cover
Contact Name
Setyo Nurwaini
Contact Email
sn164@ums.ac.id
Phone
+6287836559013
Journal Mail Official
usadha@ums.ac.id
Editorial Address
Faculty of Pharmacy, Universitas Muhammadiyah Surakarta jln Ahmad Yani Tromol Pos 1 Pabelan Kartasura
Location
Kota surakarta,
Jawa tengah
INDONESIA
Usadha Journal of Pharmacy
ISSN : -     EISSN : 28279905     DOI : 10.23917/usadha
Core Subject : Health, Science,
The Usadha Journal of Pharmacy aims to present up-to-date research, surveys, and literature reviews encompassing various domains of pharmaceutical sciences. These domains include pharmacology, pharmacokinetics, formulation technology, optimization of excipients, standardization of extracts and herbal products, determination of pharmacological activities in natural sources, drug synthesis and development, molecular biology, antibiotic screening, metabolite profiling and quantification, clinical pharmacy, and health and environmental concerns. Each edition of the journal will cover these aspects comprehensively. The publication will encompass a wide range of topics, including chemistry, biochemistry, biotechnology, pharmacology, and many aspects of pharmaceutical research. It will feature communications, complete research papers, reports, and reviews, providing comprehensive coverage in these fields.
Articles 255 Documents
AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK DAN FRAKSI JINTAN HITAM (Nigella sativa) TERHADAP BAKTERI Shigella sonnei DAN Bacillus cereus SERTA BIOAUTOGRAFINYA Fera Astika; Cita Hanif Muflihah
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 2 No. 1 (2023): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v2i1.112

Abstract

Biji jintan hitam (Nigella sativa) telah lama digunakan sebagai obat tradisional untuk menyembuhkan berbagai macam penyakit. Jintan hitam memiliki kandungan senyawa kimia seperti thymoquione, dithymquinone, thymohydroquinone dan thymol. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktivitas antibakteri dari ekstrak dan fraksi jintan hitam terhadap bakteri Shigella sonnei dan Bacillus cereus. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Metode difusi disk (Kirby Bauer) digunakan dalam uji aktivitas antibakteri dengan konsentrasi ekstrak sebesar 2, 4, 6 dan 8 mg/disk, sedangkan konsentrasi fraksi yang digunakan adalah 2, 4, dan 6 mg/disk. Hasil uji menunjukkan bahwa diameter zona hambat karena perlakuan dengan ekstrak jintan hitam terhadap bakteri Shigella sonnei dan Bacillus cereus pada konsentrasi 6 mg/disk berturut-turut sebesar 18,6 dan 18,5 mm, sedangkan fraksi etil asetat jintan hitam dengan konsentrasi 6 mg/disk terhadap bakteri Shigella sonnei dan Bacillus cereus berturut-turut sebesar 10,0 dan 9,7 mm. Hasil uji bioautografi menunjukkan kandungan senyawa yang memiliki aktivitas antibakteri pada fraksi etil asetat yaitu alkaloid.
EVALUASI PELAKSANAAN STANDAR PELAYANAN KEFARMASIAN DI 5 PUSKESMAS KOTA CIREBON MENURUT PERMENKES NOMOR 74 TAHUN 2016 Maulyta Aidha Tsalsabilla; Tri Yulianti
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 1 No. 2 (2022): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v1i2.113

Abstract

Pelayanan kefarmasian merupakan kegiatan terpadu yang bertujuan mengenali, mencegah dan menangani masalah obat serta masalah kesehatan dengan apoteker sebagai penanggung jawab dalam pelaksanaan pelayanan kefarmasian di fasilitas pelayanan kesehatan, salah satunya di Puskesmas. Apoteker menggunakan Standar Pelayanan Kefarmasian pada Permenkes Nomor 74 Tahun 2016 sebagai pedoman dalam menyelenggarakan pelayanan kefarmasian di Puskesmas. Maksud dari penelitian ini adalah mengetahui pelaksanaan standar pelayanan kefarmasian di 5 Puskesmas Kota Cirebon menurut Permenkes Nomor 74 Tahun 2016. Penelitian ini dilakukan di 5 Puskesmas wilayah Kota Cirebon pada 3-8 Januari 2022. Penelitian ini merupakan penelitian non eksperimental dengan desain penelitian deskriptif menggunakan kuesioner. Hasil penelitian pelaksanaan standar pelayanan kefarmasian 5 Puskesmas di Kota Cirebon mencapai 88,13% secara keseluruhan yang meliputi aspek pengelolaan sediaan farmasi dan bahan medis habis kakai sebesar 90,65%, aspek pelayanan farmasi klinik sebesar 72,53%, aspek sumber daya kefarmasian sebesar 89,34% dan aspek pengendalian mutu pelayanan kefarmasian sebesar 100%. Hal ini menunjukan bahwa 5 Puskesmas di Kota Cirebon telah melaksanakan Standar Pelayanan Kefarmasian menurut Permenkes Nomor 74 Tahun 2016 dan perlu memaksimalkan pelayanan kefarmasian terutama aspek pelayanan farmasi klinik pada indikator monitoring efek samping obat (MESO) dan pemantauan terapi obat (PTO).
OPTIMASI KOMBINASI HPMC DAN HEC DALAM SPRAY WAJAH EKSTRAK BUNGA ROSELLA (Hibiscus sabdariffa L.) DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDANNYA Mentari Serlya Hidayah; Setyo Nurwaini
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 2 No. 3 (2023): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v2i3.114

Abstract

Bunga rosella berpotensi memiliki aktivitas antioksidan karena mengandung flavonoid, fenolik, tanin, kuersetin, β-karoten, dan vitamin C. Kandungan utama antioksidan pada bunga rosella terdapat pada komponen utama senyawa polifenol yaitu antosianin yang berasal dari pigmen warna merah. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui kombinasi konsentrasi optimum gelling agent HPMC dan HEC terhadap sifat fisik dan aktivitas antioksidan formula optimum dalam spray wajah ekstrak bunga rosella. Optimasi gelling agent menggunakan metode simplex lattice design dengan software Design Expert-13 berdasarkan respon pH, viskositas, diameter pola penyemprotan, pump delivery, dan daya lekat. Spray wajah ekstrak bunga rosella terdiri dari 5 formula dengan variasi konsentrasi gelling agent HPMC dan HEC. Uji aktivitas antioksidan menggunakan metode DPPH (1,1-Diphenyl-2-Picrylhydrazyl). Hasil formula optimum kombinasi gelling agent HPMC dan HEC dalam spray wajah ekstrak bunga rosella yaitu pada konsentrasi HPMC 0,6669% dan HEC 0,5831% dengan hasil konfirmasi dari respon verifikasi menunjukkan berada dalam rentang prediksi 95% PI serta tidak ada perbedaan signifikan antara respon verifikasi dengan respon prediksi pada respon pH, diameter pola penyemprotan, dan daya lekat serta ada perbedaan signifikan pada respon viskositas dan pump delivery. Aktivitas antioksidan spray wajah ekstrak bunga rosella menunjukkan aktivitas antioksidan yang kuat dengan nilai IC50 sebesar 59,56 ppm.
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK DAUN SALAM (Syzygium polyanthum) DAN DAUN MATOA (Pometia pinnata J.R.Forst & G.Forst) TERHADAP BAKTERI Shigella sonnei DAN Bacillus cereus Ismi Dwi Widyanti; Maryati Maryati
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 2 No. 1 (2023): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v2i1.115

Abstract

Penyakit diare dan infeksi merupakan salah satu dari berbagai masalah kesehatan utama di daerah tropis seperti di Indonesia. Penyakit diare dapat ditimbulkan karena beberapa faktor antara lain bakteri dan lingkungan hidup yang kurang sehat. Daun salam dan daun matoa mengandung senyawa metabolit sekunder yang memiliki aktivitas antibakteri sehingga dapat mencegah terjadinya infeksi atau diare. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya aktivitas antibakteri pada ekstrak etanol 96% daun salam dan daun matoa terhadap bakteri Shigella sonnei dan bakteri Bacillus cereus penyebab diare. Daun salam dan daun matoa masing-masing dimaserasi menggunakan etanol 96% kemudian dibuat seri konsentrasi 25%, 50%, 75% dan 100% dengan masing-masing loading ekstrak 2,5 ; 5 ; 7,5 ; 10 (mg/disk). Seri konsentrasi daun salam dan daun matoa yang memiliki aktivitas antibakteri paling kuat yaitu pada konsentrasi ekstrak 100%. Hasil KLT-bioautografi menunjukkan senyawa dalam ekstrak daun salam dan ekstrak daun matoa yang memiliki aktivitas antibakteri terhadap bakteri Shigella sonnei yaitu senyawa tanin. Senyawa dalam ekstrak daun salam yang menghambat bakteri Bacillus cereus yaitu senyawa flavonoid sedangkan senyawa dalam ekstrak daun matoa yang memiliki aktivitas antibakteri yaitu senyawa tanin.
AKTIVITAS ANTIVIRUS EKSTRAK ETANOL BAWANG PUTIH (Allium sativum L.) TERHADAP MODEL NEWCASTLE DISEASE Sania Nur Azizah; Azis Saifudin
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 2 No. 3 (2023): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v2i3.116

Abstract

Bahan alam, baik sebagai senyawa murni atau ekstrak dari tanaman memberikan peluang sebagai agen antivirus. Bawang putih merupakan tanaman herba yang dikonsumsi di seluruh dunia yang memiliki kandungan senyawa aktif di dalamnya yang telah diteliti memiliki aktivitas farmakologi seperti antibakteri, antivirus, antijamur, antiprotozoal, antioksidan, antiinflamasi, antikanker. Senyawa aktif dalam bawang putih yang dilaporkan berperan besar sebagai antivirus yaitu ajoene, alisin, alil metil thiosulfinat, dan metil alil thiosulfinat. Penelitian bertujuan untuk mengetahui aktivitas antivirus ekstrak etanol bawang putih terhadap model Newcastle Disease. Uji antivirus dilakukan dengan media telur ayam berembrio (TAB) usia 9-12 hari yang diinokulasi virus aktif ND La Sota dan ekstrak etanol bawang putih dengan variasi konsentrasi 1 µg/mL, 10 µg/mL, dan 100 µg/mL dengan metode in ovo. Validitas uji didasarkan atas hidupnya virus yang tampak adanya kejernihan pada larutan kultur pasca perlakuan. Aktivitas antivirus dievaluasi menggunakan uji hemaglutinasi dengan bahan uji cairan alantois yang sudah dipanen untuk mendapatkan titer virus yang digunakan untuk menghitung persen penghambatan virus. Hasil menunjukkan bahwa tidak adanya aktivitas antivirus pada ekstrak dengan variasi konsentrasi 1 µg/mL, 10 µg/mL, dan 100 µg/mL dengan persen penghambatan virus ketiga seri konsentrasi 0%.
REVIEW : AKTIVITAS FARMAKOLOGI DAN KADAR SENYAWA FLAVONOID TOTAL DARI TANAMAN KAPULAGA (Amomum compactum) Muhammad Irfan; Haryoto Haryoto
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 1 No. 2 (2022): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v1i2.117

Abstract

Tanaman kapulaga (Amomum compactum) adalah tanaman empon-emponan yang banyak digunakan atau dikonsumsi oleh sebagian banyak masyarakat terutama di Indonesia sebagai bumbu dapur atau sebagai pengobatan tradisional. Tanaman kapulaga terdapat senyawa metabolit sekunder seperti flavonoid, polifenol, saponin, alkaloid, steroid, dan terpenoid. Tujuan dari studi literature ini untuk mengkaji informasi terkait dari aktivitas farmakologi dan kandungan senyawa flavonoid total dari tanaman kapulaga. Metode yang digunakan adalah dengan penelusuran artikel nasional atau internasional dengan menggunakan data base Google scholar, pubmed, dan scientdirect. Kata kunci yang digunakan adalah Amomum compactum, dan flavonoid. Selanjutnya kriteria inklusi yang dipakai adalah literature primer yang sudah dipublikasi dengan rentang tahun 2012-2022 dengan membahas aktivitas farmakologi dan kadar senyawa flavonoid total dari tanaman kapulaga. Kriteria eksklusi adalah artikel yang membahas tentang aktivitas farmakologi dan kadar senyawa flavonoid total dari tanaman kapulaga yang dipublikasi sebelum tahun 2012 dan tidak dapat diakses secara menyeluruh atau full text. Studi literatur ini menunjukkan tanaman kapulaga memiliki potensi sebagai antibakteri, antioksidan, antidiabetes, sitotoksik, antiinflamasi, dan antikarsinogenik.
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN IMPLANT BERLAPIS ANTIBIOTIK PADA TERAPI OSTEOMIELITIS Wahyu Puspita Anggraeni; Teguh Imanto
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 2 No. 1 (2023): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v2i1.118

Abstract

Osteomielitis merupakan komplikasi yang umum terjadi dan menjadi tantangan bagi ahli bedah. Pengobatan osteomielitis biasanya melalui pemberian secara sistemik, namun antibiotik ketika diberikan secara sistemik kadar antibiotik yang sampai pada jaringan rendah karena pemberian secara sistemik. Implant dengan lapisan antibakteri telah dikembangkan sebagai alternatif pengganti pengobatan antibiotik secara sestemik. Dari beberapa artikel ilmiah membuktikan bahwa tingkat kesembuhan keseluruhan pasien osteomielitis adalah 65,5% hingga 95% dengan terapi lokal menggunakan implant berlapis antibiotik. Pada penelitian ini dilakukan uji meta analisis dengan tujuan untuk mengetahui efektivitas implant berlapis antibiotik yang digunakan secara monoterapi atau terapi kombinasi pada pasien osteomielitis. Metode yang digunakan pada literature review ini adalah metode boolean. Sumber informasi didapatkan dari database Science Direct dan PubMed. Data yang digunakan untuk dilakukan meta analisis yaitu sebanyak 9 data yang memenuhi kriteria dilakukannya meta analisis. Pada meta analisis dilakukan analisa pada forrest plot untuk mengetahui efektifitas penggunaan implant berlapis antibiotik gentamisin sebagai monoterapi ataupun biterapi serta dilakukan analisa pada hasil funnel plot untuk mengetahui apakah terdapat bias publikasi pada hasil meta-analisis. Hasil forrest plot menunjukkan nilai random effect model (RE model) (0,86) dimana pada penelitian terdahulu mensyaratakan bahwa nilai size effect (0,88) yang paling mendekati nilai RE model dengan estimasi yang paling akurat. Pada funnel plot menunjukkan hasil yang simetris dimana nilai p-value pada egger’s test (0,667) dan nilai fail-safe N (10373) maka hasil meta analisis ini tidak memiliki makna bias. Sehingga dari hasil meta analisis tersebut telah dibuktikan bahwa antibiotik gentamisin efektif digunakan bersamaan dengan antibiotik vankomisin pada implant berlapis antibiotik pada pasien osteomielitis.
AKTIVITAS ANTIPIRETIK EKSTRAK DAUN KEMANGI (Ocimum sanctum) PADA MENCIT JANTAN YANG DIINDUKSI PEPTON 10% Nita Ratna Wati; Arini Fadhilah
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 2 No. 3 (2023): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v2i3.119

Abstract

Demam adalah gejala penyakit dimana suhu tubuh meningkat. Obat dalam kelompok antipiretik digunakan untuk mengobati demam dan menurunkan suhu tubuh. Daun kemangi (Ocimum sanctum L.) adalah salah satu tanaman yang memiliki sifat antipiretik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui efek antipiretik dari beberapa varian dosis ekstrak etanol daun kemangi terhadap mencit. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorium menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Pada penelitian ini digunakan 25 ekor mencit jantan yang dibagi menjadi 5 kelompok. kelompok 1 dan 2 masing-masing sebagai kontrol positif dan negatif, tiga kelompok lainnya diberikan ekstrak etanol daun kemangi dengan konsentrasi yang bervariasi. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi kemudian ekstrak dibagi menjadi tiga konsentrasi yaitu 32,5, 65 dan 130 mg/KgBB mencit. Sebagai kontrol positif digunakan paracetamol dan kontrol negatif digunakan Na CMC. Pada percobaan ini, suhu inti tubuh mencit dinaikkan dengan pemberian pepton 10% secara oral. Selanjutnya mencit diberi paracetamol, Na CMC atau ekstrak etanol daun kemangi sesuai dengan kelompoknya secara peroral. Kemudian suhu mencit diukur pada rektal setiap 30 menit hingga menit ke-240. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak etanol daun kemangi memiliki efek antipiretik pada ketiga dosis dan dosis 130 mg/KgBB setara dengan paracetamol.
UJI ANTI VIRUS SENYAWA ETIL 4-(3,5-DIMETILFENIL)-6-METIL-2-OKSO-1,2,3,4-TETRAHIDROPIRIMIDIN-5-KARBOKSILAT DENGAN MODEL NEWCASTLE DISEASE Muhammad Reza Fatkhurohman; Azis Saifudin
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 1 No. 2 (2022): Mei
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v1i2.120

Abstract

Penemuan senyawa baru penuntun antivirus diperlukan untuk mengantisipasi munculnya penyakit-penyakit baru yang disebabkan oleh virus varian baru. Dihidropirimidinon (DHMPs) dengan gugus inti cincin pirimidin, dilambangkan sebagai senyawa Biginelli dengan aktivitas farmakologis yang memiliki efektivitas tinggi. Aktivitas yang dimiliki diantaranya antibakteri, antivirus, antitumor, antiinflamasi dan antioksidan. Newcastle Disease adalah virus yang termasuk dalam famili paramyxoviridae, genus Para-myxovirus. Pada manusia, virus ini menyebabkan suatu peradangan konjungtiva. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui bagaimana aktivitas antivirus senyawa Etil 4-(3,5-dimetilfenil)-6-metil-2-okso-1,2,3,4-tetrahidropirimidin-5-karboksilat. Penelitian ini menggunakan telur ayam KUB berusia 9-11 hari. Penelitian ini menggunakan ruang allantonis yang berisi cairan alantonis yang terus diproduksi seiring perkembangan embrio. Pengamatan penghambatan virus menggunakan uji Hemaglutinasi. Perhitungan persentase penghambatan didapatkan pada kelompok kontrol menunjukkan hasil 0%, pada kelompok 1 (1 µg/mL) adalah 0%, kelompok 2 (10 µg/mL) 92,3% dan kelompok 3 (100 µg/mL) adalah 99,6%. Data yang didapat menunjukkan hasil yang linear, peningkatan pemberian konsentrasi senyawa menyebabkan peningkatan persen penghambatan yang tinggi pula.
OPTIMASI TABLET LEPAS LAMBAT KAPTOPRIL MENGGUNAKAN PVP SEBAGAI BAHAN PENGIKAT DAN TALK-MAGNESIUM STEARAT SEBAGAI BAHAN PELICIN DENGAN METODE SIMPLEX LATTICE DESIGN Gesvi Sari Alita; Suprapto Suprapto
Usadha Journal of Pharmacy Vol. 2 No. 1 (2023): Februari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23917/ujp.v2i1.121

Abstract

Kaptopril merupakan obat yang digunakan dalam pengobatan hipertensi dan gagal jantung dengan frekuensi penggunaan obat dalam sehari harus diberikan berulang kali. Tablet lepas lambat memiliki efek terapeutik lebih panjang dibandingkan dengan tablet biasa karena melepaskan obat ke dalam tubuh secara bertahap sehingga dapat mengurangi frekuensi penggunaan obat. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh kombinasi bahan pengikat PVP dan bahan pelicin talk-magnesium stearat terhadap sifat fisik granul dan sifat fisika-kimia tablet lepas lambat kaptopril, serta untuk mengetahui konsentrasi bahan pengikat PVP dan bahan pelicin talk-magnesium stearat yang dibutuhkan agar tercapai formula yang optimum pada sediaan tablet lepas lambat kaptopril. Penelitian ini dibuat dengan perbandingan PVP dan talk-magnesium stearat formula I (9:9) mg; formula II (15:3) mg; formula III (3:15) mg; formula IV (3:15) mg; formula V (6:12) mg; formula VI (12:6) mg; formula VII (15:3) mg. Evaluasi yang dilakukan terhadap granul yaitu kecepatan alir, sudut diam, dan rasio Hausner, sedangkan evaluasi yang dilakukan terhadap tablet yaitu keragaman bobot, kekerasan, kerapuhan, dan laju disolusi tablet. Data hasil percobaan diolah dengan program design expert versi 13.0 menggunakan metode simplex lattice design. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi PVP dan talk-magnesium stearat meningkatkan kecepatan alir granul, memperkecil sudut diam granul, meningkatkan rasio Hausner, menurunkan keragaman bobot, meningkatkan kekerasan tablet, mengurangi kerapuhan tablet, dan menurunkan laju disolusi tablet. Formula optimum tablet lepas lambat kapropril 300 mg didapatkan 2 solusi dengan nilai desirability 0,702 dengan kombinasi PVP (8,42 mg) dan talk-magnesium (9,57 mg).

Page 4 of 26 | Total Record : 255