cover
Contact Name
Muhammad Asy'ari
Contact Email
m.asyari@litpam.com
Phone
+6285338219596
Journal Mail Official
m.asyari@litpam.com
Editorial Address
Perumahan Lingkar Permai Blok Q4 LK Sembalun, Tanjung Karang Sekarbela, Mataram, NTB
Location
Kota mataram,
Nusa tenggara barat
INDONESIA
Journal of Authentic Research
ISSN : -     EISSN : 28283724     DOI : 10.36312/jar
Journal of Authentic Research (ISSN. 2828-3724) is an open-access journal that published by Lembaga Penelitian dan Pemberdayaan Masyarakat (LITPAM). This journal publishes research papers in the field of social science and natural science. Journal of Authentic Research publish twice a year (bianually) in January and July. This journal has OAI address: https://journal-center.litpam.com/index.php/jar/oai
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 339 Documents
Analisis Tantangan Implementasi Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi (SRIKANDI) di Kecamatan Gunungpati Putri, Cindy Eka; Kharismaputra, Aulia Prima
Journal of Authentic Research Vol. 5 No. 2 (2026): May
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/qc3wne87

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tantangan implementasi Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi (SRIKANDI) di Kecamatan Gunungpati dalam mendukung transformasi digital pengelolaan kearsipan. Permasalahan utama yang dikaji adalah belum optimalnya pemanfaatan sistem dalam praktik administrasi, meskipun telah diterapkan sebagai bagian dari kebijakan pemerintahan berbasis elektronik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, serta dianalisis menggunakan kerangka Technology–Organization–Environment (TOE). Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi SRIKANDI masih menghadapi kendala pada aspek teknologi, organisasi, dan lingkungan, yang tercermin dari ketidakstabilan sistem, keterbatasan fitur, ketimpangan kompetensi sumber daya manusia, serta belum optimalnya dukungan eksternal. Kondisi tersebut menyebabkan sistem belum berfungsi secara efektif dan cenderung digunakan sebagai formalitas administratif. Dengan demikian, implementasi SRIKANDI belum mampu mendorong transformasi digital yang substantif dalam pengelolaan kearsipan. Temuan penelitian ini menunjukkan perlunya penguatan sistem melalui pengembangan fitur yang sesuai dengan kebutuhan pengguna, peningkatan kompetensi sumber daya manusia secara terstruktur, serta penyediaan dukungan teknis eksternal yang responsif guna mengoptimalkan implementasi SRIKANDI di tingkat kecamatan. Abstract This study aims to analyze the challenges of implementing the Integrated Dynamic Archival Information System (SRIKANDI) in Gunungpati Subdistrict in support of the digital transformation of records management. The main issue examined is the suboptimal utilization of the system in administrative practice, despite its implementation as part of an e-government policy. This study employs a descriptive qualitative approach, utilizing data collection techniques such as interviews, observations, and documentation, and analyzes the findings using the Technology–Organization–Environment (TOE) framework. The results indicate that SRIKANDI’s implementation still faces challenges in the technological, organizational, and environmental domains, reflected in system instability, limited functionality, disparities in human resource competencies, and suboptimal external support. These conditions prevent the system from functioning effectively and lead to its use primarily as an administrative formality. Consequently, SRIKANDI’s implementation has not yet driven substantive digital transformation in records management. These research findings indicate the need to strengthen the system by developing features tailored to user needs, structured improvement of human resource competencies, and provision of responsive external technical support to optimize the implementation of SRIKANDI at the sub-district level.
Platform Adaptive Learning Berbasis NLP untuk Pembelajaran Literasi Siswa Disleksia Sekolah Dasar Cakranata, Raden Galuh Garhadi; Syafrijon, Syafrijon; Farell, Geovanne; Sandra, Randi Proska
Journal of Authentic Research Vol. 5 No. 2 (2026): May
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/j27kax12

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengembangkan platform pembelajaran berbasis web yang mengintegrasikan Adaptive Learning dan Natural Language Processing (NLP) untuk mendukung pembelajaran membaca dan menulis siswa sekolah dasar dengan gangguan disleksia. Permasalahan utama yang melatarbelakangi penelitian ini adalah terbatasnya platform pembelajaran digital yang mampu menyesuaikan materi, latihan, dan rekomendasi pembelajaran berdasarkan respons teks siswa disleksia. Penelitian ini menggunakan metode pengembangan perangkat lunak model Waterfall yang meliputi analisis kebutuhan, perancangan sistem, implementasi, pengujian, dan pemeliharaan. Sistem dikembangkan dengan antarmuka web AdaptLearn, backend berbasis Gin Framework, frontend berbasis Next.js, basis data PostgreSQL, cache Redis, serta keamanan autentikasi menggunakan bcrypt. Modul NLP digunakan untuk menganalisis jawaban teks siswa dan mengklasifikasikan tingkat pemahaman ke dalam kategori Paham, Cukup Paham, dan Belum Paham. Hasil pengujian menunjukkan bahwa seluruh fitur utama sistem berjalan sesuai skenario black-box testing. Evaluasi model NLP menghasilkan accuracy sebesar 0,99 dengan nilai precision, recall, dan F1-score yang tinggi pada seluruh kategori. Hasil usability testing menggunakan System Usability Scale memperoleh skor rata-rata 73,33 yang termasuk kategori baik dan acceptable. Dengan demikian, platform yang dikembangkan layak digunakan sebagai alternatif media pembelajaran literasi dasar yang lebih personal, adaptif, dan inklusif bagi siswa disleksia. This study aimed to develop a web-based learning platform integrating Adaptive Learning and Natural Language Processing (NLP) to support reading and writing instruction for elementary school students with dyslexia. The study was motivated by the limited availability of digital learning platforms that can adjust learning materials, exercises, and recommendations based on dyslexic students’ text responses. This research used the Waterfall software development model, consisting of requirements analysis, system design, implementation, testing, and maintenance. The system was implemented as the AdaptLearn web platform using a Next.js frontend, Gin Framework backend, PostgreSQL database, Redis cache, and bcrypt-based authentication security. The NLP module was designed to analyze students’ written responses and classify their understanding into three categories: Understanding, Partially Understanding, and Not Yet Understanding. The Adaptive Learning mechanism then used the NLP results and learning interactions to recommend remedial or advanced learning materials. The results showed that all major system functions performed as expected in black-box testing. NLP model evaluation produced an accuracy of 0.99, with high precision, recall, and F1-score across all categories. Usability testing using the System Usability Scale obtained an average score of 73.33, indicating good and acceptable usability. Therefore, the developed platform is feasible as an alternative digital learning medium that supports more personalized, adaptive, and inclusive literacy learning for students with dyslexia.
Pengaruh Model Kolaboratif Terhadap Hasil Belajar Pkn Siswa Kelas IV SD Muhammadiyah Desa Pon Fadlilah, Intan; Fatmawati; Wanhar, Fira Astika; Yusrizal
Journal of Authentic Research Vol. 5 No. 2 (2026): May
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/3ez63860

Abstract

Rendahnya hasil belajar PKn siswa kelas IV SD Muhammadiyah Desa Pon serta pembelajaran yang masih didominasi oleh metode konvensional seperti ceramah menjadi latar belakang perlunya inovasi dalam proses pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran kolaboratif terhadap hasil belajar PKn siswa kelas IV SD Muhammadiyah Desa Pon. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis quasi eksperimen dan desain nonequivalent control group design. Sampel penelitian berjumlah 46 siswa yang terdiri dari kelas IVA sebagai kelas eksperimen dan kelas IVB sebagai kelas kontrol. Teknik pengumpulan data menggunakan tes hasil belajar berbentuk pilihan ganda. Data dianalisis menggunakan uji normalitas uji homogenitas dan uji t independen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata pre test kelas eksperimen sebesar 60,65 meningkat menjadi 83,70 pada post test. Sementara itu nilai rata-rata pre test kelas kontrol sebesar 58,91 meningkat menjadi 76,30 pada post test. Hasil uji hipotesis menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,004 (< 0,05) dan selisih rata-rata antara kelas eksperimen dan kontrol sebesar 7,40. Hal ini mengindikasikan bahwa peningkatan hasil belajar pada kelas eksperimen tidak terjadi secara kebetulan, melainkan benar-benar dipengaruhi oleh penerapan model pembelajaran kolaboratif. Dengan demikian, model ini terbukti lebih efektif dibandingkan model konvensional dalam meningkatkan hasil belajar PKn siswa kelas IV SD Muhammadiyah Desa Pon. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran kolaboratif berpengaruh positif terhadap hasil belajar PKn siswa. Secara praktis, temuan ini memberikan implikasi bahwa guru PKn di sekolah dasar disarankan untuk mulai mengadopsi model pembelajaran kolaboratif sebagai alternatif strategi pembelajaran. Guru tidak lagi berperan sebagai satu-satunya sumber informasi, melainkan sebagai fasilitator yang mendorong siswa untuk bekerja sama, berdiskusi, dan saling membantu dalam memahami materi.
Implementasi Algoritma Local Binary Pattern Histogram dan Haar Cascade Dalam Rancang Bangun Sistem Presensi Staf Puskesmas Kota Tais Aripianto , Natha Fahrezi Azra; Adri, Muhammad; Novaliendry, Dony; Dewi, Ika Parma
Journal of Authentic Research Vol. 5 No. 2 (2026): May
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/y7kspr85

Abstract

Digitalisasi presensi staf pada fasilitas kesehatan primer diperlukan untuk meningkatkan akurasi, efisiensi administrasi, dan akuntabilitas kehadiran. Penelitian ini bertujuan merancang dan mengimplementasikan prototipe sistem presensi staf Puskesmas Kota Tais berbasis pengenalan wajah dengan mengintegrasikan algoritma Haar Cascade untuk deteksi wajah dan Local Binary Pattern Histogram (LBPH) untuk pengenalan identitas. Metode pengembangan yang digunakan adalah prototype dengan tahapan communication, quick plan, modeling, construction of prototype, serta deployment and feedback. Sistem dibangun berbasis web dengan dua peran pengguna, yaitu admin dan staf, serta didukung pipeline pengenalan wajah yang mencakup deteksi wajah, validasi kualitas citra dan deteksi mata sebagai lapisan anti-spoofing, pra-pemrosesan Tan-Triggs, Difference of Gaussian, dan CLAHE, serta pengenalan LBPH dengan konfigurasi radius 2, neighbors 12, grid_x 8, dan grid_y 8. Hasil pengujian menunjukkan bahwa sistem mampu mengenali wajah staf terdaftar pada kondisi pencahayaan normal dengan skor kepercayaan 85,27%–85,60%, melampaui threshold 75%. Pada skenario impostor, skor turun menjadi 39,43%, sehingga akses berhasil ditolak. Pengujian blackbox terhadap 22 skenario mencatat keberhasilan fungsional 100%. Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi Haar Cascade dan LBPH layak digunakan sebagai solusi presensi digital yang responsif, contactless, dan akuntabel pada lingkungan Puskesmas. The digitization of staff attendance in primary healthcare facilities is necessary to improve recording accuracy, administrative efficiency, and attendance accountability. This study aimed to design and implement a face-recognition-based attendance prototype for staff at Tais City Public Health Center by integrating Haar Cascade for face detection and Local Binary Pattern Histogram (LBPH) for identity recognition. The system was developed using the prototype method, consisting of communication, quick planning, modeling, prototype construction, and deployment and feedback. The web-based system supports two user roles, namely administrator and staff, and applies a layered face-recognition pipeline that includes face detection, image-quality validation, eye detection as an anti-spoofing layer, Tan-Triggs preprocessing, Difference of Gaussian, CLAHE, and LBPH recognition with radius 2, neighbors 12, grid_x 8, and grid_y 8. The test results showed that the system recognized registered staff faces under normal lighting conditions with confidence scores of 85.27%–85.60%, exceeding the 75% acceptance threshold. In the impostor scenario, the confidence score dropped to 39.43%, and access was successfully rejected. Blackbox testing on 22 functional scenarios produced a 100% success rate. These findings indicate that the integration of Haar Cascade and LBPH is feasible as a responsive, contactless, and accountable digital attendance solution for a public health center environment.  
Students’ Perceptions On The Use Of Kahoot! Learning Platform In Supporting Memory Retention In English Language Learning: A Descriptive Qualitative Study Maifa, Leni; Elmiana, Dewi Satria; Putera, Lalu Jaswadi
Journal of Authentic Research Vol. 5 No. 2 (2026): May
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/bkpnt156

Abstract

Rendahnya hasil belajar PKn siswa kelas IV SD Muhammadiyah Desa Pon serta pembelajaran yang masih The use of digital game-based learning platforms has grown significantly in English language teaching; however, many students still struggle with retaining vocabulary and grammar over time due to limited opportunities for meaningful repetition and engaging practice. This study aims to explore students' perceptions on the use of the Kahoot! learning platform in supporting memory retention in English language learning. This research employed a descriptive qualitative design and was conducted at MAN 3 Mataram. The participants of this study were 15 students selected purposively. The data were collected through questionnaires and semi-structured interviews to obtain in-depth information about students' experiences. The findings indicate that students generally have positive perceptions toward the use of Kahoot! in the classroom. Specifically, 71% of responses related to learning experience were positive, indicating that Kahoot! creates an interactive and enjoyable learning environment that encourages students' active participation. In terms of memory retention, 67% of responses were positive. Students reported that Kahoot! supports their memory retention through three main factors: repetition (repeated exposure to similar questions strengthens memory), retrieval practice (recalling information within time limits encourages active thinking), and contextual learning (visual elements such as images help connect words with their meanings). However, some difficulties were also found, such as time limitations and internet connectivity issues. The practical implications of these findings for English teachers are that Kahoot! can be strategically integrated as a complementary tool for vocabulary and grammar review, used at the beginning or end of lessons to activate prior knowledge and reinforce learning through low-stakes repetition. Teachers should balance game-based activities with direct instruction and classroom discussion to ensure deeper understanding, and they need to anticipate technical constraints by preparing offline backup activities or ensuring stable internet access. Overall, Kahoot! is perceived as a useful tool in supporting students' memory retention in English language learning.
Implementasi Sistem Smart Hidroponik Berbasis IoT dan YOLOv8-TFLite untuk Pemantauan Nutrisi dan Deteksi Penyakit Tanaman Pakcoy Susatiawan , Najhan Ibra; Hadi, Ahmaddul
Journal of Authentic Research Vol. 5 No. 2 (2026): May
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/3ycfg720

Abstract

Keberhasilan budidaya hidroponik sangat bergantung pada kestabilan parameter lingkungan seperti pH dan nutrisi (TDS), serta pemantauan kesehatan visual tanaman yang seringkali masih dilakukan secara manual. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan sistem pemantauan dan perawatan otomatis tanaman pakcoy hidroponik berbasis Internet of Things (IoT) dan algoritma You Only Look Once (YOLO). Penelitian menggunakan pendekatan prototype dengan mengintegrasikan mikrokontroler ESP32, sensor pH, TDS, dan DHT11 yang terhubung ke Firebase dan aplikasi Android. Model YOLOv8-TFLite diimplementasikan pada aplikasi untuk mendeteksi penyakit melalui 1.271 citra daun yang terbagi ke dalam 5 kondisi kelas (sehat, tidak sehat, serta indikasi defisiensi nutrisi, serangan hama, dan penyakit daun). Hasil pengujian sistem kendali closed-loop menunjukkan bahwa aktuator mampu menstabilkan anomali pH dan TDS dalam durasi rata-rata kurang dari 60 detik untuk setiap skenario, yaitu pada kondisi pH asam, pH basa, dan TDS rendah. Evaluasi model YOLOv8-TFLite menunjukkan akurasi 93,7% dalam mengklasifikasikan kondisi daun. Sinergi antara pemantauan IoT dan diagnostik visual AI ini memberikan implikasi praktis bagi petani hidroponik skala kecil-menengah, yaitu berupa sistem pendukung keputusan (decision support system) yang otomatis, terjangkau, dan mudah dioperasikan tanpa memerlukan pengetahuan teknis mendalam.
Implementasi Smart Contract Ethereum dengan Pendekatan Hybrid untuk Verifikasi Dokumen dan Transparansi pada Sistem Crowdfunding Beasiswa Aviola, Rawim Puja; Farell, Geovanne; Syafrijon, Syafrijon; Sandra, Randi Proska
Journal of Authentic Research Vol. 5 No. 2 (2026): May
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/rm4ggv60

Abstract

Penelitian ini bertujuan mengimplementasikan smart contract Ethereum dengan pendekatan hybrid untuk memperkuat verifikasi dokumen dan transparansi pada sistem crowdfunding beasiswa. Permasalahan utama yang diangkat adalah rendahnya kepercayaan publik terhadap platform donasi pendidikan ketika dokumen persyaratan, status verifikasi, dan realisasi penggunaan dana hanya dikelola melalui basis data terpusat. Metode yang digunakan adalah penelitian pengembangan perangkat lunak dengan model prototype yang mencakup komunikasi kebutuhan, perencanaan cepat, pemodelan desain, konstruksi prototipe, serta penyerahan dan evaluasi umpan balik. Sistem dibangun menggunakan Next.js, SQLite, Prisma ORM, Solidity, Ethers.js, MetaMask, dan jaringan Ethereum Sepolia Testnet. Hasil penyusunan sistem menunjukkan bahwa arsitektur hybrid mampu memisahkan penyimpanan dokumen fisik secara off-chain dari pencatatan bukti integritas secara on-chain. Smart contract ScholarshipRegistry dirancang untuk mencatat hash dokumen, status verifikasi, alamat wallet verifikator, timestamp, dan log nominal donasi tanpa menggunakan mata uang kripto sebagai alat pembayaran. Fitur audit publik memungkinkan donatur dan masyarakat mencocokkan hash dokumen, memantau bukti pencairan dana, serta melaporkan indikasi kejanggalan. Secara kritis, blockchain meningkatkan integritas rekam jejak, tetapi tidak otomatis menjamin kebenaran substantif isi dokumen; karena itu validasi administratif, kontrol akses, dan mekanisme pelaporan publik tetap diperlukan. Penelitian ini berkontribusi pada model crowdfunding beasiswa yang lebih transparan, efisien, dan dapat diaudit. This study aims to implement an Ethereum smart contract using a hybrid approach to strengthen document verification and transparency in a scholarship crowdfunding system. The main problem addressed is the limited public trust in digital education donation platforms when eligibility documents, verification status, and fund realization records are controlled only through a centralized database. The study applied a software development method based on the prototype model, consisting of communication, quick planning, quick design modeling, prototype construction, and delivery with feedback evaluation. The prototype was developed using Next.js, SQLite, Prisma ORM, Solidity, Ethers.js, MetaMask, and the Ethereum Sepolia Testnet. The resulting design demonstrates that the hybrid architecture can separate physical document storage in an off-chain layer from integrity proof recording in an on-chain layer. The ScholarshipRegistry smart contract records document hashes, verification status, verifier wallet addresses, timestamps, and donation amount logs without using cryptocurrency as the payment instrument. The public audit feature enables donors and the public to compare document hashes, monitor disbursement evidence, and submit reports on suspected irregularities. Critically, blockchain improves the integrity of audit trails, but it does not automatically verify the substantive truth of uploaded documents; therefore, administrative validation, role-based access control, and participatory reporting remain necessary. This study contributes a transparent, cost-efficient, and auditable model for scholarship crowdfunding systems.
Rancang Bangun Sistem Informasi Pesanan Terintegrasi Multi-Role Berbasis Web Untuk Industri Galaxy Digital Printing Najna, Kimi Maulana; Delianti , Vera Irma; Hendriyani, Yeka; Syafrijon, Syafrijon
Journal of Authentic Research Vol. 5 No. 2 (2026): May
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/0ahzps29

Abstract

Digitalisasi proses bisnis menjadi kebutuhan penting bagi usaha mikro, kecil, dan menengah digital printing karena alur pesanan, desain, pembayaran, dan produksi saling bergantung serta rentan terfragmentasi apabila masih dikelola secara manual. Penelitian ini bertujuan mengembangkan sistem informasi pesanan terintegrasi berbasis Role-Based Access Control (RBAC) pada Galaxy Digital Printing untuk memperbaiki pencatatan pesanan, konsistensi kalkulasi harga, kontrol pembayaran bertahap, koordinasi antarperan, dan pelacakan status pesanan berbasis web. Penelitian menggunakan metode Research and Development dengan model Incremental yang mencakup komunikasi kebutuhan, perencanaan, pemodelan, konstruksi, pengujian, dan deployment. Data kebutuhan dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan studi literatur, sedangkan evaluasi dilakukan melalui validasi produk, Black Box Testing, User Acceptance Testing, dan System Usability Scale. Sistem dikembangkan menggunakan Laravel, MySQL, RBAC untuk lima peran pengguna, kalkulator harga otomatis, manajemen file desain, integrasi Midtrans, reminder pembayaran, dan tracking status pesanan. Kebaruan penelitian terletak pada model integrasi workflow pesanan digital printing yang menghubungkan kalkulasi harga, manajemen revisi desain, staged payment, payment gateway, produksi, dan tracking dalam satu platform multi-role. Hasil validasi produk memperoleh skor 93,29% dengan kategori sangat valid. Sepuluh skenario Black Box Testing utama berhasil 100%, UAT memperoleh rata-rata 4,35 dari skala 5, dan SUS mencapai 85,50 dengan Grade A. Temuan ini menunjukkan bahwa sistem dinilai layak secara fungsional dan diterima oleh pengguna awal pada konteks Galaxy Digital Printing. Namun, generalisasi hasil masih terbatas karena penelitian merupakan single case dengan jumlah responden kecil, belum mencakup load testing, uji keamanan mendalam, dan pengukuran efisiensi berbasis waktu kerja aktual. Business process digitalization is increasingly important for digital printing micro, small, and medium enterprises because order, design, payment, and production workflows are interdependent and vulnerable to fragmentation when managed manually. This study aims to develop an integrated order information system based on Role-Based Access Control (RBAC) at Galaxy Digital Printing to improve order recording, price calculation consistency, staged payment control, multi-role coordination, and web-based order status tracking. The study employed a Research and Development method using the Incremental model, covering requirement communication, planning, modeling, construction, testing, and deployment. Requirement data were collected through observation, interviews, and literature studies, while system evaluation was conducted using product validation, Black Box Testing, User Acceptance Testing, and the System Usability Scale. The system was developed using Laravel, MySQL, RBAC for five user roles, an automatic price calculator, design file management, Midtrans integration, payment reminders, and order status tracking. The novelty of this study lies in an integrated digital printing workflow model that connects price calculation, design revision management, staged payment, payment gateway, production, and tracking within a multi-role platform. Product validation achieved 93.29%, categorized as highly valid. Ten core Black Box Testing scenarios achieved 100% success, UAT produced an average score of 4.35 out of 5, and SUS reached 85.50 with Grade A. These findings indicate that the system is functionally feasible and accepted by initial users in the Galaxy Digital Printing context. However, the generalizability of the findings remains limited because this is a single-case study with a small number of respondents and does not yet include load testing, in-depth security testing, or objective work-time efficiency measurement.
Perancangan Sistem Informasi Kuliah Umum Terintegrasi dengan Presensi Geolokasi Berbasis Algoritma Haversine dan Geofencing Lubis, Miftahhul Hudaiza Asmara; Darni, Resmi; Novaliendry, Dony; Erdisna, Erdisna
Journal of Authentic Research Vol. 5 No. 2 (2026): May
Publisher : LITPAM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36312/1qfa7g03

Abstract

Pengelolaan kuliah umum di perguruan tinggi sering menghadapi kelemahan pada pendaftaran, presensi, dan rekapitulasi kehadiran karena proses manual belum mampu menjamin validitas lokasi peserta. Penelitian ini bertujuan merancang sistem informasi kuliah umum berbasis web yang mengintegrasikan pendaftaran peserta, presensi geolokasi, dan monitoring kehadiran dengan validasi jarak menggunakan algoritma Haversine dan Geofencing. Penelitian menggunakan pendekatan rekayasa perangkat lunak deskriptif dengan model Waterfall melalui tahap analisis kebutuhan, desain sistem, implementasi, pengujian, dan pemeliharaan. Sistem dikembangkan dengan ReactJS pada frontend, Express.js pada backend, dan MySQL sebagai basis data. Temuan utama menunjukkan bahwa sistem berhasil menyatukan modul mahasiswa dan admin dalam satu alur: mahasiswa dapat melihat kegiatan, mendaftar, melakukan presensi berbasis lokasi, dan meninjau riwayat; admin dapat mengelola kegiatan, ruangan, sesi presensi, pengguna, serta monitoring kehadiran. Validasi lokasi menggunakan Haversine membedakan presensi valid dan tidak valid berdasarkan radius; pada uji TC-11, presensi dalam radius 50 m dengan jarak sekitar 19,59 m diterima sebagai hadir, sedangkan presensi di luar radius ditolak. Pengujian black-box terhadap 20 skenario menghasilkan 20 skenario berhasil (100%). Kebaruan penelitian terletak pada integrasi pendaftaran, konfigurasi radius, validasi Haversine-Geofencing, device token anti-titip absen, dan monitoring presensi dalam konteks kuliah umum non-rutin. Public lecture management in higher education often suffers from fragmented registration, manual attendance, and slow recapitulation because conventional processes cannot verify the physical presence of participants. This study aims to design a web-based public lecture information system integrating participant registration, geolocation-based attendance, and attendance monitoring using the Haversine algorithm and Geofencing for distance validation. The study adopted a descriptive software engineering approach with the Waterfall model, covering requirements analysis, system design, implementation, testing, and maintenance. The system was implemented using ReactJS for the frontend, Express.js for the backend, and MySQL for data management. The findings show that the system integrates student and administrator workflows in a single platform: students can browse events, register, submit location-based attendance, and view participation history, while administrators can manage events, rooms, attendance sessions, users, and monitoring dashboards. The Haversine-based validation successfully distinguished valid and invalid attendance according to the configured radius; in test case TC-11, an attendance attempt within a 50 m radius at approximately 19.59 m was accepted, whereas out-of-radius attempts were rejected. Black-box testing across 20 scenarios resulted in 20 successful scenarios (100%). The novelty lies in integrating registration, configurable attendance radius, Haversine-Geofencing validation, anti-proxy attendance through device tokens, and real-time monitoring for non-routine academic public lectures.