cover
Contact Name
Muhammad Asy'ari
Contact Email
m.asyari@litpam.com
Phone
+6285338219596
Journal Mail Official
m.asyari@litpam.com
Editorial Address
Perumahan Lingkar Permai Blok Q4 LK Sembalun, Tanjung Karang Sekarbela, Mataram, NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Journal of Authentic Research
ISSN : -     EISSN : 28283724     DOI : 10.36312/jar
Journal of Authentic Research (ISSN. 2828-3724) is an open-access journal that published by Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM). This journal publishes research papers in the field of social science and natural science. Journal of Authentic Research publish twice a year (bianually) in January and July. This journal has OAI address: https://journal-center.litpam.com/index.php/jar/oai
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 339 Documents
Analisis Kelayakan Ekonomi dan Kesiapan SDM SPKLU 22 kW untuk Mendukung Transisi Energi Sulastri, Sulastri
Journal of Authentic Research Vol. 5 No. 2 (2026): May
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/zpdw7n72

Abstract

Transisi energi global mendorong elektrifikasi sektor transportasi melalui penggunaan kendaraan listrik sebagai upaya untuk mengurangi emisi karbon dan ketergantungan terhadap bahan bakar fosil. Keberhasilan implementasi kendaraan listrik sangat dipengaruhi oleh ketersediaan infrastruktur pengisian daya, khususnya Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU). Selain berperan dalam mendukung transisi energi, SPKLU juga memiliki potensi ekonomi sebagai unit bisnis berbasis penjualan energi listrik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan ekonomi operasional SPKLU berkapasitas 22 kW, mengevaluasi peran sistem pengukuran energi berbasis kWh meter dalam model bisnis pengisian kendaraan listrik, serta mengkaji kesiapan sumber daya manusia (SDM) dalam pengelolaan fasilitas pengisian kendaraan listrik. Penelitian menggunakan pendekatan analisis teknis–ekonomi dengan asumsi operasional tertentu, meliputi kapasitas charger 22 kW, tingkat utilisasi rata-rata 60%, waktu operasi 8 jam per hari selama 300 hari per tahun, serta efisiensi fasilitas sebesar 95%. Analisis kelayakan ekonomi dilakukan menggunakan indikator Return on Investment (ROI) dan Break Even Point (BEP). Hasil penelitian menunjukkan bahwa SPKLU mampu menyalurkan energi listrik sebesar 31.680 kWh per tahun dengan pendapatan tahunan sebesar Rp95.040.000 dan laba bersih sekitar Rp35.019.500 per tahun. Dengan investasi awal sebesar Rp200.000.000, periode pengembalian investasi diperkirakan sekitar 5,7 tahun dengan nilai ROI sebesar 17,5% per tahun. Temuan ini menunjukkan bahwa SPKLU berpotensi layak secara ekonomi pada tingkat utilisasi moderat. Selain itu, sistem pengukuran energi berbasis kWh meter berperan penting dalam menjamin transparansi transaksi energi, meningkatkan efisiensi operasional, serta mendukung analisis kelayakan bisnis. Pengembangan SPKLU juga memerlukan dukungan sumber daya manusia yang memiliki kompetensi teknis dalam pengoperasian dan pengelolaan sistem pengisian kendaraan listrik. The global energy transition has accelerated the electrification of the transportation sector through the adoption of electric vehicles as an effort to reduce carbon emissions and dependence on fossil fuels. The successful implementation of electric vehicles is highly dependent on the availability of charging infrastructure, particularly Public Electric Vehicle Charging Stations (SPKLU). In addition to supporting the energy transition, SPKLU also has economic potential as a business unit based on electricity sales. This study aims to analyze the economic feasibility of operating a 22 kW SPKLU, evaluate the role of a kWh meter–based energy measurement system in the electric vehicle charging business model, and examine the readiness of human resources in managing charging station operations. The study employs a techno-economic analysis approach using several operational assumptions, including a 22 kW charger capacity, an average utilization rate of 60%, operating time of 8 hours per day for 300 days per year, and facility efficiency of 95%. The economic feasibility analysis is conducted using Return on Investment (ROI) and Break Even Point (BEP) indicators. The results show that the charging station can deliver approximately 31,680 kWh of electricity annually, generating annual revenue of IDR 95,040,000 and a net profit of around IDR 35,019,500 per year. With an initial investment of IDR 200,000,000, the investment payback period is estimated at approximately 5.7 years, with an ROI of about 17.5% per year. These findings indicate that SPKLU has promising economic feasibility at a moderate utilization level. Furthermore, the kWh meter–based energy measurement system plays a crucial role in ensuring transaction transparency, improving operational efficiency, and supporting business feasibility analysis. The development of SPKLU also requires competent human resources with technical expertise in operating and managing electric vehicle charging systems.Abstract is written in italics (Italic) for English abstracts of 150-250 words with a font size of 9  pt and the typeface is Book Antiqua Style and the spacing between lines is one space. If the article is in Indonesian, the abstract must be written in good and correct Indonesian and English. If the article is in English, then the abstract must be written in English only. The Abstract section must contain the objectives, the core of the problem to be raised, the method of solving it, and the results of scientific findings obtained and conclusions. Abstract for still.  
Tinjauan Literatur : Komparasi Certainty Factor dan Naïve Bayes untuk Diagnosis Penyakit Wijayanti , Anis; Luqman, Luqman; Agtriadi, Herman Bedi
Journal of Authentic Research Vol. 5 No. 2 (2026): May
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/b2f43293

Abstract

Penelitian ini merupakan kajian literatur yang bertujuan menganalisis dan membandingkan metode Certainty Factor (CF) dan Naïve Bayes (NB) dalam pengembangan sistem diagnosis penyakit berbasis kecerdasan buatan. Kedua metode tersebut digunakan untuk meningkatkan akurasi dan efisiensi proses pengambilan keputusan dalam sistem pakar medis. Metode CF menerapkan pendekatan inferensi berbasis aturan untuk mengelola ketidakpastian melalui nilai tingkat keyakinan, sedangkan NB menggunakan prinsip probabilistik yang efektif dalam klasifikasi data medis berskala besar. Analisis dilakukan terhadap artikel ilmiah terpilih yang diterbitkan dalam lima tahun terakhir dan membahas penerapan kedua metode pada berbagai kasus diagnosis penyakit, termasuk diabetes, kanker, dan gangguan hormonal. Hasil kajian menunjukkan bahwa CF lebih sesuai untuk sistem pakar dengan basis pengetahuan eksplisit dan kebutuhan interpretasi tinggi, sedangkan NB menunjukkan performa yang lebih unggul pada data dengan distribusi statistik yang jelas dan volume besar. Perbandingan dilakukan berdasarkan tiga indikator utama, yaitu akurasi, kompleksitas implementasi, dan kemudahan interpretasi hasil. Temuan penelitian ini diharapkan menjadi acuan dalam pemilihan metode yang tepat untuk pengembangan sistem pakar diagnosis penyakit di bidang ilmu komputer dan kesehatan digital, sekaligus memperkuat penerapan kecerdasan buatan dalam mendukung diagnosis medis yang efisien dan berbasis data. This study presents a literature review aimed at analyzing and comparing the Certainty Factor (CF) and Naïve Bayes (NB) methods in the development of artificial intelligence–based disease diagnosis systems. Both methods are employed to enhance the accuracy and efficiency of decision-making processes in medical expert systems. The CF method applies a rule-based inference approach to handle uncertainty using confidence values, whereas NB employs a probabilistic approach that is effective for large-scale medical data classification. The analysis was conducted on selected scientific articles published within the last five years, discussing the implementation of both methods in various disease diagnosis cases, including diabetes, cancer, and hormonal disorders. The results indicate that CF is more suitable for expert systems requiring explicit knowledge representation and high interpretability, while NB demonstrates superior performance in scenarios involving large data volumes with well-defined statistical distributions. The comparison focuses on three main indicators: accuracy, implementation complexity, and result interpretability. The findings are expected to serve as a reference for selecting appropriate methods in developing medical expert diagnosis systems within the fields of computer science and digital health, and to strengthen the application of artificial intelligence in supporting data-driven and efficient medical diagnostics.  
Pengembangan Modul Digital Berbasis Kearifan Lokal Suku Sasak Pada Mata Pelajaran IPAS Materi Daerah Kebangganku di Kelas V Sekolah Dasar
Journal of Authentic Research Vol. 5 No. 1 (2026): Februari
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/tyrzjf35

Abstract

Rendahnya hasil belajar peserta didik serta masih minimnya integrasi kearifan lokal Suku Sasak dalam bahan ajar menjadi salah satu permasalahan dalam pembelajaran IPAS di sekolah dasar. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan modul digital berbasis kearifan lokal Suku Sasak pada materi “Daerah Kebanggaanku”, serta mengetahui prototipe, tingkat validitas, dan kepraktisannya. Penelitian ini menggunakan model pengembangan ADDIE yang meliputi tahap Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Subjek penelitian adalah 20 peserta didik kelas V SDN 1 Aikmel. Data dikumpulkan melalui lembar validasi ahli materi dan ahli media serta angket respons guru dan peserta didik. Data dianalisis secara deskriptif kuantitatif dengan menghitung persentase skor menggunakan skala Likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul digital yang dikembangkan termasuk kategori sangat valid dengan persentase 96,66% dari ahli materi dan 96,36% dari ahli media. Hasil uji kepraktisan menunjukkan persentase 83,33% pada uji kelompok kecil dan 83,4% pada uji lapangan dengan kategori sangat praktis. Dengan demikian, modul digital berbasis kearifan lokal Suku Sasak dinyatakan sangat valid dan sangat praktis untuk digunakan dalam pembelajaran IPAS di sekolah dasar.
Pengembangan Media Canva Berbasis Problem Based Learning Untuk Meningkatkan Berpikir Kritis Pendidikan Pancasila Siswa Kelas V Sekolah Dasar
Journal of Authentic Research Vol. 5 No. 1 (2026): Februari
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/d6cbb691

Abstract

Pembelajaran Pendidikan Pancasila di kelas V SD Negeri Tambakaji 01 masih didominasi metode ceramah, kurang memanfaatkan media digital, dan berdampak pada rendahnya kemampuan berpikir kritis siswa. Penelitian ini bertujuan mengembangkan, menguji kelayakan, dan menguji keefektifan media Canva berbasis Problem Based Learning (PBL) pada materi Tradisi Gotong Royong di Indonesia. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model Borg & Gall yang dimodifikasi menjadi delapan tahapan. Subjek penelitian adalah 27 siswa kelas V SD Negeri Tambakaji 01. Instrumen meliputi lembar validasi ahli, soal pretest-posttest, dan angket tanggapan. Hasil penelitian menunjukkan media sangat layak dengan persentase validasi ahli materi 95,6% dan ahli media 95%. Media efektif meningkatkan berpikir kritis, ditunjukkan dengan peningkatan rata-rata nilai pretest (72) ke posttest (89), uji t-test kelompok besar (thitung=14,58 > ttabel=1,706), dan nilai N-Gain 0,61 (kategori sedang). Tanggapan guru dan siswa mencapai 100% (sangat positif). Simpulannya, media Canva berbasis PBL layak dan efektif digunakan untuk meningkatkan berpikir kritis siswa kelas V SD.
Implementation of The “Spy On” Program for English Use in Daily Communication Among Students  at Al-Muwahhidin Islamic Boarding School
Journal of Authentic Research Vol. 5 No. 1 (2026): Februari
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/ed71z874

Abstract

Effective English communication requires consistent use and a supportive environment. However, in Al-Muwahhidin Islamic Boarding School, where English use is implemented, students’ lack of awareness, confidence, and self-honesty in using the language makes the habituation and language acquisition process less optimal. This study aims to explain the implementation of the “Spy On” program as an effort to encourage students to speak English, examine its impact on students’ English use, and identify the challenges faced. This study employed a qualitative instrumental case study. Data were collected through observation (observation checklist and field notes) and semi-structured interviews with 7 participants (4 students, 1 teacher, and 2 administrators). The data were analysed using Miles and Huberman’s model, including data reduction through coding and categorising interview and observation data, data display by presenting reduced data, and conclusion drawing through interpretation and verification of the findings. Technical triangulation was applied to ensure credibility. The results show that the “Spy On” program has the potential to encourage English use by providing comprehensible input through daily interactions, forming language habits through monitoring and practice, and supporting affective adjustment through an adaptation period. Students’ proficiency ranges from the preproduction to intermediate stages, while the challenges identified reflect a natural part of the second-language acquisition process.
Pengaruh ABC (Atletik Basic Coordination) Running Terhadap Kemampuan Motorik Kasar Anak diEkstrakulikuler Atletik SDN 3 Cinunuk
Journal of Authentic Research Vol. 5 No. 1 (2026): Februari
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/b8k63465

Abstract

Banyak anak usia sekolah, khususnya usia 11–13 tahun, belum memiliki kemampuan gerak lokomotor yang optimal akibat kurangnya program aktivitas fisik yang terstruktur. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh latihan ABC (Atletik Basic Coordination) Running terhadap kemampuan motorik kasar anak peserta ekstrakurikuler atletik SDN 3 Cinunuk. Penelitian menggunakan desain pre-eksperimental dengan rancangan satu kelompok pretest-posttest. Sampel berjumlah 30 siswa usia 11–13 tahun yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Kemampuan motorik kasar diukur menggunakan subtes lokomotor TGMD-3 (Test of Gross Motor Development – Third Edition). Program latihan ABC Running dilaksanakan selama 4-5 minggu, tiga kali pertemuan per minggu (16 sesi). Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas Shapiro-Wilk, uji homogenitas Levene, dan Paired Sample T-Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor kemampuan motorik kasar meningkat dari 39,63 (pretest) menjadi 41,50 (posttest) dengan peningkatan sebesar 1,87 poin. Hasil uji Paired Sample T-Test diperoleh nilai t = -8,550 dengan nilai signifikansi (Sig.) = 0,000 (p < 0,05), yang membuktikan bahwa latihan ABC Running berpengaruh secara signifikan terhadap peningkatan kemampuan motorik kasar anak. Dengan demikian, latihan ABC Running direkomendasikan sebagai metode pengembangan gerak lokomotor yang efektif dan berbasis bukti dalam program ekstrakurikuler atletik sekolah dasar.
Evaluasi Manajemen Kinerja dalam Penyelesaian Permohonan Pemindahbukuan di KPP Pratama A Rohayati, Tinantia; Azizah, Siti Nur; Srimindarti, Ceacilia
Journal of Authentic Research Vol. 5 No. 2 (2026): May
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/wgsr1254

Abstract

Pemindahbukuan merupakan salah satu layanan unggulan di bidang perpajakan. Ketepatan waktu penyelesaian permohonan pemindahbukuan yang masuk ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP) menjadi Indikator Kinerja Utama pada Seksi Pelayanan KPP. Namun, dalam praktiknya masih ditemukan keterlambatan penyelesaian permohonan pemindahbukuan yang menunjukkan belum optimalnya implementasi manajemen kinerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pelaksanaan manajemen kinerja dalam penyelesaian permohonan pemindahbukuan serta mengidentifikasi tahapan yang berpotensi menyebabkan keterlambatan di KPP Pratama A. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data diperoleh melalui wawancara mendalam terhadap pegawai yang terlibat langsung dalam proses penyelesaian pemindahbukuan, kemudian dianalisis menggunakan bantuan perangkat lunak NVivo melalui teknik analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlambatan penyelesaian permohonan pemindahbukuan tidak disebabkan oleh rendahnya kinerja individu, melainkan dipengaruhi oleh keterbatasan sistem monitoring yang belum terintegrasi, lemahnya komunikasi kinerja, serta belum optimalnya evaluasi berbasis proses. Selain itu, praktik manajemen kinerja masih berfokus pada pencapaian output tanpa didukung pengendalian proses yang memadai. Oleh karena itu, diperlukan penguatan sistem monitoring berbasis teknologi, peningkatan peran pimpinan dalam komunikasi kinerja, serta evaluasi yang lebih komprehensif untuk meningkatkan ketepatan waktu penyelesaian layanan secara berkelanjutan. Balance transfer is one of the leading services in the taxation sector. The timeliness of balance transfer completion submitted to the Tax Office is a Key Performance Indicator (KPI) in the Tax Office Service Section. However, in practice, delays in balance transfer requests completion are still found, indicating suboptimal performance management implementation. This study aims to evaluate the implementation of performance management in balance transfer request completion and identify stages that potentially cause delays at A Tax Office. This study uses a qualitative approach with a case study design. Data were obtained through in-depth interviews with employees directly involved in the balance transfer requests completion process, then analyzed using NVivo software through thematic analysis techniques. The study results indicate that delays in balance transfer requests completion are not caused by low individual performance, but are influenced by the limitations of an unintegrated monitoring system, weak performance communication, and suboptimal process-based evaluation. In addition, performance management practices still focus on achieving output without being supported by adequate process control. Therefore, it is necessary to strengthen technology-based monitoring systems, increase the role of leaders in performance communication, and conduct more comprehensive evaluations to continuously improve the timeliness of balance transfer requests completion.
Analisis Pelaksanaan Pembagian Harta Bersama Akibat Perceraian
Journal of Authentic Research Vol. 5 No. 1 (2026): Februari
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/b1k5aq12

Abstract

Perceraian menimbulkan berbagai konsekuensi hukum, salah satunya adalah pembagian harta bersama yang sering kali menimbulkan ketidakpastian karena kurangnya pengaturan rinci dalam Undang-Undang Perkawinan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan pembagian harta bersama akibat perceraian serta akibat hukum perkawinan terhadap hak dan kewajiban suami istri. Penelitian ini merupakan penelitian hukum empiris (non-doktrinal) dengan pendekatan perundang-undangan, konseptual, dan sosiologis. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui studi kepustakaan terhadap bahan hukum primer dan sekunder, sedangkan teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif kualitatif dengan metode triangulasi sumber untuk memastikan keabsahan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa akibat perkawinan terhadap hak dan kewajiban suami istri diatur dalam Pasal 30–34 UU Perkawinan, yang mencakup tanggung jawab luhur, kesetaraan hak dan kedudukan istri, peran suami sebagai kepala keluarga dan istri sebagai ibu rumah tangga, serta kewajiban suami melindungi istri dan memenuhi kebutuhan rumah tangga. Pembahasan lebih lanjut mengungkap bahwa harta benda dalam perkawinan terdiri atas tiga jenis: harta bersama (gono-gini), harta bawaan/pribadi, dan harta perolehan. Pembagian harta bersama akibat perceraian sebagaimana diatur dalam Pasal 37 UU Perkawinan tidak seragam, melainkan mengikuti hukum agama, hukum adat, atau hukum lainnya (termasuk BW bagi kelompok Tionghoa dan Eropa). Implikasi dari penelitian ini menegaskan perlunya kepastian hukum yang lebih jelas dalam pengaturan pembagian harta bersama pasca perceraian guna melindungi hak-hak para pihak, terutama istri dan anak, serta menghindari ketidakadilan akibat keberagaman hukum yang berlaku.
Pengelolaan Arsip Dinamis pada Instansi Pemerintah Daerah: Studi Kasus Kantor Kecamatan Gemawang, Kabupaten Temanggung Nurmawati, Oktavia; Permana , Dian Fithra
Journal of Authentic Research Vol. 5 No. 2 (2026): May
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/mhtcnn09

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengelolaan arsip dinamis di Kantor Kecamatan Gemawang, Kabupaten Temanggung berdasarkan empat tahapan manajemen arsip dinamis: penciptaan, penggunaan, pemeliharaan, dan penyusutan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan tiga informan kunci, melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif Miles dan Huberman yang meliputi redukasi data, tampilan data, dan perumusan kesimpulan. Hasil menunjukkan bahwa: (1) penciptaan dan pencatatan arsip masih manual melalui buku agenda; (2) penggunaan arsip belum didukung basis data elektronik sehingga lamanya proses penemuan kembali arip; (3) pemeliharaan arsip belum ditopang ruang arsip khusus dan prosedur perawatan arsip; (4) penyusutan arsip belum berbasis daftar arsip inaktif dan jadwal retensi arsip yang formal. Temuan ini menunjukkan adanya kesenjangan antara kebijakan digitalisasi kearsipan dan kesiapan kearsipan organisasi di tingkat kecamatan. This study aims to analyze the management of active records at the Gemawang Subdistrict Office, Temanggung Regency, based on the four stages of active records management: creation, use, maintenance, and disposal. The study employs a descriptive qualitative approach with three key informants, utilizing observation, interviews, and documentation. Data analysis utilized the Miles and Huberman interactive model, which includes data reduction, data display, and formulation of conclusions. The results indicate that: (1) the creation and recording of records are still done manually using logbooks; (2) record use is not supported by an electronic database, resulting in a lengthy record retrieval process; (3) record maintenance lacks dedicated storage space and formal record care procedures; (4) record disposal is not based on an inactive records list or a formal records retention schedule. These findings indicate a gap between archival digitization policies and the archival readiness of organizations at the subdistrict level.
Systematic Literature Review: Dampak Integrasi Pembangkit Energi Terbarukan terhadap Kinerja Sistem Tenaga Listrik Distribusi Fernandes, Alex
Journal of Authentic Research Vol. 5 No. 2 (2026): May
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/56zv8r69

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi, menganalisis, dan mensintesis secara sistematis dampak integrasi pembangkit energi terbarukan terhadap kinerja sistem tenaga listrik distribusi. Permasalahan utama yang dikaji adalah variabilitas dan intermitensi sumber energi terbarukan yang berpotensi menimbulkan fluktuasi tegangan, peningkatan rugi-rugi daya, gangguan kualitas daya, serta tantangan stabilitas sistem. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) dengan pendekatan deskriptif-analitis mengacu pada pedoman PRISMA 2020. Proses seleksi dilakukan melalui tahapan identifikasi, penyaringan, dan evaluasi kelayakan artikel hingga diperoleh 10 artikel ilmiah bereputasi internasional periode 2017–2025 sebagai sampel akhir. Hasil sintesis menunjukkan bahwa integrasi energi terbarukan dapat meningkatkan profil tegangan dan menurunkan rugi-rugi daya apabila dilakukan dengan penempatan dan kapasitas yang optimal. Namun, penetrasi tinggi tanpa dukungan teknologi kontrol adaptif berpotensi menurunkan kualitas daya. Implementasi smart grid, energy storage system, serta algoritma optimasi berbasis heuristik terbukti meningkatkan stabilitas dan keandalan sistem distribusi. Simpulan penelitian ini menegaskan bahwa keberhasilan integrasi energi terbarukan memerlukan pendekatan terintegrasi yang mencakup aspek teknis, teknologi kontrol, dan regulasi interkoneksi secara simultan. This study aims to systematically identify, analyze, and synthesize the impact of renewable energy integration on the performance of electrical power distribution systems. The main issue addressed is the variability and intermittency of renewable energy sources, which may cause voltage fluctuations, increased power losses, power quality disturbances, and system stability challenges. The research employed a Systematic Literature Review (SLR) method with a descriptive-analytical approach following the PRISMA 2020 guidelines. The selection process included identification, screening, and eligibility assessment stages, resulting in 10 internationally reputable journal articles published between 2017 and 2025 as the final sample. The findings indicate that renewable energy integration can improve voltage profiles and reduce power losses when optimal placement and capacity planning are applied. However, high penetration levels without adaptive control technologies may negatively affect power quality. The implementation of smart grid technologies, energy storage systems, and heuristic-based optimization algorithms significantly enhances distribution system stability and reliability. The study concludes that successful renewable energy integration requires a comprehensive approach that simultaneously considers technical, control technology, and regulatory aspects.