cover
Contact Name
Adit Widodo Santoso
Contact Email
adit.santoso@ukrida.ac.id
Phone
+6285171706076
Journal Mail Official
meditek@ukrida.ac.id
Editorial Address
Gedung A Lantai 5 Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Kristen Krida Wacana, Jl. Arjuna Utara No. 6, Duri Kepa, Kebon Jeruk, Jakarta Barat 11510
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Kedokteran Meditek
ISSN : 26861437     EISSN : 26860201     DOI : https://doi.org/10.36452/jkdoktmeditek
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Kedokteran MEDITEK merupakan jurnal ilmiah yang mempublikasikan artikel-artikel dalam lingkup bidang kedokteran dan biomedik secara open access. Proses publikasi artikel melalui proses penelaahan oleh pakar sebidang (peer-review) secara double-blind. Jurnal Kedokteran Meditek berafiliasi pada Fakultas Kedokterandan Ilmu Kesehatan Universitas Kristen Krida Wacana, dengan misi mendorong penyebarluasan perkembangan ilmu kedokteran & biomedis di Indonesia maupun secara global dengan menerbitkan 3 edisi dalam setahun, yaitu: Januari, Mei dan September.
Articles 8 Documents
Search results for , issue "Vol 30 No 3 (2024): SEPTEMBER" : 8 Documents clear
Function of Moringa oleifera Lamk Leaf Extract as an Antiseptic for Pseudomonas aeruginosa and Staphylococcus aureus using Percentage Kill Method Kiranasari, Ariyani; Tjampakasari, Conny Riana; Putri, Mariza Nabila; Pratama, Vanessa Maritza
Jurnal Kedokteran Meditek Vol 30 No 3 (2024): SEPTEMBER
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v30i3.2864

Abstract

Moringa oleifera Lamk leaf extract has an antimicrobial properties especially against fungal, parasite, Gram positive and negative bacteria by inhibiting DNA synthesis and metabolism an damaging cell walls. The aim of this study was to determine whether M. oleifera Lamk leaf extract is effective as an antiseptic against P. aeruginosa and S. aureus bacteria. Percentage Kill was used in the study to determine the percentage of  bacteria death after contact with M. oleifera Lamk leaf extract in the 1st, 2nd and 5th minutes against the control and treatment simultaneously. The test is considered to meet the standard if each contact gives a result of ≥90%. For  discovered percentage kill to P. aeruginosa bacteria in the 1st, 2nd and 5th minutes each test showed a yield of 27.12%. , 47.01%, 57.7%. In the third time of  P. aeruginosa did not reach the standard. Whereas in S. aureus bacteria, each test showed a yield of 92.36%, 95.58% and 96.45%, where it was seen that all results reach  the standards criteria of ≥90%.  M. oleifera Lamk leaf extract was not effective in eliminating P. aeruginosa for all contacts because the standard value was below 90%. Whereas for S. aureus bacteria, M. oleifera Lamk leaf extract was very effective in eliminating bacteria for all contact times ≥90% with the highest value at the 5th minutes (96.45%).
Perempuan 42 tahun dengan Gastropati Diabetikum dan Penyakit Ginjal Kronik Aditya Nugraha, Ida Bagus; Intizam, Marwa Humaira; Wedari, Ni Nyoman Ira Santi
Jurnal Kedokteran Meditek Vol 30 No 3 (2024): SEPTEMBER
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v30i3.3072

Abstract

Gastropati diabetikum merupakan suatu komplikasi neuropati pada bagian pencernaan dari diabetes melitus. Kelainan yang ditimbulkan dapat berupa gangguan motilitas, kontraktilitas, tonus, serta aktivitas mioelektrik lambung yang dicetuskan oleh kondisi hiperglikemia. Artikel ini bertujuan untuk melaporkan kasus kecurigaan gastropati diabetikum dan penyakit ginjal kronik stadium IIIa. Pasien seorang perempuan usia 42 tahun yang datang dengan keluhan mual, muntah, dan nyeri epigastrium, tekanan darah yang terukur ialah 160/100 mmHg, serta hasil pemeriksaan gula darah sewaktu menunjukkan gula darah 222 mg/dL dan HbA1c 10,2%. Pada hasil pemeriksaan fungsi ginjal didapatkan serum kreatinin meningkat dan glomerular filtration rate menurun serta adanya proteinuria pada hasil urinalisis. Pasien memiliki riwayat hipertensi dan tidak diobati selama bertahun-tahun. Sebagai tata laksana untuk kondisi hiperglikemia, pasien diberikan terapi cairan, terapi insulin, dan koreksi ketidakseimbangan elektrolit. Pengendalian tekanan darah juga dilakukan pada pasien dengan pemberian obat golongan Angiotensin Receptor Blockers (ARB) dan Calcium Channel Blockers (CCB). Pemberian antibiotik melalui injeksi juga dilakukan untuk kecurigaan infeksi. Beberapa studi menunjukkan bahwa gagal ginjal kronik umumnya mengenai individu di atas 55 tahun. Kesimpulan dari kasus jarang ini yaitu  penyakit metabolik dapat menyerang populasi usia produktif dan perlu ada peningkatan kewaspadaan terhadap kemungkinan komplikasi lain yang dapat terjadi.
Tinjauan Sistematis: Update Efektivitas Vaksin Polio di Seluruh Dunia Adiwinoto, Ronald Pratama; Adnyana, I Made Dwi Merth; Prasetya, Hanung; Duarsa, Artha Budi Susila
Jurnal Kedokteran Meditek Vol 30 No 3 (2024): SEPTEMBER
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v30i3.3200

Abstract

Tinjauan sistematis ini mengevaluasi efektivitas dan keamanan strategi vaksinasi polio di berbagai populasi dan setting. Data dari beberapa studi antara tahun 2015 hingga 2023 dikumpulkan secara sistematis dari basis data PubMed, Google Scholar, dan ScienceDirect dengan menggunakan kata kunci seperti "vaksinasi polio," "serokonversi," dan "pengeluaran virus." Data ini dianalisis untuk menilai tingkat serokonversi, pengeluaran virus, dan kejadian ikutan setelah vaksinasi. Hasil menunjukkan variasi yang signifikan dalam tingkat serokonversi dan pengeluaran virus di antara populasi studi yang berbeda, menekankan pentingnya pendekatan vaksinasi yang disesuaikan. Meskipun variasi ini, efikasi keseluruhan vaksinasi polio, terutama dengan vaksin poliovirus inaktif (IPV) dan vaksin poliovirus oral bivalen (bOPV), terbukti meningkatkan kekebalan populasi dan mengurangi transmisi virus. Temuan ini menegaskan pentingnya menjaga dan memperkuat program vaksinasi polio global untuk mencapai dan mempertahankan upaya eradikasi polio global. Penelitian masa depan sebaiknya difokuskan pada optimalisasi strategi vaksinasi dan mengatasi hambatan terhadap penerimaan vaksin untuk memastikan terus berkembangnya progres menuju eradikasi polio global.
Prevalensi Penyakit Kulit Infeksi dan Non-infeksi di Poliklinik Kulit dan Kelamin RSUD Jagakarsa Periode Februari 2023 - Januari 2024 Alfadli, Robby; Khairunisa, Sasa
Jurnal Kedokteran Meditek Vol 30 No 3 (2024): SEPTEMBER
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v30i3.3254

Abstract

Penyakit kulit dapat disebabkan oleh infeksi maupun non-infeksi. Faktor lingkungan dan sanitasi serta kebersihan yang tidak memadai seringkali menjadi penyebab terjadinya penyakit kulit di Indonesia. Studi epidemiologi terkait penyakit kulit di Indonesia masih sangat jarang, termasuk di Jakarta. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui prevalensi penyakit kulit infeksi dan non-infeksi pada pasien yang mengunjungi Poliklinik Kulit dan Kelamin di RSUD Jagakarsa selama periode Februari 2023 hingga Januari 2024. Penelitian ini menggunakan studi retrospektif deskriptif yang dilakukan pada data rekam medis pasien yang berkunjung dari Februari 2023 - Januari 2024. Data yang dikumpulkan mencakup profil klinis pasien dan diagnosis. Total 1066 kasus penyakit kulit teridentifikasi, dengan penyakit non-infeksi mendominasi (62,2%). Di antara penyakit non-infeksi, dermatitis (34,4%) dan liken simpleks kronis (10,5%) adalah yang paling umum. Penyakit kulit infeksi menyumbang 39,59% kasus, dengan infeksi jamur (47,63%) dan infeksi parasit (26,54%) sebagai penyebab utama. Kesimpulan penelitian ini adalah penyakit kulit non-infeksi terbanyak adalah dermatitis, sementara penyakit kulit infeksi terbanyak adalah infeksi jamur (tinea corporis) dan parasit (skabies).
Hubungan Dukungan Sosial dan Nyeri Melahirkan dengan Risiko Baby Blues pada Ibu Bersalin Usia Dini Rachmadanti, Tharisa; Margo, Eveline
Jurnal Kedokteran Meditek Vol 30 No 3 (2024): SEPTEMBER
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v30i3.3256

Abstract

Pernikahan dini mayoritas terjadi di negara berkembang, data Badan Pusat Statistik menyatakan angka kelahiran ibu muda terjadi di usia 15–19 tahun di Indonesia. Perubahan fisik dan emosional postpartum merupakan penyebab terjadinya baby blues. Menurut WHO (2014) angka kejadian baby blues berkisar 50–70 %. Penyebabnya dari berbagai faktor, di antaranya dukungan sosial dan nyeri melahirkan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mencari hubungan dukungan sosial dan nyeri melahirkan dengan risiko baby blues pada ibu bersalin usia dini. Penelitian dilakukan di Kecamatan Muara Padang, Sumatera Selatan dengan rancangan potong lintang. Teknik pengambilan sampel menggunakan metode random sampling. Penelitian dilakukan antara bulan Agustus - November 2022, didapatkan 84 subjek yang berumur antara 15–19 tahun, melahirkan dalam 1 minggu dan bersedia mengikuti penelitian. Penilaian dukungan sosial memakai kuesioner Berlin Social Support Scale, untuk menilai nyeri melahirkan memakai Numerical Rating Scale dan Edinburgh Postpartum Depresion Scale untuk menilai risiko baby blues. Analisis data menggunakan uji Chi-square (p<0,05). Hasil penelitian didapatkan tidak berhubungan signifikan antara dukungan sosial dengan risiko baby blues (p0,235), sedangkan untuk nyeri melahirkan berhubungan signifikan dengan risiko baby blues (p0,001). Kesimpulannya tidak terdapat hubungan antara dukungan sosial dengan risiko baby blues dan terdapat hubungan antara nyeri melahirkan dengan risiko baby blues.
Heart Rate Variability pada Mahasiswa Penyintas COVID-19 Theodore, Ishak Ramos; Bustamam, Nurfitri; Simanjuntak, Kristina; Dewiastuti, Marlina
Jurnal Kedokteran Meditek Vol 30 No 3 (2024): SEPTEMBER
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v30i3.3257

Abstract

COVID-19 meningkatkan risiko penyakit pada sistem kardiovaskular dan sistem saraf otonom. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui heart rate variability (HRV), yang merupakan salah satu indikator fungsi sistem saraf otonom dan sistem kardiovaskular, pada mahasiswa penyintas COVID-19 di Fakultas Kedokteran Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Jakarta. Penelitian menggunakan desain case-control dan purposive sampling. Jumlah sampel 42 mahasiswa dengan kriteria inklusi mahasiswa dengan riwayat COVID-19 atau tanpa riwayat COVID-19 dan berusia 18—22 tahun. Mahasiswa dengan riwayat penyakit kardiovaskular, disotonomia, merokok, minum alkohol, melakukan aktivitas berat, dan memiliki tingkat stres sedang hingga berat dieksklusi dari penelitian. Penelitian menggunakan HRV Analyzer SA-3000P untuk mengukur HRV dan kuesioner. Dari hasil penelitian didapatkan tidak ada perbedaan usia, jenis kelamin, dan skor stres antara kelompok penyintas COVID-19 dan kelompok kontrol (p > 0,05). Terdapat perbedaan RMSSD dan VLF di antara kedua kelompok (p < 0,05). Hasil uji Chi-square menunjukkan, terdapat hubungan antara riwayat COVID-19 dan HRV pada domain waktu RMSSD > 40 (p = 0,029; OR = 5,2; CI = 1,4—19,8). Kelompok penyintas COVID-19 berisiko 5,2 kali lipat memiliki RMSSD > 40 dibandingkan kelompok kontrol, yang menunjukkan adanya peningkatan aktivitas sistem saraf parasimpatis
Hubungan Kadar Asam Urat terhadap Rasio Netrofil-Limfosit pada Pasien Medical Check-Up di Klinik X Jakarta Pusat Christanto, Dionisius Benito Prayoga; Ciptono, Freddy
Jurnal Kedokteran Meditek Vol 30 No 3 (2024): SEPTEMBER
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v30i3.3272

Abstract

Asam urat adalah produk hasil katabolisme purin. Diet tinggi purin dapat meningkatkan risiko terjadinya peningkatan kadar asam urat tubuh. Gangguan dalam proses produksi dan ekskresi asam urat, serta kombinasi keduanya dapat memicu terjadinya hiperurisemia. Hiperurisemia dapat menginduksi terbentuknya reactive oxygen species yang berperan dalam inflamasi. Penelitian terdahulu menemukan hubungan antara rasio netrofil-limfosit (NLR) dan serum uric acid, terutama pada periode serangan asam urat. Hal tersebut akan diuji melalui metode regresi linear dalam penelitian ini. Penelitian ini bertujuan untuk meneliti peristiwa inflamasi yang disebabkan oleh asam urat melalui rasio netrofil-limfosit. Penelitian dilakukan dengan metode cross-sectional dan menggunakan data rekam medis medical check-up pasien di Klinik X tahun 2023 yang diperoleh secara acak. Pasien dewasa (19—44 tahun) sebanyak 88 orang dianalisis menggunakan aplikasi SPSS dengan metode regresi linear untuk mengetahui korelasi antarvariabel tersebut. Terdapat hubungan yang signifikan secara statistik antara kadar asam urat terhadap rasio netrofil-limfosit (p < 0,050) dan diperoleh suatu persamaan y= 1,320 + 0,071X. Berdasarkan data rekam medis medical check-up Klinik X Jakarta Pusat tahun 2023, terdapat hubungan antara kadar asam urat dengan NLR secara statistik serta persamaan menunjukkan nilai positif yang menunjukkan bahwa asam urat yang tinggi akan memiliki NLR yang tinggi.
Faktor Risiko Kejadian Pitiriasis Kapitis pada Mahasiswa Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Susanto, Inneke Kusumawati; Fuk, Lim Jen; Stephanie, Josephine Natasha
Jurnal Kedokteran Meditek Vol 30 No 3 (2024): SEPTEMBER
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v30i3.3305

Abstract

Pitiriasis kapitis merupakan salah satu penyakit yang kejadiannya cukup tinggi pada kelompok usia dewasa muda yaitu contohnya adalah mahasiswa. Pitiriasis kapitis disebabkan oleh jamur Pityrosporum ovale yang merupakan jamur lipofilik dikategorikan di dalam genus Malassezia dan familia Cryptococcaceae. Di Indonesia, prevalensi kejadian pitiasis kapitis yaitu sebesar 18%. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui faktor risiko kejadian pitiriasis kapitis pada mahasiswa fakultas kedokteran dan ilmu kesehatan. Rancangan penelitian ini adalah deskriptif dengan rancangan cross-sectional mengenai faktor risiko kejadian pitiriasis kapitis. Subjek penelitian yang digunakan sebanyak 78 mahasiswa dari angkatan 2021 dan 2022 Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Kristen Krida Wacana yang telah memenuhi kriteria inklusi. Data penelitian merupakan data primer yang didapatkan dari hasil kuesioner dan pengambilan sampel kulit kepala. Berdasarkan hasil, mahasiswa yang mengalami pitiriasis kapitis 38 orang (48,7%). Kejadian pitiriasis kapitis lebih banyak pada perempuan (65,8%) dibandingkan pada laki-laki (34,2%). Hasil uji hipotesis dengan Chi-square  pada penelitian ini terdapat hubungan jenis kelamin terhadap pitiriasis kapitis (P-value 0,003). Sedangkan untuk penggunaan alat penutup kepala, tempat penyimpanan penutup kepala, penggunaan penutup kepala bergantian, frekuensi keramas, penggunaan sampo saat keramas, penggunaan produk penata rambut, pemakaian handuk, dan frekuensi mengganti handuk tidak terdapat hubungan yang bermakna (p>0,05).

Page 1 of 1 | Total Record : 8


Filter by Year

2024 2024


Filter By Issues
All Issue Vol 32 No 1 (2026): Januari Vol 31 No 6 (2025): November Vol 31 No 5 (2025): SEPTEMBER Vol 31 No 4 (2025): JULI Vol 31 No 3 (2025): MEI Vol 31 No 2 (2025): MARCH Vol 31 No 1 (2025): JANUARI Vol 30 No 3 (2024): SEPTEMBER Vol 30 No 2 (2024): MEI Vol 30 No 1 (2024): JANUARI Vol 29 No 3 (2023): SEPTEMBER Vol 29 No 2 (2023): MEI Vol 29 No 1 (2023): JANUARI Vol 28 No 3 (2022): SEPTEMBER-DESEMBER Vol 28 No 2 (2022): MEI-AGUSTUS Vol 28 No 1 (2022): JANUARI-APRIL Vol 27 No 3 (2021): SEPTEMBER - DESEMBER Vol 27 No 2 (2021): MEI - AGUSTUS Vol 27 No 1 (2021): JANUARI - APRIL Vol 26 No 3 (2020): SEPTEMBER - DESEMBER Vol 26 No 2 (2020): MEI-AGUSTUS Vol 26 No 1 (2020): JANUARI - APRIL Vol 25 No 3 (2019): SEPTEMBER - DESEMBER Vol 25 No 2 (2019): MEI - AGUSTUS Vol 25 No 1 (2019): JANUARI - APRIL VOL. 24 NO. 68 OKTOBER-DESEMBER 2018 VOL. 24 NO. 67 JULI-SEPTEMBER 2018 VOL. 24 NO. 66 APRIL-JUNI 2018 VOL. 24 NO. 65 JANUARI-MARET 2018 VOL. 23 NO. 64 OKTOBER-DESEMBER 2017 VOL. 23 NO. 63 JULI-SEPTEMBER 2017 VOL. 23 NO. 62 APRIL-JUNI 2017 VOL. 23 NO. 61 JANUARI-MARET 2017 VOL. 22 NO.60 SEPTEMBER-DESEMBER 2016 VOL. 22 NO. 59 MEI-AGUSTUS 2016 VOL. 22 NO. 58 JANUARI-APRIL 2016 Vol. 21 No. 57 September-Desember 2015 Vol. 21 No. 56 Mei-Agustus 2015 Vol. 21 No. 55 Januari - April 2015 Vol. 20 No. 54 September-Desember 2014 Vol. 20 No. 53 Mei-Agustus 2014 Vol. 20 No. 52 Januari-April 2014 Vol. 18 No. 48 September - Desember 2012 Vol. 18 No. 47 Mei - Agustus 2012 Vol. 18 No. 46 Januari - April 2012 Vol. 17 No. 45 September - Desember 2011 vol. 17 no. 44 Mei-Agustus 2011 vol. 17 no. 43 Januari-April 2011 Vol. 16 No. 43B Mei - Agustus 2010 Vol. 16 No. 42A Januari - April 2010 vol. 16 no. 42 September-Desember 2009 vol. 15 no. 40 Januari-April 2009 Vol. 15 No. 39E September-Desember 2008 Vol. 15 No. 39C Januari-April 2008 Vol. 15 No. 39B September-Desember 2007 vol. 15 no. 39 Januari-April 2007 Vol. 15 No. 39A Mei-Agustus 2007 vol. 14 no. 38 September-Desember 2006 vol. 14 no. 37 Mei-Agustus 2006 vol. 14 no. 36 Januari-April 2006 vol. 13 no. 35 September-Desember 2005 vol. 13 no. 34 Mei-Agustus 2005 vol. 13 no. 33 Januari-April 2005 vol. 12 no. 32 September-Desember 2004 vol. 12 no. 31 Mei-Agustus 2004 vol. 12 no. 30 January-April 2004 vol. 11 no. 29 Agustus-Desember 2003 vol. 11 no. 28 April-July 2003 Vol. 10 No. 27 Januari-April 2002 Vol. 9 No. 26 September - Desember 2001 Vol. 9 No. 25 Mei-Agustus 2001 Vol. 8 No. 23 September - Desember 2000 Vol. 7 No. 20 Juli-Oktober 1999 Vol. 6 No. 17 Oktober-Desember 1998 Vol. 6 No. 15 April-Juni 1998 Vol. 5 No. 13 Oktober-Desember 1997 Vol. 5 No. 12 Juli-September 1997 Vol. 5 No. 11 Juli-September 1997 Vol. 4 No. 10 September-Desember 1996 Vol. 4 No. 9 Mei-Agustus 1996 Vol. 4 No. 8 Januari-April 1996 Vol. 3 No. 7 September-Desember 1995 Vol. 3 No. 6 Mei-Agustus 1995 Vol. 3 No. 5 Januari-April 1995 More Issue