cover
Contact Name
Setyo Nurwaini
Contact Email
sn164@ums.ac.id
Phone
+6287836559013
Journal Mail Official
usadha@ums.ac.id
Editorial Address
Faculty of Pharmacy, Universitas Muhammadiyah Surakarta jln Ahmad Yani Tromol Pos 1 Pabelan Kartasura
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Usadha Journal of Pharmacy
ISSN : -     EISSN : 28279905     DOI : 10.23917/usadha
Core Subject : Health, Science,
The Usadha Journal of Pharmacy aims to present up-to-date research, surveys, and literature reviews encompassing various domains of pharmaceutical sciences. These domains include pharmacology, pharmacokinetics, formulation technology, optimization of excipients, standardization of extracts and herbal products, determination of pharmacological activities in natural sources, drug synthesis and development, molecular biology, antibiotic screening, metabolite profiling and quantification, clinical pharmacy, and health and environmental concerns. Each edition of the journal will cover these aspects comprehensively. The publication will encompass a wide range of topics, including chemistry, biochemistry, biotechnology, pharmacology, and many aspects of pharmaceutical research. It will feature communications, complete research papers, reports, and reviews, providing comprehensive coverage in these fields.
Articles 255 Documents
LITERATURE REVIEW : EFEKTIVITAS BERAS MERAH (Oryza nivara) DALAM MENURUNKAN KADAR GLUKOSA DARAH PADA TIKUS DIABETES Putri Aeni Yuhdi; Arini Fadhillah
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 1 No. 2 (2022): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v1i2.123

Abstract

Diabetes mellitus merupakan penyakit metabolik yang ditandai dengan hiperglikemia karena kelainan kerja insulin, sekresi insulin atau kedua hal tersebut. Menurut Riskesdas, prevalensi diabetes melitus tahun 2013 sampai 2018 meningkat dari 6,9% menjadi 8,5% berdasarkan pengukuran kadar glukosa darah. Salah satu faktor risiko dari penyakit diabetes melitus khususnya tipe 2 disebabkan oleh pola hidup yang tidak sehat terutama pola makan. Salah satu komponen makanan yang baik untuk dikonsumsi pasien diabetes mellitus adalah serat. Beras merah merupakan karbohidrat dengan kandungan serat yang tinggi. Pemberian beras merah dapat menurunkan kadar glukosa darah penderita diabetes mellitus. Literatur review ini disusun dengan melakukan pencarian artikel pada database Google Scholar menggunakan kata kunci untuk pencarian artikel bahasa Indonesia yaitu “beras merah” DAN “antidiabetes” DAN “tikus” ditampilkan artikel sebanyak 301 artikel, sedangkan pencarian artikel dengan kata kunci “red rice” AND “antidiabetic” AND “rat” ditampilkan artikel sebanyak 224 artikel. Kriteria inklusi pada literature review ini yaitu rentang tahun publikasi artikel 2011-2021 yang membahas uji in vivo tikus dengan aktivitas penurunan kadar glukosa darah berbagai sediaan beras merah dan artikel tersebut free full text. Setelah dilakukan skrining, didapatkan 8 artikel. Hasil analisis didapatkan bahwa beras merah dapat menurunkan kadar glukosa darah tikus diabetes dengan berbagai bentuk seperti kecambah, ekstrak etanol, dan pelet beras merah. Kandungan beras merah yang bermanfaat sebagai antidiabetes diantaranya serat, flavonoid (antosianin), γ-oryzanol, protein, dan amilosa.
FORMULASI MASKER GEL PEEL OFF EKSTRAK DAUN PANDAN WANGI (Pandanus amaryllifolius Roxb.) DAN AKTIVITASNYA TERHADAP Staphylococcus epidermidis Widya Diniawati; Setyo Nurwaini
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 2 No. 3 (2023): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v2i3.124

Abstract

Jerawat berasal dari peningkatan produksi minyak di kulit, peradangan, dan pertumbuhan bakteri seperti Staphylococcus epidermidis. Daun pandan wangi (Pandanus amaryllifolius Roxb.) mengandung flavonoid, alkaloid, saponin, dan terpenoid yang memiliki aktivitas antibakteri. Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui aktivitas antibakteri masker gel peel off daun pandan wangi terhadap bakteri Staphylococcus epidermidis serta mengetahui karakteristik dan sifat fisikokimia masker gel peel off ekstrak daun pandan wangi dengan berbagai konsentrasi ekstrak selama 4 minggu penyimpanan. Ekstraksi daun pandan wangi menggunakan metode maserasi dengan etanol-etil asetat (1:1 v/v). Sediaan diuji sifat fisik meliputi organoleptis (warna, bau, dan homogenitas), daya sebar, daya lekat, pH, dan kecepatan mengering. Ekstrak dan sediaan diuji aktivitas antibakterinya dengan metode difusi sumuran. Konsentrasi ekstrak daun pandan wangi yang diformulasikan menjadi masker gel peel off adalah 5% (F1), 10% (F2),15% (F3), dan 20% (F4).Pengaruh konsentrasi ektrak terhadap aktivitas antibakteri dan sifat fisikokimia dapat diketahui menggunakan one way ANOVA dan untuk mengetahui stabilitas masker gel peel off dilakukan uji T-berpasangan pada minggu ke-1 dan minggu ke-4. Hasil menunjukkan semakin besar konsentrasi ekstrak daun pandan wangi menyebabkan peningkatan aktivitas antibakteri, daya lekat, kecepatan mengering, serta penurunan daya sebar dan pH.Masker gel peel off stabil selama 4 minggu penyimpanan.
AKTIVITAS ANTIOBESITAS KOMBINASI TEPUNG UMBI SUWEG (Amorphophallus paeoniifolius) DAN EKSTRAK ETANOL DAUN JATI BELANDA (Guazuma ulmifolia Lamk.) PADA MODEL TIKUS OBESITAS Fathimah Muyassaroh; Muhtadi Muhtadi
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 1 No. 4 (2022): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v1i4.125

Abstract

Obesitas merupakan kondisi terjadi kelebihan simpanan lemak di jaringan adiposa yang disebabkan ketidakseimbangan antara energi masuk dibandingkan kebutuhannya. Umbi Suweg (Amorphophallus paeoniifolius) termasuk salah satu tanaman berpotensi sebagai antiobesitas yang masih jarang diketahui. Kandungan glukomanan pada umbi suweg dapat menurunkan berat badan. Daun Jati Belanda (Guazuma ulmifolia Lamk.) adalah salah satu tanaman yang dapat digunakan sebagai antiobesitas. Senyawa tanin dan flavonoid pada daun jati belanda diketahui dapat membantu menurunkan berat badan. Penelitian ini bertujuan untuk membuktikan kombinasi tepung umbi suweg dan ekstrak etanol daun jati belanda memiliki aktivitas antiobesitas lebih baik dibandingkan tepung umbi suweg. Pengujian dilakukan dengan 6 kelompok perlakuan yang terdiri atas 5 ekor tikus galur Wistar yang diinduksi pakan tinggi karbohidrat. Kelompok perlakuan terbagi menjadi kontrol negatif, kontrol positif (Orlistat dosis 8 mg/kgBB) dan kelompok dosis ekstrak dengan dosis berbeda yaitu umbi suweg 50 mg/kgBB, kombinasi ekstrak umbi suweg dan daun jati belanda (50+62,5; 50+125; 50+250) mg/kgBB. Indeks Lee > 0,3 diukur untuk melihat pengaruh induk diet tinggi karbohidrat dan pemberian ekstrak. Data diuji statistik menggunakan One Way Anova dengan tingkat kepercayaan < 0,05 dan dilanjutkan dengan Post Hoc Tukey HSD. Hasil penelitian menunjukkan kombinasi tepung umbi suweg (Amorphophallus paeoniifolius) dan ekstrak etanol daun jati belanda (Guazuma ulmifolia Lamk.) memliki aktivitas antiobesitas yang sama dengan tepung umbi suweg (Amorphophallus paeoniifolius) saja.
SURVEI PENGGUNAAN INTERNET UNTUK PENCARIAN INFORMASI OBAT DAN PENGOBATAN DI KALANGAN MAHASISWA UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA ANGKATAN 2018 Elok Fajar Arisanti; Mariska Sri Harlianti
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 1 No. 2 (2022): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v1i2.126

Abstract

Sebanyak 73,7% dari populasi di Indonesia merupakan pengguna internet, hal tersebut berpengaruh besar terhadap penggunaan internet di masyarakat. Di zaman modern ini, internet adalah media yang memudahkan pencarian informasi. Lebih dari 50% perilaku penggunaan internet dimanfaatkan untuk mencari informasi kesehatan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggambarkan penggunaan internet dalam pencarian informasi obat dan pengobatan oleh mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta angkatan 2018. Penelitian ini adalah penelitian survei deskriptif. Penelitian dilakukan dengan pengisian kuesioner berupa 12 pertanyaan terbuka dengan bentuk check list dan isian singkat terkait penggunaan internet untuk pencarian informasi obat dan pengobatan yang diisi secara online melalui google form oleh responden. Responden yang terlibat dalam penelitian ini yaitu sebanyak 261 mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta Angkatan 2018 yang bersedia berpartisipasi dengan mengisi kuesioner online dan pernah mengakses internet untuk pencarian informasi obat dan pengobatan. Teknik pengambilan sampel penelitian ini adalah dengan menggunakan non probability sampling dengan quota sampling. Data diperoleh dari hasil kuesioner yang telah diisi oleh responden dan dianalisis secara univariat dengan bantuan MS excel dalam bentuk persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa obat-obatan yang paling banyak dicari adalah analgesik (13,7%) dengan informasi terbanyak yang dicari adalah mengenai nama atau kandungan obat (21%), sedangkan informasi pengobatan yang paling banyak dicari adalah pengobatan untuk nyeri (20,2%). Berbagai informasi tersebut paling banyak dicari melalui search engine google (97,1%), menggunakan platform website (71,5%) dengan situs website www.halodoc.com (44%). Manfaat yang paling banyak dirasakan oleh mahasiswa dalam pencarian informasi obat dan pengobatan di internet adalah dapat mendapatkan informasi obat dan pengobatan sebelum datang ke apotek maupun dokter atau bahkan tanpa perlu datang ke dokter.
FORMULASI KRIM TABIR SURYA KOMBINASI EKSTRAK ETANOL HERBA KROKOT (Portulaca oleracea L.) DAN SENG OKSIDA Rahma Prasdinar Anggraini; Setyo Nurwaini
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 1 No. 4 (2022): November
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v1i4.127

Abstract

Sinar matahari berlebih dapat menyebabkan terjadinya hiperpigmentasi, kulit kusam dan kerusakan kulit lainnya. Sinar ultra violet A (320-400 nm) berperan dalam proses tanning, sinar ultraviolet B (280-320 nm) dapat menyebabkan sunburn . Upaya perlindungan kulit salah satunya dengan penggunaan tabir surya. Tanaman krokot mengandung senyawa flavonoid yang berperan sebagai tabir surya dengan mekanisme kimia dan antioksidan. Seng oksida berperan sebagai tabir surya fisik. Tujuan pelaksanaan penelitian ini adalah untuk melihat sifat fisik, potensi tabir surya secara in-vitro (nilai SPF persentase eritema dan pigmentasi) serta sifat antioksidan pada krim ekstrak etanol herba krokot yang dikombinasi dengan seng oksida pada kelima formula. Sifat fisik yang dihasilkan semua formula rata-rata memenuhi persyaratan. Nilai SPF pada formula 1, 2, 3, 4, 5 secara berturut-turut adalah 11,38; 12,71; 16,92; 8,10; dan 8,53. Persentase eritema dan pigmentasi secara berurutan adalah 8,35 & 19,08; 6,99 & 13,43; 3,19 & 8,20; 20,94 & 40,37; dan 12,90 & 24,81. Aktivitas antioksidan (µg/mL) ekstrak, krim formula 1, 2, 3, dan 5 adalah 123,01; 249,97; 203,21; 172,70; dan 160,30.
LITERATURE REVIEW: EKSTRAK BAYAM MERAH (Amaranthus tricolor) SEBAGAI ANTIBAKTERI Jessica Sastry Ajeng; Ika Trisharyanti Dian Kusumowati
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 1 No. 2 (2022): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v1i2.128

Abstract

Berdasarkan penelitian, keluarga dari Amaranthus spp. dilaporkan memiliki aktivitas antibakteri. Begitu pula, penelitian mengenai ekstrak Amaranthus tricolor sebagai antibakteri telah banyak dilakukan, baik sebagai ekstrak murni atau dengan senyawa lainnya. Aktivitas antimikroba yang dimilikinya disebabkan oleh adanya fitokonstituen berupa tanin, steroid, dan flavonoid. Sebagai pengembangan dan spesifikasi terhadap Amaranthus tricolor maka, literature review ini bertujuan untuk mengkaji kemampuan aktivitas antibakteri pada ekstrak Amaranthus tricolor (L), mengenai aktivitas ekstrak bayam merah (Amaranthus tricolor) sebagai antibakteri, jenis bakteri yang mampu dihambat, dan konsentrasi hambat minimum dari ekstrak bayam merah (Amaranthus tricolor) sebagai antibakteri. Penulisan literature review ini dengan melakukan pencarian jurnal melalui database Google Scholar dan Pubmed. Kata kunci yang digunakan yaitu “Amaranthus tricolor” AND “antibacterial”, Antibacterial AND (Red Spinach OR Amaranthus tricolor), Antibacterial efficacy AND (Red Spinach OR Amaranthus tricolor), (“Bayam merah” OR “Amaranthus tricolor”) AND Antibakteri, Antibakteri AND (Bayam Merah OR Amaranthus tricolor). Kriteria inklusi meliputi studi tentang antibakteri, jurnal tentang penelitian bayam merah (Amaranthus tricolor) sebagai antibakteri, tahun publikasi jurnal antara 2015-2021, jurnal dalam bentuk free full text menggunakan bahasa inggris atau bahasa indonesia. Dari literature review dapat disimpulkan bahwa, ekstrak bayam merah (Amaranthus tricolor) memiliki efektifitas yang baik sebagai antibakteri. Bakteri yang paling baik kepekaannya terhadap ektrak Amaranthus tricolor yaitu bakteri E.coli.
STUDI LITERATUR: PENGARUH SODIUM TRIMETAPHOSPHATE (STMP) SEBAGAI AGEN TAUTAN SILANG TERHADAP SIFAT FISIKOKIMIA BEBERAPA PATI ALAMI Kurnia Eryani; Setyo Nurwaini
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 1 No. 1 (2022): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v1i1.129

Abstract

Pati alami cenderung memiliki keterbatasan dalam pengaplikasian dibidang farmasi sehingga perlunya modifikasi untuk meningkatkan karakteristik fisikokimia pati alami. Penggunaan STMP telah banyak digunakan untuk mendapatkan pati dengan stabilitas tinggi, kelarutan rendah, dan gelatinisasi yang stabil. Maka dalam studi literatur ini bertujuan untuk mengatahui pengaruh STMP sebagai agen crosslink dan konsentrasi STMP terhadap karakter fisikokimia pati alami. Sodium trimetaphosphate memeiliki pengaruh terhadap karakteristik fisikokimia pati alami yang dihasilkan. Crosslinking pati alami dengan konsentrasi sodium trimetaphosphate (STMP) tertentu berpengaruh terhadap derajat crosslinking pati, yang berpengaruh terhadap kandungan amilosa dan sifat kristal pati. Mayoritas pati alami hasil crosslink mengalami perubahan sifat kelarutan dan swelling power lebih rendah, serta gelatinisasi yang lebih stabil. Pengaruh yang nyata dengan hadirnya gugus fungsi baru (P-O, P=O, P-O-C) pada struktur pati alami.
AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL KULIT PISANG RAJA, PISANG AMBON, PISANG TANDUK TERHADAP BAKTERI Pseudomonas aeruginosa DAN Klebsiella pneumonia Ummi Hamidah; Ika Trisharyanti Dian Kusumowati
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 1 No. 1 (2022): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v1i1.130

Abstract

Jenis kuman pathogen seperti Pseudomonas sp. dan Klebsiella sp. mempunyai resistensi tinggi terhadap beberapa antibiotik. Penyebabnya adalah penggunaan antibiotik yang berlebih. Kejadian ini memberikan peluang untuk menemukan senyawa yang berguna sebagai antimikroba dari tanaman. Indonesia memiliki beragam jenis tumbuhan, diantaranya pisang. Limbah kulit pisang dapat dimanfaatkan sebagi antimikroba. Penelitian ini bertujuan mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanol kulit pisang raja, ambon dan tanduk serta senyawa metabolit sekunder yang terdapat didalamnya. Pada penelitian menggunakan metode difusi cakram. Uji statistik two way anova menunjukkan p > 0,05 jadi tidak ada perbedaan antara 3 jenis kulit pisang. Zona hambat terbesar didapatkan pada ekstrak kulit pisang tanduk dengan 10,25±1,98 pada P.aeruginosa isolat klinis. Senyawa yang terkandung dalam kulit pisang Ambon dan Tanduk yaitu flavonoid dan alkaloid, sedangkan kulit Raja mengandung flavonoid, alkaloid, dan polifenol.
PENGARUH PEMBERIAN EDUKASI OBAT TERHADAP TINGKAT KEPATUHAN MINUM OBAT PADA PASIEN TUBERKULOSIS PARU DI BALAI BESAR KESEHATAN PARU MASYARAKAT SURAKARTA TAHUN 2019 Millata Hanifa; Nurul Mutmainah
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 1 No. 1 (2022): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v1i1.131

Abstract

Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit infeksi menular yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Tuberkulosis termasuk penyakit kronis yang mana kepatuhan dalam pengobatan menjadi hal yang sangat penting. Pengetahuan tentang penyakit tuberkulosis dan risiko ketidakpatuhan dalam pengobatan dapat meningkatkan kepatuhan pasien dalam pengobatan maka dilakukan edukasi sebagai upaya untuk meningkatkan kepatuhan pasien. Media tambahan seperti leaflet dibutuhkan untuk memudahkan pasien untuk memahami edukasi yang diberikan. Tujuan penelitian ini adalah untuk memberikan gambaran tingkat kepatuhan pasien TB paru di BBKPM Surakarta dan menganalisis tingkat kepatuhan pasien TB paru sebelum dan sesudah pemberian edukasi dengan leaflet pada kelompok intervensi dan kontrol. Penelitian dilakukan dengan metode eksperimen semu (quasi experiment) dengan control group pretest and posttest design. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Jumlah sampel dalam penelitian ini 44 responden yang dibagi menjadi dua kelompok yakni kelompok intervensi dan kelompok kontrol dengan kriteria inklusi yaitu pasien TB paru usia 18-65 tahun yang sudah menjalani pengobatan kategori I minimal 1 bulan di BBKPM Surakarta tahun 2019 dan bersedia menjadi responden serta dapat berkomunikasi. Data dianalisis dengan uji Wilcoxom dan uji Mann-Whitney. Berdasarkan hasil penelitian sebelum pemberian intervensi pasien yang patuh dalam pengobatan sejumlah 9 responden (40,9%) dan setelah pemberian intervensi jumlah pasien yang patuh menjadi 14 respondem (63,6%). Terdapat peningkatan kepatuhan yang bermakna antara sebelum dan sesudah pemberian intervensi dengan nila p (sign) 0,010 (<0,05). Sedangkan pada kelompok kontrol tidak terdapat peningkatan kepatuhan yang bermakna antara sebelum dan sesudah intervensi dengan nilai p (sign) 0,175 (>0,05). Terdapat perbedaan tingkat kepatuhan yang signifikan antara kelompok intervensi berupa edukasi
EVALUASI TERAPI ANTIVIRAL PADA PASIEN HEPATITIS B KRONIS DI INSTALASI RAWAT INAP RSUD Dr. MOEWARDI SURAKARTA PERIODE JUNI TAHUN 2018-JUNI TAHUN 2019 Kurnia Enggar Fitriani; Tri Yulianti
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 1 No. 1 (2022): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v1i1.132

Abstract

Hepatitis B kronis masih menjadi penyakit yang banyak dijumpai di Indonesia sehingga membutuhkan perhatian untuk mencegah khusus karena bersifat menular dan dapat menyebabkan kerusakan hati yang permanen. Penyebab tingginya kejadian penyakit hepatitis B kronis karena ketidaktepatan terapi pada pasien hepatitis B kronis. Evaluasi terapi diperlukan untuk mengetahui ketidaktepatan terapi antiviral pada pasien hepatitis B kronis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran penggunaan terapi antiviral dan ketepatan penggunaan terapi antiviral yang diberikan kepada pasien hepatitis B kronis di Instalasi Rawat Inap RSUD Dr. Moewardi Surakarta pada periode Juni tahun 2018 – Juni tahun 2019 yang ditinjau dari parameter tepat indikasi, tepat pasien, tepat obat, dan tepat dosis. Jenis penelitian ini bersifat non eksperimetaldengan mengambil 60 data rekam medis dari 432 pasien hepatitis B kronis dengan kriteria inklusi yang meliputi pasien rawat inap yang didiagnosa hepatitis B kronis oleh dokter, mendapatkan terapi antiviral, dan data rekam medis yang mencantumkan data laboratorium seperti HBeAg, HBV DNA dan ALT. Analisis data metode deskriptif berdasarkan Konsensus Nasional Pelaksaan Hepatitis B 2012, Informatorium Obat Nasional Indonesia, Panduan Praktik Klinis RSUD Dr. Moewardi tahun 2018, dan Drug information Handbook Edition 17th. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh tepat indikasi (100%), tepat pasien (100%), tepat obat (100%), tepat dosis (98,33%), dan ketepatan semua parameter (tepat indikasi, tepat pasien, tepat obat, dan tepat dosis) (98,33%).

Page 5 of 26 | Total Record : 255