cover
Contact Name
Muhardi
Contact Email
ejurnalagrotekbis@gmail.com
Phone
-
Journal Mail Official
ejurnalagrotekbis@gmail.com
Editorial Address
Fakultas Pertanian UNTAD, Jalan Soekarno Hatta No. KM. 9, Tondo Kecamatan Mantikulore, Kota Palu Sulawesi Tengah
Location
Kota palu,
Sulawesi tengah
INDONESIA
AGROTEKBIS: Jurnal Ilmu Pertanian
Published by Universitas Tadulako
Jurnal ini bertujuan untuk menyebarluaskan informasi hasil-hasil penelitian dibidang pertanian, khususnya teknik pertanian (agroteknologi) dan agribisnis. Jurnal diterbitkan secara online (E-Jurnal) dengan terbit 6 edisi selama setahun. Jurnal ini juga sebagai media publikasi hasil-hasil penelitian dari ringkasan skripsi mahasiswa strata satu dan dari berbagai hasil penelitian lainnya yang belum pernah dipublikasi pada berkala yang lain sebelumnya.
Articles 1,367 Documents
Pengaruh Konsentrasi Ekstrak Kasar Daun Paitan (Tithonia diversifolia)Terhadap Kepadatan Populasi, Intensitas Serangan Spodoptera exigua Hubner (Lepidoptera : Noctuidae) Dan Produksi Bawang Merah Megawati Megawati; Alam Anshary; Irwan Lakani
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 7 No 3 (2019): Juni
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pengendalian yang efektif dan ramah terhadap lingkungan misalnya pemanfaatan pestisida alami yaitu daun paitan (Tithonia diversifolia). Salah satu hama yang sering ditemukan pada tanaman bawang merah yakni Spodoptera exigua Hubner. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan konsentrasi ekstrak kasar daun paitan (Tithonia diversifolia) yang terbaik dalam mengendalikan hama Spodoptera exigua Hubner. Penelitian ini bertempat di Desa Oloboju, Kabupaten Sigi Provinsi Sulawesi Tengah dan dilaksanakan dari Bulan Mei hingga Juli 2017. Metode penelitian menggunakan rancangan acak kelompok (RAK), dengan 6 perlakuan yaitu 0 (tanpa perlakuan), 2,5 g/1 liter air, 5 g/1 liter air, 7,5 g/1 liter air, 10 g/1 liter air, dan 12,5 g/1 liter air dan diulang sebanyak 3 kali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah kepadatan populasi, intensitas serangan larvaS. exigua, dan produksi bawang merah yang tertinggi terdapat pada tanaman tanpa perlakuan serta yang terendah pada perlakuan 12,5 g/1 liter air. Ekstrak T. diversifolia mampu mengendalikan larva S. exigua yang menunjukkan adanya penurunan serangan yang ditimbulkan larva S. exigua dengan bertambahnya konsentrasi perlakuan.
Pengaruh Waktu Penyambungan Terhadap Tingkat Keberhasilan Pertautan Sambung Pucuk Pada Tanaman Nangka (Artocarpus heteropyllus Lamk) Moh. Hendra Ahsan; Yohanis Tambing; Burhanuddin Latarang
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 7 No 3 (2019): Juni
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui persentasi keberhasilan pertautan sambung pucuk yang lebih baik pada batang bawah dan entris, bibit tanaman nangka dengan waktu perlakuan grafting yang berbeda (sesuai perlakuan). Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK). Perlakuan waktu grafting (sambung pucuk) terdiri dari lima keadaan (W) yaitu : W1(pukul 06.00 – 08.00 WITA), W2 (pukul 09.00 – 11.00 WITA), W3 (pukul 12.00 – 14.00 WITA), W4 (pukul 15.00 – 17.00 WITA), W5 (pukul 17.00 – 18.00 WITA). Setiap perlakuan diulang tiga kali dan setiap unit percobaan digunakan 10 bibit, dan terdapat jumlah bibit keseluruhan 150 bibit. Pada penyambungan nangka mengungkapkan bahwa pada siang hari jam 12.00-14.00 (W3), dimana saat laju transpirasi terjadi, kandungan getah pada nangka yang tinggi dan juga cekaman suhu udara/radiasi matahari pada siang hari malah membuat pertautan sambungan lebih baik. Hasil penelitian ini bertolak belakang dari penelitian sebelumnya yang mengungkapkan bahwa laju transpirasi dan getah pada nangka yang tinggi, serta cekaman suhu matahari akan menghambat pertautan sambungan, akan tetapi itu tidak terjadi pada penelitian ini justru sebaliknya.
Pengaruh Berbagai Jenis Mulsa Terhadap Kepadatan Hama Lalat Buah (Bactrocera sp.) Pada Tanaman Cabai (Capsicum annuum L.) Nur Alisa; Burhanuddin Nasir; Moh. Hibban Toana
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 7 No 3 (2019): Juni
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Salah satu hama yang menyerang tanaman cabai (Capsicum annum L.) yaitu lalat buah (Bactrocera sp.). Adapun cara pengendalian lalat buah (Bactrocera sp.) yaitu dengan menggunakan berbagai jenis mulsa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh berbagai jenis mulsa terhadap kepadatan lalat buah (Bactrocera sp.) pada tanaman cabai (Capsicum annum L.). Penelitian ini dilaksanakan di Desa Sidera, Kecamatan Sigi Biromaru, Kabupaten sigi, Provinsi Sulawesi Tengah, Kegiatan penelitian ini berlangsung pada bulan Mei 2016 sampai September 2016. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak kelompok (RAK) yang terdiri dari empat perlakuan diulang sebanyak empat kali sehingga diperoleh 16 unit pengamatan. Hasil penelitian menunjukan bahwa mulsa plastik hitam perak memperoleh populasi lalat buah yang banyak dengan rata-rata 13 ekor, 22 ekor, 31 ekor, 28 ekor, 24 ekor, 27 ekor, 34 ekor, dan 39 ekor dan intensitas serangan lalat buah yaitu dengan rata-rata 1,04%, 1,04, 2,09%, 6,25%, 7,29%, 9,37%, 9,37%, 10,42% dan 15,63% sedangkan produksi tanaman cabai yang diperoleh pada perlakuan mulsa hitam perak yaitu dengan rata-rata 75,00 ton/ha, 18,17 ton/ha, 98,33 ton/ha, 107,92 ton/ha.
Respons Empat Kultivar Padi Gogo (Oryza sativa L.) Terhadap Kadar Lengas Tanah Yang Berbeda Peggi Melati Sukma; Sakka Samudin; Fathurrahman Fathurrahman
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 7 No 3 (2019): Juni
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebutuhan beras sebagai salah satu sumber pangan utama penduduk Indonesia terus meningkat sejalan dengan pertambahan jumlah penduduk dengan laju 2% per tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui respons empat kultivar padi gogo terhadap kadar lengas tanah yang berbeda, kultivar yang tahan terhadap kekeringan dan kadar air dimana kultivar sulit atau tidak dapat tumbuh. Penelitian ini dilakukan di Green House Agroteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako Palu. Di mulai Maret sampai Juni 2017. Penelitian ini disusun menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial dua faktor yang terdiri dari Kultivar padi lokal sebagai faktor pertama yaitu Kultivar Tagolu, Kultivar Habo, Kultivar Uva Buya dan Kultivar Dongan. Sedangkan Tingkat Kelengasan Tanah sebagai faktor kedua Tingkat Kelengasan Tanah 100%, 75%, 50% dan 25%. Hasil penelitian menunjukan Kultivar Habo dan Kultivar Dongan memiliki daun panjang dan lebih luas, jumlah gabah berisi, jumlah anakan, jumlah daun, dan berat 1000 bulir yang baik dibanding kultivar lain. Pada tingkat kelengasan tanah 75% dan 50% masih dapat tumbuh tanaman dengan baik dibanding tingkat kelengasan tanah 25%. Pengaruh Tingkat Kelengasan Tanah sama pada semua Kultivar.
Analisis Sifat Fisik Tanah Pada Beberapa Penggunan Lahan Di Daerah Aliran Sungai Tawaeli Siti Haryati; Uswah Hasanah; Salapu Pagiu
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 7 No 3 (2019): Juni
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan sifat fisik tanah pada beberapa penggunaan lahan di Daerah Aliran Sungai (DAS) Tawaeli Kota Palu pada 8 unit lahan pertanian lahan kering, semak belukar, hutan primer dengan tiga kelas kelerengannya termasuk 0-8%, 8-15% dan 15-25%. Analisis tanah dilakukan di Laboratorium Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako. Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember 2017 sampai bulan April 2018. Penentuan lokasi pengambilan sampel tanah untuk bahan analisis dilaboratorium ditentukan secara sengaja (Purposive Sampling) sebanyak 8 titik sampel. Hasil penelitian menunjukan sifat fisik tanah pada DAS Tawaeli pada 8 unit lahan yaitu pertanian lahan kering, semak belukar, hutan primer dengan masing-masing kelerengan berbeda, mempunyai sifat fisik tanah yang beragam ditemukan pada beberapa penggunaan lahan yang diteliti di DAS Tawaeli. Fraksi tanah didominasi oleh pasir dan debu dengan kelas tekstur lempung berpasir, lempung berdebu dan pasir berlempung, mempunyai bahan organik bervariasi rendah hingga sangat tinggi, konduktivitas hidrolik sedang sampai agak cepat, bobot volume sedang hingga berat, porositas sangat buruk sampai buruk, kapasitas lapang dan kadar air jenuh rendah sampai tinggi, batas cair dan plastis sedang hingga tinggi.
Pertumbuhan Dan Hasil Dua Varietas Cabai Keriting Yang Berbeda Pada Media Tanam Bokashi Hidayati Mas’ud; Muhardi Muhardi; Nurul Aini
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 8 No 1 (2020): Februari
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Produksi cabai nasional yang masih rendah seringkali membuat pasokan cabai dipasaran terbatas dan terjadi fluktuasi harga yang besar. Peningkatan produksi cabai akan menjaga pasokan cabai di pasar tetap stabil sehingga fluktuasi harga dapat ditekan. Peningkatan produksi dapat ditempuh melalui penggunaan varietas unggul dan teknik budidaya (pemupukan). Penelitian bertujuan untuk mengkaji pengaruh dua varietas dan takaran pupuk organik (bokashi) terhadap komponen hasil cabai keriting (Capsicum annuum L.).Penelitian dilaksanakan di Kelurahan Petobo, Provinsi Sulawesi Tengah, dimulai pada Bulan Oktober 2017 sampai April 2018. Penelitian menggunakan metode Rancangan Petak Terpisah (RPT) pola faktorial. Perlakuan varietas sebagai petak utama yang terdiri dari dua taraf yaitu PM-999 (V1) dan Krida (V2). Perlakuan bokashi sebagai anak petak yang terdiri dari 6 taraf yaitu Tanpa Bokashi/kontrol (B0), takaran 200 g/polybag (B1), 250 g/polybag (B2), 300 g/polybag (B3), 350 g/polybag (B4) dan 400 g/polybag (B5). Hasil penelitian menunjukkan bahwa interaksi antara perlakuan varietas PM-999 dengan bokashi takaran 300 gram per polibag adalah optimum bagi pertumbuhan tanaman. Varietas PM-999 menunjukkan nilai tertinggi dan berbeda dengan varietas Krida pada parameter jumlah buah cabai keriting. Perlakuan bokashi takaran 350 gram per polibag optimal terhadap hasil (berat buah segar) cabai keriting.
Uji Efektivitas Daun Jeruk Purut (Citrus hystrix DC.) DALAM Mengendalikan Kumbang Beras (Sitophilus oryzae L.) (Coleoptera : Curculionidae) Ramlah n.Saada i; Mohammad Yunus; Flora Pasaru
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 8 No 1 (2020): Februari
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan dari bulan Juli sampai November 2017 di Laboratorium Hama dan Penyakit Tumbuhan (HPT) Faperta Untad. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), terdiri dari 5 perlakuan yakni: P0 = Kontrol, P1= Dosis cacahan daun jeruk purut 4 g/213 g beras (115 butir beras), P2= Dosis cacahan daun jeruk purut 6 g/ 213 g beras (115 butir beras), P3= Dosis cacahan daun jeruk purut 8 g/213 g beras(115 butir beras) dan P5= Dosis cacahan daun jeruk purut 10 g/213 g beras (115 butir beras). Hasil penelitian morfologi larva S.oryzae setelah aplikasi cacahan daun jeruk purut menunjukan bahwa bentuk larva mengkerut dan berwarna kuning kecoklatan. Pada pengamatan mortalitas larva S.oryzae menunjukan bahwa tingkat mortalitas tertinggi terdapat pada perlakuan dosis 10 g yakni sebesar 75,55% pada 96 JSA, sedangkan yang terendah yakni terdapat pada perlakuan dosis 4 g sebesar 46,67% pada 96 JSA. Berdasarkan hasil pengamatan dapat disimpulkan bahwa pemberian cacahan daun jeruk purut pada beras yang disimpan berpengaruh nyata terhadap morfologi dan efektif dalam mengendalikan larva S.oryzae.
EVALUASI KESESUAIAN LAHAN UNTUK PENGEMBANGAN KAKAO (Theobroma cacao L.) PADA KAWASAN ENCLAVE DI SEKITAR DANAU LINDU KABUPATEN SIGI Hardiyanto H. Ding; Danang Widjajanto; Abdul Rahman
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 7 No 4 (2019): Agustus
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kelas kesesuaian lahan tanaman kakao pada kawasan enclave di sekitar Danau Lindu Kabupaten Sigi. Di lokasi penelitian ini ada empat penggunaan lahan dengan luas 9597.63 ha yang terdiri dari semak belukar (2711.17 ha), sawah (1033.37 ha), hutan lahan kering (4726.63 ha), dan pertanian lahan kering (1126.46 ha). Pengambilan sampel tanah di ambil secara sengaja sebanyak tiga puluh dua sampel, yang terdiri dari delapan sampel pada setiap penggunaan lahan, di komposit menjadi empat sampel. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat satu kelas actual N1 dengan luasan 9597.63 ha, terdapat pada SPL A,SPL B, SPL C, dan SPL D dengan faktor pembatasnya bulan kering, dan lereng. Setelah di lakukan usaha perbaikan sehingga, termasuk dalam kelas kesesuaian lahan potensial S3 dengan luas 9597.63 ha dan. Kelas potensial S3 terdapat pada SPL A, SPL B, SPL C dan SPL D dengan faktor pembatas bulan kering dan lereng, namun jika ada upaya perbaikan baik dari masyarakat maupun pemerintah sangat memungkinkan akan terjadi peningkatan pada kualitas lahan yang ditanami oleh tanaman kakao.
EKSTRAKSI PEKTIN BUAH KELOR TUA DAN MUDA MENGGUNAKAN ASAM KLORIDA SECARA KERING PADA SUHU YANG BERBEDA Khusnul Hatimah; Gatot Siswo Hutomo; Abdul Rahim
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 7 No 4 (2019): Agustus
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Moringa fruit is contained one of soluble food fiber that is pectin. Pectin can be used as a thickening compound in the field of food. One type of acid solution that can extract pectin from the moringa fruit is hydrochloric acid. The research conducted in Agro-industry Laboratory, Faculty Agriculture of Tadulako University, Palu Central Sulawesi.The research conducted from June to November. The objective of the research is to obtain the best temperature on the extract pectin of morinnga dried using hydrochloric acid and producing the best physical or chemical quality of pectin. This research conducted using a Factorial Randomized Complete Random Design (RALF) which was repeated 3 times. Extraction temperature factors: 60 °C, 70 °C, 80 °C, 90 °C and maturity factor of fruit: young fruit, old fruit, so there are 24 units of experiments. The results showed that, the best physical and chemical quality pectin of dried extracted using hydrochloric acid at 60 °C included 1.76% fruit yield and 1.68% old fruit, 1.140% methoxyl contain, galacturonic 46.61% and clarity 93.68%.
PEMETAAN SIFAT FISIK DAN KIMIA TANAH PADA BEBERAPA PENGGUNAAN LAHAN DI DESA KARYA MUKTI KECAMATAN DAMPELASKABUPATEN DONGGALA Moh. Fikri; Anthon Monde; Rachmat Zainuddin
AGROTEKBIS : JURNAL ILMU PERTANIAN (e-journal) Vol 7 No 4 (2019): Agustus
Publisher : Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk memetakan sifat fisik dan kimia tanah pada beberapa penggunaan lahan. Penelitiandilaksanakan di Desa Karya Mukti, Kecamatan Dampelas, Kabupaten Donggala. Analisis sifat fisik dan kimia tanahdilakukan di Laboratorium Ilmu Tanah, Fakultas Pertanian, Universitas Tadulako. Penelitian ini dilaksanakan mulai bulan Juni sampai dengan September 2017.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode survai secara langsung di lapangan dan dilanjutkan dengan pembuatan peta unit lahan dengan cara menumpang tindihkan peta kelerengan dan peta penggunaan lahan dengan menggunahkan aplikasi ArcGIS 10.1.Penentuan lokasi pengambilan sampel tanah untuk bahan analisis di laboratorium ditentukan secara sengaja (Purposive sampling) pada setiap unit lahan. Pengambilan sampel tanah diambil sebanyak 3 titik pada setiap penggunaan lahan.Analisis data yang dilakukan dengan metode deskriptif yaitu menjelaskan suatu keadaan yang ada dilapangan berdasarkan karakteristik tanah pada masing-masing penggunaan lahan Kemudian dilanjutkan dengan pembuatan peta hasil sifat fisik dan kimia tanah. Hasil penelitian sifat fisik dan kimia yang beragam, permeabilitas tanah 1,87-10,54 cm/jam dengan kriteria agak lambat hingga agak cepat, Bulk Density tanah berkriteria sedang, porositas berkriteria baik hingga kurang baik, struktur bergranular, tekstur tanah didominasi lempung berpasir dan lempung berdebu, mempunyai bahan organik 3,35-11,53% dengan kriteria sedang hingga sangat tinggi, derajat kemasaman (pH) tanah yang masam dan agak masam, kapasitas tukar kation (KTK) tanah anatara 6,60-24,60 cmol(+)k g-1 degan kriteria rendah hingga sedang dan fosfor (P-tersedia) dari sangat rendah hingga sedang. Penggunaan lahan hutan, perkebunan dan sawah serta Kemiringan lereng yang berbeda mempengaruhi sifat fisik dan kimia tanah.

Page 29 of 137 | Total Record : 1367


Filter by Year

2015 2025


Filter By Issues
All Issue Vol 13 No 5 (2025): Oktober Vol 13 No 4 (2025): Agustus Vol 13 No 3 (2025): JUNI Vol 13 No 2 (2025): April Vol 13 No 1 (2025): Februari Vol 12 No 6 (2024): Desember Vol 12 No 5 (2024): Oktober Vol 12 No 4 (2024): Agustus Vol 12 No 3 (2024): Juni Vol 12 No 2 (2024): April Vol 12 No 1 (2024): Februari Vol 11 No 6 (2023): December Vol 11 No 5 (2023): Oktober Vol 11 No 4 (2023): Agustus Vol 11 No 3 (2023): Juni Vol 11 No 2 (2023): April Vol 11 No 1 (2023): Februari Vol 10 No 6 (2022): Desember Vol 10 No 5 (2022): Oktober Vol 10 No 4 (2022): Agustus Vol 10 No 3 (2022): Juni Vol 10 No 2 (2022): April Vol 10 No 1 (2022): Februari Vol 9 No 6 (2021): Desember Vol 9 No 5 (2021): Oktober Vol 9 No 4 (2021): Agustus Vol 9 No 3 (2021): Juni Vol 9 No 2 (2021): April Vol 9 No 1 (2021): Februari Vol 8 No 6 (2020): Desember Vol 8 No 5 (2020): Oktober Vol 8 No 4 (2020): Agustus Vol 8 No 3 (2020): Juni Vol 8 No 2 (2020): April Vol 8 No 1 (2020): Februari Vol 7 No 6 (2019): Desember Vol 7 No 5 (2019): Oktober Vol 7 No 4 (2019): Agustus Vol 7 No 3 (2019): Juni Vol 7 No 2 (2019): April Vol 7 No 1 (2019): Februari Vol 6 No 6 (2018): Desember Vol 6 No 5 (2018): Oktober Vol 6 No 3 (2018): Juni Vol 6 No 2 (2018): April Vol 6 No 1 (2018): Februari Vol 5 No 6 (2017): Desember Vol 5 No 5 (2017): Oktober Vol 5 No 4 (2017): Agustus Vol 5 No 3 (2017): Juni Vol 5 No 2 (2017): April Vol 5 No 1 (2017): Februari Vol 4 No 6 (2016): Desember Vol 4 No 5 (2016): Oktober Vol 4 No 4 (2016): Agustus Vol 4 No 3 (2016): Juni Vol 3 No 6 (2015): Desember Vol 3 No 5 (2015): Oktober Vol 3 No 4 (2015): Agustus More Issue