cover
Contact Name
Mohamad Ervandi
Contact Email
m.ervandi@umgo.ac.id
Phone
+628114358552
Journal Mail Official
m.ervandi@umgo.ac.id
Editorial Address
Jl. Prof. Mansoer Pateda, Desa Pentadio Timur, Kecamatan Telaga Biru Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo
Location
Kab. gorontalo,
Gorontalo
INDONESIA
JSTT (Jurnal Sains Ternak Tropis)
ISSN : -     EISSN : 29859824     DOI : -
JSTT (Jurnal Sains Ternak Tropis) (E-ISSN 2985-9824) is a journal published and managed by the Program Study Animal Husbandry, Muhammadiyah University of Gorontalo. it is a peer reviewed journal published Two times a year on (Januari and Juli) and now actively using Open Journal System (OJS). This journal mediates the dissemination of researchers from various disciplines and review Nutrition and Animal Feed, Feed Science and Technology, Livestock Biotechnology, Animal Reproduction and Physiology, Breeding and Genetics, Animal Production, Animal Behaviour, Socio-Economic Livestock, and Animal Products Science and Technology. The access to entrire articles in this journal is free. The editorial goal is to provide a forum exchange and an interface between academia, industry, government and society in the filed of animal science and technology.
Articles 9 Documents
Search results for , issue "Vol 4, No 1 (2026): Januari" : 9 Documents clear
Fenotip Kualitatif Kambing Lokal di Kecamatan Paguat Kabupaten Pohuwato Provinsi Gorontalo Unti, Sri Valen; Sayuti, Muhammad; Ilham, Fahrul
Jurnal Sains Ternak Tropis Vol 4, No 1 (2026): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31314/jstt.4.1.1-9.2026

Abstract

This research aims to identify the qualitative phenotypes of local goats in Paguat District, Pohuwato Regency, Gorontalo Province. The samples observed consisted of 34 goats, comprising adult males and females. Variables observed include coat color, horn shape, ear shape, facial lines, and back lines. This analysis was conducted by calculating the percentage of occurrence of each morphological character relative to the total number of individuals observed using the relative frequency formula. The results of the study show that the dominant coat color is brown (47.06%), while the most common coat color combination is black, white, and brown (32.35%). The most common face line is convex (58.82%), and the dominant ear shape is drooping (73.53%). Most goats have long horns (64.71%) and no beard (85.29%), and the most common back line shape is straight (55.88%). The results of this study are expected to serve as a basis for the development of local goat selection and breeding programs aimed at increasing productivity and preserving regional germplasm. It is recommended to include genetic analysis and production performance to strengthen the relationship between morphological characteristics and the genetic potential of local goats, thereby supporting sustainable livestock development efforts in the region.Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi fenotip kualitatif kambing lokal di Kecamatan Paguat, Kabupaten Pohuwato, Provinsi Gorontalo. Sampel yang diamati berjumlah 34 ekor kambing, terdiri dari jantan dan betina dewasa. Variabel yang diamati meliputi warna bulu, bentuk tanduk, bentuk telinga, garis muka, dan garis punggung. Analisis ini dilakukan dengan menghitung persentase kemunculan tiap karakter morfologis terhadap jumlah total individu yang diamati menggunakan rumus frekuensi relatif. Hasil penelitian menunjukkan warna bulu dominan adalah cokelat (47,06%), sedangkan kombinasi warna bulu yang paling umum adalah hitam, putih, dan cokelat (32,35%). Garis muka yang paling banyak ditemukan adalah cembung (58,82%), dan bentuk telinga yang dominan adalah menjuntai ke bawah (73,53%). Sebagian besar kambing memiliki tanduk panjang (64,71%) dan tidak berjanggut (85,29%) dan bentuk garis punggung yang paling umum adalah lurus (55,88%). Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar bagi pengembangan program seleksi dan pemuliaan kambing lokal yang berorientasi pada peningkatan produktivitas serta pelestarian plasma nutfah daerah. Disarankan untuk mencakup analisis genetik dan performa produksi guna memperkuat hubungan antara karakter morfologis dan potensi genetik kambing lokal, sehingga dapat mendukung upaya pengembangan ternak berkelanjutan di wilayah tersebut.
Level Penggunaan Tepung Kulit Pisang Goroho (Musa Acuminafe, Sp) Fermentasi Terhadap Performa Ayam KUB Fase Starter Daud, Ramlan; Syahruddin, Syahruddin; Djunu, Sri Suryaningsih
Jurnal Sains Ternak Tropis Vol 4, No 1 (2026): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31314/jstt.4.1.45-51.2026

Abstract

This study aims to determine the level of use of fermented Goroho banana peel flour (Musa Acuminafe, sp) on the performance of Balitnak superior native chickens in the starter phase. This study used a completely randomized design (CRD) with 5 treatments and 5 replicates, resulting in 25 experimental units. The chickens used in this study were 125 superior Balitnak native chickens in the starter phase aged 2–4 weeks, with each experimental unit using 5 chickens. The variables observed in this study were feed intake, weight gain, and feed conversion. The results of this study indicate that the average chicken consumption did not differ significantly (P>0.05) between each treatment (P0 20.48), (P1 20.49), (P2 21.08), (P3 20.53) and (P4 19.02) g/bird/day. The average weight gain of chickens did not differ significantly (P>0.05) between treatments (P0 8.28), (P1 8.47), (P2 8.55), (P3 8.37) and (P4 8.48). Based on the results of the study and discussion, it can be concluded that the use of fermented goroho banana peel flour with rumen fluid at a level of 5–20% does not affect feed intake, weight gain, and feed conversion in 2–4-week-old Balitnak superior native chickensPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui level penggunaan tepung Kulit Pisang Goroho (Musa Acuminafe, sp) Fermentasi Terhadap Performa Ayam Kampung Unggul Balitnak Fase Starter. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 5 ulangan sehingga terdapat 25 unit percobaan. Ayam yang digunakan dalam penelitian ini yaitu ayam kampung unggul balitnak fase starter umur 2 – 4 minggu sebanyak 125 ekor, setiap unit percobaan menggunakan 5 ekor ayam. Variabel yang diamati dalam penelitian ini konsumsi ransum, pertambahan bobot badan dan konversi ransum. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa rataan konsumsi ayam tidak berbeda nyata (P>0,05) dengan masing-masing perlakuan (P0 20,48), (P1 20,49), (P2 21,08), (P3 20,53) dan (P4 19,02) g/ekor/hari. Rataan pertambahan bobot badan ayam tidak berbeda nyata (P>0,05) dengan masing-masing perlakuan (P0 8,28), (P1 8,47), (P2 8,55), (P3 8,37) dan (P4 8,48). Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa penggunaan tepung kulit pisang goroho yang difermentasi dengan cairan rumen dari 5 – 20% tidak mempengaruhi konsumsi ransum, pertambahan bobot badan dan konversi ransum pada ayam kampung unggul balitnak umur 2 – 4 minggu.
Pengaruh Pemberian Tepung Daun Jagung Dan Tepung Rumput Laut Terhadap Bagian-Bagian Organ Dalam Ayam Broiler Deluku, Yasri Mar'atunisa; Rokhayati, Umbang Arif; Nugroho, Tri Ananda Erwin; I. Gubali, Syukri; Laya, Nibras Karnain
Jurnal Sains Ternak Tropis Vol 4, No 1 (2026): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31314/jstt.4.1.10-19.2026

Abstract

This study aims to analyze the effect of feeding corn leaf flour and seaweed flour on the internal organs of broiler chickens (liver, heart, gizzard, and spleen) raised in slatted cages. This study used a completely randomized design (CRD) with 6 treatments and 4 replicates, involving 96 broiler chickens. The variables observed included liver, heart, gizzard, and spleen weight. The results of the ANOVA statistical analysis showed that feeding a mixture of corn leaf flour and seaweed flour significantly (P<0.05) affected the liver, heart, gizzard, and spleen weight of broiler chickens. The treatments with alternative feed combinations (P3, P4, and P5) produced higher average organ weights compared to the control (P0). This increase in organ weight indicates physiological adaptation and increased metabolic activity and immune system of broiler chickens, without indicating pathological conditions. The conclusion is that this study can provide information for farmers in selecting alternative feed to improve broiler chicken productivity.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pemberian pakan yang mengandung tepung daun jagung dan tepung rumput laut terhadap bagian-bagian organ dalam ayam broiler (hati, jantung, gizzard, dan limfa) yang dipelihara pada kandang slat. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 6 perlakuan dan 4 ulangan, melibatkan 96 ekor ayam broiler. Variabel yang diamati meliputi bobot hati, jantung, gizzard, dan limpa. Hasil analisis statistik ANOVA menunjukkan bahwa pemberian campuran tepung daun jagung dan tepung rumput laut secara nyata (P<0,05) mempengaruhi bobot hati, jantung, gizzard, dan limpa ayam broiler. Perlakuan dengan kombinasi pakan alternatif (P3, P4, dan P5) menghasilkan rata-rata bobot organ yang lebih tinggi dibandingkan dengan kontrol (P0). Peningkatan bobot organ ini menunjukkan adaptasi fisiologis dan peningkatan aktivitas metabolisme serta sistem imun ayam broiler, tanpa mengindikasikan kondisi patologis. Kesimpulan bahwa penelitian ini dapat memberikan informasi bagi peternak dalam memilih pakan alternatif untuk meningkatkan produktivitas ayam broiler.
Analisis Keberlanjutan Usaha Ternak Sapi Perah Di Kecamatan Krucil Kabupaten Probolinggo Maskur, Camal Adi; Afikasari, Dian; Ervandi, Mohamad
Jurnal Sains Ternak Tropis Vol 4, No 1 (2026): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31314/jstt.4.1.52-61.2026

Abstract

Dairy cattle farming contributes to the Indonesian economy by improving food security. Probolinggo Regency is one of the regions with significant potential for the development of dairy farming. One of the districts in Probolinggo Regency with a considerable dairy cattle population is Krucil District. This study aimed to identify the social, economic, infrastructure and technology, as well as legal and institutional dimensions.The research employed qualitative descriptive and explanatory methods using a survey approach. The results of the study on the sustainability of dairy cattle farming showed that, in the social dimension, the level of education of farmers was categorized as low and the age of farmers tended to be advanced. However, other aspects such as time allocation for livestock activities, community access and perceptions, as well as social roles and patterns of community relationships in dairy farming activities were categorized as high. These conditions can encourage participation and support the continuity of dairy farming enterprises.Indicators in the economic dimension were generally in the moderate category, indicating that dairy farming businesses have not yet been optimized and therefore have not created a highly competitive agribusiness system. Infrastructure and technology play an important role in supporting dairy cattle farming, as reflected by the relatively moderate score in the infrastructure and technology dimension. The legal and institutional aspects showed an average moderate value, indicating that legal and institutional functions have not been fully optimized. Nevertheless, the existence of farmer groups and the involvement of farmers play an important role in supporting the progress of dairy farming enterprises.Usaha peternakan sapi perah memberikan kontribusi bagi perekonomian di Indonesia dalam meningkatkan ketahanan pangan. Kabupaten Probolinggo merupakan salah satu kabupaten yang memiliki potensi besar dalam pengembangan usaha ternak perah. Salah satu kecamatan di kabupaten Probolinggo yang memiliki populasi ternak sapi perah yaitu kecamatan Krucil. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi dimensi sosial, ekonomi, infrastruktur dan teknologi serta hukum dan kelembagaan. Metode penelitian ini menggunakan deskriptif dan eksplanatori kualitatif dengan menggunakan metode survey. Hasil penelitian mengenai keberlangsungan usaha ternak sapi perah menunjukan hasil Pada dimensi sosial menunjukkan tingkat pendidikan dalam kategori rendah dan usia peternak dalam kategori lanjut. Akan tetapi dimensi lain yang menyangkut alokasi waktu untuk usaha ternak, akses dan pandangan masyarakat, peran dan pola hubungan masyarakat dalam kegiatan usaha sapi perah terkategori tinggi, hal ini dapat mendorong partisipasi dan terus berlansungnya usaha peternakan.Indikator dalam dimensi ekonomi rata – rata masuk dalam kategori sedang, artinya usaha ternak sapi perah belum optimal sehingga belum menciptakan sistem agribisnis yang mempunyai daya saing yang tinggi. Infrastruktur dan teknologi mempunyai peran penting dalam menunjang usaha ternak sapi perah. Hal ini di tunjukan pada hasil dimensi infrastruktur dan teknologi yang relatif sedang. Aspek hukum dan kelembagaan menunjukan nilai rata-rata sedang artinya fungsi hukum dan kelembagan belum maksimal. Akantetapi indikator keberadaan kelompok tani dan keterlibatan peternak memegang peran penting dalam menunjang kemajuan usaha.
Kualitas Fisik Daging Ayam Broiler Yang Diberi Pakan Mengandung Tepung Daun Jagung Dan Tepung Rumput Laut (Eucheuma cottonii) Prasetiyanto, Riswanoko Dwi; Zainudin, Srisukmawati; Mukhtar, Muhammad; Saleh, Ellen J; Fathan, Suparmin
Jurnal Sains Ternak Tropis Vol 4, No 1 (2026): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31314/jstt.4.1.20-27.2026

Abstract

This study aims to analyze the physical quality of broiler chicken meat fed with feed containing corn leaf flour and seaweed flour (Eucheuma cottonii). This experiment used a completely randomized design (CRD) with 6 treatments and 4 replicates. A total of 96 broiler chickens were divided into 6 treatments, with each treatment unit consisting of 4 chickens. The variables observed were pH, water holding capacity (WHC), meat color, and cooking loss. The research data were analyzed using analysis of variance (ANOVA). The results showed that the addition of corn leaf flour and seaweed flour had a significant effect on the pH value and color of the meat (P<0.05). Water retention tended to increase in the mixed treatment, although not significantly (P>0.05). The cooking shrinkage value did not differ significantly (P>0.05). The conclusion of this study is that feeding broilers with corn leaf flour and seaweed flour supplements can improve the physical quality of their meat, especially in terms of pH and color, although it has no significant effect on water-holding capacity and cooking loss.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas fisik daging ayam broiler yang diberi pakan mengandung tepung daun jagung dan tepung rumput laut (Eucheuma cottonii). Percobaan ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) 6 perlakuan dengan 4 ulangan, sebanyak 96 ekor ayam broiler dibagi dalam 6 perlakuan, dimana setiap unit perlakuan terdiri 4 ekor. Variabel yang diamati adalah pH, daya ikat air (WHC), warna daging dan susut masak. Data hasil penelitian dianalisis mengunakan analysis of variance (ANOVA). Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan tepung daun jagung dan tepung rumput laut berpengaruh nyata terhadap nilai pH dan warna daging (P<0,05). Daya ikat air cenderung meningkat pada perlakuan campuran, meskipun tidak signifikan (P>0,05). Nilai susut masak tidak berbeda nyata (P>0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah pemberian pakan dengan tambahan tepung daun jagung dan tepung rumput laut mampu memperbaiki kualitas fisik daging broiler terutama pada parameter pH dan warna, meskipun tidak memberikan pengaruh nyata terhadap daya ikat air dan susut masak.
Karakteristik Fisikokimia Dan Palatabilitas Nugget Daging Ayam Petelur Afkir Dengan Level Substitusi Limbah Susu Kedelai Afrila, Akhadiyah; Rinanti, Rosyda Fajri
Jurnal Sains Ternak Tropis Vol 4, No 1 (2026): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31314/jstt.4.1.62-70.2026

Abstract

This study aimed to evaluate the effects of okara (soybean residue) substitution on the physicochemical and sensory characteristics of chicken nuggets . A Completely Randomized Design was employed with four substitution levels: 0% (P0), 20% (P1), 40% (P2), and 60% (P3). Evaluated parameters included moisture content, crude fiber, pH, and sensory properties (color, aroma, taste, texture) determined by a 50-panelist hedonic test. Data were analyzed using ANOVA and Duncan's Multiple Range Test (p<0.05). The results revealed that okara substitution had a significant effect on all parameters except for texture. Sensorially, the 20% okara formulation (P1) was the most preferred, exhibiting significantly higher scores for aroma and taste compared to the control. It was concluded that a 20% substitution of okara is the optimal level to enhance sensory acceptance while modifying the physicochemical properties of spent laying hen nuggetsTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh substitusi limbah susu kedelai pada proses pembuatan nugget daging ayam petelur afkir pada berbagai konsentrasi terhadap karakteristik fisikokimia dan palatabilitas. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan empat taraf perlakuan substitusi limbah susu kedelai, yaitu P0 (0%), P1 (20%), P2 (40%), dan P3 (60%). Parameter yang diuji meliputi kadar air, kadar serat, derajat keasaman (pH), serta sifat organoleptik (warna, aroma, rasa, tekstur) menggunakan uji hedonik terhadap 50 panelis. Data dianalisis menggunakan Analisis sidik r dan dilanjutkan dengan Uji Jarak Berganda Duncan pada taraf signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa substitusi limbah susu kedelai berpengaruh nyata (p<0,05) terhadap semua parameter yang diuji, kecuali tekstur. Secara organoleptik, perlakuan P1 (20%) merupakan formula yang paling disukai, terutama pada atribut aroma dan rasa yang secara signifikan lebih tinggi dibandingkan kontrol. Kesimpulan penelitian ini substitusi limbah susu kedelai sebanyak 20% merupakan perlakuan optimal yang mampu meningkatkan penerimaan sensorik dan memodifikasi sifat fisikokimia nuget daging ayam petelur afkir.
Pengaruh Pemberian Tepung Kulit Pisang Goroho Fermentasi Terhadap Bobot Giblet Pada Ayam Kampung Super Ahmad, Fatmah; Djunu, Sri Suryaningsih; Syahruddin, Syahruddin; Zainudin, Srisukmawati
Jurnal Sains Ternak Tropis Vol 4, No 1 (2026): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31314/jstt.4.1.28-36.2026

Abstract

The purpose of this study was to determine the effect of feeding fermented goroho banana peel flour on giblet weight (liver, gizzard, lymph, and heart). The method used in this study was a completely randomized design (CRD) with 5 treatments and 5 replicates. The number of super native chickens used in the study was 125. The treatments consisted of P0 (Ration (0%) without fermented goroho banana peel flour), P1 (ration + 5% fermented goroho banana peel flour), P2 (ration + 10% fermented goroho banana peel flour), P3 (ration + 15% fermented goroho banana peel flour), P4 (ration + 20% fermented goroho banana peel flour). The variables observed were giblet weight, which included the gizzard, heart, liver, and lymph. The results showed that fermented goroho banana peel flour as a feed substitute had no significant effect (P>0.05) on the weight of the gizzard, liver, heart, and lymph nodes in super native chickens. In conclusion, fermented goroho banana peel flour at 5% to 20% in the ration did not affect the weight of the gizzard, heart, liver, and lymph nodes of 60-day-old super native chickens.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian tepung kulit pisang goroho frementasi terhadap bobot giblet (hati, gizard, limfa, dan jantung). Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 5 ulangan. Jumlah ayam kampung super yang digunakan dalam penelitian sebanyak 125 ekor. Perlakuan terdiri atas P0 (Ransum (0%) tanpa tepung kulit pisang goroho fermentasi), P1 (Ransum + 5% tepung kulit pisang goroho fermentasi), P2 (Ransum + 10% tepung kulit pisang goroho fermentasi), P3 (Ransum + 15% tepung kulit pisang goroho fermentasi), P4 (Ransum + 20% tepung kulit pisang goroho fermentasi). Variabel yang diamati adalah bobot giblet yang meliputi: Gizzard, Jantung, Hati, dan Limfa. Hasil penelitian menunjukan bahwa tepung kulit pisang goroho fermentasi sebagai pakan pengganti ransum tidak memberikan pengaruh nyata pada bobot gizzard, hati, jantung, dan limfa pada ayam kampung super. Kesimpulannya bahwa tepung kulit pisang goroho fermentasi 5% sampai 20% dalam ransum tidak memengaruhi bobot gizzard, jantung, hati, dan limfa, ayam kampung super umur 60 hari. Namun pada persentase bobot limfa terjadi peningkatan pada P4 yang menggunakan 20% tepung kulit pisang goroho fermentasi dalam pakan.
Pengaruh Pemberian Ransum Komersil Terhadap Pertambahan Berat Badan Ayam Kampung Unggulan Balitnak (KUB) Pomolango, Ramlan; Sulistyo, Wahyu; Korompot, Ishak; Ardiansyah, Widiastuti; Mokoolang, Susan
Jurnal Sains Ternak Tropis Vol 4, No 1 (2026): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31314/jstt.4.1.71-76.2026

Abstract

This study aimed to determine the effect of commercial feed provision on body weight gain and mortality of Balitnak Superior Native Chickens (KUB). The materials used were 100 day-old chicks (DOC) of KUB chickens. The commercial feeds tested were Mark Sinta (SA), Malinau (MA), Sreeya (SR), and Gold Coin (GC), while a mixed ration consisting of concentrate, ground corn, and fine rice bran served as the control treatment; all feeds were obtained from local distributors in Gorontalo. The study employed a Completely Randomized Design (CRD) with five treatments, where T1 served as the control. The results showed that the highest feed consumption occurred in treatment T5, which received the GC commercial feed, while the lowest was observed in T1 (control ration). Mortality rates in descending order were T1 (3%), T2 (2%), T3 (2%), T4 (2%), and T5 (0%). The highest body weight gain was recorded in T5 with the GC commercial feed, whereas the lowest was found in the control treatment (T1). In ascending order, body weight gain ranked as T1, T2, T3, and T4. The findings indicate that commercial rations with clearly defined protein content exert a more pronounced effect on body weight gain in KUB chickensPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian ransum komersil terhadap pertambahan berat badan serta mortalitas Ayam Kampung Unggulan Balitnak (KUB). Materi yang digunakan adalah 100 ekor DOC Ayam KUB.Ransum Komersil yang dipakai adalah Mark Sinta (SA), Malinau (MA),Sreeya (SR) dan Gold Coint (GC) serta ransum campuran konsentrat, jagung giling dan dedak halus sebagai perlakuan kontrol yang diperoleh dari distributor lokal Gorontalo. Model penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap dengan 5 perlakuan sekaligus T1 sebagai kontrol. Hasil penelitian memperlihatkan konsumsi pakan tertinggi terdapat pada perlakuan T5 dengan pemberian ransum komersial GC dalam pakan, dan yang terendah pada perlakuan T1 (KJD). Kemudian mulai dari mortalitas tertinggi secara berturut-turut adalah T1 (3%), T2 (2%), T3 (2%), dan T4 (2%) dan T5(0%). Pertambahan berat badan tertinggi diperoleh pada perlakuan T5 dengan pemberian ransum komersial (GC), dan yang terendah pada kontrol T1. Selanjutnya mulai dari pertambahan berat badan yang terendah berturut-turut yaitu T1, T2, T3, dan T4. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa ransum komersil yang telah jelas kandungan proteinnya memberikan pengaruh lebih nyata pada pertambahan berat badan ayam KUB.
Tingkat Kepuasan Konsumen Terhadap Produk Olahan Ayam Geprek Di Kecamatan Kota Tengah Kota Gorontalo Ombili, Zohra; Pateda, Sri Yenny; Niode, Alim S
Jurnal Sains Ternak Tropis Vol 4, No 1 (2026): Januari
Publisher : Universitas Muhammadiyah Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31314/jstt.4.1.37-44.2026

Abstract

study aims to determine the level of consumer satisfaction with processed chicken products in Kota Tengah District, Gorontalo City. As competition in the culinary business increases, especially in the fried chicken business, understanding customer satisfaction is important for businesses to maintain and increase customer loyalty. This study used a survey method with a descriptive quantitative approach. Sampling was conducted using accidental sampling techniques on 100 respondents who consumed ayam geprek products at two restaurants, namely RM Tiar and RM Uyat2. Data was collected through questionnaires and analyzed using descriptive statistics and Chi-Square tests to examine the relationship between service quality, product quality, and price on customer satisfaction levels. The results show that the service quality variable is in the neutral category with an average score of 403, while product quality and price are in the very satisfied category with average scores of 412 and 417, respectively. The Chi-Square test results show that there is no significant relationship between service quality, product quality, and price on consumer satisfaction levels (p-value > 0.05), which means that these three variables are assessed independently by consumers. This study recommends that businesses continue to improve product innovation and services in order to maintain competitiveness and customer satisfaction.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kepuasan konsumen terhadap produk olahan ayam geprek di Kecamatan Kota Tengah, Kota Gorontalo. Seiring meningkatnya persaingan bisnis kuliner, khususnya usaha ayam geprek, pemahaman mengenai kepuasan konsumen menjadi penting bagi pelaku usaha untuk mempertahankan dan meningkatkan loyalitas pelanggan. Penelitian ini menggunakan metode survei dengan pendekatan kuantitatif deskriptif. Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik accidental sampling terhadap 100 responden yang mengonsumsi produk ayam geprek pada dua rumah makan, yaitu RM Tiar dan RM Uyat2. Data dikumpulkan melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan statistik deskriptif serta uji Chi-Square untuk melihat hubungan antara kualitas pelayanan, kualitas produk, dan harga terhadap tingkat kepuasan konsumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel kualitas pelayanan berada dalam kategori netral dengan skor rata-rata 403, sedangkan kualitas produk dan harga berada pada kategori sangat puas dengan skor rata-rata masing-masing 412 dan 417. Hasil uji Chi-Square menunjukkan tidak terdapat hubungan signifikan antara kualitas pelayanan, kualitas produk, dan harga terhadap tingkat kepuasan konsumen (p-value > 0,05), yang berarti ketiga variabel tersebut dinilai secara independen oleh konsumen. Penelitian ini merekomendasikan agar pelaku usaha terus meningkatkan inovasi produk dan pelayanan demi mempertahankan daya saing dan kepuasan konsumen.

Page 1 of 1 | Total Record : 9