cover
Contact Name
Setyo Nurwaini
Contact Email
sn164@ums.ac.id
Phone
+6287836559013
Journal Mail Official
usadha@ums.ac.id
Editorial Address
Faculty of Pharmacy, Universitas Muhammadiyah Surakarta jln Ahmad Yani Tromol Pos 1 Pabelan Kartasura
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Usadha Journal of Pharmacy
ISSN : -     EISSN : 28279905     DOI : 10.23917/usadha
Core Subject : Health, Science,
The Usadha Journal of Pharmacy aims to present up-to-date research, surveys, and literature reviews encompassing various domains of pharmaceutical sciences. These domains include pharmacology, pharmacokinetics, formulation technology, optimization of excipients, standardization of extracts and herbal products, determination of pharmacological activities in natural sources, drug synthesis and development, molecular biology, antibiotic screening, metabolite profiling and quantification, clinical pharmacy, and health and environmental concerns. Each edition of the journal will cover these aspects comprehensively. The publication will encompass a wide range of topics, including chemistry, biochemistry, biotechnology, pharmacology, and many aspects of pharmaceutical research. It will feature communications, complete research papers, reports, and reviews, providing comprehensive coverage in these fields.
Articles 262 Documents
VALIDASI METODE ANALISIS PARACETAMOL DAN ASAM MEFENAMAT DALAM JAMU PEGAL LINU DENGAN METODE SPEKTROFOTOMETRI UV SIMULTAN Rachmawati, Fiony Diva; Hidayatullah, Muhammad Haqqi
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 4 No. 1 (2025): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v4i2.528

Abstract

Jamu sebagai obat tradisional banyak dimanfaatkan oleh masyarakat untuk mencegah atau mengobati berbagai macam penyakit. Namun, tingginya minat masyarakat terhadap jamu sering dimanfaatkan secara tidak etis oleh produsen dengan menambahkan Bahan Kimia Obat (BKO) untuk meningkatkan penjualan karena diyakini dapat memberikan efek lebih cepat. Penelitian ini bertujuan untuk memvalidasi metode analisis bahan kimia obat pada jamu pegal linu. Analisis kualitatif dilakukan dengan metode kromatografi lapis tipis sedangkan analisis kuantitatif memanfaatkan metode spektrofotometri UV secara simultan. Standar yang digunakan dalam penelitian adalah parasetamol dan asam mefenamat. Fase diam yang digunakan silika GF254 dan fase gerak yang digunakan kloroform : etanol 96% (9:1). Validasi metode analisis melibatkan empat parameter yaitu linieritas, presisi, batas deteksi, dan batas kuantitasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis kualitatif dengan kromatografi lapis tipis mendeteksi keberadaan bahan kimia asam mefenamat di semua sampel dan sampel C, D, I, dan J mengandung bahan kimia parasetamol, sedangkan analisis kuantitatif dengan spektrofotometri UV simultan menghasilkan parameter validasi seperti linearitas, akurasi, presisi, dan kadar yang memenuhi syarat. Pada penetapan kadar menunjukkan bahwa kadar parasetamol dan asam mefenamat yang tertinggi adalah sampel G yaitu 0,570% b/b dan 0,684% b/b.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN DENGAN SIKAP DAN PERILAKU ORANG TUA DI KELURAHAN SRONDOL KULON BANYUMANIK SEMARANG TERHADAP DIARE PADA BALITA Nurrahma, Saska Hanifah; Hajma, Lilla Prapdhani Agni
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 4 No. 1 (2025): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v4i1.532

Abstract

Diare akut merupakan kondisi gangguan buang air besar yang ditandai dengan perubahan konsistensi tinja menjadi lebih cair selama lebih dari 3 hari tanpa disertai lendir dan darah. Pengobatan dapat dilakukan secara mandiri (swamedikasi) namun harus didasari pengetahuan obat yang memadai. Pengetahuan orang tua terhadap penanganan suatu penyakit merupakan faktor yang mempengaruhi sikap dan perilaku. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui hubungan antara tingkat pengetahuan dengan sikap dan perilaku orang tua di kelurahan Srondol Kulon Banyumanik Semarang terhadap kejadian diare akut pada balita. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Rancangan penelitian yang digunakan adalah non eksperimental dan data diperoleh melalui sebaran kuisioner. Penelitian ini dilakukan di kelurahan Srondol Kulon Banyumanik Semarang dengan melibatkan sejumlah 105 responden yang memenuhi kriteria inklusi yaitu masyarakat dengan rentang usia 26-45 tahun yang pernah menangani diare akut pada anak. Diperoleh hasil berupa tingkat pengetahuan orang tua dalam kategori baik dengan persentase 97%, sikap dengan kategori baik dengan persentase 87,6% dan perilaku dalam kategori baik dengan persentase 93,3%. Terdapat hubungan antara pengetahuan dengan sikap dan perilaku yang dianalisis dengan metode korelasi Spearmant Rank. Hubungan tersebut memiliki nilai signifikansi 0,000 dengan nilai r 0,688 dan 0,643 dalam kategori kuat.
EVALUASI PERESEPAN PADA PASIEN GERIATRI DENGAN DIABETES MELITUS TIPE 2 DI INSTALASI RAWAT INAP BERDASARKAN BEERS CRITERIA Taqia, Nayla; Mutmainah, Nurul
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 4 No. 1 (2025): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v4i2.530

Abstract

Peresepan obat pada pasien geriatri memerlukan pertimbangan khusus dikarenakan sistem organ serta enzim yang berperan dalam metabolisme dan ekskresi obat tidak berfungsi secara optimal. Beers Criteria dapat dijadikan acuan dalam memberikan obat pada geriatri dan mengidentifikasi adanya obat yang berpotensi tidak tepat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya obat-obat yang tidak tepat pada pasien geriatri dengan Diabetes Melitus Tipe 2 (DMT2) berdasarkan Beers Criteria periode Januari 2023 – Agustus 2024. Jenis penelitian ini adalah penelitian non experimental dan dianalisis dengan metode deskriptif dari data retrospektif berupa rekam medis. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik purposive sampling, berdasarkan kriteria inklusi: pasien berusia ≥ 65 tahun yang di diagnosa DMT2 dengan atau tanpa penyakit penyerta yang menjalani rawat inap pada bulan Januari 2023 - Agustus 2024, rekam medik lengkap meliputi usia, jenis kelamin, nama obat, dan diagnosis, serta hasil pemeriksaan laboratorium (serum kreatinin). Hasil penelitian menunjukkan dari 77 pasien rawat inap sebagian besar masuk dalam kategori 1, sebanyak 83,31% merupakan resep polifarmasi dan 75 pasien (97,40%) menerima obat yang termuat dalam Beers Criteria 2023 dengan Omeprazole merupakan yang paling banyak diresepkan yaitu 67 pasien (87,01%). Simpulan dari penelitian ini adalah sebagian besar pasien geriatri mendapat terapi polifarmasi dan menerima pengobatan yang berpotensi tidak tepat berdasarkan Beers Criteria 2023, sehingga hal ini dapat dijadikan pertimbangan perlunya dilakukan monitoring terapi pada geriatri.
PENGETAHUAN, SIKAP DAN PERILAKU SWAMEDIKASI PADA MAHASISWA FARMASI DI UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA Rachmawati, Dwi Anisyah; Yulianti, Tri
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 4 No. 1 (2025): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v4i2.533

Abstract

Swamedikasi merupakan suatu upaya mengobati diri sendiri dari suatu penyakit tertentu sesuai gejala yang dirasakan tanpa saran maupun resep dari dokter. Swamedikasi yang tidak tepat dapat memicu terjadinya efek samping, serta memperparah kondisi pasien. Perilaku kesehatan seseorang dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti pengetahuan dan sikap. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur pengetahuan, sikap dan perilaku swamedikasi, melihat hubungan antara pengetahuan terhadap sikap dan perilaku swamedikasi serta hubungan antara sikap terhadap perilaku swamedikasi di kalangan mahasiswa Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Surakarta. Jenis penelitian ini adalah analitik observasional dengan metode cross-sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling. Metode analisis data menggunakan uji korelasi Spearman. Kriteria inklusi yang ada dalam penelitian ini meliputi mahasiswa akti farmasi UMS, bersedia mengisi kuisioner serta pernah melakukan swamedikasi. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa mayoritas responden berasal dari angkatan 2022 (20,2%) dengan jenis kelamin perempuan (84%), berusia 21 – 28 tahun (52,1%), tempat tinggal di rumah kontrak atau kos (76,6%), jarak ke fasilitas kesehatan < 1 km (50%), sumber memperoleh informasi swamedikasi berasal dari tenaga kesehatan (81,9%), batuk (89%) sebagai keluhan dilakukan swamedikasi, dan obat yang sering digunakan adalah penurun panas (90,1%). Mahasiswa Fakultas Farmasi Universitas Muhammadiyah Surakarta memiliki pengetahuan, sikap dan perilaku yang tergolong baik dengan persentase berturut-turut adalah 55%, 73,4% dan 56,4%. Berdasarkan analisis korelasi, pengetahuan memiliki hubungan signifikan terhadap sikap dan perilaku swamedikasi dan sikap memiliki hubungan yang signifikan terhadap perilaku swamedikasi dengan nilai p-value masing-masing sebesar 0,001 (p-value < 0,05).
SKRINING FITOKIMIA DAN UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK ETANOL AKAR BAJAKAH (Spatholobus littoralis Hassk) PADA TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus) YANG DIINDUKSI ALOKSAN Ramadhan, Ilham; Sujono, Tanti Azizah
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 4 No. 1 (2025): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v4i2.550

Abstract

Antioksidan didefinisikan sebagai zat alami maupun zat sintetis yang dapat melindungi sel karena proses oksidasi. Antioksidan alami yang didapat dari alam yaitu akar bajakah (Spatholobus littoralis Hassk) diteliti dengan uji aktifitas antioksidan DPPH secara in vitro memiliki potensi antioksidan yang kuat. Induksi aloksan bertujuan untuk membuat hewan uji stres oksidatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kandungan fitokimia pada ekstrak etanol akar bajakah (EEAB) dan membuktikan aktivitas EEAB secara in vivo dengan parameter kadar malondialdehid (MDA) pada hati dan plasma darah tikus aloksan. Akar bajakah diekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96% selama 3 hari. Pada penelitian ini menggunakan 30 ekor tikus yang dibagi menjadi 6 kelompok yaitu kontrol normal, kontrol positif Vitamin C, kelompok 4-6 berturut-turut diberikan EEAB dosis 50, 100, 200 mg/kgBB. Induksi aloksan dilakukan secara intraperitonial. Perlakuan dilakukan selama 9 hari. Pengambilan sampel darah sebelum perlakuan sebagai baseline, setelah induksi aloksan, dan pada hari ke 3, 6, dan 9. Pada hari terakhir perlakuan tikus diterminasi, menunjukkan bahwa hasil uji skrining fitokimia EEAB mengandung senyawa saponin, fenolik, flavonoid, terpenoid, dan steroid. Dari hasil uji penelitian menunjukkan EEAB positif senyawa saponin, fenolik, flavonoid, dan terpenoid dan memiliki potensi antioksidan pada dosis 200mg/KgBB.
TINJAUAN LITERATUR: AKTIVITAS ANTIOKSIDAN BIJI KEDELAI HITAM Hana, Ulya Rosa; Sujono, Tanti Azizah
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 3 No. 4 (2024): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v4i2.436

Abstract

Kedelai hitam (Glycine max) merupakan sumber antioksidan alami yang kaya akan senyawa bioaktif. Literatur review ini mengkaji aktivitas antioksidan, senyawa kimia, dan metode analisis antioksidan kedelai hitam. Artikel dipilih berdasarkan beberapa kriteria inklusi yang sudah ditetapkan, di antaranya artikel yang akan dikaji dibatasi dalam rentang tahun 2014 sampai 2024 dengan menggunakan kata kunci “antioksidan kedelai hitam”, “aktivitas antioksidan kedelai hitam”, “antioksidan dan kedelai hitam”, “antioxidant activity of black soybean”, dan “antioxidant and black soybean”, artikel harus menggunakan Bahasa Indonesia atau Bahasa Inggris, artikel diakses secara full text, dan artikel harus merupakan research article. Hasil kajian literatur menunjukkan bahwa biji kedelai berkulit hitam memiliki aktivitas antioksidan yang lebih tinggi dibandingkan biji kedelai dengan warna kulit lain. Kedelai hitam mengandung antosianin, flavan-3-ol, dan senyawa aktif lainnya yang berkontribusi pada aktivitas antioksidan. Berdasarkan pengkajian literatur, metode analisis aktivitas antioksidan kedelai hitam meliputi ABTS, DPPH, FRAP, H-ORAC, dan ORAC.
MODIFIKASI POLIMER HIDROKSIPROPIL METIL SELULOSA DAN SODIUM TRIPOLIFOSFAT DENGAN METODE TAUT SILANG Yulianto, M.Farrel Shyva Pradana; Suprapto, Suprapto
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 4 No. 1 (2025): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v4i2.527

Abstract

HPMC memiliki struktur mekanik yang kuat, kualitas mekanik dan penghalang film dapat ditingkatkan dengan penambahan (STPP). STPP cenderung mengisi ruang kosong di pori- pori matriks dengan meningkatkan sifat tarik film dan permeabilitas uap air sehingga STPP dapat memperkuat film HPMC. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perubahan fisika dan kimia yang terjadi pada HPMC termodifikasi ketika STPP digunakan sebagai agen pengikat silang pada berbagai konsentrasi. Penelitian ini dibuat 4 formula dengan HPMC 25 g dan berbagai variasi konsentrasi dari STPP (tanpa perlakuan, 0,5%, 1%, dan 2%). Pada HPMC yang dimodifikasi, dilakukan pengujian FTIR, sifat alir dan sudut diam. Hasil yang didapatkan pada uji FTIR yang terbentuk crosslink ada pada konsentrasi STPP 1% dan 2% yang ditandai dengan adanya pita serapan gugus P-O-C pada gelombang 1018cm-1. HPMC yang dimodifikasi menunjukkan karakteristik aliran yang baik dan memenuhi kriteria untuk sudut diam yang baik dalam pengujian sifat alir dan sudut diam.
KAJIAN PENGGUNAN OBAT KELASI BESI PADA PASIEN TALASEMIA MAYOR DI RSUD X KEBUMEN TAHUN 2023 Nurhasanah, Lutfia; Ainni, Ayu Nissa; Widiastuti, Tri Cahyani; Khuluq, Muh. Husnul
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 4 No. 1 (2025): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v4i2.531

Abstract

Talasemia mayor merupakan jenis talasemia yang harus menjalankan transfusi darah seumur hidup. Obat kelasi besi digunakan untuk mengurangi peningkatan kadar besi dalam tubuh karena efek samping transfusi darah. Penggunaan obat kelasi besi, dapat menyebabkan efek yang signifikan, sehingga penting untuk mengkaji terapi pengobatan selama penggunaannya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui karakteristik pasien dan ketepatan penggunaan obat kelasi besi berdasarkan tepat indikasi, dosis, pasien, obat, dan rute pemberian obat di RSUD X Kebumen periode tahun 2023. Metode penelitian ini menggunakan metode  deskriptif, pengambilan data secara retrospektif. Populasi seluruh rekam medis pasien dengan diagnosis talasemia mayor periode Januari-Desember 2023 yang memenuhi kriteria inklusi yaitu pasien talasemia mayor yang sedang menjalani pengobatan kelasi besi. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan sebanyak 74 pasien sesuai kriteria inklusi, jenis kelamin terbanyak perempuan (61%) dengan usia13-64 tahun (70,1%), obat kelasi besi yang paling banyak yaitu Deferipron 500 mg (68,9%). Ketepatan dosis Deferipron 500 mg (4%), Deferasirox 250mg (20%), Deferasirox 500 mg (67%), dan tepat rute pemberian (100%). Berdasarkan hasil penlitian etsrbut dapat disimpulkan bahwa kajian penggunaan obat kelasi besi pada pasien talasemia mayor di RSUD X masih terdapat beberapa pemberian obat yang tidak tepat dosis obat sebesar 59 pasien (79%).
LITERATUR REVIEW : AKTIVITAS FARMAKOLOGI TANAMAN SALAK (Salacca zalacca) Kurniawan, Dedy; Haryoto, Haryoto
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 4 No. 2 (2025): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v4i3.535

Abstract

Indonesia memiliki kekayaan hayati yang tinggi. Salah satu kekayaan hayati Indonesia adalah tanaman salak. Tanaman salak (Salacca zalacca) merupakan tanaman tropis yang dapat ditemukan hampir di seluruh wilayah Indonesia. Tanaman salak diketahui memiliki berbagai aktivitas farmakologi. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa tanaman salak memiliki aktivitas farmakologi sebagai antioksidan, diuretik, dan lainnya. Tujuan penulisan literature review ini adalah untuk mengkaji aktivitas-aktivitas farmakologi pada tanaman salak berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dan dipublikasikan sebelumnya. Metode yang digunakan untuk penyusunan literature review dilakukan dengan penelusuran melalui database google scholar dan pubmed menggunakan kata kunci “Salacca AND (Activity OR Aktivitas OR Pharmacology OR Farmakologi)”. Artikel yang diperoleh kemudian disaring dengan kriteria inklusi dan eksklusi. Kriteria inklusi yang digunakan adalah literatur primer tahun 2013-2022 yang dapat diakses full textnya dan artikel nasional atau internasional yang membahas tentang aktivitas farmakologi pada tanaman salak. Berdasarkan hasil penelusuran yang dilakukan didapatkan 25 artikel yang memenuhi kriteria. Hasil analisis menunjukkan tanaman salak memiliki aktivitas sebagai antioksidan, α-glucosidase inhibitory, antikanker, antibakteri, antifungi, antihiperurisemia dan diuretik.
AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK SAMBUNG NYAWA, PEGAGAN, KETEPENG CINA, DAN BAYAM MERAH TERHADAP Pseudomonas aeruginosa ATCC 27853 SENSITIF DAN RESISTEN Nabila, Devina Talitha; Indrayudha, Peni
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 4 No. 2 (2025): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v4i3.536

Abstract

Bakteri Gram-negatif Pseudomonas aeruginosa merupakan patogen oportunistik yang dapat menyebabkan infeksi nosokomial, neutropenia, luka bakar parah, atau fibrosis kistik. Penggunaan antibiotik yang berlebihan dan kurang tepat dapat mengakibatkan bakteri menjadi resisten. Salah satu alternatif pengobatan resistensi bakteri adalah menggunakan tanaman obat seperti sambung nyawa, pegagan, ketepeng cina, dan bayam merah. Penelitian ini dilakukan untuk menentukan aktivitas antibakteri keempat ekstrak tanaman tersebut terhadap bakteri Pseudomonas aeruginosa ATCC 27853 sensitif dan resisten serta untuk mengetahui golongan senyawa antibakteri pada ekstrak tanaman yang mempunyai aktivitas antibakteri paling tinggi dengan bioautografi. Keempat tanaman diekstraksi dengan etanol 96% menggunakan metode maserasi. Metode yang digunakan untuk mengetahui aktivitas antibakteri dari empat ekstrak adalah metode difusi disk dengan seri konsentrasi ekstrak yang digunakan yaitu 20%, 40%, dan 80% b/v. Kandungan senyawa pada ekstrak yang paling poten dilakukan analisis menggunakan kromatografi lapis tipis (KLT) dan bioautografi. Hasil dari uji antibakteri menunjukkan bahwa ekstrak ketepeng cina memiliki potensi antibakteri tertinggi terhadap bakteri Pseudomonas aeruginosa ATCC 27853 sensitif dengan zona hambat pada konsentrasi 20%, 40%, dan 80% berturut-turut adalah 7 ± 0 mm, 8 ± 0,87 mm, dan 8,2 ± 0,29 mm. Hasil uji ekstrak ketepeng cina terhadap bakteri Pseudomonas aeruginosa resisten didapatkan zona hambat sebesar 9,17 ± 0,29 mm, 9,50 ± 2,60 mm, dan 13,67 ± 1,15 mm. Hasil dari uji KLT ekstrak ketepeng cina memiliki kandungan flavonoid, saponin, terpenoid, tanin, steroid, dan alkaloid. Hasil bioautografi menunjukkan bahwa ketepeng cina pada bakteri Pseudomonas aeruginosa ATCC 27853 sensitif dan resisten tidak ada zona hambat yang terbentuk.