cover
Contact Name
Adit Widodo Santoso
Contact Email
adit.santoso@ukrida.ac.id
Phone
+6285171706076
Journal Mail Official
meditek@ukrida.ac.id
Editorial Address
Gedung A Lantai 5 Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan, Universitas Kristen Krida Wacana, Jl. Arjuna Utara No. 6, Duri Kepa, Kebon Jeruk, Jakarta Barat 11510
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Kedokteran Meditek
ISSN : 26861437     EISSN : 26860201     DOI : https://doi.org/10.36452/jkdoktmeditek
Core Subject : Health, Science,
Jurnal Kedokteran MEDITEK merupakan jurnal ilmiah yang mempublikasikan artikel-artikel dalam lingkup bidang kedokteran dan biomedik secara open access. Proses publikasi artikel melalui proses penelaahan oleh pakar sebidang (peer-review) secara double-blind. Jurnal Kedokteran Meditek berafiliasi pada Fakultas Kedokterandan Ilmu Kesehatan Universitas Kristen Krida Wacana, dengan misi mendorong penyebarluasan perkembangan ilmu kedokteran & biomedis di Indonesia maupun secara global dengan menerbitkan 3 edisi dalam setahun, yaitu: Januari, Mei dan September.
Articles 623 Documents
Gambaran Union pada Fraktur dengan Menggunakan Plate and Screw Setelah 2 Bulan di Ciputra Hospital Citra Raya Periode Januari 2018 – Desember 2019 Grace Melania Lianturi; Christian Yonathan; Handy Winata
Jurnal Kedokteran Meditek Vol 27 No 2 (2021): MEI - AGUSTUS
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v27i2.2013

Abstract

Union adalah perbaikan fraktur yang tidak sempurna, di mana terbentuk kalus berupa pembungkus yang dikalsifikasi. Pemeriksaan radiologis seperti X-Ray akan menunjukkan garis fraktur yang terlihat, disertai kalus halus di sekitarnya. Terbentuknya jembatan kalus (bridging callus) memprediksi terjadinya union yang sangat akurat. Oleh karena itu, penelitian ini akan meneliti tentang union fraktur setelah 2 bulan, di mana secara teori dikatakan pembentukan kalus mulai terjadi pada minggu ke 4. Desain penelitian ini adalah cross sectional. Sumber data penelitian yang digunakan adalah hasil rekam medik pasien fraktur periode Januari 2018 sampai Desember 2019 di Ciputra Hospital Citra Raya. Besar sampel pasien fraktur yang didapatkan adalah 690 sampel, di mana sampel yang memenuhi kriteria inklusi sebesar 158 orang. Pasien fraktur yang mengalami union setelah 2 bulan sebanyak 134 orang (84,8%) dan 24 orang (15,2%) yang tidak mengalami union setelah 2 bulan. Lokasi fraktur terbanyak pada penelitian ini adalah fraktur klavikula sebesar 38 (24,1%), sedangkan yang paling sedikit ialah fraktur foot sebanyak 2 orang (1,3%). Hasil penelitian ini sesuai dengan beberapa penelitian yang mendapatkan hasil union 6-8 minggu, 6-12 minggu, serta 7,5 minggu sehingga dapat mengindikasikan bahwa pembentukan kalus mulai terjadi di minggu ke 4.
Indeks Penulis dan Subjek Jurnal Kedokteran Meditek
Jurnal Kedokteran Meditek Vol 26 No 3 (2020): SEPTEMBER - DESEMBER
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v26i3.2015

Abstract

Kajian Efektivitas Insektisida Berbahan Bunga Krisan (Chrysanthemum cinerariaefolium) dan Jeruk Nipis (Citrus aurantifolia) Terhadap Mortalitas Nyamuk Beatrix Clarissa Gunarta; Rina Priastini Susilowati; Liauw Djai Yen; Budiman Hartono
Jurnal Kedokteran Meditek Vol 27 No 2 (2021): MEI - AGUSTUS
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v27i2.2022

Abstract

Nyamuk merupakan salah satu vektor penyakit bagi manusia. Habitat tempat tinggal nyamuk erat hubungannya dengan lingkungan tempat tinggal manusia sehingga penularan sangat rawan terjadi. Upaya yang dilakukan untuk mengurangi insidensi tersebut salah satunya yaitu dengan penggunaan insektisida sintesis maupun bioinsektisida. Bioinsektisida memiliki keunggulan lebih aman terhadap manusia, hewan, serta ramah lingkungan. Tinjauan pustaka ini bertujuan untuk mengkaji efektivitas insektisida berbahan bunga krisan dan jeruk nipis terhadap mortalitas nyamuk. Penelusuran kepustakaan dilakukan menggunakan Google Scholar, Emerald, PubMed dan Proquest dengan kata kunci Chrysanthemum AND LC50 AND mosquito dan Citrus aurantifolia AND LC50 AND mosquito. Dua puluh tiga makalah dipilih untuk penulisan tinjauan pustaka ini. Keefektivan Chrysanthemum sp. dan Citrus aurantifolia sebagai insektisida dapat dilihat dari nilai LC50 yang didapatkan. Nilai LC50 ekstrak tanaman bunga krisan berkisar antara 0,02% - 1,50% dan ekstrak jeruk nipis berkisar 0,108% - 40,087%. Chrysanthemum sp. dan Citrus aurantifolia merupakan tanaman yang dapat digunakan sebagai bahan pembuatan insektisida.
Gangguan Ginjal pada Pasien HIV Dewasa Mikhael San Putra Wijanarko
Jurnal Kedokteran Meditek Vol 27 No 3 (2021): SEPTEMBER - DESEMBER
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v27i3.2033

Abstract

Human immunodeficiency virus (HIV) merupakan agen penyebab dari acquired immunodeficiency syndrome (AIDS). Penggunaan antiretroviral (ARV) yang efektif meningkatkan angka harapan hidup pada pasien HIV. Beberapa jenis penyakit ginjal dapat terbentuk pada pasien HIV dan merupakan salah satu penyakit penyerta. Tinjauan pustaka ini bertujuan untuk mengetahui gangguan ginjal yang dapat timbul pada pasien HIV dewasa, serta pemeriksaan dan tata laksana yang dapat dilakukan. Risiko gangguan fungsi ginjal akut maupun kronis dapat dimiliki oleh pasien HIV dan kerusakan dapat terjadi pada seluruh bagian dari ginjal. Gangguan fungsi ginjal juga dapat terjadi akibat penggunaan ARV. Beberapa penyakit ginjal yang dapat dapat timbul adalah HIV-associated nephropathy, HIV immune complex kidney disease, penyakit ginjal kronis, hingga end-stage renal disease. Saat  penegakan diagnosis HIV, inisiasi, maupun modifikasi ARV, direkomendasikan untuk melakukan skrining fungsi ginjal secara berkala. Selain tata laksana pada gangguan ginjal yang telah terjadi, dianjurkan juga untuk mengupayakan identifikasi, pemantauan berkala, modifikasi, dan tata laksana pada faktor risiko yang ada.
Penatalaksanaan Paripurna Sindrom Sjögren Riris Asti Respati; Windy Keumala Budianti
Jurnal Kedokteran Meditek Vol 27 No 2 (2021): MEI - AGUSTUS
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v27i2.2034

Abstract

Sindrom Sjögren (SS) adalah penyakit autoimun yang ditandai dengan infiltrasi limfosit pada kelenjar eksokrin dan menyebabkan sindrom sika. Patogenesis SS masih belum diketahui sepenuhnya namun diduga terdapat kerusakan epitel kelenjar eksokrin karena peningkatan respons sel B dan sel T terhadap autoantigen Ro (SS-A) dan La (SS-B). Manifestasi klinis SS dibedakan menjadi glandular dan ekstraglandular. Tatalaksana SS terdiri atas lokal dan sistemik yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup dengan mengurangi gejala kekeringan. Tinjauan Pustaka dibuat berdasarkan rangkuman dari berbagai artikel asli, baik laporan hasil penelitian atau sumber kepustakaan lain contohnya buku teks, jurnal, dan lain-lain. Tujuan tinjauan pustaka ini adalah untuk memberikan pengetahuan tata laksana terkini pada SS.
Pemeriksaan Diagnosis Laboratorium COVID-19: Keterbatasan dan Tantangannya Saat Ini. Wani Devita Gunardi
Jurnal Kedokteran Meditek Vol 27 No 2 (2021): MEI - AGUSTUS
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v27i2.2036

Abstract

Corona Virus Disease 19 (penyakit COVID-19) yang disebabkan oleh virus Corona pertama kali merebak di kota Wuhan di China pada akhir Desember 2019 dan masih berlangsung sampai dengan saat ini. Diagnosis COVID-19 biasanya didasarkan pada anamnesis riwayat perjalanan seseorang dari daerah pandemik, gejala klinis dan beberapa pemeriksaan laboratorium. Pemeriksaan laboratorium yang cepat dan spesifik sangat diperlukan untuk mempercepat penanganan atau mengendalikan kasus. Sampai saat ini metode pemeriksaan yang cepat dan akurat masih terus dikembangkan. Oleh karena itu, pada tulisan ini akan dibahas mengenai beberapa metode pemeriksaan COVID-19, kelebihan dan kekurangannya serta cara memilih metode pemeriksan yang tepat. Metode yang akan dibahas antara lain yaitu metode molekuler, imunoserologi, radiologi, rapid antigen, GeNose, dan metode lainnya seperti nano-biosensor dan CRISPR.
Perkembangan Terkini Terapi Sistemik Psoriasis Natalia Rania Sutanto; Windy Keumala Budianti
Jurnal Kedokteran Meditek Vol 27 No 2 (2021): MEI - AGUSTUS
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v27i2.2043

Abstract

Psoriasis merupakan penyakit inflamasi kulit akibat aktivasi terhadap sistem imun bawaan dan adaptif. Etiopatogenesis psoriasis merupakan proses kompleks dan multifaktorial, yang dipengaruhi oleh faktor genetik dan lingkungan seperti stres, trauma, dan infeksi. Pada pasien dengan psoriasis kategori sedang hingga berat dan lesi lokalisata di area skalp, wajah, kuku, telapak tangan dan kaki, serta genital merupakan indikasi untuk pemberian terapi dengan obat sistemik. Saat ini terdapat berbagai pilihan terapi sistemik yang tersedia yaitu obat sistemik konvensional, terapi small molecules, obat biologik, dan biosimilarnya yang terdiri atas inhibitor TNF-α, inhibitor IL-12/23, inhibitor IL-17, dan inhibitor IL-23. Selama dekade terakhir, tata laksana psoriasis telah mengalami pergeseran paradigma yaitu obat biologik dan biosimilarnya mulai menjadi pilihan utama karena telah terbukti memiliki efikasi yang lebih kuat dengan efek samping minimal. Tinjauan pustaka ini membahas perkembangan terapi sistemik psoriasis terkini sehingga diharapkan dapat memberikan acuan untuk memilih terapi yang tepat, efektif, dan aman untuk pasien psoriasis.
Hubungan Kualitas Tidur dengan Fungsi Eksekutif pada Pekerja Shift dan Non Shift Sharon Natalia Runtulalo; Rimawati Tedjasukmana; Susilo
Jurnal Kedokteran Meditek Vol 27 No 3 (2021): SEPTEMBER - DESEMBER
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v27i3.2055

Abstract

Kerja shift adalah pembagian jam kerja dalam waktu 24 jam yang dilakukan secara bergantian biasanya terbagi atas shift pagi, shift sore, dan shift malam. Kerja shift dapat memberikan dampak positif maupun negatif bagi pekerja antara lain dalam aspek fisiologis, psikososial, kinerja, maupun kesehatan dan keselamatan kerja. Tujuan penelitian adalah untuk mengetahui hubungan kualitas tidur dengan fungsi eksekutif pada pekerja shift dan non shift. Penelitian bersifat analitik observasional dengan pendekatan desain cross sectional. Penelitian dilakukan pada bulan Agustus-September 2020. Total sampel sebanyak 44 orang yang dipilih dengan teknik consecutive sampling berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Data dikumpulkan melalui pengisian kuesioner yaitu Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) untuk mengukur kualitas tidur, sedangkan untuk menilai fungsi eksekutif menggunakan Trail Making Test A (TMT-A) dan Trail Making Test B (TMT-B). Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat hubungan antara kualitas tidur dan fungsi eksekutif pada pekerja shift dan non shift (P<0,05). Faktor usia dan pendidikan dapat menjadi penyebab tidak terdapatnya hubungan antara kualitas tidur dengan fungsi eksekutif
Bioefikasi Neurotoksin Ekstrak Campuran Daun Permot dan Daun Batang Sereh Bentuk Semprot terhadap Kecoa Jerman (Blattella germanica) Flora Rumiati; Rina Priastini Susilowati; Sancia Nathania Legenie Banuang
Jurnal Kedokteran Meditek Vol 27 No 2 (2021): MEI - AGUSTUS
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v27i2.2060

Abstract

Kecoa Jerman (Blattella germanica) merupakan salah satu hama pembawa penyakit, yang dapat diatasi dengan insektisida yang efektif, aman dan tidak bersifat resistensi. Bahan kimia aktif yang bersifat neurotoksin dalam ekstrak daun permot (Passiflora foetida) seperti ermanin, vitexin, harmalin, harmin, dan kandungan minyak atsiri pada daun dan batang sereh (Cymbopogon nardus) dapat digunakan sebagai insektisida tersebut. Tujuan penelitian untuk mengetahui bioefikasi pemberian ekstrak daun permot dan daun batang sereh terhadap mortalitas kecoa Jerman. Penelitian ini menggunakan metode eksperimental. Sampling dihitung dengan rumus Federer. Kecoa Jerman ditempatkan pada enam kandang sesuai kelompok perlakuan dengan 5 kali ulangan. Kelompok perlakuan adalah kontrol negatif (tanpa paparan), kontrol positif (disemprot dengan insektisida sintetik berbahan praletin 0,170%, d-alletrin 0,135% dan sipermetrin 0,100%), campuran ekstrak daun permot dan daun batang sereh (500, 1000, 2000, dan 4000 ppm). Pengamatan dilakukan setelah 10 menit pertama penyemprotan, dilanjutkan tiap jam selama 6 jam dan 24 jam. Kecoa dinyatakan mati jika badan terbalik dan tidak ada gerakan. Dari hasil penelitian diperoleh nilai LC50 sebesar 341 ppm, dan nilai LC90 sebesar 1175 ppm. Berdasarkan uji one way Anova terdapat perbedaan bermakna antara kelompok kontrol dengan kelompok perlakuan. Dapat disimpulkan bahwa campuran daun permot dan daun batang sereh memiliki efek neurotoksik yang mematikan pada kecoa Jerman.
Belajar dari Rumah selama Pandemi COVID-19: Risiko Peningkatan Ledakan Kasus Miopia pada Anak Usia Sekolah Carennia Paramita; Elcha Leonard
Jurnal Kedokteran Meditek Vol 27 No 2 (2021): MEI - AGUSTUS
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36452/jkdoktmeditek.v27i2.2062

Abstract

Miopia adalah kelainan refraksi dengan prevalensi kasus tertinggi secara global terutama pada anak usia sekolah. Dalam jangka panjang, miopia dapat meningkatkan risiko gangguan visus permanen dan memengaruhi kualitas hidup anak di masa dewasa sehingga perlu mendapat perhatian khusus. Selama pandemi COVID-19, pemerintah telah menetapkan pembatasan kegiatan masyarakat, salah satunya dengan memberlakukan kebijakan belajar dari rumah bagi anak usia sekolah. Kegiatan belajar dari rumah tentu akan meningkatkan penggunaan gawai pada anak serta mengurangi pajanan anak terhadap sinar matahari alami sehingga berkaitan erat dengan peningkatan kasus miopia. Padahal, lamanya anak melakukan aktivitas di luar rumah berperan dalam membatasi pertambahan elongasi aksial bola mata dan perubahan miopia dalam refraksi. Sebaliknya, aktivitas jarak dekat serta paparan terhadap gawai secara intens dapat meningkatkan kondisi asthenopia dan berisiko menimbulkan ledakan kasus miopia. Masalah ini dapat menambah beban peningkatan kasus miopia terutama di masa pandemi COVID-19 yang belum dapat diketahui akhirnya. Oleh karena itu, diperlukan langkah pencegahan miopia selama masa pandemi yang tepat dan efektif. Hal tersebut menjadi fokus pembahasan telaah pustaka ini. Para orang tua, guru, tenaga kesehatan, dan pemerintah harus bersama-sama mempromosikan gaya hidup sehat serta mewujudkan upaya pencegahan miopia pada anak usia sekolah.

Filter by Year

1995 2026


Filter By Issues
All Issue Vol 32 No 2 (2026): Maret Vol 32 No 1 (2026): Januari Vol 31 No 6 (2025): November Vol 31 No 5 (2025): SEPTEMBER Vol 31 No 4 (2025): JULI Vol 31 No 3 (2025): MEI Vol 31 No 2 (2025): MARCH Vol 31 No 1 (2025): JANUARI Vol 30 No 3 (2024): SEPTEMBER Vol 30 No 2 (2024): MEI Vol 30 No 1 (2024): JANUARI Vol 29 No 3 (2023): SEPTEMBER Vol 29 No 2 (2023): MEI Vol 29 No 1 (2023): JANUARI Vol 28 No 3 (2022): SEPTEMBER-DESEMBER Vol 28 No 2 (2022): MEI-AGUSTUS Vol 28 No 1 (2022): JANUARI-APRIL Vol 27 No 3 (2021): SEPTEMBER - DESEMBER Vol 27 No 2 (2021): MEI - AGUSTUS Vol 27 No 1 (2021): JANUARI - APRIL Vol 26 No 3 (2020): SEPTEMBER - DESEMBER Vol 26 No 2 (2020): MEI-AGUSTUS Vol 26 No 1 (2020): JANUARI - APRIL Vol 25 No 3 (2019): SEPTEMBER - DESEMBER Vol 25 No 2 (2019): MEI - AGUSTUS Vol 25 No 1 (2019): JANUARI - APRIL VOL. 24 NO. 68 OKTOBER-DESEMBER 2018 VOL. 24 NO. 67 JULI-SEPTEMBER 2018 VOL. 24 NO. 66 APRIL-JUNI 2018 VOL. 24 NO. 65 JANUARI-MARET 2018 VOL. 23 NO. 64 OKTOBER-DESEMBER 2017 VOL. 23 NO. 63 JULI-SEPTEMBER 2017 VOL. 23 NO. 62 APRIL-JUNI 2017 VOL. 23 NO. 61 JANUARI-MARET 2017 VOL. 22 NO.60 SEPTEMBER-DESEMBER 2016 VOL. 22 NO. 59 MEI-AGUSTUS 2016 VOL. 22 NO. 58 JANUARI-APRIL 2016 Vol. 21 No. 57 September-Desember 2015 Vol. 21 No. 56 Mei-Agustus 2015 Vol. 21 No. 55 Januari - April 2015 Vol. 20 No. 54 September-Desember 2014 Vol. 20 No. 53 Mei-Agustus 2014 Vol. 20 No. 52 Januari-April 2014 Vol. 18 No. 48 September - Desember 2012 Vol. 18 No. 47 Mei - Agustus 2012 Vol. 18 No. 46 Januari - April 2012 Vol. 17 No. 45 September - Desember 2011 vol. 17 no. 44 Mei-Agustus 2011 vol. 17 no. 43 Januari-April 2011 Vol. 16 No. 43B Mei - Agustus 2010 Vol. 16 No. 42A Januari - April 2010 vol. 16 no. 42 September-Desember 2009 vol. 15 no. 40 Januari-April 2009 Vol. 15 No. 39C Januari-April 2008 Vol. 15 No. 39E September-Desember 2008 vol. 15 no. 39 Januari-April 2007 Vol. 15 No. 39A Mei-Agustus 2007 Vol. 15 No. 39B September-Desember 2007 vol. 14 no. 38 September-Desember 2006 vol. 14 no. 37 Mei-Agustus 2006 vol. 14 no. 36 Januari-April 2006 vol. 13 no. 35 September-Desember 2005 vol. 13 no. 34 Mei-Agustus 2005 vol. 13 no. 33 Januari-April 2005 vol. 12 no. 32 September-Desember 2004 vol. 12 no. 31 Mei-Agustus 2004 vol. 12 no. 30 January-April 2004 vol. 11 no. 29 Agustus-Desember 2003 vol. 11 no. 28 April-July 2003 Vol. 10 No. 27 Januari-April 2002 Vol. 9 No. 26 September - Desember 2001 Vol. 9 No. 25 Mei-Agustus 2001 Vol. 8 No. 23 September - Desember 2000 Vol. 7 No. 20 Juli-Oktober 1999 Vol. 6 No. 17 Oktober-Desember 1998 Vol. 6 No. 15 April-Juni 1998 Vol. 5 No. 13 Oktober-Desember 1997 Vol. 5 No. 12 Juli-September 1997 Vol. 5 No. 11 Juli-September 1997 Vol. 4 No. 10 September-Desember 1996 Vol. 4 No. 9 Mei-Agustus 1996 Vol. 4 No. 8 Januari-April 1996 Vol. 3 No. 7 September-Desember 1995 Vol. 3 No. 6 Mei-Agustus 1995 Vol. 3 No. 5 Januari-April 1995 More Issue