cover
Contact Name
Armanto Makmun
Contact Email
armanto.makmun@umi.ac.id
Phone
+6281312119884
Journal Mail Official
fmj@umi.ac.id
Editorial Address
Jln. Urip Sumoharjo KM.05, Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan
Location
Kota makassar,
Sulawesi selatan
INDONESIA
Fakumi Medical Journal
ISSN : -     EISSN : 28089146     DOI : https://doi.org/10.33096/fmj.v4i1
Core Subject : Health, Science,
FAKUMI MEDICAL JOURNAL is a peer-reviewed, open-access journal that publishes original research articles, review articles, and interesting case reports. FAKUMI MEDICAL JOURNAL work in the field of health in a broad sense such as public health, nursing, midwifery, medicine, pharmacy, health psychology, nutrition, health technology, health analysis, health information systems, medical records and so on.
Articles 326 Documents
Narrative Review: Efek Antioksidan dan Antibakterial pada S. Persica terhadap Penyembuhan Luka di Kulit Tikus Fahmi Satrio Hidayat; Andi Tenri Sanna; Sri Wahyuni Gayatri Basri; Rachmat Faisal Syamsu; Alamanda Irwan
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 4 No. 5 (2024): Mei
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v4i5.462

Abstract

Luka merupakan terputusnya kontiunitas jaringan akibat adanya jaringan yang rusak atau hilang. Banyak faktor yang dapat menghambat proses penyembuhan luka, dua diantaranya adalah infeksi dan stress oksidatif. Siwak (S. persica) merupakan tanaman herbal dari timur tengah yang memiliki kandungan antioksidan dan antibakterial yang relativ tinggi. Tujuan penelitian untuk mengetahui uji efektivitas ranting siwak (S. persica) terhadap proses penyembuhan luka dengan menggunakan penelitian database pencarian yang digunakan di Pubmed, Science Direct, dan Google scholar dalam kurun waktu 5 tahun terakhir dengan metode narrative review. Dari 3 jurnal yang di teliti, didapatkan konsentrasi ekstrak siwak (S. persica) 5% dan 10% dapat mempercepat proses penyembuhan luka. Siwak (S. persica) memliki aktifivitas antioksidan dan antibakterial yang relatif tinggi sehingga berpotensi dalam mengurangi radikal bebas dan infeksi.
Karakteristik Penderita Stroke Iskemik dan Stroke Hemoragik Aulyra Familah; Arina Fathiyyah Arifin; Achmad Harun Muchsin; Mochammad Erwin Rachman; Dahliah
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 4 No. 6 (2024): Juni
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v4i6.468

Abstract

Stroke merupakan gambaran klinis dari disfungsi otak yang terlokalisir dan meluas, yang mengakibatkan kematian tanpa teridentifikasinya kondisi medis yang mendasari selain kelainan vaskular. Ada dua jenis stroke: stroke iskemik dan stroke hemoragik. Stroke hemoragik dan iskemik adalah dua bentuk stroke yang berbeda. Yang pertama disebabkan oleh penyumbatan arteri serebral, yang mengakibatkan aliran darah ke daerah otak tertentu tidak mencukupi, iskemia, dan tidak ada atau sangat sedikit oksigen yang mencapai sel-sel otak. Di sisi lain, stroke hemoragik terjadi ketika terjadi pendarahan saat arteri otak pecah, sehingga merusak otak dan mengganggu fungsi saraf. Penelitian deskriptif menggunakan desain cross-sectional. Total sampling digunakan untuk membuat populasi penelitian, yang secara keseluruhan terdiri dari 189 orang—149 pasien stroke iskemik dan 40 pasien stroke hemoragik di RS Ibnu Sina Makassar Tahun 2020-2022. Jenis stroke hemoragik berusia antara 46 dan 55 tahun (38%) sedangkan pasien stroke iskemik sebagian besar berusia di atas 66 tahun (19%); wanita lebih mungkin menderita stroke hemoragik dibandingkan pria. Hipertensi stadium 2 menyumbang 44% kasus stroke iskemik dan 43% stroke hemoragik; pembacaan kolesterol total untuk kedua jenis stroke berada dalam kisaran yang dapat diterima pada 78% kasus dan 70% kasus stroke hemoragik. Diabetes mellitus mencegah sebagian besar orang terkena stroke iskemik (62%) dan hemoragik (80%). Dengan demikian, hipertensi stadium 2 dikaitkan dengan peningkatan risiko stroke iskemik dan hemoragik.
Literature Review: Hubungan Hipertensi dengan Kejadian Stroke Iskemik dan Stroke Hemoragik Saifullah, Yayan Yustika; Mochammad Erwin Rachman; Ramlian; Lilian Triana Limoa; Nurussyariah Hamado
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 4 No. 10 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v4i10.477

Abstract

Stroke merupakan salah satu masalah kesehatan yang sangat penting untuk diperhatikan karena memiliki angka morbiditas dan mortalitas yang tinggi di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Prevalensinya terus meningkat setiap tahunnya, baik di negara maju, maupun di negara berkembang. Salah satu faktor risiko utama terjadinya stroke adalah hipertensi. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hubungan hipertensi dengan kejadian stroke iskemik dan stroke hemoragik. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian Literature Review dengan desain Narrative Review. Adapun literatur yang diperolah berjumlah 15 referensi yang kemudian dibahas dan dikaitkan dengan judul penelitian ini. Terdapat hubungan antara hipertensi dengan terjadinya stroke. Individu yang mengalami hipertensi akan memiliki risiko lebih besar untuk mengalami stroke, baik stroke iskemik mencapai 3,45 kali lipat maupun stroke hemoragik 3,66 kali lipat. Hipertensi yang tidak terkontrol berisiko 3.848 kali lipat lebih besar untuk mengalami stroke daripada hipertensi terkontrol. Individu laki-laki yang telah mengalami hipertensi selama 15 tahun akan memiliki risiko stroke 15,6% sedangkan pada perempuan 12,9%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa hipertensi secara signifikan berhubungan dengan terjadinya stroke. Individu yang mengalami hipertensi akan memiliki risiko lebih besar untuk mengalami stroke, baik stroke iskemik maupun stroke hemoragik. Lebih lanjut, dilaporkan bahwa risiko akan lebih tinggi pada individu laki-laki daripada perempuan.
Laporan Kasus: Analisis Kasus Diare Akut dalam Perspektif Medis, Bioetik dan Islam Andini Marccela; Marzelina Karim
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 4 No. 10 (2024): Oktober
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v4i10.503

Abstract

Diare didefinisikan sebagai defekasi dari tiga atau lebih tinja lembek atau cair per hari, atau frekuensi lebih dari normal. Diare merupakan penyakit yang disebabkan oleh mikroorganisme meliputi bakteri, virus, parasit, serta protozoa, dan penularannya secara fekal-oral. Dalam kaidah dasar bioetik diketahui terdapat 4 aspek, yaitu: Beneficence, non-maleficence, autonomy, dan justice. Dalam perspektif islam yaitu surah Surat An-Anfal ayat 11, surah al- A’raf ayat 85. Laporan kasus ini adalah anak laki laki 2 tahun 4 bulan, datang ke Poli Anak RSUD Ibnu Sina Makassar dengan keluhan keluhan BAB encer yang dialami sejak 3 hari SMRS. Pemeriksaan fisik didapatkan sakit berat, gizi buruk, kesadaran composmentis, berat badan 8 kg, panjang badan 85 cm, tanda tanda vital didapatkan tekanan darah 90/60 mmHg dan suhu 37,9oC. Status generalis tampak mata cekung, anemis, rinore, peristaltik (+) kesan meningkat. Pada pemeriksaan laboratorium didapatkan sel darah putih 11.100/Ul, neutrophil 8.3/mcL. Untuk itu pasien di diagnosis diare akut. Untuk tatalaksana pada pasien, dilakukan tindakan cairan dan farmakologi. Dalam perspektif kaidah dasar bioetik autonomy dan Beneficence. Kesimpulan dari kasus ini bahwa seorang anak laki laki dengan diare akut, dilakukan tindakan sesuai indikasi medis, memenuhi kaidah dasar bioetik dan etika klinik.
Prevalensi Kejadian Mati Mendadak Di Urusan Pelayanan Kedokteran Polisi (Uryandokpol) Polda Sulawesi Selatan Umar, Masyitha Sagenati; Denny Mathius; Fadhilah Maricar; Jerny Dase; Fendy Dwimartyono
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 4 No. 12 (2024): Desember
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v4i12.518

Abstract

Pendahuluan: Kematian mendadak terjadi dalam waktu 24 jam setelah timbulnya gejala pada individu tanpa penyakit berbahaya, cedera, atau keracunan yang diketahui. Hal ini sering terjadi pada lansia karena proses penuaan dan penurunan fungsi organ. Tujuan: Mengetahui prevalensi kasus kematian mendadak di Urusan Pelayanan Kedokteran Polisi (URYANDOKPOL) POLDA SUL-SEL periode 2020-2022. Metode: Studi Deskriptif Retrospektif dengan desain cross-sectional dan teknik total sampling. Hasil: Jumlah Kasus kejadian mati mendadak di Urusan Pelayanan Kedokteran Polisi (URYANDOKPOL) POLDA SUL-SEL periode 2020-2022 terdapat 36 kasus kematian mendadak. Distribusi kejadian mati mendadak berdasarkan usia dapat dilihat bahwa pada balita 2,8%, remaja 13,9%, dewasa 30,6%, lansia 44,4%, manula 8,3%. Serta, distribusi kejadian mati mendadak berdasarkan Jenis Kelamin dapat dilihat bahwa 77,8% pada laki-laki, 22,2% pada perempuan. Kesimpulan: Prevalensi kasus kematian mendadak adalah 36 sampel, dengan prevalensi tertinggi berdasarkan usia yaitu usia lansia (46-65 tahun) sebanyak 44,4% sedangkan prevalensi berdasarkan jenis kelamin yaitu pada laki-laki lansia (57,2%).
Identifikasi Bakteri pada Peralatan Medis Sebelum dan Sesudah Operasi Bersih di RS Ibnu Sina Ramadhan, M Arladen; Yusriani Mangarengi; Dian Fahmi Utami; Berry Erida Hasbi; Marzelina Karim
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 5 No. 1 (2025): Maret
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v5i1.532

Abstract

Infeksi nosokomial merupakan salah satu masalah serius di rumah sakit, terutama di ruang operasi yang memiliki risiko tinggi terhadap kontaminasi bakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis bakteri yang terdapat pada peralatan medis sebelum dan sesudah pelaksanaan operasi bersih di ruang operasi Rumah Sakit Pendidikan Ibnu Sina YW UMI Makassar. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif laboratorik dengan pendekatan makroskopis dan mikroskopis. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode usap pada peralatan medis utama (gunting, pinset, dan needle holder) sebelum dan sesudah operasi. Sampel kemudian dianalisis melalui isolasi, pewarnaan Gram, dan uji biokimia untuk identifikasi bakteri. Hasil penelitian menunjukkan pertumbuhan bakteri pada peralatan medis sebelum dan sesudah operasi. Beberapa spesies bakteri teridentifikasi, termasuk Staphylococcus aureus, Staphylococcus epidermidis, Pseudomonas aeruginosa, Klebsiella sp., dan Bacillus subtilis. Peningkatan kontaminasi bakteri setelah operasi menggarisbawahi perlunya sterilisasi yang lebih efektif untuk mencegah infeksi nosokomial. Penelitian ini menyoroti risiko kontaminasi bakteri di ruang operasi dan pentingnya protokol sterilisasi yang lebih ketat demi keselamatan pasien.
Evaluasi Kejadian Kanker Payudara di RS Ibnu Sina Kota Makassar Tahun 2024 Muhammad Farhan Irawan; Erlin Syahril; Akram Chalid; Muh Irwan Gunawan; Lidya Paulina Christina
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 5 No. 1 (2025): Maret
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v5i1.537

Abstract

Kanker payudara adalah jenis kanker jaringan yang terutama mempengaruhi saluran (tabung kecil yang mengantarkan susu) dan lapisan dalam kelenjar susu atau lobulus. Terdapat 68.858 kasus baru kanker payudara (16,6%) dari 396.914 kasus baru kanker di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kejadian kanker payudara di RS Ibnu Sina Kota Makassar Tahun 2024. Penelitian ini dilakukan dengan pendekatan cross-sectional dengan metode deskriptif dengan menggunakan data sekunder rekam medik. Pemilihan sampel dengan menggunakan total sampling terhadap pasien yang terdiagnosa kanker payudara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien kanker payudara terbanyak berada pada rentang usia 46-55 tahun sebanyak 26 pasien (41.27%). Pasien didominasi tanpa riwayat keluarga sebanyak 58 pasien (92.06%). Indeks Massa Tubuh (IMT) terbanyak pada kelompok IMT Normal sebanyak 32 pasien (50.79%). Lokasi kanker terbanyak pada payudara kanan yaitu 36 pasien (57.14%). Stadium kanker payudara terbanyak yaitu stadium Advanced sebanyak 32 (50.79) dan berdasarkan jenis histopatologi terbanyak yaitu Invasive Breast Carcinoma of No Special Type sebanyak 57 pasien (90.48%). Penderita kanker payudara semakin meningkat seiring bertambahnya usia terutama yang memiliki faktor risiko sebelumnya seperti riwayat penyakit yang sama dalam keluarga dan indeks massa tubuh berlebih. Penelitian ini berkontribusi memperluas pemahaman terkait penyebaran dan karakteristik kanker payudara, sehingga dapat menjadi dasar dalam upaya pencegahan yang lebih optimal.
Hubungan antara Rasio Neutrofil Limfosit dengan Viral Load pada Pasien HIV Mustari, Ikhsanul Fauzi; Irna Diyana Kartika Kamaluddin; Irmayanti Haidir Bima; Sri Julyani; Abdul Mubdi Ardiansar
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 5 No. 1 (2025): Maret
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v5i1.538

Abstract

Infeksi HIV menyebabkan gangguan sistem imun dengan berbagai manifestasi klinis, termasuk peningkatan inflamasi yang dapat diukur melalui rasio neutrofil-limfosit (NLR). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara viral load dengan NLR pada pasien HIV/AIDS. Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan 50 pasien HIV/AIDS di RSUD Kota Kendari. Data dikumpulkan dari rekam medis pasien, mencakup nilai NLR dan kadar viral load. Analisis hubungan antara variabel dilakukan menggunakan uji Chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden memiliki NLR normal (<6) sebanyak 48 responden (96,0%) dan NLR tidak normal (≥6) sebanyak 2 responden (4,0%). Selain itu, sebanyak 43 responden (86,0%) memiliki viral load tidak terdeteksi (<50 copies/mL), sedangkan 7 responden (14,0%) memiliki viral load terdeteksi (≥50 copies/mL). Hasil uji statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara NLR dan viral load (p = 0,000) dengan korelasi phi = 0,506, yang mengindikasikan hubungan yang kuat antara kedua variabel. Kesimpulannya, terdapat hubungan signifikan antara NLR dan viral load pada pasien HIV/AIDS, di mana peningkatan NLR berhubungan dengan tingginya viral load.
Persepsi Mahasiswa terhadap Metode Kegiatan Pembelajaran di Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia Utama, Gunursy Mulya; Shulhana Mokhtar; Mohammad Reza Zainal Abidin; Marlyanti Nur Rahma; Windy Nurul Aisyah
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 5 No. 1 (2025): Maret
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v5i1.540

Abstract

Metode pembelajaran di fakultas kedokteran terus berkembang untuk meningkatkan kompetensi mahasiswa. Sistem SPICES diterapkan dengan berbagai metode seperti perkuliahan, diskusi, PBL, dan Clinical Skill Lab. Kajian ini diperlukan untuk mengevaluasi efektivitas metode pembelajaran di Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi efektivitas metode kegiatan pembelajaran dalam meningkatkan pemahaman konsep dasar ilmu kedokteran pada mahasiswa, serta untuk mengetahui persepsi mahasiswa terhadap kendala yang dialami dalam metode kegiatan pembelajaran yang diterapkan. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas mahasiswa memberikan persepsi setuju terhadap metode pembelajaran kuliah, praktikum, Problem-Based Learning (PBL), Clinical Skill Lab, dan observasi lapangan. Hal ini menunjukkan bahwa metode-metode tersebut efektif dalam meningkatkan pemahaman konsep dasar ilmu kedokteran. Meskipun sebagian besar mahasiswa setuju dengan efektivitas metode pembelajaran yang diterapkan, terdapat beberapa kendala yang masih dirasakan, terutama dalam metode praktikum, PBL, dan observasi lapangan. Beberapa mahasiswa menyatakan kurang optimalnya pelaksanaan metode tersebut, mencerminkan adanya tantangan yang perlu dievaluasi lebih lanjut. Maka dapat disimpulkan bahwa metode pembelajaran di Fakultas Kedokteran Universitas Muslim Indonesia secara umum efektif dalam meningkatkan pemahaman konsep dasar ilmu kedokteran, sebagaimana ditunjukkan oleh mayoritas persepsi positif mahasiswa. Namun, masih terdapat beberapa kendala dalam pelaksanaan metode praktikum, PBL, dan observasi lapangan yang perlu dievaluasi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di masa depan.
Anestesi Wrist Block pada Fraktur Traumatic Digiti 3 Sinistra dengan Tindakan Debridement Riskiyanti Apriliah; Wirawan Harahap; Romy Hefta Mulya
Fakumi Medical Journal: Jurnal Mahasiswa Kedokteran Vol. 5 No. 1 (2025): Maret
Publisher : Universitas Muslim Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33096/fmj.v5i1.543

Abstract

Wrist Blok sering digunakan untuk operasi tangan dan jari, Anestesi blok saraf median atau wrist block adalah teknik anestesi yang melibatkan suntikan anestesi lokal di sekitar saraf medianus pada pergelangan tangan. Berdasarkan laporan kasus pasien laki-laki 49 tahun, didiagnosis dengan Fraktur terbuka akibat trauma amputasi digiti 3 sinistra, dilakukan tindakan elektif menggunakan metode wrist block menggunakan agen anestesi lokal bupivacain 0,25% total volume 15 ml. Dilakukan cek sensorik dan motoric dengan lama tindakan operasi 30 menit. Pada teknik anestesi ini merupakan tindakan yang efektif bagi kasus-kasus regional area jari dengan hemodinamik stabil tanpa penyulit dan komplikasi. Teknik anestesi yang dipilih sesuai lokasi luka dan persarafan sehingga pemilihan anestesi saraf medianus dilakukan yang digunakan pada indikasi pembedahan carpal tunnel, luka ibu jari hingga jari tengah.