cover
Contact Name
Katon Abdul Fatah
Contact Email
katonfath@gmail.com
Phone
+628975841020
Journal Mail Official
katonfath@gmail.com
Editorial Address
Desa, Metuk No.008 RT.002 RW. 001, Kec, Mojosongo Kab, Boyolali, 57322
Location
Kab. boyolali,
Jawa tengah
INDONESIA
MERDEKA: Jurnal Ilmiah Multidisiplin
ISSN : -     EISSN : 30267854     DOI : https://doi.org/10.62017/merdeka.v1i1
Core Subject : Education,
MERDEKA: Jurnal Ilmiah Multidisiplin Jurnal ini merupakan jurnal ilmiah multidisiplin yang bersifat peer-review dan terbuka. Jurnal ini terbit 6 kali dalam setahun yaitu pada bulan Februari, April, Juni, Agustus, Oktober dan Desember. Fokus dan ruang lingkupnya meliputi: Ilmu Sosial, Humaniora, Politik, Pendidikan, Ilmu Teknik, Teknik Elektro dan Teknologi Informasi, Desain Komunikasi Visual, Manajemen, Ekonomi dan Akuntansi, Kewirausahaan dan Bisnis. MERDEKA: Jurnal Ilmiah Multidisiplin menerima makalah dalam bahasa Indonesia dan Inggris.
Arjuna Subject : Umum - Umum
Articles 1,069 Documents
Epistemologi Harmonisasi Ilmu dalam Transformasi Kelembagaan UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan Hibrizi, Azzam Nabil; Saffanah, Syafika
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 4 (2025): April
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v2i4.4338

Abstract

The relations between science and religion often lead to conflict. Harmonization of religion and science is present here to reduce these conflicts. This harmonization is also needed in the scope of education, especially in Islamic educational institutions, such as Islamic religious universities. One of the PTKI that implements science-based science and religion harmonization is UIN KH Abdurrahman Wahid Pekalongan, using science harmonization as its scientific philosophical framework. This analysis of how the implementation of science and religion harmonization-based science at UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan uses qualitative research methods, descriptive approaches, through literature studies in collecting information relevant to the theme of discussion and using an ontological-historical perspective. The outcome of this research is that, from the ontological point of view, the scientific philosophy of science harmonization uses tawhid as its scientific basis. While in its historical perspective, this can be viewed from the development of the university to form a new scientific design based on the harmonization religion and science. The implementation at UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan of the harmonization between religion and science is apparent from the harmonization of science in the courses and study programs provided by the university. 
Influensi Aliran Pendidikan Modern Pada Progres Kognitif Siswa Kelas XI SMA Negeri 1 Tebing Tinggi Pangestu, Ragil; Anisa Iffa, Nadya; Sabariani, Ranti; Sani Safitri; Syarifuddin
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 4 (2025): April
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v2i4.4348

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana metode pembelajaran yang inovatif dan penggunaan teknologi dalam pendidikan dapat memengaruhi kemampuan berpikir kritis, pemecahan masalah, serta keterampilan analitis siswa.Dalam konteks pendidikan modern, penerapan media digital dan pendekatan interaktif diharapkan dapat meningkatkan motivasi belajar siswa. Penelitian menunjukkan bahwa siswa yang terlibat dalam pembelajaran aktif dan kolaboratif cenderung memiliki perkembangan kognitif yang baik dibandingkan dengan metode tradisional. Metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif-deskriptif, dengan pengumpulan data melalui berbagai artikel dan juga menggunakan review jurnal yang menjadi sumber data dan juga angket yang disebarkan kepada responden. Hasilnya, siswa tidak hanya memahami materi pelajaran secara mendalam tetapi juga mampu menerapkan pengetahuan mereka dalam situasi nyata.Secara keseluruhan, penelitian ini menekankan pentingnya adaptasi metode pengajaran yang sesuai dengan perkembangan zaman untuk mendukung progres kognitif siswa, serta memberikan rekomendasi bagi pendidik untuk terus berinovasi dalam proses belajar mengajar.
PENDIDIKAN KAPABILITAS SEBAGAI UPAYA PENGENTASAN KEMISKINAN DI NTT Aristo Jadur; Saverinus Dosom; Gedofridus Ambut
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 4 (2025): April
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v2i4.4359

Abstract

  Abstrak Penelitian  ini bertujuan untuk; pertama, melihat fenomena kemiskinan di NTT. Kedua, masalah yang mempengaruhi angka kemiskinan di NTT. Ketiga, urgensi pendekatan kapabilitas dalam dunia pendidikan sebagai upaya meminimalisir angka kemiskinan di NTT. Dalam tulisan ini ditemukan bahwa salah satu penyebab meningkatnya kemiskinan di NTT adalah faktor pendidikan. Akses masyarakat NTT dalam bidang pendidikan masih sangat terbatas. Dalam hal ini, masih banyak masyarakat NTT yang tidak bebas dalam mendapatkan pendidikan, karena berbagai faktor, baik secara ekonomi maupun secara budaya. Selain itu,  Proses pendidikan yang dijalankan di sekolah juga sangat memberatkan peserta didik, sehingga mereka kurang leluasa untuk mengembangkan keterampilannya. Sebagai solusi alternatif untuk meminimalisir angka kemiskinan di NTT diperlukan pendidikan yang mapan bagi masyarakat NTT. Tulisan ini menghadirkan konsep kapabilitas Amartya Sen sebagai basis filososfis untuk dapat meredam ketimpangan pendidikan di NTT. Konsep kapabilitas yang dicanangkan oleh Amartya Sen ini adalah mengedepankan aspek kebebasan. Menurut Sen kemiskinan terjadi bukan karena tidak adanya sumber daya alam, melainkan karena tidak ada aspek kebebasan bagi setiap individu dalam berbagai aspek, termasuk pendidikan. Olehnya itu, pendidikan yang baik itu harus berlandaskan kebebasan. Setiap Individu berhak untuk mendapat pendidikan yang layak tanpa ada halangan dari pihak manapun. Dengan terciptanya pendidikan yang baik dan merata, maka kemiskinan di NTT setidaknya dapat dikurangi.
Implementasi Pendekatan Culturally Responsive Teaching (CRT) untuk Meningkatkan Hasil Belajar Matematika Peserta Didik Kelas I UPT SDN Sukolilo 2 Tuban Vicky Akhlan Romdhoni; Ina Agustin
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 5 (2025): Juni
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v2i5.4398

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di kelas I UPT SDN Sukolilo 2 Tuban dengan tujuan untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik pada mata pelajaran Matematika melalui pendekatan Culturally Responsive Teaching (CRT) berbasis kearifan lokal Tuban. Subjek penelitian ini adalah 27 peserta didik kelas I UPT SDN Sukolilo 2 Tuban. Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus dengan masing-masing terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dokumentasi, dan tes hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar peserta didik dari Prasiklus, siklus I, dan siklus II. Pada prasiklus sebanyak 81% peserta didik belum mencapai KKM, yang mencerminkan rendahnya pemahaman awal terhadap materi. Pada siklus I, di mana sebanyak  19 peserta didik atau 70% peserta didik berhasil mencapai ketuntasan. Peningkatan ini berlanjut pada siklus II, dengan sebanyak 25 peserta didik atau 93% peserta didik mencapai KKM.  Peningkatan ini menunjukkan bahwa pendekatan CRT berbasis kearifan lokal Tuban efektif dalam meningkatkan hasil belajar Matematika peserta didik kelas I. Dengan mengaitkan materi pembelajaran dengan budaya lokal seperti Masjid Agung, Klenteng Kwan Sing Bio, buah siwalan, dan hasil laut, peserta didik menjadi lebih antusias dan mudah memahami konsep yang diajarkan.
MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MENGGUNAKAN METODE PEMBELAJARAN TEAM GAMES TOURNAMENT (TGT) PADA PEMBELAJARAN ILMU PENGETAHUAN ALAM DAN SOSIAL (IPAS) BERBANTUAN MEDIA ZEP QUIZ PADA SISWA KELAS IV SDN SUKOLILO 2 TUBAN Ula Maufiratur Rahmah; Ina Agustin
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 5 (2025): Juni
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v2i5.4399

Abstract

Penggunaan model pembelajaran dalam mata pelajaran IPAS saat ini masih terbatas dan cenderung berfokus pada peran guru sebagai pusat kegiatan belajar. Hal ini menyebabkan pembelajaran kurang bermakna dan siswa menjadi pasif, yang pada akhirnya berdampak pada rendahnya hasil belajar. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penerapan model pembelajaran Teams games tournament (TGT) yang berbantuan dengan media Zep Quiz terhadap hasil belajar IPAS siswa kelas IV SD. Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK), sedangkan metode pengumpulan data yang dilakukan oleh peneliti yaitu menggunakan lembar evaluasi untuk menilai pencapaian belajar kognitif siswa. Subjek Penelitian ini adalah siswa-siswa kelas IV (Empat) SDN Sukolilo 2 Tuban, yang terdiri dari 26 siswa (10 laki-laki dan 16 Perempuan). Penelitian ini dilaksanakan dalam dua siklus. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, menunjukkan bahwa hasil pra siklus rata-rata pencapaian hasil belajar siswa yaitu 62,45%, yang kemudian meningkat pada siklus pertama dengan rata-rata hasil pencapaian siswa yaitu 78,86%, kemudian siklus ke 2 terus meningkat dengan rata-rata pencapaian hasil belajar siswa yaitu 82,86%. Maka berdasarkan hasil temuan pada penelitian ini, dapat disimpulkan bahwa penerapan model TGT dengan bantuan media Zep Quiz mampu meningkatkan hasil belajar siswa.
Implemetasi Pendidikan Membangun Dan Menumbuhkan Karakter Dan Anti Korupsi Menurut Kitab Nahum Di SMK N 1 DOLOK SANGGUL Enjelina Togatorop; Sadima Pasaribu; Andar Gunawan Pasaribu
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 5 (2025): Juni
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v2i5.4400

Abstract

Artikel ini bertujuan untuk menganalisis peran pendidikan dalam menanamkan karakter, khususnya nilai-nilai anti-korupsi, dengan merujuk pada Kitab Amos sebagai studi kasus. Penelitian ini dilakukan dengan studi kajian pustaka. Korupsi dipandang sebagai masalah yang merusak struktur sosial dan menghambat kemajuan bangsa. Pendidikan karakter, yang meliputi nilai-nilai moral dan etika, sangat penting dalam membentuk pribadi yang berintegritas. Penelitian ini juga mengkaji implementasi pendidikan karakter anti-korupsi yang terinspirasi dari nilai-nilai dalam Kitab Nahum. Adapun strategi kitab Nahum dalam mengatasi korupsi yaitu Kitab Nahum menunjukkan bahwa Tuhan akan menegakkan keadilan terhadap penindasan. Ini bisa menjadi panggilan untuk individu dan masyarakat untuk berjuang melawan ketidakadilan dan korupsi. Nats: "Sebab, Tuhan akan menghabiskan semua yang ada di Niniwe." (Nahum 1:8). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan anti-korupsi efektif dalam meningkatkan kesadaran dan membentuk karakter mahasiswa. Pendidikan karakter harus dilakukan sejak dini di lingkungan keluarga, sekolah, dan masyarakat, untuk memastikan generasi muda memiliki kepribadian yang baik. Pendidikan anti korupsi dapat diintegrasikan ke dalam kurikulum dan didukung dengan pendampingan moral. Dengan demikian, pendidikan tidak hanya menciptakan individu yang cerdas secara akademis, tetapi juga pribadi yang berintegritas dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.
ANALISIS KEBERHASILAN MENYIMAK DONGENG SANGKURIANG DAN TANGKUBAN PERAHU PADA MAHASISWA KELAS D ANGKATAN 2024 PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA INDONESIA UNIVERSITAS SILIWANGI Ghinaa Azkiyaa Setiyany; Eva Khalifah; Hania Halwa Humayra; Keysa Nabila Putri
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 5 (2025): Juni
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v2i5.4415

Abstract

Kemampuan menyimak merupakan salah satu keterampilan dasar dalam pembelajaran Bahasa Indonesia yang memiliki peran penting dalam membangun pemahaman dan komunikasi siswa. Namun, kegiatan menyimak sering kali dianggap kurang menarik mahasiswa sehingga diperlukan pendekatan kreatif dan kontekstual. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana pemahaman keberhasilan menyimak pada mahasiswa kelas D angkatan 2024 dari Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Universitas Siliwangi. Adapun materi yang disajikan sebagai bahan simakan yakni video dongeng Sangkuriang dan Tangkuban Perahu. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif. Sampel penelitian adalah 41 mahasiswa kelas D angkatan 2024 Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia. Data dikumpulkan melalui kegiatan pembelajaran menyimak yang dilakukan secara daring (dalam jaringan) melalui platform Zoom. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar mahasiswa mampu memahami isi dongeng yang disimak melalui video dengan sangat baik. Namun, masih ditemukan beberapa mahasiswa yang kesulitan dalam menangkap informasi secara menyeluruh, terutama pada bagian-bagian cerita yang disampaikan dengan cepat atau menggunakan bahasa yang kurang familiar.
Peningkatan Hasil belajar dalam Pembelajaran Matematika Melalui Model Pembelajaran Cooperative Learning Tipe Teams Game Tournament (TGT) pada Siswa Kelas IV SDN Sukolilo II Tuban Widya Adiningtyas; Ina Agustin
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 5 (2025): Juni
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v2i5.4423

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Game Tournament (TGT) dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada proses pembelajaran di SDN Sukolilo II pada mata pelajaran Matematika. Kurangnya motivasi dalam kegiatan pembelajaran dapat menyebabkan terhambatnya proses pembelajaran yang terjadi sehingga menyebabkan prestasi atau hasil belajar siswa menurun. Dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Game Tournament (TGT), siswa dapat meningkatkan pemahaman dalam pembelajaran yang diberikan oleh guru. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas (PTK) yang dilakukan melalui empat tahap, yaitu perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Teknik pengumpulan data melalui instrumen tes, lembar observasi, dokumentasi, dan wawancara. Subjek dalam penelitian adalah siswa kelas IV SDN Sukolilo II Tuban. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa dengan penerapan model pembelajaran kooperatif tipe Teams Game Tournament (TGT) dapat meningkatkan hasil belajar dengan nilai rata – rata di siklus I yakni 72 dan di siklus II yakni 84 dengan presentase 70% di siklus I naik menjadi 80% di siklus II. Dari hasil observasi perilaku juga menunjukkan kenaikan di siklus I dengan presentase 80% ke 88% di siklus II, serta pengolahan pembelajaran dari presentase 78% di siklus I meningkat menjadi 85% di siklus II. Sehingga dapat dikatakan adanya perubahan signifikan yang terjadi di setiap siklusnya.
Peningkatan Hasil Belajar Siswa Kelas VI Pada Materi “Provinsiku Bagian dari Wilayah NKRI” Melalui Model Kooperatif Berbasis Pendekatan Culturally Responsive Teaching (CRT) Nadia Ayu Martasari; Wahyu Mulyani
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 5 (2025): Juni
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v2i5.4432

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas VI pada materi “Provinsiku Bagian dari Wilayah NKRI” melalui penerapan model pembelajaran kooperatif berbasis pendekatan Culturally Responsive Teaching (CRT). Pendekatan ini mengaitkan materi ajar dengan latar belakang budaya dan pengalaman lokal siswa, sehingga menciptakan pembelajaran yang kontekstual, inklusif, dan bermakna. Jenis  Penelitian  yang digunakan  adalah  penelitian  Tindakan  kelas  dengan  menggunakan  model  Kemmis  dan MC Taggart, yang dalam pelaksanaannya menggunakan dua siklus. Setiap siklus meliputi 4 tahap, yaitu: tahap perencanaan, tahap pelaksanaan, tahap observasi, dan tahap refleksi Subjek penelitian adalah 24 siswa kelas VI di UPT SDN Kingking 1 Tuban. Teknik pengumpulan data mencakup observasi, tes formatif, dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data yang digunakan adalah analisis  kuantitatif  dan  kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar yang signifikan, dari 25% pada pra-siklus, menjadi 62,50% pada siklus I, dan mencapai 83,33% pada siklus II. Temuan ini membuktikan bahwa pengintegrasian pendekatan CRT dalam model pembelajaran kooperatif mampu meningkatkan partisipasi, hasil belajar, dan pemahaman siswa terhadap materi Pendidikan Pancasila.
Mengintegrasikan Pembelajaran IPS Dengan Isu-Isu Lingkungan Hidup Dan Keberlanjutan Chardinal. DV; Anggita Novi Arianti; Eggi Martiansyah; Sani Safitri
MERDEKA : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 2 No. 5 (2025): Juni
Publisher : PT PUBLIKASI INSPIRASI INDONESIA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62017/merdeka.v2i5.4433

Abstract

Artikel ini mengkaji secara kritis peran pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) di tingkat sekolah dasar sebagai instrumen strategis dalam membentuk kesadaran kewarganegaraan, nilai-nilai sosial, dan keterampilan berpikir kritis peserta didik. Fokus kajian terletak pada penerapan model Problem Based Learning (PBL) sebagai pendekatan pedagogis yang menantang siswa untuk memecahkan permasalahan nyata dan kontekstual. Pendekatan ini tidak hanya mengembangkan pemahaman konseptual terhadap materi IPS, tetapi juga merangsang keterlibatan aktif dan reflektif siswa terhadap isu-isu sosial di lingkungan mereka. Melalui analisis terhadap dinamika proses pembelajaran dan tantangan yang dihadapi guru, makalah ini menyoroti perlunya desain pembelajaran yang tidak hanya informatif, tetapi juga transformatif. Penerapan PBL dalam pembelajaran IPS terbukti mampu merekonstruksi cara siswa memandang realitas sosial, memperkuat empati sosial, serta membangun kompetensi kewarganegaraan yang kritis sejak dini. Kesimpulannya, efektivitas pembelajaran IPS sangat ditentukan oleh kapasitas guru dalam merancang pengalaman belajar yang bermakna, kontekstual, dan problematis secara pedagogis.

Page 57 of 107 | Total Record : 1069