernah dipublikasi pada berkala yang lain sebelumnya.
Articles 1,428 Documents
PENGARUH JARAK TANAM TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN TERONG (Solanum melongena L.) Rahmat A. Latae; Rahmi; Nur hayati Rais
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 14 No 2 (2026): April
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/qnf6sb76

Abstract

Terong (Solanum melongena L.) adalah tanaman asli daerah tropis. Tanaman ini berasal dari benua Asia yaitu India dan Birma. Daerah penyebaran tanaman terong antara lain di Karibia, Malaysia, Afrika Barat, Afrika Tengah, Afrika Timur, dan Amerika Selatan. Tanaman terong menyebar ke seluruh dunia, baik di negara-negara yang beriklim panas (tropis) maupun iklim sedang (sub tropis). Pengembangan budidaya Terong paling pesat di Asia Tenggara, salah satunya di Indonesia. Penelitiaan ini akan dilaksanakan di Kebun Akademik Waktu penelitian dilakukan dari bulan Februari sampai bulan Mei 2024. Penelitian ini disusun menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri atas lima taraf perlakuan jarak tanam yaitu jarak tanam 40 cm x 60 cm (J1), jarak tanam 50 cm x 60 cm (J2), jarak tanam 60 cm x60 cm (J3), jarak tanam 70 cm x 60 cm (J4) dan jarak tanam 80 cm x 60 cm (J5) dengan jumlah 4 ulangan. Dengan demikian terdapat 20 petak ulangan yang berukuran 2 meter x 1 meter. hasil penelitian yang diperoleh bahwa jarak tanam tidak berpengaruh terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman terong. Jarak tanam 40 cm x 60 cm memberikan cenderung pengaruh lebih baik terhadap pertumbuhan dan hasil, dibanding dengan perlakuan lainnya.
ANALISIS PEMASARAN KOPRA DI DESA PELAWA KECAMATAN PARIGI TENGAH KABUPATEN PARIGI MOUTONG Rifky Mokoginta; Wildani Pingkan
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 14 No 2 (2026): April
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/nprzc867

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bentuk saluran, besar margin, bagian harga yang diterima oleh petani (Produsen), dan efesiensi pemasaran Kopra pemasaran. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan September sampai dengan Desember 2021 di Desa Pelawa Kecamatan Parigi Tengah Kabupaten Parigi Moutong. Responden yang dijadikan sampel terdiri atas produsen kopra, pedagang pengumpul dan pedagang besar. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan metode acak sedarhana (Simple Random Sampling Methode) sebanyak 32 produsen (petani) dari total populasi 125 responden yang mengusahakan komoditi kopra kemudian pengambilan sampel pedagang dilakukan dengan cara metode penjajakan (Tracing Sampling Methode) sehingga diperoleh sebanyak 1 orang dan pedagang pengumpul, 1 orang pedagang besar. Data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis pemasaran yaitu saluran pemasaran, margin pemasaran, bagian harga yang diterima petani dan efisiensi pemasaran. Hasil analisis margin pemasaran kopra saluran 1 yaitu MT = Rp.2.000/Kg sedangkan saluran kedua yaitu MT = Rp. 800/Kg. Bagian harga yang diterima petani kopra pada saluran 1 yaitu sebesar 84,00 %, sedangkan pada saluran kedua yaitu sebesar 93,00 %. Efisiensi pemasaran kopra di Desa Pelawa pada saluran pertama diperoleh hasil sebesar 10,76% dan saluran kedua diperoleh hasil sebesar 10,53%, sehingga dari kedua saluran tersebut, saluran yang paling efisien yaitu saluran kedua dengan nilai efisiensi sebesar 10,53%.
KUALITAS KIMIA DAN ORGANOLEPTIK TEMPE BIJI NANGKA (Artocarpus heterophyllus) DARI BERBAGAI KONSENTRASI RAGI DAN LAMA FERMENTASI Nanda Aulia; Syahraeni Kadir; Amalia Novianty
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 14 No 2 (2026): April
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/yh2ec055

Abstract

Tempe merupakan makanan yang kaya akan nilai gizi, terutama protein. Tempe terbuat dari bahan dasar kacang kedelai yang difermentasikan dengan beberapa jenis kapang Rhizopus. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan konsentrasi ragi dan lama fermentasi biji nangka yang tepat berdasarkan sifat kimia dan sensoris tempe biji nangka. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) untuk analisis kimia dan Rancangan Acak Kelompok (RAK) digunakan untuk analisis pada pengujian organoleptik. Metode pengumpulan data dilakukan dengan eksperimen dan studi pustaka yaitu dengan memberikan perlakuan terhadap sampel yang diteliti. Penelitian yang dilakukan menggunakan variabel lama fermentasi 36 jam dan 48 jam, dengan kadar ragi tempe 1,5%, 2%, 2,5%, dan 3%. Setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali sehingga diperoleh 24 percobaan. Untuk mengetahui kandungan gizi dan kimia pada tempe biji nangka dilakukan analisis produk meliputi analisis kadar air, analisis kadar serat, dan analisis kadar protein, analisis antioksidan, dan uji organoleptik (warna, rasa, aroma, tekstur dan kesukaan). Data yang diperoleh dari penelitian ini akan dianalisis secara statistika dengan menggunakan Analysis of variance (ANOVA). Jika diperlukan berpengaruh nyata dan sangat nyata maka akan di uji lanjut dengan menggunakan beda nyata jujur (BNJ), pada taraf 5% jika berpengaruh nyata dan 1% jika berpengaruh sangat nyata. Berdasarkan hasil dan pembahasan dapat disimpulkan yaitu kualitas kimia dan organoleptik tempe biji nangka terbaik terdapat pada perlakuan konsentrasi ragi 1,5% dan lama fermentasi 36 jam karena nilai kadar air dalam batas optimal, nilai serat yang cukup tinggi, nilai protein yang cukup baik, dan nilai organoleptik tertinggi dengan skor organoleptik warna 5,60 (suka), tekstur 5,15 (agak suka), aroma 4,85 (agak suka), rasa 4,20 (netral), dan secara keseluruhan 4,90 (agak suka).
PENGARUH KOSENTRASI EKSTRAK TAUGE KACANG HIJAU (Vigna radiata L.) TERHADAP PERTUMBUHAN BIBIT TANAMAN ALPUKAT (Persea americana Mill.) DENGAN CARA SAMBUNG PUCUK Risdiana; Muhammad Anshar
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 14 No 2 (2026): April
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/s8hjdt78

Abstract

Sambung pucuk (grafting) merupakan salah satu perbanyakan secara vegetatif yang dikembangkan untuk perbanyakan tanaman alpukat. Beberapa faktor yang sangat mempengaruhi keberhasilan dalam memproduksi bibit dengan metode grafting yaitu, (1) Faktor tanaman (genetik, kondisi tumbuh, panjang entres). (2) Faktor lingkungan (ketajaman/kesterilan alat, waktu pelaksanaan grafting (pagi, siang, sore hari). (3) Faktor keterampilan orang yang melakukan grafting. (4) Panjang entris berkaitan dengan kecukupan cadangan makanan/energi untuk pemulihan sel-sel yang rusak akibat pelukaan dan (5) kondisi iklim dan cuaca. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Kayulompa, Kecamatan Basidondo, Kabupaten Toli-Toli. Penelitian dilaksanakan pada bulan Oktober sampai Desember 2022. Alat yang digunakan yaitu gunting, pisau atau cutter, plastik sungkup, tali plastik, blender, kertas lebel, penggaris, timbangan, saringan, wadah, gelas plastik, gelas ukur, jangka sorong, kertas millimeter blok, kamera dan alat tulis. Bahan yang digunakan pada penelitian ini adalah batang bawah tanaman alpukat, entris alpukat varietas mentega, taoge kacang hijau dan air. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) satu faktor yaitu penggunaan ekstrak taoge. P0 = tanpa ekstrak taoge, P1 = ekstrak taoge (10ml/tanaman), P2 = ekstrak taoge ( 20 ml/tanaman) P3 = ekstrak taoge (30 ml/tanaman) dan P4 ekstrak taoge (40 ml/tanaman). Terdapat 5 perlakuan, masing-masing perlakuan diulang tiga kali sehingga terdapat 15 unit percobaan, setiap perlakuan terdapat tiga bibit tanaman sehingga diperoleh 45 bibit tanaman. Hasil penelitian menunjukkan pada perlakuan P1 ekstrak taoge (10ml/tanaman) cenderung memberikan pengaruh nyata terhadap parameter panjang tunas, jumlah daun dan diameter batang.
EFEKTIVITAS PEMBERIAN ZAT PENGATUR TUMBUH ATONIK DAN PUPUK ORGANIK CAIR NASI BASI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN HASIL TANAMAN PAKCOY (Brassica rapa L.) Riska Cahyani Matoneng; Sri Anjar Lasmini
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 14 No 2 (2026): April
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/0wqqxt68

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas pemberian konsentrasi zat pengatur tumbuh (ZPT) atonik dan pupuk organik cair (POC) nasi basi dan terhadap pertumbuhan dan hasil tanaman pakcoy. Penelitian dilaksanakan di Screenhouse Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako, Palu pada bulan Mei 2021 sampai bulan Juni 2021. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) pola faktorial. Faktor pertama yaitu yaitu konsentrasi ZPT atonik yang terdiri dari 4 taraf yaitu A1 = Zat Pengatur Tumbuh Atonik 2 ml/L air dan A2 = Zat Pengatur Tumbuh Atonik4 ml/L air. Faktor kedua yaitu konsentrasi pupuk Organik Cair Nasi Basi yang terdiri dari 4 taraf yaitu P0 = tanpa pupuk organik cair nasi basi, P1 = pupuk organik cair nasi basi 150 ml/polybag, P2 = pupuk organik cair nasi basi 250 ml/polybag, P3 = pupuk organik cair nasi basi 350 ml/polybag. Terdapat 8 kombinasi perlakuan yang kemudian diulang sebanyak 3 kali, sehingga terdapat 24 unit percobaan, setiap unit percobaan terdapat 3 tanaman, sehingga keseluruhan menjadi 72 polybag. Perlakuan yang memberikan pengaruh nyata di uji lanjut menggunakan uji beda nyata jujur (BNJ) taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh interaksi terbaik yaitu pada perlakuan A2P3 (zat pengatur tumbuh atonik 4 ml/L air dan pupuk organik cair nasi basi 350 ml/L air) terhadap kadar klorofil dan bobot basah tanaman. Perlakuan tunggal A2 (Zat pengatur tumbuh atonik 4 ml/L air) memberikan pengaruh nyata terhadap jumlah daun, luas daun, bobot basah dan bobot kering tanaman. Perlakuan tunggal P3 (pupuk organik cair nasi basi 350 ml/L air) memberikan pengaruh sangat nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah daun, kadar klorofil, luas daun, bobot basah dan bobot kering tanaman.
KARAKTERISTIK KIMIA DAN ORGANOLEPTIK CRACKERS MPASI PADA BERBAGAI RASIO EKSTRAK BUAH NAGA MERAH (Hylocereus polyrhizus) DAN TEPUNG KACANG HIJAU (Vigna radiata L.) Siska Wulandari; Rostiati Dg Rahmatu; Septian Palma Ariani
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 14 No 2 (2026): April
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/mjppew67

Abstract

Crackers merupakan jenis makanan yang bisa dikonsumsi oleh berbagai kalangan usia. Masyarakat membutuhkan asupan MPASI organik kepada balita dengan harga terjangkau, tanpa pengawet dan tanpa tambahan pewarna sintetis. Buah naga mengandung pigmen antosianin yang baik digunakan untuk pewarna alami sedangkan kacang hijau dikenal sebagai sumber protein nabati yang memiliki kandungan protein yang baik dalam pembuatan crackers MPASI. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan karakteristik kimia dan organoleptik yang terbaik pada perbandingan rasio ekstrak buah naga (Hylocereus polyrhizus) dan tepung kacang hijau (Vigna radiata L.) crackers MPASI. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Agroindustri, Fakultas Pertanian dan Laboratorium Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Universitas Tadulako. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) digunakan untuk analisis fisiokimia dan Rancangan Acak Kelompok (RAK) digunakan untuk analisis organoleptik. Dengan rasio penambahan ekstrak buah naga dan tepung kacang hijau (mL/g) yaitu P0 = tanpa perlakuan (kontrol), P1 = 20:50, P2 = 30:40, P3 = 40:30, P4 = 50:20. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada rasio perbandingan 50:20 (mL/g) memberikan perlakuan terbaik pada crackers MPASI. Nilai kadar air, kadar abu dan protein crackers akan semakin meningkat jika semakin banyak spoporsi tepung kacang hijau yang ditambahkan sedangkan pada organoleptik akan semakin meningkat jika semakin banyak penambahan ekstrak buah naga yang ditambahkan.
ANALISIS SERAPAN UNSUR HARA KALIUM DAN HASIL TANAMAN SELADA (Lactuca sativa L.) AKIBAT PEMBERIAN KONSENTRASI AB MIX DI SCREEN HOUSE FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS TADULAKO Viyona Marsilia Saloko; Ramlan; Muh. Adnan Khaliq
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 14 No 2 (2026): April
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/pbpyvt92

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dan hasil tanaman selada pada pemberian berbagai konsentrasi larutan AB Mix. Penelitian ini dilaksanakan di Screen House Fakultas Pertanian Universitas Tadulako, Laboratorium Unit Ilmu Tanah, dan Laboratorium Pengujian UPTD PSMB. Penelitian ini berlangsung dari bulan Juni hingga bulan Oktober 2024. Penelitian ini disusun menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan perlakuan yang dicobakan yaitu konsentrasi AB Mix. Adapun perlakuan konsentrasi AB Mix yang diuji, yaitu; K0 (Kontrol), K1 (500 ppm), K2 (1000 ppm), K3 (1500), K4 (2000 ppm), sehingga diperoleh 5 unit percobaan yang diulang sebanyak tiga kali dengan total 15 unit percobaan. Data yang dihasilkan dianalisis dengan analisis of varian (anova), perlakuan yang memberikan pengaruh yang nyata dan sangat nyata diuji lanjut dengan uji – BNJ. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Analisis sifat kimia pada tanah dan tanaman selada menunjukkan bahwa pemberian konsentrasi AB Mix berpengaruh nyata terhadap C-Organik, Reaksi Tanah (pH), Status Hara K Tanaman dan Serapan K. Sedangkan, perlakuan AB Mix tidak berpengaruh nyata terhadap K (K2O) Total Tanaman. (2) Perlakuan konsentrasi AB Mix memberikan pengaruh nyata terhadap hasil tanaman selada yaitu; jumlah daun, bobot segar tanaman dan berat kering tanaman selada. Sedangkan, perlakuan AB Mix tidak berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman.
STRATEGI PEMASARAN TELUR PADA PETERNAKAN AYAM PETELUR “SRI JAYA” DI KECAMATAN MANTIKULORE KOTA PALU Sulviana D Pawala; Sulaeman; Moh Fardhal Pratama
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 14 No 2 (2026): April
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/qpz22e83

Abstract

Peternakan Ayam Petelur “Sri Jaya” adalah perusahaan agribisnis yang bergerak di bidang peternakan, usaha “Sri Jaya” bertempat di Kelurahan Layana Kecamatan Mantikulore, Kota Palu. Usaha “Sri Jaya” pernah mengalami kerugian akibat harga yang terjadi pada Tahun 2019 yakni dari kisaran 35.000,00-40.000,00 per rak menjadi 30.000,00-36.000,00 per rak bahkan diduga kondisi kenaikan harga tersebut terjadi pada saat produksi telur ayam meningkat dan harga pakan justru meninggi. Penelitian ini dilaksanakan di Peternakan Ayam Petelur “Sri Jaya” di Kelurahan Layana Kecamatan Mantikulore Kota Palu dari bulan Januari sampai Maret 2022. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pemasaran yang sesuai dengan kondisi lingkungan eksternal dan internal Peternakan Ayam Petelur “Sri Jaya” adalah memanfaatkan peluang pasar yang tersedia dengan permintaan telur yang cenderung meningkat dengan cara mempertahankan kualitas telur serta menarik perhatian rumah makan sebagai salah satu pasar dan memanfaatkan dengan baik ketersedian pakan ternak lokal dalam proses produksi guna untuk memaksimalkan pengunaan modal usaha.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMENGARUHI PENGELUARAN NELAYAN PESISIR PADA MASA PANDEMI COVID ¬- 19 DI DESA BURANGA KECAMATAN AMPIBABO KABUPATEN PARIGI MOUTONG Sarina; Arifuddin Lamusa; Moh. Alfit A. Laihi
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 13 No 6 (2025): Desember
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/beagsf71

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui variabel independen pendapatan (X1), dan jumlah tanggungan keluarga (X2) yang berpengaruh nyata terhadap variabel dependen pengeluaran (Y) nelayan pesisir pada masa pandemi Covid-19 di Desa Buranga. Lokasi penelitian dilakukan di Desa Buranga Kecamatan Ampibabo Kabupaten Parigi Moutong yang dilakukan secara sengaja (purpossive). Jumlah responden sebanyak 30 orang. Pengumpulan data dilakukan secara primer dan sekunder. Pengolahan data dengan Analisis regresi linear berganda menggunakan aplikasi SPSS. Hasil penelitan menggunakan analisis regresi linear berganda dalam Uji F (simultan) menunjukkan bahwa Fhitung (20,972) > Ftabel (2,98) berarti secara bersama-sama semua variabel independen yaitu pendapatan (X1), dan jumlah tanggungan keluarga (X2) memberikan pengaruh secara nyata terhadap variabel dependen pengeluaran (Y). Pada Uji t (parsial) menunjukkan bahwa variabel pendapatan (X1) berpengaruh nyata terhadap pengeluaran di mana, thitung 3,922 > ttable 2,055 memiliki nilai signifikan 0,001 < 0,05, dan jumlah tanggungan keluarga (X2) berpengaruh nyata terhadap pengeluaran di mana memiliki nilai signifikan 0,000< 0,05, dan thitung 5,037 > ttable 2,055 berarti secara individu semua variabel independen berpengaruh secara nyata terhadap variabel dependen.
RESPONS TANAMAN CABAI (Capsicum frutescens L.) TERHADAP PUPUK AB MIX Marhayani Tedengki; Mahfudz; Abdul Rauf
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 13 No 6 (2025): Desember
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22487/9g0zg775

Abstract

Cabai (Capsicum frutescens L.) merupakan salah satu komoditas hortikultura penting di Indonesia yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Kebutuhan cabai terus meningkat seiring dengan pertumbuhan penduduk dan perubahan pola konsumsi masyarakat. Namun, produktivitas cabai di Indonesia seringkali menghadapi kendala, seperti kurang optimalnya teknik budidaya, penggunaan pupuk yang tidak efisien, dan rendahnya kualitas hasil panen). Oleh karena itu, penelitian ini dilaksanakan untuk mengoptimalkan produksi tanaman cabai melalui pemberian larutan AB Mix. Penelitian ini dilaksanakan di Kebun Akademik Fakulltas Pertanian Universitas Tadulako pada bulan November sampai bulan Januari 2024. Penelitian ini menggunakan rancangan RAK dengan empat kali ulangan dan menggunakan uji lanjut BNJ 5%. Hasil penelitian ini menunjukkan Pupuk AB Mix berpengaruh nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah cabang, jumlah buah dan berat buah. Terdapat perlakuan tidak berpengaruh nyata pada tinggi tanaman pada minggu ke 2, Pengaruh utama pupuk AB Mix terhadap semua parameter pengamatan. Perlakuan terbaik dengan konsentrasi 600 ppm dan 1000 ppm.

Filter by Year

2015 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 14 No 3 (2026): Juni Vol 14 No 2 (2026): April Vol 13 No 6 (2025): Desember Vol 13 No 5 (2025): Oktober Vol 13 No 4 (2025): Agustus Vol 13 No 3 (2025): JUNI Vol 13 No 2 (2025): April Vol 13 No 1 (2025): Februari Vol 12 No 6 (2024): Desember Vol 12 No 5 (2024): Oktober Vol 12 No 4 (2024): Agustus Vol 12 No 3 (2024): Juni Vol 12 No 2 (2024): April Vol 12 No 1 (2024): Februari Vol 11 No 6 (2023): December Vol 11 No 5 (2023): Oktober Vol 11 No 4 (2023): Agustus Vol 11 No 3 (2023): Juni Vol 11 No 2 (2023): April Vol 11 No 1 (2023): Februari Vol 10 No 6 (2022): Desember Vol 10 No 5 (2022): Oktober Vol 10 No 4 (2022): Agustus Vol 10 No 3 (2022): Juni Vol 10 No 2 (2022): April Vol 10 No 1 (2022): Februari Vol 9 No 6 (2021): Desember Vol 9 No 5 (2021): Oktober Vol 9 No 4 (2021): Agustus Vol 9 No 3 (2021): Juni Vol 9 No 2 (2021): April Vol 9 No 1 (2021): Februari Vol 8 No 6 (2020): Desember Vol 8 No 5 (2020): Oktober Vol 8 No 4 (2020): Agustus Vol 8 No 3 (2020): Juni Vol 8 No 2 (2020): April Vol 8 No 1 (2020): Februari Vol 7 No 6 (2019): Desember Vol 7 No 5 (2019): Oktober Vol 7 No 4 (2019): Agustus Vol 7 No 3 (2019): Juni Vol 7 No 2 (2019): April Vol 7 No 1 (2019): Februari Vol 6 No 6 (2018): Desember Vol 6 No 5 (2018): Oktober Vol 6 No 3 (2018): Juni Vol 6 No 2 (2018): April Vol 6 No 1 (2018): Februari Vol 5 No 6 (2017): Desember Vol 5 No 5 (2017): Oktober Vol 5 No 4 (2017): Agustus Vol 5 No 3 (2017): Juni Vol 5 No 2 (2017): April Vol 5 No 1 (2017): Februari Vol 4 No 6 (2016): Desember Vol 4 No 5 (2016): Oktober Vol 4 No 4 (2016): Agustus Vol 4 No 3 (2016): Juni Vol 3 No 6 (2015): Desember Vol 3 No 5 (2015): Oktober Vol 3 No 4 (2015): Agustus More Issue