cover
Contact Name
Setyo Nurwaini
Contact Email
sn164@ums.ac.id
Phone
+6287836559013
Journal Mail Official
usadha@ums.ac.id
Editorial Address
Faculty of Pharmacy, Universitas Muhammadiyah Surakarta jln Ahmad Yani Tromol Pos 1 Pabelan Kartasura
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Usadha Journal of Pharmacy
ISSN : -     EISSN : 28279905     DOI : 10.23917/usadha
Core Subject : Health, Science,
The Usadha Journal of Pharmacy aims to present up-to-date research, surveys, and literature reviews encompassing various domains of pharmaceutical sciences. These domains include pharmacology, pharmacokinetics, formulation technology, optimization of excipients, standardization of extracts and herbal products, determination of pharmacological activities in natural sources, drug synthesis and development, molecular biology, antibiotic screening, metabolite profiling and quantification, clinical pharmacy, and health and environmental concerns. Each edition of the journal will cover these aspects comprehensively. The publication will encompass a wide range of topics, including chemistry, biochemistry, biotechnology, pharmacology, and many aspects of pharmaceutical research. It will feature communications, complete research papers, reports, and reviews, providing comprehensive coverage in these fields.
Articles 255 Documents
FORMULASI KRIM TABIR SURYA EKSTRAK ETANOL DAUN KERSEN (Muntingia calabura L.) DAN UJI AKTIVITAS TERHADAP PERLINDUNGAN UVA Nurul Wijayanti; Riza Maulana
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 2 No. 3 (2023): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v2i3.102

Abstract

Daun kersen (Muntingia calabura L.) merupakan tanaman dengan kandungan flavonoid total dan fenolik tinggi. Flavonoid dan fenolik diduga memiliki potensi sebagai pelindung UVA dalam sediaan tabir surya. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh variasi konsentrasi ekstrak etanol daun kersen terhadap evaluasi sifat fisik sediaan krim tabir dan melihat pengaruh antara variasi konsentrasi ekstrak terhadap nilai UVA Protection Factor (UVA-PF) secara in vitro. Penentuan parameter UVA-PF in vitro berdasarkan spektrofotometer UV-Vis dengan metode Diffey-Robson dan paparan UVA menggunakan solar simulator, PD-UV lamp. Fotostabilitas krim ekstrak etanol daun kersen diamati pada sebelum dan sesudah paparan sinar UVA. Hasil penelitian menunjukkan semua formula krim secara organoleptik berwarna kecoklatan dengan bau khas daun, bentuk semisolid dan homogen. Semua formula memenuhi persyaratan sifat fisik pH dan daya lekat. Formula 1 dan formula 2 tidak memenuhi kriteria keberterimaan viskositas serta formula 3 tidak memenuhi keberterimaan daya sebar sediaan topikal. Nilai UVA Protection Factor (UVA-PF) sebelum iradiasi didapatkan untuk formula 1 (1,18), formula 2 (1,18), dan formula 3 (1,24). Nilai UVA-PF setelah iradiasi didapatkan untuk formula 1 (1,22), formula 2 (1,28), dan formula 3 (1,33). Berdasarkan klasifikasi sistem Boots star hasil untuk formula 1, 2, dan 3 memiliki tingkat perlindungan ultra terhadap sinar UVA. Pengaruh variasi konsentrasi ekstrak terhadap evaluasi sifat fisik dan nilai UVA-PF diuji dengan metode analisis statistik menggunakan SPSS dengan metode Kruskal-Wallis pada uji UVA-PF sebelum iradiasi, daya lekat, viskositas, dan pH serta metode one-way ANOVA pada uji UVA-PF sesudah iradiasi dan daya sebar. Hasil menunjukkan bahwa variasi konsentrasi ekstrak tidak berpengaruh signifikan terhadap nilai UVA-PF sebelum dan sesudah iradiasi serta terhadap nilai daya lekat. Hasil juga menunjukkan bahwa variasi konsentrasi ekstrak berpengaruh signifikan terhadap nilai viskositas, pH, dan daya sebar.
MODIFIKASI DAN KARAKTERISASI PATI JAGUNG (Zea mays, [L]) DAN XANTHAN GUM DENGAN CROSSLINKING AGENT ASAM SITRAT Septian Rizki Pratama; Suprapto Suprapto
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 1 No. 2 (2022): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v1i2.103

Abstract

Pati jagung adalah eksipien yang telah banyak digunakan dalam pembuatan sediaan tablet sebagai filler, binder dan disintegrant. Pati memiliki dua komponen yaitu amilosa dan amilopektin. Kedua molekul tersebut berperan terhadap sifat fisik dan kimia pada pati yang berpengaruh pada tingkat pembengkakan granula pati. Pati alami mengandung banyak amilosa sehingga bersifat kering, kurangnya daya lekat, dan cenderung menyerap banyak air. Oleh karena itu, perlu dilakukan modifikasi pati dan xanthan gum (XG) dengan crosslinking agent asam sitrat untuk memperbaiki kekurangan pada sifat fungsional pati agar aplikasinya lebih luas. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian XG terhadap pembentukan kopolimer crosslinking dan karakterisasinya. Penelitian ini menggunakan XG dengan variasi konsentrasi 5%, 10%, dan 20% dengan asam sitrat, dan kontrol positif (XG 5% tanpa asam sitrat). Kopolimer crosslinking hasil modifikasi dikarakterisasi meliputi uji FTIR, daya mengembang (swelling), kecepatan alir dan sudut diam. Hasil modifikasi pati jagung menunjukan adanya pembentukan crosslink pada formula 1, 2, dan 3 ditandai dengan terbentuknya gugus C=O (ester) dengan uji FTIR pada peak 1713,94 cm-1, 1714,38 cm-1, dan 1714,63 cm-1. Hasil analisis menunjukan nilai swelling power yang semakin besar, kecepatan alir yang semakin meningkat yaitu 6,52 g/detik, 9,90 g/detik dan 11,62 g/detik dan sudut diam yang semakin tinggi 23,934°, 24,564°, dan 26,543°.
LITERATURE REVIEW : EFEKTIVITAS BERAS HITAM (Oryza sativa L. indica) SEBAGAI ANTIDIABETES Alya Abida; Arini Fadhilah
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 1 No. 3 (2022): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v1i3.104

Abstract

Diabetes merupakan penyakit kronis yang terjadi karena pankreas tidak dapat menghasilkan cukup insulin atau insulin yang diproduksi tidak dapat digunakan secara efektif oleh tubuh. Hiperglikemia atau glukosa darah yang tinggi merupakan efek utama pada diabetes yang tidak terkontrol dan dalam jangka panjang menyebabkan kerusakan serius pada saraf dan pembuluh darah. Pada tahun 2015 Indonesia menempati peringkat 7 sebagai negara penyandang diabetes mellitus terbanyak di dunia, dan diperkirakan akan naik ke peringkat 6 pada tahun 2040. Saat ini tanaman obat banyak digunakan oleh masyarakat dan pada saat yang sama banyak masyarakat berasumsi penggunaan tanaman obat atau obat tradisional relatif lebih aman daripada obat sintetis. Beras berpigmen memiliki potensi aktivitas antioksidan karena kandungan senyawa bioaktif yang tinggi. Beras hitam mengandung pigmen antosianin yang termasuk komponen flavonoid, yaitu turunan polifenol. Beberapa penelitian yang dilakukan secara in vitro, in vivo dan klinis pada manusia menunjukkan antosianin dalam beras hitam mempunyai efek antidiabetes. Studi literatur ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas beras hitam (Oryza sativa L. indica) sebagai antidiabetes. Studi literatur ini bersumber dari artikel yang ditelusuri melalui database Google Scholar, dengan menggunakan kata kunci “black rice and antidiabetic” serta kata kunci sekunder “beras hitam sebagai penurun kadar gula darah pada tikus” dan “beras hitam sebagai penurun kadar gula darah pada mencit”. Kriteria inklusi yang digunakan adalah artikel yang dipublikasi pada tahun 2011 – 2021 membahas uji in vivo beras hitam, dan dapat diunduh full text. Dari hasil tersebut didapatkan 7 artikel yang memenuhi kriteria dan digunakan sebagai tinjauan. Berdasarkan hasil analisis dari 7 artikel tersebut didapatkan bahwa beras hitam memiliki efektivitas sebagai antidiabetes dengan beberapa mekanisme.  
AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK ETANOL Plumeria alba L. DAN Plumeria rubra L. TERHADAP Staphylococcus aureus DAN Escherichia coli Yulia Dwi Nuryanti; Haryoto Haryoto
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 2 No. 1 (2023): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v2i1.105

Abstract

Staphylococcus aureus merupakan bakteri penyebab berbagai penyakit kulit dan keracunan makanan , sedangkan Escherichia coli merupakan bakteri penyebab diare. Aktivitas antibakteri ekstrak etanol kulit cabang, daun, bunga kamboja putih (Plumeria alba L.) dan kamboja merah (Plumeria rubra L.) disebabkan karena kandungan metabolit sekunder yaitu flavonoid, alkaloid, terpenoid, steroid, polifenol dan saponin.Tujuan dari penelitian untuk mengetahui aktivitas antibakteri dan mengidentifikasi kandungan metabolit sekunder dari ekstrak etanol kulit cabang, daun, bunga kamboja putih (Plumeria alba L.) dan kamboja merah (Plumeria rubra L.) terhadap Staphylococcus aureus dan Escherichia coli. Pembuatan ekstrak etanol dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96% (perbandingan 1:10 w/v). Metode Kirby Bauer merupakan metode yang digunakan untuk menguji aktivitas antibakteri. Hasil uji menunjukkan diameter zona hambat ekstrak etanol kulit cabang, daun, bunga Plumeria alba L. dengan konsentrasi 50% terhadap  Escherichia coli lebih tinggi dibandingkan Staphylococcus aureus. Hasil dari penelitian ini daun Plumeria rubra L. terhadap Staphylococcus aureus memiliki zona hambat paling besar diantara bagian tanaman yang lain yaitu 10,38 mm. Kulit cabang  Plumeria rubra L. dan bunga Plumeria alba L. memiliki zona hambat sebesar 9,38 mm. Hasil skrining fitokimia dari kedua simplisia mengandung senyawa alkaloid dan polifenol, kedua simplisia tersebut tidak mengandung senyawa terpenoid, steroid dan flavonoid. Bagian daun dan bunga Plumeria alba L. tidak mengandung senyawa saponin.
AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK DAUN LABU SIAM (Sechium edule (Jacq.) Swartz) TERHADAP BAKTERI Staphyloccocus epidermidis dan Pseudomonas aeruginosa dan BIOAUTOGRAFINYA Dolita Khurfia Janna; Maryati Maryati
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 2 No. 3 (2023): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v2i3.106

Abstract

Penyakit infeksi kulit merupakan salah satu penyakit menular, baik melalui kontak langsung maupun tidak. Infeksi kulit dapat disebabkan oleh bakteri antara lain seperti Staphylococcus epidermidis dan Pseudomonas aeruginosa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak daun labu siam (Sechium edule (Jacq.) Swartz) terhadap bakteri Staphylococcus epidermidis dan Pseudomonas aeruginosa, serta mengidentifikasi senyawa aktif yang berperan terhadap aktivitas tersebut. Ekstraksi dilakukan dengan cara maserasi menggunakan etanol 70%. Uji aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode sumuran. Konsentrasi ekstrak untuk pengujian yakni 1, 2, 4, 8, 16 mg/sumuran. Senyawa dalam ekstrak diidentifikasi dengan kromatografi lapis tipis (KLT). Hasil uji menunjukkan adanya aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun labu siam terhadap bakteri Staphylococcus epidermidis dan Pseudomonas aeruginosa. Pada konsentrasi 16 mg/sumuran ekstrak daun labu siam menghasilkan rerata diameter zona hambat sebesar 12,5±0,0 mm dan 10,66±0,28 mm terhadap bakteri Staphylococcus epidermidis dan Pseudomonas aeruginosa. Hasil uji KLT menunjukkan adanya kandungan senyawa flavonoid, tanin, alkaloid, saponin. Hasil uji bioautografi tidak menunjukkan adanya zona hambat pertumbuhan bakteri.
OPTIMASI BASIS HPMC DAN NA CMC DALAM SEDIAAN GEL KULIT BUAH SEMANGKA (Citrullus lanatus) SERTA UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERINYA TERHADAP Staphylococcus aureus Anggun Tri Wijayanti; Setyo Nurwaini
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 2 No. 1 (2023): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v2i1.107

Abstract

Staphylococcus aureus menyebabkan penyakit kulit yaitu jerawat. Kulit buah semangka (Citrullus lanatus) mengandung senyawa fenolik yang memiliki aktivitas antibakteri terhadap Staphylococcus aureus. Kulit buah semangka diformulasikan menjadi gel agar mudah diaplikasikan pada kulit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengoptimalkan basis gel yaitu HPMC dan Na CMC agar diperoleh sifat fisik gel yang optimum. Optimasi ini menggunakan aplikasi Design Expert versi 13.0 (Trial) dengan metode Simplex Lattice Design. Berdasarkan penelitian ini, HPMC memiliki pengaruh yang lebih besar terhadap daya sebar dibandingkan Na CMC yang berpengaruh besar terhadap pH, daya lekat, dan viskositas. Formula optimum yang diperoleh adalah kombinasi 4% HPMC dan 1% Na CMC. Formula prediksi dibandingkan dengan formula verifikasi menggunakan aplikasi IBM Statistic versi 25 dengan metode one sample t-test dengan tingkat kepercayaan 95% untuk parameter yang diuji (pH, daya lekat, daya sebar, dan viskositas). Hasil analisis statistik menunjukkan bahwa parameter pH, daya lekat, daya sebar, dan viskositas tidak berbeda signifikan sehingga metode optimasi dapat memprediksi semua parameter secara valid. Gel ekstrak kulit semangka (Citrullus lanatus) memiliki aktivitas antibakteri terhadap S. aureus dengan zona hambat 15,29 mm termasuk kategori intermediet.
EVALUASI PENGGUNAAN OBAT ANTIHIPERTENSI DAN KEBERHASILAN TERAPI ANTIHIPERTENSI PADA PASIEN HIPERTENSI DENGAN DIABETES MELLITUS DI INSTALASI RAWAT JALAN RSUD DR. MOEWARDI TAHUN 2021 Refi Andriyani; Tista Ayu Fortuna
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 2 No. 3 (2023): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v2i3.108

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu jenis penyakit kronis yang keberadaannya dapat menimbulkan risiko terhadap penyakit komplikasi lainnya. Diabetes mellitus seringkali menjadi salah satu penyakit komplikasi yang umum diderita oleh pasien. Tingginya kasus hipertensi tiap tahunnya serta dampak dari hipertensi dengan diabetes mellitus sehingga memungkinkan penggunaan obat yang tidak tepat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui ketepatan penggunaan obat antihipertensi dan mengetahui keberhasilan terapi pada pasien hipertensi dengan penyakit penyerta diabetes mellitus di instalasi rawat jalan RSUD Dr. Moewardi Surakarta tahun 2021. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian non eksperimental dengan analisis deskriptif. Pengambilan data dilakukan secara retrospektif berdasarkan data dari rekam medis pasien. Pada penelitian ini teknik pengambilan sampel yang digunakan yaitu teknik purposive sampling, sampel ditentukan berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Kriteria inklusi meliputi pasien rawat jalan usia diatas 40 tahun yang didiagnosis hipertensi dengan diabetes mellitus, serta pasien dengan data rekam medis yang lengkap. Sedangkan kriteria eksklusi meliputi pasien hipertensi dengan komorbid penyakit jantung, serta pasien dengan data rekam medis yang tidak lengkap. Diperoleh data sebanyak 147 sampel yang memenuhi kriteria inklusi. Hasil evaluasi ketepatan penggunaan obat antihipertensi pada pasien hipertensi dengan diabetes mellitus di instalasi rawat jalan RSUD Dr. Moewardi tahun 2021 didapatkan hasil sebesar 93,88% tepat dan 6,12% tidak tepat. Ketepatan penggunaan obat meliputi tepat indikasi 100%, tepat pasien 100%, tepat obat 100% dan tepat dosis 93,88%. Regimen terapi antihipertensi yang paling banyak digunakan yaitu terapi antihipertensi tunggal sejumlah 84 pasien (45,40%), sedangkan terapi antihipertensi kombinasi sejumlah 101 pasien (54,60%). Candesartan merupakan obat antihipertensi tunggal yang paling banyak digunakan oleh 33 pasien (17,84%). Sementara itu, kombinasi amlodipin dengan candesartan adalah obat antihipertensi kombinasi yang paling banyak digunakan oleh 35 pasien (18,92%). Berdasarkan keberhasilan terapi antihipertensi hasilnya menunjukkan bahwa 89 pasien (60,54%) memiliki tekanan darah terkontrol, sedangkan 58 pasien (39,46%) memiliki tekanan darah yang tidak terkontrol.
LITERATURE REVIEW EFEKTIVITAS PENGGUNAAN TOCILIZUMAB PADA PASIEN COVID-19 Livia Purwati; Ika Trisharyanti Dian Kusumowati
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 1 No. 2 (2022): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v1i2.109

Abstract

SARS-Cov-2 merupakan virus baru yang mulai diidentifikasi pada Desember 2019 di Wuhan, Hubei, Tiongkok. Penyebaran virus ini tergolong cepat dengan gejala awal berupa batuk, demam, sesak, dan lainnya hingga dapat menjadi sindrom distress pernapasan akut. Pasien yang mengalami komplikasi Covid-19 diketahui memiliki korelasi dengan badai sitokin, yaitu ketika terjadi kesalahan komunikasi pada tubuh sehingga sitokin yang dihasilkan terlalu berlebihan dan menyebabkan kematian pada organ tubuh. Tenaga medis mulai menggunakan anti IL-6 seperti tocilizumab dalam mengatasi maupun mencegah badai sitokin tersebut. Literature review ini merangkum hasil dari penelitian yang telah diterbitkan untuk melihat keefektifan penggunaan tocilizumab. Berdasarkan penelitian yang terhimpun, tocilizumab merupakan obat yang berpotensi untuk menyembuhkan pasien dengan Covid-19. Angka kesembuhan setelah pemberian tocilizumab cukup tinggi, yang diiringi juga dengan peningkatan klinis serta penurunan biomarker inflamasi. Review ini juga menemukan bahwa mortalitas pada tocilizumab yang dibandingkan dengan terapi lain tidak memiliki perbedaan yang signifikan. Pemberian tocilizumab perlu dipertimbangkan kembali karena adanya efek samping yang sering muncul seperti kenaikan enzim hepatik dan infeksi sekunder.
UJI AKTIVITAS ANTIPROLIFERATIF DAN INDUKSI APOPTOSIS EKSTRAK ETANOL DAUN KEMANGI (Ocimum sanctum L.) TERHADAP SEL MCF-7 Laras Cahaya Sukma; Muhammad Da'i
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 1 No. 2 (2022): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v1i2.110

Abstract

Kemangi merupakan tumbuhan yang banyak digunakan masyarakat serta memiliki aktivitas sitotoksik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya aktivitas antikanker kemangi dalam hal menghambat pertumbuhan serta menginduksi kematian secara terprogram sel MCF-7. Daun kemangi berupa serbuk dimaserasi dengan pelarut etanol kemudian dihilangkan pelarutnya dengan menggunakan rotary evaporator. Uji sitotoksisitas dilakukan dengan metode MTT, didapatkan nilai IC50 ekstrak etanol daun kemangi sebesar 174,46 µg/mL. Kadar yang digunakan dalam uji antiproliferatif adalah di bawah nilai IC50 yaitu 150 dan 75 µg/mL. Uji antiproliferatif dilakukan dengan metode MTT. Sel diinkubasi pada waktu yang berbeda-beda yaitu 24; 48; 72 jam. Hasil uji didapatkan adanya aktivitas penghambatan pertumbuhan sel oleh ekstrak etanol daun kemangi terhadap sel MCF-7 dengan nilai doubling time yaitu 530,61 jam pada sampel kadar 150 µg/mL; 147,88 jam pada sampel kadar 75 µg/mL; 125,58 jam pada kontrol sel. Selanjutnya dilakukan uji induksi apoptosis dengan kadar ekstrak etanol kemangi yang digunakan sebesar IC50. Metode yang digunakan adalah metode double staining. Setelah dipapari sampel, sel diberi reagen campuran Etidium Bromida-Akridin Oranye dan diamati di bawah mikroskop fluorescent. Hasil uji menunjukkan adanya aktivitas induksi kematian sel MCF-7 secara terprogram oleh ekstrak etanol daun kemangi yang ditandai dengan sel yang berfluoresensi berwarna oranye serta kondisi sel yang tidak utuh.
HUBUNGAN ANTARA KEPATUHAN PENGGUNAAN OBAT DENGAN KEBERHASILAN TERAPI ANTIHIPERTENSI PADA PASIEN GERIATRI DI RUMAH SAKIT DR. MOEWARDI Sifwa Aulia Jumhani; Nurul Mutmainah
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 2 No. 3 (2023): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v2i3.111

Abstract

Kepatuhan adalah perilaku seseorang sejauh mana dapat mengikuti pengobatan, diet, atau gaya hidup sehat berdasarkan anjuran yang telah disepakati dengan pelayanan kesehatan. Kepatuhan dalam pengobatan hipertensi sangat dibutuhkan guna menunjang keberhasilan terapi. Tujuan studi ini guna mencari tahu korelasi kepatuhan pemakaian obat dengan keberhasilan terapi antihipertensi pada pasien geriatri di RSUD dr. Moewardi. Populasi di studi ini ialah pasien pada poli geriatri di RSUD dr. Moewardi yang mengidap hipertensi. Sampel pada penelitian ini yaitu pasien geriatri dengan kriteria usia lebih dari 60 tahun, terdiagnosa hipertensi, dan telah mengonsumni obat antihipertensi selama 1 bulan sebanyak 55 pasien. Studi ini ialah penelitian deskriptif dengan metode non eksperimental. Metode yang dipakai ialah cross sectional. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan metode accidental sampling. Instrumen yang dipakai di studi ini ialah kuesioner MMAS-8 yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya. Data dianalisis menggunakan uji chi square dan Fisher’s exact test memakai SPSS versi 25. Hasil penelitian ini, tingkat kepatuhan pasien dalam mengonsumsi obat sebesar 70,9% responden patuh. Tingkat keberhasilan terapi antihipertensi didapat 69,1% responden berhasil terapi. Hasil uji Fisher’s exact menunjukkan bahwa dari 2 variabel memperoleh signifikan sebesar 0,022 dan ­Odds Ratio sebesar 4,982. Kesimpulannya ada korelasi kepatuhan penggunaan obat dengan keberhasilan terapi dan pasien yang patuh memiliki peluang 3,729 kali lipat dari pasien yang tidak patuh untuk mencapai keberhasilan terapi.

Page 3 of 26 | Total Record : 255