cover
Contact Name
Setyo Nurwaini
Contact Email
sn164@ums.ac.id
Phone
+6287836559013
Journal Mail Official
usadha@ums.ac.id
Editorial Address
Faculty of Pharmacy, Universitas Muhammadiyah Surakarta jln Ahmad Yani Tromol Pos 1 Pabelan Kartasura
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Usadha Journal of Pharmacy
ISSN : -     EISSN : 28279905     DOI : 10.23917/usadha
Core Subject : Health, Science,
The Usadha Journal of Pharmacy aims to present up-to-date research, surveys, and literature reviews encompassing various domains of pharmaceutical sciences. These domains include pharmacology, pharmacokinetics, formulation technology, optimization of excipients, standardization of extracts and herbal products, determination of pharmacological activities in natural sources, drug synthesis and development, molecular biology, antibiotic screening, metabolite profiling and quantification, clinical pharmacy, and health and environmental concerns. Each edition of the journal will cover these aspects comprehensively. The publication will encompass a wide range of topics, including chemistry, biochemistry, biotechnology, pharmacology, and many aspects of pharmaceutical research. It will feature communications, complete research papers, reports, and reviews, providing comprehensive coverage in these fields.
Articles 255 Documents
AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK DAN FRAKSI RIMPANG LENGKUAS PUTIH (Alpinia galanga) TERHADAP BAKTERI Pseudomonas aeruginosa DAN Bacillus subtilis SERTA BIOAUTOGRAFINYA Indah Tri Puspita; Cita Hanif Muflihah
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 2 No. 2 (2023): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v2i2.143

Abstract

Infeksi adalah penyakit yang dapat menimbulkan gejala klinis atau asimtomatis yang dipicu oleh mikroorganisme seperti bakteri. Pseudomonas aeruginosa dan Bacillus subtilis merupakan bakteri yang dapat menimbulkan infeksi nosokomial. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antibakteri dari ekstrak dan fraksi rimpang lengkuas putih (Alpinia galanga) terhadap bakteri Pseudomonas aeruginosa dan Bacillus subtilis dan mengidentifikasi golongan senyawa yang berperan sebagai agen antibakteri. Ekstrak diperoleh dari maserasi lengkuas menggunakan metanol 70%. Metode difusi disk dipilih dalam uji aktivitas antibakteri. Sampel yang diuji adalah ekstrak dengan konsentrasi 10,5; 12; 13,5; dan 15 mg/disk, fraksi metanol 15 mg/disk, fraksi etil asetat 15 mg/disk, fraksi kloroform 15 mg/disk, kloramfenikol sebagai kontrol positif, dan DMSO sebagai kontrol negatif. Hasil uji ekstrak metanol menunjukkan adanya aktivitas antibakteri terhadap Pseudomonas aeruginosa dan Bacillus subtilis pada konsentrasi 15 mg/disk dengan diameter zona hambat berturut-turut adalah 13,5 ± 0,41 mm dan 16,0 ± 0,41 mm. Hasil uji fraksi etil asetat menunjukkan adanya aktivitas antibakteri terbesar terhadap Pseudomonas aeruginosa dan Bacillus subtilis dengan diameter zona hambat berturut-turut adalah 12,0 ± 0,41 mm dan 13.7 ± 0,24 mm. Identifikasi golongan senyawa rimapang lengkuas putih (Alpinia galanga) menggunakan metode KLT dengan silika gel GF254 sebagai fase diam, kloroform : etil asetat (1:1 v/v) sebagai fase gerak untuk mengelusi plat ekstrak, dan kloroform : metanol (9:3 v/v) sebagai fase gerak untuk mengelusi plat fraksi etil asetat. Hasil uji fitokimia rimpang lengkuas putih (Alpinia galanga) menunjukkan ekstrak metanol positif mengandung alkaloid, fenolik, flavonoid, dan terpenoid, sedangkan pada fraksi etil positif mengandung fenolik, flavonoid, dan terpenoid. Uji bioautografi menunjukkan golongan senyawa yang mampu menghambat bakteri Pseudomonas aeruginosa dan bakteri Bacillus subtilis adalah fenolik, flavonoid, dan terpenoid.
PENGETAHUAN, SIKAP DAN PERILAKU SWAMEDIKASI MASYARAKAT PENGUNJUNG DI EMPAT APOTEK KABUPATEN BOYOLALI Wildha Putri Wijaya; Tri Yulianti
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 2 No. 2 (2023): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v2i2.144

Abstract

Swamedikasi merupakan perilaku mengkonsumsi obat sendiri berdasarkan diagnosis gejala sakit serta merupakan bagian dari self care untuk menjaga kesehatan dan mengatasi penyakit. Kebiasaan masyarakat mendapatkan obat tanpa resep dokter di apotek karena lebih murah dan mudah mendapatkan informasi terkait obat. Namun, pengobatan sendiri ini dapat menyebabkan kesalahan dalam pemilihan obat karena terbatasnya pengetahuan yang dimiliki masyarakat tentang obat dan penggunaannya. Tujuan penelitian untuk mengetahui tingkat pengetahuan, sikap dan perilaku swamedikasi dan menganalisis ada tidaknya hubungan tingkat pengetahuan dengan sikap, pengetahuan dengan perilaku, dan sikap dengan perilaku masyarakat pengunjung yang melakukan swamedikasi di empat apotek Kabupaten Boyolali. Metode yang digunakan cross sectional dan sumber data didapatkan melalui kuesioner kepada responden dalam bentuk angket yang sudah memenuhi uji validitas dan reliabilitas. Pengambilan sampel dilakukan secara non probability sampling dengan metode consecutive sampling. Jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 318 responden. Analisis data yang digunakan yaitu analisis univariat dan bivariat dengan menggunakan uji rank-spearman. Hasil penelitian ini menunjukkan responden memiliki nilai persentase tingkat pengetahuan sebanyak (39,94%) dalam kategori cukup, sebanyak (90,57%) memiliki sikap yang positif, dan perilaku sebanyak (43,40%) berada pada kategori baik terhadap swamedikasi. Terdapat hubungan yang signifikan antara pengetahuan dengan sikap (p-value 0,027), pengetahuan dengan perilaku (p-value 0,007), dan sikap dengan perilaku (p-value 0,000) dalam melakukan swamedikasi. Kontribusi penelitian ini yaitu meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pemahaman swamedikasi yang tepat dalam pemilihan obat yang aman.
AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK DAUN SALAM (Syzygium polyanthum) DAN DAUN MATOA (Pometia pinnata J.R.Forst & G.Forst) TERHADAP BAKTERI Shigella sonnei DAN Bacillus cereus Ismi Dwi Widayanti; Maryati Maryati
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 2 No. 2 (2023): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v2i2.145

Abstract

Penyakit diare dan infeksi merupakan salah satu dari berbagai masalah kesehatan utama di daerah tropis seperti di Indonesia. Penyakit diare dapat ditimbulkan karena beberapa faktor antara lain bakteri dan lingkungan hidup yang kurang sehat. Daun salam dan daun matoa mengandung senyawa metabolit sekunder yang memiliki aktivitas antibakteri sehingga dapat mencegah terjadinya infeksi atau diare. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya aktivitas antibakteri pada ekstrak etanol 96% daun salam dan daun matoa terhadap bakteri Shigella sonnei dan bakteri Bacillus cereus penyebab diare. Daun salam dan daun matoa masing-masing dimaserasi menggunakan etanol 96% kemudian dibuat seri konsentrasi 25%, 50%, 75% dan 100% dengan masing-masing loading ekstrak 2,5 ; 5 ; 7,5 ; 10 (mg/disk). Seri konsentrasi daun salam dan daun matoa yang memiliki aktivitas antibakteri paling kuat yaitu pada konsentrasi ekstrak 100%. Hasil KLT-bioautografi menunjukkan senyawa dalam ekstrak daun salam dan ekstrak daun matoa yang memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Shigella sonnei yaitu senyawa tanin. Senyawa dalam ekstrak daun salam yang menghambat bakteri Bacillus cereus yaitu senyawa flavonoid sedangkan senyawa dalam ekstrak daun matoa yang memiliki aktivitas antibakteri yaitu senyawa tanin.   
OPTIMASI KOMPOSISI EMULGATOR TWEEN 80 DAN SPAN 80 TERHADAP STABILITAS FISIK DAN UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EMULGEL MINYAK ATSIRI ROSEMARI (Rosmarinus officinalis) TERHADAP Staphylococcus aureus Tansa Salima; Setyo Nurwaini
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 2 No. 2 (2023): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v2i2.146

Abstract

Staphylococcus aureus sering diidentifikasi sebagai penyebab infeksi kulit, selain itu dapat menyebar ke berbagai organ yang dapat menyebabkan infeksi berat. Tanaman rosemari mengandung linool dan eugenol yang sudah teruji memiliki efek antibakteri pada berbagai bakteri termasuk Staphylococcus aureus, sehingga dapat digunakan untuk mengobati penyakit kulit yang diakibatkan Staphylococcus aureus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan komposisi tween 80 dan span 80 sehingga didapatkan formula emulgel yang memiliki sifat fisik dan daya antibakteri yang optimum. Evaluasi sifat fisik meliputi uji organoleptik, homogenitas, pH, viskositas, daya lekat, daya sebar, dan daya hambat antibakteri yang diujikan pada 8 formula berbeda dengan perbandingan tween 80 dan span 80 yang bervariasi yaitu 5:1; 2:4; 1:5, 4:2 dan 3:3. Optimasi dilakukan dengan mengevaluasi sifat fisik dan daya hambat emulgel menggunakan aplikasi Design Expert versi 11.0 dengan metode Simplex Lattice Design. Setelah mendapatkan data pengujian, maka data dioptimasi sehingga didapatkan formula optimum. Selanjutnya data dianalisis dan diverifikasi menggunakan SPSS. Pengolahan data dilakukan dengan menggunakan one sample t-test yang memiliki taraf kepercayaan 95%. Dari hasil optimasi didapatkan perbandingan tween 80 dan span 80 adalah 4,967%:1,033%. Dari pengolahan data diperoleh nilai desirability yang diperoleh sebesar 0,309. Uji one sample t-test yang menunjukkan hasil signifikansi p > 0,05 artinya tidak berbeda signifikan antara nilai prediksi dan hasil verifikasi. Hasil uji antibakteri terrhadap Staphylococcus aureus menunjukkan perbedaan daya hambat sebelum dan sesudah minyak atsiri rosemari diformulasi. Minyak atsiri sebelum diformulasi memiliki daya hambat sebesar 1,85 sedangkan setelah diformulasi daya hambat berkurang menjadi 1,18 cm.
HUBUNGAN TINGKAT PENGETAHUAN TERHADAP KERASIONALAN SWAMEDIKASI PENYAKIT MAAG PADA MASYARAKAT DI DESA SELOJARI KECAMATAN KLAMBU KABUPATEN GROBOGAN PROVINSI JAWA TENGAH Sania Nayasari Khoirunnisa; Nurul Mutmainah
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 2 No. 2 (2023): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v2i2.147

Abstract

Kesehatan merupakan hal yang penting bagi setiap manusia karena tanpa kesehatan yang baik, manusia sulit untuk melakukan aktivitas sehari-hari. Salah satu penyakit yang sering diobati dengan pengobatan mandiri yaitu sakit maag. Tingkat pengetahuan memiliki fungsi sebagai informasi pendukung saat melakukan swamedikasi agar pelaksanaanya tepat. Tujuan dari penelitian ini yaitu mengetahui hubungan antara tingkat pengetahun terhadap kerasionalan swamedikasi penyakit maag pada masyarakat di Desa Selojari Kecamatan Klambu Kabupaten Grobogan Provinsi Jawa Tengah. Jenis penelitian ini bersifat observasional dengan pendekatan deskriptif analitik dengan rancangan cross sectional. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode purposive sampling, sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 389 responden yang merupakan masyarakat Desa Selojari berumur 17-60 tahun, pernah melakukan swamedikasi maag dalam 1 tahun terakhir, bersedia menjadi responden dan mengikuti prosedur penelitian. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden memiliki tingkat pengetahuan baik (67,9%), cukup (30,1%), dan kurang (2,1%). Untuk mengetahui hubungan tingkat pengetahuan terhadap kerasionalan swamedikasi, data dianalisis dengan uji rank spearman. Dari hasil penelitian hubungan tingkat pengetahuan terhadap kerasionalan swamedikasi saling berhubungan dengan p value 0,000. Selain itu nilai signifikan menunjukkan hasil yang positif artinya bahwa semakin tinggi tingkat pengetahuan masyarakat Desa Selojari maka kerasionalan swamedikasi juga semakin meningkat.
OPTIMASI TABLET LEPAS LAMBAT KAPTOPRIL MENGGUNAKAN GELATIN SEBAGAI BAHAN PENGIKAT DAN TALK-MAGNESIUM STEARAT SEBAGAI BAHAN PELICIN DENGAN METODE SIMPLEX LATTICE DESIGN Amelia Herzanti; Suprapto Suprapto
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 2 No. 2 (2023): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v2i2.148

Abstract

Kaptopril merupakan obat untuk penurunan tekanan darah, namun kaptopril juga mempunyai beberapa efek samping. Pembuatan sediaan tablet lepas lambat kaptopril dapat mengurangi frekuensi pemberian obat dari 2-3 kali sehari menjadi 1 kali sehari sehingga dapat meminimalisir terjadinya efek samping. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui adanya pengaruh penggunaan gelatin (bahan pengikat), dan talk-magnesium stearat (bahan pelicin) terhadap sifat fisika granul dan sifat fisika-kimia tablet lepas lambat kaptopril untuk mendapatkan formula yang optimum. Penelitian ini dibuat dengan perbandingan bahan gelatin dan talk-magnesium, formula 1 (21:9) mg; formula 2 (27:3) mg; formula 3 (24:6) mg; formula 4 (15:15) mg; formula 5 (15:15) mg; formula 6 (27:3) mg; dan formula 7 (18:12) mg. Data hasil evaluasi sifat fisik granul dan kontrol kualitas tablet diolah dengan software design expert 13.0 menggunakan metode simplex lattice design. Hasil penelitian diperolehkombinasi gelatin dan talk-magnesium stearat mempengaruhi sifat fisik granul dan sifat fisika kimia tablet lepas lambat kaptopril yaitu dapat menaikkan kecepatan alir granul, memperkecil sudut diam granul, menurunkan rasio Hausner, menurunkan keragaman bobot, menurunkan kerapuhan tablet, meningkatkan kekerasan tablet, dan menurunkan kecepatan laju disolusi tablet. Tablet lepas lambat kaptopril dengan bobot 300 mg menggunakan kombinasi gelatin (20,76 mg) dan talk-magnesium stearat (9,24 mg) merupakan kombinasi formula yang optimum dari metode simplex lattice design dengan nilai desirability sebesar 0,739.  
OPTIMASI Na-CMC SEBAGAI GELLING AGENT DAN PROPILEN GLIKOL SEBAGAI HUMEKTAN PADA SEDIAAN GEL EKSTRAK DAUN JOHAR (Cassia siamea Lam.) Vatcha Fitricia Putri; Gunawan Setiyadi
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 2 No. 2 (2023): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v2i2.149

Abstract

Ekstrak daun johar (Cassia siamea Lam.) sebelumnya telah diteliti mempunyai kemampuan antioksidan yang baik. Ekstrak ini dapat berpotensi untuk dijadikan sebagai komponen bahan aktif dalam pengembangan sediaan topikal seperti gel. Untuk mendapatkan sediaan gel yang sesuai harapan dapat dilakukan dengan optimasi. Tujuan dari penelitian yaitu untuk mengatahui nilai konsentrasi optimal bahan Na-CMC sebagai gelling agent dan propilen glikol sebagai humektan berdasarkan sifat fisik seperti viskositas, daya sebar, daya lekat, pH dan sifat sineresis dari sediaan gel ekstrak daun johar (Cassia siamea Lam.) dan aktivitas antioksidannya. Metode yang digunakan pada optimasi ini yaitu dengan D-optimal design pada level tinggi dan level rendah. Formula optimum dibuat dari pencampuran bahan Na-CMC, propilen glikol, ekstrak daun johar, metil paraben, BHT dan aquadest. Respon yang diukur yaitu viskositas, daya sebar daya lekat, pH  serta aktivitas antioksidan pada formula optimal. Percobaan menunjukkan hasil formula optimum gel dengan Na-CMC 3% dan propilen glikol 15%. Hasil respon dari percobaan uji viskositas, uji daya sebar, uji daya lekat dan uji pH dengan rata-rata standar deviasi berturut-turut yaitu 31,92±836,109 cps; 4,25±0,177 cm; 5±10,66 detik; dan 4,64±0,037. Nilai IC50 pada hasil gel ekstrak daun johar yang optimal yaitu 58,98 g/ml, pada formula gel ekstrak daun johar yang optimal terdapat adanya aktivitas antioksidan.  
AKTIVITAS ANTIVIRUS EKSTRAK ETANOL DAUN BANDOTAN (Ageratum conyzoides) TERHADAP VIRUS NEWCASTLE DISEASE Miftah Muhayaroh; Azis Saifudin
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 2 No. 2 (2023): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v2i2.152

Abstract

Virus Newcastle disease merupakan avian paramyxovirus yang bisa menyerang sistem pernapasan. ND memiliki protein HN (hemagglutinin neuraminidase) mengaglutinasi sel darah merah. Secara umum pengobatan antivirus diatasi dengan beberapa hal, seperti penggunaan tanaman herbal. Ageratum conyzoides termasuk tanaman herbal yang dimanfaatkan dalam pengobatan tradisional masyarakat. Ageratum conyzoides mengandung senyawa kimia yaitu quercetin (flavonoid). Pada dosis sedang, daun bandotan dengan esktrak etanol dapat menghambat aktivitas antivirus yang tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui aktivitas antivirus ekstrak etanol daun bandotan terhadap virus ND. Ageratum conyzoides diekstraksi dengan metode maserasi dengan pelarut apa?. Uji antivirus dilakukan dengan metode uji hemaglutinasi. Hasil ekstraksi diinokulasikan ke dalam telur ayam berembrio (TAB) berumur 9-12 hari dan diinkubasi selama 3 hari. Sebanyak 12 telur ayam dibagi menjadi 4 kelompok (kontrol virus, 1µg/mL, 10µg/mL dan 100µg/mL). Selama proses inkubasi, dilakukan pengecekan telur untuk melihat kematian embrio. Hasil uji hemaglutinasi menunjukkan tidak adanya aktivitas antivirus dari ekstrak etanol daun bandotan yang ditandai dengan tidak terbentuknya dot pada sumuran mikroplate. Beberapa faktor yang menyebabkan kegagalan seperti, lama penyimpanan dan suhu. Pada lama penyimpanan akan sangat berpengaruh terhadap ekstrak daun bandotan karena semakin lama penyimpanan maka semakin banyak meningkatkan aktivitas mikroorganisme yang dapat menyebabkan kegagalan.
AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK METANOL DAUN KENIKIR (Cosmos caudatus Kunth.) TERHADAP Staphylococcus epidermidis, Pseudomonas aeruginosa, DAN BIOAUTOGRAFINYA Aminah Fitriana Hamka; Cita Hanif Muflihah
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 2 No. 2 (2023): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v2i2.153

Abstract

Infeksi merupakan penyakit yang paling umum menyebabkan tingginya angka kesakitan dan kematian. Staphylococcus epidermidis dan Pseudomonas aeruginosa merupakan bakteri yang dapat menimbulkan infeksi lokal maupun sistemik. Tujuan dari penelitian untuk menguji aktivitas antibakteri ekstrak metanol daun kenikir terhadap Staphylococcus epidermidis dan Pseudomonas aeruginosa dan mengidentifikasi senyawa aktif yang bertanggung jawab terhadap aktivitas tersebut. Ekstraksi dilakukan dengan menggunakan sokletasi menggunakan metanol pro analisis. Konsentrasi ekstrak yang digunakan adalah 2, 4, 6, dan 8 mg/disk. Uji aktivitas antibakteri dilakukan dengan metode difusi disk. Hasil uji menunjukkan adanya aktivitas antibakteri terhadap bakteri Staphylococcus epidermidis dan Pseudomonas aeruginosa pada konsentrasi 8 mg/disk dengan diameter zona hambat berturut-turut sebesar 16,63 ± 0,50 mm dan 10,5 ± 0,5 mm. Identifikasi golongan senyawa metabolit sekunder daun kenikir menggunakan KLT dengan fase diam silika gel dan fase gerak etil asetat : asam asetat glasial : air (100:11:26 v/v/v), hasil menunjukkan bahwa ekstrak daun kenikir mengandung senyawa fenolik dan flavonoid. Identifikasi senyawa yang berpotensi sebagai antibakteri dengan metode bioautografi kontak tidak menunjukkan adanya potensi antibakteri.
FORMULASI DAN EVALUASI FISIK SEDIAAN SPRAY GEL TABIR SURYA DARI EKSTRAK DAUN KERSEN (Muntingia calabura L.) Diva Ratna Shabrina; Setyo Nurwaini
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 2 No. 2 (2023): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v2i2.154

Abstract

Sinar matahari berlebih dapat menyebabkan dampak berbahaya pada kulit, sehingga penting menggunakan tabir surya yang efektif dan nyaman digunakan untuk memberikan proteksi pada kulit dari efek yang tidak diinginkan dari sinar matahari. Sediaan spray gel merupakan pemutakhiran dari sediaan spray dan gel yang praktis digunakan. Daun kersen berpotensi untuk dikembangkan menjadi sediaan tabir surya dikarenakan memiliki kandungan flavonoid. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan sediaan spray gel tabir surya dari ekstrak daun kersen dan mengetahui pengaruh variasi konsentrasi karbopol 940 terhadap karakteristik fisik sediaan spray gel. Ekstrak etanol daun kersen diperoleh dengan metode maserasi menggunakan etanol 70%. Ekstrak etanol daun kersen yang diperoleh ditetapkan kemampuannya dalam menyerap sinar UVB pada panjang gelombang 290-320 nm. Spray gel tabir surya ekstrak daun kersen dibuat 3 formula dengan variasi kosentrasi karbopol 940, yaitu formula 1 ( 0,25 g), formula 2 (0,5 g), dan formula 3 (1 g). Spray gel yang dihasilkan diuji homogenitas, organoleptik, viskositas, pH, SPF, pola dan bobot penyemprotan. Sediaan spray gel tabir surya ekstrak daun kersen yang dihasilkan memiliki wama kuning kecoklatan dan homogen. Perbedaan konsentrasi karbopol 940 tidak mempengaruhi kekuatan tabir surya, namun mempengaruhi viskositas. Viskositas spray meningkat dengan meningkatnya konsentrasi karbopol 940. pH spray menurun dengan kenaikan karbopol 940. Hasil menunjukkan Formula 2 memiliki karakteristik spray gel terbaik dan pola penyebaran yang menyebar. Aktivitas tabir surya spray gel memiliki nilai SPF 6 dalam kategori perlindungan ekstra.

Page 7 of 26 | Total Record : 255