cover
Contact Name
Adit Widodo Santoso
Contact Email
adit.santoso@ukrida.ac.id
Phone
+6285171706076
Journal Mail Official
meditek@ukrida.ac.id
Editorial Address
Gedung A Lantai 5 Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Kristen Krida Wacana, Jl. Arjuna Utara No. 6, Duri Kepa, Kebon Jeruk, Jakarta Barat 11510
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Kedokteran Meditek
ISSN : 26861437     EISSN : 26860201     DOI : https://doi.org/10.36452/jkdoktmeditek
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Kedokteran MEDITEK merupakan jurnal ilmiah yang mempublikasikan artikel-artikel dalam lingkup bidang kedokteran dan biomedik secara open access. Proses publikasi artikel melalui proses penelaahan oleh pakar sebidang (peer-review) secara double-blind. Jurnal Kedokteran Meditek berafiliasi pada Fakultas Kedokterandan Ilmu Kesehatan Universitas Kristen Krida Wacana, dengan misi mendorong penyebarluasan perkembangan ilmu kedokteran & biomedis di Indonesia maupun secara global dengan menerbitkan 3 edisi dalam setahun, yaitu: Januari, Mei dan September.
Articles 623 Documents
Hubungan Siklus dan Lama Menstruasi pada Mahasiswi Fakultas Kedokteran Ukrida dengan Nyeri Menstruasi Raemon Alexandro Mau; Hendrik Kurniawan; Anna Maria Dewajanti
Jurnal Kedokteran Meditek Vol 26 No 3 (2020): SEPTEMBER - DESEMBER
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v26i3.1946

Abstract

Dysmenorrhea is a condition of intense pain during menstruation. Menstrual disorders can be in the form of prolonged menstrual duration, menstrual cycle interval disorders, bleeding disorders and other disorders related to menstruation. This study aimed to analyse the relationship between the cycle interval and duration of menstruation among students who experienced menstrual pain. This research was a descriptive study using a cross-sectional approach. This research was conducted at Krida Wacana Christian University (UKRIDA) from January to March 2020. A total of 72 students who were year I, II and III completed the questionnaires. The results showed that most of the respondents were 19 years of age (69,45%). The menarche age was at 12-13 years old (70,80%) with the mean age of 12 years old. Most of the respondents had normal menstrual cycles (79,2%) and menstrual duration (83,3%). Most of the respondents felt weakness or fatigue (83,33%). The Chi Square statistical test indicated the relationship between menstrual duration and the incidence of dysmenorrhoea (p < 0,05). However, there was no association between the menstrual cycle interval and the incidence of dysmenorrhoea (p value > 0,05).
Pemeriksaan Ultrasonografi dan CT-Scan untuk Diagnosis Apendisitis Akut pada Anak Suryadi Susanto
Jurnal Kedokteran Meditek Vol 27 No 1 (2021): JANUARI - APRIL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v27i1.1956

Abstract

Apendisitis akut merupakan suatu keadaan tersering yang memerlukan tindakan bedah pada anak. Ketepatan untuk menentukan diagnosis dan intervensi bedah berhubungan erat dengan luaran akhir. Diagnosis apendisitis akut dengan keluhan yang tidak spesifik sering membingungkan. Pendekatan diagnosis seperti anamnesis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan laboratorium rutin tidak selalu akurat. Pemeriksaan diagnostik pencitraan seperti ultrasonografi (USG) dan computed tomography scan (CT-scan) sering digunakan untuk membantu menegakkan diagnosis. Tujuan pemeriksaan pencitraan untuk mengkonfirmasi atau menyingkirkan diagnosis apendisitis akut serta menentukan apendisitis tanpa atau dengan komplikasi. Keterlambatan menentukan diagnosis berhubungan erat dengan meningkatnya angka kesakitan, angka kematian, dan biaya perawatan. Komplikasi dapat berupa perforasi, abses abdominal, atau kematian. Perforasi umumnya terjadi pada usia anak dan remaja dengan angka kejadian berkisar 17-40%. Secara umum angka kematian akibat apendisitis kurang dari 1% dan meningkat 5-15% pada anak dan remaja. Pemeriksaan USG memiliki sensitivitas dan spesifisitas yang sama baiknya dengan pemeriksaan CT-scan.
A review of the interactions of Clopidogrel drugs with Proton Pump Inhibitors (PPIs) in the treatment of cardiovascular events Diana Wijaya
Jurnal Kedokteran Meditek Vol 27 No 2 (2021): MEI - AGUSTUS
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v27i2.1966

Abstract

Cardiovascular disease (CVD) merupakan salah satu penyebab kematian tertinggi di dunia dan obat antitrombosit memiliki peran yang signifikan sebagai terapi utama dalam kejadian kardiovaskular. Salah satu efek samping penggunaan obat antitrombosit jangka panjang dapat menyebabkan terjadinya perdarahan saluran cerna. Hal ini menyebabkan terapi obat antitrombosit seperti clopidogrel diberikan bersamaan dengan proton pump inhibitors (PPI). Penggunaan PPI jenis inhibitor CYP2C19 yaitu omeprazole dan esomeprazole dapat mengurangi efikasi clopidogrel secara signifikan dan meningkatkan risiko terjadinya infark miokard. Mekanisme kerja PPI dapat menghambat kerja clopidogrel karena adanya reaksi kompetitif kedua obat dalam proses metabolisme obat terutama enzim CYP2C19 karena clopidogrel memerlukan aktivasi enzim CYP2C19 untuk diubah menjadi metabolit aktif. PPI yang dapat direkomendasikan bersamaan dengan clopidogrel adalah pantoprazole, rabeprazole, lansoprazole dan dexlansoprazole karena menginhibisi CYP2C19 lebih lemah dibanding omeprazole dan esomeprazole.
Biomonitoring Pajanan Pestisida Organofosfat pada Pekerja Pertanian Jen Fuk Liem
Jurnal Kedokteran Meditek Vol 27 No 1 (2021): JANUARI - APRIL
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v27i1.1967

Abstract

Untuk mengendalikan organisme pengganggu, kegiatan pertanian pada umumnya menggunakan pestisida secara rutin diantaranya insektisida organofosfat (OP). Oleh karenanya, para pekerja di sektor pertanian terutama mereka yang bertugas mengaplikasikan pestisida akan terpajan dengan OP dalam jumlah tertentu dan berisiko mengalami dampak kesehatan. Penilaian pajanan bahan kimia atau efeknya dengan mengukur kandungan bahan kimia tersebut, dalam hal ini pajanan OP, dapat dilakukan melalui biomonitoring. Pemilihan biomarker, matrik biologis, dan waktu pengambilan spesimen merupakan faktor penting yang harus direncanakan dengan cermat mengingat bahwa keberadaan biomarker pajanan OP sangat dipengaruhi oleh proses metabolisme toksikan. Mekanisme toksisitas organofosfat (OP) telah diketahui secara luas yaitu berlangsung melalui penghambatan enzim asetilkolinesterase (AChE). Sehubungan dengan hal tersebut, pemeriksaan pajanan pestisida OP umumnya terbatas pada pemeriksaan asetilkolinesterase (AChE) maupun butirilkolinesterase (BChE) yang memberikan informasi mengenai keberadaan pajanan OP namun tidak secara spesifik menunjukkan agen penyebabnya. Artikel ini membahas informasi mengenai parameter monitoring biologis yang dapat dilakukan untuk menilai pajanan pestisida OP pada pekerja di sektor pertanian.
Gambaran Kesehatan Mental Emosional Siswa SMA Negeri 78 Jakarta Tahun 2020 Menggunakan Strengths and Difficulties Questionnaire Nadya Alexia Iskandar; Elly Ingkiriwang; Elly Tania
Jurnal Kedokteran Meditek Vol 27 No 3 (2021): SEPTEMBER - DESEMBER
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v27i3.1970

Abstract

Di Indonesia, sekolah-sekolah senantiasa berusaha meningkatkan mutu pendidikan yang ada dengan menciptakan sistem pendidikan terbaik bagi para siswanya. Terdapat berbagai sekolah unggulan yang memiliki prestasi akademis maupun non-akademis yang menonjol dalam skala nasional maupun internasional. Namun, siswa di sekolah unggulan juga tidak luput sebagai kelompok yang rentan untuk mengalami gangguan mental emosional seperti stres, depresi, kecemasan, atau gejala somatik. Oleh karena itu, penelitian dilakukan berupa desain penelitian deskriptif dengan pendekatan cross-sectional menggunakan Strengths and Difficulties Questionnaire untuk mengetahui skor masalah emosi dan perilaku pada siswa di sekolah unggulan. Berdasarkan hasil penelitian dari kuesioner yang disebarkan diperoleh data 68 responden siswa SMA Negeri 78 Jakarta yang merupakan salah satu sekolah unggulan, terdapat 28 responden (41%) yang memiliki skor kesulitan di atas batas normal, dimana berarti skor mental emosional serta perilakunya berada dalam kategori borderline (skor perbatasan) dan abnormal (skor tinggi). Hal ini tidak lepas dari adanya peran orangtua, keluarga, teman sebaya, dan lingkungan sekitarnya. Sebagai contoh penghasilan keluarga, status perkawinan orangtua, pola asuh orangtua, urutan kelahiran anak, bullying di sekolah, prestasi yang diraih, jarak sekolah, durasi penggunaan media sosial setiap harinya, serta kendala online learning selama pandemi. Faktor-faktor tersebut dapat mempengaruhi kesehatan mental, emosi, dan perilaku siswa, tak terkecuali di sekolah unggulan.
A RARE CASE REPORT OF SUBDURAL HAEMATOMA WITH ANEMIA APLASTIC Feda Anisah Makkiyah; Rahmah Hida Nurrizka
Jurnal Kedokteran Meditek Vol 27 No 2 (2021): MEI - AGUSTUS
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v27i2.1985

Abstract

This article illustrates the development of a rare case of spontaneous subdural hematoma (SDH)  secondary to aplastic anemia and conservative treatment of SDH. Clinical Presentation: a 43-year-old male complained of severe progressive headaches that starting from one month ago. His laboratory values showed pancytopenia and his peripheral blood smear showed no abnormalities except for the lack of number of erythrocytes, leukocyte, and thrombocyte. We could not find any malignancy in the smear. The patient experienced progressive headache,  disorder of balance, and decrease of consciousness.  CT imaging of the head showed  a 7.0 cm (2 cm thickness) left frontal-parietal subdural hematoma. Patient were managed conservatively.  This is a rare case of aplastic anemia with subdural hematoma and the patient was discharged in good condition.
Contrast Sensitivity Test After Phacoemulsification with Implantation of Hydrophobic Aspheric Monofocal Intraocular Lens (IOL) at Family Medical Center Hospital Sentul Michael Indra Lesmana; Ritsia Anindita Wastitiamurti; Nur Ezaithirah Nadihah binti Md Eusofe
Jurnal Kedokteran Meditek Vol 27 No 2 (2021): MEI - AGUSTUS
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v27i2.1996

Abstract

Katarak merupakan penyebab utama kebutaan secara global. Operasi fakoemulsifikasi dengan pemasangan lensa intraokular (LIO) berperan untuk memperbaiki tajam penglihatan. Uji sensitivitas kontras adalah salah satu uji yang dapat dilakukan untuk menilai kualitas penglihatan. Penelitian ini dilakukan untuk menguji sensitivitas kontras pada pasien pasca fakoemulsifikasi dengan pemasangan LIO aspherik monofokal hidrofobik. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif cross sectional dengan non-probabliity sampling. Sebanyak 50 subjek berpartisipasi dalam studi, yang kesemuanya adalah pasien pada RS FMC periode Desember 2018 sampai Januari 2019. Uji sensitivitas kontras dilakukan menggunakan alat Vistech VCTS 6500 Chart. Nilai rata-rata uji sensitivitas kontras pada 50 sampel mata lebih tinggi dari nilai maksimum alat Vistech 6500 pada baris 1,5 cpd dan baris 3 cpd tetapi mengalami penurunan pada baris 6, 12 dan baris 18 cpd. Hasil uji sensitivitas kontras berdasarkan usia menunjukkan nilai rata-rata uji sensitivitas kontras lebih baik pada kelompok usia pertengahan (45-59 tahun) dibanding kelompok usia lanjut (60-74 tahun) dan kelompok lansia tua (75-90 tahun). Teknologi LIO perlu dikembangkan lagi di masa yang akan datang untuk meningkatkan sensitivitas kontras terutama untuk kelompok lansia tua.
Aktivitas Seksual Usia Dini dan Paritas Tinggi Meningkatkan Risiko Kanker Serviks Ikhwanul Muslimin Idris; Rebecca Norjani Angka; Shintia Christina; Erma Mexcorry Sumbayak
Jurnal Kedokteran Meditek Vol 27 No 3 (2021): SEPTEMBER - DESEMBER
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v27i3.1997

Abstract

Kanker serviks merupakan penyakit keganasan yang terjadi pada leher rahim (serviks uteri). Data dari GLOBOCAN (Global Burden of Cancer Study) 2020 menyebutkan bahwa jumlah pasien kanker serviks sebanyak 604.127 kasus secara global dan sebanyak 36.633 kasus di seluruh Indonesia. Literature Review ini menggunakan metode pencarian dengan pendekatan deskriptif. Untuk mendeskripsikan faktor-faktor risiko yang berkaitan dengan kanker serviks berdasarkan pustaka primer  dari jurnal penelitian yang relevan atau pustaka sekunder dari artikel. Pencarian melalui beberapa sumber seperti Pubmed, Google Scholar, E-Jurnal dengan menggunakan kata kunci seperti paritas tinggi, aktivitas seksual usia dini, dan kanker serviks. Hingga saat ini ditemukan penyebab  kanker serviks adalah infeksi virus HPV dan faktor risiko yang terkait dengan kejadian kanker serviks. Faktor risiko yang dapat menyebabkan kanker serviks antara lain aktivitas seksual usia dini, jumlah paritas yang tinggi, merokok, penggunaan kontrasepsi hormonal maupun non-hormonal, garis keturunan, dan beberapa faktor lainnya. Hasil dari literature review ini menunjukkan bahwa aktivitas seksual usia dini merupakan faktor risiko yang berpengaruh terhadap terjadinya kanker serviks  dan paritas tinggi menjadi faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian kanker serviks. Sehingga diambil kesimpulan bahwa aktivitas seksual usia dini dan paritas tinggi dapat meningkatkan risiko kanker serviks.
Efektivitas Daya Hambat Disinfektan Klorin terhadap Bakteri Escherichia Coli Penghasil Extended Spectrum Beta Lactamase Donna Mesina Pasaribu; Krisna Fernanda Suryaputra; Ade Dharmawan
Jurnal Kedokteran Meditek Vol 27 No 3 (2021): SEPTEMBER - DESEMBER
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v27i3.2002

Abstract

Kerja shift adalah pembagian jam kerja dalam waktu 24 jam yang dilakukan secara bergantian biasanya terbagi atas shift pagi, shift sore, dan shift malam. Kerja shift dapat memberikan dampak positif maupun negatif bagi pekerja antara lain dalam aspek fisiologis, psikososial, kinerja, maupun kesehatan dan keselamatan kerja. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan kualitas tidur dengan fungsi eksekutif pada pekerja shift dan non shift. Penelitian bersifat analitik observasional dengan pendekatan desain cross sectional. Penelitian dilakukan pada bulan Agustus-September 2020. Total sampel sebanyak 44 orang yang dipilih dengan teknik consecutive sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Data dikumpulkan melalui pengisian kuesioner yaitu Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) untuk mengukur kualitas tidur, sedangkan untuk menilai fungsi eksekutif menggunakan Trail Making Test A (TMT-A) dan Trail Making Test B (TMT-B). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara kualitas tidur dan fungsi eksekutif pada pekerja shift dan non shift (P<0,05). Faktor usia dan pendidikan dapat menjadi penyebab tidak terdapatnya hubungan antara kualitas tidur dengan fungsi eksekutif.
Keberhasilan Pengobatan Tuberkulosis Paru dengan Komorbid Diabetes Mellitus Tipe 2 Jevon Belva Nirahua; Roy Akur Pandapotan; Nicolas Layanto
Jurnal Kedokteran Meditek Vol 27 No 3 (2021): SEPTEMBER - DESEMBER
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v27i3.2007

Abstract

Tinjauan pustaka ini bertujuan untuk dapat memberikan anjuran rejimen yang memiliki angka keberhasilan tinggi dalam pengobatan tuberkulosis (TB) dengan komorbid diabetes melitus yang dinyatakan sembuh setelah pengobatan OAT (Obat Anti Tuberkulosis). Penulis melakukan penelusuran artikel dengan google cendekia (google scholar) dan pubmed menggunakan kata kunci TB-DM dan keberhasilan pengobatan TB-DM. Pada tinjauan pustaka ini, kasus TB paru baru didiagnosis berdasarkan pemeriksaan bakteriologis dan terdiagnosis klinis. Pengobatan TB dinyatakan berhasil bila dinyatakan sembuh dan melakukan pengobatan OAT lengkap. Kasus TB paru resisten dan TB ekstra paru tidak dimasukkan dalam tinjauan pustaka ini. Hasil tinjauan pustaka ini menunjukkan pengobatan pada TB-DM berpotensi menyebabkan kegagalan dalam pengobatan, oleh karena itu, perlu dilakukan pemantauan pengobatan untuk mencapai sasaran terapi. Perlu diperhatikan adanya interaksi antara OAT dengan obat antidiabetik oral. Berdasarkan anjuran dari PERKENI serta penelitian-penelitian yang dilakukan sebelumnya, rejimen terapi DM yang dianjurkan sebagai pilihan utama dalam pengobatan  pada pasien TB-DM adalah insulin. Insulin bersifat anti-inflamasi, cepat mengendalikan kadar gula darah, dan menurunkan kerentanan terhadap infeksi sehingga kesembuhan TB menjadi lebih cepat serta terhindar dari infeksi sekunder.

Filter by Year

1995 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 32 No 2 (2026): Maret Vol 32 No 1 (2026): Januari Vol 31 No 6 (2025): November Vol 31 No 5 (2025): SEPTEMBER Vol 31 No 4 (2025): JULI Vol 31 No 3 (2025): MEI Vol 31 No 2 (2025): MARCH Vol 31 No 1 (2025): JANUARI Vol 30 No 3 (2024): SEPTEMBER Vol 30 No 2 (2024): MEI Vol 30 No 1 (2024): JANUARI Vol 29 No 3 (2023): SEPTEMBER Vol 29 No 2 (2023): MEI Vol 29 No 1 (2023): JANUARI Vol 28 No 3 (2022): SEPTEMBER-DESEMBER Vol 28 No 2 (2022): MEI-AGUSTUS Vol 28 No 1 (2022): JANUARI-APRIL Vol 27 No 3 (2021): SEPTEMBER - DESEMBER Vol 27 No 2 (2021): MEI - AGUSTUS Vol 27 No 1 (2021): JANUARI - APRIL Vol 26 No 3 (2020): SEPTEMBER - DESEMBER Vol 26 No 2 (2020): MEI-AGUSTUS Vol 26 No 1 (2020): JANUARI - APRIL Vol 25 No 3 (2019): SEPTEMBER - DESEMBER Vol 25 No 2 (2019): MEI - AGUSTUS Vol 25 No 1 (2019): JANUARI - APRIL VOL. 24 NO. 68 OKTOBER-DESEMBER 2018 VOL. 24 NO. 67 JULI-SEPTEMBER 2018 VOL. 24 NO. 66 APRIL-JUNI 2018 VOL. 24 NO. 65 JANUARI-MARET 2018 VOL. 23 NO. 64 OKTOBER-DESEMBER 2017 VOL. 23 NO. 63 JULI-SEPTEMBER 2017 VOL. 23 NO. 62 APRIL-JUNI 2017 VOL. 23 NO. 61 JANUARI-MARET 2017 VOL. 22 NO.60 SEPTEMBER-DESEMBER 2016 VOL. 22 NO. 59 MEI-AGUSTUS 2016 VOL. 22 NO. 58 JANUARI-APRIL 2016 Vol. 21 No. 57 September-Desember 2015 Vol. 21 No. 56 Mei-Agustus 2015 Vol. 21 No. 55 Januari - April 2015 Vol. 20 No. 54 September-Desember 2014 Vol. 20 No. 53 Mei-Agustus 2014 Vol. 20 No. 52 Januari-April 2014 Vol. 18 No. 48 September - Desember 2012 Vol. 18 No. 47 Mei - Agustus 2012 Vol. 18 No. 46 Januari - April 2012 Vol. 17 No. 45 September - Desember 2011 vol. 17 no. 44 Mei-Agustus 2011 vol. 17 no. 43 Januari-April 2011 Vol. 16 No. 43B Mei - Agustus 2010 Vol. 16 No. 42A Januari - April 2010 vol. 16 no. 42 September-Desember 2009 vol. 15 no. 40 Januari-April 2009 Vol. 15 No. 39C Januari-April 2008 Vol. 15 No. 39E September-Desember 2008 Vol. 15 No. 39B September-Desember 2007 vol. 15 no. 39 Januari-April 2007 Vol. 15 No. 39A Mei-Agustus 2007 vol. 14 no. 38 September-Desember 2006 vol. 14 no. 37 Mei-Agustus 2006 vol. 14 no. 36 Januari-April 2006 vol. 13 no. 35 September-Desember 2005 vol. 13 no. 34 Mei-Agustus 2005 vol. 13 no. 33 Januari-April 2005 vol. 12 no. 32 September-Desember 2004 vol. 12 no. 31 Mei-Agustus 2004 vol. 12 no. 30 January-April 2004 vol. 11 no. 29 Agustus-Desember 2003 vol. 11 no. 28 April-July 2003 Vol. 10 No. 27 Januari-April 2002 Vol. 9 No. 26 September - Desember 2001 Vol. 9 No. 25 Mei-Agustus 2001 Vol. 8 No. 23 September - Desember 2000 Vol. 7 No. 20 Juli-Oktober 1999 Vol. 6 No. 17 Oktober-Desember 1998 Vol. 6 No. 15 April-Juni 1998 Vol. 5 No. 13 Oktober-Desember 1997 Vol. 5 No. 12 Juli-September 1997 Vol. 5 No. 11 Juli-September 1997 Vol. 4 No. 10 September-Desember 1996 Vol. 4 No. 9 Mei-Agustus 1996 Vol. 4 No. 8 Januari-April 1996 Vol. 3 No. 7 September-Desember 1995 Vol. 3 No. 6 Mei-Agustus 1995 Vol. 3 No. 5 Januari-April 1995 More Issue