cover
Contact Name
Armanto Makmun
Contact Email
armanto.makmun@umi.ac.id
Phone
+6281312119884
Journal Mail Official
fmj@umi.ac.id
Editorial Address
Jln. Urip Sumoharjo KM.05, Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Fakumi Medical Journal
ISSN : -     EISSN : 28089146     DOI : https://doi.org/10.33096/fmj.v4i1
Core Subject : Health, Science,
FAKUMI MEDICAL JOURNAL is a peer-reviewed, open-access journal that publishes original research articles, review articles, and interesting case reports. FAKUMI MEDICAL JOURNAL work in the field of health in a broad sense such as public health, nursing, midwifery, medicine, pharmacy, health psychology, nutrition, health technology, health analysis, health information systems, medical records and so on.
Articles 326 Documents
Hubungan Antara Profil Glukosa Darah dengan Derajat Ulkus Kaki Diabetik pada Pasien Kaki Diabetik Tiara Putri Kalsum; Indah Lestari Daeng Kanang; Helmiyadi Kuswardhana; Andi Kartini Eka Yanti; Nur Nasri Asryad
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 4 No. 5 (2024): Mei
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v4i5.450

Abstract

Neuropati perifer merupakan salah satu komplikasi pasien diabetes yang berisiko ulkus pada kaki. Kadar gula yang tidak terkontrol dapat mempercepat terjadinya arterosklerosis. Tujuan penelitian: mengetahui hubungan antara profil glukosa darah dengan derajat ulkus kaki diabetik pada pasien kaki diabetik di Rs Ibnu Sina Makassar Tahun 2018-2022. Metode penelitian: observasional analitik menggunakan metode Cross-sectional dengan menggunakan data sekunder berupa rekam medis. Hasil penelitian: menunjukan profil glukosa darah dengan derajat ulkus kaki diabetik pada pasien kaki diabetik di RS Ibnu Sina Makassar tertinggi ditemukan sebanyak 31 kasus pasien kaki diabetik (67.4%) pada GDS yang tidak terkontrol, dan 15 kasus (32.6%) pada GDS terkontrol. Pada kelompok GDP sebanyak 28 kasus pasien kaki diabetik (60.9%) yang tidak terkontrol dan18 kasus (39.1%) pada GDP terkontrol. Kelompok HbA1c ditemukan 32 kasus pasien kaki diabetik (69.6%) dengan nilai > 9%, 7 kasus (15.2%) pada kelompok HbA1c dengan nilai 7-9% dan nilai < 7%. Klasifikasi wagner 21 kasus pasien kaki diabetik (45.6%) pada wegner grade 3 dan 1 kasus (2.2%) pada wegner grade 5. Berdasarkan hasil uji korelasi antara GDS, GDP dan HbA1c dengan klasifikasi wegner dimana terdapat hubungan yang signifikan dengan nilai p < 0,005 artinya terdapat hubungan yang secara signifikan pada hasil uji correlation coefficient didapatkan kuat. Kesimpulan: berdasarkan GDS, GDP dan HbA1c paling banyak memiliki profil glukosa darah yang tidak terkontrol dan klasifikasi wagner grade 3. Dan terdapat hubungan antara profil glukosa darah dengan derajat ulkus kaki diabteik.
Karakteristik Penderita Gastroesophageal Reflux Disease Ashar Magguliling Tayibu; Syamsu Rijal; Inna Mutmainnah Musa; Prema Hapsari; Pratiwi Natsir
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 4 No. 5 (2024): Mei
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v4i5.451

Abstract

Penelitian ini menginvestigasi karakteristik pasien Gastroesophageal Reflux Disease (GERD) di Rumah Sakit Ibnu Sina Kota Makassar, menyadari bahwa GERD merupakan penyakit kronis yang umum terjadi di masyarakat dengan potensi komplikasi jangka panjang seperti barrett’s esophagus. Meskipun prevalensi GERD di Asia relatif rendah dibandingkan dengan negara Barat, tetapi beberapa penelitian menunjukkan peningkatan prevalensi di beberapa negara Asia. Faktor-faktor seperti usia, jenis kelamin, indeks massa tubuh (IMT), dan riwayat penyakit serta pola hidup yang tidak sehat dapat memengaruhi terjadinya GERD. Penelitian ini dilakukan untuk melengkapi penelitian sebelumnya yang hanya meneliti karakteristik pasien GERD terutama dalam hal usia dan jenis kelamin. Metode penelitian yang digunakan adalah cross-sectional dengan menggunakan data rekam medis dari Rumah Sakit Ibnu Sina Kota Makassar pada periode 2021-2022. Dari hasil penelitian, mayoritas pasien GERD adalah perempuan, berusia dewasa muda (20-44 tahun), dengan IMT normal, bekerja sebagai Ibu Rumah Tangga (IRT), riwayat penyakit gastritis, dan mengalami keluhan nyeri epigastrium (heartburn). Implikasi dari penelitian ini mencakup pentingnya pemahaman yang lebih dalam tentang karakteristik pasien GERD untuk meningkatkan manajemen dan pengobatan yang tepat serta upaya pencegahan yang lebih efektif.
Literature Review: Pengaruh Air Zamzam terhadap Osteoporosis Iffa Nabila Zulfitria; Anna Sri Dewi; Rachmat Faisal Syamsu; Nurfadillah Khalid
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 4 No. 4 (2024): April
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v4i4.452

Abstract

Osteoporosis adalah kelainan kerapuhan tulang yang tersebar luas di mana kekuatan tulang sangat rendah, menyebabkan patah tulang sering terjadi. Konsumsi kalsium (Ca) berkorelasi positif dengan kesehatan tulang, termasuk massa tulang. Air zamzam adalah salah satu prosedur terapi yang telah ada sejak awal Islam. Air zamzam dipercaya memiliki banyak manfaat kesehatan. Air Zamzam berbeda dengan air biasa karena mengandung mineral larut dalam garam seperti kalsium, magnesium, natrium, kalium, fluor, klorida, bikarbonat, nitrat, dan sulfat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah air Zamzam mempengaruhi osteoporosis. Studi pustaka ini menggunakan desain review naratif. Studi menunjukkan bahwa air Zamzam mengandung banyak kalsium, yang baik untuk kesehatan. Untuk membantu pertumbuhan tulang, kalsium juga diperlukan. Magnesium juga ada dalam air Zamzam, yang diperlukan untuk tubuh menggunakan mineral dengan benar dan menambah mineral dalam tulang. Air Zamzam memiliki kandungan kalsium yang tinggi yang dapat berinteraksi dengan fosfat dalam tulang, mengubah hubungan fisiologis antara kalsium dan fosfor. Air Zamzam juga memiliki konsentrasi fluorida yang lebih tinggi daripada air mineral lainnya, yang membantu menjaga kesehatan tulang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa air Zamzam mengandung kalsium, magnesium, fosfat, dan fluorida yang membantu mengurangi kemungkinan patah tulang.
Gambaran dan Karakteristik Pasien Luka Bakar Azimar Khatimah Zusandy; Arwi Amiruddin; Andi Sastri Z; Lisa Yuniati; Andi Miranti
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 4 No. 5 (2024): Mei
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v4i5.455

Abstract

Data kejadian luka bakar di Indonesia dari tahun 2013-2015 menunjukkan bahwa 68,8% terjadi pada usia lebih dari 18 tahun, sebagian besar mengenai pada kelompok yang tidak bekerja 82,3%, dan tipe terbanyak adalah luka bakar karena api 70,8%. Etiologi luka bakar yaitu api, air panas, listrik, kimia, kontak, radiasi, dan trauma dingin. Berdasarkan uraian diatas ini, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran serta karakteristik pasien luka bakar di RSUD Daya Kota Makassar pada periode Januari 2018 - Desember 2021. Jenis penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah deskriptif retrospektif. Penelitian dilakukan dengan menggunakan data sekunder melalui rekam medis pasien luka bakar di RSUD Daya Kota Makassar Pada Tahun 2018- 2021. Penelitian ini didapatkan gambaran dan karakteristik pasien luka bakar di RSUD Kota Makassar dengan umur terbanyak 18-25 tahum 51 kasus (58%), laki- laki ialah populasi terbanyak dengan 56 kasus (64%), berdasarkan penyebab luka bakar terbanyak Thermal 65 kasus (74%), derajat luka bakar terbanyak Derajat II 42 kasus (48%), luas luka bakar terbanyak 10%-20% 57 kasus (65%), pasien yang tidak mengalami Trauma Inhalasi 79 kasus (90%), lokasi luka bakar terbanyak dilengan 39 kasus (44%) dan lama perawatan untuk kasus luka bakar >7 hari 52 kasus (59%).
Pengaruh Pemberian Madu Hutan, Kurma Ajwa dan Gel Bioplacenton terhadap Proses Penyembuhan Luka pada Mencit Trisha Mel Anggun Koedoeboen; Syamsu Rijal; Inna Mutmainnah Musa; Ida Royani; Rachmat Faisal Syamsu
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 4 No. 6 (2024): Juni
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v4i6.456

Abstract

Luka bisa terjadi pada semua makhluk hidup dikarenakan adanya aktivitas yang dilakukan. Aktivitas yang dilakukan dapat terganggu karena adanya luka. Luka dapat diartikan sebagai keadaan dimana terjadinya gangguan fungsi kulit sebagai pelindung dari luar akibat terputusnya jaringan kulit. Luka sayat merupakan salah satu contoh dari bentuk luka. Tujuan penelitian ini yaitu untuk melihat efektivitas Madu Hutan (Apis dorsata), Kurma Ajwa (Phoenix dactylifera L) dan Bioplacenton terhadap proses penyembuhan luka sayat. Metode yang digunakan yaitu eksperimental laboratorium untuk mengetahui perbedaan penyembuhan luka sayat antara pemberian Madu Hutan (Apis dorsata), Kurma Ajwa (Phoenix dactylifera L.) dan gel Bioplacenton pada Mencit (Mus musculus) yang meliputi durasi dan dosis yang dibutuhkan untuk penyembuhan luka. Hasil yang didapatkan yaitu kelompok yang mengalami penutupan paling cepat menutup ialah kelompok III (Madu Hutan) yaitu 10 hari.
Evaluasi Kepatuhan Pasien Tuberkulosis Paru terhadap Penggunaan OAT Lucky Amelia saad; Hermiaty Nasaruddin; Sigit Dwi Pramono; Edward Pandu Wiryansyah; Rahmawati
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 4 No. 5 (2024): Mei
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v4i5.457

Abstract

Tuberculosis ditetapkan sebagai kondisi darurat Kesehatan global yang dikemukankan oleh WHO (world Health Organization). Dari hasil perhitungan terdapat delapan negara yang berada di urutan tertinggi sampai menengah yaitu penyumbang terbesar negara India, negara kedua Tiongkok, negara ke tiga Indonesia, negara ke empat Filiphina, kemudian disusul negara Pakistan, Nigeria, Bangladesh dan terakhir negara Afrika Selatan. Pada tahun 2021 Kementerian Kesehatan RI terkait Global Tuberkulosis Report, Tuberkolosis di Indonesia diperkirakan terdapat 824.000 kasus dan khusus Provinsi Sulawesi-Selatan, Dinas Kesehatan mencatat terdapat 31.022 kasus, dimana Makassar dengan kasus terbanyak. Tujuan dari penelitian ini ialah meninjau evaluasi pasien Tuberkulosis dari tingkat kepatuhannya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode spearman. Hasil dari penelitian ini ditemukan beberapa kriteria, dari kelompok jenis kelamin yaitu responden laki-laki yang terbanyak, untuk kategori usia yaitu responden lansia, tingkat pendidikan yaitu responden pendidikan rendah, dan untuk profesi dominan responden yang tidak berkerja. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan antara tingkat kepatuhan minum obat dengan kesembuhan sebanyak (90,9%) terdapat hubungan, dalam penelitian ini pasien mayoritas berjenis kelamin laki-laki dengan jumlah pasien sebanyak (56,8%) dapat dikatakan tidak terdapat hubungan dengan kepatuhan minum obat anti tuberkulosis. Sedangkan antara kriteria usia dengan mayoritas lansia jumlah pasien sebanyak (38,6%), antara tingkat pendidikan dengan mayoritas pendidikan rendah sebanyak (52,3%) dan perkerjaan dengan mayoritas tidak bekerja sebanyak (40,9%) yang menunjukkan tidak terdapat hubungan antara variabel di atas dengan kepatuhan minum obat anti tuberkulosis. Dari penelitian ini di dapatkan hanya tingkat kepatuhan berobat tuberkulosis yang memiliki hubungan dengan tingkat kesembuhan pasien.
Karakteristik dan Gambaran Radiologi pada Pasien Low Back Pain Ayu Lestari; Imran Safei; Prema Hapsari Hidayati; Mochammad Erwin Rachman; Sultan Buraena; Fadil Mula Putra
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 4 No. 5 (2024): Mei
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v4i5.458

Abstract

Mobilitas yang salah, penyakit psikologis, dan berbagai masalah muskuloskeletal semuanya dapat menyebabkan low back pain (LBP). Disabilitas adalah penyebab utama LBP dan berdampak pada kesejahteraan dan pekerjaan secara umum. Ada dua jenis LBP: LBP akut, yang bermanifestasi sebagai timbulnya nyeri secara cepat dan dapat berlangsung kurang dari 12 minggu, dan LBP kronis, yang berlangsung lebih dari tiga bulan. Pemeriksaan penunjang seperti pemeriksaan radiografi berupa radiografi, magnetic resonance tomography (MRI), dan computerized tomography (CT-Scan), harus dilakukan berdasarkan keluhan individu yang mengalami nyeri pinggang. Nyeri punggung bawah (LBP) dapat disebabkan oleh berbagai masalah muskuloskeletal, gangguan kejiwaan, dan gerakan yang tidak tepat. Salah satu penyebab utama LBP adalah kecacatan, yang berdampak pada pekerjaan dan kesejahteraan secara keseluruhan. Ada dua bentuk LBP: LBP kronis, yang berlangsung lebih dari tiga bulan, dan LBP akut, yang muncul sebagai nyeri yang timbul secara tiba-tiba dan dapat berlangsung kurang dari 12 minggu. Upaya-upaya yang memerlukan pemeriksaan lebih lanjut, seperti pemeriksaan radiografi dengan menggunakan CT-Scan, MRI, dan radiografi, harus dilakukan sebagai respons terhadap keluhan orang yang menderita nyeri pinggang Sebagian besar kasus nyeri punggung bawah (LBP) dapat disebabkan oleh berbagai masalah muskuloskeletal, kondisi psikologis, dan mobilitas yang tidak tepat. Disabilitas adalah salah satu penyebab utama LBP, yang memengaruhi pekerjaan dan kesejahteraan umum. Ada dua jenis LBP: LBP akut, yang bermanifestasi sebagai timbulnya nyeri secara cepat dan dapat berlangsung kurang dari 12 minggu, dan LBP kronis, yang berlangsung lebih dari tiga bulan. Apabila seseorang mengeluhkan rasa tidak nyaman pada pinggang, maka harus dilakukan upaya yang memerlukan pemeriksaan tambahan seperti pemeriksaan radiografi menggunakan CT-Scan, MRI, dan radiografi.
Kebersihan Tangan, Kuku, dan Infeksi Soil-Transmitted Helminths pada Siswa Ryzka Puput Yunisyar; Satriani Hadi; Zulfitriani Murfat; Hermiaty Nasaruddin; Dahlia
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 4 No. 5 (2024): Mei
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v4i5.459

Abstract

Prevalensi cacingan di Indonesia masih sangat tinggi, terutama pada golongan penduduk yang kurang mampu. Orang-orang yang berisiko tinggi mengalami infeksi kecacingan adalah anak pra sekolah, anak usia sekolah, wanita usia subur, orang dewasa dalam pekerjaan berisiko tinggi seperti pertanian atau pertambangan. Penularan kecacingan dapat terjadi secara langsung melalui tangan yang kotor, kuku panjang, dan tanah yang menyelubungi telur cacing yang tersebar, serta ditambah kurangnya perilaku mencuci tangan dengan sabun sebelum makan. Selain itu, ada pula faktor perilaku yang meliputi kebiasaan tidak memakai alas kaki baik di rumah maupun saat bermain serta kebiasaan bermain di tanah, yang juga merupakan faktor yang berpengaruh terhadap terjadinya kecacingan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan pengetahuan kebersihan tangan dan kuku terhadap infeksi Soil-Transmitted Helminths pada siswa UPT SD Negeri 101 Salu Simbuang, Kelurahan Walenrang Barat, Kabupaten Luwu. Jenis penelitian ini adalah observasional dengan menggunakan rancangan cross-sectional, yaitu dengan cara pengumpulan data sekaligus pada suatu waktu dengan tujuan untuk mencari pengaruh antara variabel independen terhadap variabel dependen. Dalam kelompok yang menjaga kebersihan tangan dan kuku (kategori "Buruk"), terdapat 4 orang (7,3%) yang negatif terinfeksi Soil-Transmitted Helminths dan 2 orang (3,6%) yang positif terinfeksi STH dari total 6 orang responden. Sedangkan pada kelompok yang menjaga kebersihan tangan dan kuku (kategori "Baik"), terdapat 49 orang (89,1%) yang negatif terinfeksi STH dan tidak terdapat orang (0,0%) yang terinfeksi STH dari total 49 orang responden. Terdapat hubungan yang signifikan antara Kebersihan Tangan dan Kuku dengan Infeksi STH.
Faktor Personal Hygiene dan Sanitasi Lingkungan yang Mempengaruhi Kejadian Skabies Abrar Ghifari Hasti; Dian Amelia Abdi; Zulfiyah Surdam; Nurfachanti Fattah; Lisa Yuniati
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 4 No. 5 (2024): Mei
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v4i5.460

Abstract

Skabies merupakan gangguan kulit akibat dari paparan parasit Sarcoptes scabiei. Untuk menjelaskan faktor personal hygiene dan sanitasi lingkungan yang menyebabkan kejadian skabies terjadi pada santri Al Bayan Hidayatullah Makassar. Deskripsi analitik meggunakan desain cross sectional. Sampel yakni semua santri Al Bayan Hidayatullah sebanyak 67 orang. Data dikumpulkan dengan kuesioner personal hygiene dan lembar observasi sanitasi lingkungan. Kemudian hasil uji chi-square didapatkan bahwa terdapat hubungan antara hygiene kulit dan kejadian skabies (nilai p = 0,000), terdapat hubungan antara hygiene tangan dan kejadian skabies (nilai p-value= 0,014), terdapat hubungan antara hygiene kuku dan kejadian skabies (nilai p = 0,023), terdapat hubungan antara hygiene pakaian dan kejadian skabies (nilai p = 0,000), terdapat hubungan antara hygiene handuk dan kejadian skabies (nilai p = 0,006), Tidak terdapat hubungan antara hygiene tempat tidur dan sprei dan kejadian skabies (nilai p = 0,095), Tidak terdapat hubungan antara sanitasi air bersih dan kejadian skabies (nilai p = 0,538), Tidak terdapat hubungan antara sarana pembuangan kotoran dan kejadian skabies (nilai p = 0,538), Tidak terdapat hubungan antara sarana pembuangan air limbah dan kejadian skabies (nilai p- = 0,538), Tidak terdapat hubungan antara sarana pembuangan sampah dan kejadian skabies (nilai p = 0,538), Tidak terdapat hubungan antara kepadatan hunian dan kejadian skabies (nilai p= 0,538). Diharapkan kepada santri agar meningkatkan kebersihan personal serta meningkatkan sanitasi lingkungan sehingga terhindar dari skabies sedini mungkin.
Pengaruh Istinsyaq sebagai Terapi Alternatif pada Penderita Rinosinusitis Kronik Tahun 2022 Kesya Azzahra Putri; Mochammad Erwin Rachman; Sri Wahyu; Rachmat Faisal Syamsu; Mohammad Reza Zainal Abidin
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 4 No. 5 (2024): Mei
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v4i5.461

Abstract

Rinosinusitis kronik adalah peradangan yang terjadi pada mukosa hidung serta sinus paranasal dan berlangsung lebih dari delapan minggu dan ditandai adanya cairan mukopurulen, hidung berbau, hidung terseumbat, nyeri wajah, dan tanda-tanda lainnya. Beristinsyaq tiga kali setiap berwudhu, menyebabkan bakteri dan mikroba yang ada di dalam lubang hidung akan dikeluarkan. Kebanyakan penyakit terjadi karena mikroba masuk ke dalam tubuh melalui hidung dan tenggorokan, kemudian masuk ke tubuh. Gerakan istinsyaq selaras dengan gerakan terapi irigasi hidung, dengan melakukan irigasi hidung dapat menjaga agar mukosiliar hidung tetap normal, sehingga beristinsyaq juga dapat menyebabkan udara yang terhirup bebas dari bakteri dan juga mikroba karena tersaring saat melakukannya. Melakukan irigasi hidung dapat membantu menjaga mukosiliar hidung tetap normal. Untuk mengetahui pengaruh istinsyaq sebagai terapi alternatif pada penderita rinosinusitis kronik tahun 2022. Jenis penelitian Pre-post eksperimental dengan pendekatan one group pre-post test without control. Dari 25 orang responden sebanyak 1 orang (4%) responden merasakan gejala ringan, diikuti dengan sebanyak 11 orang (44%) responden merasakan gejala sedang, dan 13 orang (52%) responden merasakan gejala berat. Setelah diberikan intervensi, sebanyak 8 orang (32%) responden tergolong dalam gejala ringan, 13 orang (52%) responden merasakan gejala sedang, dan 4 orang (16%) responden merasakan gejala berat. Berdasarkan hasil uji alternatif (uji wilcoxon) dihasilkan nilai p (p-value) 0,00 (<0,05) artinya terdapat hubungan yang signifikan antara istinsyaq dengan penyakit rinosinusitis kronik. Istinsyaq dapat menjadi terapi alternatif pada penderita rinosinusitis kronik. Terdapat pengaruh istinsyaq sebagai terapi alternatif pada penderita rinosinusitis kronik tahun 2022.