cover
Contact Name
Katon Abdul Fatah
Contact Email
katonfath@gmail.com
Phone
+628975841020
Journal Mail Official
katonfath@gmail.com
Editorial Address
Desa, Metuk No.008 RT.002 RW. 001, Kec, Mojosongo Kab, Boyolali, 57322
Location
Kab. boyolali,
Jawa tengah
INDONESIA
MERDEKA: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
ISSN : -     EISSN : 30267854     DOI : https://doi.org/10.62017/merdeka.v1i1
Core Subject : Education,
MERDEKA: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Jurnal ini merupakan jurnal ilmiah multidisiplin yang bersifat peer-review dan terbuka. Jurnal ini terbit 6 kali dalam setahun yaitu pada bulan Februari, April, Juni, Agustus, Oktober dan Desember. Fokus dan ruang lingkupnya meliputi: Ilmu Sosial, Humaniora, Politik, Pendidikan, Ilmu Teknik, Teknik Elektro dan Teknologi Informasi, Desain Komunikasi Visual, Manajemen, Ekonomi dan Akuntansi, Kewirausahaan dan Bisnis. MERDEKA: Jurnal Ilmiah Multidisiplin menerima makalah dalam bahasa Indonesia dan Inggris.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,181 Documents
PENERAPAN MEDIA INTERAKTIF BOARD GAME SAINS UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR ILMU PENGETAHUAN ALAM DAN SOSIAL SISWA KELAS IV MI MA'ARIF KLIWONAN WONOSOBO TAHUN PELAJARAN 2025/2026 Vivi Nurin Fatimah; Moh. Sakir; Muhtar Sofwan Hidayat
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 5 (2026): Juni
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i5.7918

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan hasil belajar dengn menerapkan media interaktif board Game sains pada mata pelajaran ilmu pengetahuan alam dan sosial materi keberagaman budaya dan kearifan lokal siswa kelas IV MI  Ma'arif Kliwonan Wonosobo. Jenis penelitian yang digunakan adalah Quasi experimental dengan desain Nonequivalent Control Group Design. Penentuan sampel dilakukan menggunakan teknik random sampling , kelas IV A yang berjumlah 27 siswa sebagai kelas eksperimen dan kelas IV B yang berjumlah 25 siswa sebagai kelas kontrol. Pengumpulan data dilakukan melalui instrumen berupa soal pilihan ganda dan essai yang berjumlah 25 butir. Instrumen tersebut telah diuji melalui uji validitas dan uji reliabilitas untuk memastikan kelayakannya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan media interaktif board game sains  memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan hasil belajar Ilmu Pengetahuan Alam Dan Sosial Pada materi keberagaman budaya dan kearifan lokal Mi Ma'arif Kliwonan.Hal ini dibuktikan dengan nilai thitung sebesar 4.761 yang lebih besar daripada ttabel sebesar 2,678  sehingga dapat disimpulkan bahwa media Interaktif Board game sains dapat menjadi salah satu alternatif media pembelajaran untuk memudahkan menyampaikan konsep abstrak dalam materi ilmu pengetahuan alam dan sosial.
Peran Guru Dalam Menumbuhkan Sikap Curiosity Siswa Dalam Pembelajaran PAI di SMP Al- Madina Wonodobo Dea Artika Sanri; Maryono; Fatiatun
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 5 (2026): Juni
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i5.7919

Abstract

Salah satu sifat penting dalam proses belajar mengajar adalah rasa penasaran yang tinggi. Untuk membentuk sikap tersebut pada siswa, guru adalah orang yang paling bertanggung jawab. Tujuan penelitian ini adalah untuk memahami peran guru dalam memupuk minat siswa terhadap mata pelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di SMP Al-Madina Wonosobo, serta menjelaskan kondisi minat siswa, cara proses pembelajaran memotivasi minat tersebut, dan faktor-faktor yang mendukung maupun menghambat proses pembelajaran. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif, yang termasuk dalam jenis penelitian lapangan. Setelah dikumpulkan dengan cara dokumentasi, pengamatan, dan wawancara yang dalam, data tersebut dianalisis dengan cara menyederhanakan, menyajikan, dan mengambil kesimpulan.. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru berperan penting dalam memfasilitasi, mendorong, membimbing, dan memberi contoh. Siswa memiliki rasa penasaran yang baik, seperti yang ditunjukkan oleh keberanian mereka untuk bertanya dan antusiasme mereka saat belajar. Terbukti bahwa menumbuhkan rasa ingin tahu dengan efektif dapat dicapai melalui penggunaan berbagai strategi, seperti diskusi, kuis, dan media visual. Siswa yang berbeda, tidak percaya diri, dan keterbatasan waktu menjadi hambatan yang perlu diatasi. Faktor pendukung utama mencakup kemampuan guru dan dukungan kelembagaan.
PERAN GURU PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DALAM MENUMBUHKAN KESADARAN MORAL DAN PEMBENTUK KARAKTER SISWA Lia Amalia; H. Ahmad Zuhdi; Muhammad Saefullah
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 5 (2026): Juni
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i5.7926

Abstract

penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya peranan guru PAI (Pendidikan Agama Islam) dalam mengembangkan kesadaran moral serta pembentuk karakter peserta didik di lingkungan sekolah. Berbagai masalah moral seperti rendahnya disiplin, tanggung jawab, dan sopan santun pada siswa menjadi tantangan yang memerlukan perhatian khusus. Studi ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kesadaran moral siswa kelas VIII, mengidentifikasi strategi yang diterapkan oleh guru PAI dalam mengembangkan kesadaran moral siswa, serta menganalisis peran guru PAI dalam membentuk karakter siswa di SMP N 2 Selomerto Wonosobo. Penelitian ini mengadopsi pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil studi menunjukkan bahwa tingkat kesadaran moral siswa tergolong baik, yang ditandai dengan kebiasaan berjabat tangan dengan guru, pelaksanaan salat Zuhur secara berjamaah, pembacaan Asmaul Husna sebelum kegiatan pembelajaran, serta sikap disiplin dan tanggung jawab siswa. Strategi yang dilakukan oleh guru PAI meliputi keteladanan, pembiasaan religius, pendekatan personal, pemberian nasihat, serta pengawasan melalui jurnal kegiatan spiritual siswa. Guru PAI memegang peran penting sebagai pendidik, pembimbing, motivator, dan teladan dalam membentuk karakter siswa yang religius dan berakhlak mulia.
Analisis Open Government dalam Platform Kebijakan Sosial: Studi Komparatif pada Aplikasi CekBansos Indonesia dan YourTexasBenefits United States La Mikha Sebastian P; Difa Nafchan Shofa; Cendana Syarafina Putri; Novareiza Armando S; Saskia Nathania Auryn; Nabilla Azizah Putri
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 5 (2026): Juni
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i5.7928

Abstract

Perkembangan digital government mendorong transformasi tata kelola pemerintahan menuju model yang lebih transparan, partisipatif, dan akuntabel, terutama pada ranah kebijakan sosial. Penelitian ini menganalisis implementasi prinsip open government melalui studi komparatif platform CekBansos di Indonesia dan YourTexasBenefits di Amerika Serikat. Temuan utama mengindikasikan bahwa CekBansos lebih unggul dalam aspek transparansi dan partisipasi publik berkat keterbukaan data serta fitur pengusulan dan sanggahan, walaupun masih terkendala oleh integrasi sistem dan responsivitas layanan. Di sisi lain, YourTexasBenefits menunjukkan kematangan tata kelola digital yang lebih baik melalui sistem terintegrasi, pelacakan bantuan secara real-time, serta akuntabilitas yang lebih tinggi, meskipun transparansi publiknya dibatasi pada pengguna terdaftar. Oleh karena itu, keterbukaan pemerintahan tidak hanya bergantung pada akses informasi, melainkan juga efektivitas sistem layanan, sehingga diperlukan keseimbangan antara transparansi, partisipasi, dan akuntabilitas guna mencapai tata kelola pemerintahan yang inklusif dan berkelanjutan.
Efektifitas Fungsi Pengawasan DPRD Kota Batu terhadap Kebijakan Pemerintahan Kota dalam Pemberdayaan UMKM dan Produk Lokal di Era Ekonomi Kreatif Mirza Nirmala K.N; Arya Utama; Ajeng Nazwa M; Muhammad Firza Ilham R; Presti Melisa P
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 5 (2026): Juni
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i5.7930

Abstract

Penelitian ini mengkaji efektivitas fungsi pengawasan DPRD Kota Batu terhadap kebijakna  pemberdayaan UMKM dan produk lokal di era ekonomi kreatif. Kota Batu memiliki lebih dari 23.544 unit UMKM aktif yang bergerak di sektor kuliner, agrowisata, agribisnis, dan kebijakan, menjadikan sektor ini sebagai tulang punggung perekonomian daerah. Namun potensi besar tersebut belum sepenuhnya diimbang oleh efektivitas kebijakn pemberdayaan yang ada, sehingga pengawasan legeslatif menjadi instrumen yang semakin kursial. Penlitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui komisi B telah berjalan secara formal melalui rapat kerja, rapat dengar pendapatan, dan kunjungan lapangan, dengan dukungan dasar hukum yang memdai. Efektivitas pengawasan cukup baik dari sisi proses dan responsivitas, namun masih menghadapi hambatan berupa hetergenitas kapasitas pelaku UMKM, kecenderungan pengawasan yang bersifat prosedural, serta dinamika politik lokal. Faktir- faktor yang mempengaruhi efektivitas pengawasan meliputi kedekatan DPRD dengan pelaku usaha, komitemen kelembagaan, kapasitas sumber daya manusia anggota dewan, serta sinergi antar aktor pemerintahan. Penelitian ini menyimpulkan bahwa optimalisasi fungsi pengawasan DPRD memerlukan pendekatan yang lebih substantif dan holistik, seiring dengan penguatan kapasitas SDM pelaku UMKM secara paralel.
IMPLEMENTASI KEGIATAN KEPUTRIAN SEBAGAI MEDIA EDUKASI DALAM MENINGKATKAN PEMAHAMAN FIQIH WANITA SISWI MAN 1 MAGELANG Nafisa Rahma Isnaeni; Ahmad Khoiri; Vava Imam Agus Faisal
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 5 (2026): Juni
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i5.7931

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi kegiatan keputrian sebagai media edukasi dalam meningkatkan pemahaman fiqih wanita pada siswi MAN 1 Magelang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian lapangan (field research). Pengumpulan data dilakukan melalui teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan dalam penelitian ini meliputi Wakil Kepala Madrasah bidang Humas dan Keislaman, pemateri kegiatan keputrian, serta siswi MAN 1 Magelang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan keputrian dilaksanakan secara terjadwal dan berkelanjutan dengan materi yang berfokus pada fiqih wanita, seperti haid, nifas, istihadhah, aurat, dan tata cara ibadah bagi perempuan. Penyampaian materi dilakukan melalui berbagai metode, antara lain ceramah, tanya jawab, dan diskusi interaktif. Kegiatan keputrian terbukti berperan sebagai sarana edukasi yang efektif dalam meningkatkan pemahaman siswi terhadap hukum-hukum kewanitaan dalam Islam. Keberhasilan pelaksanaan kegiatan ini didukung oleh adanya dukungan dari pihak madrasah, kompetensi pemateri, serta tingginya antusiasme peserta. Adapun kendala yang dihadapi meliputi keterbatasan waktu pelaksanaan dan perbedaan tingkat pemahaman di antara siswi.
IMPLEMENTASIPENDIDIKANAGAMA ISLAM DALAM NILAI AKHLAKUL KARIMAH SEBAGAI BENTENG MORALITAS REMAJA DI ERA DIGITAL Rahmah Fadilatin Nisa; Maryono; Fatiatun
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 5 (2026): Juni
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i5.7955

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses internalisasi nilai-nilai Pendidikan Agama Islam(PAI),memetakanstrategiimplementasi,sertamengidentifikasikendaladansolusidalam pembentukan akhlakul karimah sebagai benteng moralitas remaja di era digital di Desa Baleraksa. Disrupsi teknologi telah memicu fenomena degradasi moral seperti adiksi gawai (gadget addiction), pudarnya etika siber (cyberbullying), pornografi, dan perjudian daring (online), yang diperparah oleh kesenjangan digital (digital divide) pada orang tua. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus. Data dikumpulkan melalui observasi non-partisipan, wawancara mendalam dengan tokoh agama, pemerintah desa, orang tua, dan remaja, serta studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan tiga temuanutama:1)Internalisasinilaiakhlakulkarimah(shiddiq,amanah,'iffah)dilakukansecara bertahap melalui transformasi, transaksi, dan transinternalisasi nilai, melahirkan Digital Moral Consciousness dan budaya tabayyun. 2) Strategi implementasi PAI menggabungkan pendekatan struktural (sinergi pemerintah desa-Karang Taruna) dan kultural (rutinan pembacaan kitab Al-Barzanji sebagai sarana digital detox). 3) Kendala internal (adiksi gawai dan tekanan teman sebaya) serta eksternal (keterbatasan teknologi orang tua) diatasi melalui penanaman sifat Muraqabah sebagai sistem kontrol spiritual internal (inner control) remaja.
ANALISIS PEMAHAMAN FIKIH WANITA PADA SANTRI PUTRI DI PONDOK PESANTREN TAHFIDZUL QUR’AN AL-ASY’ARIYYAH WONOSOBO Riska Aprilia; Moh. Sakir; Muhtar Sofwan Hidayat
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 5 (2026): Juni
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i5.7960

Abstract

Skripsi ini bertujuan untuk: 1) mengetahui proses pembelajaran fikih wanita pada santri putri di Pondok Pesantren Tahfidzul Qur’an Al-Asy’ariyyah Wonosobo; 2) menganalisis pemahaman santri putri mengenai hukum fikih wanita terkait haid dan istihadhah 3) mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat dalam pemahaman fikih wanita pada santri putri. Skripsi ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dimana jenis penelitian bersifat lapangan. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Adapun teknik analisis data yang digunakan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa 1) pembelajaran fikih wanita dipondok pesantren dilaksanakan melalui kajian kitab I’anatunnisa’ dengan berfokus pada materi haid dan istihadhah. 2) pemahaman santri putri terhadap hukum haid dan istihadhah tergolong cukup baik, dimana sebagian santri sudah memahami dasar-dasar dengan baik serta menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, meskipun masih terdapat kesulitan pada materi istihadah. 3) faktor pendukung pemahaman santri meliputi latar belakang pendidikan sebelumnya, keterbukaan komunikasi antara ustadzah dan santri, serta lingkungan pesantren yang kondusif. Adapun faktor penghambatnya meliputi keterbatasan kemampuan membaca tulisan pegon, kerumitan materi istihadhah, rasa malu untuk bertanya, dan kendala bahasa bagi sebagian santri.
EFEKTIVITAS MODEL ROUND ROBIN DALAM MENINGKATKAN BERPIKIR KRITIS SISWA PADA PEMBELAJARAN FIKIH Nurul Firma Aprilliani; Maryono; Fatiatun
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 5 (2026): Juni
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i5.7961

Abstract

Rendahnya kemampuan berpikir kritis siswa dalam pembelajaran Fikih menjadi permasalahan yang kerap dijumpai akibat dominasi metode ceramah konvensional yang monoton. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengetahui perbedaan kemampuan berpikir kritis antara kelas yang menggunakan metode konvensional dan kelas yang menggunakan model kooperatif tipe Round Robin, dan (2) mengukur efektivitas peningkatan berpikir kritis siswa melalui model tersebut dalam pembelajaran Fikih. Jenis penelitian adalah kuantitatif dengan desain kuasi eksperimen (quasi-experimental design), melibatkan kelas VIII A sebagai kelas kontrol (n=29) dan kelas VIII B sebagai kelas eksperimen (n=32) di SMP Nusantara Wonosobo tahun ajaran 2025/2026. Pengumpulan data menggunakan instrumen tes (pretest-posttest), wawancara, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan uji-t independen dan Normalized Gain (N-Gain). Hasil penelitian menunjukkan terdapat perbedaan yang sangat signifikan antara kedua kelas (t-hitung = 10,37 > t-tabel 5% = 2,00 dan t-tabel 1% = 2,66). Rerata posttest kelas eksperimen mencapai 83,44 jauh melampaui kelas kontrol sebesar 59,66. Nilai N-Gain kelas eksperimen sebesar 0,683 (kategori sedang) secara signifikan lebih tinggi dibanding kelas kontrol sebesar 0,264 (kategori rendah). Penelitian ini membuktikan bahwa model Round Robin secara empiris efektif meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa pada mata pelajaran Fikih, khususnya pada topik makanan dan minuman halal-haram.
PERAN TAMAN PENDIDIKAN AL-QUR’AN DALAM MEMBETUK KARAKTER RELIGIUS SANTRI DI TPQ BAITUL AKHYAR Anisa Putri Herdiana; Sri Haryano; Ali Imron
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 3 No. 5 (2026): Juni
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v3i5.7962

Abstract

Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman yang meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa TPQ Baitul Akhyar memiliki peran penting dalam membentuk karakter religius santri melalui berbagai program dan kegiatan, seperti pembelajaran Al-Qur'an, pembelajaran fiqih ibadah, lalaran kitab, serta penanaman akhlak mulia. Peran tersebut diwujudkan melalui fungsi TPQ sebagai lembaga pendidikan keagamaan, pembinaan sikap dan akhlak santri, serta pembiasaan ibadah dalam kehidupan sehari-hari. Karakter religius yang terbentuk meliputi aspek keimanan, ibadah, akhlak, dan sosial keagamaan. Faktor pendukung dalam pembentukan karakter religius antara lain keteladanan ustaz dan ustazah, pelaksanaan kegiatan keagamaan secara rutin, dukungan keluarga, serta lingkungan yang religius. Sementara itu, faktor penghambat meliputi kurangnya keterlibatan orang tua dalam pembinaan keagamaan anak, pengaruh teknologi dan media sosial, lingkungan pergaulan yang kurang mendukung, serta rendahnya motivasi sebagian santri. Oleh karena itu, diperlukan kerja sama antara TPQ, keluarga, dan masyarakat agar pembentukan karakter religius santri dapat berjalan secara optimal dan berkelanjutan.