cover
Contact Name
Armanto Makmun
Contact Email
armanto.makmun@umi.ac.id
Phone
+6281312119884
Journal Mail Official
fmj@umi.ac.id
Editorial Address
Jln. Urip Sumoharjo KM.05, Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Fakumi Medical Journal
ISSN : -     EISSN : 28089146     DOI : https://doi.org/10.33096/fmj.v4i1
Core Subject : Health, Science,
FAKUMI MEDICAL JOURNAL is a peer-reviewed, open-access journal that publishes original research articles, review articles, and interesting case reports. FAKUMI MEDICAL JOURNAL work in the field of health in a broad sense such as public health, nursing, midwifery, medicine, pharmacy, health psychology, nutrition, health technology, health analysis, health information systems, medical records and so on.
Articles 338 Documents
Hubungan Tingkat Pengetahuan dan Praktik Istinsyaq pada Pasien Sinusitis Muhammad Muflih Arafah; Santriani Hadi; Zulfitriani Murfat; Andi Tenri Sanna
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 5 No. 4 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v5i4.587

Abstract

Sinusitis merupakan kondisi pada saluran pernapasan atas yang kerap muncul dan dapat memengaruhi kualitas hidup seseorang. Selain dipicu oleh faktor lingkungan dan infeksi, kebersihan hidung yang tidak optimal juga memperbesar kemungkinan terjadinya sinusitis. Istinsyaq, yaitu tindakan menghirup air ke dalam hidung saat berwudhu dalam ajaran Islam, dianggap mampu membantu menjaga kebersihan rongga hidung serta mencegah timbulnya sinusitis. Penelitian ini bertujuan untuk menilai hubungan antara tingkat pengetahuan dan praktik istinsyaq dengan kasus sinusitis. Penelitian analitik dengan pendekatan cross-sectional ini melibatkan 50 responden. Pengumpulan data dilakukan melalui kuesioner serta wawancara, kemudian dianalisis memakai uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara tingkat pengetahuan tentang istinsyaq dengan derajat gejala sinusitis (p < 0,05). Selain itu, praktik istinsyaq yang baik juga berhubungan secara signifikan dengan derajat gejala sinusitis yang lebih ringan (p < 0,05). Kesimpulan penelitian ini adalah bahwa pasien dengan tingkat pengetahuan dan praktik istinsyaq yang lebih baik cenderung memiliki derajat gejala sinusitis yang lebih ringan. Oleh karena itu, edukasi mengenai istinsyaq yang benar dapat dipertimbangkan sebagai bagian dari upaya promotif dan preventif dalam penanganan sinusitis, khususnya pada masyarakat Muslim.
Hubungan Durasi Penggunaan Gadget dengan Tingkat Stres pada Mahasiswa Kedokteran Ikbar, Nurfika Octavianti; Ida Royani; Pratiwi Nasir Hamzah; Ilma Khaerina Amaliyah
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 5 No. 4 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v5i4.589

Abstract

Perkembangan teknologi dan meningkatnya penggunaan gadget memberi manfaat seperti mempermudah akses informasi, komunikasi, dan pembelajaran. Namun, penggunaan yang berlebihan juga dikaitkan dengan berbagai dampak negatif, termasuk risiko kecanduan, gangguan tidur, penurunan produktivitas, serta masalah kesehatan mental. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan durasi penggunaan gadget dengan tingkat stres pada mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia angkatan 2023. Penelitian menggunakan desain cross-sectional dengan pendekatan deskriptif analitik pada 181 mahasiswa angkatan 2023. Besar sampel ditentukan berdasarkan perhitungan rumus slovin, sedangkan pemilihan responden dilakukan menggunakan teknik purposive sampling. Variabel bebas adalah durasi penggunaan gadget, sedangkan variabel terikat adalah tingkat stres yang diukur menggunakan Perceived Stress Scale (PSS-10). Durasi penggunaan gadget diukur menggunakan kuesioner berbasis skala Likert. Data dikumpulkan melalui Google Form dan dianalisis menggunakan uji Chi-square dengan bantuan SPSS. Hasil menunjukkan mayoritas responden menggunakan gadget lebih dari 4 jam per hari. Tingkat stres responden sebagian besar berada pada kategori sedang (75,7%), diikuti kategori rendah dan tinggi. Uji Chi-square menunjukkan terdapat hubungan yang signifikan antara durasi penggunaan gadget dan tingkat stres mahasiswa. Hasil ini menunjukkan adanya asosiasi, di mana durasi penggunaan gadget yang lebih lama cenderung berkaitan dengan tingkat stres yang lebih tinggi. Namun, karena desain cross-sectional, penelitian ini tidak dapat menyimpulkan hubungan sebab-akibat, sehingga diperlukan penelitian longitudinal untuk mengonfirmasi arah hubungan tersebut.
Karakteristik Pasien Retinopati Hipertensi di Klinik JEC Orbita Makassar Agung, Muh Rafly; Sri Vitayani; Nur Aulia; Ratih Natasha; Andi Masdipa
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 5 No. 4 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v5i4.601

Abstract

Hipertensi merupakan salah satu masalah kesehatan global yang dapat menyebabkan kerusakan organ target, termasuk retina, melalui mekanisme mikrovaskular yang dikenal sebagai retinopati hipertensi. Kondisi ini dapat menimbulkan gangguan penglihatan hingga kebutaan apabila tidak terdeteksi dan ditangani sejak dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pasien retinopati hipertensi di Klinik Utama Mata JEC ORBITA Makassar periode Januari 2023–2025 berdasarkan usia, jenis kelamin, derajat hipertensi, derajat retinopati hipertensi, dan ketajaman penglihatan. Penelitian ini merupakan studi deskriptif observasional dengan rancangan potong lintang menggunakan data sekunder dari 70 rekam medis pasien yang memenuhi kriteria inklusi. Analisis data dilakukan secara univariat untuk menggambarkan distribusi karakteristik pasien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok usia terbanyak adalah ≥60 tahun (50%), dengan perempuan lebih dominan (64,29%). Berdasarkan derajat hipertensi, sebagian besar pasien berada pada hipertensi derajat 1 (47,14%), sedangkan derajat retinopati hipertensi terbanyak adalah derajat II (35,71%). Sebagian besar pasien memiliki ketajaman penglihatan kategori ringan. Hasil ini menunjukkan bahwa retinopati hipertensi lebih sering terjadi pada kelompok usia lanjut dan perempuan, dengan gangguan penglihatan yang umumnya masih ringan. Oleh karena itu, pemeriksaan funduskopi rutin pada pasien hipertensi dan pengendalian tekanan darah secara teratur sangat penting untuk mencegah progresivitas retinopati hipertensi dan risiko kebutaan.
Case Report: Demam Berdarah Dengue dengan Tanda Bahaya pada Anak Adit Amara; Andi Husni Esa Darussalam; Abdul Mubdi Ardiansar Arifuddin Karim
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 6 No. 1 (2026): March
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v6i1.576

Abstract

Dengue adalah infeksi arbovirus, endemik di daerah tropis dan subtropis di seluruh dunia. Menurut WHO, hampir 100 juta kasus demam berdarah dan sekitar 250.000-500.000 kasus demam berdarah dengue terjadi setiap tahunnya. Pada hari ke-3 sampai 7 di akhir fase demam pada DBD sering muncul tanda bahaya (warning sign) yang merupakan prediktor dari tingkatan keparahan demam berdarah dengue. Anak perempuan berumur 12 tahun dan 9 bulan berobat ke rumah sakit dengan demam yang sudah berlangsung lebih dari lima hari sebelum berobat ke rumah sakit, anak juga mengeluhkan nyeri perut pada regio epigastrium, pada pemeriksaan fisik didapatkan bitnik-bintik perdarahan pada palatum, tangan dan kaki. Hasil pemeriksaan laboratorium menunjukkan trombosit 36.000/uL. Berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang anak didiagnosis dengan demam berdarah dengue disertai tanda bahaya. Dilakukan pemantauan ketat terhadap kondisi klinis yang mengarah pada syok serta terapi cairan intravena. Laporan kasus ini menekankan pentingnya tatalaksana tepat pada infeksi dengue untuk menekan angka morbiditas dan mortalitas dengue.
Faktor-Faktor yang Memengaruhi Keterlambatan Mahasiswa dalam Menyelesaikan Tugas Akhir Karya Tulis Ilmiah Siti Ahlan Salamun; shulhana mokhtar; Nur Fadhillah Khalid; Suliati Amir; Andi Masdipa
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 6 No. 1 (2026): March
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v6i1.583

Abstract

Karya Tulis Ilmiah (KTI) merupakan salah satu syarat akademik yang harus diselesaikan mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia sebelum memasuki tahap profesi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor internal dan eksternal yang memengaruhi keterlambatan penyelesaian KTI pada mahasiswa angkatan 2020. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan cross-sectional terhadap 33 mahasiswa yang belum menyelesaikan KTI. Faktor internal meliputi motivasi lulus tepat waktu, manajemen waktu, dan kemampuan menulis. Faktor eksternal mencakup kualitas bimbingan dosen dan dukungan keluarga. Hasil menunjukkan bahwa motivasi rendah (72,7%) dan manajemen waktu yang buruk (51,5%) menjadi faktor dominan. Sementara itu, sebagian besar mahasiswa memiliki kemampuan menulis yang baik (63,6%), hubungan kurang baik dengan dosen pembimbing (57,6%), serta dukungan keluarga yang cukup (45,5%). Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa keterlambatan penyelesaian KTI lebih banyak dipengaruhi oleh faktor internal. Oleh karena itu, perlu dilakukan intervensi berupa pelatihan manajemen waktu dan peningkatan motivasi mahasiswa.
Hubungan Kebiasaan Buang Air Besar Pasien Hemoroid dengan Penggunaan Toilet Duduk atau Jongkok Muhammad Isma'il Asmi; Reeny Purnamasari Juhamran; Muhammad Alfian Jafar; Dian Amlelia Abdi; Berry Erida Hasbi
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 6 No. 1 (2026): March
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v6i1.619

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kebiasaan buang air besar (BAB), meliputi frekuensi, durasi, dan tekanan mengejan, dengan jenis toilet yang digunakan (toilet duduk atau jongkok) pada pasien hemoroid di Rumah Sakit Ibnu Sina YW. UMI Makassar. Penelitian ini menggunakan desain Cross Sectional dengan pendekatan observasi dan pengumpulan data dilakukan secara bersamaan pada satu waktu. Populasi penelitian adalah pasien hemoroid di Rumah Sakit Ibnu Sina YW. UMI Makassar, dan didapatkan jumlah sampel sebanyak 47 responden. Hasil analisis menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang sangat signifikan antara frekuensi BAB dengan jenis toilet (p=0,001), durasi BAB dengan jenis toilet (p=0,002), dan tekanan mengejan berlebihan saat BAB dengan jenis toilet (p=0,013). Secara keseluruhan, jenis toilet, khususnya toilet jongkok, memiliki peran penting dalam mendukung pola defekasi yang sehat, baik dari segi frekuensi, efisiensi waktu, maupun tingkat tekanan yang dibutuhkan saat mengejan.
Karakteristik Pasien Penderita Glaukoma di Klinik Utama Mata JEC-ORBITA Makassar Muhammad Ibnu Faudzan Maz'un; Sri Irmandhani Kusumawardhani; Zulfikri Khalil Novriansyah; Suliati P. Amir; Hana Aulia Namira
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 6 No. 1 (2026): March
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v6i1.620

Abstract

Glaukoma didefinisikan sebagai suatu kondisi patologis pada mata yang ditandai dengan kerusakan saraf optik (neuropati) serta penurunan fungsi lapang pandang. Meskipun peningkatan tekanan intraokular merupakan faktor risiko utama, hal tersebut bukan satu-satunya penyebab penyakit ini. Di Indonesia, prevalensi glaukoma berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2007 adalah sebesar 0,46%, atau sekitar 4–5 orang per 1.000 penduduk. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi profil klinis dan karakteristik pasien glaukoma di Klinik Utama Mata JEC-ORBITA Makassar periode 2023–2024. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif retrospektif dengan memanfaatkan data sekunder dari rekam medis. Total populasi berjumlah 2.840 pasien glaukoma. Karena keterbatasan waktu, penentuan sampel dilakukan dengan teknik simple random sampling berdasarkan rumus Slovin dengan margin of error 10%, sehingga diperoleh 97 sampel. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas pasien berada pada kelompok usia 56–65 tahun (35,05%), berjenis kelamin laki-laki (55,67%), berpendidikan terakhir SMA (42,27%), dan paling banyak menderita glaukoma sekunder (35,05%). Kesimpulannya, karakteristik pasien glaukoma terbanyak ditemukan pada laki-laki berusia 56–65 tahun dengan tingkat pendidikan SMA dan diagnosis glaukoma sekunder.
Hubungan Karakteristik Pekerjaan dengan Risiko Tendinitis pada Pekerja Pabrik Crude Palm Oil Muhammad Shendy Abiyyu Badi; Armanto Makmun; Sri Wahyuni Gayatri; Dahliah; Fadil Mula Putra
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 6 No. 1 (2026): March
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v6i1.628

Abstract

Latar Belakang: Tendinitis pada pekerja industri dapat muncul akibat iritasi tendon yang dipicu aktivitas repetitif, beban fisik, dan postur kerja tidak ergonomis; bukti pada pekerja pabrik Crude Palm Oil (CPO) di Bontang masih terbatas. Metode: Penelitian kuantitatif analitik observasional dengan pendekatan cross sectional dilakukan di PT Energi Unggul Persada Bontang pada Oktober–November 2025. Sampel 172 pekerja dipilih dengan total sampling. Data primer dikumpulkan melalui wawancara, studi dokumen, serta observasi menggunakan Numerical Pain Rating Scale (NPRS) dan Rapid Entire Body Assessment (REBA). Analisis bivariat menggunakan Spearman dan analisis multivariat regresi logistik. Hasil dan Pembahasan: Responden didominasi usia >18 tahun (98,8%), laki-laki (91,9%), masa kerja ≥1 tahun (89,5%), dan beban kerja berat (50,0%) terutama KCP Solvent Plant (21,5%). Keluhan fisik terbanyak pada pinggang (26,74%), bahu (18,60%), punggung atas (12,21%), dan lutut (11,05%); posisi kerja tidak ergonomis 63,37%. Regresi logistik menunjukkan keluhan fisik (Exp(B)=3,39; p=0,001), posisi tidak ergonomis (Exp(B)=2,86; p=0,004), dan beban kerja berat (Exp(B)=2,38; p=0,012) berpengaruh signifikan, sedangkan durasi kerja 8 jam tidak signifikan (p=0,621). Kesimpulan: Faktor ergonomi dan karakteristik pekerjaan lebih menentukan risiko tendinitis dibanding lamanya jam kerja, sehingga intervensi perlu difokuskan pada perbaikan postur, pengendalian beban, dan penanganan keluhan dini, serta rotasi tugas, jeda istirahat, dan edukasi ergonomi rutin secara berkelanjutan.