cover
Contact Name
Adit Widodo Santoso
Contact Email
adit.santoso@ukrida.ac.id
Phone
+6285171706076
Journal Mail Official
meditek@ukrida.ac.id
Editorial Address
Gedung A Lantai 5 Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Kristen Krida Wacana, Jl. Arjuna Utara No. 6, Duri Kepa, Kebon Jeruk, Jakarta Barat 11510
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Kedokteran Meditek
ISSN : 26861437     EISSN : 26860201     DOI : https://doi.org/10.36452/jkdoktmeditek
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Kedokteran MEDITEK merupakan jurnal ilmiah yang mempublikasikan artikel-artikel dalam lingkup bidang kedokteran dan biomedik secara open access. Proses publikasi artikel melalui proses penelaahan oleh pakar sebidang (peer-review) secara double-blind. Jurnal Kedokteran Meditek berafiliasi pada Fakultas Kedokterandan Ilmu Kesehatan Universitas Kristen Krida Wacana, dengan misi mendorong penyebarluasan perkembangan ilmu kedokteran & biomedis di Indonesia maupun secara global dengan menerbitkan 3 edisi dalam setahun, yaitu: Januari, Mei dan September.
Articles 623 Documents
Hubungan Nyeri Punggung Bawah dengan Faktor yang mempengaruhi pada PT X Divisi Sorting and Production Magdalena; Flora Rumiati; William William; Susanty Dewi Winata
Jurnal Kedokteran Meditek Vol 27 No 3 (2021): SEPTEMBER - DESEMBER
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v27i3.2122

Abstract

Nyeri punggung bawah merupakan salah satu aspek kesehatan yang sering terjadi pada para pekerja. Meskipun sudah menggunakan oleh mesin dan teknologi yang canggih, namun masih ada beberapa pekerja bagian sorting dan production yang melakukan manual handling, yang memiliki risiko tinggi terhadap terjadinya nyeri punggung bawah. Jika keadaan ini tidak dideteksi dan ditangani secara dini, ada berbagai dampak negatif yang akan timbul. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji prevalensi nyeri punggung bawah dan faktor risiko yang mempengaruhi pada pekerja di divisi penyortiran dan produksi. Disain penelitian ini adalah cross-sectional yang bersifat deskriptif analitik, berlokasi di PT X dengan besar sampel sebanyak 60 orang (total sampling). Data yang dikumpulkan berasal dari kuesioner Rolland-Morris, pemeriksaan lasegue, observasi lapangan, dan wawancara. Pada penelitian ini digunakan uji statistik univariat dan bivariat. Hasil penelitian didapatkan prevalensi nyeri punggung bawah pada pekerja divisi sorting and production adalah 33,3%. Hasil uji statistika menunjukkan tidak ada hubungan yang bermakna antara lamanya duduk, beban berat angkat, umur, jenis kelamin, kebiasaan merokok, mengomsumsi kafein, dan kebiasaan senam dengan nyeri punggung bawah pada pekerja di PT X divisi sorting and production (p>0,05). Hasil yang didapat mengindikasikan perlunya dilakukan pengamatan terhadap penyakit penyerta pada pekerja dan lingkungan tempat bekerja.
Diffuse Axonal Injury dan Temuannya Susilo; Liauw Djai Yen; Rennie Yolanda; Sheilla Dewi; Samantha Shania; Billy Leoprayogo; Geraldo Vivaldi; Janeta Odelia
Jurnal Kedokteran Meditek Vol 28 No 1 (2022): JANUARI-APRIL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v28i1.2124

Abstract

Diffuse axonal injury (DAI) adalah cedera mikroskopis yang terjadi di akson pada substansia alba di traktus neuron otak, korpus kalosum, dan batang otak. Biasanya keadaan ini ditandai dengan koma setelah cedera kepala traumatis yang menyebabkan edema dan iskemia pada otak. Keadaan ini sering berujung pada morbiditas maupun mortalitas. Penyebab tersering DAI adalah kecelakaan lalu lintas kendaraan roda dua dengan kecepatan tinggi. Pasien DAI dengan nilai Glasgow Coma Scale (GCS) yang rendah sering dihubungkan dengan faktor prognostik buruk yang berhubungan dengan mortalitas. Diagnosis klinis DAI dapat dibuat berdasarkan visualisasi radiologis, namun diagnosis pasti baru dapat ditegakkan dengan pemeriksaan jaringan post mortem. Pada pemeriksaan makroskopis akan ditemukan gambaran hemoragik pada substansia alba, namun pada autopsi biasanya gambaran tersebut sudah menyusut dan meninggalkan gambaran lesi berwarna cokelat, selanjutnya pada kerusakan yang sudah lama dapat menyebabkan penyusutan volume otak. Ciri kerusakan pada DAI dibedakan menjadi tiga, yaitu kerusakan supratentorial difus pada akson (derajat I), lesi fokal di korpus kalosum (derajat II), dan lesi pada rostral batang otak (derajat III). Pada pemeriksaan mikroskopis tahap awal dapat muncul gambaran "axonal bulb" yang selanjutnya berubah menjadi gambaran aksonal negatif seiring berjalannya waktu.
Diabetes Melitus Sebagai Faktor Risiko Tuberkulosis Ida Bagus Aditya Nugraha; Wira Gotera; Wayan Evie Frida Yustin
Jurnal Kedokteran Meditek Vol 27 No 3 (2021): SEPTEMBER - DESEMBER
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v27i3.2126

Abstract

Diabetes melitus (DM) tidak hanya meningkatkan risiko tuberkulosis (TB) aktif tetapi juga memengaruhi hasil pengobatan. Beban penyakit TB, terutama di negara berkembang, tetap tinggi meskipun telah dilakukan berbagai upaya pencegahan. Diabetes melitus yang menyebabkan imunosupresi semakin diakui sebagai faktor risiko independen untuk TB. Diabetes melitus meningkatkan risiko berkembangnya TB dua hingga tiga kali lipat dan juga meningkatkan risiko kegagalan pengobatan TB, kekambuhan, dan kematian. Diabetes juga dapat menyebabkan penyakit parah, reaktivasi fokus TB yang tidak aktif, dan hasil pengobatan TB yang buruk. Beberapa obat antituberkulosis yang biasa digunakan secara terpisah dapat menyebabkan gangguan toleransi glukosa. Skrining tuberkulosis pada penderita diabetes dan skrining diabetes pada pasien tuberkulosis telah direkomendasikan. Hal ini perlu diterapkan mengingat efektivitas dan manfaatnya.
Hubungan Adiksi Internet dengan Tingkat Stres pada Mahasiswa Kedokteran FKIK UKRIDA Angkatan 2018 James Winston; Theresia Citraningtyas; Elly Ingkiriwang
Jurnal Kedokteran Meditek Vol 27 No 3 (2021): SEPTEMBER - DESEMBER
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v27i3.2177

Abstract

Salah satu akibat yang dapat ditimbulkan dari penggunaan internet adalah adiksi internet yang diketahui berhubungan timbal balik dengan stres. Penelitian cross-sectional dengan teknik simple random sampling ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara adiksi internet dengan tingkat stres pada mahasiswa kedokteran FKIK UKRIDA angkatan 2018. Sebanyak 110 responden berpartisipasi dalam penelitian ini. Alat ukur yang digunakan pada penelitian ini adalah Kuesioner Diagnostik Adiksi Internet dan Kuesioner Depression Anxiety Stress Scales-42 (DASS-42) Bahasa Indonesia. Dari seluruh responden yang berpartisipasi, ditemukan 43 responden (39,1%) mengalami adiksi internet dan mayoritas dari responden mengalami stres ringan dengan jumlah 20 responden (18,2%). Hasil uji Chi-square antara variabel adiksi internet dan tingkat stres menunjukkan ada hubungan antara adiksi internet dengan tingkat stres pada mahasiswa kedokteran FKIK UKRIDA angkatan 2018, p = 0,045 (< 0,05). Gejala-gejala adiksi internet dan stres dapat ditemukan pada mahasiswa yang tidak dapat mengontrol diri dalam menggunakan internet yang selanjutnya juga dapat berdampak pada keadaan fisik, psikis, dan sosial pada mahasiswa tersebut. Simpulan menyatakan ada hubungan antara adiksi internet dengan tingkat stres pada mahasiswa kedokteran FKIK UKRIDA angkatan 2018. Mahasiswa diharapkan dapat membagi waktu dan menggunakan internet seperlunya saja agar tanggung jawab akademik tidak terganggu serta akibat berat lainnya dapat terhindarkan.
Perkembangan Terapi Sistemik Pada Pruritus Melody Febriana Andardewi; Windy Keumala Budianti; Lili Legiawati; Yudo Irawan
Jurnal Kedokteran Meditek Vol 28 No 1 (2022): JANUARI-APRIL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v28i1.2203

Abstract

Pruritus merupakan sensasi tidak nyaman yang mencetuskan keinginan untuk menggaruk. Sensasi tersebut disebabkan oleh berbagai hal, misalnya penyakit kulit, penyakit sistemik, atau idiopatik, gangguan psikiatri, serta penyakit neurologis. Pruritus menjadi masalah kesehatan karena dapat memberi dampak negatif terhadap kualitas hidup pasien. Pendekatan tata laksana pruritus diberikan secara bertingkat mulai dari terapi dasar, terapi target, dan terapi simtomatik. Pada kasus pruritus kronik yang refrakter maupun pruritus tanpa sebab yang diketahui, terapi simtomatik berperan besar dan dapat diberikan pada pasien tersebut. Tata laksana pada pruritus kronik saat ini banyak diteliti seiring dengan ditemukan berbagai mekanisme yang mendasari terjadinya pruritus. Sesuai dengan patofisiologi dari pruritus, terapi sistemik yang dikembangkan menargetkan pada reseptor spesifik di sistem saraf dan sistem imunitas yang berperan pada jalur sinyal pruritus. Berbagai terapi terbaru yang masih diteliti dalam uji klinis menunjukkan hasil yang menjanjikan dan berpotensi menjadi pilihan terapi pada pasien dengan pruritus kronik.
Pengaruh Daun Binahong (Anredera cordifolia) terhadap Kadar Kolesterol Darah Tikus Wistar (Rattus norvegicus) Hiperkolesterolemia Anna Dewajanti; Agus Limanto; Yanfrin Taslim
Jurnal Kedokteran Meditek Vol 27 No 3 (2021): SEPTEMBER - DESEMBER
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v27i3.2218

Abstract

Aterosklerosis adalah penyakit kardiovaskuler yang menempati urutan pertama penyebab mortalitas dan morbiditas global.  Penyakit ini ditandai dengan perubahan pada dinding pembuluh darah arteri yaitu terjadi penebalan dan kekakuan. Salah satu faktor penyebab terjadinya aterosklerosis adalah mengonsumsi makanan berlemak dan tinggi kolesterol. Daun Binahong (Anredera cordifolia (Ten.)Steenis) dipercaya oleh masyarakat dapat menurunkan kadar kolesterol. Untuk mendapatkan zat dan bahan aktifnya maka daun binahong dibuat dalam bentuk ekstrak. Pada penelitian ini daun binahong diekstrak dalam etanol 96% dan untuk pengukuran kadar kolesterol total digunakan easy touch GCU. Penelitian ini menggunakan tikus putih (Rattus norvegicus). Tikus dibagi menjadi 4 kelompok yaitu kelompok hiperkolesterolemia tanpa perlakuan (kontrol), kelompok hiperkolesterolemia dengan pemberian simvastatin (kontrol positif), kelompok hiperkolesterolemia dengan pemberian ekstrak daun binahong (1000 mg/kgBB dan 1500 mg/kgBB). Kesimpulan berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrak daun binahong 1000 dan 1500 mg/kgBB dapat menurunkan kadar kolesterol darah. Hasil uji statistik  bahwa pemberian ekstrak daun binahong 1000 mg/kgbb memiliki efek dalam penurunan kadar kolesterol total darah secara signifikan pada hari ke-14.
Studi Kasus: Penggunaan Norepinephrie pada Fase Dini Terapi Syok Sepsis dengan Gagal Ginjal Akut Julian Welly Sualang; Ivy Jesslyn; Dennis Prakas
Jurnal Kedokteran Meditek Vol 28 No 1 (2022): JANUARI-APRIL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v28i1.2219

Abstract

Laporan Kasus ini memberi gambaran penggunaan norepinephrine awal dalam penanganan syok sepsis. Studi kasus melaporkan pria 65 tahun dengan keluhan nyeri perut dan tidak buang air kecil sejak 1 malam sebelum keluhan. Pasien didiagnosis dengan syok sepsis disebabkan perforasi gaster. Infus Vasopressor diberikan bersama cairan kristaloid. Panduan Surviving Sepsis Campaign (SSC) tahun 2018 merekomendasi pemberian antibiotik spektrum luas, pemberian cairan kristaloid segera, pemberian vasopresor setelah resusitasi cairan. Umumnya, cairan intravena diberikan terlebih dahulu diikuti pemberian vasopressor, namun pemberian vasopressor yang lebih awal mampu memberikan hasil yang memuaskan. Hasil pemeriksaan darah menunjukan peningkatan kadar serum ureum dan kreatinin disertai penurunan laju filtrasi glomerulus. Hasil terapi pada pasien cukup memuaskan, pasien dapat pulang dengan kondisi perbaikan. Studi kasus menunjukan pemberian vasopressor awal memberikan hasil terapi yang baik pada penanganan syok sepsis.
Aktivitas Penghambatan Candida krusei oleh Ekstrak Etanol Batang Brotowali (Tinospora crispa L.) Virgina Glory Brillianti; Suryani Hutomo; Christiane Marlene Sooai; Maria Silvia Merry
Jurnal Kedokteran Meditek Vol 28 No 2 (2022): MEI-AGUSTUS
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v28i2.2221

Abstract

Candida krusei merupakan salah satu jenis Candida dengan tingkat patogenitas yang lebih rendah dibandingkan C. albicans. Meskipun demikian spesies ini dapat menyebabkan penurunan respon imun inang karena memiliki struktur polisakarida chitin yang lebih tinggi. Pengobatan infeksi Candida yang disamaratakan mengakibatkan C. krusei menjadi resisten terhadap obat antijamur. Ekstrak etanol batang brotowali (Tinospora crispa L.) mengandung flavonoid dan alkaloid-berberin yang dapat menghambat pertumbuhan jamur. Penelitian ini bertujuan untuk menguji kemampuan ekstrak etanol batang brotowali dalam menghambat pertumbuhan C. krusei. Pembuatan ekstrak etanol batang brotowali dilakukan dengan menggunakan metode maserasi. Uji antijamur dilakukan dengan teknik difusi kertas cakram (Kirby-Bauer test). Ekstrak etanol batang brotowali mampu menghambat pertumbuhan C. krusei pada konsentrasi 2.500 μg/mL dan 5.000 μg/mL dengan zona hambat sebesar 17,75 mm dan 22,25 mm. Pada konsentrasi 1.250 μg/mL, zona hambat yang terbentuk sebesar 6,75 mm yang termasuk ke dalam kategori respon hambat pertumbuhan yang lemah. Analisis statistik menggunakan One Way Anova menunjukkan nila p < 0,05. Kesimpulannya adalah ekstrak etanol batang brotowali mampu menghambat pertumbuhan C. krusei dengan konsentrasi efektif 2.500 μg/mL.
Penanganan Diabetes Melitus Tipe-1 pada Anak dengan Komplikasi Ketoasidosis Diabetikum : Laporan Kasus Giovanni Reynaldo
Jurnal Kedokteran Meditek Vol 28 No 1 (2022): JANUARI-APRIL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v28i1.2224

Abstract

Ketoasidosis diabetikum (KAD) merupakan komplikasi yang dapat menyebabkan kematian pada pasien diabetes melitus baik tipe 1 maupun 2. Kondisi ini memiliki trias gejala berupa hiperglikemi, hiperketonemia, dan asidosis metabolik. Kami melaporkan kasus anak dengan ketoasidosis diabetikum berusia 11 tahun dengan kondisi yang buruk. Pasien diberikan terapi cairan dan terapi penunjang lain untuk memperbaiki keadaan umum. Perawatan secara intensif yang dilakukan untuk memastikan pemulihan pasien berjalan dengan baik. Penanganan dari KAD meliputi pengaturan kadar gula darah, mengatasi dehidrasi, dan memperbaiki kelainan elektrolit yang terjadi. Resusitasi cairan harus dilakukan dengan segera, dengan target untuk mengembalikan volume cairan ekstraselular, intraselular, dan elektrolit yang hilang melalui proses diuresis osmotik dan muntah. Kewaspadaan orang tua mengenai gejala dan tanda bahaya penyakit ini sangat penting terutama pada keluarga yang memiliki riwayat diabetes. Penatalaksanaan secara cepat dan tepat sangat diperlukan dalam menunjang kontrol gula darah pasien dan menghindari komplikasi edema serebri.
Kerapuhan dalam Kardiologi: Suatu Tinjauan Pustaka Sidhi Laksono; Grace Trifena Hosea
Jurnal Kedokteran Meditek Vol 28 No 1 (2022): JANUARI-APRIL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v28i1.2226

Abstract

Status kerapuhan semakin mendapat perhatian global karena populasi orang tua yang semakin meningkat. Status kerapuhan bisa dinilai dengan fenotip kerapuhan menggunakan Fried Scale atau indeks kerapuhan menggunakan Rockwood CFS. Status kerapuhan juga memiliki peran dalam bidang kardiologi. Kerapuhan beresiko meningkatkan resiko mortalitas, lama perawatan di rumah sakit, admisi ICU dan menurunnya kualitas hidup pada pasien yang menjalani kardiointervensi, memiliki penyakit kardiovaskular dan gagal jantung. Kerapuhan merupakan kondisi yang dinamis, maka penting dilakukan upaya untuk memperbaiki kerapuhan seperti program rehabilitas jantung

Filter by Year

1995 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 32 No 2 (2026): Maret Vol 32 No 1 (2026): Januari Vol 31 No 6 (2025): November Vol 31 No 5 (2025): SEPTEMBER Vol 31 No 4 (2025): JULI Vol 31 No 3 (2025): MEI Vol 31 No 2 (2025): MARCH Vol 31 No 1 (2025): JANUARI Vol 30 No 3 (2024): SEPTEMBER Vol 30 No 2 (2024): MEI Vol 30 No 1 (2024): JANUARI Vol 29 No 3 (2023): SEPTEMBER Vol 29 No 2 (2023): MEI Vol 29 No 1 (2023): JANUARI Vol 28 No 3 (2022): SEPTEMBER-DESEMBER Vol 28 No 2 (2022): MEI-AGUSTUS Vol 28 No 1 (2022): JANUARI-APRIL Vol 27 No 3 (2021): SEPTEMBER - DESEMBER Vol 27 No 2 (2021): MEI - AGUSTUS Vol 27 No 1 (2021): JANUARI - APRIL Vol 26 No 3 (2020): SEPTEMBER - DESEMBER Vol 26 No 2 (2020): MEI-AGUSTUS Vol 26 No 1 (2020): JANUARI - APRIL Vol 25 No 3 (2019): SEPTEMBER - DESEMBER Vol 25 No 2 (2019): MEI - AGUSTUS Vol 25 No 1 (2019): JANUARI - APRIL VOL. 24 NO. 68 OKTOBER-DESEMBER 2018 VOL. 24 NO. 67 JULI-SEPTEMBER 2018 VOL. 24 NO. 66 APRIL-JUNI 2018 VOL. 24 NO. 65 JANUARI-MARET 2018 VOL. 23 NO. 64 OKTOBER-DESEMBER 2017 VOL. 23 NO. 63 JULI-SEPTEMBER 2017 VOL. 23 NO. 62 APRIL-JUNI 2017 VOL. 23 NO. 61 JANUARI-MARET 2017 VOL. 22 NO.60 SEPTEMBER-DESEMBER 2016 VOL. 22 NO. 59 MEI-AGUSTUS 2016 VOL. 22 NO. 58 JANUARI-APRIL 2016 Vol. 21 No. 57 September-Desember 2015 Vol. 21 No. 56 Mei-Agustus 2015 Vol. 21 No. 55 Januari - April 2015 Vol. 20 No. 54 September-Desember 2014 Vol. 20 No. 53 Mei-Agustus 2014 Vol. 20 No. 52 Januari-April 2014 Vol. 18 No. 48 September - Desember 2012 Vol. 18 No. 47 Mei - Agustus 2012 Vol. 18 No. 46 Januari - April 2012 Vol. 17 No. 45 September - Desember 2011 vol. 17 no. 44 Mei-Agustus 2011 vol. 17 no. 43 Januari-April 2011 Vol. 16 No. 43B Mei - Agustus 2010 Vol. 16 No. 42A Januari - April 2010 vol. 16 no. 42 September-Desember 2009 vol. 15 no. 40 Januari-April 2009 Vol. 15 No. 39C Januari-April 2008 Vol. 15 No. 39E September-Desember 2008 vol. 15 no. 39 Januari-April 2007 Vol. 15 No. 39A Mei-Agustus 2007 Vol. 15 No. 39B September-Desember 2007 vol. 14 no. 38 September-Desember 2006 vol. 14 no. 37 Mei-Agustus 2006 vol. 14 no. 36 Januari-April 2006 vol. 13 no. 35 September-Desember 2005 vol. 13 no. 34 Mei-Agustus 2005 vol. 13 no. 33 Januari-April 2005 vol. 12 no. 32 September-Desember 2004 vol. 12 no. 31 Mei-Agustus 2004 vol. 12 no. 30 January-April 2004 vol. 11 no. 29 Agustus-Desember 2003 vol. 11 no. 28 April-July 2003 Vol. 10 No. 27 Januari-April 2002 Vol. 9 No. 26 September - Desember 2001 Vol. 9 No. 25 Mei-Agustus 2001 Vol. 8 No. 23 September - Desember 2000 Vol. 7 No. 20 Juli-Oktober 1999 Vol. 6 No. 17 Oktober-Desember 1998 Vol. 6 No. 15 April-Juni 1998 Vol. 5 No. 13 Oktober-Desember 1997 Vol. 5 No. 12 Juli-September 1997 Vol. 5 No. 11 Juli-September 1997 Vol. 4 No. 10 September-Desember 1996 Vol. 4 No. 9 Mei-Agustus 1996 Vol. 4 No. 8 Januari-April 1996 Vol. 3 No. 7 September-Desember 1995 Vol. 3 No. 6 Mei-Agustus 1995 Vol. 3 No. 5 Januari-April 1995 More Issue