cover
Contact Name
I Putu Udiyana Wasista
Contact Email
udiyanawasista@isi-dps.ac.id
Phone
+6281805390402
Journal Mail Official
jurnal.hastagina@isi-dps.ac.id
Editorial Address
Program Studi Kriya, Fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Seni Indonesia Denpasar Jl. Nusa Indah, Sumerta, Kec. Denpasar Timur, Kota Denpasar, Bali 80235
Location
Kota denpasar,
Bali
INDONESIA
Hastagina: Jurnal Kriya dan Indsutri Kreatif
ISSN : -     EISSN : 28297393     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
 Jurnal ini menerbitkan karya tulis hasil penelitian baik berupa kajian dan penciptaan yang merujuk pada aspek keilmuan kriya yang meliputi jenis medianya seperti: 1) Kriya Logam; 2) Kriya Tekstil; 3) Kriya Keramik; 4) Kriya Kayu; dan 5) Kriya Kulit. Sedangkan berdasarkan fungsinya, yaitu: 1) Kriya Ritual; dan 2) Kriya Dekoratif. Begitupula pada pendekatan yang digunakan, meliputi: 1) Tradisional; 2) Kontemporer; dan 3) Ekologis (penggunaan material berkelanjutan).
Articles 116 Documents
Bunga Cempaka Sebagai Elemen Estetik Pada Guci Ekspresi Diajeng Wardani; Ni Made Rai Sunarini; I Ketut Muka
Hastagina : Jurnal Kriya Seni Vol 3 No 01 (2023): Hastagina : Jurnal Kriya dan Industri Kreatif
Publisher : Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jars are one of the crafts that come from clay. Guci itself has various uses, one of which is for expression in works. These expression jars help in conveying the ideas of ceramic artists. Indonesia itself has a variety of flowers, one of which is the champaca flower. Champaca flower has a characteristic that is quite striking. Besides having a beautiful shape, champaca flowers also have a very distinctive fragrance. The existence of this champaca flower is poured into the form of an expression jar with various views. The expression jars that are embodied have different meanings. The use of chrysolite flowers as an element in the creation of jars of expression goes through the stages of finding references, maturing ideas, and realizing works. The process of creating works using rotary techniques, slab techniques and also twist techniques. The creation of his work produces several works with images of expression that are in accordance with the initial concept of the author. There are several things that make this work unique, namely the results of the first and second burning which make it even more impressive. The resulting jar has a different appeal in each shape. The four works produced are an expression of the choice of champaca flower ideas as an aesthetic element. Keywords: Aesthetic Elemen, Champaca Flower, Expression Jars.
IGNITION SEBAGAI INOVASI KERAMIK PADA BRAND ONIX POTTERY DENGAN MITRA UD. TRI SURYA KERAMIK Leony Paramita; I Nyoman Ngidep Wiyasa; I Nyoman Laba
Hastagina : Jurnal Kriya Seni Vol 3 No 01 (2023): Hastagina : Jurnal Kriya dan Industri Kreatif
Publisher : Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Onix Pottery which is a new pilot brand that was built, the concept selection must be considered so that it can convey the message to be conveyed to the product. Onix Pottery takes the concept of Ignition, which is a foreign language for ignition. taking the Ignition concept which is applied to a new startup, namely onix pottery, is based on strong color elements and creates light that can illuminate a place. The manufacture of Onix Pottery ceramic products goes through several stages including body formation, trim, decoration which gives a touch of stone texture in accordance with the ONIX brand name (black precious stone), burning biscuits to glaze, and adding lights to support the concept. The concept of Ignition Onix Pottery produces two products named Agni and Chandara, the names are taken from the Sanskrit word for natural elements that emit light such as Agni means fire and Chandara means moon. In building new startups in the creative industry era by keeping up with digitalization developments, by utilizing internet technology that makes it easy to introduce businesses to the public. Creating content is one way to tell how the process is going to the story that the product you want to convey. In this case Onix Pottery uses the SMM (Social Media Marketing) marketing model which carries out the marketing process through social media networks. Creating interesting content, and being able to provide information that can be understood at the same time.
Penerapan Aksara Lontaraq Pada Karya Keramik Dekoratif Di Agung Grazinia Keramik Sri Devita; Ni Kadek Karuni; Ida Ayu Artayani
Hastagina : Jurnal Kriya Seni Vol 3 No 01 (2023): Hastagina : Jurnal Kriya dan Industri Kreatif
Publisher : Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Lontaraq script is a cultural heritage from the Bugis tribe that must be preserved. Therefore, the creator adopted the concept of the Lontaraq script which was applied to decorative ceramic works. The ceramic works created became an identity for the Bugis-Makassar tribe which is related to history. 1) Exploration, 2) Design 3) Embodiment, can be seen the result of creation in the form of a work. The work is designed and created through an independent project study program at CV. Agung Grazinia ceramics, a company engaged in the ceramics industry, a company that produces its own dyes, besides that it also concentrates on producing ceramic motifs Bali.
Penciptaan Kostum Tari Pancering Dewata Mahendra, I Putu Agus; Suardina, I Nyoman; Suparta, I Made
Hastagina : Jurnal Kriya Seni Vol 3 No 02 (2023): Hastagina : Jurnal Kriya dan Industri Kreatif
Publisher : Pusat Penerbitan LPPM ISI Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/hastagina.v3i02.1995

Abstract

Karya kostum Tari Pancering Dewata terinspirasi dari gambar pada kalender mengenai lima dewa penguasa penjuru mata angin,  lengkap dengan wahana dan atributnya. Hal ini yang merangsang munculnya ide untuk menciptakan sebuah kostum tari dengan imajinasi dan mereinterpretasi konsep panca dewata. Pancering Dewata memiliki arti inti atau pusat dari segala dewa. Sastra-sastra Hindu menjelaskan bahwa pusat dari segala dewa dan semesta adalah Siwa. Dewa Siwa menjadi pusat segala dewa yang menaungi segala arah  semesta dan penjuru mata angin. Tujuan penciptaan Kostum Tari Pancering Dewata ini adalah sebagai pemenuhan luaran program Projek Independen MBKM yang menitik beratkan pada inovasi baru melalui kemerdekaan belajar bersama sanggar atau pihak terkait, guna terciptanya karya yang lebih kreatif. Penciptaan karya kostum Tari Pancering Dewata menggunakan metode penciptaan seni kriya SP.Gustami yang dijelaskan dalam buku yang berjudul Butir-Butir Mutiara Estetika Timur ‘’ide dasar penciptaan seni kriya indonesia’’, Terdapat tiga tahap penciptaan, yaitu: ekspolrasi, perancangan, dan perwujudan. Eksplorasi meliputi aktivitas penjelajahan menggali sumber ide dengan langkah indentifikasi dan perumusan masalah mengenai sumber kreatif pencipta dalam memaknai Pancering Dewata. Perancangan, ide dibangun berdasarkan perolehan butir penting dari hasil analisis yang dirumuskan dalam visualisasi gagasan bentuk sketsa alternatif dan terpilih sebagai acuan reka bentuk. Perwujudan, pembuatan model sesuai sketsa terpilih atau gambar teknik yang telah disiapkan menjadi model prototype sampai ditemukan kesempurnaan karya yang dikehendaki. Berdasarkan eksplorasi, eksperimen teknik dan bahan, inovasi dan capaian proses bimbingan dalam projek MBKM dengan mengutamakan teknik tatahan kulit tradisional Bali, dihasilkan 5 (lima) set Kostum tari Pancering Dewata menggunakan kulit sapi sebagai bahan utama dalam pembuatannya.  Luaran ini bermanfaat dalam pengembangan bentuk tari dengan tema Dewata dalam masyarakat, sehingga memiliki daya guna dan aplikatif.
Surakarta Indies Style Architecture for Cold Night Batik Design on Adult Women's Clothing Ivana Claresta; Darwoto
Hastagina : Jurnal Kriya Seni Vol 3 No 01 (2023): Hastagina : Jurnal Kriya dan Industri Kreatif
Publisher : Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This design was carried out as a forum for education and insight for the general public as well as mobilizing the community to create a sense of awareness of the importance of maintaining Indische-style government buildings in Surakarta which are cultural heritage. The method used consists of design methods, design concepts, and visualization. The design method uses Collin Clipson's theory which goes through the stages of Problem Analysis, Data Collection, Testing, and determining the initial design idea. The design concept includes the rationale for textile design. Visualization is the stage of visualizing the concept of the design plan.The results of this design are as follows: (1) Visual architectural style of Indis Surakarta for the design of contemporary batik designs. (2) The application of this design is directed at clothing for adult women with an age range of 25-30 years, taking into account the selection of appropriate colors and compositions so as to produce products that are innovative, creative, and have characteristics and updates in terms of design.
Penciptaan Seni Serat sebagai Ekspresi Visual Tembang Pangkur Ninantry Nurkhalissa; Apika Nurani Sulistyati
Hastagina : Jurnal Kriya Seni Vol 3 No 01 (2023): Hastagina : Jurnal Kriya dan Industri Kreatif
Publisher : Pusat Penerbitan LP2MPP ISI Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The phenomenon of deteriorating mental health in the student environment can cause bad possibilities such as depression, escape to alcohol and drugs, drop out, and even suicidal ideation. Things of a spiritual nature are much needed in youth who are prone to falling into negative problems. The creation of this Final Project work adapts the spiritual message of Tembang Pangkur as a neutralizer for deteriorating mental health among students into a work of visual art. The aim is to convey spirituality which is presented as a medium of education and awareness through textile artwork. The method used is the Gustami Creation Method which consists of three stages including the exploration stage, the design stage, and the embodiment stage. The exploration stage is carried out by observing and collecting data regarding students' mental health problems and their relation to spiritual awareness, adapting the spirituality contained in tembang pangkur into a visual form as a solution and educational media, and determining the concept of the work, namely the process of a spiritual journey, as well as exploring techniques, materials and visually through trials. The design stage is carried out by visualizing the concept into several design alternatives that consider aspects of creating art. The embodiment stage, realizing the selected design into a work of fiber art and holding an evaluation in the form of a Final Project exhibition. The creation of this Final Project is realized into three works entitled Dark Soul, Good and Bad, and Healing Soul. The three works are related to each other which describes the process of a spiritual journey. The form of the work is in the form of a wall hanging with latch hook and crochet techniques as the craft technique. The materials used besides cotton thread are wasted materials such as cloth from unused clothes, mask straps, and wooden sticks.
Perancangan Batik Tulis Warna Alam Teknik Negative Painting Dengan Inspirasi Semanggi Surabaya Nariswari, Syahda Putri; Affanti, Tiwi Bina
Hastagina : Jurnal Kriya Seni Vol 3 No 02 (2023): Hastagina : Jurnal Kriya dan Industri Kreatif
Publisher : Pusat Penerbitan LPPM ISI Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/hastagina.v3i01.2733

Abstract

Perancangan berjudul “Perancangan Batik Tulis Warna Alam Teknik Negative Painting dengan Inspirasi Semanggi Surabaya” merupakan sebuah karya yang dilatarbelakangi oleh kurangnya minat masyarakat terhadap motif batik Semanggi Surabaya. Produk batik semanggi kurang berkembang dan berdaya saing dikarenakan adanya beberapa permasalahan salah satunya motif yang kurang variatif dan ketidakmampuan dalam menghadapi persaingan dengan produk batik lainnya. Tujuan dari perancangan ini adalah memberikan tampilan batik Semanggi Surabaya yang lebih menarik dan khas sesuai tren masa kini sehingga minat masyarakat terhadap motif batik ini dapat meningkat. Perancangan produk batik ini menerapkan metode pendekatan menurut SP. Gustami, yang mengemukakan 3 tahap 6 langkah. Ketiga tahap tersebut adalah tahap eksplorasi atau pengumpulan data, perancangan atau pembuatan sketsa dan desain, terakhir adalah perwujudan. Hasil perancangan ini sebagai berikut: (1) Motif semanggi, motif kerupuk, dan motif sambal. Perancangan ini berhasil membuat 6 desain panel. (2) Produk tersebut berupa kain panjang untuk wanita berusia 20-30 tahun kalangan menengah. Kain panjang tersebut menggunakan teknik batik tulis yang terinspirasi dari teknik negative painting pada cat air dan menggunakan pewarna alam berupa serbuk antara lain: tegeran, tingi, daun mangga, secang, dan teh hijau. Bahan untuk produk ini berupa kain katun sutra.
- PENGEMBANGAN BATIK BOROBUDUR SEBAGAI CINDERAMATA WISATA: - Aryanti, Dias Febri; Hidayat, Sujadi R.
Hastagina : Jurnal Kriya Seni Vol 3 No 02 (2023): Hastagina : Jurnal Kriya dan Industri Kreatif
Publisher : Pusat Penerbitan LPPM ISI Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/hastagina.v3i02.2738

Abstract

Candi Borobudur menjadi wisata andalan Kota Magelang sebagai bukti keagungan budaya nenek moyang zaman dahulu. Sebagai tempat wisata tidak lepas dari namanya cenderamata, tetapi khas Borobudurnya belum diolah secara maksimal sebagai bentuk cenderamata. Candi Borobudur dijadikan sebagai sumber inspirasi batik yaitu Batik Borobudur sebagai salah satu cenderamata batik khas Kota Magelang. Perancangan ini mengembangkan elemen visual Candi Borobudur dijadikan sebagai sumber ide kreatif motif batik dengan penambahan elemen-elemen visual Relief Karmawibhangga untuk pembuatan cenderamata berupa produk yang diminati oleh wisatawan khususnya usia dewasa awal yaitu outer. Metode penciptaan yang digunakan untuk membantu proses penciptaan karya meliputi 3 tahap yaitu tahap eksplorasi, tahap perancangan, dan tahap perwujudan. Pada metode perancangan dimulai dari analisis data, strategi pemecahan masalah, uji coba, dan gagasan awal perancangan. Penerapan metode penciptaan digunakan untuk memperkuat konsep dari observasi hingga realisasi karya. Perancangan menghasilkan produk cenderamata sumber ide dari Candi Borobudur sebagai ikon Kota Magelang dengan penggambaran desain deformasi dekoratif. Perwujudan karyanya menggunakan teknik batik tulis dan pewarnaan remasol menggunakan teknik colet. Penerapan motif batik pada bentuk outer sebagai pembaharuan bentuk produk cenderamata yang sudah ada untuk memperkenalkan Batik Borobudur dan meningkatkan nilai jualnya.
Pengembangan Desain Motif Batik Babon Angrem Dikombinasikan Motif Topeng Panji Bekonang Prasetyo, Nathaly Efata; Setyawan, Setyawan
Hastagina : Jurnal Kriya Seni Vol 3 No 02 (2023): Hastagina : Jurnal Kriya dan Industri Kreatif
Publisher : Pusat Penerbitan LPPM ISI Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/hastagina.v3i02.2765

Abstract

Hilangnya cerita dan ciri khas Batik Bekonang akibat munculnya teknologi dan kemajuan zaman menjadi inspirasi dalam pembuatan perancangan ini. Menampilkan pengembangan desain batik Bekonang dengan motif keraton Babon Angrem dan motif alam kupu-kupu. Dipadukan motif terinspirasi Topeng Panji Bekonang, yang juga mengalami dampak dari kemajuan zaman, menjadi ide perancangan. Tujuan pengembangan desain perancangan ini agar dengan hadirnya teknologi di zaman yang semakin modern tidak menyebabkan hilangnya nilai-nilai budaya dari sebuah karya seni tetapi sebagai bentuk pelestarian budaya tanpa meninggalkan nilai didalamnya. Untuk mencapai tujuan dari perancangan, menggunakan teori desain Bram Palgunadi yang terdiri dari tiga tahap proses metode desain, yaitu proses eksplorasi, proses ekstraksi, dan titik terminasi. (1) Proses Eksplorasi, proses analisis merupakan pendalaman atas sejumlah hal berkaitan dengan permasalahan yang ada. (2) Proses Ekstraksi, proses pengerucutan dan pembuatan kesimpulan. (3) Titik Terminasi, proses perencanaan kegiatan (planning), evaluasi (evaluation), melihat kembali (review), dan presentasi. Tahap proses tersebut dijabarkan dalam empat langkah operasional, yaitu; studi kelayakan desain, analisis aspek desain dan penyusunan konsep, penjabaran dan pembuatan desain, dan terakhir proses test produk. Hasil perancangan ini berupa desain motif Batik Bekonang Babon Angrem dipadukan dengan motif terinspirasi Topeng Panji Bekonang. Produk tersebut dijadikan busana dress untuk wanita berusia 19-27 tahun. Menggunakan teknik batik tulis dengan pewarnaan colet remasol. Bahannya berupa kain katun jepang.
The Warak Ngendog Mitologi Warak Ngendog Sebagai Sumber Ide Motif Batik Kontemporer Gaya Semarangan: Tugas Akhir Mawati, Riska; Darwoto, Darwoto
Hastagina : Jurnal Kriya Seni Vol 3 No 02 (2023): Hastagina : Jurnal Kriya dan Industri Kreatif
Publisher : Pusat Penerbitan LPPM ISI Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59997/hastagina.v3i02.2802

Abstract

Karya motif batik Warak Ngendog sebagai sumber ide menggunakan teknik batik tulis gaya semarangan pewarnaan remasol namun tetap bergaya semarangan. Karya diaplikasikan sebagai kaian panjang jarit sapit urang. Penciptaan motif batik Warak Ngendog ini merupakan symbol akulturasi tiga etnis kebudayaan yang mendiami Kota Semarang yaitu Cina, Arab dan Jawa. Metode perancangannya mengacu pada teori perancangan Gustamiyakin, tahapan eksplorasi dengan mendalami ilustrasi Warak Ngendog. Tahap perancangannya untuk mewujudkan produk dengan menggunakan teknik batik tulis dengan menggunakan teknik batik tulis serta tahap terakhir berupa perwujudan karya. Serta mendalami cerita budaya atau history culture untuk lebih menguasai Warak Ngendog. Hasil Akhir pada perancangan ini berupa produk tekstil berupa batik tulis dengan motif yang bersumber ide dari Warak Ngendog. Produk tekstil ini berupa kain panjang yang bisa digunakan jarek sapit urang yang dipadukan dengan atasan koko dan bawahan alusan.

Page 5 of 12 | Total Record : 116