cover
Contact Name
Setyo Nurwaini
Contact Email
sn164@ums.ac.id
Phone
+6287836559013
Journal Mail Official
usadha@ums.ac.id
Editorial Address
Faculty of Pharmacy, Universitas Muhammadiyah Surakarta jln Ahmad Yani Tromol Pos 1 Pabelan Kartasura
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Usadha Journal of Pharmacy
ISSN : -     EISSN : 28279905     DOI : 10.23917/usadha
Core Subject : Health, Science,
The Usadha Journal of Pharmacy aims to present up-to-date research, surveys, and literature reviews encompassing various domains of pharmaceutical sciences. These domains include pharmacology, pharmacokinetics, formulation technology, optimization of excipients, standardization of extracts and herbal products, determination of pharmacological activities in natural sources, drug synthesis and development, molecular biology, antibiotic screening, metabolite profiling and quantification, clinical pharmacy, and health and environmental concerns. Each edition of the journal will cover these aspects comprehensively. The publication will encompass a wide range of topics, including chemistry, biochemistry, biotechnology, pharmacology, and many aspects of pharmaceutical research. It will feature communications, complete research papers, reports, and reviews, providing comprehensive coverage in these fields.
Articles 262 Documents
PENGETAHUAN ETIKA DAN PENERAPAN PRAKTEK APOTEKER DI KABUPATEN SRAGEN Amanta, Vania Cindy; Da'i, Muhammad
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 3 No. 4 (2024): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v3i4.425

Abstract

Fokus utama seorang farmasis beralih dari paradigma orientasi terhadap produk (drug oriented) menjadi orientasi terhadap pasien (patient oriented). Kecenderungan untuk memperluas pelayanan kefarmasian yang berpusat pada pasien dapat mengindikasikan masalah pada bidang etika. Etika farmasi didefinisikan sebagai sekumpulan konsep moral yang membentuk keputusan praktik seorang apoteker. Empat prinsip utama etika kesehatan (four principles of ethics), yaitu autonomy, non-maleficence, beneficence, dan justice. Meskipun perubahan paradigma ini terjadi secara global, namun masih sedikit perhatian yang diberikan dalam bidang etika praktik kefarmasian. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan penerapan praktik etis apoteker di Kabupaten Sragen. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif dengan metode penelitian cross-sectional. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner yang disebar ke seluruh rumah sakit dan apotek yang berada di wilayah Kabupaten Sragen. Pengambilan data dilakukan pada bulan Desember 2023-Februari 2024 dengan sampel sebanyak 145 responden. Analisis data dilakukan dengan analisis deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan pengetahuan apoteker didominasi pada kategori baik sebanyak 140 responden (96,5%) sedangkan untuk penerapan praktik etis didominasi pada kategori cukup sebanyak 83 responden (57,2%).
EVALUASI DRUG RELATED PROBLEMS PADA PASIEN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI RS “X” SURAKARTA Sasmitha, Desya; Fortuna, Tista Ayu
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 3 No. 4 (2024): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v3i4.431

Abstract

Diabetes melitus (DM) adalah sekelompok gangguan metabolisme yang ditandai dengan meningkatnya kadar gula darah dalam tubuh akibat kelainan sekresi insulin, kerja insulin, atau keduanya. Pengobatan pada pasien diabetes, merupakan pengobatan seumur hidup yang membutuhkan lebih dari satu jenis obat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kejadian DRPs yang meliputi obat tanpa indikasi, indikasi tanpa obat, ketidaktepatan dosis dan interaksi obat. Penelitian ini merupakan studi non eksperimental dengan pengambilan data secara retrospektif dari data rekam medis pasien rawat jalan periode 2022. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling berdasarkan kriteria inklusi meliputi pasien rawat jalan yang didiagnosa DM tipe 2 dengan atau tanpa penyakit penyerta, pasien menerima terapi minimal 2 obat dan pasien dengan data rekam medis lengkap. Data dievaluasi secara deskriptif dalam bentuk persentase. Jumlah pasien yang memenuhi inklusi sebanyak 340 pasien. Berdasarkan hasil penelitian, obat hipoglikemik yang banyak didapatkan oleh pasien adalah metformin sebanyak 82 pasien (24,42%) dan kombinasi metformin+glimepiride sebanyak 102 pasien (30,09%). Obat lain (non antidiabetes) yang paling banyak didapatkan oleh pasien yaitu lansoprazole sebanyak 107 pasien (8,81%). Jumlah pasien yang mengalami DRPs sebanyak 183 pasien (53,82%) dan 157 pasien (46,18%) tidak mengalami DRPs. DRPs kategori kategori indikasi tanpa obat sebesar 26 kasus (10,20%) ,obat tanpa indikasi 5 kasus (2,05%), dosis kurang 0 kasus (0%) dan dosis lebih 0 kasus (0%), serta interaksi obat potensial sebanyak 224 kasus (87,84%).
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DAN SIKAP SWAMEDIKASI DISMENOREA PADA MAHASISWA STRATA-1 DI SURAKARTA Za'idah, Karunia; Harlianti, Mariska Sri
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 3 No. 4 (2024): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v3i4.432

Abstract

Swamedikasi adalah upaya seseorang  mengatasi penyakit tanpa berkonsultasi kepada dokter. Swamedikasi dapat menjadi pilihan untuk mengatasi penyakit ringan, seperti dismenorea primer. Kecenderungan seseorang yang memutuskan melakukan swamedikasi, dapat didorong karena tingkat pengetahuannya. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarakan serta menganalisis hubungan tingkat pengetahuan dan sikap swamedikasi dismenorea mahasiswi S1 di fakultas kesehatan dan non kesehatan. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan menggunakan pendekatan cross-sectional. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 129 responden. Kuisioner dalam bentuk google form digunakan sebagai instrumen pada penelitian ini. Data yang didapatkan kemudian dianalisis dengan analisis univariat dan bivariat (mann whitney dan uji korelasi rank spearman). Berdasarkan analisis yang telah dilakukan, diperoleh hasil bahwa mahasiswi S1 fakultas kesehatan memiliki pengetahuan cukup (57,1%) sedangkan mahasiswi S1 fakultas non kesehatan memiliki pengetahuan kurang (50,9%). Mahasiswi fakultas kesehatan cenderung bersikap lebih baik (88,6%) daripada mahasiswi non kesehatan dalam swamedikasi dismenorea dengan hasil cukup (58,2%). Dari hasil uji dengan mann whitney, terdapat perbedaan tingkat pengetahuan dan sikap antara mahasiswi fakultas kesehatan dan non kesehatan dengan nilai p-value < 0,05. Hasil uji korelasi dengan rank spearman pada penelitian ini juga menunjukan terdapat hubungan signifikan antara tingkat pengetahuan dan sikap, dengan korelasi sedang (0,499) dan nilai signifikansi yang bernilai positif. Artinya, semakin tinggi tingkat pengetahuan seseorang maka sikap swamedikasi dismenorea nya juga semakin baik. 
AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAN EKSTRAK KENTAL INFUSA DAUN KENTANG, TERUNG, DAN TOMAT TERHADAP Pseudomonas aeruginosa DAN Staphylococcus epidermidis Lestari, Kurnia; Kusumowati, Ika Trisharyanti Dian
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 3 No. 4 (2024): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v3i4.443

Abstract

Daun kentang (Solanum tuberosum L.), terung (Solanum melongena L.), dan tomat (Solanum lycopersicum L.) merupakan tanaman yang termasuk genus Solanum sp yang mengandung flavonoid yang memiliki aktivitas antibakteri. Penelitian ini dilakukan untuk menguji potensi antibakteri ekstrak daun kentang, terung dan tomat terhadap Pseudomonas aeruginosa ATCC 27853 dan Saphylococcus epidermidis ATCC 12228. Simplisia diekstraksi dengan 2 pelarut, ekstrak etanol dibuat dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%, ekstrak kental infusa dibuat dengan memanaskan simplisia dengan pelarut air yang diujikan terhadap Pseudomonas aeruginosa ATCC 27853 dan Staphylococcus epidermidis ATCC 12228. Metode pengujian dilakukan dengan metode difusi disk. Berdasarkan hasil uji, sampel yang menunjukkan aktivitas antibakteri paling besar adalah ekstrak etanol daun tomat dengan diameter zona hambat 8,25±1,1 mm pada konsentrasi 7,5 mg/disk terhadap Pseudomonas aeruginosa ATCC 27853 dan ekstrak etanol daun kentang dengan diameter zona hambat 12,3±5,3 mm pada konsentrasi 7,5 mg/disk terhadap Staphylococcus epidermidis ATCC 12228. Ekstrak kental infusa daun kentang, terung, dan tomat tidak memiliki aktivitas antibakteri terhadap Pseudomonas aeruginosa ATCC 27853 dan Staphylococcus epidermidis ATCC 12228. Hasil uji statistik menggunakan Kruskal-Wallis menunjukkan nilai signifikasi 0,268 (p > 0,05) pada Pseudomonas aeruginosa ATCC 27853 dan 0,083 (p>0,05) pada Staphylococcus epidermidis ATCC 12228 sehingga disimpulkan bahwa tidak ada perbedaan yang signifikan pada diameter zona hambat ekstrak etanol daun kentang, terung, dan tomat dan dikatakan tidak poten.
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK DAUN KERSEN (Muntingia calabura L.) HASIL MASERASI DAN UAE (ULTRASONIC ASSISTED EXTRACTION) DENGAN METODE DPPH (2,2-DIFENIL-1-PIKRILHIDRAZIL) Nindyasari, Asyifa; Hidayatullah, Muhammad Haqqi
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 3 No. 4 (2024): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v3i4.424

Abstract

Antioksidan merupakan senyawa yang dapat menetralisir masalah radikal bebas. Tanaman kersen diketahui merupakan tanaman yang berkhasiat sebagai antioksidan alami yang biasa digunakan masyarakat sebagai obat tradisional. Salah satu senyawa yang terkandung dalam tanaman kersen adalah flavonoid. Flavonoid merupakan senyawa antioksidan terbesar yang dapat mencegah kerusakan yang diakibatkan oleh radikal bebas. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan dua metode ekstraksi maserasi dan UAE dengan pelarut etanol dan n-heksana menggunakan metode DPPH yang akan dibaca menggunakan alat spektrofotometer UV-Vis dengan harapan diperoleh perbandingan kadar aktivitas antioksidan dari daun kersen dan mengidentifikasi kandungan flavonoid total. Hasil penelitian uji flavonoid total dan pengujian aktivitas antioksidan dengan ekstrak etanol metode maserasi menghasilkan kadar flavonoid total sebesar 3,007 mgQe yang menandakan adanya kadar flavonoid yang tinggi dan pada aktivitas antioksidan memiliki kemampuan antioksidan yang sangat tinggi dengan nilai IC50 22,501 ppm. Namun, berbanding terbalik dengan hasil total flavonoid ekstrak n-heksan metode UAE sebesar 0,454 mgQe yang menandakan kadar flavonoid total lebih sedikit dan memiliki aktivitas antioksidan yang rendah dengan nilai IC50 69,065 ppm. 
OPTIMASI FORMULA ORALLY DISINTEGRATING TABLET (ODT) EKSTRAK DAUN BINAHONG (Anredera Cordifolia (Ten.) Steenis) DENGAN METODE GRANULASI BASAH MENGGUNAKAN SIMPLEX LATTICE DESIGN Wijayanti, Jihan Ari; Setiyadi, Gunawan
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 3 No. 4 (2024): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v3i4.429

Abstract

Salah satu tanaman yang dapat dimanfaatkan untuk pengobatan hipertensi yaitu daun binahong. Untuk meningkatkan efisiensi dalam mengkonsumsi ekstrak daun binahong maka dibuat dalam bentuk sediaan orally disintegrating tablet yang dapat larut dengan cepat di dalam mulut jika terkena saliva sehingga efek dari obat yang dihasilkan diharapkan menjadi lebih cepat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dan perbandingan komponen superdisintegran crospovidone dan croscarmellose sodium sehingga dapat menghasilkan formula sediaan ODT yang mempunyai sifat fisik optimum dengan parameter keseragaman bobot, kekerasan, kerapuhan, dan waktu hancur. Formula ODT dibuat menggunakan metode granulasi basah dan menggunakan program Design Expert 13 dengan model Simplex Lattice Design (SLD). Konsentrasi optimum yang diperoleh untuk sediaan ODT yaitu kombinasi crospovidone sebesar 2% dan croscarmellose sodium 5% dengan nilai desirability 0,771.
UJI ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL DAN FRAKSI DAUN Strobilanthes crispus TERHADAP Staphylococcus aureus DAN Pseudomonas Muflihah, Cita Hanif; Pratiwi, Sekar Suci
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 3 No. 4 (2024): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v3i4.430

Abstract

Infeksi nosokomial sering terjadi di rumah sakit, disebabkan oleh bakteri seperti Staphylococcus aureus dan Pseudomonas aeruginosa. Penelitian ini menguji aktivitas antibakteri ekstrak etanol dan fraksi daun keji beling terhadap kedua bakteri tersebut, serta mengidentifikasi golongan senyawa yang berperan. Ekstraksi dilakukan dengan maserasi, fraksinasi dengan partisi cair-cair, dan uji aktivitas antibakteri dengan metode difusi disk. Ekstrak etanol menunjukkan aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus, dengan zona hambat terbesar 9,63 ± 0,41 mm pada dosis 10 mg/disk. Fraksi etil asetat menunjukkan zona hambat terbesar 14 ± 0,61 mm terhadap bakteri yang sama. Namun, baik ekstrak maupun fraksi tidak aktif terhadap Pseudomonas aeruginosa. Identifikasi senyawa dengan KLT menunjukkan adanya tanin/fenolik dan alkaloid pada ekstrak etanol dan fraksi etil asetat, tetapi bioautografi menunjukkan senyawa-senyawa ini tidak memiliki aktivitas antibakteri secara tunggal.
UJI ANTIBAKTERI EKSTRAK DAUN KIRINYUH (Chromolaena odorata L.) DAN DAUN SALAM (Syzygium polyanthum) TERHADAP Pseudomonas aeruginosa DAN Bacillus subtilis Damayanti, Eka; Maryati, Maryati
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 4 No. 1 (2025): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v4i1.519

Abstract

Infeksi merupakan masalah kesehatan paling umum ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Bakteri Pseudomonas aeruginosa dan Bacillus subtilis merupakan bakteri yang dapat menimbulkan infeksi lokal maupun sistemik. Tujuan penelitian ini adalah menguji aktivitas antibakteri daun kirinyuh (Chromolaena odorata L.) dan daun salam (Syzygium polyanthum) terhadap bakteri Pseudomonas aeruginosa dan Bacillus subtilis dan mengidentifikasi golongan senyawa yang berperan sebagai agen antibakteri. Etanol 96% digunakan dalam maserasi ekstrak. Uji aktivitas antibakteri menggunakan metode difusi cakram. DMSO digunakan sebagai kontrol negatif, dan sampel yang diuji adalah ekstrak dengan konsentrasi 2, 4, 6, 8, dan 10 mg/disk. Siprofloksasin sebagai kontrol positif. Hasil penelitian menunjukkan adanya aktivitas antibakteri terhadap bakteri Pseudomonas aeruginosa dan Bacillus subtilis pada ekstrak daun kirinyuh konsentrasi 10 mg/disk dengan rerata diameter zona hambat 7,33 ± 0,58 mm dan 10,33 ± 0,58 mm dan pada ekstrak daun salam konsentrasi 10 mg/disk dengan rerata diameter zona hambat 15,67 ± 0,58 mm dan 15,67 ± 0,29 mm. Hasil analisis KLT menunjukkan ekstrak daun kirinyuh dan daun salam mengandung flavonoid, alkaloid, tanin, dan terpenoid. Uji bioautografi menunjukkan adanya zona hambat pada golongan senyawa terpenoid.
OPTIMASI FORMULA ORALLY DISINTEGRATING TABLET EKSTRAK DAUN Moringa oleifera MENGGUNAKAN METODE GRANULASI BASAH DENGAN ANALISIS SIMPLEX LATTICE DESIGN Aini, Zanuar Syifa'ul; Setiyadi, Gunawan
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 4 No. 1 (2025): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v4i1.521

Abstract

Tanaman kelor (Moringa oleifera) memiliki kandungan flavonoid untuk antidiabetes. Penggunaan daun kelor biasanya dalam masyarakat dengan cara diseduh atau dikonsumsi dalam sediaan tablet. Akan tetapi, hal tersebut dirasa kurang praktis terutama bagi lansia yang sulit untuk menelan. Oleh karena itu diciptakan inovasi baru untuk meningkatkan efisiensi yaitu dalam bentuk sediaan ODT. Orally Disintegrating Tablet adalah tablet tidak bersalut yang dimaksudkan untuk dimasukkan ke dalam mulut dan kemudian didispersikan dengan cepat sebelum ditelan dan batas disintegrasi yang diberikan untuk tablet ini adalah 3 menit. Tujuan penelitian ini adalah mengidentifikasi formulasi optimal ODT ekstrak daun kelor dengan menentukan pengaruh penggunaan kombinasi superdisintegrant crospovidone (CP) dan croscarmellose sodium (CS) dengan parameter keseragaman  bobot, kekerasan tablet, waktu hancur dan kerapuhan. Formula optimal dibuat dengan metode granulasi basah dan diolah dengan menggunakan program Design Expert 13 dengan menggunakan model simplex lattice design. Formula optimal yang dihasilkan memilki nilai desirability tertinggi 0,823 dengan crospovidone (23 mg) dan croscarmellose sodium (12 mg) yang menghasilkan kekerasan 4,15±0,51 ; kerapuhan 0,51±0,20 ; waktu hancur 155,22±10,89 dan keseragaman bobot 1,82±9,22.
FORMULASI GEL TABIR SURYA DARI EKSTRAK DAUN TEH HIJAU (Camellia sinensis) SERTA UJI AKTIVITAS UV-A PROTECTION FACTOR SECARA IN VITRO Maulana, Riza; Rahmah, Maulidia Kartika Putri
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 4 No. 1 (2025): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v4i2.526

Abstract

Sekitar 90% radiasi UV diwakili oleh Sinar UV-A yang mampu menembus kulit hingga lapisan dermis dan menghasilkan banyak stres oksidatif 10 kali lebih kuat daripada UV-B. Daun teh hijau memiliki antioksidan yang sangat tinggi, mampu memberikan perlindungan dari sinar UV. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kekuatan UV-A Protection Factor yang terdapat di formula gel, dengan konsentrasi ekstrak daun teh hijau 0%, 14%, 16%, 18%, dan 20% (F1-F5), secara in vitro dengan spektrofotometri UV-Vis. Uji sifat fisik meliputi uji organoleptik, pH, viskositas, daya sebar, daya lekat. Nilai UV-A Protection factor yang dihasilkan akan diinterpretasikan menggunakan metode Boots Star atau rasio UV-A/UV-B. Data SPF dianalisis menggunakan uji one way ANOVA dengan tingkat kepercayaan 95% untuk menguji perbedaan pada setiap konsentrasi sebelum dan sesudah diberikan perlakuan. Hasil diperoleh dalam penelitian ini gel tabir surya ekstrak daun teh hijau yang memenuhi standar kualitas gel yang baik secara organoleptik, pH, viskositas, daya sebar, dan daya lekat adalah F4 dan F5. Hasil interpretasi Boots Star menghasilkan F1, F2, F4, dan F5 menunjukan kategori ultra dan F3 kategori superior. Hasil analisis data dengan perbedaan konsentrasi menyatakan adanya perbedaan yang signifikan (p-value<0,05).