cover
Contact Name
Armanto Makmun
Contact Email
armanto.makmun@umi.ac.id
Phone
+6281312119884
Journal Mail Official
fmj@umi.ac.id
Editorial Address
Jln. Urip Sumoharjo KM.05, Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Fakumi Medical Journal
ISSN : -     EISSN : 28089146     DOI : https://doi.org/10.33096/fmj.v4i1
Core Subject : Health, Science,
FAKUMI MEDICAL JOURNAL is a peer-reviewed, open-access journal that publishes original research articles, review articles, and interesting case reports. FAKUMI MEDICAL JOURNAL work in the field of health in a broad sense such as public health, nursing, midwifery, medicine, pharmacy, health psychology, nutrition, health technology, health analysis, health information systems, medical records and so on.
Articles 333 Documents
Hubungan Status Gizi dengan Kejadian Stunting pada Anak Usia 0-2 Tahun Puskesmas Tabaringan 2024 Muhammad Rifky; Arni Isnaini Arfah; Andi Husni Esa Darussalam; Sidrah Darma; Sigit Dwi Pramono
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 5 No. 3 (2025): September
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v5i3.565

Abstract

Stunting adalah gangguan pertumbuhan fisik pada anak di bawah lima tahun yang ditandai dengan tinggi badan di bawah rata-rata. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan status gizi dan faktor risiko terhadap kejadian stunting pada anak usia 0–2 tahun di Puskesmas Tabaringan tahun 2024. Metode penelitian menggunakan data rekam medis 24 pasien stunting yang dianalisis dengan Statistical Product and Service Solutions (SPSS). Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 24 pasien, 4 anak tergolong stunting sangat pendek dan 20 anak stunting pendek. Sebanyak 9 pasien memiliki berat badan normal, 14 berat badan kurang, dan 1 sangat kurang. Dari segi status gizi, 2 pasien mengalami gizi kurang, sedangkan 22 lainnya gizi cukup/normal. Seluruh orang tua pasien memiliki pekerjaan, meskipun jenis pekerjaan tidak tercatat dalam rekam medis. Selain itu, 9 pasien tinggal di lingkungan dengan sanitasi tidak memadai. Seluruh pasien memiliki riwayat pengobatan di puskesmas. Analisis statistik menunjukkan bahwa status gizi dan faktor risiko (pekerjaan orang tua serta riwayat pengobatan) tidak memiliki korelasi signifikan (p-value konstan), sedangkan fasilitas sanitasi yang tidak memadai berkorelasi signifikan dengan kejadian stunting. Simpulan penelitian ini menunjukkan bahwa faktor lingkungan, khususnya sanitasi, berperan penting dalam kejadian stunting di Puskesmas Tabaringan
Karakteristik Penderita Katarak pada Anak di Makassar Periode Januari-Desember 2023 Syam, St. Nasrah; Marlyanti N. Akib; Syukriyah Sofyan; Ratih Natasha Maharani; Akina Maulidhany Tahir
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 5 No. 3 (2025): September
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v5i3.567

Abstract

Perkiraan kejadian katarak adalah 0,1% per tahun, yang berarti ada satu kasus katarak baru untuk setiap 1.000 orang setiap tahun dan menjadi penyebab utama kebutaan yang terjadi anak. Katarak dapat disembuhkan / diobati jika didiagnosis dini dan diobati dengan tepat. Penelitian ini bertujuan mengetahui karakteristik penderita katarak anak di Kota Makassar pada bulan Januari - Desember 2023. Metode penelitian yakni studi deskriptif dengan desain cross sectional berbasis rekam medis anak penderita katarak yang dirawat di Rumah Sakit Universitas Hasanuddin periode bulan Januari - Desember 2023. Sampel berjumlah 102 anak. Hasil penelitian mayoritas pasien berusia 5–18 tahun (60,8%) dan berjenis kelamin laki-laki (63,7%). Gambaran klinis paling umum adalah leukokoria (69,6%). Sebagian besar katarak bersifat unilateral (53,9%) dan tergolong katarak developmental (53,5%). Sebagian besar pasien tidak memiliki riwayat infeksi (95,1%) dan lahir aterm (85,3%). Kesimpulan Katarak pada anak di Makassar paling banyak ditemukan pada kelompok usia 5–18 tahun, laki-laki, dengan gambaran klinis leukokoria, katarak unilateral, dan jenis developmental tanpa riwayat infeksi atau kelahiran prematur.
Karakteristik Pasien Tuberkulosis Paru dan Status Gizi Sebelum dan Sesudah OAT di Puskesmas Sudiang Nabila; Zulfitriani Murfat; Dwi Anggita; Aryanti R. Bamahry; Edward Pandu Wiryansyah
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 5 No. 3 (2025): September
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v5i3.571

Abstract

Latar Belakang: Tuberkulosis (TB) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh Mycobacterium tuberculosis dan menyerang paru-paru. Penularannya terjadi lewat udara saat penderita batuk atau bersin. Lansia, penderita HIV/AIDS, dan orang dengan gizi buruk lebih rentan terinfeksi. Indonesia termasuk negara dengan kasus TB tertinggi di dunia. TB bisa disembuhkan dengan pengobatan teratur 6–9 bulan dan dukungan gizi yang baik, yang membantu mempercepat pemulihan. Tujuan: Untuk mengetahui karakteristik pasien TB paru dan status gizi sebelum dan sesudah pengobatan obat anti tuberkulosis (OAT) di puskesmas Sudiang. Metode: Penelitian ini merupakan studi deskriptif kuantitatif yang bertujuan menggambarkan frekuensi kejadian tuberkulosis paru berdasarkan data rekam medik pasien di Puskesmas Sudiang Raya Makassar pada Januari–Juni 2024. Hasil: Penelitian ini menemukan bahwa sebagian besar pasien TB di Puskesmas Sudiang (Januari–Juni 2024) dengan jumlah sampel (37 pasien) berjenis kelamin laki-laki yang berada dalam rentang usia produktif (17–45 tahun). Sebelum pengobatan, 37,84% memiliki status gizi buruk, yang menurun menjadi 29,73% setelah pengobatan. Sebagian besar pasien (86,5%) mengalami perbaikan status gizi setelah menyelesaikan terapi OAT, yang menunjukkan dampak positif pengobatan terhadap pemulihan gizi. Kesimpulan: Penelitian ini menyimpulkan bahwa sebagian besar pasien TB di Puskesmas Sudiang berjenis kelamin laki-laki dan berada dalam kelompok usia produktif, dengan perbaikan status gizi yang signifikan setelah menyelesaikan pengobatan anti-tuberkulosis, yang menunjukkan efektivitas terapi dalam mendukung pemulihan
Karakteristik Penderita Fraktur Femur di RS Ibnu Sina pada Tahun Januari 2023-Desember 2024 Andi kencana batara; Erlin Syahril; Arman Bausat; Fadil Mula Putra; Febie Irsandy Syahruddin
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 5 No. 3 (2025): September
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v5i3.572

Abstract

Fraktur adalah suatu kondisi di mana terjadi diskontinuitas struktur tulang atau tulang rawan yang pada umumnya disebabkan oleh trauma baik itu dari kecelakaan kerja. World Health Organization (WHO) pada tahun 2023 mencatat di 180 negara bahwa sekitar 1.19 juta orang meninggal setiap tahun dan di antara 20-50 juta orang mengalami luka berat akibat kecelakaan lalu lintas dan terjatuh. Penelitian bertujuan mengetahui karakteristik penderita fraktur femur di RS Ibnu Sina Makassar tahun 2023 – 2024.Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan menggunakan data primer dari pasien fraktur femur di RS Ibnu Sina Makassar Tahun 2023-2024 dengan total sampel sebanyak 22 sampel.Hasil Penelitian ini melibatkan analisis data 22 pasien dengan fraktur femur dengan distribusi usia terbanyak terjadi pada kelompok 20-39 tahun 9 pasien (40,9%). Mayoritas pasien adalah perempuan 12 pasien (54.5%).Etiologi dari trauma fraktur femur terbanyak yakni Kecelakaan lalu lintas 11 pasien (50.0%) dan Terjatuh 11 pasien (50.0%). Kasus fraktur terbanyak jenis tertutup (63,6%) dan fraktur proksimal femur merupakan lokasi paling umum melibatkan 11 pasien (50,0%).Berdasarkan penelitian, fraktur femur di RS Ibnu Sina tahun 2023–2024 paling banyak terjadi pada usia 20–39 tahun, terutama pada perempuan akibat jatuh. Fraktur tertutup paling dominan, sedangkan fraktur terbuka lebih sering pada laki-laki muda. Lokasi fraktur terbanyak pada metafisis proksimal, disusul epifisis dan paling sedikit pada metafisis distal
Case Report : Bangkitan Umum Berulang pada Pasien Dewasa Muda Basalamah, Akmal Ridha Basalamah; Mochammad Erwin Rachman; Rahmawati Akib
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 5 No. 3 (2025): September
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v5i3.578

Abstract

Kejang dapat melibatkan kombinasi sensasi, kontraksi otot, dan fungsi tubuh abnormal lainnya. Kejang biasanya muncul secara spontan tanpa penyebab yang jelas, meskipun pada beberapa individu dapat dipicu oleh jenis rangsangan tertentu seperti cahaya yang berkedip. Seorang pria dengan usia 25 tahun mengunjungi fasilitas kesehatan dengan keluhan sering mengalami kejang serta gelisah yang berawal dari tahun 2017, kejang berlangsung kurang lebih 5 menit. Tampak bengkak pada mata kanan. Riwayat terjatuh pada kemarin malam. Pasien memiliki riwayat berobat di psikiatri dan penyakit epilepsi sebelumnya, pada keluarga tidak memiliki riwayat penyakit yang sama, riwayat pengobatan di IGD: Ranitidin, mecobalamin, citicolin. Pada pemeriksaan fisik dalam keadaan normal, pasien sadar penuh saat dilakukan pemeriksaan status neurologis. Refleks fisiologis dan patologis menunjukkan kondisi normal tanpa adanya kelainan yang terdeteksi.
Analisis Forensik Kasus Penggantungan : Bunuh Diri atau Pembunuhan Annisa Anwar Muthaher; Denny Mathius; Ruslan; Rahmat Prayogi; Ayu Pratiwi; Rahma, Muftihatur
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 5 No. 3 (2025): September
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v5i3.579

Abstract

Ilmu forensik merupakan cabang multidisiplin kedokteran yang menggunakan ilmu kedokteran untuk mendukung penegakan hukum. Otopsi adalah cara investigasi terhadap mayat, baik tubuh luar maupun dalam, untuk menentukan adanya penyakit atau cedera serta menjelaskan penyebab kematian. Kasus ini dilakukan pemeriksaan otopsi di Instalasi Kedokteran Forensik Rumah Sakit X Makassar pada tahun 2025. Pada pemeriksaan luar didapatkan kaku mayat mudah dilawan pada sendi kecil, serta lebam mayat pada pipi kiri, tangan, lutut, paha, betis, dan bokong berwarna keunguan yang hilang dengan penekanan. Luka jerat pada leher konsisten dengan kasus penggantungan. Penyebab kematian adalah asfiksia akibat terhalangnya jalan nafas yang kuat dari jejas trauma tumpul dengan estimasi waktu kematian sekitar kurang dari 12 jam sebelum pemeriksaan. Kasus ini menekankan pentingnya pemeriksaan forensik dalam menentukan penyebab kematian dan cara kematian berdasarkan fakta medis.
Tingkat Kepuasan Pasien Instalasi Gawat Darurat terhadap Kualitas Pelayanan Perawat Pamesangi, Andi Saswin; Arifuddin, Andi Tenri Sanna; Tirta Swarga; Edward Pandu Wiryansyah; Rezky Putri Indarwati
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 5 No. 4 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v5i4.569

Abstract

Kepuasan pasien dapat didefinisikan sebagai reaksi pasien terhadap berbagai aspek pengalaman pelayanan yang diterima. Penilaian kepuasan pasien memberikan informasi berharga mengenai kualitas perawatan dan mutu pelayanan rumah sakit sehari-hari. Untuk merumuskan kebijakan pelayanan yang efektif, khususnya dalam memberikan layanan berpusat pada pasien, diperlukan analisis terhadap dimensi kualitas pelayanan. Lima dimensi utama yang memengaruhi kualitas layanan di sektor jasa adalah reliability (keandalan), responsiveness (daya tanggap), assurance (jaminan), empathy (empati), dan tangible (bukti fisik), yang secara keseluruhan berkontribusi terhadap tingkat kepuasan pasien. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi tingkat kepuasan pasien Instalasi Gawat Darurat (IGD) terhadap mutu pelayanan keperawatan di RS Ibnu Sina Makassar dengan menggunakan metode cross sectional dan teknik pengambilan sampel accidental sampling. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden berusia 51–60 tahun (28,28%), dengan jumlah pasien laki-laki lebih banyak dibanding perempuan. Sebagian besar responden berpendidikan terakhir SMA (49,49%) dan bekerja pada kategori pekerjaan lainnya (27,27%). Hasil penilaian kepuasan pasien menunjukkan tingkat sangat puas pada dimensi responsiveness (61,66%), assurance (52,52%), tangibles (41,41%), empathy (56,56%), dan reliability (54,54%). Pasien dengan tingkat pendidikan lebih tinggi cenderung memiliki pengetahuan serta sikap lebih baik dalam menilai mutu pelayanan dan memiliki ekspektasi yang lebih tinggi terhadap kualitas layanan. Kelima dimensi tersebut terbukti berkontribusi terhadap tingkat kepuasan pasien di IGD RS Ibnu Sina Makassar.
Literature Review: Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Ulkus Dekubitus pada Pasien Stroke Erfrosina, Salsabila; Hermiaty Nasaruddin; Muhammad Wirawan Harahap; Mochammad Erwin Rachman; Berry Erida Hasbi
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 5 No. 4 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v5i4.573

Abstract

Stroke merupakan salah satu penyakit tidak menular yang sering mengakibatkan komplikasi serius, salah satunya ulkus dekubitus. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang mempengaruhi kejadian ulkus dekubitus pada pasien stroke melalui literature review. Data diperoleh dari artikel-artikel yang dipublikasikan dalam jurnal nasional dan internasional antara 2018 hingga 2025. Faktor yang mempengaruhi ulkus dekubitus dibagi menjadi faktor intrinsik dan ekstrinsik, termasuk usia, status gizi, tingkat kesadaran, lama rawat inap, dan frekuensi reposisi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor tersebut berkaitan dalam meningkatkan risiko ulkus dekubitus pada pasien stroke. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan dasar yang kuat untuk intervensi pencegahan yang lebih efektif dalam perawatan pasien stroke.
Hubungan Kualitas Tidur dengan Stroke Iskemik di Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar Tirta, Wira Yudha; Hermiaty Nasaruddin; Fadil Mula Putra; Mochammad Erwin Rachman; Ilma Khaerina Amaliyah B
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 5 No. 4 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v5i4.575

Abstract

Stroke iskemik merupakan salah satu penyebab utama kematian dan kecacatan di dunia. Selain faktor risiko yang dapat dimodifikasi, kualitas tidur menjadi aspek penting yang sering terabaikan pada pasien stroke iskemik. Kualitas tidur buruk pascastroke dapat memengaruhi proses pemulihan fisik maupun mental. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kualitas tidur dan usia pada pasien stroke iskemik di Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar, serta mengidentifikasi faktor-faktor yang berkontribusi terhadap kualitas tidur buruk pada pasien. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan sampel 23 pasien stroke iskemik yang dirawat di Poliklinik Saraf Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar. Data diperoleh melalui kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) dan anamnesis faktor risiko stroke. Analisis data dilakukan menggunakan uji Chi-Square untuk menilai hubungan antara usia dan kualitas tidur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pasien (91,3%) memiliki kualitas tidur buruk, sedangkan hanya 8,7% menunjukkan kualitas tidur baik. Uji Chi-Square memperlihatkan adanya hubungan signifikan antara usia dan kualitas tidur (p = 0,045), di mana usia yang lebih tua cenderung mengalami kualitas tidur yang lebih buruk. Temuan ini menegaskan bahwa kualitas tidur yang buruk merupakan masalah umum pada pasien stroke iskemik, terutama pada kelompok usia lanjut. Oleh karena itu, perhatian terhadap kualitas tidur perlu menjadi bagian integral dalam manajemen pasien stroke iskemik untuk mendukung pemulihan fisik dan mental yang optimal.
Karakteristik EKG Perokok dan Non Perokok Pasien Jantung Koroner di Rs Ibnu Sina Makassar Iskandar, Yusril; Wisudawan; Basri, Rezky Pratiwi L; Nurhikmawati; Dahlia
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 5 No. 4 (2025): Desember
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v5i4.584

Abstract

Penyakit jantung koroner (PJK) merupakan salah satu penyebab kematian tertinggi di dunia dan banyak dipengaruhi oleh faktor risiko yang dapat dimodifikasi, salah satunya adalah kebiasaan merokok. Paparan nikotin, karbon monoksida, dan berbagai zat toksik dalam asap rokok dapat mengganggu fungsi endotel dan aliran darah ke otot jantung, yang akhirnya memunculkan perubahan elektrofisiologis yang dapat terdeteksi melalui pemeriksaan elektrokardiogram (EKG). Variasi gambaran EKG pada pasien PJK, khususnya antara perokok dan non-perokok, penting untuk dikaji karena dapat memberikan indikasi awal tingkat keparahan iskemia dan jenis sindrom koroner akut yang dialami. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan karakteristik EKG pada pasien perokok dan non-perokok dengan diagnosis PJK di Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar tahun 2024. Penelitian menggunakan desain deskriptif dengan pendekatan dokumentasi melalui analisis data sekunder dari rekam medis. Populasi penelitian adalah seluruh pasien PJK tahun 2024, dan sampel diperoleh menggunakan metode total sampling sebanyak 82 pasien. Data meliputi status merokok dan hasil interpretasi EKG, yang kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok perokok mendominasi dengan jumlah 49 pasien, sedangkan non-perokok berjumlah 33 pasien. Baik pada kelompok perokok maupun non-perokok, pola EKG yang paling banyak ditemukan adalah Non-ST Elevation Myocardial Infarction (NSTEMI), dengan proporsi yang lebih tinggi pada kelompok perokok. Kesimpulannya, mayoritas pasien PJK di Rumah Sakit Ibnu Sina Makassar menunjukkan gambaran EKG berupa NSTEMI, dan temuan tersebut lebih banyak dijumpai pada pasien dengan riwayat merokok. Temuan ini menegaskan bahwa merokok merupakan faktor risiko yang berkontribusi signifikan terhadap perubahan elektrofisiologis jantung dan memperburuk gambaran EKG pada PJK.