Jurnal Kedokteran Meditek
Jurnal Kedokteran MEDITEK merupakan jurnal ilmiah yang mempublikasikan artikel-artikel dalam lingkup bidang kedokteran dan biomedik secara open access. Proses publikasi artikel melalui proses penelaahan oleh pakar sebidang (peer-review) secara double-blind. Jurnal Kedokteran Meditek berafiliasi pada Fakultas Kedokterandan Ilmu Kesehatan Universitas Kristen Krida Wacana, dengan misi mendorong penyebarluasan perkembangan ilmu kedokteran & biomedis di Indonesia maupun secara global dengan menerbitkan 3 edisi dalam setahun, yaitu: Januari, Mei dan September.
Articles
623 Documents
Tinjauan Pustaka: Analisis Kejadian Kanker Paru Primer di Indonesia pada Tahun 2014-2019
Purnamawati Purnamawati;
Christopher Tandrian;
Erma Mexcorry Sumbayak;
Wiwi Kertadjaja
Jurnal Kedokteran Meditek Vol 27 No 2 (2021): MEI - AGUSTUS
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v27i2.2066
Berdasarkan data Global Cancer Statistics 2020, kanker paru merupakan penyakit keganasan paling mematikan di dunia dengan insiden terbanyak terjadi di Asia Tenggara. Di Indonesia, kanker paru menduduki tempat tertinggi untuk insiden maupun mortalitas kanker pada laki-laki. Penelitian sebelumnya menunjukkan pola kejadian khas pada penderita kanker paru didominasi oleh laki-laki dengan riwayat merokok dan gambaran histopatologi adenocarcinoma. Penulisan artikel ini bertujuan untuk menganalisis gambaran kejadian kanker paru primer di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir. Desain penelitian yang digunakan adalah Literature Review melalui pencarian database menggunakan Google Scholar dan Medscape. Kata kunci yang digunakan adalah kanker paru Indonesia, epidemiologi kanker paru Indonesia, kejadian kanker paru Indonesia, dan data pasien kanker paru Indonesia. Dari 30 jurnal yang memuat topik tersebut, didapatkan 21 jurnal yang sesuai dengan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditetapkan. Hasil analisis tinjauan pustaka menunjukkan adanya variasi gambaran pola kejadian kanker paru primer di Indonesia dibandingkan teori maupun hasil dari penelitian sebelumnya. Hal ini disebabkan oleh adanya perbedaan faktor resiko kanker paru pada berbagai daerah di Indonesia. Masih dominannya faktor resiko merokok menunjukkan belum efektifnya intervensi dalam menurunkan angka kejadian kanker paru di Indonesia selama ini.
Diare Akut yang Disebabkan oleh Infeksi
Arvin Leonard Sumadi Jap;
Ariani Dewi Widodo
Jurnal Kedokteran Meditek Vol 27 No 3 (2021): SEPTEMBER - DESEMBER
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v27i3.2068
Diare masih menjadi penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada anak di negara berkembang. Etiologi diare pada anak didominasi oleh patogen enterik seperti virus, bakteri, dan parasit. Organisme patogen enterik yang cukup sering menjadi penyebab diare adalah rotavirus, E.coli, Shigella spp., Salmonella spp., Vibrio cholerae, dan Entamoeba histolytica. Selama beberapa dekade terakhir, pengetahuan mengenai patogenesis diare akut yang disebabkan oleh infeksi mengalami perkembangan. Tiap organisme menyebabkan gejala diare yang berbeda. Dengan mengetahui gejala dan etiopatogenesis diare akut yang disebabkan oleh infeksi secara tepat, pemberian antibiotik secara berlebihan dapat dicegah sehingga akan mengurangi angka resistensi antibiotik. Tujuan tinjauan pustaka ini adalah untuk memberikan pengetahuan mengenai etiopatogenesis dan tata laksana diare akut yang disebabkan oleh infeksi. Perbaikan hygiene dan sanitasi lingkungan penting untuk mencegah diare akut pada anak. Pemberian cairan rehidrasi oral dengan osmolaritas rendah efektif dalam mengurangi durasi dan frekuensi diare akut dengan dehidrasi ringan-sedang dan mengurangi tingkat kematian yang disebabkan oleh diare akut.
Gambaran Mikroskopik Serebelum Tikus Putih Hamil yang Terpapar Gelombang Elektromagnetik Telepon Seluler
Erma Mexcorry Sumbayak;
Della Nabila;
Purnamawati
Jurnal Kedokteran Meditek Vol 27 No 3 (2021): SEPTEMBER - DESEMBER
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v27i3.2072
Telah diketahui bahwa gelombang elektromagnetik dapat menyebabkan terjadinya stres oksidatif di tingkat seluler. Tubuh memiliki antioksidan sebagai mekanisme pertahanan terhadap stres oksidatif, namun pada peningkatan oksidan seperti penggunaan telepon seluler yang berlebihan pada kehamilan, maka keseimbangan oksidan dan antioksidan dapat terganggu sehingga terjadi stres okdidatif yang dapat merusak jaringan biologis mahluk hidup. Penelitian bertujuan untuk mengetahui dampak radiasi elektromagnetik yang dipancarkan teleppon genggam terhadap perubahan struktur mikroskopik serebelum tikus putih pada masa kehamilan. Metode penelitian menggunakan metode rancangan post test only control group design dengan teknik simple random sampling. Perlakuan radiasi dilakukan selama 40 hari (21 hari sebelum kehamilan dan 19 hari selama kehamilan). Organ otak (serebelum) selanjutnya dibuat sediaan dengan pewarnaan HE dan dianalisis gambaran mikroskopiknya dengan fokus kepada sel-sel purkinjenya. Hasil penelitian menunjukkan terjadinya perubahan gambaran mikroskopik sel purkinje berupa pembengkakan sel dan karioreksis pada inti sel, sedangkan jumlah sel purkinje menunjukkan penurunan pada kelompok yang mengalami perlakuan. Jumlah rata-rata penurunan tidak signifikan secara statistik yang dapat disebabkan oleh adanya adaptasi berupa proliferasi sel purkinje dan belum dipisahkannya sel normal dengan sel yang cedera saat penghitungan jumlah sel. Masih dibutuhkan penelitian selanjutnya untuk memahami mekanisme adaptasi sel otak terhadap jejas radiasi gelombang elektomagnetik pada kehamilan.
A literature review Insektisida Nabati dalam Bentuk Aerosol Terhadap Mortalitas Aedes aegypti
Alexander;
Monica Puspa Sari;
Rina Priastini Susilowati
Jurnal Kedokteran Meditek Vol 28 No 2 (2022): MEI-AGUSTUS
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v28i2.2091
Demam berdarah dengue merupakan penyakit endemik di Indonesia. Dalam 10 tahun terakhir terjadi peningkatan kasus infeksi demam berdarah dengue sehingga dibutuhkan tindakan pencegahan berupa penggunaan insektisida. Insektisida dapat digolongkan menjadi insektisida nabati dan insektisida sintetik. Insektisida nabati lebih baik dibandingkan insektisida sintetik karena dapat diurai lingkungan dan aman bagi manusia karena berasal dari tanaman herbal. Penggunaan inseksitisda nabati dapat digunakan dalam berbagai bentuk. Dari sisi efektivitas dan pengaruh terhadap pengguna sediaan aerosol lebih efektif dibandingkan dengan sediaan lainnya. Indikator penilaian toksisitas suatu tanaman dapat berupa EC50, LC50 dan KT50 yang dapat menilai tanaman manakah yang paling kompetibel untuk dijadikan sebagai insektisida nabati. Tinjauan pustaka ini mengevaluasi efektifitas berbagai jenis insektisida nabati bentuk aerosol.
Endolysin SAL-1 Terenkapsulasi Silver Nanoparticle Sebagai Modalitas Terapi Spesifik Gen mecA dan Antibiofilm MRSA
Komang Diah Kurnia Kesumaputri;
Kadek Prastiti Surya Pratiwi;
Putu Feby Miswari Dewi
Jurnal Kedokteran Meditek Vol 27 No 3 (2021): SEPTEMBER - DESEMBER
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v27i3.2106
Methicillin-resistant Staphylococcus aureus (MRSA) merupakan kasus resistensi bakteri S. aureus yang sering menyerang pasien rawat inap. Terapi MRSA saat ini masih terbatas karena dapat memicu berbagai efek samping serta kurang efektif dalam terapi MRSA, sehingga dibutuhkan terapi alternatif lain berupa endolysin SAL-1. Studi literatur ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas endolysin SAL-1 sebagai modalitas dalam terapi MRSA. Studi pustaka dilakukan dengan mengumpulkan sumber-sumber kepustakaan dari beberapa mesin pencari. Kriteria inklusi yang digunakan adalah jurnal yang dipublikasi pada tahun 2012-2021. Berdasarkan hasil analisis, endolysin SAL-1 memiliki potensi sebagai terapi alternatif MRSA karena dapat menyebabkan mutasi pada gen mecA yang berperan dalam pembentukan peptidoglikan bakteri serta menghambat pembentukan biofilm oleh koloni S. aureus. Untuk mencapai efek yang maksimal, endolysin SAL-1 dapat diadministrasikan secara intravena (IV). Guna meningkatkan bioavailabilitas serta efektivitas dari endolysin SAL-1, modalitas tersebut akan dienkapsulasi dengan silver nanoparticle (AgNPs) yang juga memiliki efek antibakteri. Pemanfaatan endolysin SAL-1 terenkapsulasi AgNPs mampu memberikan efek antibakteri yang komparatif dengan modalitas MRSA yang sudah ada serta memiliki efek samping yang minimal karena diformulasi dari bahan alami.
Lesi Pellegrini-Stieda Pada Perempuan Lansia: Penemuan Kecil Radiologi Tapi Penting
Monica Cherlady Anastasia;
Gregorius Enrico
Jurnal Kedokteran Meditek Vol 27 No 3 (2021): SEPTEMBER - DESEMBER
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v27i3.2113
Lesi Pellegrini-Stieda adalah lesi kecil pasca trauma yang mengalami kalsifikasi (terutama karena cedera olahraga) yang berdekatan dengan margin kondilus femoralis medial, dekat ligamentum kolateral medial (MCL). Karena pasien mengalami gejala, kombinasi anomali radiografi di lokasi yang ditentukan dan cedera MCL sebelumnya dikenal sebagai Sindrom Pellegrini-Stieda. Seorang perempuan lima puluh delapan tahun mengeluh sakit dan bengkak pada lutut bagian tengah kiri dalam lima minggu terakhir. Radiografi lutut kiri menunjukkan kalsifikasi padat lengkung medial ke femur distal di daerah perlekatan MCL proksimal. Terdapat defek kortikal fokal kecil pada kondilus femoralis medial yang berdekatan, efusi sendi kecil terkait pada reses suprapatella, dan enthesofit kecil pada patela superoanterior. Sisa lutut kontralateral pada dasarnya normal. Dengan mengingat sejarah, temuan ini sesuai dengan lesi Pellegrini-Stieda. Lesi Pellegrini-Stieda dianggap sebagai akibat dari pengupasan periosteum femoralis di dekat asal MCL, yang menyebabkan osifikasi heterotopik dan kalsifikasi distrofik. Dalam kasus ini, kalsifikasi lebih berbentuk lengkung, sejajar dengan korteks femoralis, dan radioopak. Penampilan ini cocok dengan lesi Pellegrini-Stieda yang sangat umum. Lesi Pellegrini-Stieda adalah temuan radiologi yang kecil tetapi penting yang tidak boleh dilewatkan sebagai artritis degeneratif pada pasien lanjut usia. Gejala ringan-sedang ditangani secara konservatif, sedangkan untuk kasus yang parah perlu perbaikan melalui pembedahan.