cover
Contact Name
Akhmad Syah Roni Amanullah
Contact Email
almurtajaiaitabah@gmail.com
Phone
+6281615132369
Journal Mail Official
almurtajaiaitabah@gmail.com
Editorial Address
Jl. Daendels No.1 Kranji, Paciran, Lamongan 62264 Jawa Timur
Location
Unknown,
Unknown
INDONESIA
ALMURTAJA: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini
ISSN : -     EISSN : 30311020     DOI : -
ALMURTAJA merupakan jurnal yang berisikan kajian dan analisis penelitian terkait pendidikan anak usia dini meliputi; pengembangan nilai moral dan agama, perkembangan fisik motorik, perkembangan sosial emosional, perkembangan kognitif, perkembangan bahasa, pengembangan seni dan kreatif, parenting, lembaga pengelola PAUD, penilaian perkembangan anak usia dini, psikologi perkembangan anak, pemberdayaan anak, strategi pembelajaran , Alat edukasi bermain, media pembelajaran, inovasi pendidikan anak usia dini dan berbagai bidang yang berkaitan dengan Pendidikan Anak Usia Dini.
Articles 55 Documents
Pendidikan Pranatal Dalam Islam dan Penerapannya Pada Tradisi Budaya Procotan di Pantura Lamongan Jawa Timur Ratih Kusuma Ningtias; Wardatul Karomah; Mukh. Nursikin; Iftitahun Nabilah
ALMURTAJA: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Almurtaja: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini
Publisher : Institut Agama Islam Tarbiyatut Tholabah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58518/almurtaja.v4i2.4407

Abstract

Tujuan penulisan artikel ini adalah untuk menganalisis konsep pendidikan pranatal dalam Islam dan bagaimana tradisi procotan di Pantura Lamongan berinteraksi dengan ajaran Islam dalam. Penelitian ini juga bertujuan untuk membandingkan dan mengontraskan pendekatan pendidikan pranatal dalam Islam dan tradisi procotan di Pantura Lamongan. Selain itu, artikel ini akan memberikan rekomendasi bagi keluarga muslim di Pantura dan bisa daerah manapun untuk mengintegrasikan pendidikan pranatal dalam Islam dengan praktik budaya lokal. Dengan demikian, diharapkan dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya pendidikan pranatal dalam Islam dan memberikan kontribusi pada studi interdisipliner tentang hubungan antara agama, budaya, dan Pendidikan. Tipe penelitian yang digunakan dalam studi ini adalah penelitian kualitatif. Penelitian ini mengumpulkan data dari wawancara, dokumentasi dan obesrvasi relevan mengenai teori Pendidikan prenatal dan fenomena ritual praktik budaya procotan di Pantura Lamongan dalam kehamilan, persepsi masyarakat terhadap pendidikan pranatal, serta pengaruh media sosial dan teknologi terhadap pendidikan prenatal. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pendidikan pranatal dalam Islam memiliki relevansi yang kuat dengan tradisi procotan, dengan menciptakan sinergi antara nilai-nilai agama dan praktik budaya lokal. Temuan utama ini menegaskan bahwa pendidikan pranatal tidak hanya berfungsi sebagai transfer informasi, tetapi juga sebagai cara untuk membangun kesadaran komunitas tentang kesehatan ibu dan bayi. Penelitian ini menemukan bahwa banyak masyarakat yang mengadopsi elemen-elemen dari ajaran Islam dalam praktik-praktik budaya sehingga menciptakan pendekatan yang lebih holistik terhadap pendidikan pranatal. 
Hidden Curriculum di Taman Pendidikan Al-Quran Lany Budi Damayanti; M. Zuhdi; Bobi Erno Rosadi
ALMURTAJA: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol. 4 No. 2 (2025): Jurnal Almurtaja: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini
Publisher : Institut Agama Islam Tarbiyatut Tholabah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58518/almurtaja.v4i2.4420

Abstract

Hidden curriculum merupakan aspek pendidikan yang tidak tertulis dalam kurikulum formal, tetapi hadir melalui pembiasaan, budaya lembaga, keteladanan pendidik, serta interaksi sosial. Di Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA), hidden curriculum memainkan peran penting dalam pembentukan karakter, religiusitas, dan kecerdasan spiritual santri. Penelitian-penelitian dalam pendidikan Islam menunjukkan bahwa keteladanan guru, pembiasaan religius, dan budaya disiplin merupakan elemen yang efektif dalam menanamkan nilai adab dan akhlak Qur’ani pada peserta didik. Studi-studi seperti Fuad (2024), Fitria & Rohman (2023), serta Riyadi (2022) menegaskan bahwa hidden curriculum mampu membentuk karakter positif melalui pengalaman langsung, bukan hanya melalui instruksi formal. Oleh karena itu, penerapan hidden curriculum di TPA perlu dirancang secara sadar, konsisten, dan terintegrasi agar mampu menghasilkan santri yang tidak hanya mahir membaca Al-Qur’an, tetapi juga memiliki akhlak, kedisiplinan, dan spiritualitas yang kuat. Artikel ini membahas konsep hidden curriculum, bentuk-bentuk implementasinya di TPA, serta relevansinya berdasarkan temuan penelitian dalam pendidikan Islam.  
Bimbingan dan Konseling: Analisis Pola Asuh Orang Tua terhadap Keterlambatan Bicara pada Anak Usia Dini Akhmad Syah Roni Amanullah; Zaskia Salsabilla Rachma; Siti nur syarifah
ALMURTAJA: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol. 3 No. 1 (2024): ALMURTAJA : Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini
Publisher : Institut Agama Islam Tarbiyatut Tholabah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58518/almurtaja.v3i1.2669

Abstract

Faktor utama yang mempengaruhi keterlambatan bicara pada anak adalah pola asuh orang tua. Pola asuh orang tua yang kurang tepat bagi anak usia dini di masa perkembangannya menjadi penyebab utama. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara pola asuh orang tua dengan keterlambatan bicara pada anak. Metode penelitian yang digunakan adalah kajian pustaka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebanyakan orang tua menerapkan pola asuh permisif dalam mendidik dan merawat anak. Pola asuh permisif ini menyebabkan keterlambatan bicara pada anak karena kesibukan orang tua, rendahnya tingkat pendidikan orang tua, kurangnya stimulasi, kurangnya dukungan positif dari lingkungan, serta keinginan orang tua agar anak mampu berbahasa asing. Kata Kunci: Pola Asuh; Keterlambatan Bicara; Anak Usia Dini. The main factor influencing speech delay in children is parenting. Parenting patterns that are not appropriate for early childhood during their development contribute to this issue. The aim of this study is to analyze the relationship between parenting styles and children's speech delays. The research method used in this study is library research. The results show that parents often apply permissive parenting in educating and caring for their children. Permissive parenting causes speech delays in children due to parents' busyness, low levels of parental education, lack of stimulation, lack of positive environmental support and interaction, as well as parents' desire for their children to be able to speak a foreign language.
Perkembangan Bahasa Anak Usia 3-6 Tahun yang Dipengaruhi oleh Gadget Anisa Triyani; Melati Ayu Febriana; Vionita Hidayatu Munawaroh
ALMURTAJA: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Almurtaja: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini
Publisher : Institut Agama Islam Tarbiyatut Tholabah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58518/almurtaja.v4i1.2392

Abstract

Perkembangan bahasa atau komunikasi pada anak merupakan salah satu aspek dari tahapan perkembangan anak yang harus banyak-banyak diperhatikan terlebih berbahasa merupakan sarana anak dalam berkomunikasi satu orang dengan yang lainnya. Perkembangan Bahasa tidak luput juga dari perhatian para pendidik pada umumnya dan orang tua pada khususnya. rata-rata anak usia 5-6 tahun telah menyimpan lebih dari 14.000 kosakata. Perkembangan Bahasa pada anak dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor, pola asuh, Kesehatan, dan hubungannya dengan orang tua. Salah satu faktonya yaitu kebijakan pola asuh orang tua pada anak, memberikan akses gadget pada anak usia 3-6 tahun sebagai penenang dan media hiburan justru berdampak negstif pada anak. Bagaimana perkembangan Bahasa pada anak yang dipengaruhi oleh gadget pada anak usia 3-6 tahun. Metode yang digunakan berupa kualitatif dengan Teknik wawancara, pengumbulan data dan observasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwasannya pemberiaan gadget kepada anak usia 3-6 tahun memiliki efek sebagai penghambat Bahasa, berbicara, dan mengotrol emosi. Penggunaan gadget pada anak dapat berdampak positif dan negatif dalam perkembangan Bahasa. Meskipun fitur lengkap yang tersedia pada gadget yang membuat pembelajaran Bahasa dan pengetahuan, apabila diakseskan secara berlebihan dapat menyebabkan kecanduan dan keterlambatan berbicara. Maka dari itu peran orang tua sangat penting dalam mengetahui dan membimbing perkembangan Bahasa pada anak mereka.
Media Audio Visual Sebagai Media Pembelajaran Untuk Mengembangkan Kognitif Anak Usia 5 –6 Tahun Siti Nur Syarifah; Iftitahun Nabilah
ALMURTAJA: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Almurtaja: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini
Publisher : Institut Agama Islam Tarbiyatut Tholabah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58518/almurtaja.v4i1.3646

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pemanfaatan media audio visual, khususnya video animasi pembelajaran, dalam mendukung perkembangan kognitif anak usia 5–6 tahun. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi yang dilakukan setelah pemberian praktik langsung kepada anak-anak, serta dokumentasi kegiatan pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media audio visual seperti video animasi dapat secara efektif meningkatkan daya ingat, pemahaman konsep, dan motivasi belajar anak. Guru memegang peran penting sebagai fasilitator dalam mengarahkan dan memaksimalkan penggunaan media tersebut dalam proses pembelajaran. Studi ini merekomendasikan agar media audio visual diintegrasikan secara sistematis dan menyenangkan dalam kurikulum pembelajaran PAUD, guna menciptakan pengalaman belajar yang lebih menarik dan bermakna bagi anak. Kata Kunci: media audio visual; berpikir logis; anak usia dini; kognitif anak.
Mengasah Keterampilan Sosial Anak Melalui Kegiatan Pramuka Prasiaga di TK Muslimat Mu'awanah Banjarwati Zaskia Salsabilla Rachma; Akhmad Syah Roni Amanullah
ALMURTAJA: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Almurtaja: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini
Publisher : Institut Agama Islam Tarbiyatut Tholabah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58518/almurtaja.v4i1.3649

Abstract

Partisipasi anak usia dini dalam kegiatan pengembangan keterampilan sosial sangat penting, khususnya pada usia 5–6 tahun yang merupakan masa aktif dalam membangun interaksi sosial. Kegiatan pramuka prasiaga di TK Muslimat Mu’awwanah Banjarwati dilaksanakan secara rutin setiap hari Rabu sebanyak empat kali dalam sebulan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana kegiatan pramuka prasiaga dapat mengasah keterampilan sosial anak usia 5–6 tahun, serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara dengan Kepala Sekolah, Guru Pembina, dan Guru Kelas, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan pramuka prasiaga mampu meningkatkan keterampilan sosial anak. Keterampilan sosial yang tampak meliputi percakapan, saling pengertian, bekerja sama, keterbukaan, berempati, motivasi, rasa positif dan rasa kesetaraan. Faktor pendukung kegiatan ini meliputi keterlibatan aktif Guru Pembina, dukungan orang tua, serta sarana dan jadwal rutin yang terstruktur. Sementara itu, faktor penghambatnya adalah fleksibilitas jadwal yang terkadang harus disesuaikan dengan agenda lembaga, kondisi cuaca yang kurang mendukung kegiatan luar ruang, serta munculnya konflik antar anak yang menyebabkan gangguan dalam interaksi sosial. Meskipun demikian, konflik yang muncul bersifat sementara dan dapat menjadi sarana pembelajaran bagi anak dalam membangun keterampilan sosial secara lebih matang.
Perkembangan Nilai Agama Anak Usia Dini Usia 5-6 Tahun di TK PKK Gunung Tiga Fahimah Milatin Nada; Putri Sabrina; Aulia Rahma; Hesti Amelia Putri
ALMURTAJA: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Almurtaja: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini
Publisher : Institut Agama Islam Tarbiyatut Tholabah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58518/almurtaja.v4i1.3821

Abstract

Perkembangan nilai-nilai keagamaan pada anak usia dini, khususnya kelompok usia 5–6 tahun di jenjang taman kanak-kanak, merupakan bagian penting dalam proses pembentukan karakter dan kepribadian. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi sejauh mana ajaran agama dapat ditanamkan pada anak-anak usia dini. Studi ini dilaksanakan di TK PKK Gunung Tiga, Kecamatan Batanghari Nuban, Kabupaten Lampung Timur, dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data meliputi observasi langsung, wawancara dengan tenaga pendidik, serta dokumentasi kegiatan pembelajaran agama. Perkembangan Agama di TK PKK Gunung Tiga berdasarkan penelitian bahwa perkembangan Agama di TK PKK Gunung Tiga sudah baik, hal ini dijelaskan dengan dari 10 anak. Hal ini di tunjukkan mereka mulai menerapkan sikap sopan, jujur, dan saling menghargai dalam kehidupan sehari-hari, baik terhadap teman sebaya maupun guru, yang mencerminkan adanya pemahaman terhadap ajaran agama. Kesimpulan dari studi ini menegaskan bahwa pendidikan agama yang diberikan secara terarah dan sesuai dengan tahap perkembangan anak mampu menumbuhkan pribadi yang berakhlak baik, cerdas, serta religius. Rekomendasi yang diajukan adalah pentingnya keterlibatan aktif guru dan orang tua dalam memberikan keteladanan serta mendukung aktivitas keagamaan anak, baik di lingkungan sekolah maupun di rumah, agar pembentukan nilai-nilai spiritual dapat berlangsung secara optimal.
Program MBG (Makan Bergizi Gratis) Terhadap Pelaksanaan Kegiatan Belajar Mengajar Pada Pendidikan Anak Usia Dini di Lamongan Imroatus Syafiqoh; Alfina Setyawati
ALMURTAJA: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol. 4 No. 1 (2025): Jurnal Almurtaja: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini
Publisher : Institut Agama Islam Tarbiyatut Tholabah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58518/almurtaja.v4i1.4018

Abstract

Abstrak Penelitian Kualitatif Deskriptif ini bertujuan untuk mengetahui Program MBG (Makan Bergizi Gratis) terhadap pelaksanaan kegiatan belajar mengajar pada Pendidikan Anak Usia Dini di Lamongan. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan wawancara dengan guru dan wali murid. Data dianalisis secara kualitatif menggunakan tahapan data cleaning, transcribing, coding and categorizing, dan interpreting. Hasil penelitian ini adalah bahwasanya guru, wali murid serta anak anak sangat senang dengan kehadiran Program MBG (Makan Bergizi Gratis) karena dapat membantu meningkatkan asupan yang lebih sehat dan bergizi untuk anak dan juga membantu meringankan beban biaya iuran wali murid terhadap bekal di sekolah, akan tetapi MBG (Makan Bergizi Gratis) ini menjadi tanggungan baru untuk guru kelas karena pelaksanaan kegiatan belajar mengajar anak anak di kelas harus berkurang karena guru turut menyiapkan adanya makanan yang akan diberikan kepada anak, selain itu guru diharuskan menjadi lebih ekstra tenaga dalam membagi waktu bersamaan dalam proses pembelajaran dan kegiatan MBG (Makan Bergizi Gratis).
Perkembangan Emosi Anak Usia Dini Citra Dwi Sekar Sari; Zusy Aryanti; Dwi Enggal Wahyuni
ALMURTAJA: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Almurtaja: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini
Publisher : Institut Agama Islam Tarbiyatut Tholabah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58518/almurtaja.v5i1.5130

Abstract

Emotional development is a crucial aspect of early childhood development because it influences a child's ability to control feelings, interact socially, and adapt to their environment. Various factors, such as parenting styles, family environment, teacher roles, and learning experiences, can influence a child's emotional development. This study aims to comprehensively analyze and synthesize various previous research findings on early childhood emotional development to gain a deeper understanding of the factors that influence children's emotional development and its implications for the education and parenting process. The method used was a literature review, analyzing 30 relevant scientific articles on early childhood emotional development. Data were analyzed through a process of identifying, grouping, and synthesizing findings from various published studies. The results show that parental parenting styles are the most dominant factor in early childhood emotional development. In addition, a harmonious family environment, the role of teachers in enjoyable learning, and positive social interactions also support children's emotional development. Conversely, lack of parental attention and verbal abuse can negatively impact children's emotional development. The results also indicate that emotional development is closely related to children's social skills. Thus, early childhood emotional development requires optimal support from family and school to enable children to develop into confident, independent individuals who can interact positively with their environment.
Perkembangan Moral Dan Disiplin Positif Pada Anak Usia Dini Meri Lusia Anggraini; Zusy Ariyanti; Dwi Enggal Wahyuni
ALMURTAJA: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol. 5 No. 1 (2026): Jurnal Almurtaja: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini
Publisher : Institut Agama Islam Tarbiyatut Tholabah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58518/almurtaja.v5i1.5131

Abstract

Moral development and positive discipline are important aspects of early childhood education as they serve as the foundation for character formation, social behavior, and children's ability to understand and apply values in their daily lives. However, the development of children's morality and discipline continues to face various challenges influenced by parenting styles, family environments, school settings, and social changes in society. This study aims to systematically review previous research on moral development and positive discipline in early childhood, analyze effective positive discipline strategies according to children's stages of moral development, and identify research gaps that can serve as a basis for future studies and educational practices in early childhood education. This study employed a Systematic Literature Review (SLR) method by analyzing 30 relevant scientific articles. Data were collected through the processes of identification, selection, analysis, and synthesis of articles that matched the research focus. The findings indicate that positive discipline is effective in fostering children's moral character through habituation, role modeling, positive communication, and reinforcement of desirable behaviors. Furthermore, parental and teacher role modeling, democratic parenting styles, and collaboration between families and schools were found to be crucial factors in supporting children's moral development and positive discipline. The review also revealed that studies examining the influence of digital technology and family-school collaboration models on children's moral development remain limited. Therefore, the consistent and collaborative implementation of positive discipline can serve as an effective strategy for promoting moral development and character building in early childhood.