cover
Contact Name
Ajeng Widya Prakasita
Contact Email
fisip@uinsa.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
politique@uinsa.ac.id
Editorial Address
Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Pplitik UIN Sunan Amppel 2, Jl. Dr. Ir. H. Soekarno No.682, Gn. Anyar, Kec. Gn. Anyar, Surabaya, Jawa Timur 60294
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Jurnal Politique
ISSN : -     EISSN : 27472248     DOI : https://doi.org/10.15642/politique
Core Subject : Humanities, Social,
Jurnal Politique merupakan jurnal yang dikelola oleh Prodi Ilmu Politik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UIN Sunan Ampel Surabaya. Jurnal Politique bersifat terbuka untuk diakses publik (open access). Terbit secara daring dengan frekuensi terbitan 2 kali dalam setahun. Jurnal Politique mempublikasikan artikel seputar isu-isu sosial dan politik, meliputi teori politik, demokrasi, politik elektoral, politik lokal, pemerintahan desa, pemilihan umum, partai politik, desentralisasi, Islam politik, gerakan sosial, konflik sosial dan tema-tema lain yang berkaitan dengan kajian ilmu sosial dan politik.
Articles 50 Documents
Strategi Rekrutmen Calon Legislatif Perempuan: Studi Kasus Strategi Rekrutmen Calon Legislatif Perempuan Dewan Pimpinan Cabang Partai Persatuan Pembangunan Kabupaten Gresik dalam Pemilu 2019) Mukaukabah Alwadlo
Journal Politique Vol. 1 No. 2 (2021): July
Publisher : Prodi Ilmu Politik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/politique.2021.1.2.24-44

Abstract

Dalam rekrutmen yang dilakukan partai politik sendiri yakni untuk mendapatkan gambaran tentang sejauh mana makna strategi rekrutmen PPP dalam meningkatkan partisipasi perempuan menjadi caleg perempuan pada pemilu 2019 studi kasus DPC PPP Gresik, Penyusunan artikel ini penulis menggunakan metode penelitian kualitatif, strategi rekrutmen caleg yang dilakukan PPP Gresik adalah 1) membentuk Lajnah Pemenangan Pemilu (LP2), 2) sosialisasi pendaftaran caleg, 3) penentuan nomor urut dan dapil caleg pembekalan caleg, 4) forum konsultasi pemenangan caleg, 5) bantuan alat peraga kampanye, 6) penyediaan saksi per TPS, 7) evaluasi progress report caleg. Partai politik akan melakukan rekrutmen sebaik baiknya dan seketat mungkin sehingga bakal caleg yang lolos benar – benar terbaik. Selain itu terdapat mekanisme khusus untuk mendaftar ke DPC yang paling penting yakni setiap caleg yang mau mendaftar harus beragama islam, bisa memperjuangkan visi misi ke masyarakat. Sedangkan faktor salah satu penghambat Strategi Rekrutmen Caleg Perempuan yakni minimnya minat perempuan untuk mencalonkan diri, minimnya pengetahuan dan keterampilan berpolitik, kurangnya dana kampanye, minimnya jaringan social dan keterbatasan waktu kampanye dan hambatan eksternal antara lain. Pandangan masyarakat terhadap caleg perempuan masih kurang baik atau masih meremehkan adanya pemimpin perempuan.
Perilaku Memilih Kelompok Disabilitas dalam Pemilihan Presiden 2019 di Kota Surabaya Fajrin Muchzanan Amryansyah
Journal Politique Vol. 1 No. 2 (2021): July
Publisher : Prodi Ilmu Politik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/politique.2021.1.2.45-61

Abstract

Banyak ditemukan adanya kesenjangan antara pemilih kelompok disabilitas dengan pemilih normal pada setiap pemilihan umum di Indonesia. Pemilih disabilitas menjadi nomor sekian dan terabaikan dari potret politik elektoral. Terbukti, tidak ditemukan hasil penelitian yang memiliki atensi untuk melihat perilaku kelompok pemilih disabilitas sejauh ini. Dari sini, diangkat sebuah topik Perilaku Memilih Kelompok Disabilitas dalam Pemilihan Presiden 2019 di Kota Surabaya. Rumusan tersebut bertujuan untuk mengetahui bagaimana perilaku “memilih” kelompok disabilitas dalam pemilihan Presiden 2019. Dengan menggunakan pendekatan kuantitatif, statistik deskriptif serta kuesioner dan dokumentasi. Hasil penelitian, ditemukan bahwa 50%, pemilih disabilitas kritis, 22,7 %, pemilih tradisional, 21,4 %, pemilih skeptis dan 4,8 % dan jawaban tidak tahu atau tidak jawab 1,2%. Data lain, meunjukkan, menurut karakterisitik responden maupun hubungan dengan pertanyaan lainya, yaitu faktor yang paling mempengaruhi pilihan kelompok disabilitas ialah pengalaman / kinerja presiden dan wakil presiden 33%, latar belakang calon 18%, visi dan misi dan program kerja 17%, selanjutnya yakni keluarga 12%, tokoh agama setempat 9%, dan 5% menjawab partai politik pengusung dan uang / hadiah.
Implementasi Program Desa Berwawasan Pendidikan di Desa Betoyokauman Kecamatan Manyar Kabupaten Gresik Abdurrahman Marzuki
Journal Politique Vol. 1 No. 2 (2021): July
Publisher : Prodi Ilmu Politik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/politique.2021.1.2.62-77

Abstract

Tulisan ini mencoba mengambarkan tentang implementasi program desa berwawasan pendidikan di Desa Betorokauman Kecamaatan Manyar Kabupaten Gresik. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Dengan tahap-tahap Prapenelitian, Pekerjaan lapangan dan mengumpulkan data. kemudian validitas data dengan menggunakan trianggulasi dengan 3 cara yaitu membandingkan data hasil penelitian dengan hasil wawancara, membandingkan apa yang dikatakan dengan apa yang ada di lapangan dan membandingkan pendapat masing-masing informan seperti kepala desa, Tim pelaksana program dan masyarakat Desa Betoyokauman. Setelah itu peneliti menganalisis data dengan cara menggunakan teorinya Dedy mulyadi tentang 6 tahapan implementasi yaitu 1.) pengesahan program, 2.) Pelaksanaan Program oleh Instansi Pelaksana 3.) Kesediaan Kelompok sasaran 4.) Dampak nyata keputusan 5.) Dampak yang diharapkan oleh instansi 6.) Upaya perbaikan atas kebijakan atau peraturan perundangan. Adapun hasil penelitian tentang Program Desa Berwawasan Pendidikan sebagai berikut : Pertama Implementasi Program desa berwawasan pendidikan sudah terlaksana dengan baik sesuai dengan 6 tahapan implementasi . Kedua Dampak dari Program Desa Berwawasan Pendidikan dinilai baik oleh masyarakat Desa betoyokauman. Peneliti menemukan lebih banyak dampak positif daripada dampak negatif.
Kinerja Anggota Legislatif Sampang Periode 2014-2019 dalam Menginisiasi Peraturan Daerah Pemberdayaan Perempuan: (Studi Analisis Gender dan Politik) Alfin Zakaria
Journal Politique Vol. 1 No. 2 (2021): July
Publisher : Prodi Ilmu Politik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/politique.2021.1.2.78-91

Abstract

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Sampang berjumlah 45 anggota. Dalam Sejarah perjalanan Palemen di sana, dari masa kemasa, dilihat dari komposisi jumlah anggota legislatif laki-laki dan perempuan selalu laki-laki lebih banyak laki-laki. Kemudian pada tahun 2014 terdapat 1 (satu) Anggota perempuan yang berhasil menduduki kursi jabatan legislatif Meskipun demikian. keterwailan perempuan tersebut, tidak selalu berbanding lurus dengan hasil legislasi yang diterbitkan sebagai produk hukum DPRD Sampang. Pasalnya, dalam kurun waktu periode 2014-2019 hanya terdapat 1 peraturan daerah yang terkait langsung dengan kepentingan perempuan, yaitu: Peraturan Dearah No. 7 Tahun 2017 Tentang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Sampang. Perda tersebut sebagai regulasi untuk meningkatkan kesetaraan gender dan menjadi produk hukum di dalam peningkatkan kualitas perempuan di Kabupaten Sampang. Artikel ini, menjelaskan tentang alasan-alasan mengapa terjadi ketidak seimbangan di dalam keterwakilan perempuan dengan hasil-hasil politik tentang pemberdayaan perempuan yang seharusnya menjadi perhatian, serta ingin mengurai masalah-masalah yang terjadi di dalam proses inisiasi anggota parlemen terhadap peraturan daerah yang memiliki perhatian terhadap isu-isu perempuan. Dengan menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, artikel ini, mengurai keterengan-keterangan dari data lapangan yang sesuai dengan apa yang artikel ini ingin jelaskan berkaitan dengan kinerja anggota parlemen. Hasil dan temuan di lapangan, menunjukkan bahwa anggota legislatif di sampang telah cukup berhasil menginisiasi produk hukum berupa peraturan daerah yang memiliki perhatian pada aspirasi-aspirasi perlindungan hak-hak perempuan.
Analisis Framing Pemberitaan Gender dalam Pembahasan Omnibus Law Cipta Kerja pada Kompas.com dan Tempo.co Wibisono, Devi Jihadillah
Journal Politique Vol. 4 No. 1 (2024): January
Publisher : Prodi Ilmu Politik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/politique.2024.4.1.85-99

Abstract

Artikel ini fokus pada pemberitaan gender dalam pembahasan Omnibus Law Cipta Kerja yang dimuat di Kompas.com dan Tempo.co dengan menggunakan analisis framing. 2 media online ini dipilih karena perkembangan teknologi informasi dan komunikasi menjadikan media online lebih disukai dibandingkan dengan media konversional disebabkan karena kemudahan penggunaannya. Di sisi lain, dalam setiap pemberitaan, media selalu dipengaruhi oleh ideologi, kekuasaan dan kepentingan pemilik media. Artikel ini merupakan hasil penelitian dengan menggunakan analisis framing yang mengikuti konsep Zhong Dang Pan dan Gerald M. Kosicki. Aspek yang dilihat adalah aspek sintaksis, Skrip, tematik dan retoris dalam menganalisa berita. Hasil penelusuran menunjukkan, bahwa Kompas.com dan tempo.co memiliki kesamaan yakni keduanya memenuhi 5W + 1H dalam analisisnya. Bedanya, pemberitaan Kompas.com memberikan ruang dua pihak, yakni buruh dan juga pemerintah serta pemilihan kata yang dipakai lebih halus dan moderat. Sedangkan pada Tempo.co hanya memberikan ruang pada buruh untuk menyampaikan aspirasinya dan kata yang dipakai lebih terksan negatif serta lebih ekspresif. Secara umum, pemberitaan yang ada berisikan kerugian buruh perempuan dan tuntutannya terhadap peraturan yang dianggap sangat tidak ramah terhadap perempuan serta melanggengkan kemiskinan dan kekerasan terhadap perempuan.
Mahasiswa dan Intelektual sebagai Kekuatan Politik: Studi atas Gerakan Mahasiswa terhadap Penolakan Kebijakan UU Ciptaker Retnawati, Retno; Ricky Aji Pradana; Rahmaudina Al Khanzah; Moh. Ishomuddin Ihsan
Journal Politique Vol. 4 No. 1 (2024): January
Publisher : Prodi Ilmu Politik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/politique.2024.4.1.117-129

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana mahasiswa sebagai kekuatan politik di Indonesia. Peran mahasiswa sangat dibutuhkan sebagai aktor penting disaat suatu negara mengalami kerusakan dalam sistem pemerintahan. Sebagai mahasiswa yang memiliki fungsi sebagai agen perubahan, tentu sangat diharapkan oleh masyarakat biasa agar setiap keluhan yang disampaikan dapat didengar oleh para penguasa melalui gerakan mahasiswa. Mengingat pada tahun 2020 telah terjadi peristiwa demonstrasi besar-besaran terhadap kebijakan pemerintah yaitu Undang-Undang Cipta Kerja.  Protes yang dilakukan oleh mahasiswa menurutnya bahwa  UU Cipta Kerja memiliki banyak kelemahan, seperti menghilangkan perlindungan pekerja, memotong upah dan tunjangan pekerja serta memberhentikan majikan (HK) secara sepihak tanpa alasan yang jelas.. Dalam aksinya, mahasiswa meminta pemerintah mencabut UU Cipta Kerja karena dianggap merugikan banyak orang, termasuk tenaga kerja Indonesia. metode penelitian pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Penelitian ini menggunakan metode pengumpulan data melalui Library Research, dimana data – data diambil dari sumber buku, e-book, jurnal ilmiah, hasil penelitian, artikel serta opini yang diambil melalui website yang bisa dijadikan sebagai sumber informasi dan data untuk bisa dianalisis dalam penelitian ini.
Dampak Presidential Thresold Terhadap Pencalonan Presiden Dalam Pemilu Tahun 2024 Muhammad Faishal Rizqullah; Nurhasanah, Putri Aliyya; Muhammad Luthfi Permana; Nurlaili Rahmawati
Journal Politique Vol. 4 No. 1 (2024): January
Publisher : Prodi Ilmu Politik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/politique.2024.4.1.61-84

Abstract

Pemilihan presiden di Indonesia telah lama menjadi sorotan utama dalam sistem politik demokratis negara ini. Salah satu aspek penting dalam pemilihan presiden adalah Presidential Threshold, yaitu persyaratan jumlah dukungan dari partai politik atau calon legislatif yang diperlukan bagi seorang calon presiden agar dapat mengikuti pemilihan presiden. Pada Pemilu tahun 2019, Presidential Threshold telah mengalami perubahan signifikan dengan peningkatan persentase dukungan yang diperlukan dari sebelumnya. Jurnal ini bertujuan untuk menyelidiki dampak perubahan Presidential Threshold terhadap pencalonan presiden dalam Pemilu tahun 2024 di Indonesia dan implikasinya terhadap dinamika politik dan partisipasi dalam pemilihan presiden. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan Presidential Threshold telah mempengaruhi strategi calon presiden dan partai politik dalam menghadapi pemilu. Calon presiden diharuskan untuk menggandeng lebih banyak partai politik atau mencari dukungan lebih luas dari calon legislatif untuk memenuhi syarat. Implikasi dari perubahan ini adalah munculnya koalisi yang lebih besar dan kompleks dalam perebutan kekuasaan presiden. Jurnal ini akan membahas lebih lanjut hasil penelitian ini dan menyajikan rekomendasi kebijakan yang relevan untuk menjaga keseimbangan antara persyaratan yang ketat dan partisipasi pemilih dalam pemilihan presiden di masa depan.  
Penggunaan Media Sosial dalam Kampanye Pilpres 2024 untuk Memperebutkan Suara Generasi Muda Noer Zulfa Jauhariyah; Muhammad Lazuardi Ilham; Zahratunisa; Nurlaili Rahmawati
Journal Politique Vol. 4 No. 1 (2024): January
Publisher : Prodi Ilmu Politik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/politique.2024.4.1.100-116

Abstract

Pemilihan Presiden selalu menarik perhatian masyarakat, terutama Pilpres tahun 2024. Pemilu Tahun 2024 merupakan pemilu yang istimewa karena dilakukan serentak dan hampir 60% Daftar Pemilih Tetap adalah generasi muda yang dekat dengan media sosial. Penelitian ini merupakan penelitian normatif dengan menggunakan pendekatan sosial. Hasil dari penelitian ini adalah Penggunaan media sosial oleh masyarakat bisa memberikan perubahan terhadap kondisi sosial politik di Indonesia, selain itu juga bisa mempengaruhi partisipasi para pemilih. Semakin banyaknya kampanye yang dilakukan di Media sosial, bisa menjadi suatu daya tarik bagi para pemilih. Oleh sebab itu, para kontestan pilpres 2024 harus memanfaatkan media sosial yang ada dengan membuat konten yang menarik untuk memperebutkan suara generasi muda dan memenangkan Pilpres 2024.
Persiapan Kandidat Legislatif Merancang Strategi Menuju Kursi Parlemen Rizka Lestari Budianto
Journal Politique Vol. 4 No. 1 (2024): January
Publisher : Prodi Ilmu Politik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/politique.2024.4.1.47-60

Abstract

Artikel ini mengeksplorasi persiapan dasar yang penting bagi individu yang bercita-cita menjadi anggota legislatif. Berjudul "Persiapan Kandidat Legislatif: Merancang Jalan Menuju Kursi Parlemen," esai ini mengulas aspek-aspek kunci seperti mendapatkan nomor urut atas, Membangun Jaringan dan Memobilisasi relawan, dan mengelola logistik. Tujuannya adalah memberikan wawasan kepada calon-calon yang berambisi terjun ke dunia politik mengenai elemen-elemen dasar yang krusial untuk perjalanan politik yang sukses menuju peran legislatif
Pandangan Masyarakat tentang Gaya Kepemimpinan Kepala Desa Berpendidikan Sarjana dan Bukan Sarjana di Madura Holilah, Holilah; Ismail, Muchammad
Journal Politique Vol. 2 No. 2 (2022): July
Publisher : Prodi Ilmu Politik, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/politique.2022.2.2.101-118

Abstract

Studi ini ingin melengkapi studi sebelumnya tentang gaya kepemimpinan kepala desa dari perspektif pandangan masyarakat, khususnya tentang pandangan masyarakat tentang gaya kepemimipinan kepala desa sarjana dan bukan sarjana dalam menyelenggarakan pemerintahan desa. Apakah terdapat perbedaan gaya kepemimpinan kepala desa yang berpendidikan sarjana dengan yang bukan sarjana dalam menyelenggarakan pemerintahan dan faktor apa saja yang melatar belakangi terjadinya perbedaan gaya kepemimpinan kepala desa tersebut. Studi ini adalah penelitian lapangan (filed reseach) dengan pendekatan kualitatif, jenis studi kasus. Lokasi penelitian di empat desa kecamatan Tanjungbumi Kabupaten Bangkalan, Desa Paseseh dan Desa Bumianyar mewakili kepala desa berpendidikan sarjana dan Desa Telaga Biru dan Tambak Pocok mewakili kepala desa tidak berpendidikan sarjana. Informan penelitian adalah warga masing desa dan beberapa tokoh diantaranya tokoh pemerintah, masyarakat, kyai, perempuan dan blater. Pengumpulan data dengan wawancara dan dokumentasi. Teori yang digunakan, teori Gaya Kepemimpinan dari Harbani Pasolong. Penelitian ini ditemukan pertama, gaya kepemimpinan kepala desa yang berpendidikan sarjana adalah demokratis dan otoriter. Gaya kepemimpinan kepala desa bukan sarjana, kepala desa Telaga Biru menurut warganya demokratis, sedangkan kepala desa Tambak pocok dinilai memiliki gaya kepemimpinan demokratis dan otoriter. Kedua, Faktor yang melatar belakangi gaya kepemimpinan kepala desa adalah sesuai teori sifat kepemimpinan yaitu karakter kepala desa dan lingkungan kepala desa dibesarkan, sedangkan strata pendidikan tidak cukup mempengaruhi gaya kepemimpinan kepala desa.