cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota surabaya,
Jawa timur
INDONESIA
Nirmana
ISSN : -     EISSN : 02150905     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
NIRMANA Jurnal Deskomvis aims to: Promote a comprehensive approach to visual communication design incorporating viewpoints of different diciplines Strenghten academic exchange with other institution. Encourage designer, practicing, academic and others to conduct research and other similar activities.
Arjuna Subject : -
Articles 177 Documents
MENYOAL KECOCOKTIDAKAN GAYA PEMBELAJARAN DESAIN Pranata, Moeljadi
Nirmana Vol 4, No 1 (2002): JANUARY 2002
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (31.293 KB) | DOI: 10.9744/nirmana.4.1.

Abstract

Students%2C as well as teachers%2C have different cognitive styles%2C and so styles of learning vary as much as styles of teaching. The teaching strategies can be design education %2C their learning can be severely impaired if they are mismatched with teacher who prefer%2C or teaching programmes which impose%2C a different learning style. Abstract in Bahasa Indonesia : Pebelajar%2C sama seperti pembelajar%2C memiliki gaya kognitif yang berbeda-beda. Variasi gaya pengajaran sebanyak gaya belajar. Gaya pengajaran yang distrukturkan bagi pebelajar bisa cocok atau tidak cocok dengan gaya belajar pebelajar. Dalam pendidikan desain konvensional%2C belajar dan pembelajaran dapat sangat terganggu bila gaya belajar pebelajar tidak cocok dengan gaya pengajaran pembelajar atau program pembelajaran yang memiliki gaya yang berbeda. design education%2C teaching styles%2C learning styles%2C design strategies.
“Sticker” LINE, Sebuah Jembatan Simbolik Teknologi Interaksi Manusia dalam Media Komunikasi Kurniawan Salamoon, Daniel
Nirmana Vol 16, No 1 (2016): JANUARY 2016
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (200.119 KB) | DOI: 10.9744/nirmana.16.1.12-17

Abstract

Perkembangan media komunikasi membuat perubahan dalam interaksi antar manusia. Komunikasi antar manusia menjadi komunikasi antara manusia dan layar (screen). Komunikasi sejatinya merupakan pertukaran informasi, pesan dan emosi. Namun, perkembangan teknologi membuat komunikasi tersebut menjadi termediasi. Ruang maya menjadi ruang menjalin relasi antar manusia. Menjadi menarik bahwa aplikasi-aplikasi komunikasi di ruang maya kini menjadi jembatan bukan sekedar pesan tetapi juga jembatan emosi melalui sticker, emoji dan simbol-simbol visual. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan analisis teks untuk menjabarkan komunikasi yang termediasi saat ini. Diharapkan hal ini dapat membuka wawasan bahwa perkembangan komunikasi kini membuat pesan menjadi termediasi dan bisa menimbulkan kerancuan makna.
DESAIN KOMUNIKASI VISUAL DAN PANGGILAN KRISTIANI , Herlianto
Nirmana Vol 5, No 1 (2003): JANUARY 2003
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (31.325 KB) | DOI: 10.9744/nirmana.5.1.

Abstract

Visual Communication Design is one of the arts movements. Being one aspect of the culture%2C it shows a holistic development and develops a great influence on human life including the way of thinking and attitude. To the Christian point of view%2C there are some visual media presentations that need special and precautious treatment. Abstract in Bahasa Indonesia : Disain Komunikasi Visual merupakan perkembangan yang makin maju dari seni sebagai aspek kebudayaan yang berkembang makin holistik dan punya daya pengaruh empat dimensional terhadap kehidupan manusia%2C yaitu pandangan dan pola perilaku dan kehidupan seseorang. Ditinjau dari Iman Kristiani%2C setidaknya ada berbagai bentuk pengaruh penyajian media visual yang perlu dihadapi dengan kewaspadaan. Visual Communication Design%2C Christian values.
Kajian Partisipasi Masyarakat dalam Kegiatan Mural (Studi Kasus: Mural Dinding Sekolah TK YBPK Sekar Indah Malang) Wahyudi, Anang Tri; Natadjaja, Listia; Wicandra, Obed Bima; Waluyanto, Heru Dwi
Nirmana Vol 17, No 2 (2017): JULY 2017
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (514.635 KB) | DOI: 10.9744/nirmana.17.2.87-95

Abstract

Karya  mural  kini  sudah  mulai  banyak  diminati  oleh  semua  kalangan,  mural  tidak  hanya  di  dinding- dinding  pinggir  jalan  raya,  tetapi  mulai  merambah  di  dinding  sekolah,  café,  perkantoran,  rumah,  dan ruang privat. Tingkat apresiasi, keinginan dan permintaan masyarakat terhadap mural semakin tinggi, tetapi  partisipasi  masyarakat  dalam  pembuatan  mural  secara  langsung  banyak  terkandala  berbagai alasan. Hal ini terjadi pada beberapa kegiatan mural yang dilakukan oleh para dosen DKV UK Petra dan salah satunya penulis mencoba mengangkat kegiatan mural yang dilakukan di TK YBPK Sekar Indah Malang. Penelitian ini mencoba menggali sejauh mana  masyarakat dapat berpatisipasi dalam kegiatan mural.  Untuk  mengetahui alasan dan interpretasi  masyarakat  terhadap  fenomena kehadiran mural di dalam  lingkungan  mereka,  maka  digunakan  pendekatan  paradigma  fenomenologis  interpretatif,  yaitu suatu pendekatan yang  berorientasi kepada nilai  subjektivitas  dari informan  sebagai  masyarakat yang mengikuti pelatihan mural di Gereja GKJW Tunjung Sekar. Mayarakat tidak serta-merta mau terlibat dalam  kegiatan  mural.  Perlu  peran  serta  panitia  setempat  untuk  lebih  aktif  mengajak  masyarakat sekitar untuk terlibat. Sedangkan dari pihak dosen DKV UK Petra dapat memberikan peluang lebih agar masyarakat berani untuk menuangkan karya mereka di dinding. Masyarakat merasa senang mengenal mural lebih dekat, mereka ingin belajar bisa membuat mural, tetapi kepercayaan diri dan perasaan tidak memiliki  kemampuan  menggambar  masih  menjadi  kendala  utama.  Perlu  dipertimbangkan  lagi  untuk membuat  suatu  kontrak  kerja  agar  tercipta  persepsi  yang  sama  antara  panitia,  dosen  DKV  dan masyarakat
TAMPILAN IKLAN TELEVISI MENURUT PERSPEKTIF ETIKA KEKRISTENAN N. D. K. Indrayana, Maria
Nirmana Vol 6, No 1 (2004): JANUARY 2004
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (34.947 KB) | DOI: 10.9744/nirmana.6.1.

Abstract

Advertising has kept attention from many social circles because of its wide impact%2C especially in tv commercials%2C that have the most audience. At the same time%2C the visual communication designer has a great responsibility to generate creative ads that are responsible as well. Christianity as a social and religious institution%2C is therefore directly and indirectly involved in the advertising world. Christianity possesses a particular view based on the ethics that is pertinent to Christian community%2C called Christian ethics. Abstract in Bahasa Indonesia : Periklanan terus mendapat perhatian dari banyak kalangan masyarakat karena memiliki dampak yang luas utamanya iklan televisi%2C yang punya daya jangkau paling besar. Sejalan dengan itu%2C perancang komunikasi visual memiliki tanggung jawab besar untuk melahirkan karya iklan yang kreatif juga bertanggung jawab. Maka kekristenan sebagai institusi sosial dan keagamaan%2C terlibat secara langsung atau tidak langsung terhadap dunia periklanan. Terhadap karya iklan kekristenan memiliki pandangan yang khas berdasarkan etika yang berlaku pada komunitas Kristiani yang disebut etika kekristenan. advertising christian ethics.
KOMIK SEBAGAI MEDIA KOMUNIKASI VISUAL PEMBELAJARAN Dwi Waluyanto, Heru
Nirmana Vol 7, No 1 (2005): JANUARY 2005
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (114.44 KB) | DOI: 10.9744/nirmana.7.1.

Abstract

Visual Communication Design students should be able to think creative and communicate through visual. This two things are important during the process of creating a design. Students should be empowered their creative ability%2C but also they should be eased in the way they study. Comic as a media for learning is one alternative which is functioned to solve the problems above. Abstract in Bahasa Indonesia : Mahasiswa desain komunikasi visual dituntut mampu dan terbiasa berpikir kreatif serta berkomunikasi secara visual. Kedua hal ini sangat penting peranannya dalam proses penciptaan karya desain. Untuk itu%2C mahasiswa perlu diberdayakan kemampuan kreatifnya namun juga dimudahkan dalam cara belajarnya. Komik pembelajaran merupakan alternatif yang berfungsi untuk memecahkan masalah tersebut di atas. creativity%2C learning comic.
RETHORICAL ANALYSIS PADA IKLAN ESIA Duto Hartanto, Deddi
Nirmana Vol 8, No 1 (2006): JANUARY 2006
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (92.741 KB) | DOI: 10.9744/nirmana.8.1.

Abstract

The Esia ads with their many versions try to offer a corporate brand with an emosional approach. This articleÂ’s analysis views Esia as an organization%2C much like what has been shown in the daily Kompas in some versions of its ads. While using a rethorical analysis%2C hopefully shows how Esia formulates its message in its ad executions as an argument%2C while also refering to certain logics to support them. Abstract in Bahasa Indonesia : Iklan Esia dengan berbagai versi mencoba menawarkan corporate brand dengan pendekatan emosional. Analisa penulisan ini memandang Esia sebagai sebuah organisasi yaitu seperti yang dimunculkan pada harian Kompas pada beberapa versi iklannya. Dengan menggunakan Rhetorical Analysis %2C diharapkan akan dapat dilihat bagaimana Esia memformulasikan message dalam eksekusi iklannya sebagai argumen dengan merujuk pada logika-logika tertentu untuk memberikan pembenaran pada eksekusi iklannya. organization%2C public relations%2C rethorics%2C metaphores%2C Esia ads.
ANALISA ELEMEN GRAFIS DESAIN KEMASAN INDOMIE GORENG PASAR LOKAL DAN EKSPOR Natadjaja, Listia
Nirmana Vol 9, No 1 (2007): JANUARY 2007
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (421.667 KB) | DOI: 10.9744/nirmana.9.1.pp. 20-30

Abstract

Graphic Elements in packaging design for local and eksport market are suspected to have different kind of purposes. This is why I am interested to analize the graphic elements in instant noodle packaging produced by Indofood. The analizes are including what elements are differents and why the designer made them difference. There are a lot of factors that customer choose an instant noodle, like cultural factors, buying and consuming habits. Hopefully, through this research the consumer could understand the importance of graphic elemen in packaging design. Abstract in Bahasa Indonesia: Elemen grafis desain kemasan yang berbeda antara pasar lokal dan ekspor disenyalir mempunyai tujuan pemasaran yang berbeda pula. Hal ini menarik penulis untuk menganalisa elemen-elemen grafis pada mi goreng instan produksi Indofood. Analisa meliputi elemen apa saja yang berbeda dan mengapa desain kemasan tersebut dibuat berbeda. Faktor budaya dan kebiasaan dalam memilih, membeli dan mengkonsumsi mi instan dapat merupakan salah satu pertimbangan. Diharapkan dengan analisa ini masyarakat dapat memahami pentingnya elemen grafis pada kemasan yang memperhatikan pasarnya Kata kunci: elemen grafis, desain kemasan, mi instan, Indofood.
PENGENALAN DAN PEMAHAMAN LOCAL GENIUS MENGHADAPI ERA GLOBALISASI Sukarata, Made
Nirmana Vol 1, No 1 (1999): JANUARY 1999
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (22.812 KB) | DOI: 10.9744/nirmana.1.1.

Abstract

It is worried that the youth will grow consumptive%2C unproductive and uncreative because of absorbing most of the negative impact brought by the rapid flow of influence from outside. On account of this%2C the writer is inviting the youth to look back for a while to study on the characteristics and the great work created by our ancestors. The purpose of this writing is as the stepping stone to encourage the youth to learn and comprehend together the abundant source of inspiration which resulted in the more creative art work. Abstract in Bahasa Indonesia : Arus pengaruh dari luar terasa semakin derasnya baik itu yang berdampak positif maupun negatif dan bila unsur negatifnya lebih banyak diserap oleh kalangan generasi muda%2C maka dikhawatirkan akan tumbuh generasi-generasi yang konsumtif tidak produktif apa lagi kreatif. Maka dalam hal ini penulis ingin mencoba mengajak para generasi muda untuk sejenak menoleh kebelakang menelaah perilaku dan karya-karya adhiluhung yang pernah diciptakan oleh para leluhur kita%2C untuk dikenali dan dipahami bersama%2C sebagai batu loncatan perbendaharaan serta kekayaan sumber inspirasi penciptaan karya seni yang lebih kreatif. Local Genius%2C sumber kreatifitas.
Strategi Pembuatan Film Dokumenter yang Tepat untuk Mengangkat Tradisi-Tradisi di Balik Reog Ponorogo Prihantono, PM. Onny; Natadjaja, Listia; Setiawan, Deddy
Nirmana Vol 11, No 1 (2009): JANUARY 2009
Publisher : Institute of Research and Community Outreach - Petra Christian University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1880.607 KB) | DOI: 10.9744/nirmana.11.1.pp. 1-10

Abstract

Reog is a notable art from Ponorogo which has been existing for centuries and is inherited down from generation to generation among Ponorogo society up to present time. Besides presenting an alluring performance, reog is also full of tradition and customs inherited from old generation such as erotic dance, liquor party, and homosexual relationship. Those traditions are identically associated to reog as a form of free, spontaneous and rules free entertainment for common people, therefore, the customary tradition often cause controversy to emerge among people because of their contradiction toward present customs of ethics and politeness. On the other hand, the tradition contain lofty cultural principles which reflect the true identity of Ponorogo people. Unless the principles are properly preserved, the statement which says that reog is the true identity and distinctive feature of Ponorogo will fade away, and thus reog will be easily taken and claimed by other societies. Documentary movie as audio visual media is able to plainly eplain how reog dancers truly live. By using interview method and daily life document documentary, the controversy in the traditions could be dug transparently. Various opinions toward the erotic dance, liquor party, and homosexual relationship become a strength to trace the history of reog in Ponorogo. Hence, Indonesian people will not be hesitant that reog is an original culture owned by the Indonesians themselves since the time of their ancestors. However, reog is still an entertainment for common people, pleasure is the main purpose of it. Strong limitation toward the expression of art will eventually extinguish the people’s enthusiasm in the art itself. Abstract in Bahasa Indonesia: Reog merupakan kesenian khas daerah Ponorogo yang telah ada sejak berabad-abad yang lalu dan diwariskan secara turun-temurun di kalangan masyarakat Ponorogo hingga saat ini. Selain menyajikan tontonan yang menarik, kesenian reog ini ternyata juga sarat akan tradisi/kebiasaan yang telah dibawa sejak jaman nenek moyang, mulai dari gerakan tari yang erotis, mabuk-mabukan hingga hubungan sesama jenis/homoseksual. Tradisi tersebut identik dengan reog sebagai hiburan rakyat jelata yang bebas dan spontan, tak terikat aturan, sehingga seringkali menimbulkan kontroversi di kalangan masyarakat modern karena bertentangan dengan norma-norma masyarakat terutama norma kesusilaan dan kesopanan. Di sisi lain, setiap tradisi tersebut kaya dengan nilai-nilai luhur budaya yang harus dilestarikan untuk kelangsungan sejarah. Jika tidak, maka pernyataan bahwa reog adalah jati diri dan ciri khas Ponorogo akan luntur dan dapat mudah diambil/diklaim menjadi milik masyarakat lain. Film dokumenter sebagai media audio visual mampu memaparkan kepada masyarakat mengenai kehidupan pelaku reog Ponorogo sesungguhnya. Dengan menggunakan metode wawancara dan dokumentasi kehidupan sehari-hari, tradisi-tradisi yang kontroversial tersebut dapat digali secara transparan. Pendapat yang beragam tentang gerakan tari yang seronok, mabuk-mabukan hingga hubungan homoseksual justru menjadi kekuatan untuk mengetahui jejak sejarah reog di bumi Ponorogo. Dengan begitu masyarakat Indonesia takkan ragu lagi bahwa reog memang adalah aset kebudayaan asli milik bangsa Indonesia sejak nenek moyang. Bagaimanapun kesenian reog tetap merupakan hiburan rakyat, kesenangan adalah tujuan utama yang dicari. Ekspresi kesenian yang terlalu dibatasi akan mematikan antusiasme masyarakat terhadap kesenian tersebut. Kata kunci: reog ponorogo, film dokumenter, seni, budaya.

Page 5 of 18 | Total Record : 177